31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 14818

Ruang BB Kejari Binjai Dibobol Maling

BINJAI- Tingkat kejahatan seperti maling, pencurian dan perampokan, semakin meningkat menjelang lebaran ini. Bahkan, pelaku tak padang bulu dalam melakukan aksinya itu. Buktinya, ruang barang bukti (BB) milik Kejaksaan Negeri (Kejari) Binjai, Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara, dibobol maling, Rabu (10/8).

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan Sumut Pos dilokasi kejadian menyebutkan, kejadian itu diduga terjadi sekitar Sabtu atau Minggu lalu. Namun, terungkapnya ruang BB milik Kejari Binjai dibobol maling, saat Roy Tambunan, penjaga ruang BB tersebut, ingin mengambil sebuah BB dari ruangan itu, sekitar pukul 08.30 WIB.

Namun, begitu dia ingin membuka gembok yang melekat di pintu ruangan BB tersebut, dia sudah melihat  kedua gembok itu sudah terbuka. Lantas, Roy panik dan memberitahukan kepada sejumlah teman-temannya.

Untuk selanjutnya, kejadian itu langsung dilaporkan ke Polres Binjai. Tak berapa lama, petugas Polres Binjai, tiba dilokasi kejadian. Untuk itu, petugas dibantu sejumlah petugas Kejari Binjai, mengecek BB yang hilang.

Meski sudah dicek, pihak Kejari dan petugas Polres Binjai, sampai sore hari belum dapat memberikan keterangan, tentang barang apa saja yang hilang di ruang BB tersebut. “Belum tahu, nanti sajalah, ini masih internal,” kata Kepala Seksi Pidana Umum (Kasipidum) Kejari Binjai Rismaidi di kantornya. (dan)

Meutya Hafid Buka Puasa Bersama Anak Yatim

MEDAN- Dalam masa reses yang bertepatan dengan bulan suci Ramdan, anggota DPR-RI Komisi XI dari fraksi Golkar melakukan kunjungan perorangan dalam masa reses dengan menggelar acara buka puasa bersama dengan warga di Lingkungan I, Kecamatan Medan Barat, Senin (8/8).

Jika sebelumnya kunjungan dilakukan ke intansi-instansi pemerintah, kali ini kunjungan Meutya Hafid lebih memilih untuk bertemu secara konstituen sekaligus melakukan silaturahmi. Dimana, kegiatan tersebut dapat langsung mendengar aspirasi dari masyarakat.

Kegiatan yang diawali dengan ceramah dari ustad, kemudian dilanjutkan dengan buka puasa sambil berbicang-bicang. Saat itulah terjadi penyampaian aspirasi dari masyarakat yang merupakan wujud kepedulian serta upaya untuk senantiasa menciptakan keterikatan dengan konstituen.

“Saya berharap agar bulan Ramadan ini dijadikan sebagai momentum untuk introspeksi agar menjadi manusia yang lebih baik, mempererat tali silaturahmi, dan tetap bersabar di tengah keadaan ekonomi negara yang memberatkan keadaan masyarakat”ujar Meutya yang merupakan mantan jurnalis televisi yang kini menjadi anggota DPR Fraksi Partai Golkar.
Sebelumnya, Minggu (7/8) lalu, Meutya hafid juga melakukan kegiatan buka bersama dengan masyarakat di kelurahan Medan Estate, Kecamatan Percut Sei Tuan, Kabupaten Deli Serdang.

Selain melakukan buka puasa bersama, Meutya Hafid juga melakukan santunan Anak Yatim dan Sahur on The Road yang bekerja sama dengan organisasi mahasiswa dan pemuda di Medan. (*/adl)

Oktober, Musim Tanam Padi

SERGAI- Musim tanam (MT) padi untuk lima wilayah kecamatan (Perbaungan, Pegajahan, Pantai Cermin, Teluk Mengkudu, Sei Rampah, Tanjung Beringin, dan Serbajadi) di Kabupaten Serdang Bedagai (Sergai), yang terkena dampak proyek perbaikan bendungan Sei Ular, dapat dilakukan bulan Oktober 2011 mendatang. Demikian dikatakan Kepala Dinas Pertanian dan Peternakan (Kadis Tanak) Sergai Setyarno, Rabu (10/8)

Dalam proyek perbaikan ini, kata dia, ada tiga jaringan irigasi di Kabupaten Serdang Bedagai (Kab Sergai) masing-masing Daerah Irigasi (DI) Buluh, DI Perbaungan dan DI Bendang yang masih ditutup  sementara waktu untuk dilakukan rehabilitasi total dan diperkirakan rampung di bulan Oktober 2011.

Sementara di Kota Binjai, dalam beberapa bulan terakhir, pupuk subsidi mengalami kelangkaan dan membuat petani rasah. Keresahan itu disebabkan, tenaman padi mereka tidak tumbuh dengan subur  dan padi mereka berbuah tak merata.

Sekretaris Dinas Pertanian Kota Binjai Husnul Yaqin, saat dikonfirmasi terkait kelangkaan pupuk ini mengatakan, petani yang mendapat pupuk subsidi harus masuk kelompok tani.(mag-15/dan)

Jasad Membusuk di Kamar

TEBING TINGGI- Tukiman (50) duda tua, ditemukan tewas membusuk diduga mengidap penyakit menahun di kamarnya, Rabu (10/8) sekira pukul 12.00 WIB.

Pria yang tinggal di Jalan Ksatria, Keluharan Satria, Kota Tebing Tinggi ini, ditemukan pertama kali oleh tetangganya Rahuf.

Menurut Rahuf, saat berjalan di sekitar rumah korban, dia mencium aroma busuk dari dalam rumah tersebut. Kebetulan, sudah tiga hari Tukiman tidak kelihatan di sekitar tempat tinggalnya, sehingga timbul kecurigaan Rahuf. begitu rumah korban disambangi, pintu rumah yang ditempati korban terkunci rapat. “Empat hari lalu, masih melihat korban sedang duduk di depan rumahnya. Setelah itu, tidak kelihatan lagi. Karena tercium aroma busuk dari dalam rumah, kami curiga kalau Tukiman smembusuk di dalam rumahnya,” jelas Rahuf.

Malihat ada mayat,warga memberitahukan Kepala Lingkungan setempat dan selanjutnya memberikan informasi kepada pihak kepilisian. Hasil identivikasi petugas, tidak ditemukanbekas penganiayaan di tubuh korban.(mag-3)

DPD RI Dukung Partisipasi Politik Generasi Muda

MEDAN – Anggota DPD RI utusan Sumatera Utara DR H Rahmat Shah menekankan penting dan strategisnya peran yang dapat dimainkan oleh generasi muda Indonesia.

Kaum muda yang berpendidikan, lanjutnya, khususnya dari kalangan mahasiswa senantiasa hadir dalam setiap episode besar sejarah bangsa Indonesia. Namun tidak otomatis semua pemuda akan hadir dalam tinta emas sejarah, karena tidak sedikit kaum muda yang terjerembab ke dalam lembah kenistaan seperti narkoba, HIV dan pelaku tindak kriminalitas dan menjadi sampah masyarakat.

“Oleh karena itu, kaum muda yang berhimpun dalam keorganisasian yang positif dapat saling bertukar energi positif untuk mengembangkan diri masing-masing dan bersama-sama mengembangkan organisasi dan masyarakatnya,” tegasnya.

Hal tersebut disampaikan Rahmat melalui Staffnya, Sulasno pada acara Pelantikan Pengurus KAMMI Sumut Periode 2011-2013 yang berlangsung di Hotel Garuda Plaza Medan, Sabtu (06/07). Acara pelantikan itu sendiri dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama.

Rahmat yang dikenal dekat dengan kalangan muda ini mengatakan, para pemuda dituntut untuk dapat memiliki sifat jujur dan adil. Kejujuran dan keadilan yang dimulai dari diri sendiri dan sekarang.

Hal ini terkait dengan kondisi bangsa, khususnya yang terjadi di Sumatera Utara, dimana kejujuran nyaris punah dan kenyataannya provinsi Sumatera Utara beberapa kali tercatat sebagai provinsi terkorup di Indonesia. “Para koruptor dapat membohongi siapa saja, tetapi mereka tidak dapat membohongi Tuhan dan diri mereka sendiri,” tambahnya.
Lebih jauh Rahmat mengajak agar kaum muda selalu berbuat kebaikan sekecil apapun kepada siapapun dan dimanapun berada. Karena kebaikan sekecil apapun yang diperbuat merupakan tindakan yang kecil tapi ada, nyata dan berharga.
Rahmat yang juga Ketua PMI Sumut, mengimbau agar kaum muda turut aktif berperan serta dalam tugas-tugas dan misi-misi kemanusiaan. “Tugas kemanusiaan berdimensi dunia dan akhirat, sementara yang lain mungkin hanya berorientasi keduniaan saja,” kata Rahmat.

Kepada para pengurus yang baru dilantik, Rahmat berpesan agar mereka dapat menjaga kebersamaan dan kekompakan serta mampu menjalin komunikasi dan informasi yang efektif serta tidak pelit komunikasi dan informasi.  Rahmat juga mengingatkan agar para pengurus siap berkorban waktu, tenaga dan fikiran dan bahkan dana untuk kemajuan organisasi dan masyarakat luas. (*/ila)

IDTUG Sumut : Perang Tarif Operator Cenderung Menipu

Medan- Lemahnya law enforcement pemerintah terhadap modern licensing atau kebijakan memperluas jaringan telekomunikasi ke seluruh tanah air, mengakibatkan banyak operator telekomunikasi cenderung fokus terhadap komersialisasi industri telekomunikasi. Apalagi, Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) dinilai tidak pernah menerapkan sanksi kepada operator telekomunikasi yang belum memenuhi komitmen lisensi modern. Baik dalam hal kapasitas, coverage atau cakupan, ataupun kualitas layanan.
Menurut Ketua Indonesia Telecommunications Users Group (IDTUG) Sumut Hendrik H Sitompul, saat ini kebanyakan operator telekomunikasi hanya membangun jaringan di daerah-daerah yang profitable. Sehingga konsumen yang seharusnya bisa mendapat layanan telekomunikasi dari berbagai operator, tidak punya banyak pilihan.

Seharusnya operator telekomunikasi bersaing dalam memberi layanan kepada seluruh rakyat Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Kondisi sekarang membuat operator bersaing dalam perang tarif semu, seolah-olah murah, padahal menipu dengan jebakan-jebakan dalam syarat dan kondisi berlaku yang sulit dimengerti oleh kebanyakan pengguna ponsel,” kata Hendrik, Rabu (10/8).

Karenanya, IDTUG Sumut mendesak Pemerintah Republik Indonesia segera melakukan audit jaringan operator telekomunikasi Di Sumatera Utara. Desakan ini mengemuka setelah IDTUG menemukan indikasi pengembangan jaringan telekomunikasi hanya terkonsentrasi di daerah perkotaan dan daerah bisnis.

“Dari tingkat kerapatan, pelanggan selular total konon mencapai 178,4 juta per semester pertama 2011, atau hampir 80 persen populasi penduduk. Tapi angka ini ternyata hanya terkonsentrasi di Pulau Jawa, Bali, dan Sumatera. Ini dapat dipastikan dari data postel bahwa penyebaran pelanggan seluler di atas 22 persen per region tidak mencakup Sulawesi, Maluku, Papua, Kalimantan, dan Bali-Nusa Tenggara yang masing-masing hanya 8,9 persen, 7,8 persen, dan 5,1 persen per tahun 2009,” ungkap Hendrik lagi.

Tindakan audit terhadap jaringan telekomunikasi yang telah dibangun
operator telekomunikasi, sekaligus upaya kontrol terhadap komitmen operator telekomunikasi terhadap modern licensing. Modern licensing merupakan lisensi tertulis pemerintah kepada operator telekomunikasi, untuk membangun jaringan telekomunikasi ke seluruh pelosok tanah air.

“Apabila tidak dilaksanakan, operator tersebut terancam terkena sanksi denda atau malah sampai pencabutan lisensi. Untuk itu, IDTUG mendesak regulator, dalam hal ini Kementerian Komunikasi dan Informasi dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia (BRTI) segera mengaudit jaringan operator telekomunikasi agar memenuhi komitmen dalam lisensi modern. Baik dalam hal kapasitas, coverage atau cakupan, ataupun kualitas layanan,” tegas Hendrik.(*/ade)

DPD RI Dukung Partisipasi Politik Generasi Muda

MEDAN – Anggota DPD RI utusan Sumatera Utara DR H Rahmat Shah menekankan penting dan strategisnya peran yang dapat dimainkan oleh generasi muda Indonesia.

Kaum muda yang berpendidikan, lanjutnya, khususnya dari kalangan mahasiswa senantiasa hadir dalam setiap episode besar sejarah bangsa Indonesia. Namun tidak otomatis semua pemuda akan hadir dalam tinta emas sejarah, karena tidak sedikit kaum muda yang terjerembab ke dalam lembah kenistaan seperti narkoba, HIV dan pelaku tindak kriminalitas dan menjadi sampah masyarakat.

“Oleh karena itu, kaum muda yang berhimpun dalam keorganisasian yang positif dapat saling bertukar energi positif untuk mengembangkan diri masing-masing dan bersama-sama mengembangkan organisasi dan masyarakatnya,” tegasnya.

Hal tersebut disampaikan Rahmat melalui Staffnya, Sulasno pada acara Pelantikan Pengurus KAMMI Sumut Periode 2011-2013 yang berlangsung di Hotel Garuda Plaza Medan, Sabtu (06/07). Acara pelantikan itu sendiri dirangkaikan dengan acara buka puasa bersama.

Rahmat yang dikenal dekat dengan kalangan muda ini mengatakan, para pemuda dituntut untuk dapat memiliki sifat jujur dan adil. Kejujuran dan keadilan yang dimulai dari diri sendiri dan sekarang.

Hal ini terkait dengan kondisi bangsa, khususnya yang terjadi di Sumatera Utara, dimana kejujuran nyaris punah dan kenyataannya provinsi Sumatera Utara beberapa kali tercatat sebagai provinsi terkorup di Indonesia. “Para koruptor dapat membohongi siapa saja, tetapi mereka tidak dapat membohongi Tuhan dan diri mereka sendiri,” tambahnya.
Lebih jauh Rahmat mengajak agar kaum muda selalu berbuat kebaikan sekecil apapun kepada siapapun dan dimanapun berada. Karena kebaikan sekecil apapun yang diperbuat merupakan tindakan yang kecil tapi ada, nyata dan berharga.
Rahmat yang juga Ketua PMI Sumut, mengimbau agar kaum muda turut aktif berperan serta dalam tugas-tugas dan misi-misi kemanusiaan. “Tugas kemanusiaan berdimensi dunia dan akhirat, sementara yang lain mungkin hanya berorientasi keduniaan saja,” kata Rahmat.

Kepada para pengurus yang baru dilantik, Rahmat berpesan agar mereka dapat menjaga kebersamaan dan kekompakan serta mampu menjalin komunikasi dan informasi yang efektif serta tidak pelit komunikasi dan informasi.  Rahmat juga mengingatkan agar para pengurus siap berkorban waktu, tenaga dan fikiran dan bahkan dana untuk kemajuan organisasi dan masyarakat luas. (*/ila)

Yakin Tanpa Masalah

Sebanyak 34.600 Bus Disiapkan untuk Mudik

Transportasi udara dan kereta api menjadi angkutan massal favorit para pemudik menuju kampung halamannya dalam merayakan Lebaran. Tak heran tiket kedua moda tersebut selalu habis lebih dulu. Sementara moda transportasi bus cenderung menjadi pilihan terakhir.

“Memang dari segi kecepatan dan kenyamanan moda bus ini kalah dibanding pesawat atau kereta. Tak heran tiketnya masih banyak, biasanya baru akan ramai terjual kalau sudah mendekati hari-H. Tidak seperti tiket kereta atau pesawat yang sudah jauh-jauh hari dibeli takut kehabisan,” ujar Dirjen Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan, Suroyo Alimoeso kemarin.

Meski begitu, Soeroyo menyebut, pihaknya telah meminta perusahaan otobus untuk mengantisipasi terjadinya lonjakan penumpang, sebab di moda kreta api diperkirakan mengalami penurunan. Penurunan muatan itu akibat PT KA harus mematuhi batas toleransi angkutan penumpang. “Kita mengantisipasi beralihnya penumpang kereta api yang diprediksi menurun,” cetusnya.

Seperti diketahui pemerintah memberikan batasan toleransi penumpang kereta api selama lebaran, yaitu untuk kelas ekonomi 150 persen dan bisnis 125 persen. Dengan begitu untuk kereta kelas ekonomi penambahan penumpang maksimal 50 persen dari seat yang ada, sementara bisnis 25 persen. Sementara untuk eksekutif, tidak ada batas toleransi karena tidak boleh ada yang berdiri.

Soeroyo menambahkan, pada musim mudik lebaran 2011 ini, bus antarkota antarpropinsi (AKAP) siap mengantisipasi hal itu dengan menyiapkan bus sebanyak 34.600 unit. Itu merupakan akumulasi jumlah bus dari 12 provinsi. “Yang terpenting dan harus benar-benar dijaga adalah kelancaran lalu lintasnya,” kata dia.

Sebab kelancaran lalu lintas itu sangat menentukan pergerakan bus yang sedang beroperasi. Pihaknya berharap perjalanan di darat tidak ada gangguan sehingga bus bisa bolak-balik dengan lancar dan mampu mengangkut penumpang dengan maksimal.”Pengemudi bus harus hati-hati karena banyak pemudik yang menggunakan sepeda motor, jangan ugal-ugalan,” sarannya.

Lebih lanjut Suroyo menjelaskan bahwa kondisi jalan tahun ini, berdasarkan informasi yang diperoleh dari Ditjen Bina Marga Kementerian Pekerjaan Umum,Djoko Murjanto, pada H-15 sejumlah jembatan dan fly over (FO) yang baru dibangun dan sedang diperbaiki sudah bisa fungsional dan dioperasikan. “Pasar tumpah juga banyak yang sudah pake fly over sehingga dapat mengurangi macet,” ungkapnya.

Tak hanya itu saja, lanjut Soeroyo, jumlah ruas jalan di jalur utara sudah semakin lebar. Yang  tadinya hanya dua lajur, kini sebagian besar sudah menjadi tiga atau empat lajur. Untuk jalur selatan diperkirakan tingkat kemacetan akan semakin berkurang. “Contohnya di kawasan Nagrek sudah dipangkas ketinggiannya dari 17 meter lebih landai menjadi delapan meter,” tambahnya.

Sementara itu, Dirut PT Pelayaran Nasional Indonesia (Pelni), Jusabella Sahea mengatakan pihaknya akan mengerahkan 27 kapal penumpang untuk mengantisipasi Lebaran 2011. Armada tersebut terdiri dari 13 unit kapal penumpang tipe 2000 dan 3000, sembilan unit tipe 1000, tiga unit tipe 500 serta dua kapal ro-ro dengan total kapasitas 51.048 seat. “Pelni membuka loket mulai H-30 sebelum keberangkatan,” terangnya.
Pada lebaran tahun ini pihaknya hanya menargetkan kenaikan jumlah penumpang sebesar dua persen. Itu berdasar perkembangan dari tahun ke tahun dimana moda transportasi laut cukup tertekan akibat bersaing dengan moda transportasi udara atau bus. “Kami memang memasang target rendah, ini karena melihat pengalaman tahun lalu. Sampai H-3 saja, maskapai masih jual tiket hampir sama dengan Pelni. Sehingga target dua persen wajar. Bahkan pada 2009-2010 penumpang angkutan Lebaran tercatat turun,” jelasnya. (wir/jpnn)

Transportasi Massal Kian Terkikis

Perhatian pemerintah selama ini dalam bidang transportasi tidak serius bahkan kebijakannya dalam masalah tersebut lebih memihak pada orang kaya daripada memihak pada kepentingan transportasi umum.

“Transportasi massal kian hari kian terkikis. Padahal undang-undang telah mengamanatkan untuk memprioritaskan hal itu. Justru kebijakan pemerintah kita malah transportasi pribadi, lebih berorientasi pada orang kaya,” kata anggota Komisi V DPR Yudi Widiana Adia kepada Rakyat Merdeka Online (grup Sumut Pos), (Rabu, 10/8).

Yudi melihat kebijakan transportasi massal tidak jelas dan tegas. Ini bisa dilihat bahwa yang tumbuh dan berkembang, terutama di kota-kota besar termasuk Jakarta, justru angkutan umum yang tidak ‘massal’, seperti taksi yang kapasitasnya terbatas.

“Dulu banyak angkutan massal seperti bus Mayasari dan Kopaja. Sekarang sepertinya hilang. Justru yang menjamur malahan taksi dan kendaraan motor pribadi, baik mobil maupun sepeda motor,” cetus politikus PKS ini.

Oleh karenanya, ia meminta agar pemerintah serius menangani persoalan transportasi yang masih semrawut ini. Kebijakan pemerintah tidak hanya diminta untuk memperhatikan angkutan massal saja, tetapi juga memprioritaskan angkutan barang. Karena itu, perlu revitalisasi insfratuktur, termasuk pelabuhan dan bandar udara.

“Pemerintah harus serius. Angkutan barang ke pelabuhan dan aksesnya juga masih ada persoalan, termasuk juga bandara. Bandara kita hanya bisa mengakut 12.000 orang/per hari. Padahal dari yang dibutuhkan 40.000 orang per hari,” ungkapnya.

Sebelumnya, Kementerian Pekerjaan Umum merasa percaya diri dengan kelancaran arus mudik dan arus balik lebaran 2011. Hal tersebut seiring dengan hampir rampungnya pengerjaan ruas jalan yang akan digunakan sebagai jalur mudik.
“Sudah siap semuanya, sampai sekarang sudah sekitar 95 persen. Diharapkan nanti mendekati lebaran sudah selesai 100 persen,” ujar Dirjen Bina Marga Pekerjaan Umum, Joko Muryanto, saat memaparkan mengenai kesiapan infrastruktur jalan dan jembatan mendukung jalur lebaran 2011, Kamis (4/8).

Dijelaskannya, pengerjaan bangunan jalan ditargetkan selesai pada pertengahan bulan Agustus. Karena pada hari-hari itu, warga dari berbagai daerah Jawa Tengah dan Jawa Timur sudah mulai mudik. Sementara pekerjaan dihentikan agar jalan fungsional, para tenaga kerja, alat-alat, maupun material bangunan sementara waktu dihentikan dan dipinggirkan dari badan jalan.  (zul/dem/jpnn)

Alumni Fakultas Pertanian UDA Gelar Reuni Akbar

Mempererat Silahturahmi dan Meningkatkan Kerjasama

MEDAN – Dalam rangka merayakan 30 tahun Fakultas Pertanian UDA Medan,  alumni Fakultas Pertanian UDA Medan (stambuk 1981–2006) berkunjung ke UDA, Senin (25/7). Kunjungan alumni diterima Ketua Yayasan UDA/ISTP/APP–DA Ny Sariaty PR Siregar Br Pardede.

Pertemuan itu juga dihadiri Rektor UDA Prof Dr Binsar Panjaitan MPd, Wakil Rektor I Mhd Ansyori Lubis SH MM MHum, Wakil Rektor II Drs L Lumbanraja MM dan Dekan Fakultas  Pertanian UDA Ir Osten Samosir MP serta panitia reuni alumni Fakultas Pertanian UDA.

Pada pertemuan tersebut, Ketua Panitia Reuni Alumni Fakultas Pertanian UDA Medan Pahala Rajaguguk melaporkan rencana reuni akbar yang akan diselenggarakan Jumat (2/9) di kampus UDA Medan pukul 15.00 WIB.
Kegitan tersebut bertujuan mempererat tali silahturahmi sekaligus menjalin ikatan kekeluargaan antar-alumni yang pada saat ini sudah tersebar diseluruh penjuru tanah air dengan berbagai macam profesi antara lain sebagai birokrat, legislatif dan judikatif, akademis, praktisi, pengusaha, BUMN dan swasta.

Pahala Rajagukguk yang juga alumni stambuk 1981 mengungkapkan, reuni sekaligus  mengukuhkan ikatan alumni (ILUNI) Fakultas Pertanian UDA Medan. ‘’Lembaga ini nantinya akan berfungsi sebagai wadah tempat alumni untuk share informasi, membentuk jaringan atau link kerjasama dalam berbagai bidang keahlian masing-masing alumni,” katanya.

Disamping itu memberi pemikiran yang konstruktif  dalam pengembangan Fakultas Pertanian sehingga lebih berdaya guna untuk melahirkan tenaga ahli di bidang pertanian yang kelak akan berfungsi di tengah masyarakat.
Pahala Rajagukguk didampingi beberapa pengurus mengungkapkan bahwa reuni akbar mengangkat tema ‘’Alumni yang berdaya guna bagi pembangunan bangsa dan negara menuju terciptanya masyarakat yang makmur dan sejahtera”. Ia berharap akan memotivasi alumni untuk ikut berperan aktif di segala bidang, memberikan yang terbaik bagi pembangunan masyarakat yang madani.

Rangkaian kegiatan lainnya, kata dia, dalam rangka memperingati 30 tahun Fakultas Pertanian UDA, panitia reuni akan mengadakan bakti sosial, antara lain berupa kunjungan ke beberapa panti sosial dan memberikan penyuluhan ke kelompok tani di beberapa kecamatan.

Untuk memudahkan alumni saling berkomunikasi, lanjutnya, panitia juga akan membuat satu buku yang berisi tentang data keberadaan alumni dimana pada saat ini Fakultas Pertanian UDA dalam usianya yang ke-30 sudah meluluskan lebih dari 1.200 alumni yang berkiprah diberbagai sektor dan tersebar di seluruh penjuru nusantara. Ketua Yayasan UDA/ ISTP/APP-DA Ny. Sariaty PR Siregar Br Pardede, menyambut positif adanya rencana reuni alumni mahasiswa Fakultas Pertanian UDA. Ketua Umum juga memberikan saran agar ikatan alumni yang nantinya berkumpul akan dapat membawa nama baik UDA di tengah Masyarakat. “Saya dukung dan silakan menggunakan sarana dan prasarana yang ada di kampus UDA demi suksesnya acara reuni,” ucapnya. Hal yang sama juga disampaikan oleh Rektor UDA, Binsar Panjaitan.

Adapun panitia reuni alumni Fakultas Pertanian UDA terdiri Ketua Ir Pahala SH Rajagukguk, A.Md,MA (stambuk 81), Sekretaris Ir Posman Marpaung (89), Bendahara Ir Vera Lumongga (81). Sedangkan registrasi calon peserta dapat menghubungi Pahala Rajagukguk di nomor 081361748404 dan Posman Marpaung pada nomor handphone 081376761681. (*/ton/smg)

Sarana Efektif Membina Insan Islami

SERGAI- Shaum (puasa) adalah sarana yang efektif untuk membina manusia menjadi insan yang memiliki keberanian dalam merealisasikan nilai-nilai Islam pada kehidupan pribadi dan sosial. Keistimewaan yang terkandung dalam bulan suci ramadan ini merupakan suatu kesempatan yang sangat besar dan luar biasa bagi kita dalam meningkatkan derajat dan kwalitas untuk menjadi orang-orang yang bertaqwa.

Demikian diungkapkan Bupati Serdang Bedagai Ir HT Erry Nuradi MSi saat mengawali kunjungan tim I Safari Ramadan 1432 H Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) di Masjid Babuljannah Desa Sipispis Kecamatan Sipispis, Senin malam (8/8).

Turut tergabung dalam tim I Dandim 0204/DS Letkol Arh Wawik Dwinanto SSos, Kapolres Sergai AKBP Arif Budiman SIk MH, Kajari Sei Rampah Erwin Harahap SH, Wakil Ketua DPRD Sergai Drs H Sayuti Nur MPd, Ketua MUI Sergai H Luckman Yahya, Kakan Kemenag Sergai Drs HM Hasbi MH, Wakil Ketua PN Tebing Tinggi Deli Agung Suhendro, SH, MH, Staf Ahli Bupati Bidang Pemerintahan Drs Rachmad Karo-karo, Kacab Bank Sumut Sei Rampah T Ade Maulanza SE, Kabag Kessos Ikhsan AP, Kabag Umum M Faisal Hasrimy, AP, MAP, Kabag Humasy Dra Indah Dwi Kumala, Kasubbag Dokumentasi Bagian Humasy Sunarto SSos, Tokoh Masyarakat Drs H Hasbul Huzain SH, Ustadz H Jalaluddin Damanik dan Ustadz Drs H Irfan El Fuadi Lubis serta unsur pers.

Kedatangan tim I Safari Ramadan Pemkab Sergai itu diterima langsung oleh Camat Sipispis Pribadi Perangin-angin SSos, unsur Muspika dan ratusan warga masyarakat Sipispis lainnya.

Lebih jauh Bupati Sergai HT Erry Nuradi mengatakan bahwa momentum ramadan tahun ini dapat kita jadikan sebagai sarana untuk memperkuat iman kita kepada Allah SWT, sebab memperkuat iman merupakan cara terbaik membersihkan hati dari kebencian dan permusuhan sebagaimana yang diserukan oleh Syekh Saleh Al-Thalib imam dan khatib Masjid Agung Makkah pada khotbah Jumat pertama Ramadan kemarin.

Pada kesempatan itu Bupati juga menghimbau kepada masyarakat untuk merubah Kartu Tanda Pengenal (KTP) yang lama menjadi  KTP elektronik karena pada tahun ini Pemkab  Sergai akan menerapkan program e-KTP  yang dapat meminimalisir kemungkinan terjadinya pemalsuan dokumen kependudukan yang dapat merugikan masyarakat nantinya.

Selain itu imbauan untuk dapat memelihara diri dari perbuatan yang menodai kesucian dan kemuliaan Ramadan serta senantiasa meningkatkan kepedulian antar sesama dengan berinfaq, sadaqah dan membayar zakat melalui badan atau lembaga amil zakat resmi.

H Luckman Yahya dalam tausiyahnya menjelaskan kata suci yang dirangkaikan pada 3 kata yakni bulan suci untuk menyatakan bulan Ramadan, rumah suci untuk menyatakan masjid dan kitab suci untuk menyatakan Al-Qur’an memiliki makna  paling tinggi, paling baik, paling mulia dan paling bernilai.(mag-15)