Home Blog Page 14754

Tambang Terendam Banjir, 26 Pekerja Terjebak Tiga Hari

BEIJING – Nasib 26 pekerja tambang batu bara di Kota Qitaihe, Provinsi Heilongjiang, timur laut Cina, belum diketahui sejak terjebak di perut bumi pada Selasa waktu setempat (23/8). Hingga kemarin (25/8) tim penyelamat masih melakukan pencarian di tambang yang terendam banjir tersebut. Hanya, makin tipis harapan mereka masih hidup atau bertahan.
Selama tiga hari terakhir, tim penyelamat tak berhenti memompa keluar air dari dalam tambang. Tetapi, untuk menguras genangan banjir yang merendam tambang itu, diperlukan waktu cukup lama. Paling tidak, butuh sekitar sepekan untuk mengeringkan rest area yang kemungkinan besar menjadi tempat bertahan para pekerja yang terjebak.

“Sejauh ini, tak ada tanda-tanda kehidupan dari para pekerja,” kata State Administration of Work Safety melalui situs resminya. Saat terjadi banjir, ada sekitar 45 pekerja yang beraktivitas di tambang milik Hengtai Coal Mining Co itu. Namun, 19 di antaranya berhasil menyelamatkan diri. Sedangkan 26 pekerja lain terjebak air di dalam tambang. (ap/afp/hep/dwi/jpnn)

Radiasi PLTN, 168 Kali Bom Hiroshima

TOKYO – Krisis nuklir di Jepang akibat bocornya reaktor pada PLTN Fukushima Daiichi, sekitar 250 km timur laut Tokyo, masih belum berakhir. Kemarin (25/8) pemerintah Jepang mengumumkan radiasi caesium-137 dari reaktor yang terempas gelombang tsunami itu sangat tinggi. Levelnya mencapai 168 kali lipat daripada radiasi bom atom Little Boy yang menghancurkan Kota Hiroshima.

Tapi, para pakar nuklir Jepang buru-buru menambahkan paparan radiasi caesium-137 pada dua peristiwa berbeda itu tidak sama. “Sejauh ini radiasi caesium-137 yang dihasilkan tiga reaktor yang bocor di PLTN tersebut mencapai 15.000 tera becquerel,” terang seorang pejabat pemerintah seperti dikutip Tokyo Shimbun. Hingga saat ini kebocoran nuklir pada PLTN yang dikelola TEPCO itu tak sampai memakan korban jiwa.

Berbeda dengan bom atom Hiroshima yang merenggut sekitar 166.000 nyawa, krisis nuklir akibat gempa bumi dan tsunami 11 Maret lalu hanya membuat 39 orang terluka. Dua di antaranya terpapar radiasi dalam kadar cukup tinggi. “Pasca ledakan bom atom pada 1945 lalu, radiasi caesium-137 hanya sekitar 89 tera becquerel,” lanjut surat kabar berbahasa Jepang tersebut. (afp/hep/dwi/jpnn)

PM India Minta Stop Mogok Makan

NEW DELHI – Aksi mogok makan Anna Hazare, tokoh anti korupsi yang dijuluki “Gandhi era India modern”, tak kunjung berhenti. Perdana Menteri (PM) India Manmohan Singh terus berupaya merayu massa anti korupsi untuk menghentikan aksi mogok makan dengan menjanjikan perubahan. Termasuk, mengusut semua kasus praktik suap mulai dari pengurusan surat izin mengemudi (SIM) hingga pengadaan proyek-proyek pembangunan.

Dalam pernyataannya kemarin (25/8), Singh menyatakan pemerintah India telah mendengarkan pesan moral Hazare. Pemerintah juga siap mendengarkan aspirasi rakyat India yang menilai korupsi telah bersifat endemik di kalangan pejabat negara.

Aksi mogok makan Hazare memicu simpati masyarakat luas dan berubah menjadi gerakan massa. Gerakan tersebut didukung kelas menengah urban dari kalangan terpelajar dan pemilih muda. Kondisi Hazare makin mencemaskan setelah mogok makan selama 10 hari. Kondisi itu membuka mata Singh. Dia pun kemarin secara terbuka meminta aksi tersebut dihentikan. (afp/cak/dwi/jpnn)

Israel Serang Gaza, 8 Warga Tewas

KOTA GAZA – Gencatan senjata antara Israel dan kelompok Hamas yang berlaku di Jalur Gaza sejak Minggu lalu (21/8) tidak bisa terwujud. Sejak Rabu sore waktu setempat (24/8) militer Israel gencar melancarkan serangan udara ke Gaza. Serangan itu berlanjut hingga kemarin (25/8).  Delapan warga Palestina tewas dan 30 lainnya luka.

  Israel berdalih serangan itu sengaja dilancarkan untuk memburu kelompok militan yang menyerang serta menembakkan roket ke wilayahnya pekan lalu. “Delapan orang tewas dalam serangkaian serangan yang mereka (Israel) lancarkan sampai subuh tadi (kemarin),” ujar Adham Abu Selmiya, kepala Dinas Kesehatan Kota Gaza. Dua di antara korban tewas itu adalah militan yang menjadi anggota Jihad Islam. Enam lainnya warga sipil.

  Serangan udara Israel yang pertama pada Rabu lalu menghantam sebuah mobil di selatan Kota Rafah. Jelang fajar kemarin, Israel melancarkan serangan udara lagi. Sasarannya adalah gedung olahraga di sisi utara Kota Beit Lahiya. Seorang warga sipil bernama Salam al-Masri tewas dan 20 warga lainnya terluka. Seorang di antaranya, Adnan al-Jakhbir, berada dalam kondisi kritis. Tapi, dalam perjalanan ke rumah sakit, nyawanya tak tertolong.   Serangan Israel itu membuat militan Gaza tak tinggal diam. Mereka membalas Israel dengan menembakkan roket dan mortir ke selatan negeri tersebut. Sedikitnya, 19 roket dan mortir mendarat di wilayah Israel. Tidak ada korban jiwa dalam serangan itu. Tetapi, seorang bayi dilaporkan luka ringan akibat roket militan Gaza.   (afp/ap/bbc/hep/dwi/jpnn)

Uang Suap Disimpan di Kardus Tempat Durian

KPK Tangkap 2 Pejabat Kemenakertrans Berserta Penyuapnya

JAKARTA- Meski tengah disibukkan dengan penanganan puluhan kasus M Nazaruddin, KPK tidak mengendurkan kerjanya untuk membongkar kasus korupsi lainnya. Kemarin malam (25/8) lembaga anti korupsi itu menangkap tangan dua pejabat Kemenakertrans yang menerima uang Rp1,5 miliar dari seorang pengusaha.

“Ya, diduga itu uang suap,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin (25/8). Johan melanjutkan dua orang pejabat Kemenakertrans itu adalah Sesditjen P2TK I (Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi) I Nyoman Suisnaya, dan Kabag Perencanaan dan Evaluasi Dadong Irbarelawan. Nah, sedangkan sang penyuap yang berasal dari pihak swasta adalah Darnawati.

Johan lalu menceritakan, ketiganya ditangkap ditiga tempat yang berbeda. Nyoman Suisnaya tertangkap di kantornya Gedung A lantai 2 Ditjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi Kalibata. Dadong ditangkap di bandara Soekarno Hatta, sedangkan Darnawati ditangkap saat berada di kawasan Otista Jakarta Timur.
Dia, menambahkan uang suap tersebut diduga sebagai suap dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi di 19 kabupaten. “Proyek tersebut dananya mencapai Rp500 miliar yang dianggarkan dalam APBNP 2011,” kata dia.

Penyidik, lanjut Johan sebenarnya sudah mengincar rencana tindak pidana korupsi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya KPK mendapat infromasi dari masyarakat bahwa penyerahan uang suap itu dilakukan kemarin.
Awalnya sekitar pukul 13.00, Darnawati mencairkan uang Rp1,5 miliar di sebuah bank BUMN di Jakarta. Bahkan, saking banyaknya jumlah uang tersebut, pihak bank kehabisan uang dan harus mengambil ke cabangnya yang lain. Nah, untuk membungkus uang miliaran yang begitu banyaknya, Darnawati khusus membeli durian dalam kardus besar. “Kardusnya dipakai untuk tempat uang,” kata Johan.

Ternyata, Darnawati tidak langsung menyerahkan uang itu sendiri. Namun dia meminta tolong seorang kurir berinisial S yang diketahui sebagai pegawai Kemenakertrans. “Si S yang kemudian membawa kardus uang itu ke kantor (Nyoman Suisna),” imbuhnya.  Tak berselang lama setelah uang tersebut diserahkan, KPK langsung menggerebek ruangan Nyoman. Dia tak bisa berkutik saat penyidik menemukan barang bukti uang yang ada di dalam ruangannya. Tak hanya menggerebek kantor Nyoman,  penyidik KPK lainnya juga langsung bergerak untuk menangkap orang-orang yang lainnya. (kuh/jpnn)

Uang Suap Disimpan di Kardus Tempat Durian

KPK Tangkap 2 Pejabat Kemenakertrans Berserta Penyuapnya

JAKARTA- Meski tengah disibukkan dengan penanganan puluhan kasus M Nazaruddin, KPK tidak mengendurkan kerjanya untuk membongkar kasus korupsi lainnya. Kemarin malam (25/8) lembaga anti korupsi itu menangkap tangan dua pejabat Kemenakertrans yang menerima uang Rp1,5 miliar dari seorang pengusaha.

“Ya, diduga itu uang suap,” kata juru bicara KPK Johan Budi kemarin (25/8). Johan melanjutkan dua orang pejabat Kemenakertrans itu adalah Sesditjen P2TK I (Pembinaan Pembangunan Kawasan Transmigrasi) I Nyoman Suisnaya, dan Kabag Perencanaan dan Evaluasi Dadong Irbarelawan. Nah, sedangkan sang penyuap yang berasal dari pihak swasta adalah Darnawati.

Johan lalu menceritakan, ketiganya ditangkap ditiga tempat yang berbeda. Nyoman Suisnaya tertangkap di kantornya Gedung A lantai 2 Ditjen Pembinaan Penyiapan Pemukiman dan Penempatan Transmigrasi Kalibata. Dadong ditangkap di bandara Soekarno Hatta, sedangkan Darnawati ditangkap saat berada di kawasan Otista Jakarta Timur.
Dia, menambahkan uang suap tersebut diduga sebagai suap dalam proyek percepatan pembangunan infrastruktur di kawasan transmigrasi di 19 kabupaten. “Proyek tersebut dananya mencapai Rp500 miliar yang dianggarkan dalam APBNP 2011,” kata dia.

Penyidik, lanjut Johan sebenarnya sudah mengincar rencana tindak pidana korupsi tersebut sejak beberapa waktu lalu. Hingga akhirnya KPK mendapat infromasi dari masyarakat bahwa penyerahan uang suap itu dilakukan kemarin.
Awalnya sekitar pukul 13.00, Darnawati mencairkan uang Rp1,5 miliar di sebuah bank BUMN di Jakarta. Bahkan, saking banyaknya jumlah uang tersebut, pihak bank kehabisan uang dan harus mengambil ke cabangnya yang lain. Nah, untuk membungkus uang miliaran yang begitu banyaknya, Darnawati khusus membeli durian dalam kardus besar. “Kardusnya dipakai untuk tempat uang,” kata Johan.

Ternyata, Darnawati tidak langsung menyerahkan uang itu sendiri. Namun dia meminta tolong seorang kurir berinisial S yang diketahui sebagai pegawai Kemenakertrans. “Si S yang kemudian membawa kardus uang itu ke kantor (Nyoman Suisna),” imbuhnya.  Tak berselang lama setelah uang tersebut diserahkan, KPK langsung menggerebek ruangan Nyoman. Dia tak bisa berkutik saat penyidik menemukan barang bukti uang yang ada di dalam ruangannya. Tak hanya menggerebek kantor Nyoman,  penyidik KPK lainnya juga langsung bergerak untuk menangkap orang-orang yang lainnya. (kuh/jpnn)

Dewan Harus Bersikap

Dugaan Kerugian DAK Deliserdang Rp34 Miliar

LUBUK PAKAM- Batalnya pembentukan Pansus Investigasi DPRD Deliserdang tentang ada tidaknya indikasi kerugian keuangan negara DAK 2007, 2008, 2009 dan (triwulan III) sekitar Rp 34,777.140.220. Menjadi preseden buruk terhadap kinerja pimpinan DPRD Deliserdang.

Kuat dugaan tidak terbentuknya Pansus Investigasi DAK yang ditenggarai bermasalah ini karena adanya dorongan pihak-pihak tertentu.

“Sudah tidak benar itu, pasalnya BPK-RI sudah pernah mengintruksikan agar permasalahan ini ditanggani oleh DPRD. Tetapi hasilnya sampai saat ini nihil,” bilang Ketua Fraksi PDI-Perjuangan DPRD Deliserdang Apoan Simanungkalit.
Bahkan lanjutnya permasalahan ini pernah ditangani Komisi D DPRD Deliserdang tahun 2010. Tetapi tidak menghasilkan rekomendasi apapun. Bahkan hingga saat ini, hasilnya tidak diketahui entah dimana.

Ketua Fraksi PAN Deliserdang Imran Obos, menyarankan agar kasus ini segera dituntaskan dan mengacu pedoman Permendagri No 13 tahun 2010 tentang pedoman pegawasan.

Di sana disebutkan, pembahasan hasil audit BPK-RI diserahkan kepada panitia kerja (panja). Bukan diserahkan kepada Komisi C dan Komisi D. Nantinya tugas panja membahas bersama SKPD yang bersangkutan. Bahkan kerja panja dibatasi waktunya, sekitar dua pekan. Dalam perjalan pembahasan nantinya panja dapat saja berkonsultasi kepada BPK-RI
Cabang Sumut.(btr)

Lagi, Dua Pegawai IAIN Diperiksa

MEDAN- Dua orang lagi yang diduga mengetahui dan terlibat dugaan korupsi di Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut, menjalani pemeriksaan di Bagian Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Polda Sumut, kemarin (25/8).
Keduanya adalah Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Moraluddin Harahap dan Kabiro Rektorat IAIN Sumut Dra Salmawah Hasibuan.

“Iya, tadi ada yang kita diperiksa terkait kasus dugaan korupsi itu. Pemeriksaan itu, masih sebatas klarifikasi. Dan sekarang masih berjalan,” ungkap Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dir Reskrimsus) Polda Sumut Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan di Mapolda Sumut, Kamis (25/8).
Dari keterangan keduanya, nantinya akan dikumpulkan menjadi satu berkas dengan hasil pemeriksaan sebelumnya. “Nanti kita kumpulkan semua keterangan dan bukti-bukti yang ada,” tegasnya.

baru akan disimpulkan setelah terlebih dahulu dianalisis. Kemudian dilakukan gelar perkara dan proses selanjutnya,” ungkapnya.

Ditambahkannya lagi, dalam penanganan kasus ini, Tipikor Polda Sumut juga akan bekerjasama dengan pihak Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). Hal ini dilakukan, guna mempertegas ada atau tidaknya kerugian negara.(ari)

Gemar Makan Ikan

Hatta Rajasa

Konsumsi ikan Indonesia hanya seperlima dari Jepang. Dengan demikian Menko Perekonomian Hatta Rajasa mengimbau masyarakat untuk giat mengkonsumsi ikan.

Hatta mengaku gemar mengkonsumsi ikan karena sejak kecil tinggal di dekat Sungai Musi, Sumatera Selatan.  “Saya lahir dekat Sungai Musi, jadi tiap hari makan ikan,” ujar Hatta dalam dialog bersama para nelayan dan pedagang ikan di Pasar Ikan Muara Angke, Jakarta Utara, Rabu (24/8).

Ia pun menghimbau masyarakat untuk lebih gemar mengkonsumsi ikan agar lebih sehat. Saat ini, konsumsi ikan Indonesia hanya mencapai 30 kilogram per kapita per tahun atau seperlima dari konsumsi Jepang.

“Konsumsi ikan masih 30 kilogram per kapita, per tahun. Jepang 150 kilogram. 5 kali lipatnya. Pemerintah menganjurkan tiap hari makan ikan, nelayan sehat, pedagang juga sehat,” ujarnya. Hatta Rajasa beserta jajarannya serta menteri melakukan inpeksi mendadak (sidak) ke Pasar Muara Anke, Jakarta Utara. (net/jpnn)

Dishub Diduga Gelapkan Dana Speksi Rp2,5 M/Tahun

Balai Pengujian Kendaraan Bermotor Deli Serdang Sarang Pungli

LUBUK PAKAM- Aksi pungutan liar yang dilancarkan oknum petugas Balai Pengujian Kendaraan Bermotor (BPKB) Dinas Perhubungan Pemkab Deli Serdang, ternyata mam pu kumpulkan dana sekitar Rp3 miliar pertahun. Tapi ironisnya, yang mutlak menjadi Pendapatan Asli Daerah (PAD) hanya Rp500 juta, sedangkan sisanya Rp2,5 miliar diduga digelapkan.

Angka Rp2,5 miliar ini cukup fantastik, mengingat nilainya jauh lebih tinggi dari target PAD Dishub Deli Serdang dari BPKB.

Perhitungan angka tersebut berdasarkan wawancara Sumut Pos, dengan Kepala Seksi Perawatan dan Pemeliharaan Dishub Deli Serdang Saidi Sitorus. Pengakuan Saidi Sitorus, seharinya BPKB mampu melakukan pengujian kendaran bermotor sekitar 60 sampai 100 unit perhari. ”Bila dirata-ratakan, sekitar 70 unit kendaraan perhari atau mungkin lebih,” katanya.

Jumlah 70 unit kendaraan ini, bila dikalikan Rp150 ribu nominal yang dipungut kepada warga yang mengurus surat uji kendaraannya, maka dalam sehari diperoleh dana sebesar Rp10,5 juta. BPKB yang berlokasi di Jalan Mawar itu, beroperasi enam hari kerja. Bila anggka Rp10,5 juta dikalikan enam hari, maka dalam sepekan diperoleh dana Rp63 juta.

Perolehan dana dalam sepekan (Rp63 juta), bila dikalikan 48 minggu, maka dana yang dihasilkan selama setahun Rp3,024 miliar. Kemudian angka itu dikurangi beban target PAD Rp500 juta, sehingga dalam setahunnya, diperkirakan Rp2,524 miliar dana yang tak masuk PAD.

Dugaan hilangnya Rp2,5 miliar dana uji kendaraan ini, sesuai pengakuan sejumlah supir angkutan yang mengurus uji kendaraan bermoor dengan pungutan sebesar Rp150 ribu. Padahal, sesuai Perda Nomor 11 tahun 2000 tentang Uji kendaraan bermotor, dimana setiap uji kenderaan bermotor berkala (perpanjang-red) roda empat, enam dan roda delapan dikenakan biaya retribusi Rp19.500. Untuk pengujian pertama dan ganti buku Speksi dikenakan retribusi sebesar Rp23.500.

Tetapi nyatanya, petugas teknis uji kendaraan bermotor tidak segan-segan menaikan tarif puluhan kali lipat dari restribusi resmi.

Seperti dialami Agusnedi pemilik mobil barang jenis Pick Up, terpaksa mengelontorkan uang Rp170 ribu untuk memperpanjang speksi.

Dana tersebut diluar uang pendaftaran yang dibayarkan di loket sebesar Rp19.500. Kemudian biaya tambahan saat meleges buku speksi, petugas meminta lagi biaya Rp150 ribu.

Kembali kepada Saidi Sitorus, hingga saat ini, semejak Januari-Juni, target PAD BPKB sekitar Rp354 juta. ”Diperkirakan pencapain PAD akan melebihi target,” ungkapnya. (btr)