26 C
Medan
Thursday, April 9, 2026
Home Blog Page 14843

Selamatkan Perusahaan dari Kebangkrutan

Sahur Bersama Dirut PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi, Ir Oki Doni Siregar

Memasuki hari kedua Ramadan lalu Tim Sahur Sumut Pos berkesempatan sahur bersama di rumah Dirut PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi, Ir Oki Doni Siregar.

Sopian, Tebing Tinggi

Tepat pukul 03.30 WIB, Tim Sahur Sumut Pos menuju rumah Oki Doni Siregar di Jalan Deblod Sundoro, Gang Torop, Lingkungan IV, Kelurahan Bagelen, Kecamatan Padang Hilir, Kota Tebing Tinggi. Sekira pukul 04.00 WIB, Tim Sahur Sumut Pos tiba dan mengetuk pintu pagar. Selang beberapa detik, Ir Oki Doni Siregar keluar dari dalam rumahnya mengenakan baju koko warna putih, peci dan sarung corak kotak-kotak warna kuning. Dengan mengucapakan salam, Doni mempersilakan Tim Sahur Sumut Pos masuk.

Rumah tokoh yang dekat dengan para pemuda itu tak tampak kesan mewah, bangunan rumah dengan cat warna hijau, lantai keramik warna putih dengan luas bangunan sekitar 8×14 meter. Saat itu Ir Oki Doni Siregar ditemani oleh istrinya, Nila Erwita br Harahap dan tiga orang anaknya, Namira Okita Zahara, Sifana Rehana dan Badia Raja.
Pria berkacamata yang juga Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tebing Tinggi itu mengajak Tim Sahur Sumut Pos menuju meja makan. Terlihat hidangan di meja makan ada nasi putih, ikan goreng, sambal, sayur, sop daging, sayur pucuk rotan, sambal ayam goreng, air putih hangat dan beberapa potong buah apel dan semangka.
“Silakan makan sahur jangan segan-segan dan anggaplah rumah sendiri. Beginilah kami setiap makan sahur bersama keluarga, makan dengan apa adanya, yang penting buah untuk menjaga kondisi kesehatan badan saat melaksanakan ibadah puasa keesokan harinya,” kata istri Nila Erwita br Harahap, istri Ir Oki Doni Siregar.

Usai santap sahur Wakil Ketua KNPI dan Ketua bidang Ideologi dan Politik Pemuda Pancasila Kota Tebing Tinggi itu kemudian mengajak Tim Sahur Sumut Pos untuk duduk di beranda depan rumahnya dengan membawa segelas teh manis panas.

“Mari duduk di beranda depan sambil menunggu datangnya azan salat Subuh,” ucap Oki Doni. Doni pun bercerita sedikit tentang keberhasilannya selama memimpin perusahaan PDAM Tirta Bulian yang mulai dipimpinnya tahun 2007 lalu. Prestasi yang sudah diraihnya pernah mendapatkan Sertifikat International Standard Organization (ISO) 9001:2008 dari Sai Global, perusahaan sertifikasi dari Australia tahun 2008. Kemudian, dia mampu menyakinkan Departemen Keuangan Republik Indonesia  untuk menghapuskan hutang non pokok (bunga) sebesar Rp5,8 miliar, serta menyakinkan pemerintah Kota Tebing Tinggi dalam penyertaan modal untuk pembayaran hutang pokok sebesar Rp1,8 miliar.

“Itu saya lakukan untuk memperbaiki serta menyehatkan PDAM Tirta Bulian yang dulunya sebelum saya memimpin sempat hampir bangkrut. Saya berjuang keras untuk menyehatkan kembali PDAM Tirta Bulian ini,” bilang pria berkacamata itu.

Dijelaskannya, setelah dirinya empat tahun memimpin perusahaan air minum tersebut, mampu menyehatkan PDAM Titrta Bulian yang dulunya terpuruk dan kini sudah normal kembali, sehingga, menurutnya, PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi adalah PDAM satu-satunya yang tidak memiliki hutang di Sumatera Utara, serta berdasarkan audit BPKP dan BPP SPAM, PDAM Tirta Bulian adalah PDAM yang paling tersehat di Sumut tahun 2010 sehingga mendapatkan Pepamsi Award.

“Perusahaan kami meraih sertifikat secara pribadi di Indonesia Eksekutive dan Freposional Golden Award tahun 2008 dan International Best Eksekutive Citra Award 2009-2010,” bilangnya.

Ir Oki Doni Siregar berharap kedepan agar PDAM Tirta Bulian Kota Tebing Tinggi mampu secara global memberikan pelayanan khususnya penyediaan air bersih dengan pelayanan prima dan terbaik kepada seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi, dan akan menjadikan PDAM Tirta Bulian menjadi perusahaan air minum terbaik di Sumut.

Bukan itu saja sebagai Ketua Pimpinan Cabang Nahdlatul Ulama (NU) Kota Tebing Tinggi dia mengimbau kepada seluruh masyarakat Kota Tebing Tinggi, bagi yang tidak berpuasa agar menghargai orang yang sedang menjalankan ibadah puasa.

“NU Tebing Tinggi bersikap toleran, namun NU berharap kepada  masyarakat untuk menghargai orang yang sedang menjalankan ibadah puasa,” terang Oki Doni.
Menurutnya, NU Kota Tebing Tinggi juga akan melaksanakan safari Ramadan ke beberapa masjid yang ada di Kota Tebing Tinggi.

Tepat pukul 05.02 WIB terdengar azan tanda masuknya waktu Salat Subuh. Tim Sahur Sumut Pos pun beranjak meninggalkan kediaman rumah Ir Oki Doni Siregar. Sambil berjalan Oki mengantarkan Tim Sahur Sumut Pos ke depan gerbang rumahnya.

“Jadilah Anda sebagai seorang jurnalis yang prefosional, berjalan pada koridor yang telah diatur oleh perusahaan. Ke depan akan mendapatkan berkah dari Allah SWT,” katanya. (*)

Tampil Tomboy Lebih Percaya Diri

Kebanyakan wanita ingin tampil anggun dan feminim agar terihat cantik dan sempurna.

Tapi tidak bagi Dini Noviani Tanjung, Manajer House
keeping Garuda Plaza Hotel. Ia justru memilih tampil tomboy dalam kesehariannya.
Ibu dua anak ini memilih untuk tampil tomboy dengan alasan lebih nyaman, dan percaya diri. Bahkan dengan penampilan seadanya, membuat dirinya merasa nyaman dari mata lelaki.

“Dalam Islam, wanita tampil cantik untuk suami, jadi saya tidak merasa rugi dengan penampilan saya, karena suami saya suka,” ujar wanita kelahiran tahun 1975 ini.

Ibu dari Tafsin Bintang Diega dan Tafsin Langit Diega ini bilang, sejak kecil dirinya juga terbiasa tampil tomboy. Apalagi, tampilanya yang tomboy juga tak terlepas dari sifat kemandiriannya yang kuat menghadapi cobaan hidup.
Anak ke delapan dari sepuluh bersaudara ini mengaku, sebelum berkerja sebagai Manajer Houskeeping di Garuda Plaza Hotel, ia terlebih dahulu telah mengadu nasib ke ibukota. Padahal pada saat itu Indonesia sedang mengalami krisis moneter (1998).

Tetapi karena tekadnya, wanita yang bercita-cita ingin menjadi Menteri Sosial ini tetap bertahan, sehingga akhirnya bertemu dengan sang suami dan memutuskan kembali ke Medan.

Menjadi wanita pekerja adalah pilihan hidup yang diambilnya, bukan untuk gaya-gayaan dan pamer. Tapi demi membantu suami dalam menutupi kebutuhan hidup mereka. “Saya sadar, dalam Islam bila suami masih dapat menafkahi keluarga, maka istri tidak perlu bekerja. Tetapi zaman sekarang, biaya pendidikan tinggi dan terpaksa harus suami istri bekerja. Karena itu saya memilih untuk bekerja,” ujarnya.

Dini juga menyadari konsekuensinya menjadi wanita pekerja. Hal ini membuat buah hatinya harus diasuh baby sister. Makanya anak keduanya, Tafsin Langit Diega (1,8 bulan) lebih dekat dengan pengasuhnya ketimbang dirinya.
Meski kenyataannya seperti itu, tapi Dini tak melankolis . Dia tetap berusaha agar dekat dengan buah hatinya. “Ini konsekuensi yang harus saya hadapi. Tapi saya tidak mau cenggeng. Saya berusaha meluangkan waktu buat anak-anak saya,” pungkasnya. (mag-9)

Satu Rumah Ludes

SUNGGAL- Akibat korsleting listrik, satu unit rumah di Jalan Masjid Gang Rezeki, Desa Paya Geli, Kecamatan Sunggal, Kabupaten Deli Serdang, ludes terbakar, Sabtu (6/8) siang pukul 12.00 WIB. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini, namun kerugian diperkirakan ratusan juta rupiah.

Menurut pemilik rumah, Horas P Pasaribu (65), saat itu dia sedang menonton televisi di ruang tamu. Saat asyik nonton, tiba-tiba meteran listrik di atas pintu rumahnya meledak dan langsung mengeluarkan percikan api dan membakar asbes serta dinding rumah yang terbuat dari papan.

Namun sayang, api dengan cepat menyambar dan membakar seisi rumah. Bahkan, satu unit angkot yang terparkir di dalam garasi rumah ikut terbakar. Namun, mobil angkot milik Horas ini tidak sempat hangus, karena warga langsung cepat mengeluarkan dengan cara mendorong keluar, sehingga api hanya membakar atap bagian atas mobil angkot itu. Api bisa dipadamkan, setelah lima mobil pemadam kebakaran milik Pemko Medan dan Pemadam milik Pemko Binjai turun ke lokasi.(fit/smg)

Digilas Truk Usai Mengantar Anak

MEDAN- Usai mengantar anaknya bekerja di bengkel, Chapsah (42), warga Jalan Monel Anwar, Kelurahan Terjun, Medan Marelan, tewas ditabrak truk di Jalan Rahmat Budin, Medan Marelan, Sabtu (6/8). Wanita malang ini tewas dengan kondisi kepala pecah akibat tergilas ban truk.

Ali Usman (45), suami almarhum saat ditemui wartawan di depan ruang otopsi RSUD dr Pirngadi Medan menuturkan, saat itu istrinya pergi mengantarkan anaknya, Abu Hanifah (22), dengan menggunakan sepeda motor untuk bekerja di bengkel. (jon)

Kamar Mandi Mungil, Bukan Sempit

Kamar mandi kecil bukan berarti kekurangan tempat. Ukuran boleh kecil, tapi harus tetap fungsional dan nyaman. Apalagi, zaman sekarang, pada perumahan di perkotaan, jarang sekali terdapat kamar mandi berukuran besar. Kecuali rumah yang memang berdiri di lahan yang cukup luas.

Kamar mandi berukuran kecil sering dianggap kurang nyaman. Padahal, seharusnya ukuran besar maupun kecil, tetap harus fungsional dan nyaman. Gimana ya caranya?

Ketika menata kamar mandi, salah satu poin penting adalah hindari lahan mati. Maksudnya, jangan sampai ada lahan yang tersia-siakan. Manfaatkan semua sudut yang ada seefektif mungkin. Tapi jangan sembarang menempatkan lemari atau rak. Kalau memang tidak diperlukan, jangan sungkan untuk menyingkirkannya.

Karena ruangannya yang kecil, kamar mandi tak mungkin menampung banyak barang. Cukup tentukan satu ornamen yang menjadi fokus,misalnya satu tembok dengan keramik bermotif, atau cermin dengan lampu yang indah. Cermin berukuran besar tanpa frame dapat pula ditempatkan di dinding untuk memberi efek ruang yang lebih lega.

Dalam penggunaannya, kamar mandi akan dipenuhi dengan handuk dan pakaian kotor. Karenanya, siapkan tempat untuk menyimpan semua hal tersebut. Kamar mandi yang rapi akan membuat kamar mandi tampak lebih indah. Belilah wadah yang cantik sesuai tema kamar mandi. Wadah cantik itu juga berfungsi sebagai penghias kamar mandi.
Pilihan warna juga berpengaruh besar. Pilihan warna-warna pucat pas sekali diaplikasikan di kamar mandi berukuran sempit. Kenapa? Soalnya warna gelap membuat ruangan tampak lebih sempit. Kalaupun mau tetap menggunakan warna gelap, jangan aplikasikan pada bagian-bagian ruangan yang dominan, seperti dinding.

Pilihan warna putih sebagai warna dominan, membuatnya tampak lebih terang, bersih, dan lega. Warna hitam diaplikasikan sebagai penyeimbang. Jangan lupakan peran cermin dan penggunaan material kaca pada shower area . Keduanya membuat kamar mandi terasa lebih “ringan”.

Cara lain untuk memperindah kamar mandi adalah dengan penerangan yang tepat. Pilih lampu yang tidak terlalu terang,namun bukan remang-remang. Penerangan yang terkesan natural akan menciptakan suasana yang nyaman di dalam kamar mandi. Jangan lupa, tambahkan wewangian segar di kamar mandi Anda. Selain memberi efek yang menenangkan,wewangian juga bisa mempercantik kamar mandi Anda.(net/jpnn)

Tewas di Kamar Mandi

MEDAN- Setelah berjam-jam tak keluar dari kamar mandi, M Arsyad (48), warga Jalan Brigjen Katamso, ditemukan tewas, Sabtu (6/8) siang. Mayat Arsyad ditemukan pertama kali oleh kemanakannya, Putra (30), yang curiga melihat Arsyad tak keluar-keluar dari kamar mandi Pasar Sambas tersebut.

Pengakuan Putra, saat dirinya hendak ke kamar mandi, ada temannya mengatakan kalau Arsyad sedang di kamar mandi. Namun setelah ditunggu beberapa jam, Arsyad tak juga keluar, sehingga menimbulkan kecurigaan. Akhirnya Putra mendobrak pintu kamar mandi dan menemukan Arsyad telentang di kamar mandi dalam kondisi tak bernyawa lagi.(jon)

Bantu Pelaku UKM

Kampung Ramadhan Hadir di Medan Johor

MEDAN- Menyemarakkan Bulan Suci Ramadan 1432 Hijriyah, Wali Kota Medan Rahudman Harahap meresmikan pembukaan Kampung Ramadhan di Lapangan Cadika, Jalan Karya Wisata Medan Johor, Jumat (5/8) malam.
Hadir dalam pembukaan Kampung Ramadhan ini diantaranya tokoh masyarakat Kota Medan sekaligus penggagas Kampung Ramadhan ini M Syaf Lubis, Ketua MUI Kota Medan M Hatta dan unsur muspida Kota Medab.

Rahudman Harahap mengungkapkan, dalam kurun waktu sepekan ini, dia sudah tiga kali meresmikan even sejenis, yakni Ramadhan Fair di Taman Sri Deli, Ramadhan Fair di Lapangan Sepakbola Mabar Medan Deli dan Kampung Ramadhan di Medan Johor ini. Dalam kesempatan itu, Rahudman juga mengaku sangat mendukung kegiatan tersebut, karena merupakan tempat membina para pelaku UKM serta mengais rezeki selama Ramadan.

“Saya senang melihat tempat seperti ini, untuk membantu pertumbuhan ekonomi warga khususnya pelaku UKM yang ikut serta dalam acara ini,” ujar Rahudman.

Untuk lapangan Cadika ini, sambungnya, Pemko Medan akan mengubahnya menjadi lapangan hijau terbuka dan lapangan ini akan dijadikan tempat rekreasi keluarga serta tempat bermain anak.

Sementara itu, M Syaf Lubis dalam sambutan mengucapkan terima kasih atas atensi masyarakat terhadap acara pembukaan Kampung Ramadhan ini. “Kampung Ramadhan ini diharapkan benar-benar dapat membina pelaku UKM dan mudah-mudahan kegiatan ini dapat dilakukan setiap tahun. Kita selaku pegagasan acara ini juga mengucap terima kasih atas dukungan Pemko Medan serta para unsur muspida yang membantu acara ini,” ujarnya.

Setelah itu, wali Kota Medan didampingi Ketua MUI Kota Medan dan sejumlah tokoh masyarakat serta penyelenggara acara memukul bedug tanda dibukanya Kampung Ramadhan ini. Selanjutnya, acara dilanjutkan dengan penampilan Band Al-Barokah untuk menghibur pengunjung. (mag-7)

923.439 WNI Wisata ke Malaysia

MEDAN- Kunjungan wisatawan Indonesia ke Malaysia hingga Juni 2011 mencapai 923.439 pengunjung. Jumlah ini telah mencapai setengah dari target yang ingin dicapai di 2011.

Hal ini dikatakan Direktur Tourism Malaysia wilayah Sumatera Suhaimi Abu Hassan Shari pada silahturahmi bertajuk “Buka Puasa Bersama Media” di Hotel Garuda Plaza Medan, kemarin.

Suhaimi didampingi Deputi Direktur Azidin Md Bidi, PR Manajer Ade Nova Zein dan Marketing Tourism Malaysia Juliana Fong mengatakan, acara buka bersama yang mereka gelar bertujuan untuk menyampaikan ucapan terimakasih Tourism Malaysia kepada media yang selama ini ikut membesarkan nama Tourism Malaysia.

“Kami sangat berterimakasih kepada media sebab media telah memberikan banyak informasi bermanfaat yang disampaikan kepada masyarakat sehingga kunjungan jumlah wisatawan dari Indonesia ke Malaysia setiap bulannya semakin meningkat,” ujar Suhaimi.

Menurutnya, Indonesia dan Malaysia memiliki budaya yang sama. Dengan keanekaragaman acara yang terdapat di tengah Kota Medan dan Kampung Ramadan yang digelar Pemko Medan, mirip dengan yang dilakukan Kementrian Pariwisata Malaysia.(tomi razali)

“Setiap tahunnya Malaysia menggelar bazar Ramadhan yang mana program ini adalah program yang merupakan kerja sama Masjid Jamek Kampung Bharu yang disempurnakan oleh YB Menteri Pariwisata Malaysia, Dr Ng Yen Yen di Kuala Lumpur di awal Ramadan,” ujarnya.

Program bazar yang berlangsung selama 1 bulan ini merupakan kali ketiga cara Kementrian Pariwisata Malaysia untuk menarik para wisatawan manca negara yang ingin melihat produk-produk Malaysia. Di antaranya, makanan tradisional yang mungkin sulit ditemukan oleh para wisatawan apabila tidak langsung berkunjung ke negeri tersebut misalnya Bubur Lambuk Agung Masjid Jamek Kampung Bharu. “Semua dapat dinikmati di bazar Ramadan Malaysia yang berlangsung selama 30 hari bulan Ramadan,” pungkasnya. (omi)

Polisi Disersi Curi Sawit

TEBING TINGGI- Petugas pengaman perkebunan PTPN 3 Gunung Pamela meringkus seorang personel Polres Tebing Tinggi disersi, Brigadir Irsan Susanto Samosir (30) yang tertangkap tangan mencuri sawit, Jumat (5/8) sore. Kini anggota kepolisian yang berpangkat Brigadir itu menjalani pemeriksaan di Unit Satuan Propam Polres Tebing Tinggi.

“Sudah tiga puluh hari kami mencarinya, terakhir pihak pengamanan perkebunan yang menangkap,” kata petugas di Unit satuan Propam kepada Sumut Pos, Sabtu (6/8). Brigadir Irsan yang menetap di Dusun VIII, Desa Sei Blutu, Kecamatan Sei Bamban, Kabupaten Serdang Bedagai ini, sebelumnya bertugas di Mapolsek Tebing Tinggi sebagai anggota jaga. Dirinya sudah disersi sejak Mei 2011 hingga akhirnya tertangkap sekarang.

Dia ditangkap pengaman perkebunan yang sedang patroli ketika sedang menurunkan buah sawit milik perkebunan dari pohonnya. Barang bukti yang berhasil diamankan dari pelaku yakni dua tandan sawit segar serta dua alat potong sawit. Mernutut Suparno dan Tigor Manulang, petugas perkebunan, saat ditangkap Brigadir Irsan mengaku petugas.(mag-3)

Setan di Bulan Ramadan

Rasulullah SAW bersada, “Telah datang kepada kalian bulan Ramadan. Bulan yang penuh berkah. Di dalamnya, Allah mewajibkan puasa bagi kalian, pintu-pintu surga dibuka lebar, pintu-pintu neraka ditutup rapat, setan-setan di belenggu.
Didalamnya juga terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan; barang siapa yang tidak mendapatkan kebaikannya, sungguh ia tidak mendapatkan kebaikan (HR Ahmad, Al-Baihaqi, dan Al-Nasa).”

Di bulan yang mulia ini, hadis diatas cukup sering kita dengar di ceramah-ceramah sebelum tarawih. Sebuah penghormatan yang luar biasa bagi bulan ini, sampai-sampai setan pun “dibelenggu”.  Namun, pertanyaan baru muncul, bila setan dibelenggu, namun mengapa masih ada kejahatan di  bulan suci ini?
Bukankah tindakan penistaan dan kejahatan adalah kerjaan setan. Tentu hadis di atas merupakan permisalan yang terjadi bagi hamba-hambanya yang melaksanakan ibadah puasa dengan baik.

Di bulan Ramadan, secara fisik, ada dua aspek yang dilarang yaitu makan minum dan syahwat biologis (berhubungan intim). Nah, tatkala kedua hal ini dikendalikan, di sinilah letaknya pintu masuk setan tertutup, walau masih banyak pintu masuk lainnya. Banyak kejahatan terjadi, disebabkan dua faktor ini. Oleh karena itulah, Allah menjaga ummat Islam yang benar-benar melakukan puasa dari godaan setan. Namun adakah setan akan berdiam diri?

Jawabannya tidak, bahkan ia akan semakin meronta dan menggoda. Apalagi menjelang berakhirnya Ramadan, godaannya semakin kuat. Itulah makanya, banyak shaf masjid berkurang drastis dan semakin surut menjelang idul fitri. Saudaraku, siapkah berhadapan dengan setan.(*)