30 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 14797

Polda Sumut Mulai Menyelidiki

Kasus Dugaan Korupsi IAIN Sumut

Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumut sudah mulai melakukan penyelidikan terhadap kasus dugaan korupsi yang menyeret-nyeret isntitusi pendidikan yakni, Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Sumut.

Dugaan korupsi tersebut dilaporkan ke Ditreskrim Polda Sumut Senin (8/8) lalu oleh Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Angkatan Muda Advokasi Hukum Indonesia (AMDHI) dan Forum Mahasiswa Peduli IAIN Sumatera Utara (Formalin) tersebut, berdasarkan No Surat 008/LSM AMDHI/SU/08/2011 dengan hal Laporan dugaan korupsi IAIN Su diterima oleh Kasubdit III/Tipikor Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Verdy Kalele.

Baik AMDHI dan Formalin mensinyalir, dugaan korupsi di IAIN Sumut senilai Rp72 miliar, pada Tahun Anggaran (TA) 2010.

“Sejauh ini, kita berupaya untuk mencari barang bukti. Nantinya dilakukan penyelidikan secara intensif,” ujar Kasubbid PID Humas Polda Sumut AKPB MP Nainggolan yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Senin (15/8).
Dalam upaya penyelidikan itu, sambung MP Nainggolan, memang membutuhkan waktu. Karena dalam penyelesaian kasus-kasus korupsi dibutuhkan bukti, keterangan saksi serta hal-hal lainnya untuk menguatkan penanganan kasus tersebut.

“Penyelidikan kasus korupsi itu kan butuh waktu. Laporan baru kita terima baru saja. Artinya, harus dibutuhkan barang bukti, saksi atau hal-hal yang berkaitan untuk menguatkan kasus itu untuk diproses,” tegasnya.(ari)

Patroli Dengan Sepeda

TEBING TINGGI- Dalam mengantisipasi kerawanan titik kriminalitas di wilayah Polres Tebing Tinggi yang tidak bisa dijangkau dengan kenderaan mobil atapun sepeda motor, kini Polres punya tindakan antsipasi dengan menerjunkan Satuan Sabara Polres Tebing Tinggi menggunakan sepeda dayung menuju sejumlah titik pasar dan menyusuri jalan –jalan sempit diinti kota, Senin (15/8).

Kasat Sabhara AKP Herianto Ginting ketika ditanya hal tersebut mengatakan, pihaknya melakukan tindakan itu untuk mengantisipasi titik rawan kriminalitas yang tidak bisa dijangaku kenderaan bermesin. “Anggota bisa langsung melihat dan mengawasi titik-titik gang sempit diperumahan warga untuk mengurangi angka kriminalitas,” katanya.
Ditambahkannya, setiap hari mulai pukul 07.00 WIB, sebanyak lima personel bersepeda mengelilingi pasar-pasar tradisional, seluruh wilayah kota hingga pukul 14.00 WIB.

“Hal tersebut dilakukan bergantian oleh setiap aparat kepolisian yang ditugaskan,” ucap Herianto Ginting. (mag-3)

Sembako Aman, BBM Gawat

TEBING TINGGI- Dalam menggelar operasi ketupat 2011 yang rencananya digelar H-7 dan H+7 lebaran, Kepolisian Resor (Polres) Tebing Tinggi, mengundang seluruh elemen masyarakat terdiri dari Pemerintah Kota Tebing Tinggi, Ormas, OKP, dan agen angkutan bus antar kota menghadapi datangnya Idul Fitri 1432 Hijriah.

“Operasi ketupat 2011 tahun ini agak sedikit berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya, tingkat kriminalitas dari tahun ketahun cenderung meningkat setiap harinya. Hal tersebut disebabkan bertambahnya jumlah penduduk dan permasalahan ekonomi,” papar Waka Polres Tebing Tinggi Kompol Safwan Khayat saat membuka rapat koordinasi jelang operasi ketupat di Aula Khambtimas Polres Tebing Tinggi, Jalan Pahlawan Kota Tebing Tinggi, Senin (15/8) pagi.

Plt Sekdako Tebing Tinggi, Hadi Winarno dalam rapat koordinasi itu mengatakan, keterkaitan semua menjelang Ramadan dan datangnya lebaran ini, adalah antisipasi masalah sembilan bahan pokok yang sampai saat ini masih relatif aman.

“Begitupun, kita harus waspada, ulah sepekulan untuk memainkan harga pasar agar melambung. Untuk selanjutnya, pemakain bahan bakar minyak jenis solar dan bensin sampai saat ini dalam posisi menghawatirkan di Tebing Tinggi,”lugas Hadi. (mag-3)

Jual Sabu, Oknum Polisi Ditangkap

SIBOLGA- Oknum polisi bertugas di Pos Lantas Pandan berinisial Briptu JPG (29) terpaksa meringkuk ditahanan Mapolres Sibolga Kota. Pasalnya, tersangka memiliki dan diduga sebagai pengedar sabu-sabu.

Briptu JPG diciduk setelah Zulkarnaen Gea (37), warga Desa Hajoran Lorong II, Kecamatan Pandan, Kabupaten Tapteng ‘bernyanyi’ dan menyebutkan sabu-sabu miliknya dibeli dari oknum polisi tersebut.

Sebelumnya, Zulkarnain tertangkap tangan sedang mengkonsumsi sabu-sabu di kediamannya Sabtu (13/8) sekira pukul 18.00 WIB. Saat ditangkap, polisi juga menemukan satu bungkus kecil daun ganja siap pakai.

“Penangkapan terhadap Zulkarnain berdasarkan pengembangan kasus sebelumnya di Sibolga. Dan saat ditangkap dan diinterogasi, Zulkarnain malah mengaku kalau barang haram itu didapatnya dari oknum JPG,” kata Kapolres Sibolga Kota AKBP Joas Feriko Panjaitan melalui Kepala Sub Bagian Pembinaan Masyarakat (Kasubbag Binmas) Polres Sibolga Kota Aiptu R Sormin SAg, Senin (15/8).

Mendapatkan informasi itu, sambungnya, malam harinya personel Polres Sibolga Kota langsung menghubungi JPG via SMS untuk bertemu. Kemudian JPG mengaku dirinya sedang berada di Jalan Kader Manik Kota Sibolga. Petugas Sat Narkoba menemui oknum JPG sekitar pukul 22.30 WIB.

“Saat digeledah sesuai informasi Zulkarnain, petugas menemukan sabu-sabu sebanyak 3 bungkus kecil dari JPG, yakni 1 bungkus ditaruh dalam bungkus rokok dan 2 bungkus lagi dari dalam dompetnya,” beber Aiptu R Sormin.
Mendapati barang bukti tersebut, lanjutnya, petugas langsung memboyong JPG ke Mapolres Sibolga Kota untuk dilakukan pengembangan kasus terkait barang haram itu. JPG juga mengaku kalau sabu-sabu miliknya itu didapatkan dari oknum TNI.

“Dari hasil pengembangan juga, dari oknum JPG ini jugalah diperoleh informasi ‘barang haram’ tersebut didapat dari oknum TNI,” tukasnya.

Menurutnya, saat ini Polres Sibolga Kota sedang mendalami kasus kemungkinan keterlibatan oknum TNI dalam peredaran narkoba khususnya jenis sabu di daerah itu dan selanjutnya akan berkoordinasi dengan DEN POM TNI guna mengungkap kemungkinan keterlibatan oknum dimaksud.

Terpisah, Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara saat dikonfirmasi mengaku, tidak akan intervensi terhadap jalannya proses hukum atas penangkapan oknum JPG yang disebut-sebut sebagai anggota Polres Tapteng itu.

Terkait penangkapan JPG, menurut Aiptu Sormin, petugas menemukan barang bukti 1,32 gram sabu-sabu yang terbungkus dalam tiga bungkus plastik kecil. Kemudian 1 kotak rokok, dompet kecil warna coklat dan handphone (HP).
“Oknum aparat ini dipastikan akan menjalani proses persidangan umum di Pengadilan Negeri (PN) Sibolga. Tersangka tidak kita serahkan atau limpahkan ke Polres Tapteng mengingat wilayah hukumnya berada di kota Sibolga,” tegasnya, seraya menambahkan tersangka Briptu JPG yang telah diamankan di RTP Sibolga bersama Zulkarnaen Gea diancam pasal 114 subsider 112 ayat (1) Undang-Undang RI No 35 tahun 2009 dengan ancaman hukuman serendah-rendahnya (minimal) 5 tahun penjara dan setinggi-tingginya (maksimal) 10 tahun penjara.

Terpisah, Kapolres Tapteng AKBP Dicky Patrianegara saat dikonfirmasi mengaku, tidak akan intervensi terhadap jalannya proses hukum atas penangkapan oknum JPG yang disebut-sebut sebagai anggota Polres Tapteng.
“Kalau benar oknum JPG anggota Polres Tapteng, saya tidak melindunginya. Sebab seharusnya JPG memberikan contoh yang baik kepada masyarakat. Kalau memang terbukti bersalah, proses sesuai hukum yang berlaku dan kita menyampaikan terima kasih kepada personel Polres Sibolga Kota yang berhasil menangkap dan membuktikan keterlibatan oknum Polisi dalam kasus narkotika,” tandas Dicky.(tob/smg)

Kadis P dan P Lupa Keputusan Mutasi

BINJAI- DPRD Kota Binjai akhirnya memanggil pihak Dinas Pendidikan dan Pengajaran (P dan P) Binjai, Senin (15/8), guna mengkonfirmasi kasus dugaan jual beli kursi Kepala Sekolah (Kepsek) yang diduga terjadi saat mutasi beberapa waktu lalu.

Dalam pertemuan di ruang Komisi A DPRD Binjai itu, Sekretaris sekaligus pejabat sementara (Pjs) Kadis P dan P Binjai Ismail Ginting  ,dengan nada tidak bersalah mengatakan, Dinas P dan P bukanlah orang politik yang tahu tentang politik. Sehingga, dalam hal ini,pihaknya lupa dalam mengambil putusan.

“Untuk itu kami sangat sependapat dengan saran yang sudah diberikan anggota dewan. Sebenarnya, mutasi yang dilakukan hanya untuk melakukan penyegaran semata,” ucap Ismail menanggapi sejumlah pertanyaan anggota dewan di Gedung DPR Binjai.

Kedatangan pihak Dinas P dan P serta BKD Binjai ini, disambut Wakil Ketua DPRD Binjai Bahman, serta sejumlah anggota DPRD lainnya dari berbagai fraksi yang ada. Selama melakukan pertemuan, Ismail diberi kesempatan memberikan penjelasan atas mutasi yang dilakukan. Menurutnya, Januari 2011, dia dan Kadis P dan P dilantik Wali Kota Binjai. Dalam pelantikan itu, mereka diamanahkan untuk melakukan perubahan disektor pendidikan.

Untuk itu sambungnya, mereka membagi tugas agar amanah yang disampaikan Wali Kota Binjai dapat segera terlaksana. “Dalam membagi tugas itu, saya ditugaskan untuk melakukan pembenahan di sektor sekolah. “Sementara, Kadis turun langsung melakukan evaluasi,” jelas Ismail, seraya menambahkan, disetiap sekolah memang butuh penyegaran.

Ismail juga mengaku, mutasi yang dilakukan terhadap Kepsek tersebut, juga berdasarkan pantauan tim kerja yang disampaikan kepada Kadis P dan P Binjai.

“Dari hasil pantauan tim kierja yang memiliki SK dan surat tugas itu, akan dilanjutkan kepada Kadis P dan P Binjai. Selanjutnya, Kadis P dan P akan melakukan penilaian dan melakukan mutasi tersebut,” jelas Ismail.
Sementara itu, Kepala BKD Kota Binjai Amir Hamzah, dalam pertemuan itu mengatakan, mutasi yang dilakukan BKD, hanya menerima usulan dari Dinas P dan P. Sebab, Dinas P dan P yang tahu Kepsek mana yang sudah layak untuk diganti. “Kalau kami hanya terima usulan dari P dan P, setelah itu baru dikeluarkan SK dari Wali Kota Binjai,” kata Amir Hamzah.

Setelah Ismail memberikan sejumlah kronologis mutasi yang dilakukan, barulah sejumlah anggota DPRD Binjai memberikan pertanyaan yang selama ini terus dipertanyakaan ratusan Kepsek yang dimutasi.

Irwan Yusuf, salah seorang anggota DPRD Binjai dari Komisi C misalnya, dalam pertemuan itu, dengan tegas mempertanyakan pembinaan yang sudah dilakukan atas guru yang dimutasi, dan ingin tahu hasil evaluasi yang sudah dilakukan. “Dalam evaluasi yang dilakukan Kadis P dan P Binjai, terindikasi hanya mencari keselahan Kepsek dan selanjutnya diganti. Apakah tidak perlu dilakukan pembinaan sebelum diganti? Makanya, saya ingin tahu hasil dari evaluasi tersebut,” kata Irwan Yusuf.

Selain Irwan Yusuf, sejumlah anggota DPRD lainnya juga mempertanyakan kreteria guru biasa menjadi Kepsek, dan syarat menjadi Kepsek. Bahkan, salah sorang anggota DPRD menuding kalau Kadis P dan P Binjai tidak tahu peraturan. Sebab, Kepsek yang menjabat di Sekolah Berstandart Internasional (SBI), juga ikut dicopot tanpa ada izin dari menteri terkait.

Menanggapi sejumlah pertanyaan yang dilontarkan anggota DPRD Binjai, Ismail dengan nada tidak bersalah mengatakan, Dinas P dan P bukanlah orang politik yang tahu tentang politik. Sehingga, dalam hal ini kami dapat lupa dalam mengambil putusan. Untuk itu kami sangat sependapat dengan saran yang sudah diberikan anggota dewan. Sebenarnya, mutasi yang dilakukan hanya untuk melakukan penyegaran,” ucap Ismail.

Pun begitu, Ismail tidak dapat menjawab sejumlah pertanyaan yang dilontarkan anggota Dewan seperti kreteria guru biasa menjadi Kepsek dan lainnya. “Kalau soal ini, saya akan berkoordinasi terlebih dahulu dengan Kadis. Saya tidak bisa memberikan jawaban atas pertanyaan itu,” ujarnya.(dan)

Kapolres Sidak, Preman Kabur

LUBUK PAKAM- Sekelompok pemuda yang kerab berkeliaran serta melakukan pungutan liar (pungli) kepada supir angkutan umum di terminal Lubuk Pakam, lari tunggang langgang saat mengetahui Kapolres Deli Serdang AKBP H Wawan Munawar sidak ke terminal Lubuk Pakam, Senin (15/8) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kehadiran orang nomor satu di Polres Deli Serdang itu, membuat terminal sepi dari aktifitas orang berlalu-lalang. Bahkan sejumlah calo atau agen bus yang keseharianya mangkal disana, juga lari berhamburan menyelamatkan diri.

Disana, AKBP H Wawan Munawar memantau sejumlah loket penjualan tiket bus. Perwira melati dua dibahunya itu,
sempat wawancara dengan sejumlah karyawan perusahan angkutan umum dan sejumlah penumpang yang menunggu kendaran.

Ketika ditemui diterminal Lubuk Pakam, Kapolres menyatakan kehadiranya untuk menngecek sejumlah titik yang diduga rawan tindakan kriminal menjelang Idul Fitri 1432 Hijriah, khususnya di terminal Lubuk Pakam.

Namun, dijelaskannya, sampai saat ini belum ada titik rawan yang menonjol untuk kasus kriminal. Selain pengamanan kriminal, pihaknya juga mengamankan lalulintas, dengan mendirikan sejumlah pos keamanan dititik tertentu di Jalan Lintas Sumatera meliputi Simpang Kayu Besar, Simpang Abadi, Simpang Permina, Simpang Abu Nawas, Kawasan KIM Star, Simpang Pasar 7,  Simpang Penara, Simpang Terminal Lubuk Pakam, Simpang Empat Tugu Timbangan serta Jembatan Sei Ular (wilayah batas wilayah).

Untuk keamanan ini, dikerahkan 700 personel terdiri, kepolisian, TNI, Dishub, Pamorang Praja, Pramuka serta Ormas. Ditambah kendaran ambulans RSU Lubuk Pakam serta kendaran Pemadam Kebaran.(btr)

Terlibat Judi, 7 PNS Dishub Dilepas

SIANTAR- Berdasarkan informasi lewat SMS (Short Message Service) dari masyarakat, Reskrim Polres Pematang Siantar langsung menggerebek lokasi terminal Horas Tanjung Pinggir, Kecamatan Siantar Martoba, Senin (15/8).
Dalam penggerebekan itu, petugas berhasil mengamankan 7 PNS Dishub masing-masing, Pantas S Silalahi (34), Horas Simarmata (37), Ojak Rajagukguk (35), WR Mangunsidi Purba (43) dan Erwin Sihombing (36). Sedangkan dua oknum PNS yang disebut hanya menonton, Firdaus Silitonga dan Adisden Penggabean.

Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Azharuddin mengaku, tidak bisa membuktikan kalau oknum PNS Dishub tersebut sedang bermain judi. Penggrebekan digelar, karena di komplek Terminal Horas tidak lain lingkungan perkantoran Dishub (Dinas Perhubungan) Pematang Siantar, sesuai info via SMS tadi, berlangsung praktik perjudian jenis leng. Hasilnya, petugas kepolisian memboyong  sejumlah oknum PNS Dishub Pematang Siantar. Lalu digelandang ke markas Sat Reskrim Polres Pematang Siantar di Jalan Sudirman, untuk menjalani pemeriksaan.

Ironinya, pasca beberapa jam setelah pengrebekan hingga menggelar pemeriksaan, Kasat Reskrim Polres Pematang Siantar, AKP Azharuddin mengaku, pihaknya tidak bisa membuktikan, kalau oknum PNS Dishub tersebut sedang bermain judi. Sebab, petugas yang menggrebek tidak ada menemukan bukti uang dari oknum PNS Dishub yang ditangkap.

Sedikit menggelitik, AKP Azharuddin mengatakan, saat anggotanya menggrebek, ketika itu, 5 oknum PNS Dishub tampak sedang hendak memulai permainan kartu joker jenis leng. Sedangkan dua lagi sedang menonton. “Saat digrebek, kartu sedang dikocok. Tapi duit tidak ada,” sebut Kasat Reskrim.

Masih Azharuddin, karena tidak terbukti berjudi, maka ke 5 PNS Dishub yang diduga main judi itu pun akan dilepas nantinya, setelah tertangkap dalam penggrebekan sebelumnya. Sedangkan keberadaan ke tujuh oknum PNS Dishub di salah satu ruangan Sat Reskrim Polres Pematang Siantar, dikatakan, hanya untuk dimintai keterangan.
Adapun ke 5 oknum PNS Dishub yang diduga bermain judi itu, Pantas S Silalahi (34), Horas Simarmata (37), Ojak Rajagukguk (35), WR Mangunsidi Purba (43) dan Erwin Sihombing (36). Sedangkan dua oknum PNS yang disebut hanya menonton, Firdaus Silitonga dan Adisden Penggabean.(mag-5/smg)

RS Bangkatan Dibobol, Rp109 Juta Raib

BINJAI- Kawanan maling semakin merajalela di Kota Binjai. Kini, giliran Kantor Rumah Sakait (RS) Bangkatan di Jalan Bandung, Kelurahan Rambung Barat dibobol maling, Senin (15/8). Akibatnya, uang Rp109 juta raib dari laci kantor.
Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan Sumut Pos di lokasi kejadian, peristiwa tersebut pertama kali diketahui pegawai kantor RS Bangkatan saat masuk kerja.

Namun, ketika para pegawai mulai duduk di kursinya masing-masing, salah seorang pegawai yang masuk ke ruang KTU, melihat uang yang disimpan di laci lenyap tanpa sisa. Untuk selanjutnya, pegawai itu panik dan memberi tahukan kepada pegawai lainnya. Setelah semua pegawai mengetahui, akhirnya Darwin, Asisten I di kantor RS Bangkatan, membuat pengaduan ke Polres Binjai atas kejadian itu. Sebab, sebagaian uang yang hilang disebut-sebut milik Darwin sebesar Rp65 juta.

Kasat Reskrim Polres Binjai AKP Ronni Bonic, saat dikonfirmasi membenarkannya. (dan)

Dukungan Melimpah, Mau Diapakan?

Modal Politik Bonaran-Sukran (2)

Catatan: Sutomo Samsu

Dengan modal politik yang besar itulah, penulis tidak kaget jika dalam hitungan hari Bonaran-Sukran berani menggeser jabatan Kadis PKAD, Kepala BKD, dan Kabag Humas Pemkab Tapteng.

Bisa jadi, tidak lama lagi akan ada pencopotan-pencopotan jabatan lagi. Tepatkah langkah progresif Bonaran-Sukran itu?

Jika langkah pencopotan itu didasari keinginan untuk ‘lari cepat’ untuk membangun Tapteng, seperti dijanjikan Bonaran sebelum dilantik, itu sah-sah saja. Barangkali, Bonaran-Sukran ingin ‘larinya’ bisa diikuti jajaran pejabat Tapteng lainnya, yang diyakini punya visi dan misi yang sama dengannya.

Sebaliknya, jika ternyata pencopotan-pencopotan hanya semata bagian dari penyingkiran orang-orang yang sekubu dengan Tuani saat pemilukada, modal politik yang sudah digenggam bakal cepat menipis. Indikasi yang gampang dilihat rakyat adalah, jika pergantian jabatan tidak diikuti dengan kinerja yang profesional, pembangunan tetap ngadat, maka sesungguhnya pemilukada hanya momen memindahkan kekuasaan belaka, dari sekelompok elit ke kelompok elit lainnya. Jika itu nanti yang terjadi, ribuan rakyat akan menyesali diri menghadiri prosesi pengalihan kekuasaan, 9 Agustus 2011 lalu.

Dampak ikutannya, jika rakyat bawah meninggalkan dukungan, maka para elit politik akan mengikuti jejak itu. Yakinlah, Jhonny Allen yang terkenal jago merekrut kader andalan untuk digaet ke Partai Demokrat, sudah pasti melirik Bonaran untuk bergabung. Jhonny Allen yang datang ke pelantikan dengan pesawat carteran dari Medan, tidak akan menyia-nyiakan afiliasi politik Bonaran yang hingga kini masih ngambang. Begitu juga dengan Akbar Tanjung, yang sejak awal punya peran besar bagi pencalonan Bonaran-Sukran, naluri politiknya sudah pasti juga ingin menarik Bonaran masuk ke bawah rindangnya Pohon Beringin. Tapi, jika Bonaran salah langkah hingga mengecewakan rakyat Tapteng, Allen dan Akbar bisa langsung berubah pikiran.

Bonaran, mestinya, tetap bertahan dengan status politiknya sekarang ini. Tidak langsung loncat ke Demokrat, atau pun Golkar. Karena, memilih salah satunya bakal beresiko mengecewakan Akbar atau mengecewakan Allen. Di Tapteng pengaruh Akbar kuat, di dewan Tapteng kekuatan Demokrat dominan. Jika Bonaran lihai memenej posisinya yang dilirik Demokrat dan Golkar, maka pengaruhnya bakal tambah besar. Cukup dia di tengah, sehingga bisa leluasa memainkan bargaining politik.

Bonaran, yang belum banyak berpencak-silat di panggung politik, harus mulai mengasah kepekaan dampak dari setiap kebijakan yang diambil. Pemutasian sejumlah jabatan adalah langkah pertamanya membelanjakan modal politik.
Jika itu memuaskan rakyat, modal politik itu akan bertambah. Jika sebaliknya, ya menyusut. Apabila Bonaran boros meneken SK-SK mutasi, rakyat yang akan langsung mengevaluasi. (habis)

Adnan Buyung Orasi Ilmiah Pemimpin Bangsa di USU

MEDAN- Memperingati puncak diesnatalis ke-59 Universitas Sumatera Utara (USU) menghadirkan Prof Dr Adnan Buyung Nasution SH untuk melakukan orasi ilmiah, Sabtu (20/8). Adapun yang menjadi tema orasi ilmiahnya yakni tantangan perguruan tinggi melahirkan pemimpin bangsa berilmu dan berintegritas.

Demikian disampaikan Ketua Panitia Diesnatalis ke 59 USU, Prof Dr Irmawati Psikolog melalui Ka Humas USU Bisru Hafi SSos MSi dikampus USU, Senin (15/8).

Irmawati menyebutkan, Adnan Buyung  yang merupakan advokat senior di tanah air serta guru besar Hukum University of Merbourne sudah menyampaikan kesediaannya hadir dalam orasi ilmiah.

Pada Peringatan Diesnatalis USU tahun ini, Bisru menyebutkan akan dilaksnakan sejumlah kegiatan, baik di fakultas maupun pada tingkatan universitas. Setiap tingkatan universitas beberapa kegiatan yang dilaksanakan Kegiatan Donor Darah pada 16 Juli 2011 lalu, yang dipusatkan di gedung Biro Pusat Administrasi.

“Dalam kegiatan donor darah itu diikuti seluruh civitas akademika USU, seperti rektor USU Prof Syahril Pasaribu yang menjadi pendonor awal serta Pembantu Rektor II Prof. Armansyah Ginting, serta para Dekan dan Pembantu Dekan di USU,” sebutnya.

Bisru menambahkan, ada sejumlh kegiatan yang telah digelar yakni Seminar Ilmiah (SI-DIES 2011) yang dibuka Pembantu Rektor I Prof. Zulkifli Nasution pada 20 Juli di kampus USU.  Sedangkan untuk kegiatan fakultas, USU melaksanakan pemeriksaan ibu hamil, pemeriksaan penyakit kulit, mata dan khitan massal di Langkat.  (uma)