32 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14889

71 Korban Penyelundupan Manusia Diselamatkan

BANGKOK- Otoritas keamanan Thailand membebaskan 71 orang di antaranya adalah perempuan dan anak-anak korban penyelundupan manusia yang akan dijadikan pekerja di panti pijat dan karaoke.

Deputi komandan kepolisian Distrik Sadao Letkol Noppadon Petsus mengatkakan, sebanyak 13 orang gadis di bawah usia 18 tahun ditemukan.

“Operasi ini dilakukan karena muncul keluhan dari Kedutaan Besar Laos di Kamboja. Sebanyak 70 perempuan tersebut adalah warga Laos dan satu orang dari Myanmar,” ujar Petsus Seperti dikutip AFP, Sabtu (30/7).
Seorang pria Singapura, Malaysia, dan perempuan asal Thailand ditahan dengan tuduhan penyelundupan manusia.
“Hukuman bagi seorang dengan dakwaan penyelundupan manusia sangat berat dan terkadang dapat dikenakan hukuman mati,” tambahnya.

Sebanyak 59 wanita yang bekerja di karaoke dibebaskan polisi, dan 12 lainnya bekerja di spa yang terletak di perbatasan Malaysia dan Thailand.(net/jpnn)

Kapolda Sumut Siap Amankan Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP

Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro SH akan memerintahkan seluruh Polres dan Polresta se Sumut untuk mendukung pelaksanaan Perayaan Pesta Jubileum 150 Tahun HKBP dan Gegana Brimobdasu diperintahkan agar melakukan sterilisasi Stadion Teladan dan sekelilingnya, tempat pelaksanaan puncak acara 7 Oktober sebelum sebelim Pesta dimulai.

Jenderal Polisi berbintang dua itu mengatakan hal itu kepada Panitia Jubileum 150 Tahun HKBP saat beraudiensi di rumah dinas Kapolrasu, Rabu (20/7) Jalan Sudirman Medan. Kapoldasu tidak menginginkan ada masalah pada kemeriahaan acara itu. Polres dan Polresta harus mengawal rombongan yang datang dari Kabupaten/Kota masing-masing menuju Stadion Teladan Medan dan megawal ketika hendak pulang.

“Mari kita buat acara akbar Jubileum 150 HKBP meriah, tapi kita tidak menginginkan timbul permasalahan saat acara berlangsung, sebelum hari H, kita akan perintahkan pasukan gegana Brimobdasu mensterilkan stadion Teladan dan pekarangannya karena kita tidak mau saudara-saudara kita yang merayakan Jubileum terganggu kegembiraannya,” ucap Kapoldasu.

Alumni SMP katolik Budi Murni Medan ini meminta semua pihak mendoakan kesuksesan Pesta Jubileum. Dikatakannya, Indonesia negara yang pluralisme, kerukunan beragamanya sangat tinggi sehingga tidak mungkin Indonesia menjadi negara Islam. Agama tidak perlu dipertentangkan, pembangunan Gereja jangan dipersulit karena hal itu tidak baik dan saat terjadi pertentangan itu teroris bisa menyusup.
Kapoldasu juga sangat menaruh apresiasi terhadap kegiatan sosial yang dilaksanakan Panitia Jubileum yang sudah melaksanakan operasi bibir sumbing dan langint-langit, mata katarak, pengobatan gratis berbagai penyakit tidak hanya di kalangan Kristen tapi sampai menyentuh umat Muslim dan agama lain.

“Membantu orang lain sangat muliakarena hidup bukan hanya di dunia tapi sampai di akhirat, banyak saudar-saudara kita yang kurang beruntung dan tidak memiliki biaya untuk berobat. Mari kita saling membantu agar negara kita makin kokoh dan kuat, kita bantu Pemerintah dengan cara peduli kepada sesama,” jelas Kapoldasu.

Panitia Jubileum Wilayah II dipimpin Ketua Umum DR RE Nainggolan, Sekum Jadi Pane SPd, Bendahara Umum Ir Basta Siahaan, Ketua II DR Jongkers Tampubolon, Praeses Distrik X Medan-Aceh Pdt SMP Marpaung STh, Bidang Kerohanian Pdt H Marpaung, Bidang Kesehatan Dr Horas Rajagukguk SpB, Ir Bintatar Hutabarat (Bidang Dana), Ir Alex Siahaan Msi, (Bidang Sarana), Hanna Lore

Simanjuntak (Bidang Konsumsi), Bonar Simanjuntak (Bidang Transportasi), Boni Tambunan dan Horas Pasaribu SSos ( Bidang Publikasi dan Dokumentasi). Kapoldasu didampingi Kabag Ops, dan Dir Intel.

DR RE Nainggolan merasa tersanjung diterima Kapoldasu di rumah dinas, semua itu karena ikatan persaudaraan dimana Kapoldasu asli anak Medan. Dia menjelaskan kepada kapoldasu bahwa & Oktober Gereja HKBP genap berusia 150 Tahun tepatnya 9 Oktober 1861. Panitia dibagi dalam empat Wilayah, wilayah I Tapanuli, Wilayah II Medan yang meliputi Distrik X Medan Aceh, Distrik Binjai Langkat, Distrik Tebing Tinggi Deli, Distrik Asahan-Labuhanbatu, Distrik Dairi dan Distrik Tanah Alas, Wilayah III Pekanbaru, Wilayah IV Surabaya dan Ketua Umum Nasional Edwin Pamimpin Situmorang SH MH.

Wilayah II akan melaksanakan pesta puncak, Minggu 9 Oktober di Stadion Teladan Medan pukul 16.00 Wib, jemaat HKBP dari seluruh Distrik di lingkungan wilayah II akan tumpah ruah di Stadion Teladan yang diperkirakan berjumlah 100 orang. Acara diawali dengan Ibadah yang dipimpin Ephorus HKBP Pdt DR Bonar Napitupulu, malam harinya acara nasional yang dihadiri unsur Muspida Sumut dimeriahkan dengan hiburan dan operette sejarah masuknya Kristen di Tanah Batak.

Panitia sangat berharap kehadiran Kapoldasu hadir, Kapoldasu menyatakan hadir kalau tidak dipanggil oleh kapolri di Jakarta. RE menjelaskan, HKBP adalah gereja yang dialogis yang artinya gereja terbuka, bisa membangun kerjasama dengan antar gereja, agama lain membangun kesatuan bagi bangsa dan negara. (*)

Cinta Uang, Akar Segala Kejahatan

Oleh:   Pdm. Edison Sinurat STh

1 Timotius 6:9-10
“Tetapi mereka yang ingin kaya terjatuh ke dalam pencobaan, ke dalam jerat dan ke dalam berbagai-bagai nafsu yang hampa dan yang mencelakakan, yang menenggelamkan manusia ke dalam keruntuhan dan kebinasaan. Karena akar segala kejahatan ialah cinta uang. Sebab oleh memburu uanglah beberapa orang telah menyimpang dari iman dan menyiksa dirinya dengan berbagai-bagai duka.”

Suatu ketika, kapal Shanunga yang sedang dalam perjalanan dari Liverpool ke New York bertabrakan dengan kapal layar Swedia bernama Iduana dari Hamburg. Kapal tersebut bermuatan 206 penumpang. Ketika itu cuaca sangat berkabut. Iduana tenggelam sekitar setengah jam setelah bertabrakan. Sekoci-sekoci Shanunga segera diturunkan. Dengan satu sekoci dari Iduana, mereka hanya berhasil menyelamatkan 34 orang. Seratus tujuh puluh dua (172)orang, termasuk kapten kapal, Kapten Moberg, hilang.

Kapten Patten dari Shanunga, ketika menceritakan kembali bencana ini, mengatakan kengerian peristiwa itu. Semua yang berhasil selamat diangkat dari permukaan air. Sisanya tenggelam karena satu sebab. Hampir semua di antara mereka mencoba menyelamatkan uang emas dan mengikatkannya ke pinggang masing-masing. Oleh karena berat tubuh mereka ditambah kantong-kantong emas di pinggang itulah mereka menjadi lebih cepat tenggelam. Mereka yang mencoba menyelamatkan  uang kehilangan uang dan nyawa mereka sendiri.

Betapa serakahnya manusia itu sehingga harus kehilangan nyawanya. Di bagian lain di bumi ini kita menyaksikan bahwa orang-orang harus mengalami penderitaan, masuk ke sel tahanan akibat ketamakannya akan uang alias korupsi. Banyak pejabat negeri ini, wakil rakyat yang sudah mendekam di dalam rumah tahanan dan yang lain sedang antri menunggu giliran. KPK sedang bekerja keras mengurusi ribuan kasus korupsi di negeri ini. Keinginan menjadi kaya ini seperti roh yang tak terbendung begitu kuat mempengaruhi manusia hari-hari ini. Salah satu sumber kejahatan manusia akhir zaman menurut 2 Timotius 3:2 adalah, manusia menjadi hamba uang. Mereka mengabaikan hati nurani dan tidak lagi berpikir panjang. Lebih parahnya lagi di antara mereka itu sudah memperhitungkan konsekuensinya dan mempersiapkan diri untuk melarikan diri ke negara lain. Dengan menggandakan paspor, dan kartu identitas lainnya, mereka menjadi nyaman melakukan dosa tersebut. Sungguh, ancaman penjara sepertinya tidak mampu memberi efek jera bagi para pelaku korupsi ini. Jangankan penjara, neraka pun mungkin tidak lagi menjadi menakutkan bagi mereka.
Dalam pandangan Yesus, kekayaan merupakan suatu rintangan terhadap keselamatan dan kemuridan. “Yesus berkata kepada murid-murid-Nya: “Aku berkata kepadamu, sesungguhnya sukar sekali bagi seorang kaya untuk masuk ke dalam Kerajaan Sorga. Sekali lagi Aku berkata kepadamu, lebih mudah seekor unta masuk melalui lobang jarum dari pada seorang kaya masuk ke dalam Kerajaan Allah.” (Matius 19:23-24).

Kekayaan memberi rasa keamanan yang palsu. Perhatikan bagaimana Yesus memberi peringatan kepada kita seperti berikut ini. “Kata-Nya lagi kepada mereka: “Berjaga-jagalah dan waspadalah terhadap segala ketamakan, sebab walaupun seorang berlimpah-limpah hartanya, hidupnya tidaklah tergantung dari pada kekayaannya itu.” Kemudian Ia mengatakan kepada mereka suatu perumpamaan, kata-Nya: “Ada seorang kaya, tanahnya berlimpah-limpah hasilnya. Ia bertanya dalam hatinya: Apakah yang harus aku perbuat, sebab aku tidak mempunyai tempat di mana aku dapat menyimpan hasil tanahku. Lalu katanya: Inilah yang akan aku berbuat; aku akan rombak lumbung-lumbungku dan aku akan mendirikan yang lebih besar dan aku akan menyimpan di dalamnya segala gandum dan barang-barangku. Sesudah itu aku akan berkata kepada jiwaku: Jiwaku, ada padamu banyak barang, tertimbun untuk bertahun-tahun lamanya; beristirahatlah, makanlah, minumlah! Tetapi firman Allah kepadanya: Hai engkau orang bodoh, pada malam ini juga jiwamu akan diambil dari padamu, dan apa yang telah kausediakan, untuk siapakah itu nanti? Demikianlah jadinya dengan orang yang mengumpulkan harta bagi dirinya sendiri, jikalau ia tidak kaya di hadapan Allah.” (Lukas 12:15-21).
Menjadikan keuntungan dan kekayaan duniawi hasrat dari kehidupan adalah kesalahan fatal yang memimpin kepada kerugian kekal. Ketamakan artinya kehausan untuk memiliki lebih banyak. Masing-masing kita harus memperhatikan peringatan Yesus dan menyelidiki diri apakah ada sifat mementingkan diri dan tamak di dalam hati kita.
Seringkali orang kaya hidup seakan-akan mereka tidak memerlukan Allah. Dengan mengejar kekayaan, kehidupan rohani mereka tercekik, dan mereka dibawa ke dalam pencobaan dan keinginan yang mencelakakan, yang mengakibatkan mereka meninggalkan iman yang menyelamatkan.

Kekayaan sejati bagi orang Kristen terdiri atas iman dan kasih yang dinyatakan dalam penyangkalan diri dan hal mengikut Yesus. Orang yang benar-benar kaya adalah mereka yang telah memperoleh kemerdekaan dari perkara-perkara dunia oleh kepercayaan bahwa Allah adalah Bapa mereka dan bahwa Ia tidak akan meninggalkan mereka.
Orang Kristen tidak boleh berpegang erat kepada barang milik mereka sebagai kekayaan atau jaminan pribadi, tetapi mereka harus menyerakan kekayaan mereka dan menempatkan semua sumber penghasilan mereka ke dalam tangan Tuhan untuk dipergunakan di dalam Kerajaan-Nya, untuk memajukan maksud Kristus di bumi, dan bagi keselamatan dan keperluan orang lain.

Demikianlah mereka yang memiliki kekayaan dan harta bendawi harus memandang diri mereka sebagai pengurus barang milik Allah, serta harus bersikap dermawan, siap sedia untuk membagikan kepada orang lain dan kaya dalam kebajikan. Setiap orang Kristen hendaknya menyelidiki hati dan keinginannya sendiri: Apakah saya seorang yang serakah? Apakah saya seorang yang mementingkan diri sendiri? Apakah saya menginginkan harta berlimpah-limpah? Apakah saya sangat mendambakan kehormatan, martabat, dan kuasa yang sering diperoleh karena memiliki kekayaan besar?

Janganlah kamu menjadi hamba uang dan cukupkanlah dirimu dengan apa yang ada padamu. Karena Allah telah berfirman: “Aku sekali-kali tidak akan meninggalkan engkau.” (Ibrani 13:5) .

 

Artis Buta Temukan Hikmat di Tengah Tragedi

Tak lama setelah terjadinya badai Katrina dan setelah tiga kali memenangkan penghargaan Dove Award, artis Ginny Owens mulai menulis lead single untuk album barunya, Get In. I’m Driving. Ia tak pernah membayangkan bahwa hal itu akan membawanya ke dalam lima tahun penuh tragedi, baik secara global maupun secara pribadi, untuk menyelesaikan album itu.

Kehilangan penglihatan pada usia tiga tahun karena penyakit mata turunan, Ginny tidak asing dengan yang namanya penderitaan. Karena hal itu juga lagu-lagunya banyak memberi inspirasi dengan tema yang terkait dengan iman.
Single terbarunya, “Before You Fly”, juga sesuai dengan tema ini untuk mengatasi tantangan hidup. Namun lagu ini tidak diciptakannya dengan mudah.

“Saya sedang bergulat dengan badai saya sendiri yang bergejolak di dalam batin. Saya sering bertanya-tanya apakah saya benar-benar dapat membuatnya di tengah masa yang penuh gejolak, dan kalaupun saya melakukannya, apakah saya memiliki kata-kata pengharapan untuk ditawarkan,” ujar Ginny. Meskipun jawaban atas semua pertanyaan itu tidak datang dalam waktu singkat, Ginny menemukan kata-kata dorongan dan hikmat yang membantunya melahirkan single “Before You Fly”. “Bagi saya hal itu hanya benar-benar membuat saya belajar bahwa setiap hari saya harus mencari Tuhan. Dan hal ini berarti tidak hanya mengatakan “saya akan mencari Tuhan setiap hari dalam tragedi ini” namun saya harus melakukannya untuk mempelajari bagaimana rasanya untuk benar-benar mempercayai-Nya.”

Saat menulis “Before You Fly”, Ginny berharap dapat mengkomunikasikan pesan yang terus-menerus untuk senantiasa mencari Tuhan di dalam masa tragis yang dapat membantu bertumbuhnya kebijaksanaan seseorang di dalam Tuhan dan membantu seseorang untuk menang sebagai seorang yang lebuh kuat karena kehadiran Tuhan dan cinta kasih-Nya yang tanpa syarat bahkan di tengah tragedi.

Terkadang tragedi tidak hanya membawa rasa sakit dan beban berat yang harus dipikul melainkan akan membuat kita menjadi seorang pribadi yang lebih kuat dan semakin mengandalkan Tuan dalam setiap keadaan seperti yang dialami oleh Ginny Owens.(cp/jc)

Ayam Rica-Rica dan Petasan Manado

Warung Sulawesi Jalan Darussalam Medan

Bagi penyuka makanan pedas yang menggigit, silakan nikmati makanan khas Sulawesi di Warung Sulawesi Jalan Darussalam Medan. Sesuai dengan namanya, warung ini menjual makanan khas Sulawesi, seperti Nasi Ayam Rica-rica dan Nasi Ayam Petasan Manado. Mau tau rasanya? silakan datang sendiri.

“Kita mengangkat masakan Sulawesi, karena komunitas masyarakat Sulawesi banyak di Medan,” ujar Pengelola Warung Sulawesi, Rennard Sanggor. Selain itu, Kota Medan juga terkenal dengan wisata kulinernya, dimana makanan yang disajikan sesuai dengan lidah masyarakat Indonesia.

Makanan yang favorit di warung ini adalah Nasi Ayam Rica-rica dan Nasi Ayam Petasan Manado yang memiliki cita rasa pedas.

Nasi Ayam Rica-rica diolah dari daging ayam goreng sambal cabe merah dan cabe rawit disajikan bersama dengan nasi dan sayur  lalapan seperti selada, timun dan tomat. Masakan Sulawesi memiliki ciri khas sebagai yang lengkap dengan bumbu dapur, dan begitu juga Nasi Ayam Rica-rica. “Ini kan makanan asli Sulawesi, jadi cita rasa juga kita samakan dengan aslinya,” ujar Rennard.

Bila Anda  menikmati makanan ini, maka ada yang beda dengan bumbu masakan ini, terutama wangian bumbu dan daun.

Karena dalam cabe ayam Rica-rica digabung dengan dedaunan yang menambah cita rasa, seperti daun jeruk peruk, daun kemanggi dan serai. “Wangian dari daun ini akan menambah seleras makan,” tambah Rennard.

Rasa pedas  yang diberikan dari ayam Rica-rica ini juga asli dari cabe, tanpa ada campuran lada atau merica. Hal ini dapat dibuktikan dengan pedas yang menggigit saat di lidah dan ditenggorokan. “Pedas kita asli cabe, kita tidak mau menambah rasa pedas dari produk lainnya,” ucap Rennard. Asli cabe dari rasa pedas yang ditimbulkan dari ayam Rica-rica dapat rasa yang ditimbulkan dari makanan ini, yaitu segar. “Walaupun pedas, tapi segar,” ucap Rennard.
Sayuran lalap yang dipadu dengan paket ini juga untuk menetralisir lidah karena rasa pedas yang diberikan. “Pada sayuran kita tambahkan timun dan tomat, untuk meredakan rasa pedas dan menetralisir lidah,” tambah Rennard. Makanan ini dapat Anda nikmati dengan harga Rp20 ribu per porsinya.

Masakan lain yang menjadi favorit di warung ini adalah nasi Ayam Petasan Manado. Dan jangan heran tentang rasa pedas dari ayam ini. Kebanyang kan cabe hijau asli yang dijadikan sambal untuk paket nasi ini?

Selain rasa pedas, paket nasi Ayam Petasan Manado ini juga memiliki campuran bumbu khas Sulawesi yang cocok dengan lidah masyarakat Indonesia, seperti  jahe, kunyit dan lainnya. Uniknya, untuk paket nasi ini dapat dipilih sesuai dengan selera, yaitu nasi Ayam Petasan Manado atau nasi Sapi Manado.

Seperti, nasi ayam Rica-rica, pada paket ini juga dipadu dengan sayur lalapan untuk meredakan rasa pedas yang diberikan. Seperti selada, tomat dan timun. Yang pasti, Anda yang menikmati makanan ini dipastikan akan merasakan pedas yang segar dan nikmat.

Jadi, ingin menikmati masakan asli Sulawesi yang menggigit? silakan Anda kunjungi Warung Sulawesi yang terletak di Candi Foodcourt Jalan Darussalam Medan. (mag-9)

KKR Sukacita di Balige

Kreasi Kaum Muda GKP Pusat

Dalam mempertebal iman percaya dan meningkatkan ucapan syukur dan sukacita dalam pelayanan, kaum muda Gereja Kristen Pentakosta (GKP) Pusat di Medan mengadakan kebaktian kebangunan rohani kreasi di gedung GKP Balige, Sumut, akhir pekan lalu.

Kegiataan yang diikuti puluhan kaum muda tersebut berlangsung sukacita. Acara ini diawali doa pembuka yang dibawakan oleh Gembala Sidang GKP Balige, Pendeta SM Simanungkalit dan dilanjutkan dengan pujian dan penyembahan. Setelah itu renungan disampaikan oleh Pdp Immanuel Ginting.

Dalam renungan yang disampaikan Pdp Immanuel Ginting tentang teladan sosok Daniel yang menjadi berkat dalam kehidupannya dijelaskan bahwa teladan Daniel yang layak dipedomani. Daniel telah menjadi teladan meski tidak hidup di tengah bangsanya. Dalam keteladanannya namanya berubah menjadi Baltasar dari Daniel. Ia juga merubah bahasanya dari bahasa Ibrani ke Aramic. Ia juga tidak mau makan makanan Raja yang najis dan selalu berprinsip tetap teguh dan tidak terpengaruh dalam hidup di tengah-tengah bangsa lain. Oleh sebab itu jadilah teladan dalam kehidupanmu, dalam perkataan, tingkah laku dan jangan seorangpun menganggap engkau rendah karena muda.
Kebaktian kebangunan rohani tersebut diwarnai drama, tarian dan sejumlah kegiataan lain yang menyajikan sukacita bagi kaum muda ini. Acara ini dilanjutkan dengan refreshing rohani dengan perjalanan jejak salib di Salib Kasih Balige yang dipimpin Ketua Panitia KKR Kreasi Kaum Muda GKP Pusat di Medan, Novelin Elisabeth Hutahaean ST.

Sementara itu Pimpinan GKP Pusat di Medan Pdt Eliver Jony Hutahaean SH MMin menambahkan latar belakang digelarnya KKR Kreasi Kaum Muda GKP Pusat tersebut salah satunya karena keterbebanan masalah anak muda selama ini. Termasuk penyakit masyarakat dan kenakalan anak muda yang menyangkut narkoba, judi dan seks bebas. Kegiataan ini bertujuan untuk menguatkan kaum muda dalam iman dan kasih agar tidak terpengaruh dengan penyakit masyarakat. Solusinya dengan mengikuti teladan Daniel dalam tingkah laku dan prinsip hidup dan mengabaikan budaya materialistis, konsumtif dan hal-hal yang dapat menurunkan kualitas rohani, ujar Ketua Ketua DPD FOKKRINDO (Forum Komunitas Kristiani Indonesia) Sumut ini. (rahel sukatendel)

Emosi Henry

Arsenal vs N Y Red Bulls

LONDON-Mantan kapten tim Arsenal yang selama delapan tahun pernah membela klub berjuluk The Gunners itu, Thierry Henry akan kembali ke markas klub  Emirates Stadium, London, malam ini (31/7).
Hanya saja kembalinya pria berkebangsaan Prancis itu ke sana bukan sebagai bagian dari klub asal Kota London itu, melainkan sebagai lawan, karena dirinya kini kapten tim New York Red Bulls, klub asal Amerika Serikat yang bakal menjadi lawan kedua Arsenal di ajang Emirates Cup.

Tak ayal, kondisi ini akan membangkitkan nuansa sentimentil Henry, yang selepas dari The Gunners sempat membela Barcelona. “Saya seperti kembali ke rumah sendiri. Apalagi saya mengetahui sjika klub ini beserta pendukungnya sangat mencintai saya. Akan terasa aneh bila nanti aku berada di tengah lapangan, untuk selanjutnya meninggalkan lapangan sebagai lawan. Ini sungguh memancing emosi,” ungkap Henry.

Saat memperkuat Arsenal, Therry Henry menjelma sebagai sosok tak tergantikan di klub itu. Bahkan dalam 380 penampilannya bersama The Gunners, Henry mampu mencetak 226 gol. Jumlah itu merupakan jumlah rekor  gol terbanyak pemain Arsenal sepanjang sejarah.

“Selama saya berada di sana (Arsenal, Red), gol yang paling berkesan adalah ketika saya membobol gawang Manchesetr Unitied pada Oktober 2000. Gol itu takkan saya lupakan,” kenang Henry.
Hingga kini ketajaman Henry belum memudar. Bahkan di New York Red Bulls, pemain berkepala plontos ini telah mengemas 11 gol. “Semoga saya terus mencetak gol ke gawang lawan, termasuk ke gawang Arsenal besok (hari ini, Red),” tekad Henry.

Meski Henry telah menyatakan tekadnya untuk membobol gawang mantan klubnya itu, namun dirinya pun tak dapat mengesampingkan fakta bahwa Arsenal selalu tampil serius di ajang Emirates Cup.
Bayangkan dari empat gelaran sebelumnya, The Gunners hanya sekali kehilangan gelar juara, yakni saat Hamburg dan Real Madrid menjadi juara dan runner up pada tahun 2008.

Selebihnya, baik ketika even ini berlangsung pada tahun 2007 ataupun pada 2009 dan 2010, anak asuh Arsene Wenger selalu menjadi yang terbaik.

Karenanya, walau pada laga nanti The Gunners tak dapat menurunkan sejumlah pemain pilar akibat cedera, namun kubu New York Red Bulls wajib mewaspadai ambisi The Professor (julukan Arsene Wenger) yang ingin mengumpulkan tropi, selain tropi English Premier League (EPL) yang semakin sulit diraihnya.

Kendati begitu, jalan The Gunners untuk meraih tropi pertamanya musim ini bukan tanpa hambatan. Pasalnya, selain Cesc Fabregas yang sudah lebih dulu dipastikan absen, pada laga nanti The Professor pun bakal kehilangan Abou Diaby.
Sesungguhnya cedera yang dialami Diaby ini bukan cedera baru. Bahkan dirinya sempat diparkir hingga kompetisi musim lalu usai.

“Abou (Diaby, Red) harus menjalani operasi engkel karena cederanya tak kunjung membaik. Operasi berjalan dengan baik dan lancar, tapi ia harus beristirahat setidaknya sepuluh pekan” terang Wenger melalui laman resmi klub.
Diaby akan absen sampai September mendatang. Selain absen menghadapi New York Red Bulls, pemain inipun tak dapat diturunkan saat   menghadapi Newcastle, Liverpool dan Manchester United serta playoff  Liga Champions.
Ini merupakan pukulan dan ujian bagi Wenger yang kekurangan stok pemain di lini tengah menyusul hengkangnya Denilson ke Sao Paolo.
Dengan kondisi seperti ini, masihkan The Gunners perkasa di ajang Emirates Cup? Sama-sama kita tunggu jawabannya. (bbs/jpnn)

Baju Dinas

Cerpen:   Sobirin Zaini

Aku tak dapat memastikan  sama sekali entah kapan abahku dapat membelikan handphone
baru untukku seperti abahnya Yarti membelikan handphone baru untuknya. Karena aku tahu,
abahku tak berbaju dinas seperti abahnya Yarti tetanggaku itu.

Abahku hanya seorang penakik getah milik Mak Joyah di belakang rumah yang tentu duitnya tak seberapa sebab harus dibagi dua.

Pohon getah itu pun tak pula banyak jumlahnya. Karena jika kuhitung tak lebih dari jumlah jari tanganku saja dan abah tak pernah memakai baju dinas seperti Pak Mayub abahnya Yarti setiap kali berangkat kerja. Kalau Abahnya Yarti setiap pagi kulihat bersepeda motor bedelau keluaran baru dengan mengenakan baju dinas yang kelihatan sangat rapi pergi ke kantor desa, abahku cukuplah berbaju lengan panjang lusuh dengan bekas getah menempel di mana-mana. Abahku seperti sudah cukup segak mengenakan sepatu balaknya yang berharga lima belas ribu rupiah, memegang sebilah pisau takik, meletakkan topi lusuh di atas kepalanya dan bercelana kain hitam yang sudah berlubang di bagian lututnya, yang aku sangat yakin, baju, topi dan celana itu ia dapatkan dengan harga banting sepuluh ribu tiga dari karung rombeng tempat Cik Dolai beberapa bulan lalu.

Ehm, begitulah abahku. Tak mungkin rasanya aku dapat memastikan bahwa dengan mudahnya niatku meminta dibelikan handphone seperti Yarti tetanggaku itu terwujud. Mustahil rasanya. Meskipun aku dan Yarti sama-sama anak perempuan tunggal, tapi status dan perbedaan baju abah kami membuat semua itu tampak mustahil. Kalau sudah begitu, tentu sekali, sebagai anak perempuan abah yang tahu diri, aku harus kembali membiarkan niatku itu setakat bersemayam di hati. Kusimpan saja ia baik-baik bersama mimpi dan keinginan-keinginanku yang lain. Meski keinginan-keinginan itu kian saja muncul setiap kali bertemu Yarti di sekolah, setiap kali perempuan itu menyodorkan kesombongannya sembari menunjukkan padaku sejumlah aksesoris terbaru yang dibelikan abahnya yang berbaju dinas itu.

Setiap kali begitu, terasa sekali kalau Yarti dengan sangat mudah dapat meminta apa saja dari abahnya. Dari handphone baru, laptop baru, jilbab baru, sepatu baru, tas baru, sampai sepeda motor matic terbaru. Dan tentu saja nama-nama itu bukanlah benda yang dapat dibeli dengan beberapa helai ribuan rupiah saja, seperti uang jajan yang diberikan abah kepadaku setiap kali ia menjual hasil getah bagi dua milik Mak Joyah di belakang rumah. Tentu saja tidak.
***

”Beginilah kita, Nak. Abah harap engkau bersabar. Belajar sajalah elok-elok, tamatkan dulu sekolah menengah kau tu,” ujar abah tiba-tiba dari dalam rumah saat aku memasang tali sepatu menjelang pergi ke sekolah pagi itu. Kulihat dia masih bertengger di kursi depan meja kayu, menyerutup kopi sambil memandang jauh keluar jendela sebelum berangkat menakik getah. Sementara emak masih sibuk mencuci kain baju di sumur sambil menjerang air di dapur.
Sebenarnya tadi aku lumayan terkejut. Tak pernah kudengar ucapan abah seperti itu sebelum ini. Aku masih berusaha memandang lekat wajah abah, sementara ujung jari tanganku terus mengikat tali sepatu. Tapi mulutku seperti tak dapat spontan menyahut. Aku diam saja, karena sebenarnya kutahu apa yang abah maksud. Aku mulai merasa bahwa abah lama-kelamaan ternyata berhasil juga membaca situasi dan apa yang ada dalam benakku selama ini. Tapi dari mana ia tahu semua itu? Aku merasa tak pernah mengucapkan apapun soal keinginan-keinginanku itu pada abah. Setakat meminta uang jajan pun aku tak pernah. Kalaupun diberikan abah, itu pasti karena inisiasinya saja. Karena setakat uang jajan tentu masih dalam batas kemampuannya. Lalu kenapa ucapan seperti itu tiba-tiba keluar dari mulut abah pagi ini? Ah sudahlah, mungkin semua ini karena aduan dari emak. Sebab emak memang pernah mendengar curhatku tentang baju dinas dan sejumlah keinginan yang terpendam itu. Maka untuk saat ini, ada baiknya aku sahut saja ucapan abah tadi, seolah-olah aku benar-benar mafhum apa maksud ucapannya itu.
“Ya, abah…,” sahutku lirih sambil berdiri dan mengucapkan salam kepada lelaki renta itu. Kudengar ia juga menyahut perlahan salamku dari dalam. Asap beracun dari batangan kretek di mulutnya kulihat terus saja mengepul keluar lewat jendela.

***
Kusambar sepedaku di bangsal belakang rumah. Aku mulai mengayuhnya perlahan menuju sekolah. Seperti biasa bersamaan denganku pagi ini, kulihat di seberang jalan depan rumahku, Pak Mayub abahnya Yarti juga keluar dari jalan depan rumahnya dengan baju dinas itu. Dari jauh sekilas kulihat ada semacam pin berwarna keemasan tersemat di dadanya memantulkan cahaya matahari sehingga ia sekilas tampak bersinar. Sementara di kakinya terpasang sepatu hitam mengkilat menginjak sadel sepeda motor keluaran baru yang dikendarainya. Tas kantor berwarna hitam itu juga kembali tersandang di bahunya. Matanya sempat memandangku dan tersenyum ketika dia melaju melewati jembatan depan rumahnya itu. Aku balas tersenyum.

Tak lama berselang, setelah aku baru beberapa meter mengayuh sepeda dari jembatan depan rumah, Yarti anak perempuannya pula menyusul. Suara deru sepeda motor matic terdengar semakin mendekat ke arahku. Aku terus mengayuh sepeda ketika tiba-tiba Yarti sudah berada disampingku dan membunyikan klaksonnya keras-keras. Tentu saja aku terkejut. Tajam pandanganku kuarahkan ke matanya, tapi ia balas dengan sekadar menjelingkan mata. Jelingan mata dan senyum dibuat-buat itu seperti hendak mengatakan bahwa: “Ini skuter gaya anak muda zaman sekarang, Puan… Tak mainlah lagi sepeda buruk macam tu.” Asap kenalpot sepeda motor matic itu pun tiba-tiba terasa menyumbat lubang hidungku sekaligus menyesakkan seluruh isi dadaku. Sosok anak orang berduit dan berbaju dinas itu semakin jauh meninggalkanku. Dan dengan sesak yang masih tersisa di dada, sadel sepeda masih terus berusaha kukayuh.
***

Malam semakin terasa sunyi dan menyebalkan. Dua bilah jarum jam di dinding papan kamarku itu seperti tak dapat kutunda sama sekali. Ia terus saja berlomba melesat laju dari titik angka ke angka berikutnya. Aku masih memandangi plafon yang terbuat dari plastik itu sambil berbaring diatas ranjangku. Buku-buku pelajaran yang terjadwal diujiankan besok pagi tak sejenakpun aku sentuh. Sementara mataku juga ikut-ikutan tak mau diajak kompromi untuk secepatnya tidur. Kupejamkan berkali-kali, tapi bayangan Yarti saat di sekolah siang tadi itu juga yang muncul, muncul dan muncul. Bayangan mulutnya dengan ucapan-ucapan bernada sinis penuh kesombongan itu kini benar-benar berubah menjadi hantu dan batu yang menendang-nendang ulu hatiku.

“Ehm, nasib kaulah Siti, punya abah tak berbaju dinas macam abah kami. Kadang-kadang aku kasihan juga dengan kau tu. Tengoklah di sekolah ni, cuma kau saja yang tak punya handphone. Dan aku tengok, macam dah tak ada lagilah yang memakai sepeda ke sekolah ni. Cuma kau sendiri..”

Derai tawa dua orang teman Yarti yang juga punya abah berbaju dinas terdengar menyahut ejekannya saat itu. Hatiku kelu.

“Ha, tengoklah pula sepatu kau tu… Seingatku, asyik itu saja dari sejak kau masuk sekolah dulu. Jilbab dan bajumu tu pun gantilah dengan yang baru.. Dah kelihatan pudar betul! Memang nasib kaulah nampaknya ya, abah kau tu dah cukup puas jadi penakik getah daripada jadi macam abah kami yang berbaju dinas!”
”Aku rasa, takkan ada budak jantan di sekolah ni yang sudi dekat dan menaruh hati padamu. Sebab, handphone murah pun kau tak punya..”

Kalimat-kalimat menyakitkan di sekolah siang tadi itu terus bertalu-talu di telingaku. Kutindihkan bantal ke wajah dan telingaku kuat-kuat. Aku berusaha menghindar, tapi suara dan bayangan itu makin melesat-lesat. Ucapan-ucapan itu berubah seperti gemuruh petir dalam hujan lebat. Bahkan jadi serupa tangan raksasa yang membuat wajahku berlipat-lipat. Sampai tiba-tiba di luar kamar, kudengar suara sejumlah orang saling menyapa dengan abah. Ramai sekali kedengarannya. Aku menuju ke arah pintu dan coba mengintip siapa orang-orang di luar itu. Ternyata abah kedatangan tamu. Kulihat abah dan lima orang tamu itu baru saja duduk bersamaan. Mereka bersila di lantai ruang depan yang bersebelahan dengan kamarku. Wajah-wajah itu tak asing di mataku, mereka para petinggi dusun yang biasa menemui abah di rumah ini. Ada Wak Jang Karut ketua Rw, Cik Iwan Sulah Ketua Rt, Bang Beri Lembik ketua pemuda, Cik Ijam Jambul pengurus masjid, sampai Tuk Yung Gani tokoh agama.

Sebagian di antara mereka itu sebelum ini memang selalu kudapati berbual-bual sampai larut malam dengan abah. Sisi lain inilah yang terus terang masih menjadi penawar hatiku; bahwa abah, meskipun bukanlah orang berduit dan berbaju dinas, ia termasuk tetua adat di dusun ini yang selalu ditemui karena pemikiran-pemikiran dan solusi yang ia berikan. Hal ini hampir berlangsung setiap kali ada masalah dan peristiwa baru. Dan, pasti kali ini, ada sesuatu yang baru terjadi di kampungku, sehingga lima pemuka dusun itu datang menemui abah malam ini.
Aku kembali ke ranjang, suara mereka yang berbual-bual diluar kamarku itu makin lama makin samar terdengar. Tak lama setelah itu, tak kusangka, akhirnya aku berhasil terlelap juga.
***

Kepalaku terasa berat ketika kulihat bias cahaya matahari pagi masuk lewat celah dinding papan kamarku. Jarum jam tepat ke angka enam, berarti aku kesiangan. Sial! Aku bakal terlambat ke sekolah hari ini. Segera kusambar handuk dan setengah berlari ke kamar mandi. Emak kudapati mulai menjerang air diatas tungku dapur, sementara abah masih tampak duduk di kursi dekat jendela sebelum berangkat menakik getah. Mereka berdua tampaknya tak sadar kalau aku baru saja bangun dan langsung masuk ke kamar mandi.

Ujung kaki baru saja kusentuhkan ke lantai dapur setelah mandi. Tiba-tiba kudengar suara abah memanggilku. “Siti, ke sini sebentar, abah nak cakap sikit ni,” suara abah datar setelah mendapati aku keluar. Aku sedikit terkejut dan penasaran. Ada apa gerangan? Kudekati lelaki itu secepatnya karena aku tahu, aku sudah terlambat berangkat sekolah.
“Engkau dah tahu apa berita yang Abah dapat dari tamu yang datang tadi malam?” tanya abah membuatku semakin penasaran. Aku terdiam sejenak.

“Tak tahu, Bah,” jawabku kemudian.
“Pak Mayub, tetangga depan rumah kita tu dihangkut polisi saat berada di kantor desa petang semalam,” ujar abah yang kali ini benar-benar membuatku terkejut. Ya, sangat terkejut. Kupandangi wajah abah lekat dan bergegas menyahut dengan bertanya apa pasalnya, tapi abah sudah bicara lagi.

“Ketua BPD kita tu dilaporkan anggotanya karena duit tunjangan BPD selama ni dia makan sendiri. Pak Mayub juga kabarnya memalsukan ijazah, di samping banyak pula yang cakap kalau dia tu suka terima duit dari pimpro yang punya proyek di kampung ni.” Aku terhenyak. Mulut abah masih kupandang lekat. Sepertinya cerita abah belum selesai.
“Pak Mayub juga ikut bagi-bagi duit saat pemilihan bupati kemarin, yang sekarang tengoklah, bupati tu pun dah tak ingat sama sekali dengan kita. Entahlah, kalau dah macam tu, tentu Pak Mayub tak dapat lagi jadi ketua BPD. Tengoklah sekarang, dia terancam masuk penjara karena dah terlanjur dilaporkan anggotanya sendiri ke polisi,” tambah abah lagi kemudian.

“Kau tahu tak apa maksud abah memberitahu prihal ni, Siti?”
Aku masih tertegun mendengar cerita abah tentang Pak Mayub. Pikiranku pada Yarti bersilang-sengkarut dengan baju dinas yang setiap pagi dikenakan abahnya itu. Sementara kulihat abah masih menunggu jawabanku terhadap pertanyaan anehnya tentang ‘maksud’ barusan.
”Tak tahu, Bah,” jawabku kemudian.

“Biar semestinya kau masih bersyukur, abahmu yang tak punya baju dinas ni tak ikut dihangkut seperti abahnya Yarti kawan sekolah kau tu…” sambut abah berlagak filosofis. Aku tak merespon pernyataannya itu. Justru tak lama setelah abah berkata begitu, ia kutinggal sendiri sebab aku harus segera berangkat sekolah.

Kusambar sepeda yang bersandar di bangsal belakang rumah, lalu kukayuhkan sekuat tenaga menuju sekolah. Dan memang, meski aku sudah sampai beberapa meter mengayuh sepeda dari jembatan depan rumahku itu, tak kunjung kudapati Pak Mayub dengan baju dinas dan sepedamotor barunya tersenyum padaku. Aku juga tak menemukan Yarti dengan matic-nya membunyikan klaksonnya keras-keras seperti pagi-pagi sebelum ini. Dari jauh, rumah batu megahnya itu kulihat tertutup sangat rapat. ***

Mrpynpku,
Medio Juli 2011

(Untuk “sahabat kecilku” yang selalu mengajakku bermain: Adrik Falah Nafsaka)

Henry Bela The Professor

LONDON-Eks kapten The Gunners ini berharap mereka bisa meraih sukses musim depan. Jelang menghadapi Arsenal pada Minggu (31/7) hari ini di ajang Emirates Cup, striker New York Red Bulls, Thierry Henry, mengungkapkan keprihatinan tentang kondisi mantan klubnya itu.

The Gunners mengalami paceklik trofi sejak terakhir kali memenangkan Piala FA pada 2005. Henry sendiri turut merasakan periode serupa selama dua tahun sebelum memutuskan hijrah ke Barcelona pada 2007.
Namun, empat tahun setelah kepergian sang kapten, skuad besutan Arsene Wenger itu ternyata masih belum mampu mengakhiri kegagalan demi kegagalan yang menerpa mereka.

“Saya fans Arsenal, dan hanya ingin melihat mereka menang. Saya menderita karena kami tak memenangkan apa pun untuk waktu yang sangat lama, tapi saya harap mereka bisa tampil baik,” tutur  striker veteran berusia 33 tahun itu.
Kritikan atas ketidakberdayaan Arsenal pun tak pelak mengarah ke Wenger sebagai peracik strategi tim, tapi Henry membela kompatriotnya asal Prancis itu.Thierry Henry membela manajer Arsenal, Arsene Wenger, yang tengah menghadapi hujan kritik. Henry selanjutnya berharap agar Wenger bisa membawa perubahan positif buat The Gunners.
Wenger menjadi sasaran kritik karena Arsenal sudah kering gelar sejak 2005. Wenger dianggap terlalu percaya kepada pemain muda dan alpa untuk memperkuat pondasi tim.

Ini berbeda di zaman Henry tengah berada di masa jaya. Kombinasi pemain-pemain seperti Henry dan Patrick Vieira, ditambah pilar senior semacam Tony Adams, membuat Arsenal disegani.

“Sang bos mengubah wajah klub, dan saya sendiri akan mempertahankan Arsene seumur hidup. Saya tahu dia sedikit kesulitan belakangan ini, tapi saya harap mereka bisa mengubahnya musim ini,” bilang Henry.
“Anda harus terus bertahan dengan orang-orang di tim meskipun kinerja mereka sedang tak bagus. Ini adalah salah satu hal terpenting. Saya harap mereka bisa meraih trofi tahun ini,” tambahnya.

Henry juga menolak anggapan bahwa kesuksesan Arsenal di masa lalu adalah semata berkat keberadaan dirinya, atau Vieira, atau Adams.“Di manapun Anda bermain, itu adalah usaha tim. Di zaman saya, kami bersenang-senang. Itu bukanlah atas jasa satu, dua, tiga, empat, lima, enam atau tujuh pemain. Itu adalah usaha tim,” tuntas striker 33 tahun itu. (bbs/jpnn)

Raksasa Tertahan

Piala Dunia U-20

BOGOTA – Dua raksana yang difavoritkan menjuarai Piala Dunia U-20, Brasil dan Inggris ditahan lawannya. Meladeni Mesir, Brasil harus puas dengan hasil seri 1-1. Sementara Inggris ditahan Korea Utara tanpa gol.
Pertandingan antara Brasil kontra Mesir yang merupakan pertandingan kedua di Grup E digelar di Estadio Metropolitano Roberto Melendez, Baranquilla, Sabtu (30/7) pagi WIB.

Brasil membuka keunggulan terlebih dahulu di menit 12. Dari sebuah tendangan sudut, tandukan Danilo Luiz sukses merobek jala Mesir dan membawa Brasil memimpin 1-0.

Mesir ternyata tidak mudah menyerah. Wakil Afrika itu gencar menyerang dan akhirnya dengan sebuah tendangan kaki kanan Omar Gaber di menit 26 mereka berhasil menyamakan kedudukan jadi 1-1.

Skor 1-1 ini bertahan hingga akhir pertandingan dan kedua tim berbagi masing-masing satu angka.
Di pertandingan Grup E yang berlangsung sebelumnya, Austria ditahan Panama 0-0. Dengan demikian Brasil dan Mesir ada di posisi dua teratas dan Austria serta Panama di dua terbawah.

Sementara Inggris yang melakoni pertandingan pertama di Grup F hanya bisa main imbang lawan Korut di Stadion Atanasio Girardot, Medellin, Kolombia. Padahal banyak serangan yang dibangun. Sementara itu, Argentina menang tipis kala berjumpa dengan Meksiko.

Dari statistik yang dilansir oleh Soccernet, Inggris melepaskan sebanyak 12 tendangan sepanjang pertandingan, menghasilkan empat shots on goal, namun tak ada satu pun yang membuahkan hasil.
Di sisi lain, Korut hanya menghasilkan empat tendangan dan dua di antaranya tepat sasaran. Hasil ini menempatkan Inggris di posisi dua klasemen sementara dengan nilai 1, sama dengan nilai yang dikantongi Korut.
Posisi puncak klasemen Grup F dipegang Argentina yang menang 1-0 atas Meksiko. Gol tunggal ‘Tim Tango’ diciptakan oleh pemain yang baru saja dibeli oleh AS Roma, Erik Lamela.

Gol pemain berusia 19 tahun itu terjadi di menit 69, bak menyempurnakan penampilannya sepanjang laga. Tercatat, Lamela menjadi pemain dari kubu Argentina yang paling banyak melepaskan tendangan pada pertandingan tersebut.
Satu pertandingan lainnya, yakni laga di Grup E antara Austria vs Panama juga bernasib sama seperti Inggris vs Korut, yakni berakhir tanpa gol. (bbs/jpnn)