Home Blog Page 14730

Kejari Akan Keluarkan Surat DPO

Dugaan Korupsi Mantan Kadis PU Binjai Rp4,5 Miliar

BINJAI- Masih ingat kasus dugaan korupsi swakelola perbaikan jalan, drainase, jembatan dan rehab sejumlah kantor di Kota Binjai tahun 2010, dengan anggaran sekitar Rp4,5 miliar? Dimana, dalam kasus ini melibatkan Masniarni, mantan Kepala Dinas Pekerjaan Umum (Kadis PU) Binjai, yang juga adik kandung HM Ali Umri SH Mkn, mantan Wali Kota Binjai, periode 2005-2010.

Meski kasusnya sudah berjalan hampir satu tahun dan Masniarni sudah dijadikan sebagai Daftar Pencarian Orang (DPO) oleh Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, namun kasusnya belum juga menuai hasil.
Menurut Kepala Seksi Pidana Khusus (Kasi Pidsus) Kejari Binjai FKJ Sembiring, Rabu (5/10), lambatnya proses audit dari Badan Pengawas Keuangan dan Pembangunan (BPKP), membuat proses hukum terhadap kasus ini ikut terlambat.
“Memang sampai sekarang ini, kita tidak tahu apa lagi yang kurang dari BPKP. Sebab, sudah hampir satu tahun, hasil audit untuk mengetahui kerugian negara belum juga diketahui,” ujar FKJ Sembiring saat berada di Pengadilan Negeri (PN) Binjai.

Lebih jauh dikatakan FKJ Sembiring, status Masniarni saat ini memang sudah dijadikan tersangka dan DPO. Namun, dari Kejaksaan Tinggi (Kejati), belum mengeluarkan surat resmi ke Poldasu. “Karena belum ada surat resmi dari Kejati, Poldasu tidak dapat melakukan pencarian untuk melakukan penangkapan,” katanya.

Pun begitu, sambungnya, untuk mengeluarkan surat DPO terhadap Masniarni, akan segera dibuat dari Kejari Binjai sendiri. “Kalau sudah begini, kita membuat sendiri surat DPO itu. Tapi, surat itu tetap terkendala audit BPKP. Karena, tanpa ada hasil audit, kasus ini sulit untuk berjalan,” jelasnya.

Disamping itu, FKJ Sembiring juga menduga, Masniarni masih berada di daerah Sumatera Utara. “Kalau dia (Masniarni-red), tidak jauhnya itu, saya rasa masih di sekitar Sumatetera Utara ini,” duganya.

Selain itu, FKJ Sembiring mengakui, kalau Masniarni tidak seorang diri, tetapi bersama dua orang tersangka lainnya yakni, Alfan Batubara selaku pemborong (rekanan, Red) yang mengerjakan proyek swakelola pemlihraan jalan dan jembatan dengan anggaran sebesar Rp2 miliar dan Zulfansyah yang mengerjakan  proyek swakelola pemeliharaan sungai, drainase, dan gedung, dengan jumlah anggaran sebesar Rp1,3 miliar.

“Kita belum menahan keduanya karena itu tadi, belum ada hasil kerugian Negara dari BPKP. Kalau kita asal tahan, bias-bisa masalah semakin bertambah,” ucapnya.

Sebelumnya, Jaksa Penyidik Kejari Binjai, Junaidi Lubis, kepada wartawan Sumut Pos mengatakan, dari perhitungan sementara, uang yang tidak dapat dipertanggung jawabkan atau kerugian negara dalam kasus ini mencapai Rp3,3 miliar. Hanya saja, angka tersebut dapat berubah setelah ada hasil audit BPKP.

Selain itu, dari anggaran sekitar Rp4,5 miliar tersebut, jumlah paket pekerjaan yang dikerjakan sebanyak 69 paket yakni, pengerjaan jalan yang terdiri dari 23 paket, jembatan 11 paket, drainase 13 paket, gedung 7 paket, sungai 9 paket dan luncuran 6 paket.(dan)

Muscab II Demokrat Dibuka

TEBING TINGGI- Ketua Dewan Pimpinan Daerah Partai Demokrat Sumatera Utara, HT Milwan membuka secara resmi Musyawarah Cabang (Muscab) II Partai Demokrat Kota Tebing Tinggi, Rabu sore (5/10) di Gedung Balai Kartini.
Pembukaan Muscab ditandai dengan pemukulan gong oleh HT Milwan didampingi Wali ota Tebing Tinggi Ir Umar Zunaidi Hasibuan, Wakil Ketua DPRD, Unsur Muspida dan Pengurus Partai Demokrat lainnya.

HT Milwan menitipkan dan meminta serta mengingatkan seluruh kader Demokrat untuk bekerja dengan iklas, santun, cerdas dan bersih. “Bekerjalah dengan iklas dan berbuat tidak semata-mata dengan uang”, katanya.

Dikatakannya kembali, Muscab ini merupakan bagian dari konsolidasi organisasi sesuai dengan AD/ART. Karena itu HT Milwan meminta dalam Muscab ini kepada para peserta untuk menggunakan hak pilihnya sesuai dengan hati nurani dalam memilih pemimpin kedepan. (mag-3)

Masih Sekadar Sidak

Lagi, PNS Ditemukan di Plaza saat Jam Kerja

Tim Penertiban PNS Pemerintah Kota (Pemko) Medan melakukan inspeksi mendadak (sidak) terhadap PNS yang bolos pada jam kerja, Rabu (5/10) siang. Menariknya, sidak yang dilakukan di wilayah Medan dan oleh Pemko Medan itu malah banyak menemukan PNS Pemprovsu dan dari kota/kabupaten lain.

Ceritanya, Sidak yang terdiri dari tim gabungan dari Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Kota Medan, Inspektorat Kota Medan, dan Asisten Umum Kota Medan ini turun ke dua lokasi plaza berbeda yakni Medan Plaza di Jalan Iskandar Muda dan Ramayana Departement Store di kawasan Pasar Pringgan. Pantauan wartawan koran ini, bersama tim ke lokasi mendapati dua PNS Pemko Medan yang sedang asyik berbelanja di Ramayana Departement Store. Kedua PNS yang ditemukan mengaku baru selesai mengajar di SMA Negeri kawasan Medan Utara.

Awalnya, tim berjalan ke Medan Plaza, dari lokasi itu tim tidak menemukan PNS Pemko Medan yang berkeliaran. Namun, saat tim baru tiba di lokasi, ditemui beberapa PNS dari Pemprovsu, Pemko Binjai, Pemkab Deli Serdang, dan Pemkab Langkat terlihat sedang asyik berjalan-jalan melihat-lihat baju di pusat perbelanjaan itu.

“Tidak ada pegawai kita (Pemko Medan, Red) yang keluyuran kemari. Tadi pegawai dari Pemprovsu dan Pemkab daerah lain. Mungkin mereka sedang ada urusan di Pemprovsu, terlalu jauh pulang ke rumah mereka jalan-jalan di Medan ini. Tadi, sempat kita hentikan namun setelah di cek ternyata mereka bukan pegawai kita,” kata Kepala BKD Kota Medan Parluhutan Hasibuan kepada Sumut Pos.

Tim pun terus mengelilingi seluruh toko dan outlet pakaian maupun jajanan di Medan Plaza, namun tidak juga ditemukan PNS Pemko Medan berkeliaran. Setelah hampir setengah jam mengawasi Medan Plaza, tim pun melanjutkannya ke Ramayana Departement Store kawasan Pasar Pringgan.

Setibanya di Ramayana, tim langsung mendapati seorang PNS guru persis di depan kasir supermarket yang baru selesai berbelanja. Saat dihampiri, PNS yang tidak memiliki tanda nama itu sempat menolak untuk diberikan arahan dan dicatat identitasnya oleh tim. “Saya guru, baru selesai mengajar,” ucapnya kepada petugas Satpol PP yang menghentikan langkahnya.

Asisten Umum Ceko Wahdah Ritonga pun langsung menghampiri PNS tersebut. Ceko terlihat memberikan pemahaman jika sudah selesai bekerja lebih dan hendak jalan-jalan jangan menggunakan baju PNS. “Masyarakat tidak mengetahui ibu itu guru. Masyarakat hanya menilai ibu PNS, kalau PNS berkeliaran di jam kerja akan merusak citra dan kedisiplinan pegawai Pemko Medan. Harusnya ibu pulang ke rumah dulu dan mengganti baju baru bisa jalan-jalan ke luar,”jelasnya.
Tim juga melanjutkan pengawasan ke lantai II Ramayana Departemen Store dan kembali menemukan satu PNS sedang asik melihat-lihat pakaian dewasa. Asisten Umum Ceko pun kembali mengingatkan pada PNS tersebut untuk lebih dulu pulang ke rumah jika selesai mengajar di sekolah baru melanjutkan jalan-jalan keluar.

“Pengawasan hari ini, saya rasa cukup. Karena pengawasan itu kan tidak harus menemukan PNS yang berkeliaran. Yang penting, kita konsisten melakukan pengawasan ke lapangan demi kedisiplinan pegawai kita. Kita harus membudayakan malu tidak disiplin. Makanya, tadi kita ingatkan untuk lebih dulu kembali ke rumah jika sudah selesai bekerja. Kita akan mengkroscek ke Dinas Pendidikan mengenai identitas keduanya,” cetusnya.

Ceko juga menegaskan dalam waktu dekat pihaknya akan membuat surat edaran pada Dinas Pendidikan Kota Medan untuk imbauan pada seluruh guru di Kota Medan.  Sebelumnya, Senin (12/9) lalu, puluhan PNS di jajaran Pemko Medan terjaring sidak. Para PNS tersebut ditangkap pada saat berkeliaran di pusat perbelanjaan seperti Palladium Medan dan sebagainya pada waktu jam kerja. (adl)

Peraturan Pemerintah Nomor 30 Tahun 1980 tentang Peraturan Disiplin Pegawai Negeri Sipil

BAB III
HUKUMAN DISIPLIN

Bagian Pertama
Pelanggaran Disiplin

Pasal 4
Setiap ucapan, tulisan, atau perbuatan Pegawai Negeri Sipil yang melanggar ketentuan sebagaimana dimaksud dalam Pasal 2 dan Pasal 3, adalah pelanggaran disiplin.

Pasal 5
Dengan tidak mengurangi ketentuan dalam peraturan perundang-undangan pidana, Pegawai Negeri
Sipil yang melakukan pelanggaran disiplin dijatuhi hukuman disiplin oleh pejabat yang berwenang menghukum.

Bagian Kedua
Tingkat dan Jenis Hukuman Disiplin

Pasal 6
(2)     Jenis hukuman disiplin ringan terdiri dari:
a. tegoran lisan;
b. tegoran tertulis; dan
c. pernyataan tidak puas secara tertulis.

(3)     Jenis hukuman disiplin sedang terdiri dari:
a. penundaan kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun;
b. penurunan gaji sebesar satu kali kenaikan gaji berkala untuk paling lama 1 (satu) tahun; dan
c. penundaan kenaikan pangkat untuk paling lama 1 (satu) tahun.

(4)     Jenis hukuman disiplin berat terdiri dari:
a. penurunan pangkat pada pangkat yang setingkat lebih rendah untuk paling lama 1 (satu) tahun;
b. pembebasan dari jabatan;
c. pemberhentian dengan hormat tidak atas permintaan sendiri sebagai pegawai Negeri Sipil; dan
d. pemberhentian tidak dengan hormat sebagai Pegawai Negeri Sipil.

Sumber: bkn.go.id

IPDN pun Dievaluasi

Bukan rahasia lagi jika Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) secara otomatis menjadi Pegawai Negeri Sipil (PNS). Nah, terkait soal keefektifan kerja hingga moratorium PNS, sekolah abdi negara ini pun dievaluasi.

Hal ini terungkap dari mulut Menteri Dalam Negeri Gamawan Fauzi. Dia mengatakan, kementerian yang dipimpinnya akan melakukan evaluasi terhadap keberadaan kampus tersebut. Langkah evaluasi ini menanggapi pernyataan anggota Komisi II DPR Alex Litay yang mengatakan kampus yang berpusat di Jatinangor, Jabar, itu ditutup saja karena alumninya sudah membludak.

“Saya sudah mengatakan ke Bu Sekjen (Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni, Red), sudah saatnya mengevaluasi,” ujar Gamawan Fauzi di kantornya, Selasa (4/10)  lalu.

Hanya saja, evaluasi yang dimaksud tidak menyangkut perlu tidaknya IPDN ditutup. Tapi, sejauh mana upaya-upaya pembenahan di internal IPDN dilakukan, setelah sempat menjadi sorotan lagi pascatewasnya praja asal Sulawesi Selatan, yang juga putra Gubernur Syahrul Yasin Limpo, beberapa waktu lalu. Gamawan mengatakan, tahun depan kemungkinan sudah ada hasil evaluasi dimaksud.

Dikaitkan dengan masa moratorium penerimaan CPNS, sementara lulusan IPDN tetap otomatis menjadi PNS, Gamawan mengatakan, jika dilihat per kabupaten/kota, sebenarnya jumlahnya tidak banyak.

“Jika sekali lulusan jumlahnya 1000, berarti per daerah tidak sampai dua orang, karena jumlah daerah 524,” kata Gamawan.

Sebelumnya, Alex Litay mendesak pemerintah mengevaluasi kembali keberadaan IPDN. “Pemerintah jangan bersikap tidak adil. Masa lulusan ikatan dinas masih bisa diterima CPNS selama moratorium. Padahal banyak lulusan ikatan dinas seperti IPDN hanya menambah-nambah jumlah aparatur di daerah saja,” kata Alex Litaay saat Komisi II DPR raker dengan Menpan-RB EE Mangindaan, Senin (3/10).

Dia mencontohkan, lulusan IPDN di daerah-daerah banyak yang ditempatkan pada kantor kelurahan dan kecamatan. Padahal di kantor lurah dan camat itu pekerjaan sedikit, pegawainya banyak.
“Daripada overlaping, kenapa IPDN distop saja dulu. Lulusan IPDN sudah kebanyakan” kritiknya. (sam/jpnn)

HUT TNI Diperingati di Belawan

BELAWAN- Hari Ulang Tahun (HUT) ke-66 Tentara Nasional Indonesia (TNI) juga diperingati di Medan. Kali perayaannya dipusatkan di  Markas Besar Lantamal I Belawan, Rabu (5/10) dan dipimpin Pangdam I Bukit Barisan, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus.

Dalam acara itu TNI menampilkan serangkaian persenjataan dan peralatannya, serta kemampuan belah diri militer. Selanjutnya, setelah rangkaian acara selesai, Plt Gubsu, Gatot memotong nasi tumpeng yang sudah dipersiapkan dalan HUT TNI tersebut.

Kegiatan tersebut juga dimeriahkan atraksi bela diri militer dari Kodam I BB, Koloni Senapan dari Korps Marinir Yonmarhanlan I Belawan dan juga atraksi roket dari Armed Marinir. Tidak itu saja, para marching band juga memeriahkan acara tersebut dengan bermain di atas kapal KRI Silas Papare. Tema yang diusung dalam peringatan HUT ke-66 TNI adalah “Dengan Keterpaduan dan Profesionalisme TNI bersama Komponen Bangsa Siap Menjaga dan menegakkan kedaulatan serta keutuhan NKRI”.

Selaku Inspektur Upacara, Pangdam I BB, Mayjen TNI Lodewijk F Paulus mengatakan bahwa keterpaduan, tentunya kita melihat dari ruang lingkup TNI yang terbagi 3 yakni TNI AD, TNI AL dan juga TNI AU, yang kita kenal sebagai Tri Matra.

Seperti kita ketahui, perang kedepan tidak mungkin dilakukan oleh satu Matra saja, “Untuk kedepannya kita lebih ingin mensinergikan kemampuan antara TNI AD,  TNI AL dan TNI AU sehingga aka nada keterpaduan antara yang satu dengan yang lain,” katanya.

Dia menjelaskan bahwa  TNI dalam undang-undang nomor 34 tahun 2004 menjadi komponen utama dari sistem pertahanan nasional. Sedangkan, komponen yang lain  yakni komponen cadangan dan komponen pendukung.
Sementara itu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono saat menghadiri HUT TNI di Mabes Angkatan Darat, Cilangkap, meminta jajaran TNI bersinergi dengan Mabes Polri, khususnya guna memberantas aksi terorisme yang masih saja terjadi. Selain ancaman tersebut, benturan fisik antar kelompok masyarakat dan masih adanya gerakan bersenjata kaum separatis, juga harus diwaspadai bersama.

“TNI harus dapat bersinergi dengan Polri dalam menanggulangi aksi-aksi terorisme di negeri kita,” tegas Presiden SBY.
Meskipun masalah keamanan dan ketertiban masyarakat menjadi tanggungjawab kepolisian negara, namun TNI kata SBY, harus ikut serta dalam mencegah timbulnya aksi terorisme yang membahayakan rakyat dan mengancam kedaulatan negara. SBY pun menginstruksikan aparat keamanan dapat melakukan langkah-langkah pencegahan dan penindakan yang efektif. Tujuannya memastikan tindakan teroris tidak mudah terjadi.(mag-11/afz/jpnn)
jpnn)

Sumut Juara Popnas

MEDAN-Cabang sepakbola berhasil menyabet medali emas di POPNAS XI 2011 setelah di babak final mengalahkan tim Jawa Tengah dengan skor 1-0 si di Stadion Universitas Islam Riau, Rabu (5/10).

Keberhasilan ini sekaligus menjadi medali pertama bagi tim sepakbola sepanjang Sumut mengikuti POPNAS.
Kemenangan ini tentunya menajadi lebih berarti,mengingat cabang sepakbola merupakan cabang favorit dan diminati serta memiliki gengsi yang sangat tinggi dbanding cabang-cabang yang lain.

Hal ini terlihat saat berlangsungnya pertandingan Stadion tempat pelaksanaan pertandingan ini penuh hingga  pagar pembatas untuk menyaksikan dua kekuatan sepakbola asal Pulau Sumatera dan Jawa yang bertarung untuk memperebutkan tempat pertama.

Sumatera Utara yang turun dengan kekuatan penuh sejak menit-menit awal terus menekan pertahanan Jawa Tengah yang bermain cukup solit sehingga mampu mementahkan peluang-peluang anak-anak Sumut.

Kesempatan Sumut untuk menciptakan gol datang dari penyerang Citra Ardiansyah yang sore kemarin tampil impresif dan selalu merepotkan barisan pertahanan Jawa Tengah, namun tendangannya di menit 23 masih sedikit melebar.Kedudukan 0-0 bertahan hingga turun minum.

Dibabak kedua ritme permainan Sumut tidak jauh berbeda,dengan tekanan-tekanan yang diberikan membuat dua striker mereka harus kewalahan dan terpaksa jauh turun untuk menjemput bola.

Melalui serangan cepat Citra Ardiasyah di menit 62 berhasil melepaskan tendangan keras dan membentur tangan pemain Jateng yang berada di kotak penalti,wasit yang memimpin pertandingan langsung menunjuk titik putih.
Citra menjadi penentu kemenangan Sumut setelah tendangan penaltinya mulus masuk kesudut kanan gawang dan gagal diantisipasi penjaga gawang.

Gol ini langsung disambut riuh oleh sekitar 1000 penonton yang hadir menyaksikan partai final ini.
Tertinggal 0-1 Jateng berupaya meningkatkan tempo permainan dan beberapa kali memancing bermain keras yang menjurus kasar, namun anak-anak Sumut tidak terpancing dan berhasil mempertahankan keunggulan hingga pluit panjang dibunyikan.

Pelatih kepala tim Sepakbola Sumut Drs Safei Pily usai pertandingan menyatakan rasa puas atas penampilan anak asuhnya yang bermain tanpa kompromi dan tidak kenal lelah.

“Meski kita tidak mungkin menjaddi juara umum POPNAS,tapi medali emas cabang sepak bola milik Sumatera Utara,” ujar Pily.

Ketua Umum PSSI Pusat Prov DR Djohar Arifin Husein yang hadir  menyaksikan pertandingan final sepakbola Popnas XI ini menyakatan bahwa ini merupakan pertandingan sangat menarik, mengingat dua finalis memiliki karakter yang berbeda dan layak bertanding di partai final.

Usai memberikan kata sambutan Djohar Arifin juga mengalungkan medali emas kepada seluruh pemain Sumut dan para pelatih yang telah berjuang keras mengantarkan tim Sumut juara Popnas 2011. (omi)

Berharap Peserta Menjunjung Tinggi Sportifitas

MEDAN-Panitia Turnamen Sepakbola Antarklub PSMS 2011 meminta seluruh pemain yang terlibat dalam event memperebutkan piala Wali Kota Medan Rahudman Harahap dapat menunjukkan kemampuan terbaik dan menjunjung tinggi sprortivitas.

“Seluruh pemain harus memanfaatkan turnamen ini sebagai ajang mempromosikan bakat sepakbola yang dimiliki agar bisa dilirik sekaligus dijaring oleh tim pemandu bakat,” ujar Ketua Panpel Turnamen, Yongky Haurissa, didampingi Wakil Ketua, Syafril SH, usai acara technical meeting di gedung mess PSMS, Rabu (5/10).

Menurut Yongky, untuk bisa dijaring tim pemandu bakat yang dikoordinir mantan punggawa PSMS era 80-an, Parlin Siagian, pemain tidak cukup hanya bermodalkan skil bagus, tetapi juga harus punya mental baik yang dibuktikan dengan sportivitas di lapangan.

“Dari turnamen ini, kita berharap bisa menemukan sejumlah pemain lokal yang memang layak untuk  memperkuat PSMS dari segi skil maupun mental. Nantinya, pemain yang sudah terjaring akan diberi kesempatam mengikuti seleksi PSMS,” ucapnya.

Mantan pemain Ayam Kinantan era 80-an itu bahkan berharap ke depan skuad PSMS seluruhnya anak Medan. Selain akan menghemat anggaran, di sisi lain juga dalam upaya membangkitkan fanatisme pemain dan pendukung yang dulu menjadi salah satu kunci keberhasilan PSMS di era Perserikatan.

“Dengan digelarnya kembali turnamen antarklub yang sudah 15 tahun vakum ini, kita berharap manajemen PSMS lebih mudah menemukan pemain lokal yang berkualitas. Saya yakin PSMS tidak akan sulit mencari pemain bagus jika turnamen antarklub terus berjalan,” ucap Yongky seraya mengatakan turnamen antarklub rencananya akan digelar dua kali dalam setahun.

Sementara itu, hasil technical meeting yang berlangsung kemarin memastikan seluruh klub peserta yang sebelumnya menduduki level divisi utama, divisi I, II, dan III, dilebur menjadi satu. Hanya saja, tim-tim divisi utama diberi satu kehormatan untuk menduduki kategori unggulan sehingga tidak dipertemukan dalam satu pool di babak penyisihan.
“Hal ini mengingat event kali ini formatnya turnamen, bukan kompetisi seperti 15 tahun yang lalu. Selain itu, kompetisi antarklub daerah yang digelar secara nasional juga sudah tidak ada lagi, tetapi kami yakin persaingan akan tetap berlangsung ketat,” tambah Syahril SH.

Turnamen yang mulai digelar pada 17 Oktober mendatang diikuti 34 tim dari 40 klub anggota PSMS (enam klub absen). Tim peserta selanjutnya dibagi dalam delapan pool. Juara dan runner-up pool berhak melaju ke babak 16 besar dengan sistem pertandingan gugur. (jun)

Persebaya tak Peduli Ferivikasi

SURABAYA-Tak ada persiapan khusus yang dilakukan Persebaya jelang verifikasi lapangan oleh AFC (Konfederasi Sepak Bola Asia) hari ini (6/10). Dua pihak yang diberikan mandat untuk mengelola tim berjuluk Green Force itu malah tak ada di Surabaya.

Diar Kusuma Putra, direktur utama PT Mitra Muda Inti Berlian (MMIB), sedang tak berada di Surabaya. Dia juga tak tahu-menahu verifikasi dilaksanakan hari ini. Bahkan dia belum dapat memastikan stadion yang akan digunakan sebagai home base Persebaya musim depan. “Saya sedang berada di Balikpapan. Bisa kontak dengan personal lain saja,” kata Diar.

Padahal seharusnya verifikasi dilaksanakan kemarin (5/10). Namun AFC menunda sampai hari ini karena mereka membutuhkan waktu lebih panjang untuk memverifikasi klub-klub lain. Tim verifikasi AFC beranggotakan Alisher Nikimbaev (Research & Assessment Manager), Avin Tee (Internal Audit Manager), Mahajan Vasudevan Nair (Sports Lawyer), Shahin Rahmani (Media), dan Benjamin Tan (Competition Manager) masih berada di Malang.

Lagipula, lanjut dia, dokumen yang diinginkan AFC sudah ada di tangan PSSI. “Biar PSSI yang menjelaskan,” kata Diar. Dokumen yang dimaksud adalah lima aspek persyaratan klub mengikuti kompetisi liga super. Di antara kelima aspek itu Persebaya jelas tak memiliki aspek legal karena Persebaya belum memiliki PT. Seperti keputusan PSSI, Persebaya dihimbau untuk membentuk PT baru setelah adanya merger antara PT MMIB dan PT Persebaya Indonesia.
Menurut jadwal yang diberikan AFC klub masih dapat melengkapi persyaratan tersebut pada 14 September nanti. “Satu atau dua hari ini Limbong (Benhard Limbong, utusan PSSI) akan ke Surabaya untuk menengahi perumusan PT Persebaya yang baru,” kata Diar.

Di kubu lain, Cholid Goromah juga sedang disibukkan dengan urusan pribadi. Hingga kemarin dia masih berada di Jakarta dan belulm menyerahkan urusan verifikasi kepada pengurus yang ada di Surabaya. Hanya pria yang juga menjabat sebagai ketua Pengkot PSSI Surabaya itu sudah memastikan jika Gelora 10 Nopember yang akan menjadi markas Persebaya musim depan. Rencana untuk memilih Gelora Bung Tomo batal mengingat akses jalan menuju ke lokasi belum memadai.

Menyangkut lima aspek syarat mengikuti kompetisi, Cholid optimistis bisa memenuhinya, juga syarat-syarat klub profesional yang digariskan PSSI. “Kami tinggal melanjutkan langkah Persebaya di bawah PT Persebaya musim lalu. Dari aspek finansial, infrastruktur, personel, dan sporting tak ada masalah,” kata Cholid. Hanya, lanjut dia, persoalan aspek legal yang diprediksi menjadi ganjalan Persebaya.

Sementara itu Limbong mengatakan akan terbang ke Surabaya sore ini untuk segera mermapungkan persoalan Persebaya. Dia berharap besar jika Persebaya tetap mengikuti kompetisi musim depan.
“Kedua belah pihak yang berseteru sudah harus islah sebenar-benarnya, jangan hanya di mulut saja. Jangan mengorbankan nama besar Persebaya hanya karena kepentingan pribadi,” katanya. (vem/jpnn)

Garuda Flexi Kalah Lagi

JOHOR- Istirahat yang cukup menjadi salah satu senjata kunci bagi sebuah tim untuk mendapatkan hasil maksimal di kejuaraan. Namun, hal itu tak bisa didapat oleh Garuda Flexi Bandung. Tim racikan W Amran tersebut benar-benar tak berkutik saat harus terus menerus berjibaku di dalam lapangan.

Setelah tampil di Flexi NBL Indonesia Preseason Tournament, Nico Donnda Fritzgerald dkk terjun di Johor International Basketball Invitation 2011 tanpa jeda sama sekali. Hasilnya pun bisa ditebak. Pasukan Kota Kembang kesulitan menampilkan performa terbaiknya.

Terbaru, mereka harus mengakui ketangguhan tuan rumah Sukma Johor Select Team dengan skor telak 59-75 di Batu Pahat, Johor, Malaysia kemarin (5/10). Itu adalah kekalahan ketiga beruntun yang ditelah Nico Donnda dkk. Artinya, mereka belum sekalipun mendapatkan satupun kemenangan.

“Kita memang tidak bermain bagus. Para pemain sudah mengalami kecapekan karena terus-terusan bertanding,” terang Nico Donnda saat dihubungi Jawa Pos tadi malam.

Jadwal pertandingan yang harus dijalani Nico Donnda dkk memang sangat melelahkan. Mereka mesti bertanding tiga hari berturut-turut. Bahkan, sebelum lawan tuan rumah kemarin siang, malam sebelumnya mereka juga turun gelanggang melawan China Xiamen.

“Badan sama otak sudah tidak sinkron karena  capek. Bahkan Teddy Febyanto dan Hendru Ramli juga harus mengalami cedera engkel. Padahal lawannya sebenarnya biasa-biasa saja,” ucap Nico Donnda.  (ru/jpnn)

Pesilat Sumut Artety Nadeak Raih Emas

RIAU-Kontingen Sumut berhasil menambah perolehan medali di POPNAS 2011 dari cabang pencak silat yang berlangsung di Gedung Juang 45 Riau, Rabu (5/10) melalui pesilat Artety Nadeak yang turun dikelas E putri setelah di partai final mengalahkan pesilat Maluku Utara Muji Intan.

Artety yang pagi itu tampil dengan penuh percaya diri berhasil unggul telak dari pesilat Maluku Utara. Di babak pertama Artety berhasil menjatuhkan Muji Intan yang dinyatakan sebuah jatuhan oleh wasit yang memimpin pertandingan. Unggul dalam jatuhan teserbut membuat Artety tampil kian percaya diri sekaligus bermain lebih hati-hati hingga akhir pertandingan.

Wasit juri  yang memimpin pertandingan memberikan kemenangan telak 5-0 untuk Artety sekaligus merebut medali emas untuk kontingen Sumut di Popnas 2011.

Di cabang bola Voli putra Sumut harus puas merebut medali perak setelah di partai final yang berlangsung di GOR Voli Rumbai sore kemarin takluk dari tim jawa Timur dengan skor 10-25,24-26,25-20 dan 11-25.
Di cabang ini penampilan Sumut memang sedikit dibawah kelas dari  Jatim yang tampil cukup baik.
Meski demikian para offisial boli cukup puas dengan hasil ini dan mengaku bahwa anak-anak Sumut sudah memberikan perlawanan yang terbaik sekaligus mengukir sejarah baru mampu tampil di final voli Popnas. (omi)