26 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 1481

Robi Barus Minta Kepling Paham dan Tanggap Instruksi Walikota Medan Berantas Narkoba

Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus SE M.AP

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Ketua Komisi I DPRD Medan, Robi Barus SE M.AP, meminta seluruh Kepala Lingkungan (Kepling) di Kota Medan agar mengikuti instruksi Wali Kota Medan, Bobby Nasution untuk ikut serta dalam pemberantasan maraknya narkoba di Kota Medan.

Mengingat, Kota Medan merupakan kabupaten/kota dengan tingkat penggunaan narkoba tertinggi di Provinsi Sumatera Utara. Sementara, Sumut merupakan provinsi dengan tingkat penggunaan narkoba tertinggi di Indonesia.

“Untuk itu, kami di Komisi I juga meminta setiap kepling di Kota Medan untuk ikut serta dalam pemberantasan narkoba. Kita punya 2.001 lingkungan, artinya Kota Medan punya 2.001 kepling yang wajib ikut memberantas narkoba di lingkungannya masing-masing,” ucap Robi Barus kepada Sumut Pos, Rabu (24/5).

Dikatakan Ketua Fraksi PDI Perjuangan itu, sebagai ujung tombak pemerintahan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat, setiap kepala lingkungan wajib mampu memetakan kondisi lingkungan yang dipimpinnya, termasuk orang-orang dan wilayah yang terlibat dalam penggunaan maupun peredaran narkoba.

“Untuk itu setiap kepling wajib paham dan tanggap tentang kondisi lingkungannya masing-masing. Kalau tidak paham akan lingkungannya, bagaimana bisa tanggap. Kalau paham tapi tidak tanggap, ya percuma juga. Jadi, paham dan tanggap akan kondisi lingkungan adalah kewajiban bagi seorang kepling,” ujarnya.

Sebagai mantan Kepling di Kota Medan yang mengabdi selama 20 tahun, Robi Barus juga menjelaskan bahwa seorang kepling juga harus bisa berkolaborasi dengan aparat hukum yang bertugas di wilayahnya, yakni para Babinsa dan Bhabinkamtibmas.

“Dan yang paling penting, seorang kepling harus bisa mengayomi warganya. Bila ada yang menggunakan ataupun menjadi pengedar narkoba, maka kepling harus segera melaporkannya kepada aparat penegak hukum untuk segera diberantas,” katanya.

Kemudian, Robi Barus juga meminta setiap kecamatan dan kelurahan di Kota Medan untuk memastikan setiap kepling yang ada di jajarannya sebagai aparat pemerintahan yang ikut memberantas narkoba di wilayannya masing-masing.

Sebab bila setiap kepling dapat dimaksimalkan dalam pemberantasan narkoba, maka peredaran narkoba di setiap lingkungan di Kota Medan akan dapat berkurang secara signifikan.

“Kecamatan dan kelurahan harus dapat memastikan bahwa semua kepling yang ada di jajarannya tidak tinggal diam bila mengetahui adanya peredaran narkoba di wilayahnya. Jangan justru sampai ada kepling yang terkesan menutupi ataupun melindungi warganya yang terlibat dengan narkoba, baik sebagai pengguna ataupun pengedar,” tegasnya.

Selanjutnya, Robi Barus juga meminta kepada pihak TNI/Polri hingga ke jajaran Babinsa dan Bhabinkamtibmas untuk mau berkolaborasi dengan para kepling dalam menjaga kondusifitas lingkungan, khususnya dalam pemberantasan narkoba.

“Bila ada laporan dari kepling, bapak-bapak Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga harus bergerak cepat. Intinya, kolaborasi harus dibangun hingga jaringan terbawah, yakni di tingkat lingkungan. Kalau kolaborasi ini maksimal, InsyaAllah masalah narkoba bisa kita teratasi dengan baik,” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Wali Kota Medan, Bobby Nasution memberikan tiga pesan penting saat menghadiri Pembinaan Mental, Disiplin dan Etos Kerja Kepala Lingkungan (Kepling) se-Kota Medan Tahun 2023 di Gedung Medan International Convention Centre Jalan Ringroad Medan, Selasa (23/5).

Selain senantiasa menjaga keamanan dan kerukunan, kepling selaku ujung tombak Pemko Medan yang bersentuhan langsung dengan masyarakat juga diminta untuk wajib mendukung pemberantasan narkoba dengan menyikapi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya masing-masing.

Sebab berdasarkan data yang ada, pada tahun 2022, Sumut merupakan provinsi dengan peringkat pertama penyalahgunaan narkoba di Indonesia. Sementara, Kota Medan merupakan kabupaten/kota penyumbang angka penyalahgunaan narkoba paling tinggi di Sumut.

“Jadi mari kita bersama-sama mengatasi penyalahgunaan narkoba ini. Apalagi kepling pasti mengetahui siapa di lingkungannya yang menjadi pemakai, pengedar, bandar, serta yang mendekingi narkoba tersebut. Dengan semangat kolaborasi, narkoba harus bisa kita hilangkan,” sebut Bobby.
(map/tri)

Ellya Rosa Hadiri Rapat Paripurna DPRD Labuhanbatu

HADIRI: Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Pelaksanaan Reses II DPRD Kabupaten Labuhanbatu.

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Wakil Bupati Labuhanbatu Ellya Rosa Siregar menghadiri Rapat Paripurna Penyampaian Hasil Pelaksanaan Reses II DPRD Kabupaten Labuhanbatu Masa Persidangan II Tahun Sidang IV Tahun 2022-2023, di Ruang Rapat Paripurna DPRD Kabupaten Labuhanbatu, Selasa (23/5).

Wakil Bupati mengatakan, pertemuan hari ini sangat penting karena banyak aspirasi yang disampaikan oleh masyarakat kepada anggota dewan. Dimana Pemerintah Daerah dapat mendengarkan kebututhan pembangunan daerah, permasalahan pelayanan umum serta kendala dan hambatan dalam penyelenggaraan pemerintahaan daerah. Aspirasi yang disampaikan masyarakat kepada masing-masing anggota dewan dari pelaksanaan reses merupakan bagian dari proses penyusunan pokok-pokok pikiran DPRD yang akan dijadikan kebijakan dalam Penyusunan RKPD.

“Izinkan saya menampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih yang setinggi-tingginya kepada pimpinan dan anggota dewan yang terhormat, yang telah ikut serta mensosialisasikan seluruh program pemerintah, menampung aspirasi masyarakat dan menjalin komunikasi dua arah yang baik dengan masyarakat di 9 Kecamatan,” ucap Wakil Bupati.

Wakil Bupati berharap melalui reses ini setiap permasalahan yang terjadi di masyarakat bisa disampaikan langsung melalui aplikasi Sistem Informasi Pemerintahan Daerah sehingga DPRD dan Pemkab bisa bekerjasama untuk mencari solusi dalam memecahkan masalah yang dihadapi masyarakat.

Wakil Ketua DPRD Labuhanbatu sekaligus Pimpinan Rapat Paripurna, H. Burhanuddin Harahap mengatakan bahwa masa reses adalah salah satu kegiatan strategis dan penting. Adapun kegiatan reses ini dilaksanakan selama tiga hari kerja yaitu pada tanggal 15-17 Mei 2023. Burhanuddin juga mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD yang telah melaksanakan kegiatan reses.

“Mudah-mudahan kegiatan reses tersebut dapat dijadikan salah satu instrumen dalam menyusun rencana kerja pemerintah Daerah untuk kemajuan pembangunan di Kabupaten Labuhanbatu yang sama sama kita cintai,” tutupnya. (fdh/han)

Sidang Dugaan Penipuan, Saksi Akui Pembayaran Cicilan Kredit Truk Hingga Lunas dari Pihak Terdakwa

Dua orang saksi dihadirkan dalam kasus sidang dugaan penipuan, Selasa (23/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sidang lanjutan kasus dugaan penipuan jual-beli mobil truk Mitsubishi BK 8946 CL yang dituduhkan Rosmala Sebayang kepada mantan anggota DPRD Sumut Indra Alamsyah kembali digelar di Ruang Cakra 4 Pengadilan Negeri (PN) Medan, Selasa (23/5) kemarin.

Dalam persidangan itu, Jaksa Penuntut Umum (JPU) AP Frianto Naibaho menghadirkan tiga orang saksi yakni Irama Pinem selaku pemilik mobil, Amri Kaban selaku pemilik showroom dan Surya Lubis.

Di hadapan majelis hakim yang diketuai Dahlan Tarigan, saksi Irama Pinem dalam keterangannya mengaku bahwa pemilik mobil truk Mitsubishi tersebut adalah dirinya.

“Saya selaku pemilik mobil majelis, dan mobil tersebut saya jual kepada Robby Anangga pada tahun 2021,” ujar saksi Irama Pinem.

Mendengar pengakuan dari saksi Irama Pinem, hakim Dahlan Tarigan pun mempertanyakan nomor plat mobil yang diakui oleh saksi Irama Pinem. “Saya lupa majelis, sebab sudah lama,” jawabnya.

Bahkan, dirinya mengaku yang membayar cicilan kredit mobil tersebut hingga lunas adalah saudara Cikepen Sebayang selaku manajer dari pihak Indra Alamsyah.

“Dari mulai pembayaran pertama hingga selesai, yang membayarkan cicilan kredit mobil tersebut adalah Cikepen Sebayang, saya hanya menandatangani kontrak dengan pihak leasing,” sebutnya.

Hal itu juga dibenarkan oleh saksi lainnya, Amri Kaban selaku pemilik Showroom Andika Jaya Motor yang menjual mobil truk Mitsubishi BK 8946 CL tersebut.

“Sepengetahuan saya, yang membayarkan cicilan mobil tersebut, selain Cikepen Sebayang, juga karyawan dari pak Indra Alamsyah yakni Putri Antika alias Puput,” ungkapnya.

Keterangan Saksi Tak Sesuai BAP

Sementara itu, saksi lainnya yakni
Surya Lubis yang mengaku sebagai karyawan Rosmala Sebayang sempat membuat majelis hakim yang diketuai Dahlan Tarigan berang. Pasalnya, keterangan saksi Surya dalam persidangan berbeda dengan BAP di Kepolisian.

Di hadapan majelis hakim, Surya mengaku tidak mengetahui Rosmala Sebayang memberikan uang Rp100 juta kepada Indra Alamsyah. “Tak tahu saya Pak,” kata saksi.

Mendengar pengakuan saksi, majelis hakim diketuai Dahlan Tarigan pun mempertanyakan keterangan saksi di BAP.

“Jadi, kenapa keterangan saudara berbeda dengan BAP di kepolisian. Disini (BAP) saudara mengetahui, namun kenapa keterangan saudara sekarang berbeda? Jawab saja yang sejujurnya,” tegas hakim Dahlan.

“Tidak ada pak, saya hanya mengantarkan surat,” jawab saksi Surya.

“Kalau begitu keterangan saudara di BAP bohong, karna di BAP ini ada tandatangan saudara,” cecar hakim kembali.

Menanggapi pertanyaan hakim, saksi pun hanya diam kebingungan. Dan saksi malah bertanya kembali kepada hakim, sehingga hakim ketua pun menegur saksi.

“Kek bolot saudara,” kata hakim Dahlan Tarigan sembari mempertanyakan kepada JPU bagaimana saksi yang dihadirkan ini, bisa jadi kacau sidang ini nanti.

Usai mendengarkan keterangan para saksi, majelis hakim yang diketuai Dahlan Tarigan menunda persidangan hingga pekan depan dengan agenda keterangan saksi lainnya. (man/tri)

Pemko Medan Dukung Pembangunan Rumah Sakit Primaya

KUNJUNGAN: Wali kota Medan Bobby Nasution saat menerima PT Fortuna Medika Medan terkait pembangunan Rumah Sakit Primaya di Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (23/5/2023).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pemko Medan mendukung penuh rencana pembangunan Rumah Sakit Primaya di Kota Medan. Kehadiran rumah sakit bertaraf internasional itu nantinya diharapkan membantu meningkatkan kualitas kesehatan di ibukota Provinsi Sumatera Utara, sekaligus mendukung program Medan Medical Tourism (MMT).

Dukungan ini disampaikan Wali kota Medan Bobby Nasution saat menerima PT Fortuna Medika Medan terkait pembangunan Rumah Sakit Primaya di Kota Medan di Gedung DPRD Kota Medan, Selasa (23/5/2023).

“Pemko Medan sangat mendukung. Apalagi selama ini warga Kota Medan banyak yang pergi berobat  ke negara tetangga sehingga banyak potensi yang terlewatkan,” kata Bobby Nasution.

Didampingi Kadis Perumahan Kawasan dan Permukiman, Cipta Karya dan Tata Ruang Kota Medan Endar Sutan Lubis, Kepala Bappeda Benny Iskandar dan Plt Kepala Dinas Penanaman Modal Pelayanan Terpadu Satu Pintu  Nurbaiti Harahap, Bobby Nasution selanjutnya mengungkapkan, Pemko Medan memiliki beberapa aset yang dapat digunakan untuk investasi.

“Aset tersebut memang dipersiapkan jika ada yang ingin kerjasama untuk investasi. Jadi kami akan sangat terbuka jika ingin menggunakannya,” ungkapnya.

Sebelumnya, Yosep selaku Direktur Rumah Sakit Primaya menyampaikan, maksud kunjungan mereka, selain ingin bersilaturahmi, juga meminta izin untuk dapat mendirikan Rumah Sakit Primaya bertaraf internasional. Rencananya, rumah sakit tersebut akan didirikan di Jalan Gatot Subroto Medan.

“Kami mohon dukungannya Pak Wali Kota agar kami dapat membangun rumah sakit tersebut. Kami juga sudah memiliki beberapa cabang yang tersebar di seluruh Indonesia. Semoga dengan kehadiran kami disini dapat memberikan manfaat bagi masyarakat Kota Medan,” harap Yosep. (rel)

Manfaatkan Sistem Digitalisasi, Pedagang Sayur Pasar Petisah Sebut Keuntungan Bertambah

Heri Kesuma saat di Pasar Petisah, Rabu (24/5).

MEDAN, SUMUT POS.CO – Hantaman pandemi covid-19 pada tahun 2019 memaksa Heri Kesuma mencari cara agar dagangan sayurnya tetap bertahan. Heri kemudian mencoba beradaptasi dengan memanfaatkan digitalisasi, yakni dengan memanfatkan market place dalam memasarkan dagangannya.

Hasilnya, keputusan Heri tersebut membawa keberkahan. Dirinya mengaku omset yang diperoleh tak hanya dari pelanggan yang datang ke lapaknya di Pasar Petisah saja, tetapi juga pelanggan yang memesan secara daring (online).

“Covid-19 membuat saya harus mencari berbagai cara agar usaha tak gulung tikar. Akhirnya saat itu saya memberanikan diri untuk mencoba berjualan secara online,” ucap Heri di Pasar Petisah, Rabu (24/5).

Awalnya, kata Heri, dirinya merasa kebingungan dengan sistem penjualan online. Namun seiring waktu berjalan, Heri mulai merasakan manfaat menjajakan dagangan secara daring.

Heri menyebutkan, dirinya bekerjasama dengan sejumlah aplikasi untuk menjual sayur mayurnya. Tak hanya itu, Heri juga bersyukur lantaran program digitalisasi ini mendapat dukungan dari Pemko Medan melalui PUD Pasar Medan.

Bahkan dengan memanfaatkan sistem online, Heri menyebutkan bahwa keuntungannya dalam berjualan bertambah. Oleh karena itu, Heri mengajak pedagang lainnya untuk mencoba beradaptasi memanfaatkan sistem digital dalam mengembangkan usaha.

“Saya tahu kalau Pak Wali ingin UMKM itu naik kelas dengan cara memanfaatkan digitalisasi. Alhamdulillahnya, PUD Pasar mau mengajak dan mendukung pedagang untuk coba memanfaatkan digitalisasi. Saya rasakan omset keuntungannya jadi bertambah,” ujarnya.

Terpisah, Dirut PUD Pasar Medan Suwarno menjelaskan, pihaknya mengedepankan kolaborasi dalam pemanfaatan sistem digitalisasi. Hal ini tak terlepas dari program Wali Kota Medan, Bobby Nasution yang ingin UMKM di Kota Medan lebih terbuka pasarnya dengan memanfaatkan sistem digitalisasi market place. Salah satu kolaborasinya, yakni dengan mengajak pihak perbankan hingga aplikasi berbasis online dalam pengembangan.

“Sosialisasi dan edukasi ke pedagang mengenai manfaat sistem digitalisasi dalam memasarkan produk, secara berkelanjutan terus kami sampaikan. Mudah-mudahan hal tersebut bisa membuat jangkauan pelanggan lebih luas lagi. Kami juga berharap pihak-pihak terkait seperti perbankan hingga penyedia aplikasi marketplace dapat berkolaborasi untuk memperkuat ekosistem digital,” pungkas Suwarno.
(map/tri)

RSUD Kumpulan Pane Tebingtinggi Gelar Konsultasi Publik

LAKSANAKAN: RSUD DR Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi melaksanakan kegiatan Forum Konsultasi Publik dengan berbagai pihak.sopian/sumut pos.

TEBINGTNGGI, SUMUTPOS.CO – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi menggelar Forum Konsultasi Publik (FKP) Tahun 2023 dengan tema Standar Pelayanan di Aula UPTD RSUD Dr Kumpulan Pane, Jalan Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Selasa (23/5.

Wakil Direktur Pelayanan Ahmad Fauzan saat membuka FKP, mengatakan bahwa FKP ini digelar dalam rangka mengkomunikasikan dan mendiskusikan permasalahan yang dihadapi sebagai upaya peningkatan mutu dan kualitas pelayanan kesehatan rumah sakit.

“FKP ini tentunya bagian dari upaya dari Rumah Sakit Kumpulan Pane untuk menerima aspirasi dari pengguna layanan kami. Harapan kami, tentu disampaikan kepada kami keluhan dan kritik-kritik yang membangun untuk membenahi dan memperbaiki pelayanan di rumah sakit,” bilang Ahmad Fauzan.

Salah seorang peserta FKP, Edi Irawan yang merupakan perwakilan dari Forum Kota Sehat mengatakan seharusnya FKP ini melibatkan DPRD dari Komisi Kesehatan sebagai pemutus kebijakan atas aspirasi yang disampaikan. “Kami meminta agar Rumah Sakit Kumpulan Pane untuk memberikan pelayanan kepada masyarakat secara adil tanpa memandang perbedaan status,” pinta Edi.

Ditambahkan Edi, masyarakat seharusnya secara adil dilayani tanpa memandang status. Pelayanan kepada masyarakat harus diutamakan sebab masyarakat awam tidak mengetahui bagaimana tata cara administrasi untuk dilakukan penanganan.

Sementara, Ridwan Napitupulu yang merupakan peserta dari perwakilan salah satu media menyampaikan keluhannya terkait permasalahan rujukan dan publikasi RSUD Kumpulan Pane. “Tidak semua puskesmas di Kota Tebingtinggi dapat merujuk ke RSUD Kumpulan Pane serta publikasi dari RSUD Kumpulan Pane yang masih kurang,” ucap Ridwan Napitupulu.

Sedangkan peserta dari perwakilan masyarakat, Ratni, menyampaikan saran agar masyarakat pengguna BPJS tidak dipersulit untuk memperoleh pelayanan kesehatan. Ia juga menyampaikan keluhannya bahwa sikap pelayanan tenaga kesehatan Rumah Sakit Kumpulan Pane terhadap pasien pengguna BPJS cenderung tidak baik.

“Pasien BPJS sulit untuk memperoleh pelayanan kesehatan di RSUD Kumpulan Pane disertai perawat yang kurang ramah kepada pasien,” jelas Ratni.

Menanggapi saran dan masukan serta keluhan dari peserta FKP, Wakil Direktur Pelayanan Rumah Sakit Kumpulan Pan, Ahmad Fauzan mengatakan akan segera menindaklanjutinya guna mewujudkan peningkatan kualitas pelayanan publik, terutama dalam hal pelayanan kesehatan.

“Kami berkomitmen menindaklanjuti rekomendasi perbaikan-perbaikan yang telah disampaikan sebagai upaya peningkatan kualitas pelayanan publik. Masyarakat dan Stakeholder yang hadir dapat melakukan pemantauan dan mengawasi progres tindak lanjut perbaikan yang kami lakukan,” pungkas Ahmad Fauzan.

Adapun beberapa kesepakatan yang dihasilkan dari FKP tersebut diantaranya, kegiatan FKP berikutnya akan mengundang pihak DPRD Komisi Kesehatan untuk ikut berdiskusi.

Standar Pelayanan Minimal akan diperbaiki serta pasien diberi penjelasan mengenai Standar Pelayanan Minimal di IGD sebagai tempat pertama penanganan gawat darurat yang diselesaikan dalam jangka waktu 1 bulan untuk Standar Pelayanan Minimal IGD. RSUD Kumpulan Pane akan berkoordinasi dengan BPJS Kesehatan agar semua puskesmas di Kota Tebingtinggi dapat merujuk ke RSUD Kumpulan Pane.

RSUD Kumpulan Pane akan melakukan kegiatan Forum Konsultasi dengan media di Kota Tebingtinggi sehingga media dapat menginformasikan kepada masyarakat dilakukan dalam waktu 3 bulan dan RSUD Kumpulan Pane akan melakukan diklat dan evaluasi kepada para perawat tentang komunikasi efektif. (ian/han)

Robot Dikampak di Jalan Soekarno-Hatta Binjai, Baru Bebas dari Lapas

DIRAWAT: Korban saat mendapat perawatan di RSUD Djoelham Binjai usai dikapak pelaku di depan masjid - Istimewa/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Unit Reskrim Polsek Binjai Timur dan Satreskrim Polres Binjai masih melakukan penyelidikan terkait peristiwa berdarah yang menimpa Suhendro alias Hendri alias Robot (44) warga Jalan dr Wahidin Nomor 42, Lingkungan VI, Kelurahan Sumbermulyo Rejo, Binjai Timur.

Informasi dihimpun, kejadian bermula dari korban yang baru keluar dari Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA Binjai pada Sabtu (20/5/2023) lalu, disebut mengejar terduga pelaku yang berlari masuk ke dalam Warung Bakso Mas Yono.

Namun nahas bagi korban. Pelaku yang melihat sebilah kapak di dalam warung bakso tersebut, mengambilnya.

Kondisi pun menjadi berbalik arah. Korban yang dikejar dengan sebilah kapak, berlari hingga ke Jalan Soekarno-Hatta, Binjai Timur.

Tepat di depan Masjid Taqwa, korban kemudian dibacok di bagian belakang kepala hingga akhirnya roboh. Setelah terduga pelaku membacok korban hingga roboh dengan posisi telungkup bersimbah darah, kapak yang dijadikan alat olehnya dilemparkan ke arah depan Warung Bakso Mas Yono.

Sementara terduga pelaku melarikan diri ke arah perempatan lampu merah Km 19. Oleh warga yang melihat korban bersimbah darah melaporkan peristiwa ini ke Polsek Binjai Timur.

“Dari rekaman CCTV yang didapat, terduga pelaku hanya seorang,” ujar Kasat Reskrim Polres Binjai, AKP M Rian Permana, Rabu (24/5/2023).

Diduga ada unsur dendam antara korban dengan terduga pelaku. Namun demikian, polisi belum menyimpulkan hal tersebut.

Korban hingga kini masih dirawat di RSUD Djoelham Binjai. Sejauh ini belum sadarkan diri dengan kondisi 5 luka bacok di bagian kepala belakang.

Sebelumnya, seorang pria ditemukan dengan kondisi kritis bersimbah darah mengenakan kaus warna hitam di Jalan Soekarno-Hatta Km 18,5, Binjai Timur, Rabu (24/5/2023) pukul 01.00 WIB. Peristiwa berdarah ini menghebohkan masyarakat sekitar.

Bahkan, pengendara yang melintas di lokasi kejadian, menghentikan laju kendaraannya karena melihat gumpalan darah segar yang terus mengalir dari kepala korban. (ted/han)

Peringati Harkitnas 2023, Sekda Binjai Pimpin Apel Gabungan

PIMPIN: Sekda Kota Binjai Irwansyah Nasution saat memimpin apel gabungan yang diikuti para ASN dan non-ASN, dalam dirangkaian peringatan Hari Kebangkitan Nasional 2023, Senin (22/5).Teddy AKbari/Sumut Pos.

BINJAI, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai Irwansyah Nasution, jadi pembina dalam apel gabungan yang diikuti para ASN dan non-ASN, Senin (22/5) lalu. Apel ini merupakan rangkaian dalam memperingati Hari Kebangkitan Nasional (Harkitnas) 2023.

Dalam apel, Irwansyah membacakan arahan dari Plt Menteri Komunikasi dan Informatika RI Mahfud MD. Dia menyatakan, Harkitnas juga dimaknai dengan memperingati perjuangan bersama.

Kementerian, lembaga, pemerintah daerah, sektor swasta, akademisi, pers, komunitas, dan seluruh elemen bangsa, saling bahu-membahu berkolaborasi menerapkan nilai-nilai persatuan juga kesatuan, dalam mewujudkan kebangkitan bangsa, dari berbagai krisis global. Baik kesehatan, perekonomian, hingga geopolitik.

“Tingginya kepercayaan dunia kepada Indonesia, menjadi momentum untuk mengimplementasikan semangat kebangkitan nasional, dalam menyambut era pascapandemi, sekaligus perjalanan menuju Indonesia Emas 2045,” ungkap Irwansyah.

“Kami mengajak seluruh komponen bangsa untuk terus mempertahankan bara api semangat kebangkitan nasional, sembari merapatkan barisan perjuangan kita dengan menunjukkan kerja keras, kerja cerdas, juga kerja bersama, demi kemandirian dan kemajuan bangsa yang berkelanjutan,” pungkasnya. (ted/saz)

Tingkatkan PAD Karo, Sekdakab Suluh Para Jukir

BERSAMA: Sekdakab Karo Kamperas Terkelin Purba diabadikan bersama para juru parkir usai memberikan penyuluhan di Aula Suite Pakar Hotel, Jalan Jamin Ginting Berastagi, Senin (22/5).Solideo/Sumut Pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Sekretaris Daerah Kabupaten (Sekdakab) Karo Kamperas Terkelin Purba, membuka kegiatan sekaligus menjadi narasumber dalam Penyuluhan Petugas Parkir 2023 di Aula Suite Pakar Hotel, Jalan Jamin Ginting Berastagi, Senin (22/5) lalu.

Penyuluhan juru parkir (jukir) ini, diselenggarakan untuk mendukung kelancaran lalu lintas di Kabupaten Karo, khususnya pada lokasi-lokasi strategis, seperti Berastagi dan Kabanjahe.

Dalam paparannya, Kamperas menyampaikan, melalui penyuluhan tersebut, diharapkan agar para jukir dapat lebih memahami tugas dan fungsinya.

“Jukir bertugas memberikan pelayanan kepada masyarakat pengguna transportasi, serta merupakan figur penting dalam peningkatan Pendapatan Asli Daerah (PAD), guna membangun kemajuan di Karo,” ungkap Kamperas.

Kegiatan penyuluhan ini, turut dihadiri Anggota DPRD Karo Kalvin Barus, Kepala Dinas Perhubungan beserta jajaran, serta perwakilan dari Satlantas Polres Karo. (deo/saz)

Target Turunankan Angka Stunting di Humbahas, Dosmar Tekankan Pentingnya Peran Aktif Nakes & Camat

RAPAT: Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor saat memimpin Rapat Koordinasi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Bupati Humbahas, Senin (22/5).

HUMBAHAS, SUMUTPOS.CO – Guna menangani sekaligus menurunkan angka stunting di Kabupaten Humbanghasundutan (Humbahas), Bupati Humbahas Dosmar Banjarnahor, menekankan kepada para tenaga kesehatan (nakes) dan camat, agar aktif dalam perannya memberikan penyuluhan kepada masyarakat dalam rangka penurunan angka stunting.

Hal tersebut disampaikan Dosmar dalam Rapat Koordinasi Konvergensi Percepatan Penurunan Stunting di Kantor Bupati Humbahas, Senin (22/5) lalu.

Menurut Dosmar, penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, termasuk camat, agar berperan aktif melakukan penyuluhan kepada masyarakat. Dengan melakukan pengecekan balita pada setiap keluarga yang ada di wilayahnya.

“Bila ada indikasi stunting, maka segera lakukan tindakan semaksimal mungkin,” imbau Dosmar.

Dosmar juga mengatakan, selain penurunan angka stunting pada balita, harus dilakukan juga penanganan stunting dengan intervensi dini. Penanganannya dimulai dari pemberian vitamin kepada setiap remaja putri, mulai dari tingkat SMP.

“Semua ini dilakukan secara bersama-sama. Camat juga ikut ambil bagian, semua harus berperan aktif. Ini tanggung jawab kita semua,” tegasnya mengimbau.

Sementara, Plt Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Humbahas, dr Gunawan Sinaga menuturkan, penanganan stunting juga harus melibatkan masyarakat.

“Bidan desa bersama kepala desa dan perangkatnya, harus kompak untuk mendata warganya, siapa saja yang stunting,” katanya.

Dia juga menyebutkan, dalam pendataan harus jelas, agar siapa yang terdata dapat dianggarkan biaya penanganannya dari dana desa, seperti memberikan makanan tambahan. Sehingga, Gunawan menjelaskan, secara bertahap maka angka stunting bisa menurun.

“Kita harus punya komitmen untuk bersinergi, dalam rangka pengendalian dan penurunan angka stunting. Semua elemen harus dilibatkan. Baik itu camat, Kepala Puskesmas, dan seluruh kepala desa, harus berkolaborasi,” harapnya. (des/saz)