29 C
Medan
Monday, January 5, 2026
Home Blog Page 149

Perkuat Literasi dan Semangat Investasi di Pasar Modal Indonesia, Mandiri Sekuritas Luncurkan Carnaval 2025 di Medan

Kiri ke kanan RCEO Region 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, Direktur Retail Mandiri Sekuritas Theodora V.N. Manik dan Kepala Bursa Efek Indonesia Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution saat peluncuran Carnaval 2025 di Medan.
Kiri ke kanan RCEO Region 1 Bank Mandiri, I Gede Raka Arimbawa, Direktur Retail Mandiri Sekuritas Theodora V.N. Manik dan Kepala Bursa Efek Indonesia Sumatera Utara Muhammad Pintor Nasution saat peluncuran Carnaval 2025 di Medan.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Memperingati 25 tahun hari jadinya, PT Mandiri Sekuritas (Mandiri Sekuritas) kembali menggelar program trading competitions; Carnaval 2025 untuk menyemangati para investor retail (individu) berinvestasi di pasar modal Indonesia. Carnaval 2025 menyajikan berbagai kompetisi untuk semua nasabah yang berinvestasi di saham, reksadana, dan obligasi.

Direktur Retail Mandiri Sekuritas, Theodora Manik mengaku sangat gembira bisa meluncurkan Mandiri Sekuritas Carnaval 2025 di Medan. Menurutnya, Medan adalah salah satu kota utama dengan jumlah nasabah lebih dari 61.700,dan peningkatan bisnis lebih dari 50% per 30 Juni 2025 dibandingkan dengan periode yang sama tahun 2024.

“Kami berharap melalui Mandiri Sekuritas Carnaval para nasabah dan masyarakat Medan dan Sumatera Utara lebih antusias lagi dalam berinvestasi di pasar modal Indonesia yang diiringi dengan peningkatan literasi keuangan pasar modal,” kata Theodora Manik dalam peluncuran Carnaval 2025 di Medan.

Selain literasi melalui rangkaian program edukasi, sebut Theodora, Carnaval 2025 juga didukung oleh fitur baru dalam platform digital kami, Growin’ by Mandiri Sekuritas, yaitu: Pro View Mobile yang dapat membantu nasabah menavigasi investasi dengan lebih baik dan cepat. “Pro View dilengkapi dengan fitur-fitur utama yang advanced, memudahkan, seperti: Order List, Stock Strength, Estimated Gain and Loss, Enhanced Portfolio, Pro Chart, dan Smart Running Trade,” jelas Theodora.

Diketahui, Mandiri Sekuritas Carnaval 2025 menghadirkan promo-promo menarik yang berlangsung selama periode Juni hingga Agustus 2025, yaitu:
* Trading Marathon: Tantangan seru bagi para nasabah untuk menguji strategi dan meraih hadiah menarik dengan berkompetisi dalam jumlah transaksi terbanyak.
* Reward Saldo RDN Margin: Apresiasi khusus bagi nasabah yang bertransaksi menggunakan fasilitas margin dalam periode tertentu.
* Pesta Reksa Dana: Penawaran spesial untuk produk reksa dana dari 20 manajer investasi terpilih.
* Diskon Fee Transaksi E-IPO Corporate Bond & Sukuk Mandiri Sekuritas: untuk mendukung minat investor terhadap produk obligasi dan sukuk.

Keempat program di atas menghadirkan hadiah-hadiah utama yang sangat menarik, seperti: mobil Listrik BYD Dolphin, Iphone 16 Pro Max, motor Yamaha Grand Filano, Galaxi Z Flip 6, dan Apple Watch 10. Untuk mengikuti Carnaval 2025, nasabah bisa mengakses melalui aplikasi Growin’ by Mandiri Sekuritas yang dapat diunduh melalui AppStore dan PlayStore atau growin.id. (rel/adz)

Tolak Konversi Kebun Teh Sidamanik jadi Sawit, Penrad Siagian Ingatkan Ancaman Banjir dan Krisis Air

JAKARTA, SUMUTPOS.CO- Rencana konversi kebun teh menjadi kebun kelapa sawit di Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, terus menuai penolakan. Anggota DPD RI, Pdt Penrad Siagian, turut menyuarakan keberatan dan menegaskan dukungannya terhadap sikap masyarakat yang menolak kebijakan tersebut.

Penolakan rencana konversi oleh PTPN IV Regional II ini sebelumnya disuarakan oleh Camat Sidamanik bersama perangkat desa, Camat Pematang Sidamanik, Camat Dolok Perdamaian, serta para pangulu di kawasan terkait.

Hal tersebut disuarakan dalam Sosialisasi Tanam Ulang Kelapa Sawit di Afdeling III dan Afdeling VII Kebun dan Teh di Kantor Tobasari PTPN IV Regional II, Bah Butong, Kabupaten Simalungun, Sabtu, 5 Juli 2025 lalu.

Tak hanya itu, gelombang penolakan juga datang dari tokoh adat, tokoh agama, hingga kelompok pemuda dari berbagai kecamatan. Tanaman teh yang akan dikonversi seluas 275 hektare berada di Kebun Teh Bah Butong, kawasan berhawa sejuk yang juga menjadi tujuan wisata warga Sumatra Utara.

Menurut Penrad, polemik ini bukan hal baru. Ia mengungkapkan, sejak 2021 dirinya sudah menerima laporan dari kepala desa dan warga yang menolak rencana penanaman ulang sawit di lokasi tersebut.

“Pada tanam ulang di tahun 2022, satu tahun sebelumnya masyarakat sudah bertemu saya, meski saat itu saya belum anggota DPD RI. Strategi advokasi sudah dibangun, namun pada akhirnya tidak berjalan karena kabarnya beberapa kepala desa menerima “upeti” dari pihak yang berkepentingan,” ujar Penrad di Kompleks DPD RI, Senayan, Jakarta, Selasa, 15 Juli 2025.

Penrad menyoroti kekhawatiran masyarakat terhadap dampak ekologis di sekitar kebun Teh Bah Butong, termasuk masyarakat Kota Pematangsiantar. Ia mencontohkan banjir yang terjadi di Sidamanik pada penanaman ulang yang berlangsung pada tahun 2022 lalu.

Oleh sebab itu, Senator asal Sumatra Utara ini meminta dengan tegas agar PTPN IV Regional II mendengarkan masyarakat dan memperhatikan dampak negatif tanam ulang tersebut. “Pada tanam ulang 2022, sudah terjadi banjir di berbagai tempat pemukiman masyarakat yang berada di kawasan Kecamatan Sidamanik. Selain rumah warga rusak ringan, ada sumber-sumber alat produksi petani yang rusak, sawah, kebun, dan kolam ikan,” tuturnya.

Ia pun mengingatkan PTPN IV Regional II belajar dari pengalaman di Jawa Barat. Di Sukabumi dan Subang, banjir akibat aktivitas kebun sawit merusak puluhan hektare persawahan dan pemukiman warga. “Banjir di kawasan itu diduga akibat luapan sungai dan aktivitas perkebunan sawit yang meredam sawah dan rumah masyarakat. Hal ini ‘kan sama dengan berbagai tempat di Sidamanik itu,” katanya.

Penrad menekankan pentingnya konsolidasi penolakan dilakukan secara sistematis, tidak hanya di Sidamanik dan sekitarnya, tetapi meluas hingga Kabupaten Simalungun termasuk Kota Pematangsiantar yang akan menerima dampak negatifnya. “Penolakan tidak bisa hanya berhenti pada saat PTPN IV melakukan sosialisasi, tapi harus terus diorganisir serta berkolaborasi dengan pemerintah Kabupaten Simalungun-Kota Pematangsiantar,” ucapnya.

“Hal ini penting untuk memperlihatkan bahwa masyarakat bersama Pemkab dan Pemkot solid melakukan penolakan karena itu berada di kawasan administratif mereka karena akan berdampak pada masyarakat mereka,” jelasnya.

Selain banjir, Penrad juga menyoroti ancaman krisis air di Simalungun dan Siantar akibat kebun sawit. Menurutnya, sawit dikenal rakus air sehingga dapat mengancam ketersediaan air di masa mendatang bagi warga..”Sawit ini ‘kan rakus air, kalau sebagian besar debit air diambil oleh sawit, masyarakat kita akan minum apa?” katanya.

Penrad berencana mendorong pemerintah Kabupaten Simalungun dan Kota Pematangsiantar untuk meningkatkan eskalasi penolakan dengan bertemu langsung Kementerian BUMN dan Holding PTPN. “Ini harus dibicarakan serius, agar kebijakan yang tidak berpihak pada lingkungan dan masyarakat tidak lagi terulang,” pungkasnya. (adz)

Operasi Patuh Toba, Polres Tebingtinggi Tindak 35 Pelanggar Lalu-lintas

RAZIA : Jajaran Satuan Lalu-lintas Polres Tebingtinggi ketika melaksanakan razia dalam Operasi Patuh Toba di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, Selasa (15/7).(ist)
RAZIA : Jajaran Satuan Lalu-lintas Polres Tebingtinggi ketika melaksanakan razia dalam Operasi Patuh Toba di Jalan Sudirman Kota Tebingtinggi, Selasa (15/7).(ist)

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Satlantas Polres Tebingtinggi memulai hari pertama Operasi (Ops) Patuh Toba 2025 yang dipimpin langsung oleh Kapala Satuan (Kasat) Lantas Polres Tebingtinggi, AKP Nanang Kusumo. Dalam operasi tersebut Polres Tebingtinggi menindak kendaraan sebanyak 35 kasus.

“Dalam Ops Patuh Toba 2025, berhasil melakukan tindakan kepada pelanggar lalulintas sebanyak 35 kasus di wilayah hukum Polres Tebingtinggi,” jelas AKP Nanang Kusumo, saat melaksanakan razia Ops Patuh Toba di simpang Beo Jalan KL Yos Sudarso Kota Tebingtinggi, Selasa (15/7).

AKP Nanang Kusumo memaparkan, operasi digelar di dua titik rawan pelanggaran lalu lintas yakni di Jalan Ahmad Yani dan Jalan Sudirman, Kota Tebingtinggi. Adapun sasaran utama operasi adalah pengendara kendaraan bermotor roda dua dan empat, serta upaya penertiban langsung di lapangan.

“Dalam operasi tersebut, petugas mengedepankan tindakan humanis dengan memberikan teguran kepada pengendara yang melanggar aturan. Namun, terhadap pelanggar yang dianggap membahayakan pengguna jalan lain dan dapat menyebabkan kecelakaan lalu lintas, petugas melakukan penindakan melalui tilang manual ditempat,” tegas AKP Nanang Kusumo.

Kasat Lantas AKP Nanang Kusumo kembali menyampaikan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan disiplin masyarakat dalam berlalulintas, menekan angka pelanggaran, serta mencegah terjadinya kecelakaan lalu lintas.

“Di hari pertama dan kedua operasi Patuh Toba semua berjalan dengan aman dan lancar. Walaupun masih ada pelanggaran ditemukan, namun sudah ada peningkatan kesadaran masyarakat untuk memakai helm dan mematuhi aturan lalu lintas,” pungkasnya. (ian/azw)

Wali Kota Sidak RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi, Iman: Tahun Ini, Pembenahan Rumah Sakit Harus Selesai

SIDAK : Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih melakukan sidak di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi di Jalan Kumpulan Pane.(ist)
SIDAK : Wali Kota Tebingtinggi Iman Irdian Saragih melakukan sidak di RSUD dr Kumpulan Pane Kota Tebingtinggi di Jalan Kumpulan Pane.(ist)

SUMUTPOS.CO – Wali Kota Tebingtinggi, Iman Irdian Saragih melakukan inspeksi mendadak (sidak) di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Kumpulan Pane, Selasa (15/7). Sidak bertujuan untuk meninjau langsung kondisi fasilitas dan mendorong peningkatan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat.

Dalam kunjungannya, Iman Irdian Saragih menekankan pentingnya profesionalisme tenaga kesehatan dan paramedis. Ia menyoroti beberapa area yang memerlukan pembenahan. Termasuk optimalisasi alat kesehatan dan perbaikan sarana prasarana seperti kamar mandi dan tempat tidur pasien.

“Saya melakukan inspeksi mendadak terkait juga untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat di RSUD dr Kumpulan Pane. Tenaga kesehatan dan para medis, harus benar-benar melaksanakan tugasnya. Artinya, banyak yang harus kita benahi, termasuk juga alat kesehatan. Kita juga melakukan pengecekan sarana prasarana, kamar mandi, bed dan lainnya. Mana yang belum beroperasi, artinya kita optimalisasi,” ujar Iman Irdian.

Iman Irdian juga mengungkapkan kabar baik bahwa RSUD dr Kumpulan Pane akan menerima bantuan alat kesehatan dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia (Kemenkes RI), berupa Cathlab dan CT Scan.

“Informasi dari Ibu Direktur, kita akan mendapatkan bantuan dari Kemenkes RI, berupa Cathlab dan CT Scan. Jadi sebelum mendapat bantuan, RSUD dr Kumpulan Pane wajib juga kita benahi,” tambahnya.

Harapan besar disampaikan Wali Kota Iman Irdian agar realisasi pengerjaan dan pembenahan di RSUD dr Kumpulan Pane dapat terwujud tahun ini. Ia juga menyampaikan bahwa pembenahan ini merupakan tindak lanjut dari rapat Komisi I DPRD yang mencanangkan RSUD dr Kumpulan Pane sebagai rumah sakit berskala internasional.

“Insya Allah tahun ini kita harapkan juga bisa terwujud. Kita juga meminta persetujuan teman-teman di DPRD, anggaran di RSUD dr Kumpulan Pane. Ini juga merupakan hasil Rapat DPRD Komisi I, menjadikan RSUD dr Kumpulan Pane sebagai rumah sakit berskala internasional, ini kita perjuangkan dengan kebersamaan kita,” beber Iman Irdian Saragih.

Menanggapi arahan Wali Kota, Pelaksana Tugas (Plt) Direktur RSUD dr Kumpulan Pane, drg Lili Marliana, menyatakan kesiapannya untuk segera melakukan tabulasi kebutuhan rumah sakit. Data tersebut akan disampaikan dalam anggaran Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (P-APBD) Tahun Anggaran 2025.

“Kita kumpulkan dan akan kita laporkan ke BPKPD, berapa besar kebutuhannya,” pungkas drg Lili. (ian/azw)

Warga Helvetia Minta Kades Pecat Kadus Terindikasi Narkoba

UNJUK RASA: Warga Desa Helvetia saat berunjuk rasa tentang oknum kadus yang diduga terindikasi narkoba.(ist)
UNJUK RASA: Warga Desa Helvetia saat berunjuk rasa tentang oknum kadus yang diduga terindikasi narkoba.(ist)

LABUHAN DELI, SUMUTPOS.CO – Sejumlah warga Desa Helvetia, Kecamatan Labuhan Deli, Kabupaten Deliserdang mendesak Kepala Desa (Kades) Helvetia H Agus Salim memecat atau memberhentikan dengan segera oknum kepala dusun (kadus) yang diduga terindikasi pengguna narkoba.

“Kalau tidak terindikasi narkoba kenapa harus kabur. Tes urine kan memang merupakan program pemerintah yang harus dipatuhi,” ujar Wastiana, salah seorang warga, ketika memberikan keterangannya, Senin (14/7).

Hal serupa juga disampaikan oleh Rahmat. Menurutnya, perangkat Desa Helvetia termasuk kepala dusun jangan sampai terindikasi narkoba.

“Sangat, sangat tidak baik jika hal itu terjadi,”ucap pria paruh baya tersebut. Menanggapi desakan warganya, Kepala Desa Helvetia H Agus Salim berjanji akan menindaklanjuti tuntutan yang diajukan warga terhadap dua kepala dusun bawahannya.

Namun kades berharap warga bersabar dan tidak terpengaruh untuk melakukan tindakan-tindakan negatif.

“Sebab semuanya harus ditempuh secara prosedural, sehingga benar-benar bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kepala desa juga berharap seluruh warga Helvetia bisa tetap memelihara kondusifitas Desa Helvetia yang selama ini sangat baik.

Sebelumnya, warga Desa Helvetia dari berbagai dusun melakukan aksi damai ke kantor Desa Helvetia Jalan Veteran Pasar IV, pada Jumat (11/7/2025) lalu.

Mereka menggelar sejumlah poster dan mengecam adanya oknum kepala dusun yang terindikasi sebagai pengguna narkoba. Sambil mengacung-acungkan poster yang mereka bawa, warga mendesak Kepala Desa Helvetia H Agus Salim segera memecat oknum kepala dusun yang terindikasi pengguna narkoba.

Aksi spontan warga tersebut merupakan reaksi atas viralnya dua kepala dusun mereka dari kegiatan tes urine yang dilaksanakan BNNP Sumatera Utara, beberapa hari lalu.

Kedua kepala dusun tersebut DHL kepala dusun X dan IFS Kepala Dusun III. Kaburnya kedua kepala dusun ini menimbulkan pertanyaan apakah keduanya memang terlibat narkoba.(san/azw)

TPPS Sergai Dorong Peran Ayah Cegah Stunting

PAPARKAN: Kadis P2KBP3A Kabupaten Serdang Bedagai, Helminur saat paparan.(fadli/sumut pos)
PAPARKAN: Kadis P2KBP3A Kabupaten Serdang Bedagai, Helminur saat paparan.(fadli/sumut pos)

SEI RAMPAH, SUMUTPOS.CO – Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai (Pemkab Sergai) terus menunjukkan komitmennya dalam menurunkan angka stunting. Dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Rutin Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Tingkat Kabupaten Sergai membahas peran ayah dalam menurunkan angka stunting yang digelar di Aula Sultan Serdang, Komplek Kantor Bupati Sergai, Sei Rampah, Selasa (15/7).

Kegiatan yang bertepatan dengan peringatan Hari Keluarga Nasional ini dibuka secara resmi oleh Bupati Serdang Bedagai H. Darma Wijaya yang diwakili oleh Staf Ahli Bupati Bidang Kemasyarakatan dan SDM Kahar Effendi S.Sos. Dalam sambutan tertulisnya yang dibacakan Kahar Effendi, Bupati Darma Wijaya menyampaikan pentingnya sinergi antar pihak dalam menurunkan prevalensi stunting di Kabupaten Sergai.

“Keluarga menjadi pilar utama dalam membangun bangsa yang sehat dan kuat. Karena itu, penanganan stunting bukan hanya soal teknis kesehatan, tetapi menyangkut pembangunan manusia secara menyeluruh,” sebut Bupati Sergai.

Ia menekankan bahwa stunting adalah masalah multidimensi yang perlu diatasi dengan pendekatan terintegrasi. Mulai dari konseling gizi bagi calon pengantin dan ibu hamil, pemantauan tumbuh kembang balita, hingga edukasi menyeluruh tentang pola asuh dan konsumsi makanan bergizi.

Menurut Bupati Sergai, salah satu tantangan besar yang dihadapi saat ini adalah minimnya kesadaran mengenai pentingnya peran keluarga. Khususnya ayah, dalam proses pengasuhan dan pendampingan anak serta remaja. Oleh sebab itu, dalam kegiatan ini kehadiran calon ayah dan para ayah sangat diprioritaskan.

“Keterlibatan aktif seorang ayah dalam pengasuhan bukan hanya membantu menciptakan lingkungan keluarga yang sehat dan harmonis, tapi juga mencegah anak-anak dari pengaruh negatif, termasuk dari paparan teknologi digital yang tidak bijak,” imbuhnya.

Bupati Sergai juga menyebutan bahwa strategi yang dijalankan Pemkab Sergai mencakup edukasi tentang kesehatan reproduksi, gizi seimbang, dan pembangunan karakter keluarga. Tujuan akhirnya adalah membentuk keluarga kecil yang bahagia, sejahtera, dan bebas dari risiko stunting, yang sejalan dengan semangat gerakan keluarga berencana.

Bupati Sergai yang akrab disapa Bang Wiwik ini juga menggarisbawahi pentingnya kolaborasi lintas sector. Mulai dari tenaga kesehatan, tokoh masyarakat, hingga lembaga pendidikan dalam menangani isu stunting. Ia menyebut bahwa investasi dalam pembangunan keluarga adalah investasi jangka panjang yang akan membawa dampak besar bagi kemajuan daerah.

“Pertemuan ini diharapkan tidak sekadar formalitas. Kita ingin membangun kesadaran kolektif bahwa keluarga adalah kekuatan utama bangsa. Dari sinilah generasi sehat dan cerdas bisa dilahirkan,” pungkasnya.

Rapat TPPS ini juga dihadiri Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Nina Deliana Hutabarat SSos MSi, Kadis P2KBP3A Helminur IS serta narasumber dr Arie Taufansyah P Nst SpA. (fad/azw)

Refleksi Menyambut HUT ke-17 Pemkab Labusel: Jalan Lingkar Kotapinang Harus Tuntas

Ketua Iklab Raya, Drs H Rivai Nasution MM.
Ketua Iklab Raya, Drs H Rivai Nasution MM.

Oleh: Drs H Rivai Nasution MM

Pemerintahan Kabupaten (Pemkab) Labuhanbatu Selatan (Labusel), Provinsi Sumatera Utara, adalah salah satu pemerintah daerah hasil pemekaran Kabupaten Labuhanbatu. Pembentukan Pemkab Labusel ini merupakan amanah Undang-undang Nomor 22 Tahun 2008 tertanggal 21 Juli 2008. Adapun tujuan dari pemekaran itu sendiri sebagaimana yang tertuang dalam peraturan dan perundang-undangan, yakni mendapatkan status yang lebih tinggi dan meningkatkan pembangunan daerah.

Pemekaran daerah/wilayah juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui: percepatan pelayanan kepada masyarakat, percepatan pertumbuhan kehidupan demokrasi, percepatan pertumbuhan pembangunan ekonomi daerah, percepatan pengelolaan potensi daerah. Kemudian leningkatan keamanan dan ketertiban, peningkatan hubungan yang serasi antara pusat dan daerah.

Dengan demikian, pada prinsipnya pemekaran wilayah bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dengan meningkatkan dan mempercepat pelayanan, demokrasi, perekonomian daerah, pengelolaan potensi daerah, keamanan dan ketertiban, hubungan yang serasi antara pusat dan daerah.

Dan pada hakekat tujuan pemekaran wilayah itu sebagai upaya peningkatan sumber daya berkelanjutan, meningkatkan keserasian dan perkembangan antar sektor, memperkuat integrasi nasional.

Untuk mencapai tujuan itu semua perlu adanya peningkatkan kualitas sumber daya aparatur di segala bidang, karenanya peran sumber daya manusia diharapkan dapat meningkatkan kinerja organisasi dalam memberikan pelayanan prima kepada masyarakat serta mendukung dalam pengembangan wilayah didaerah.

Kepemimpinan Labusel

Dua periode kepemimpinan Bupati Wildan Aswan Tanjung, telah mengantarkan pemerintahan berjalan sesuai tatanan birokrasi pemerintahan di satu kabupaten yang baru lahir pascapemekaran. Dan hampir 1 (satu) periode kepemimpinan Edimin-Fadli telah berusaha melakukan pembangunan infrastruktur dan melakukan terobosan-terobosan ke pemerintah pusat untuk menggali peluang-peluang investasi dari kementerian maupun dunia usaha lainnya. Namun perjuangan tidaklah seperti membalikkan telapak tangan, tapi perlu proses dan waktu yang panjang untuk melakukan lobi-lobi ke pemerintah pusat.

Iklab Raya, Penggagas Pemekaran

Tanpa menafikan peranan dari seluruh tim yang berjuang dalam mewujudkan pemekaran, peranan organisasi Ikatan Keluarga Labuhanbatu (Iklab), yang sekarang disebut Iklab Raya, di bawah komando Alm H Abdul Wahab Dalimunthe SH sangat memegang peranan penting dalam sejarah terwujudnya pemekaran Kabupaten Labuhanbatu menjadi tiga kabupaten. Yaitu Kabupaten Labuhanbatu, Labuhanbatu Selatan, dan Labuhanbatu Utara.

Kini tak lama lagi, tepatnya pada 21 Juli 2025, Pemkab Labusel akan merayakan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-17. Tentu perlu kita mengevaluasi, sejauh manakah program pembangunan yang telah berjalan. Apakah sudah sesuai harapan dari para sesepuh dan tokoh-tokoh yang berjuang untuk memekarkan Kabupaten Labusel yang kita cintai ini?

Tentu pascaberakhirnya kepemimpinan Edimin-Ahmad Padil Tanjung pada periode yang lalu, masih menyisakan PR (pekerjaan rumah) yang harus diselesaikan bupati dan wakil bupati terpilih pada Pilkada serentak 2024 lalu, Fery Sahputra Simatupang dan Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro. Antara lain masalah infrastruktur, kesehatan, pendidikan, dan pelayanan publik yang perlu ditingkatkan, terutama menyangkut kepentingan orang banyak.

Setidaknya, ada beberapa harapan yang dinantikan dari kepemimpinan Fery-Syahdian saat ini, sebagai wujud visi misi serta program dan janji politik mereka ketika Pilkada 2024 lalu. Duet Fery Sahputra Simatupang dan Syahdian Purba Siboro yang memiliki latar belakang aktivis yang aktif di organisasi seperti KNPI dan politisi telah cukup memadai dalam merancang pembangunan di Labusel.

Hadirnya sosok Fery Simatupang dari kalangan milenial sekaligus putra asli kelahiran Kotapinang, tentu memiliki nilai emosional dalam membangun tanah kelahirannya. Terlebih Kotapinang sebagai ibukota Kabupaten Labusel, tentu menjadi potret bagi para tamu dan wisatawan serta para investor untuk melirik potensi apa yang dapat digali dan dikembangkan guna mempercepat laju pertumbuhan pembangunan di Kabupaten Labusel. Syahdian Purba Siboro yang merupakan politisi mumpuni, tentu dapat mendukung penuh program dari visi misi yang ditawarkan kepada masyarakat.

Desa Aek Batu atau kerap disebut dengan nama Cikampak, yang merupakan salah satu desa di kecamatan Torgamba, juga tidak kalah penting dalam sektor pembangunan. Karena, selain jumlah penduduknya yang paling tinggi, juga memiliki potensi besar di sektor perdagangan, pertanian dan perkebunan, terutama kelapa sawit dan tanaman pangan.

Apalagi di kecamatan ini terdapat Taman Wisata Torgamba yang dikenal sebagai Taman Wisata Alam Holiday Resort, terletak di Aek Raso. Tempat wisata ini menawarkan berbagai kegiatan wisata alam dan buatan, termasuk taman bertema, wahana hiburan, serta wisata air. Selain itu, di sekitar Torgamba terdapat juga Pusat Pelatihan Gajah di Desa Aek Raso, di mana pengunjung dapat berinteraksi dengan gajah.

Apalagi, melihat kedekatan wilayah ini dengan Provinsi Riau, tentu amat berpeluang berdirinya lapangan terbang perintis. Sehingga masyarakat Rokan Hilir, Provinsi Riau, yang berbatasan langsung dengan Torgamba, dapat terbang melalui lapangan terbang yang lebih dekat dengan domisilinya mereka. Daripada mereka harus jauh-jauh ke Bandara yang ada di Pekanbaru.

Hal ini tentu dapat merangsang para pengusaha/pedagang yang berada di Sikampak, dalam meningkatkan pasarnya untuk dapat bersaing dengan para pengusaha/pedagang yang berada di Baganbatu (Riau).

Karenanya, Bupati dan Wakil Bupati Labusel tentu harus berani mengambil kebijakan-kebijakan yang berpihak kepada kepentingan rakyat tanpa adanya intervensi dari pihak manapun. Biarkanlah mereka berkreasi membenahi kampung halamannya sebagaimana jargon mereka: “Mari kita merawat kampung halaman bersama”.

Program pembangunan yang telah disetujui melalui tahapan Musrembang, baik di tingkat kecamatan dan kabupaten, dan setidaknya telah mendapat dukungan penuh dari legislatif. Hubungan yang harmonis antara Pemkab dan DPRD Labusel, dengan tidak saling bergesekan satu dengan lainnya, akan sangat mendorong laju pertumbuhan pembangunan.

Kita sebagai putra daerah, merasa terpanggil untuk mengambil peranan dalam mengawal pembangunan agar sesuai harapan. Labusel yang cukup dikenal sebagai daerah petro dollar, janganlah hanya selogan semata, akan tetapi melalui potensi daerah yang andal mampu memberikan kesejahteraan bagi masyarakatnya menyambut pemberdayaan potensi daerah salah satu ide cemerlang yang harus terus disuarakan.

Labusel yang dikenal dengan daerah perkebunan kelapa sawit dan karet, adalah sebagai sumber penghasilan utama penduduknya. Namun harga sawit dan karet yang terus berfluktuasi sangat meresahkan masyarakat. Ketika harga naik masyarakat merasa senang dan berleha-leha, ketika harga turun masyarakat resah menjerit tak ketulungan.

Haruskah demikian? Sepertinya pemerintah harus memberikan pencerahan kepada masyarakat dengan menciptakan usaha- usaha pendampingan tanpa harus terpusat kepada sawit dan karet semata. Ada beberapa saran yang mungkin perlu dipertimbangkan:

1. Pembangunan infrastruktur jalan lingkar sebagai jalan alternatif yang sudah hampir 17 tahun tak kunjung selesai. Sepengetahuan saya, pembangunan jalan lingkar ini sudah dimulai sejak masa Prof Dr Ir Hj R Sabrina MSi menjabat sebagai Pj Bupati Labusel pertama sekali pasca pemekaran, sekira Tahun 2008. Mudah-mudahan Bupati dan Wakil Bupati Labusel saat ini dapat merealisasikan pembangunan jalan lingkar ini dan jembatan penghubung dari Kotapinang ke daerah Cikampak.

Di samping mengurangi kemacetan lalulintas di inti kota Kotapinang, akibat banyaknya truk dan bus yang parkir di sana, jalan lingkar ini diharapkan juga dapat meminimalisir kecelakaan, seperti truk-truk bertonase besar yang tidak mampu mendaki bukit tinggi. Demikian juga dengan perbaikan infrastruktur jalan-jalan yang rusak maupun yang belum selesai harus segera dituntaskan untuk memudahkan akses penghubung ke dunia usaha, sektor kesehatan dan sektor pendidikan.

2. Menempatkan aparatur yang andal, berkualitas, serta memiliki kompetensi di bidang tugasnya (The Right Man On The Rigt Please ), sehingga mampu menyusun program prioritas untuk dilaksanakan dan menguasai wilayah serta wawasan yang luas.

3. Melakukan kolaborasi dengan Pemerintah Kabupaten/Kota di dalam negeri yang bertujuan untuk saling tukar informasi, budaya, sains dan tekhnologi.

4. Membangun kerjasama dengan kota di Luar Negeri yang sepadan dengan potensi daerahnya masing-masing, seperti Malaysia, sehingga dapat saling menguntungkan kedua belah pihak sebagai prinsip dan hakekat kerjasama.

5. Mendirikan badan-badan usaha milik daerah yang mampu mendatangkan PAD seperti peningkatan usaha kecil dan menengah (UKM), PDAM serta sektor industri lainnya. Termasuk juga peningkatan sektor pariwisata seperti revitalisasi Istana Bahran Kotapinang yang paling strategis dan sangat berpotensi dijadikan sebagai icon Labusel.

6. Memprioritaskan pemberdayaan putra-putri daerah dalam struktur jabatan dan pekerjaan, jika masih ada kompetensi untuk itu.

7. Memberikan beasiswa kepada mahasiswa asal Labusel yang berprestasi dan kurang mampu di PTN maupun PTS di Sumut dan Sumbar serta Pulau Jawa.

8. Mengadakan koordinasi dan konsultasi bagi para senior, putra daerah yang telah berpengalaman di pemerintahan, akademisi, praktisi, dan politisi, serta tim pemekaran yang berjuang dalam mewujudkan pemekaran Labuhanbatu Selatan.

Akhirnya, saya mengucapkan selamat HUT ke-17 kepada Pemkab Labusel dan selamat kepada Bupati Fery Sahputra Simatupang dan Wakil Bupati Syahdian Purba Siboro, semoga tetap semangat dan solid melakukan perubahan yang berkemajuan di Labusel. Semoga!

*) Penulis adalah mantan Sekretaris Panitia Pendukung Proses Percepatan Pemekaran Kabupaten Labuhanbatu (P5KLB) dan Ketua Umum Ikatan Keluarga Labuhanbatu Raya (IKLAB Raya)

DPRD Labuhanbatu Terima Rancangan KUPA dan Perubahan Plafon Anggaran TA 2025, Bupati: Selanjutnya, Penyusunan Rencana Kerja dan Ranperda

SERAHKAN: Bupati Labuhanbatu teken nota kesepakatan KUPA dan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran (TA) 2025.(FAJAR/sumut pos)
SERAHKAN: Bupati Labuhanbatu teken nota kesepakatan KUPA dan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran (TA) 2025.(FAJAR/sumut pos)

LABUHANBATU, SUMUTPOS.CO – Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita didampingi Wakil Bupati Labuhanbatu Jamri menandatangani nota kesepakatan Kebijakan Umum Perubahan APBD (KUPA) dan perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Kabupaten Labuhanbatu Tahun Anggaran (TA) 2025 pada sidang paripurna DPRD Kabupaten Labuhanbatu yang diselenggarakan di Gedung Paripurna DPRD, Selasa (25/7).

“Penandatanganan nota kesepakatan ini telah melalui pembahasan antara badan anggaran DPRD bersama dengan tim anggaran Pemerintah Daerah Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan mekanisme dan tata tertib DPRD Kabupaten Labuhanbatu,” ujar Maya.

Disebutkannya setelah disetujui DPRD maka selanjutnya menjadi pedoman dalam penyusunan perubahan rencana kerja dan anggaran SKPD dan ranperda tentang Perubahan APBD Kabupaten Labuhanbatu sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

“Ditetapkannya nota kesepakatan rancangan KUPA, telah diselesaikan juga salah satu tahapan akhir agenda rencana keuangan tahunan Pemerintah Kabupaten Labuhanbatu yang merupakan instrumen dalam pelaksanaan pembangunan serta penyelenggaraan pemerintah dalam satu tahun anggaran,” urainya.

Di akhir pidatonya bupati mengucapkan terima kasih kepada seluruh anggota DPRD Kabupaten Labuhanbatu terkhusus kepada Badan Anggaran yang telah memberikan berbagai tanggapan, saran dan masukan dalam membahas dan menganalisa untuk penyempurnaan rancangan kebijakan umum perubahan APBD serta perubahan prioritas dan plafon anggaran sementara APBD Labuhanbatu Tahun 2025.

Ia berharap, kerja sama antara legislatif dan eksekutif yang telah terbina dengan baik selama ini dapat lebih ditingkatkan pada masa mendatang sehingga mampu memberikan kontribusi yang sebesar-besarnya bagi masyarakat Kabupaten labuhanbatu dalam rangka terwujudnya Labuhanbatu cerdas bersinar.

Pada kesempatan yang sama ketua DPRD Kabupaten Labuhanbatu Arjan Priadi Ritonga mengatakan, 9 Juli 2025 yang lalu Bupati Labuhanbatu telah menyampaikan rancangan perubahan KUA dan PPAS Tahun Anggaran 2025, selanjutnya untuk memenuhi ketentuan pasal 16 ayat 1 dan ayat 2 peraturan DPRD Kabupaten Labuhanbatu nomor 1 tahun 2020 tentang perubahan atas peraturan DPRD nomor 1 tahun 2018 tentang tata tertib DPRD Kabupaten Labuhanbatu, maka melalui Badan Anggaran bersama TPAD telah melakukan pembahasan atas rancangan perubahan KUA dan PPAS.

Sementara itu Badan Anggaran DPRD Kabupaten Labuhanbatu menyampaikan, Bupati Labuhanbatu telah menyampaikan rancangan perubahan KUA dan PPAS kepada DPRD, penyampaian rancangan ini dikarenakan adanya perkembangan yang tidak sesuai dengan asumsi kebijakan umum anggaran atau KUA.

Sejalan dengan itu DPRD Kabupaten Labuhanbatu melalui badan anggaran telah melakukan pembahasan bersama TPAD dengan catatan atas hasil pembahasan terhadap rancangan perubahan KUA dan PPAS untuk dibawakan pada perubahan APBD Tahun Anggaran 2025.

“Sekaitan dengan hal ini kami kembali menegaskan apa yang sudah menjadi kesepakatan bersama yang telah disepakati menjadi pedoman perangkat daerah dalam menyusun RKA SKPD,” ujarnya. (fdh/azw)

Telkomsel, TikTok, dan GoPay Luncurkan SIMPATI TikTok, Wujudkan Sinergi Perluas Inklusi Digital Indonesia

(Kiri ke kanan) Andi Agus Akbar, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel; Wong Soon Nam, Director of Planning and Transformation Telkomsel; Sudhanshu Raheja, President Director of GoTo Financial; Vanessa Brown, Director of Global Business Development, APAC TikTok; Steven Li, Senior Director of Global E-Commerce Strategy, TikTok Shop; Derrick Heng, Director of Marketing Telkomsel; Ade Mulya, Director of Public Affairs and Communications, GoTo Group; dan Stanislaus Susatyo, Director of Sales Telkomsel secara simbolis meluncurkan kartu perdana edisi khusus SIMPATI TikTok (15/7) di Telkomsel Smart Office.
(Kiri ke kanan) Andi Agus Akbar, Senior Vice President Corporate Secretary Telkomsel; Wong Soon Nam, Director of Planning and Transformation Telkomsel; Sudhanshu Raheja, President Director of GoTo Financial; Vanessa Brown, Director of Global Business Development, APAC TikTok; Steven Li, Senior Director of Global E-Commerce Strategy, TikTok Shop; Derrick Heng, Director of Marketing Telkomsel; Ade Mulya, Director of Public Affairs and Communications, GoTo Group; dan Stanislaus Susatyo, Director of Sales Telkomsel secara simbolis meluncurkan kartu perdana edisi khusus SIMPATI TikTok (15/7) di Telkomsel Smart Office.

Kartu perdana edisi khusus seharga Rp55.000 termasuk kuota 5GB, voucher TikTok Shop by Tokopedia dan GoPay; kolaborasi 360° dorong kontribusi kreator dan UMKM terhadap ekonomi kreatif digital Indonesia

JAKARTA, SUMUTPOS.CO – Telkomsel, TikTok, dan GoPay meluncurkan SIMPATI TikTok, kartu perdana edisi khusus yang menjadi langkah awal sinergi tiga ekosistem digital terbesar di Indonesia untuk menghadirkan power of connectivity – konektivitas unggul yang mendorong kreativitas masyarakat, kreator, dan pelaku UMKM guna membuka lebih banyak peluang ekonomi di seluruh nusantara.

Dengan memadukan keunggulan jaringan broadband terdepan dan terluas Telkomsel yang menjangkau lebih dari 97% wilayah populasi, kapabilitas live-commerce TikTok, serta layanan finansial inklusif GoPay, produk kolaborasi ini diharapkan mampu mempercepat pencapaian visi Indonesia Emas 2045 melalui misi Asta Cita poin 2 (SDM unggul), poin 3 (kewirausahaan), poin 4 (ekonomi kreatif), dan poin 6 (adopsi teknologi).

Sebagai langkah awal, SIMPATI TikTok hadir dalam bentuk kartu perdana edisi khusus seharga Rp55.000 dengan kuota internet 5GB, dilengkapi jaringan yang unggul saat mengakses aplikasi TikTok. Pelanggan juga mendapatkan voucher TikTok Shop by Tokopedia dan GoPay. Produk ini dihadirkan untuk memudahkan masyarakat luas, khususnya para kreator dan UMKM, dalam mengakses TikTok dan layanan digital lainnya secara lancar di mana pun dan kapan pun.

Direktur Utama Telkomsel, Nugroho menjelaskan, “Dengan fondasi jaringan Telkomsel yang terdepan dan terluas di Indonesia, SIMPATI TikTok memastikan setiap kreator dan pelaku UMKM bisa mendapatkan koneksi stabil dan terpercaya – yang bisa menjadi katalis bagi kreativitas digital masyarakat Indonesia. Kami berharap kolaborasi lintas-ekosistem ini membuka peluang ekonomi hingga ke seluruh penjuru negeri, meningkatkan taraf hidup masyarakat di berbagai lapisan kehidupan.”

Lebih lanjut, paket isi ulang SIMPATI TikTok juga tersedia untuk menjangkau berbagai segmen pengguna, mulai dari mereka yang gemar menikmati konten di TikTok, hingga kreator dan pelaku UMKM yang aktif melakukan live streaming.

Seluruh paket dirancang dengan kuota besar, harga terjangkau, dan dilengkapi voucher TikTok Shop by Tokopedia, GoPay, serta MyAds, tersedia bagi seluruh pelanggan SIMPATI melalui aplikasi MyTelkomsel, UMB *363#, dan mitra ritel resmi Telkomsel di seluruh Indonesia. Pelanggan dapat memilih berbagai varian, mulai dari harga Rp5.000 untuk kuota khusus TikTok 5GB, hingga Rp100.000 untuk 60GB kuota TikTok dan internet, serta akses jaringan yang unggul, sesuai dengan kebutuhan aktivitas digital mereka.

Direktur Global Business Development TikTok Asia Pasifik, Vanessa Brown, menambahkan, “Melalui kolaborasi ini, TikTok ingin semakin memperkuat ekonomi livestream di Indonesia dengan mempermudah kreator dan UMKM mengakses perangkat yang mendukung pertumbuhan mereka, baik melalui konektivitas yang stabil, fitur live-commerce, maupun insentif digital.

Dengan SIMPATI TikTok, kami berharap dapat membantu lebih banyak kreator dan penjual untuk membangun kehadiran, melibatkan komunitas, dan mengembangkan bisnis mereka di dalam platform dengan cara yang lebih mudah dan mudah diakses.”

Kolaborasi strategis ini berjalan dalam kerangka kerja Enable, Equip, Empower, dan Endorse (4E), yang dirancang secara khusus untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat secara luas:

  • Enable – Menyediakan konektivitas unggul serta solusi layanan dari ketiga ekosistem untuk menghadirkan pengalaman streaming dan transaksi yang optimal.
  • Equip – Memberikan akses jaringan unggul, fitur live-commerce TikTok, serta insentif digital bagi penonton, kreator, dan penjual di platform digital.
  • Empower – Mengadakan berbagai pelatihan literasi digital, program sertifikasi, hingga pendampingan langsung guna meningkatkan kompetensi kreator dan UMKM.
  • Endorse – Mengintegrasikan berbagai solusi lintas-ekosistem dari Telkomsel, TikTok, dan GoPay untuk mendukung pertumbuhan ekonomi digital yang inklusif dan berkelanjutan.

Presiden Direktur GoTo Financial, Sudhanshu Raheja mengatakan, “Kolaborasi ini sejalan dengan misi GoPay dalam mendorong inklusi keuangan bagi seluruh lapisan masyarakat. SIMPATI TikTok menghadirkan akses koneksi yang unggul di seluruh wilayah Indonesia, khususnya bagi para kreator dan pelaku UMKM, sekaligus mempermudah akses layanan keuangan digital di aplikasi GoPay bagi masyarakat luas. Kami sangat senang GoPay, Telkomsel, dan TikTok dapat menjalin kemitraan ini, yang semakin memperkuat nilai strategis kolaborasi kami dengan Telkomsel yang telah berlangsung sejak lama.”

Peluncuran SIMPATI TikTok menjadi wujud nyata komitmen kolaboratif dari Telkomsel, TikTok, dan GoPay dalam mendorong inklusi digital yang bermakna, memperkuat pertumbuhan ekonomi kreatif digital, serta memberdayakan masyarakat menuju Indonesia Emas 2045.

Untuk informasi lebih lanjut mengenai SIMPATI TikTok, kunjungi tsel.id/SIMPATITIKTOK. (rel)

Dampak Pengurangan THL di DLH Dairi, Kepala Dinas Ikut Angkut Sampah Warga

ANGKUT SAMPAH: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Sahat Maruli Tua Sinaga, jadi sopir truk sampah untuk menangani persoalan sampah di Kota Sidikalang, Selasa (15/7).(Rudy Sitanggang/Sumut Pos)
ANGKUT SAMPAH: Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten Dairi, Sahat Maruli Tua Sinaga, jadi sopir truk sampah untuk menangani persoalan sampah di Kota Sidikalang, Selasa (15/7).(Rudy Sitanggang/Sumut Pos)

SUMUTPOS.CO – Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kabupaten Dairi, Sahat Maruli Tua Sinaga, turun tangan mengangkut sampah dari rumah-rumah warga di Kota Sidikalang.

Dari amatan wartawan, Selasa (15/7), di satu ruas jalan protokol Kota Sidikalang, tepatnya Jalan Ferdinand Lumban Tobing, Barisan Nauli, Sahat membawa mobil truk colt diesel bersama anak buahnya, untuk mengangkut sampah warga.

Permasalahan sampah di Kota Sidikalang sempat disoal warga. Pasalnya, dalam beberapa bulan terakhir, sampah-sampah warga tidak terangkut petugas kebersihan dari DLH Kabupaten Dairi. Adapun penyebabnya, karena ada pemutusan hubungan kerja (PHK) puluhan tenaga harian lepas (THL) di dinas tersebut.

Sahat menyatakan, saat ini jumlah petugas dari tim kebersihan berkurang, yang mengakibatkan penanganan sampah di Kota Sidikalang dan sejumlah kecamatan terkendala. Dia juga menuturkan, jumlah petugas termasuk pegawai yang berstatus Aparatur Sipil Negara (ASN) di DLH Kabupaten Dairi, hanya 43 orang. Kekurangan petugas kebersihan ini, dampak dari pengurangan THL yang dirumahkan beberapa bulan lalu.

“Puluhan THL sudah dirumahkan beberapa waktu lalu. Sekarang sopir truk sampah juga sudah berkurang. Jadi untuk mengatasi kekosongan itu, kami terpaksa turun tangan untuk mengemudikan truk sampah, mengangkut sampah dari rumah-rumah warga,” pungkasnya. (rud/saz)