28 C
Medan
Thursday, January 8, 2026
Home Blog Page 14936

Kartu As Murah Bagi Pelanggan, Untung Bagi Pedagang

MEDAN – Karena  berbagai kelebihan  yang dimilikinya,  produk Telkomsel   tetap menjadi  pilihan utama pelanggan.  Tidak hanya karena  tarifnya yang murah, tetapi juga karena kualitas jaringan yang dapat diandalkan. Selain itu, Telkomsel  penuh inovatif menawarkan program – program yang memberi kemudahan dan kenyamanan pelanggan.

Untuk produk  kartu AS  misalnya. Pelanggan dapat menikmati tarif paling murah dengan tarif nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama. Ditambah,  gratis SMS  seharian serta gratis facebook & chatting. Dimana cara menikmati gratis facebook & chatting selama satu minggu cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi gratis facebook dan chatting selama 7 hari.

Berbagai kemudahan yang ditawarkan produk Telkomsel, tentu  tidak hanya menguntungkan pelanggan. Tetapi  pastinya juga memberikan berkah tersendiri bagi pedagang produk Telkomsel. Seperti  diakui Arbi pemilik Rizky Cellular yang terletak di Jalan Bromo Kecamatan Medan Denai. Selama 5 tahun membuka usaha ponsel, Arbi merasa cukup nyaman  kerjasama dengan Telkomsel.

Dikatakannya, sangat mudah menjual produk Telkomsel karena masyarakat telah mengetahui kelebihan yang dimiliki  Telkomsel. Omzet yang didapat Arbi per harinya kontribusi terbesar dari produk Telkomsel. Terutama dari kartu AS. Menurutnya, minat masyarakat terhadap produk Telkomsel khususnya Kartu AS sangat bagus. ‘’Karena menurut pelanggan fasilitas yang diberikan Kartu AS dengan berbagai Paket yang disediakan sesuai kebutuhan.  Harga paket juga sangat terjangkau,”ujarnya ketika ditemui Sumut Pos.

Harga nominal perdana kartu AS, lanjut Arbi lebih murah. Harga voucher produk Telkomsel juga lebih murah dibandingkan yang lain. Sebagai pedagang, Arbi juga merasa wajib menguasai produk yang dijualnya. Biasanya bila ada  pelanggan bertanya cara mengaktifkan paket yang diinginkan, Arbi  akan menerangkannya.

Juli Ramadhani, salah seorang pelanggan yang ditemui saat membeli pulsa di Rizky Cellular mengatakan, memilih produk Telkomsel karena mayoritas orang yang dikenalnya  menggunakan Telkomsel. ‘’ Telkomsel juga memiliki paket murah untuk sesama pengguna Telkomsel,”ujarnya.
Alasan lain, lanjut Juli karena kemudahan akses dalam mencari sinyal. Bahkan saat berada di daerah sekalipun masih dapat berkomunikasi.

‘’Saya menggunakan tarif murah kartu AS yaitu paket Jagoan Serbu SMS dan telepon sepuasnya. Paket ini saya gunakan untuk berkomunikasi dengan teman, kerabat, saudara, urusan kerjaan dan sebagainya,”tuturnya.

Kembali ke Arbi, dikatakannya, keuntungan lain menjual produk Telkomsel, dapat mengikuti program Registrasi Perdana atau Redcom. Dimana pemilik outlet dalam menukar poin berhadiah laptop, ponsel, voucher M-Kios hingga sepeda motor.

Terhadap mitra outlet, Telkomsel memang tak pernah berhenti memberikan apresiasi. Seperti lewat program yang baru diluncurkan dalam rangka pencapaian 100 juta pelanggan yang juga bertepatan dengan genapnya usia yang ke-16 tahun.  Telkomsel menggelar program “Outlet Merah Mandiri” (OMM) bagi para pemilik outlet.

Mengusung konsep bina wirausaha, Telkomsel siap membina 1.000 pengusaha kecil tersebut yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia. Program ini merupakan bagian dari kegiatan tanggung jawab sosial Telkomsel, yang disinergikan dengan upaya untuk mempertahankan dan meningkatan daya saing Telkomsel. Konsep pemberian modal berfokus pada outlet yang berusia 6 – 12 bulan.  (*/sih/mag – 9)

PLN Kit SBU Salurkan Dana P3L Rp442,7 Juta

PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumatera Bagian Utara (Kit SBU), sampai dengan triwulan II pada 2011, telah menyalurkan dana Program Partisipasi Pemberdayaan Lingkungan (P3L/CSR) sebesar Rp442.700.000.

Daerah yang menjadi alokasi penyaluran dana tersebut meliputi Propinsi Sumatera Utara, Propinsi Nanggroe Aceh Darussalam, dan Propinsi Riau. Ketua Tim P3L PT PLN (Persero) Kit SBU Gunawan Sidabalok, mengungkapkan, luasnya daerah penyaluran tersebut karena meliputi wilayah operasional PLN Kit SBU. “Di Aceh, ada PLTD Lueng Bata, di Propinsi Riau ada PLTA Koto Panjang dan PLTG Teluk Lembu dan beberapa pembangkit di Sumatera Utara,” katanya di Medan, Selasa (5/7).

Menurut Gunawan, secara umum, penyaluran dana P3L bersifat hibah dan diberikan kepada masyarakat sekitar wilayah pengelolaan PLN Kit SBU dalam bentuk bantuan seperti korban bencana alam yang terjadi di Kecamatan Pahae Jae Kabupaten Tapanuli Utara, pendidikan, pelatihan, sarana, prasarana umum, sarana ibadah, kesehatan serta sunatan masal pada 28 Juni 2011 bekerjasama dengan Persatuan Ibu (PI) PLN Kit SBU.

“Ini sesuai dengan visi P3L, yaitu, terwujudnya keharmonisan hubungan PLN dengan masyarakat di sekitar kegiatan PLN sehingga kondisi tersebut akan menunjang keberhasilan kegiatan PLN dalam menyediakan tenaga listrik bagi masyarakat, serta misi berupa membantu pengembangan kemampuan masyarakat di sekitar kegiatan PLN agar dapat berperan dalam pembangunan sehingga secara bertahap masyarakat akan mampu,” ujarnya.

Dan berbicara tentang P3L, lanjutnya, ada empat komponen yang menjadi fokus PLN dalam  penyalurannya. Yaitu, Community Relation, Community Service, Community Empowering dan Pelestarian Alam,” kata Gunawan.

Community Relation, berupa kegiatan-kegiatan yang menyangkut pengembangan kesepahaman melalui komunikasi dan informasi kepada para pihak yang terkait.Tujuannya, meminimalisasi perbedaan konsepsi dan pikiran antara masyarakat, korporasi, dan pemerintah, agar terbentuk suatu persepsi yang sejalan dan saling mendukung antara masing-masing pihak, baik masyarakat lokal, pemerintah, maupun korporat merupakan bagian dari kelompok kegiatan.

Community Services, berupa program bantuan yang diberikan berkaitan pelayanan masyarakat atau kepentingan umum. Tujuannya, mengantisipasi timbulnya kecemburuan sosial di masyarakat, dengan harapan mampu menciptakan suasana yang kondusif antara masyarakat, pemerintah dan korporat.

Community Empowering, merupakan program-program yang memberikan akses yang lebih luas kepada masyarakat untuk menunjang kemandiriannya, sehingga masyarakat menjadi berdaya dan memiliki kemampuan berkembang ke arah yang positif.

Pelestarian alam, bertujuan menciptakan pelestarian alam sehingga tidak terjadi kerusakan alam akibat kegiatan manusia. Khusus pada pelestarian alam, program ini sudah dilaksanakan setiap tahun sejak beberapa tahun yang lalu.

Misalnya, Program penanaman pohon tahun 2008, Gerakan Perempuan Tanam dan Pelihara pohon 2009 dan Gerakan Penghijauan Satu Orang Satu Pohon (one man one tree) 2009, Program penghijauan bersama masyarakat untuk kelestarian sekitar Danau Toba tahun 2010 dan 2011.  Sebagai bukti dari program penghijauan ini dapat dilihat di Jalan Bunga Rampai Raya, Lingkungan IV, Kelurahan Simalingkar B Kebun Binatang Medan.  (*/ila)

Upaya Peningkatan Kualitas Outbond

AELI Sumut Terbentuk

MEDAN – Maraknya pertumbuhan provider kegiatan alam terbuka (outbond) adalah bukti besarnya potensi pariwisata di Sumatera Utara (Sumut). Hal ini merupakan modal untuk menghadapi persaingan bebas di era globalisasi 2014 mendatang.

Demikian disampaikan General Manager Kampoeng Stakoetoe Outbond Desa Salam Tani, Kuta Tualah Pancur Batu, Ali Wardana Ginting. Untuk itu peran Asosiasi Experiental Learning Indonesia (AELI) Sumut sangat menentukan keberhasilan kegiatan di masing-masing provider outbond yang ada.

“Kampoeng Stakoetoe Outbond sangat menyambut baik kehadiran AELI Sumut di bawah kepemimpinan Drs Ilham Prasetyo MSi. Mengingat kegiatan outbond berhubungan dengan ketahanan bangsa Indonesia dalam menyambut era persaingan bebas 2014 nanti,” ucap Ali kepada Sumut Pos, Senin (4/7).

AELI lanjutnya dapat menjadi acuan dalam peningkatan kualitas personal dan institusi penyelenggara outbond melalui pelatihan dan standarisasi yang dibuat.
Dengan demikian tujuan dari pelatihan yang dilaksanakan dapat dicapai maksimal. Selain itu juga terbentuk satu kesatuan dalam memanfaatkan potensi alam secara maksimal.

Ketua AELI Sumut Periode 2011-2013 Drs Ilham Prasetyo MSi mengatakan ada tiga tataran dari pelaksanaan outbond. Selain sebagai unsur rekreasi, development, outbond juga mengandung unsur terapi. “Development dalam hal ini adalah pengembangan pola pikir positif melalui pemahaman-pemahaman terhadap unsure organisasi, team building, leadership, dan materi pengembangan organisasi,” jelasnya.

Terapi dalam outbond lanjutnya menyangkut permasalahan di organisasi baik personal seperti kecanduan narkoba dan penyakit kejiwaan yang menyertai seperti kelptomania maupun phobia. “Itu kita sebut terapi organisasi,” ucap Ilham yang juga koordinator fasilitator Kampoeng Stakoetoe Outbond ini.

Masih Ilham, AELI yang berada dibawah naungan Dinas Kementerian Pariwisata dan Kebudayaan Republik Indonesia yaitu Direktorat Standarisasi nantinya akan mengeluarkan Rencana Standar Kompetensi Kerja Nasional (RSKKN) sebagai acuan bagi pelaksana outbond.

Drs Ilham Prasetyo MSi dipilih sebagai Ketua AELI Sumut pada musyawarah yang digelar di Kampoeng Stakoetoe Outbond, 24 Juni 2011. Musyawarah yang diikuti 16 provider outbond ini juga dihadiri Sekretaris AELI Pusat, Ega Fernando.

Selain Drs Ilham Prasetyo MSi sebagai Ketua juga dipilih Sekretaris yaitu Demang dari Quantum Outbond dan Bendara yaitu Prana Surya dari True North Outbond.  (*/jul)

Era Global Butuh Keberanian dan Keterampilan

Rektor Universitas Medan Area (UMA) Prof Dr HA Ya’kub Matondang MA mengatakan, era globalisasi ini yang diperlukan bukan hanya keahlian tetapi juga keberanian dan keterampilan, kearifan dan integritas keperibadian.

Pada era globalisasi terjadi pergeseran nilai- social dalam masyarakat, karenanya pendidikan etika dan akhlak hendaknya menjadi perhatian khusus bagi kita,” ujar Ya’kub Matondang MA pada pidato wisuda sarjana UMA sebanyak 517 wisudawan di Gelanggang Serbaguna UMA Jalan Kolam Medan Estate, Sabtu (2/7).

Dari 517 wisudawan, lulusan S1 berjumlah 362 orang berasal dari 7 fakultas yaitu, teknik, pertanian, ekonomi, hukum, ilmu sosial politik, psikologi dan biologi.

Sedangkan lulusan S2 berjumlah 155 orang terdiri dari program Magister Administrasi Publik, Magister Agribisnis, Magister Ilmu Hukum dan Magister Psikologi.

Di usia UMA 28 tahun, kata dia, perguruan ini ke depan akan tetap berorientasi pada tiga pilar pendidikan yaitu, pemerataan dan perluasan akses pendidikan, peningkatan mutu, relevansi dan daya saing serta penguatan tata kelola, akuntabilitas dan pencitraan publik.

Ditambahkan dia, pendidikan pada dasarnya adalah usaha untuk mencerdaskan dan menjadikan alumni menjadi insan kompetitif serta relevan bagi kebutuhan masyarakat global.

Untuk itu, kata Ya’kub, wisudawan UMA dibekali dengan kompetensi utama yang terdiri atas tiga komponen yang terinegritas yaitu, keilmuan, kepribadian dan kewirausahaan.

UMA yang memiliki 16 program studi tingkat sarjana ditambah program pasca sarjana dengan empat program studi seluruhnya telah terakreditasi oleh pemerintah.

Dengan demikian, ijazah yang dikeluarkan UMA memiliki civil effect bagi pembinaan karir pegawai negeri sipil.” Ini semua menunjukkan UMA sebagai sebuag lembaga pendidikan tinggi terus berusaha menjadi universitas terbaik dan terfavorit di Sumut,” jelasnya. (*/sih)

CBD Masih Bersertifikat Padang Golf

MEDAN-Kantor Pelayanan Pajak (KPP) Medan Polonia mengaku jika Central Bussines District (CBD) yang berdiri megah di kawasan Polonia Medan, masih memiliki tunggakan Pajak Bumi dan Bangunan (PBB). Tunggakan PBB tersebut sejak Tahun 1994, 2003, 2010 lalu dan hingga 2011 ini.

“Ada tunggakannya sejak 1994, 2003, 2010 dan 2011 ini. Untuk Nilai Jual Objek Pajak (NJOP) 2011 ini, besarannya Rp1.147.000/meter persegi. Kalau untuk tunggakan keseluruhan tidak bisa kita beritahukan, karena itu rahasia,” ungkap Hendro Widiarsono, Kepala Seksi (Kasi) Ekstensifikasi Perpajakan KPP Medan Polonia, yang ditemui Sumut Pos di ruang kerjanya, Selasa (5/7). Berdasarkan data yang dihimpun wartawan koran ini, total tunggakan selama empat tahun pajak itu sebesar Rp1,9 miliar lebih.

Terkait lahan CBD atas nama PT MMP dengan No NJOP 12.75.051.002.003.0002.0, Hendro menuturkan, selama ini CBD masih atas nama TNI AU. “Pengelolaannya saja atas nama PT MMP. Nah, berdasarkan UU No.12/1985 Jo UU No.12/1994 isinya, NJOP untuk kepentingan pajak tidak untuk kepentingan lain. Artinya, tidak memasang NJOP sesuai harga pasaran. Itu berlaku bagi rumah dinas TNI, Rumah dinas pemda dan sebagainya. NJOP yang berlaku, jika NJOP pasarannya Rp4 juta, maka untuk rumah-rumah dinas itu kisarannya misalnya Rp2 juta. Maka dari itu, ketika nantinya CBD sudah bea balik nama, maka pajaknya yang membayar adalah CBD,” terangnya.

Saat ditanya apakah itu trik CBD agar tidak membayar pajak, dengan cara memperlama bea balik nama, Hendro tidak menjawab detail. Dia hanya mengatakan, untuk BPHTB terhitung apabila Wajib Pajak (WP) dalam hal ini CBD atas nama PT Mestika Mandala Perdana tersebut telah mendapat haknya. “Intinya, BPHTB terhitung apabila WP mendapatkan haknya. Dan BPHTB itu biasanya 5 persen dari nilai perolehan atau NJOP mana yang lebih tinggi. Kemudian harus dipahami juga, PT Mestika itu NJOP nya didasarkan NJOP peruntukan padang golf,” terangnya.

Tunggakan pajak PBB dan BPHTB CBD Polonia sebesar Rp23,6 miliar membuat geram sejumlah anggota dewan. Ketua Komisi A DPRD Kota Medan, Ilhamsyah mengharuskan Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk menyurati Badan Pertahanan Nasional (BPN) Kota Medan atas tunggakan pajak PBB dan BPHTB CBD Polonia sebesar Rp23,6 miliar.

“Wali kota harus menyurati BPN untuk mengeluarkan sertifikat karena menyangkut PAD. Karena harus jelas, Pemko Medan jangan melakukan transaksi jual beli sebelum melunasi tunggakannya,” ujar Ilhamsyah, Selasa (5/7) siang.

Dikatakannya, praktik yang digunakan CBD Polonia untuk menghindari pembayaran adalah modus yang dilakukan salah satu pengembang. Dengan demikian, dimintanya agar pihak Dispenda Kota Medan harus benar-benar mendata pajak. “Pemko harus tegas, ini merupakan pengemplang pajak yang merupakan modus dari salah satu pengembang,” katanya.

Bila Pemko Medan, lanjut Ilhamsyah, tidak tegas dan membiarkan tunggakan pajak PBB dan BPHTB CBD Polonia semakin membesar. Ditakutkan, pihak CBD Polonia mengadakan pemutihan atas tunggakannya. “Pemko harus mendesak BPN mengutip pajak itu, ditakutkan bila membesar adakan pemutihan,” cetusnya.

Sekretaris Komisi A Burhanudin Sitepu juga menambahkan, pihak Pemko Medan harus tegas karena ketegasan berada di tangan Pemko Medan. “Saya hanya meminta agar Pemko Medan harus tegas, karena ketegasan ada di tangan pemko Medan,” bebernya.

Pengamat Ekonomi Jhon Tafbu Ritonga berpendapat, tunggakan CBD Polonia yang begitu besar menunjukkan bahwa pihak pengembang CBD Polonia sudah memberikan tanda-tanda tidak kesungguhannya menjadikan kawasan tersebut menjadi kawasan bisnis. “Kewajiban sikit saja (tidak dibayar) hingga akhirnya bertumpuk,” katanya.

Menurut Jhon, ini merupakan suatu contoh ketidaktegasan petugas pemungut yang tidak proaktif dan tidak cepat sehingga pihak wajib bayar yang menunda. “Ini promosi buruk bagi CBD Polonia, dengan begitu mereka harus mengklarifikasi bila sudah melunasi tunggakan itu, bila tidak, gimana orang mau beli kalau sudah ada tunggakannya hingga lima tahun, “ cetusnya lagi.

Lanjut Jhon, bila seorang pebisnis lancar dalam menjalankan suatu bisnisnya, harus melakukan yang aman-aman untuk menjalankan bisnis sesuai dengan prosedur dan samapi jangan ada tunggakan agar para pembeli atau yang ingin ikut dengan bisnisnya dapat percaya. “Perusahaan itu harus menyelesaikannya kalau mau konsumen membeli ruko tersebut, “ bebernya lagi.

Sementara, Alung, Management CBD Polonia yang dikonfirmasi Sumut Pos mengaku tidak mengetahui masalah tunggakan tersebut. “Saya tidak tahu bang,” katanya singkat dengan mematikan HPnya.(ari/adl)

2012, Gaji PNS Naik 10 Persen

Penetapan Jatah CPNS 2011 Semakin Ketat

JAKARTA-Kabar gembira bagi Pegawai Negeri Sipil (PNS), angoota TNI/Polri, serta Pensiunan. Pasalnya, tahun depan, pemerintah kembali merencanakan kenaikan gaji.

Ketua Badan Anggaran DPR Melchias Mekeng mengatakan, rencana kenaikan gaji pokok untuk PNS, TNI/Polri, dan Pensiunan tersebut ada dalam Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2012. “Dalam tahun 2012, kebijakan belanja pegawai antara lain kenaikan gaji pokok dan pensiun pokok rata-rata 10 persen,” ujarnya saat menyampaikan laporan Badan Anggaran DPR-RI tentang hasil pembahasan pembicaraan pendahuluan penyusunan RAPBN tahun 2012, di rapat paripurna DPR kemarin (5/7).

Menurut Melchias, kebijakan kenaikan gaji tersebut diharapkan dapat mempertahankan tingkat kesejahteraan aparatur negara serta dapat mendorong pelaksanaan proses pemerintahan berjalan lebih baik.

Tak hanya kenaikan gaji, tahun depan, pemerintah juga berencana untuk meneruskan kebijakan pemberian gaji ke-13, sebagaimana tahun-tahun sebelumnya. “Selain itu, pemerintah juga akan tetap memberikan remunerasi bagi Kementerian/Lembaga yang telah melaksanakan reformasi birokrasi,” katanya.

Jika dicermati, kenaikan gaji 10 persen pada 2012 nanti sama dengan kenaikan gaji tahun ini yang juga sebesar 10 persen, namun lebih tinggi dibandingkan kenaikan gaji pada 2010 yang hanya sebesar 5 persen.

Data Nota Keuangan dan APBN 2011 menyebut, tahun 2011 ini, maka penghasilan PNS dengan pangkat terendah, sudah meningkat dari Rp1.895.700 pada 2010 menjadi sekitar Rp2.000.000. Adapun guru dengan pangkat terendah, pendapatannya sudah naik dari Rp2.496.100 menjadi Rp2.654.000. Sedangkan anggota TNI/Polri dengan pangkat terendah, penghasilannya sudah naik dari Rp2.505.200 menjadi Rp2.625.000.

Sementara itu, terkait kebijakan belanja pegawai yang berpotensi membebani pemerintah daerah, termasuk pemberian gaji ke-13, Menteri Keuangan Agus Martowardojo mengatakan, hal tersebut merupakan konsekuensi pemerintah daerah. “Pemerintah harus anggarkan itu karena demi undang-undang, kita harus persiapkan gaji ke-13. Kalau ada daerah yang terbebani, itu konsekuensi daerah,” ujarnya.

Menurut Agus, pemerintah pusat sudah menyalurkan dana ke daerah melalui Dana Alokasi Umum (DAU), Dana Alokasi Khusus (DAK), serta Dana Bagi Hasil (DBH). Sehingga, pemerintah daerahlah yang harus mengatur anggarannya agar tetap sehat. “Tentu, kita (pemerintah pusat) akan terus mendorong peningkatan kualitas keuangan daerah,” katanya.

Jatah CPNS Ketat

Sementara itu, pemerintah daerah tidak boleh berharap banyak terhadap usulan formasi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang diajukan ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan-RB). Jangan berharap usulan jumlah yang diajukan pasti disetujui pusat. Pasalnya, banyak indikator yang dijadikan pertimbangan untuk menetapkan berapa jumlah formasi CPNS yang layak bagi daerah.
Kepala Biro Humas dan Protokol Badan Kepegawaian Negara (BKN) Aris Windiyanto menjelaskan, BKN yang akan memberikan pertimbangan kepada Kemenpan-RB terkait formasi CPNS masing-masing daerah. “BKN memberikan pertimbangan, Kemenpan-RB yang menentukan,” terang Aris kepada Sumut Pos di Jakarta, kemarin.

Aris, yang belum lama duduk sebagai Kabiro Humas dan Protokol BKN itu, menyebutkan, setidaknya ada empat indikator yang dijadikan pertimbangan penetapan formasi CPNS.

Pertama, kebijakan negara terkait anggaran yang sudah dialokasikan, dalam hal ini oleh kemenkeu. “Kemenkeu sudah menetapkan alokasi anggaran, misalnya untuk gaji. Formasi akan disesuaikan dengan alokasi itu,” terangnya.

Dia mengakui, banyak daerah yang mengajukan usulan formasi CPNS dalam jumlah sangat banyak. “Kalau misal rekrut banyak, ya nanti mau dibayar pakai apa? Jadi tak mungkin semua usulan dipenuhi,” cetusnya.

Kedua, kebutuhan pelayanan dasar kepada masyarakat juga menjadi pertimbangan. Untuk saat ini, yang dianggap masih sangat dibutuhkan adalah CPNS tenaga pendidikan dan tenaga kesehatan.

Ketiga, akan dilihat rasio jumlah PNS dengan jumlah masyarakat yang dilayani di masing-masing daerah. Memang belum ada rasio ideal yang ditetapkan, tapi bisa membandingkan rasio PNS dengan masyarakat di sejumlah negara.

Keempat, alokasi APBD daerah tersebut yang dipergunakan untuk belanja pegawai. Jika APBD-nya sudah di atas 40 persen untuk belanja pegawai, maka usulan formasi CPNS dalam jumlah besar akan sulit disetujui. “Karena hanya akan menambah alokasi belanja pegawai. Terus, berapa yang akan digunakan untuk membangun?” ujarnya.

Keempat indikator itu nanti akan diramu untuk menetapkan berapa idealnya formasi CPNS untuk masing-masing daerah. “Bisa saja dari rasio jumlah PNS dengan masyarakatnya masih mungkin untuk ditambah lagi jumlah CPNS-nya, tapi dilihat alokasi APBD untuk belanja pegawai sudah cukup besar, maka tetap sulit,” terangnya.

Informasi penerimaan CPNS disambut baik masyarakat. Banyak di antara mereka bahkan berharap pemerintah memberi peluang bagi lulusan SMA. “Kita juga masyarakat Indonesia, masyarakat Sumut, kita berharap diberi kesempatan mengabdi kepada negara sebagai PNS,” ujar Maladewi, warga Pasar II Tanjung Sari, Selasa (5/7).

Maladewi yang lulus 2009 lalu mengaku sudah dua tahun menunggu peluang mengikuti seleksi CPNS yang digelar di berbagai daerah di Sumatera Utara. Namun, menurutnya, porsi untuk lulusan SMA yang disediakan pemerintah sangat kecil.
“Saya bukan tak berusaha, saya juga belajar sebelum mengikuti ujian. Mudah-mudahan tahun ini formasi untuk tamatan SMA semakin banyak,” doa Maladewi.

Lain halnya dengan Dedi Arif, warga Tanjung Rejo yang ditemui di Jalan Iskandar Muda Medan. Meski mengaku lelah mengikuti tes CPNS, ia berharap porsi lulusan SMA diperbanyak tahun ini. “Jangan seperti tahun lalu. Sudah formasinya sedikit, saingan seabrek,” katanya.

Usulan 1.500 CPNS penerimaan tahun anggaran 2011 yang diajukan Pemko Medan ke pemerintah pusat mendapat respon positif pengamat dan wakil rakyat. Sekretaris Komisi A DPRD Medan, Burhanudin Sitepu, melihat usulan 1.500 kursi CPNS tersebut sesuai hasil evaluasi yang dilakukan wali kota dengan mempertimbangkan kebutuhan masing-masing SKPD.

“Wali kota tidak mungkin mengambil kebijakan sebelum melakukan evaluasi. Bisa jadi hasil evaluasi menunjukkan, kebutuhan tenaga pendidikan dan medis memang mendesak. Berarti banyak yang akan di pensiun atau akan ada perkembangan di dunia pendidikan,” katanya.
Sedangkan pemerhati pemerintahan, Mieza Nasution, menekankan azas kejujuran dan transparansi dalam proses seleksi. “Semoga Pemko Medan memanfaatkan formasi dengan baik. Semoga pengalaman mahasiswa saya tidak terulang, lulus CPNS tetapi di jabatan yang tidak sesuai dengan yang dilamar,” ujar Mirza Nasution, kemarin.

Dicontohkan seperti, seorang pendaftar yang mengisi formulir lamaran pendaftaran perancangan peraturan perundang-undangan, malah dijadikan Satpol PP.(owi/jpnnsam/saz/adl)

Bangun Pesantren dan Punya Helikopter

Cita-cita Zainuddin MZ Sebelum Meninggal Dunia

Dai sejuta umat itu belum sempat mewujudkan cita-cita memiliki helikopter. Untuk apa kiranya besi terbang itu akan digunakan, dan apa hubungannya dengan syiar Islam?

Innalillahi wainna ilaihi rojiun. Dai sejuta umat Zainuddin MZ meninggal dunia. Zainuddin meninggal di RS Pusat Pertamina (RSPP). Sebelum meninggal dunia, Zainuddin MZ ternyata tidak sempat dirawat di RS Pusat Pertamina. Saat tiba di ruang gawat darurat rumah sakit tersebut, Zainuddin dipastikan sudah meninggal dunia.

“Begitu tiba di emergency, pada waktu dilakukan pertolongan itu vital sign atau tanda-tanda kehidupan sudah tidak ada. Jadi mungkin sudah meninggal di jalan pas dibawa ke rumah sakit,” kata Humas RS Pusat Pertamina Titi Wahyuni, Selasa (5/7).
Menurut Titi, Zainudin menghembuskan nafas terakhirnya pukul 09.20 WIB. “Ya begitu diperiksa tidak ada lagi tanda-tanda kehidupan, ya kita nyatakan meninggal pukul itu,” kata Titi.

Dai sejuta umat itu menghembuskan nafas terakhir akibat penyakit jantung. “Sakit jantung,” kata anak kedua Zainuddin, Lutfi, saat berbincang dengan wartawan di rumah duka, Jalan Gandaria 1, Gang Haom, Jakarta Selatan, Selasa (6/7).

Lutfi mengatakan, ayahnya memang memiliki masalah dengan jantung, darah tinggi dan kolesterol. Beberapa waktu lalu, Zainuddin juga sempat dirawat di rumah sakit. Lutfi juga meminta maaf kepada seluruh rakyat Indonesia. “Saya juga sebagai anak dari beliau mohon maaf kepada semua orang apabila Bapak ada salah-salah kata,” kata Lutfi.

Dai yang kini mulai muncul lagi di acara dakwah televisi itu menghembuskan nafas terakhir dalam usia 60 tahun. Sebelum meninggal dunia, Zainuddin MZ tidak mengeluh sakit. Mendadak, dai sejuta umat itu tidak sadarkan diri setelah menyantap sarapan pagi di rumahnya.
“Tadi pagi-pagi habis Salat Subuh, Bapak sarapan. Setelah sarapan, Bapak langsung pingsan,” kata Lutfi.

Ribuan pelayat tak ada habisnya berdatangan ke kediaman Zainuddin MZ. Tak hanya tetangga sekitar, sejumlah organisasi kemasyarakatan seperti FBR, Forkabi, dan FPI, juga datang untuk mengantarkan jenazah Zainuddin ke liang lahat.

Sebelum disemayamkan, jenazah disolatkan di Masjid Fajrul Islam. Para pelayat pun mengantarkan jenazah menuju masjid sambil melantunkan tahlil dan doa-doa. Selain berdoa, para pelayat juga mengiringi kepergian almarhum dengan isak tangis.

Jenazah Dai Sejuta Umat, KH Zainuddin MZ, dimasukkan ke liang lahat bersamaan dengan kumandang adzan salat Ashar. Gubernur DKI Fauzi Bowo tiba sesaat sebelum jenazah dimakamkan. Warga sekitar, tokoh masyarakat, alim ulama, dan warga dari berbagai daerah menyemut saat jenazah KH Zainuddin MZ masuk liang lahat. Zainuddin MZ dikebumikan di depan pekarangan Masjid Fajrul Islam, Gandaria, Jakarta Selatan, tepat berada di depan rumahnya.

Di bawah tenda biru, di belakang masjid, ribuan orang memadati lokasi pemakaman. Iringan tahlil dan takbir mengiringi proses pemakaman. Derai air mata dan isak tangis pecah saat jenazah Zainuddin MZ masuk liang lahat. Bahkan, juru foto dan televisi sempat adu mulut dengan salah satu warga yang memaksa masuk melihat pemakaman.

Warga dan jamaah dari beberapa organisasi massa memberi tabur bunga. Panas tidak menyurutkan niat para warga dan jamaah yang melakukan proses pemakaman. Putra-putra Zainuddin MZ tampak mengiringi jenazah ke liang lahat. Sesaat sebelum jenazah dimakamkan, Gubernur DKI Fauzi Bowo tiba. Gubernur yang biasa disapa Foke itu langsung memanjatkan doa untuk almarhum. Massa menyemut mulai dari rumah hingga ke lokasi pemakaman. Ribuan orang mengiringi pemakaman Zainuddin MZ. Bahkan, masih terlihat terus berdatangan. Tokoh-tokoh lain yang terlihat di pemakaman yakni Menteri Hukum dan HAM Patrialis Akbar, mantan Ketua Mahkamah Konstitusi Jimly Asshiddiqie, AM Fatwa, dan Rhoma Irama.

Kepergiaan Dai kondang Zainuddin MZ menjadi pukulan bagi putra pertamanya, Fikri Haikal. Sebelum menghembuskan napas terakhir, Fikri mengaku mendapat wasiat penuh dari ayahnya untuk membangun pondok pesantren.

“Ayah pernah pesan minta dikuburkan di area Masjid Fajrul Islam, itu wasiat beliau ke saya, karena beliau punya cita-cita akan mendirikan pesantren di lingkungan rumahnya. Beliau menginkan Kiai mengajar di situ dan meninggal di situ,” ujar Fikri Haikal. Fikri mengaku dirinya tidak mendapat firasat mengenai akan meninggalnya ayahnya tersebut.

Ketika ditanya apakah dirinya akan menggantikan sosok Zainuddin MZ, Fikri menegaskan dirinya tidak terlalu memikirkan hal tersebut. “Soal itu saya berikhtiar, umat yang tentukan mengikuti apakah saya nanti mengikuti jejak orangtua, biar masyarakat yang menilai saja. Saya tetap berdakwah saja,” ujar Fikri.

Kerabat, pejabat dan juga teman-teman dekat Zainuddin MZ juga memiliki kenangan tersendiri terhadap dai sejuta umat itu. Salah satunya adalah rekannya sesama pendakwah yakni ustad Ahmad Al Habsy. Menurut ustad muda ini, Zainuddin memiliki cita-cita yang belum kesampaian demi memajukan dunia dakwah.

Dirinya pun sempat terkejut saat Zainuddin mengungkapkan cita-citanya itu. Al Habsy mengungkapkan Zainuddin bercita-cita untuk memiliki helikopter. Ia berharap dengan mempunyai helikopter, maka para ustad bisa memberikan ceramah di kota-kota kecil yang mungkin tak terjangkau melalui transportasi darat.

“Cita-citanya ingin memiliki helikopter. Agar para ustad bisa pergi ke mana-mana untuk berdakwah dengan lebih mudah,” kata Al Habsy saat ditemui usai pemakaman.
Ustad muda itu menambahkan dirinya banyak belajar dari almarhum. Ia menjadikan Zainuddin sebagai panutan.
“Susah untuk mencari pengganti Zainuddin. Jarang melihat beliau marah, selalu memberikan kritikan dengan bahasa yang halus,” ucapnya lagi.
Al Habsy pun mengatakan banyaknya orang yang mengantarkan Zainuddin ke tempat peristirahatan terakhirnya adalah sebagai bukti Zainuddin sangat disayangi.

“Begitu banyak yang menyayanginya. Beliau jadi contoh untuk kita, walau sakit tapi tetap semangat,” ujarnya. Pria bernama lengkap Haji Zainuddin Muhammad Zein itu lahir di Jakarta 2 Maret 1951. Selain aktif di bidang keagamaan, dia juga terjun ke dunia politik. Alumnus UIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini pernah aktif di Partai Persatuan Pembangunan (PPP). Merasa tidak cocok dengan PPP, Zainuddin MZ pun mendirikan PPP Reformasi bersama Zainal Maarif. Zainuddin pun menjadi ketua umumnya. Setelah itu, PPP Reformasi berubah menjadi PBR dan Zainuddin pun menjadi ketua umumnya untuk pertama kali.

Ketika friksi terjadi di PBR, Zainuddin kembali ke PPP atas tawaran Ketum PPP Suryadharma Ali. Dalam wawancara dengan Jawa Pos (grup Sumut Pos), Zainuddin pernah berucap dirinya masuk ke PPP karena penasaran. “Karena saya penasaran mengapa partai berbasis Islam tidak memenangkan pemilu,” ucap dia.

Bersama dengan Rhoma Irama, Zainuddin keliling daerah untuk mengakampanyekan PPP. Karena kerja keras Zainuddin juga, PPP meraih banyak dukungan masyarakat. Udin, begitu dia disapa keluarganya, kala kecil suka naik ke atas meja untuk berpidato di depan tamu yang berkunjung ke rumah kakeknya. Tak heran ketika belajar di Madrasah Tsanawiyah hingga tamat Aliyah di Darul Ma’arif, Jakarta, ia belajar pidato dalam forum Ta’limul Muhadharah (belajar berpidato).

Udin yang beranjak dewasa pun akhirnya kerap mendapat permintaan ceramah. Namanya pun kian dikenal sebagai dai karena ceramah agamanya kerap diselipi banyolan. Apalagi tutur bahasanya begitu mudah dicerna.

Sebutan Dai Sejuta Umat disandang dia lantaran puluhan ribu umat kerap datang dan menyimak ceramahnya. Saking banyaknya penggemar, kaset rekaman dakwahnya pun diproduksi dan mendapat respons positif dari publik. Tak hanya di kawasan nusantara, kaset rekaman Zainuddin juga beredar di beberapa negara Asia. Tak hanya lewat kaset dan radio, Zainuddin pun kerap menyampaikan dakwah melalui televisi.

Sebagai dai, penggemar musik dangdut ini juga terkenal dengan kekhasan gaya ceramahnya yang sering menyebut kata ‘betul’. “Betul apa betul,” begitu biasanya Zainuddin berkomunikasi dengan jamaah kala berdakwah.

Selain sebagai dai dan politisi, Zainuddin juga dekat dengan kalangan selebriti. Bahkan, Zainuddin juga sering diterpa gosip miring terkait hubungannya dengan selebriti. Terakhir, Zainuddin digugat oleh penyanyi dangdut, Aida Saskia. Aida mengklaim sempat menjalin hubungan asmara dengan Zainuddin. Aida bahkan menyebut telah diperkosa Zainuddin pada sembilan tahun silam. Kasus ini masih belum berakhir, meski sempat direncanakan untuk damai. Islah pernah dijadwalkan digelar di sebuah hotel, namun Zainuddin batal muncul.
Zainuddin meninggalkan 4 anak yakni Fikri Haikal MZ, Lutfi MZ, Kiki MZ, dan Zaki MZ. Dia juga meninggalkan istri bernama Kholilah. Selamat jalan Pak Kiai. (net/bbs/jpnn)

Dua Pejabat Pertamina Saling Bantah

Pembatasan Pasokan BBM Dituding Penyebab Kelangkaan

MEDAN-Dugaan ‘permainan’ di balik permasalahan kelangkaan BBM sebulan terakhir, PT Pertamina mengaku pihaknya hanya merupakan pelaksana penyedia BBM yang kuotanya diatur pemerintah.

“Kita tidak membatasi atau mengurangi kuota BBM untuk masing-masing SPBU. Yang kami lakukan adalah menghentikan pendistribusian BBM terhadap SPBU yang kedapatan melakukan kesalahan,” ungkap External Relation Pertamina Region I Sumbagut Fitri Erika, Selasa (5/7).

Keterangan Erika ini malah membantah keterangan General Manager Fuel Retail Marketing (FRM) Region I Sumbagut PT Pertamina Gandhi Sriwidodo sehai sebelumnya. Menurut Gandhi dalam rapat dengar pendapat dengan DPRD Sumut, kemungkinan penyebab kelangkaan BBM tersebut adalah tak lagi dipasoknya BBM kepada 14 SPBU di Sumut. “Selain itu, banyak masyarakat yang tak berhak mendapatkan BBM Subsidi namun turut serta menikmatinya.
Menurut Erika, adanya tudingan atau indikasi pihak PT Pertamina melakukan pengurangan kuota pada sejumlah SPBU di Sumut merupakan isapan jempol semata. “Itu di luar kewenangan PT Pertamina,” tegasnya.

Malah, lanjutnya, setelah melakukan kunjungan ke Komisi B DPRD Sumut pada Senin (4/7) lalu, pihaknya berharap ada kerjasama dengan pihak yang berkompeten untuk memohon kepada pemerintah dalam menaikkan kuota BBM pada tahun anggaran berikutnya.

Dalam mengatasi kelangkaan BBM tersebut, pihak PT Pertamina juga sudah melakukan pelonggaran-pelonggaran terhadap peraturan yang sebelumnya sangat diketatkan. “Sebenarnya masalahnya adalah kurangnya kuota dari pemerintah untuk BBM Subsidi ini. Kita melihat sebulan terakhir ini juga masyarakat memang sedang menghadapi musim libur. Dengan demikian aktivitas semakin meningkat yang menyebabkan kebutuhan BBM juga semakin tinggi. Sisi ini juga menjadi perhatian bagi kita,” katanya.

Untuk masa Januari hingga Juni 2011 ini, secara berturut PT Pertamina juga sudah terus melakukan penambahan kuota yang merupakan instruksi dari pemerintah.

Untuk Januari kuota yang seharusnya dikeluarkan di Sumut adalah sejumlah 112.638 (dalam kilo liter, red) sementara realisasinya 118.109. Februari kuotanya 101.737 realisasinya 108.191. Maret kuotanya 112.638 realisasinya 120.953. April kuotanya 109.004 realisasinya 116.848. Mei kuotanya 112.638 realisasinya 121.461. dan Juni kuotanya 109.004 realisasinya 119.277.

Ini membuktikan PT Pertamina sama sekali tak melakukan pengurangan kuota BBM untuk sejumlah SPBU.
Erika juga sempat menjelaskan, kemungkinan adanya indikasi ‘permainan’ dalam kelangkaan BBM ini tak mungkin terjadi. “Ada mekanisme yang jelas dalam penyaluran BBM ke SPBU. Mekanisme ini sangat mendukung untuk tidak terjadi permainan dalam penyaluran BBM ke SPBU di Sumut,” katanya.
Diantaranya, mekanisme itu yakni BBM dipesan melalui pembayaran di bank, selanjutnya Depo menurunkan armada truk tangki untuk menyalurkan BBM, pihak PT Pertamina memiliki GPS di tiap armada truk tangki, adanya segel di tangki dan adanya penjadwalan yang acak terhadap penyaluran BBM ke SPBU melalui armada truk tangki, rute, daerah dan antrean. (saz)

Maafkan Sang Dai

Aida Zaskia

Aida Zaskia mengatakan menerima kabar duka bahwa Zainuddin MZ tutup usia lewat fitur BlackBerry Messanger (BBM). Perempuan yang mengklaim pernah dekat dengan Zainuddin itu kaget bercampur dengan rasa tidak percaya.

Aida ikut berduka atas meninggalnya Zainuddin. Rasa simpatinya begitu dalam karena kaget orang yang pernah dekat dengannya itu tiba-tiba dipanggil Sang Khalik.

“Aku kaget juga pas tahu. Aku turut berdukacita dan buat orang yang ditinggalkan mudah-mdahan diberi kekuatan. Semoga semua amal beliau juga diterima oleh Allah,” kata Aida saat dihubungi Rakyat Merdeka (Jawa Pos Group) kemarin.
Pedangdut itu yakin khalayak ramai sudah mengenal siapa Zainuddin. Dari begitu banyak kesan, tentu banyak yang positif dan dapat diambil hikmahnya dari almarhum. “Aku juga sama dengan yang lain, mengenal beliau sebagai sosok dai sejuta umat. Bukan aja ceramahnya didengar banyak orang, tapi juga memberikan inspirasi,” ujar pelantun lagu Ayam Jago itu.

Meski pernah berseteru dengan dai sejuta umat itu, Aida mengaku telah lama membuka pintu maaf dan tidak memperpanjang persoalan. Lebih lanjut, Aida mewanti-wanti bahwa membicarakan orang yang sudah meninggal sangat tidak etis.

“Untuk kesan bagaimana perasaan aku mulai bertemu hingga beliau wafat rasanya kurang tepat,” ujarnya.

Saat didesak lagi, pedangdut itu merasa bersyukur Zainuddin pernah meminta maaf dan mengakui perbuatan aibnya kepada dia beberapa waktu silam. “Keadaannya kan sudah seperti sekarang ini. Kita sudah harus mengikhlaskan. Memberi maaf. Masa sih kita sendiri tidak memaafkan. Tidak akan melanjutkan perseteruan. Kan masalahnya juga sudah saya anggap selesai. Apalagi, kita sudah buat surat perdamaian,” ungkap Aida.
Apakah akan ikut melayat dalam waktu dekat? Aida belum bisa memastikan. “Saya masih berada di Bandung. Kalaupun melayat, harus izin sama ibu bapak saya,” terangnya. (bcg/c4/agm/jpnn)

Amrun Daulay Ditahan KPK

JAKARTA-Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Demokrat, Amrun Daulay, akhirnya ditahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Selasa (5/7). Mantan Dirjen Bantuan Jaminan Sosial Masyarakat di Departemen Sosial (Depsos) itu ditahan terkait keterlibatannya dalam kasus dugaan korupsi pengadaan sapi impor, sarung dan mesin jahit di Depsos tahun 2004-2009. Anggota DPR asal Sumut itu sudah ditetapkan sebagai tersangka sejak 8 April 2011. Juru bicara KPK, Johan Budi, menyatakan, Amrun ditahan untuk kepentingan proses penyidikan perkara yang sebelumnya sudah menjerat mantan Menteri Sosial (Mensos) Bachtiar Chamsyah dengan vonis 1 tahun 8 bulan penjara itu

“Yang bersangkutan kami tahan di Rutan Polres Jakarta Timur,” ujar Juru Bicara KPK Johan Budi SP.

Amrun, yang lantaran sudah tua berjalan begitu lamban, kemarin tampak tenang. Dia tak banyak berkomentar saat dicecar wartawan terkait nasibnya itu. Mantan Sekdaprov Sumut itu menganggap penahanan ini merupakan resiko jabatan. “Ini resiko jabatan ya, saya malah berharap makin cepat makin baik,” ujar Amrun sebelum diangkut dengan mobil tahanan KPK B 8638 WU untuk dibawa ke tahanan Polres Jakarta Timur.

Mantan Dirjen Bantuan Jaminan Sosial Masyarakat Depsos itu baru digiring penyidik KPK ke mobil tahanan sekitar pukul 15.05.
Namun Amrun yang pada kesempatan itu mengenakan kemeja putih dibalut jaket hitam, menegaskan bahwa dalam proyek di Depsos yang pernah ditanganinya itu sama sekali tidak ada kerugian negara. “Yang jelas saya tidak korupsi dan tidak memakan uang negara. Sekali lagi, tidak ada kerugian keuangan negara, Ini hanya masalah administrasi saja,” tandasnya.

Johan pernah menjelaskan, selain Amrun, yang juga sudah ditetapkan sebagai tersangka dalam perkara ini adalah mantan Kasubdit Kemitraan Usaha Depsos, Yusrizal.

Penetapan kedua tersangka ini merupakan pengembangan dari penyidikan atas mantan Mensos Bachtiar Chamsyah. Amrun selaku anak buah Bachtiar, diduga menyalahgunakan jabatan untuk memperkaya diri ataupun orang lain terkait proyek-proyek di Depsos yang didanai dengan APBN. Sedangkan Yusrizal, kata Johan, diduga ikut membantu dalam  penunjukkan langsung rekanan untuk proyek Depsos itu.
Amrun dan Yusrizal juga diduga menerima pemberian dari rekanan. Karenanya, keduanya dijerat dengan pasal 2 ayat (1) dan/atau pasal 3 dan/atau pasal 11 UU Nomor 31 Tahun 1999 tentang pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jucnto pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHPidana. Perkiraan kerugian keuangan negaranya dalam perkara ini sekitar Rp25 miliar.

Sebelumnya, berdasarkan surat dakwaan atas Bachtiar Chamsyah terungkap bahwa Amrun bersama-sama dengan pihak lain melakukan perbuatan yang harus dipandang secara berdiri sendiri sehingga merupakan kejahatan. Amrun diduga sangat aktif meloloskan proyek sapi impor, sarung dan mesin jahit. (sam)