27 C
Medan
Friday, January 2, 2026
Home Blog Page 14922

PABBSI Sumut Siapkan Empat Atlet

MEDAN-Pengurus provinsi (Pengprov) Persatuan Angkat Berat, Besi dan Binaraga Seluruh Indonesia (PABBSI) Sumatara Utara menyiapkan empat atletnya untuk berlaga di Pekan Olahraga Pelajar Nasional (POPNAS) yang berlangsung di Riau pada September 2011 nanti.

Keempat atlet yang dipersiapkan PABBSI Sumut pada POPNAS nanti terdiri dari dua atlet putra dan dua atlet putri. Kedua atlet putra yang dimaksud adalah Ilham Taufik dan Fajar Maulana. Sedangkan dua atlet putrinya Dini M Siregar dan Desy Lestari Putri.

Menurut penuturan Kabidbinpres Pengda PABBSI Sumut Raden Mas Asnawi kepada Sumut Pos, Jumat (8/7) bahwa atlet yang akan berlaga di POPNAS tersebut saat ini digembleng setiap hari Senin hingga Sabtu mulai Pukul 15.00 WIB hingga 18.00 WIB di Gedung PABBSI Sumut Jalan Helvetia Medan.

“Seluruh atlet berlatih di bawah bimbungan Ahmad Sayuti. Kami berharap melalui polesannya Sumut mampu berbicara banyak di tingkat nasional,” kata Asnawi.
Dilanjutkannya, bahwa para atlet yang akan dikirim mengikuti Popnas nanti telah menjalani hasil seleksi yang ketat karenanya kami meyakini jika  mereka benar-benar memiliki kemampuan yang bagus.

Mengenai target yang dicangkan pihaknya pada Popnas nanti, Asnawi mengatakan bahwa pihaknya tak ingin memasang target yang muluk-muluk.
“Kami tak ingin para atlet menjadi tertekan dengan target yang diemban. Kami ingin mereka tampil lepas pada Popnas nanti,” bilangnya. (omi)

Tumbuh Kembang di Jalan

Drs Boyke Turangan MAP

Pendidikan di mata Drs Boyke Turangan MAP menjadi begitu penting. Tidak hanya untuk diri sendiri, juga untuk tanggung jawab yang diamanatkan kepadanya. Kondisi keuangan yang mengganggu pun tak menghentikan keinginan tersebut.

Lahir sebagai anak III dari V bersaudara, Boyke sudah harus hidup di jalanan sejak duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama. Kerasnya kehidupan di seputaran Pajak Petisah Kota Medan bahkan menjadi makanan sehari-hari sepeninggalan orangtua laki-laki. Angkat kelewang yang berakhir di ruang pemeriksaan petugas kepolisian hanyalah konsekuensi dari usaha untuk bertahan hidup.
Begitu pun, Boyke muda tidak larut dengan kelamnya kehidupan jalanan. Rasa ingin tahu yang dimiliki coba tetap diwujudkan dengan belajar.

Seperti mempelajari berbagai ilmu beladiri untuk memuaskan hobi adu-pukul. Tidak hanya beladiri modern, juga versi tradisional dengan berbagai misteri yang ada.
“Hidup nekat mati muda menjadi prinsip saya waktu itu yang suka berkelahi. Tapi, kerasnya hidup yang saya jalani itu membuat saya mampu bersikap sesuai situasi yang ada. Organisasi juga butuh peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM). Makanya saya sangat menyarankan kawan-kawan untuk meningkatkan SDM melalui dunia pendidikan,” buka Boyke yang ditemui di Jalan Baut Pasar XI Marelan, Jumat (1/7) lalu.

Salah satunya saat kondisi keuangan keluarga yang membuat pendidikannya di Sastra Indonesia Fakultas Sastra (sekarang Fakultas Ilmu Budaya) Universitas Sumatera Utara (USU) tersendat-sendat.
Di semester tiga dirinya vakum selama lima tahun sebelum kembali aktif. Dari kerasnya kehidupan tadi pula sebuah jalan terbuka untuk  menamatkan pendidikannya. Meskipun harus memakan waktu 10 tahun lamanya.

Pengalaman di organisasi yang selama ini diperoleh pun semakin lengkap dengan wawasan baru dari dunia akademik. Modal untuk melakukan perubahan di salah satu organisasi kepemudaan yang dipimpinnya kala itu. Melawan tradisi senioritas yang masih begitu kuat dalam menangani lahan parkir di seputaran Majestik. Apa yang dulunya menjadi hak mutlak senior dibagi dengan kawan-kawan di organisasi. Dengan sistem kekeluargaan dirinya merangkul seluruh pengurus untuk bekerja sama membesarkan organisasi.

“Tidak harus dengan cara-cara yang berkesan mewah. Saya suka ngajak kawan-kawan kumpul di ladang daerah Telung Kenas. Semacam arisan gitu lah. Gitu juga dengan kawan-kawan diranting kami bagi-bagi buku tulis kepada masyarakat. Apa yang bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” tuturnya.

Dengan memiliki pendidikan yang cukup akan membuka wawasan untuk menghadapi satu kondisi yang sulit. Hal itu yang dialami ayah empat anak ini saat dipercaya memimpin Gerakan Anti Narkotika (Granat) Kota Medan sejak 1989 silam.
Dengan hubungan baik dengan berbagai pihak, organisasi yang tanpa subsidi tadi pun mampu melaksanakan berbagai kegiatan.

Dirinya pun melihat dua kegagalan saat mencalonkan diri sebagai anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Sumatera Utara dari PDIP sebagai motivasi untuk memperbaiki kekurangan yang ada. Untuk tetap optimis adanya perubahan di tengah-tengah masyarakat.
“Kalau semua dilaksanakan sesuai aturan kita pasti dapat manfaat. Masyarakat sekarang lebih pintar dan lebih kritis,” tegasnya. (jul)

Fadlin Lolos ke Final

JAKARTA-Sprint nasional, Fadlin, berhasil masuk final nomor sprint 100 meter Kejuaraan Atletik Asia XIX di Kobe, Jepang, Jumat (8/7).

Manajer tim Eni Nuraini Sumartoyo ketika dihubungi, Jumat, mengungkapkan, atlet asal Nusa Tenggara Barat yang dipersiapkan ke SEA Games XXVI itu berhasil membukukan catatan waktu 10,65 detik pada heat pertama dan 10,56 detik di semifinal.

Meski demikian, catatan waktu tersebut masih lebih lemah dibandingkan hasil pencapaiannya pada kejuaraan nasional yang merupakan Kualifikasi PON 2012 yang digelar di Jakarta pada akhir Juni lalu.

Ketika itu, Fadlin menjadi yang tercepat dengan waktu 10,46 detik yang jauh lebih tajam dibandingkan hasil sebelumnya ketika mencatat waktu 10,50 detik di Jatim Open 2011 dan 10,67 detik di Kejuaraan Atletik Grand Prix 2011 di China.
“Memang agak sedikit lebih lemah, tetapi kami harapkan dia bisa lebih cepat saat pada babak final nanti,” ujar Eni.

Sementara itu, atlet asal Papua, Franklin Burumi, bahkan hanya berhasil membukukan catatan waktu 11,28 detik, sedangkan pada kejurnas di Jakarta dia absen. Satu atlet lain yang berlaga pada hari pertama tersebut adalah Rose Herlinda Inggriana yang tampil di lontar martil. (net/jpnn)

Karateka Sumut Ikut Kejuaraan Karate Asia

JAKARTA- Kekuatan timnas karate Indonesia proyeksi SEA Games 2011 kembali bakal diuji. Umar Syarief dkk bakal diterjunkan dalam Kejuaraan Asia di Guangzhou, Tiongkok, pada 16-26 Juli mendatang.

Seluruh karateka yang saat ini menghuni pelatnas bakal ambil bagian dalam even tersebut. PB Forki menyatakan bahwa kejuaraan itu bakal menjadi ajang pemantapan bagi para armadanya.
“Karena itu, kami memutuskan untuk mengirimkan semua karateka proyeksi SEA Games untuk terjun di kejuaraan itu. Termasuk karateka anyar yang kami masukkan setelah mereka tampil bagus di Indonesia Terbuka lalu,” terang Hendardji Soepandji, ketua umum (Ketum) PB Forki, saat ditemui di ruang kerjanya kemarin (8/7).

Seperti diketahui, PB Forki akhirnya memang memasukkan dua karateka anyar ke dalam pelatnas. Salah satunya ialah karateka putri asal Sumut Tantri Widyasari. Karateka yang bertanding di kelas senior Kumite Perorangan Putri -61 kg tersebut berhasil masuk ke pelatnas setelah sukses menyabet emas di Indonesia Terbuka 2011.

“Ini juga akan menjadi uji kemampuan bagi para karateka setelah bertanding di Indonesia Terbuka lalu. Kejuaraan ini memiliki tingkat persaingan yang sengit. Cocok untuk anak-anak,” terang Hendardji.

Meski begitu, kejuaraan tersebut tak akan memengaruhi posisi para karateka di pelatnas. Artinya, apapun hasil yang diterima para atlet tak akan membuat mereka terdegradasi dari pelatnas.

Termasuk ketika para atlet tersebut gagal merebut medali di Negeri Panda, julukan Tiongkok.
“Tim yang sekarang menghuni pelatnas sudah pasti ke SEA Games. Jadi tidak akan adalagi degradasi setelah ini,” tegas lelaki asal Magelang, Jawa Tengah (Jateng), tersebut. (ru/diq/jpnn)

K-78 Mulai Lunak

SOLO-Kelompok 78 (K-78) yang tadinya dituding sebagai biang kerok atas kegagalan Kongris PSSI beberapa waktu lalu, kini terkesan melunak.

Kelompok 78 pemilik suara sah PSSI atau yang sering disebut K-78 tak mau disalahkan lagi jika nantinya kongres yang digelar, Sabtu (9/7) di Solo terjadi kebuntuan seperti di Jakarta. Para anggota K-78 menginginkan kongres berjalan lancar sesuai yang diharapkan.

K-78 yang dianggap sebagai biang kesalahan mengaku yakin, kongres ini akan berakhir sukses. Hal ini seperti diungkapkan Saleh Ismail Mukadar saat ditemui wartawan di hotel The Sunan, Solo, Jumat (8/7).

“Yang pasti kami punya tekad bahwa kongres ini adalah terakhir, karena kalau deadlock seperti di Jakarta lalu, kami takut kalau disalahkan lagi atas kegagalan kongres,” tukas Saleh.
Sementara itu, terkait tetap tidak diperbolehkannya pasangan George Toisutta dan Arifin Panigoro untuk maju dalam pencalonan ini oleh FIFA, Saleh mengaku masih akan melakukan pertemuan dengan kelompok K-78 untuk membahas dukungan terhadap calon lain.

“Tetap mendukung pak George dan pak Arifin atau kandidat lainnya baru akan kami tentukan malam nanti. Yang pasti bukan dari orang-orang yang dekat dengan status quo seperti Erwin Aksa atau orang-orang di sekitar itu,” tambah Saleh.

Secara terpisah, salah satu anggota K-78 Yunus Rusli mengaku pihaknya kini tengah gencar melakukan konsolidasi dengan beberapa kandidat calon ketua umum PSSI.

“Ada beberapa sudah melakukan komunikasi dengan kami. Di antaranya ada Djohar Arifin Husein, Yapto Soerjosoemarno, Agusman Effendi, yang sudah berkonsolidasi dengan kami,” ujar Yunus yang merupakan perwakilan dari Persisam Samarinda.
Selain itu Yunus juga mengatakan, jika menentukan memilih seorang calon kandidat ketua maka ini terlalu dini, hal ini masih perlu dibahas dengan anggota yang lain.

Sementara itu sehari menjelang Kongres Luar Biasa (KLB) PSSI pada Sabtu (9/7), kota Solo tampak berbeda dari hari biasanya. Pasalnya ratusan kelompok suporter dari luar daerah mulai berdatangan ke kota Solo untuk mendukung jalanya kongres PSSI besok.

Dari beberapa kelompok suporter yang datang hari ini adalah Bonek dan Panser Biru dari Semarang dan mereka berjumlah ratusan fans. Hal itu masih akan bertambah lagi besok pagi dengan total mencapai ribuan suporter.
Sementara itu ada juga dari kelompok suporter Ultras Mania sekitar 20 orang.

Begitu masuk kota Solo, para anggota suporter langsung melakukan aksi di kawasan Kampung Sewu. Aksi yang bertajuk “kulo nuwun Solo” ini berarti meminta izin kepada warga Solo agar anggota suporter diperbolehkan memberikan dukungan atas jalannya kongres PSSI yang akan berjalan besok.
Terpisah, koordinator dari Panser Biru mengatakan, kedatangan mereka ke Solo selain untuk mendukung jalannya kongres, para suporter juga akan menyampaikan beberapa aspirasi untuk ketua PSSI yang terpilih  nantinya.

Salah satu aspirasi tersebut adalah suporter mengharapkan agar PSSI tidak dibawa ke ranah politik seperti yang dilakukan pada periode Nurdin Halid yang lalu. Itu hal yang paling penting untuk ketua yang baru. (bbs/jpnn)

Etihad Stadium Markas Baru City

Sponsor utama Manchester City Etihad Airways telah teken kontrak baru selama 10 tahun untuk mengganti nama Stadion City of Manchester, menjadi Etihad Stadium.

Peresmian nama Etihad Stadium tersebut disampaikan oleh direktur eksekutif City Garry Cook dan direktur eksekutif Etihad Airways, James Hogan.

“Kami sangat bangga untuk memperluas kerja sama dengan Etihad Airways melalui kesepakatan kerja sama yang komprehensif ini,” kata Cook pada situs resmi City.

“Ini merupakan salah satu kerjasama paling penting dalam sejarah sepak bola dunia,” lanjutnya. “Selain untuk memberikan pendapatan yang signifikan pada tahap kunci dalam evolusi klub, perjanjian ini menciptakan kesempatan yang menarik bagi kedua pihak untuk bekerja sama lebih dalam komersial dan pada media serta inisiatif kerja sama di masa depan,”Etihad Airways juga telah mengumumkan peluncuran dua kali sehari penerbangan antara Manchester dan Abu Dhabi mulai 1 Agustus mendatang. (net/jpnn)

Bielsa Tangani Bilbao

BILBAO – Marcelo Bielsa kembali melatih di Spanyol. Pelatih Argentina berusia 55 tahun itu telah diresmikan sebagai entrenador Athletic Bilbao kemarin. Bielsa sebelumnya pernah berkarir di Liga Primera 13 tahun silam atau ketika menangani Espanyol.

Terpilihnya Bielsa tak lepas dari peran Josu Urrutia, presiden Bilbao yang baru saja terpilih. Dalam kampanyenya, Urrutia yang mantan gelandang Bilbao periode 1988-2003 itu menjanjikan Bielsa sebagai entrenador klub yang musim lalu finis keenam di Liga Primera itu.

Bielsa telah menganggur empat bulan terakhir atau sejak mundur dari kursi pelatih Cile Februari lalu. Bielsa menggantikan Joaquin Caparros yang kontraknya habis di akhir musim lalu. “Bielsa akan datang Sabtu besok (hari ini WIB, 9/7) dan akan mulai memimpin latihan tim Senin pekan depan (11/7),” demikian rilis Bilbao di situs resmi klub.

Kehadiran Bielsa pun menambah daftar pelatih asal Argentina di Liga Primera musim depan (2011-2012) menjadi tiga orang. Selain Mauricio Pochettino yang sudah menangani Espanyol dua tahun terakhir, juga Hector Cuper yang dipercaya sebagai entrenador Racing Santander akhir bulan lalu (29/6).

Kendati memiliki pengalaman bersama Espanyol dan sukses membesut Cile sejak 2007, Bielsa menghadapi tantangan berat di Bilbao. Itu tak lepas dari kebijakan Bilbao yang hanya memakai pemain asli Basque. Sejauh ini, Los Leones -sebutan Bilbao- baru merekrut satu pemain.

Dia adalah gelandang Ander Herrera yang baru saja mengantarkan Spanyol U-21 meraih gelar Eropa. Herrera sejatinya sudah digaet Bilbao dari Real Zaragoza pada 7 Februari lalu, tapi kontraknya yang berdurasi lima tahun memang baru efektif berlaku per 1 Juli 2011. (dns/jpnn)

Kostarika Geser Argentina

JUJUY-Ticos (julukan Kostarika) merangsek ke posisi runner up Grup A setelah memecundangi Bolivia, yang mengakhiri laga dengan sembilan pemain. Berpartisipasi ‘hanya’ sebagai pengganti Jepang yang mengundurkan diri, penampilan Kosta Rika di Copa America 2011 tak bisa dibilang mengecewakan.

Meski takluk dari Kolombia di laga pertama, Ticos langsung bangkit guna mencaplok hasil positif dalam lanjutan perjalanan di Grup A. Bolivia, yang menahan seri Argentina di awal kompetisi, dihajar 2-0, Jumat(8/7) pagi WIB.

Skor akhir bahkan bisa lebih besar lagi bagi anak-anak Ricardo La Volpe, yang bermain meyakinkan pada pertandingan di Kota Jujuy itu.

Dengan status Kostarika yang notabene tim undangan, wajar kalau bangku penonton di Estadio 23 de Agosto lebih dikuasai suporter Bolivia, namun itu tak menciutkan nyali Joel Campbell dkk.
Sempat gamang di menit-menit awal, pertengahan babak I menjadi start dominasi Kostarika. Kans emas terkreasi di menit ke-28, tapi sundulan Josue Martinez sanggup diblok bek La Verde, Ronald Raldes.

Hanya berselang dua menit, kesempatan kembali datang buat Kosta Rika. Sayang, sodoran terukur Campbell mentah karena sentuhan pertama Diego Madrigal yang buruk walaupun ia sudah dalam posisi one on one dengan Carlos Arias, kiper Bolivia.

Tekanan Ticos terus berlanjut, tapi kebuntuan masih belum berhasil dipatahkan hingga turun minum. Peluang terakhir di interval awal lewat tendangan Campbell masih tepat mengarah ke pelukan Arias.
Keunggulan akhirnya dibuka Kosta Rika di menit ke-59. Pergerakan Allen Guevarra mengelabui Raldes diakhiri sepakan yang masih sanggup dimentahkan Arias, tapi Martinez dengan cepat mencocor bola muntah.

Lima menit kemudian, Kosta Rika nyaris menggandakan skor lewat tendangan bebas Campbell, tapi eksekusi sang striker masih membentur mistar.

Ticos dihadiahi penalti di menit ke-70 atas handball Ronald Rivero di kotak terlarang, yang juga diganjar kartu kuning kedua oleh wasit. Tapi, kesempatan emas ini gagal dimaksimalkan Kosta Rika karena kecemerlangan Arias yang dua kali memblok sepakan Guevarra dari titik 12 pas juga tendangan rebound-nya.

Keadaan semakin sulit buat Bolivia, yang harus bermain dengan sembilan pemain di 13 menit akhir menyusul kartu merah langsung untuk Walter Flores yang melakukan pelanggaran keras pada Campbell.

Nama terakhir ini sukses masuk scoresheet di menit ke-79. Ia dengan dingin menaklukkan Arias setelah menerima umpan terobosan Heiner Mora.

Angka penuh dari laga ini mengangkat Kostarika ke kursi runner up sementara Grup A di atas Argentina, tim tuan rumah yang bakal mereka hadapi di matchday pamungkas fase penyisihan pada 11 Juli.

“Kami bermain sesuai dengan instruksi pelatih. Kami percaya kepadanya. Ini (hasil, Red) membuat kami semakin dekat untuk tampil di putaran kedua. Sungguh ini hal yang fantastis,” bilang Joel Champbell, striker Kostarika. (bbs/jpnn)

Simpati untuk Tim Tango

MELEMPEMNYA performa timnas Argentina membuat tim besutan Sergio Batista itu menjadi sasaran kritik. Kalangan media kompak menyerang penampilan Lionel Messi dkk yang tidak sesuai harapan.
Fans Tango (julukan Argentina) pun tak mau kalah. Mereka mencemooh permainan tim pujaannya sendiri saat hanya mampu bermain imbang 0-0 dengan Kolombia (7/7).

Di sisi lain, pelatih Brasil Mano Menezes justru memberi simpati kepada Argentina. Menurutnya, tidak adil untuk menilai performa Argentina terlampau cepat.

Memang, Tango adalah salah satu favorit utama di Copa America 2011. Namun, lawan yang dihadapi juga tidak mudah.
“Keadaan ini menunjukkan bahwa persaingan di Copa America sangat terbuka,” jelas Menezes seperti dilansir ESPN Sport.

Pernyataan Menezes cukup menarik mengingat rivalitas Brazil dan Argentina di belantika sepak bola Amerika Selatan. Bagi publik Brazil, Argentina adalah musuh nomor satu. Demikian pula sebaliknya.
Setelah menjalani dua laga, kinerja Argentina memang tidak memuaskan. Mereka memang tidak kalah, tapi juga tak mampu menang. Tango dipaksa bermain imbang melawan Bolivia (1-1) dan Kolombia (0-0). (ham/ca/jpnn)

Dokumen Bermasalah, Kayu dari Riau Ditahan

BELAWAN- Kayu gelondongan yang berasal dari Bengkalis, Riau, diduga hasil ilegal loging, masih tertahan di dermaga IKD Pelabuhan Belawan, Jum’at (8/7). Diguda dokumen kayu gelondongan tersebut bermasalah sehingga Polres Pelabuhan Belawan menahan ribuan kubik meter kayu tersebut.
Ada dua mobil truk yang bermuatan kayu gelondongan dengan nomor polisi BK 8674 DS dan BK 8075 LU di dermaga tersebut yang sudah diberikan Police line.

Menurut informasi yang diterima wartawan Koran ini dilapangan Kapal Bwin I yang membawa ribuan meter kubik asal Bengkalis Riau ini rencananya akan dibawa ke Tanjung Morawa.  “Kayu gelondong tersebut masuk ke sini sekitar beberapa hari yang lalu, namun sampai saat ini masih tertahan, tidak tahu apa penyebabnya, saya lihat kemarin kayu tersebut dibongkar dari kapal dan diletakkan di belasan truk yang sudah dipersiapkan, namun saya lihat hari ini sudah berkurang dan juga sudah di berikan garis polisi” ujar sumber terpercaya.

Sementara itu, Kasat Reskrim Polres Pelabuhan Belawan, AKP Hamam W membenarkan, telah mengamankan kayu gelondongan tersebut. “Kami tahan kayu gelondongan tersebut karena dokumennya mencurigakan,” ujarnya. (mag-11)