31 C
Medan
Saturday, April 18, 2026
Home Blog Page 14954

Deli Serdang tak Perlu Dilibatkan

Perluasan Wilayah Kota Medan

MEDAN- Pansus Rencana Tata Ruang dan Wilayah (RTRW) Kota Medan menilai, peran Deli Serdang tidak terlalu penting dalam perluasan wilayah Kota Medan. Pasalnya, Pemprovsu lebih memahami persoalan perluasan wilayah Kota Medan, khususnya daerah-daerah kecil milik Kota Medan yang sering terabaikan. Selain itu, Pansus juga, menilai rencana perluasan ini tidak perlu dipertanyakan kepada Pemkab Deli Serdang, karena hanya perlu ke Pemprovsu dan Pemerintah Pusat.

“Saya rasa jangan diangkat dari Pemkab Deli Serdangnya. Pastimereka tidak akan mau melepaskan ini, karena mereka pasti akan menilai negatif terhadap rencana perluasan atau penyesuaian wilayah Kota Medan ini. Mereka (Pemkab) pasti menafsirkan dampak perluasan ini, kalau dilepaskan maka PAD mereka pasti berkurang, padahal kan tidak,” ujar Sekretaris Pansus RTRW Kota Medan Aripay Tambunan, Senin (18/7).

Politisi PAN ini menilai, solusinya dan yang harus ditempuh Pemko Medan adalah dengan melakukan pengajuan rencana perluasan dan konsultasi pada Pemprovsu dan Pemerintah Pusat.

“Sebenarnya, Deli Serdang kan tidak perlu terlibat. Karena solusinya ini pada Pemprovsu dan Pemerintah Pusat. Pansus membuat rekomendasi dan Pemko harus melanjutkannya, karena tidak mungkin selamanya beban sosial ini kita (Kota Medan, Red) terus yang menanggungnya,” ucapnya. Menurutnya, Pemprovsu jugan harus cepat dan responsif menangani persoalan ini. Sebab, saat ini yang perlu dipikirkan adalah bagaimana menimalkan dampak sosial dan mengatasi beban sosial ekonomi yang tidak mungkin ditanggung Kota Medan selamanya. “Pemprov harus lebih paham dampak sosial yang diakibatkan Deli Serdang. Jadi, Deli Serdang tak perlu diajak, karena provinsi yang menanganinya. Temuan kita juga di lapangan, banyak warga Deli Serdang yang mau menjadi warga Kota Medan dan ingin wilayahnya menjadi Kota Medan,” ungkapnya.

Ditambahkannya, jika upaya dari solusi Kementrian PU ditempuh, maka pasti Pemko Medan akan meraih wilayah Deli Serdang itu. Namun, hal itu dihindarkan dan alternatifnya, Pansus mengarahkan Pemko Medan untuk melalui jalur birokrasi saja. “Bisa saja itu kita tempuh, dan pasti berhasil. Tapi kan kita tidak mau, karena kemungkinan besar akan menimbulkan beragam konflik sosial dan politik. Lebih baik dari jalur birokrasi tadi saja, seperti ke Pemprovsu dan Pemerintah Pusat. Ini kan persoalan pemerataan pembangunan karena banyak jalan yang tidak terawat di Deliserdang,” jelasnya.

Aripay juga menegaskan persoalan ini perlu diluruskan. Sebab, dengan adanya rekomendasi perluasan wilayah Kota Medan dari daerah-daerah terpencil milik Deli Serdang di inti kota Medan sudah dipandang negatif. “Perluasan Kota Medan ini bisa saja hanya di beberapa kecamatan seperti Medan Marelan, Medan Labuhan, Medan Denai, Medan Tembung hingga Medan Perjuangan, namun di kecamatan lainnya ada yang dikecilkan wilayah Kota Medan. Ya kita bilanglah seperti kecamatan Medan Denai, kalau nanti batas wilayah ditetapkan sungai maka kawasan Jalan Menteng dan Jalan Bajak di Denai itu bisa masuk ke Deli Serdang,” tegasnya.

Sementara, Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars menegaskan, hingga kini Pemkab Deli Serdang tidak akan melepaskan wilayahnya menjadi bagian Kota Medan. Meski alasannya untuk perluasan Kota Medan sebagai kota metropolis.

“Tidak sejengkalpun wilayah Deli Serdang dilepas untuk daerah lain,” kata Zainuddin Mars. Bahkan, orang nomor dua di jajaran Pemkab Deli Serdang itu, menambahkan, sampai saat ini belum ada peraturan yang menyebutkan perluasan sebuah wilayah ditentukan pemerintah pusat tanpa melibatkan pihak eksekutif dan legislatif di daerah bersangkutan.
Apalagi, saat ini sistem pemerintah daerah menganut sistem desentranisasi. Karenanya untuk perluasan sebuah daerah, akan melibatkan daerah tetangganya yang bersinggungan langsung dengan daerah yang rencana bakal diluaskan. “Tidak ada alasan untuk menyerahkan wilayah Deli Serdang ke daerah lain,” tegasnya lagi.

Dilanjutkanya, hingga kini Pemkab Deli Serdang sedang membahas rencana Perda Tata Ruang dan Tata Wilayah (RTRW) untuk diajukan ke DPRD Deli Serdang. Di sana disebutkan tidak ada rencana memberikan sebagian wilayah Deli Serdang kepada daerah lain.

Untuk pembangunan Kabupaten Deli Serdang, sesuai Perda Rencana Pembangunan Jangka Menegah (RPJM) Deli Serdang yang telah disahkan DPRD Deli Serdang. Bahkan dalam pelaksana  pembangunan tersebut, Pemkab Deli Serdang selalu beriringan dengan “Tiga Pilar” yang meliputi kekuatan pemerintah, kerjasama dengan pihak swasta dan dukungan masyarakat.

Melalui program pembangunan tiga pilar tersebut. Pelaksanan pembangunan berjalan lancar diseluruh wilayah Deli Serdang. Sehingga banyak bermunculan ucapan terima kasih berasal dari masyarakat kepada Dinas PU.
Secara terpisah, anggota Komisi A DPRD Deli Serdang Mikail PT Purba menegaskan, saat ini zamannya otonomi daerah. Bukan daerah tidak patuh dengan pemerintah pusat. Tetapi bila sebuah rencana hendak dibuat sebuah daerah, pemerintah pusat akan melibatkan Pemkab serta anggota DPRD setempat.

“Bukan main tunjuk saja. Kan semua ada aturan mainnya. Wali Kota Medan itu hendaknya membaca undang-undang lah baru bisa bicara perluasan wilayahnya. Jangan-jangan mau minta perluasan daerah. Kalau itu boleh,” ucapnya. (adl/btr)

Lagi, Warga Segel Nanyang

MEDAN- Puluhan warga Jalan Tomat, yang tinggal berdekatan dengan Nanyang International School di Jalan Sriwijaya, Kecamatan Medan Baru, kembali berunjuk rasa dengan menyegel sekolah tersebut, Senin (18/7) pagi. Mereka juga memasang poster di pagar sekolah yang bertuliskan ungkapan kekecewaan terhadap pembangunan sekolah Nanyang yang meresahkan mereka.

“Kami sudah kecewa dan disengsarakan dengan pembangunan sekolah Nanyang. Dengan ini kami lakukan penyegelan agar orangtua murid yang mengantar anaknya tahu kalau pembangunan sekolah ini bermasalah,” ujar Risman Tarigan, perwakilan warga.

Namun sayang, ternyata kemarin belum semua orangtua siswa mengantar anaknya sekolah. Pasalnya, Sekolah Nanyang belum memulai kegiatan belajar mengajar. “Memang ada juga orangtua muridn yang datang, tapi sedikit. Makanya, besok pagi kami akan melakukan aksi kembali agar orangtua murid mengetahui kalau Sekolah Nanyang ini tidak memiliki rasa toleransi terhadap warga sekitar,” ucapnya.

Selain itu, lanjut Risman, hari ini mereka juga akan kembali mendatangi kantor DPRD Medan untuk membicarakan masalah sekolah Nanyang kepada anggota dewan. “Besok (hari ini, Red), usai melakukan aksi, kami akan mendatangi kantor DPRD Medan lagi. Kami sudah sangat menderita dan sengsara atas pembangunan Sekolah Nanyang,” bebernya.
Sementara Ketua Komisi D DPRD Kota Medan, Parlaungan Simangungsong meminta kepada Dinas TRTB dan pemilik Nanyang membuat pernyataan tertulis yang disampaikan kepada dewan atas kesepakatan yang telah mereka capai agar diketahui masyarakat. “Seharusnya mereka (Nanyang dan Dinas TRTB, Red) menyampaikan apa yang telah mereka sepakati kepada dewan, karena ini menyangkut publik. Dengan begitu kita akan mencari solusi ke depannya terhadap warga sekitar yang sudah sengsara akibat pembangunan sekolah Nanyang,” cetusnya.

Dijelaskan Parlaungan, setelah dua kali sekolah Nanyang dibongkar cantik oleh Dinas TRTB. Pembangunan tersebut distanvaskan, namun nyatanya pembangunan tetap berlanjut. “Dimana ketegasan Dinas TRTB? Mengapa tidak melakukan pembongkaran sendiri? Kami meminta ketegasan Wali Kota Medan Rahudman Harahap untuk menginstruksikan Dinas TRTB melakukan pembongkaran sebagai bentuk solusi terhadap masyarakat,” ungkapnya.
Sebelumnya, Kadis TRTB Kota Medan Syampurno Pohan mengungkapkan, berdasarkan kesepakatan, pemilik sekolah Nanyang berjanji akan membongkar sendiri bangunannya yang menyalahi izin. “Pemilik Nanyang telah memenuhi panggilan Dinas TRTB bersama konsultannya, Senin (11/7) lalu. Mereka berjanji akan membongkar bangunannya sendiri yang menyalahi izin,” ujar Syampurno Pohan. (adl)

Disdik Bangun Lab IT Percontohan

Sebagai bagian dari program peningkatan mutu pendidikan, Dinas Pendidikan (Disdik) Kota Medan membangun laboratorium sarana pembelajaran berbasis Informasi Teknologi (IT). Seperti apa? Berikut petikan wawancara wartawan Sumut Pos Adlansyah Nasution dengan Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri MM, kemarinn

Bagaimana kualitas pendidikan Kota Medan saat ini?  
Saat ini pendidikan di Medan sudah menuju dunia internasional, sesuai dengan jargon kita ‘PRIMA’ (Prestasi, Iman, Integritas dan Mandiri). Berbagai program sedang kita laksanakan untuk peningkatan mutu relevansi pendidikan seperti pembangunan sarana pembelajaran berbasis IT. Saat ini, kita juga sedang membangun fasilitas Laboraturium IT senilai Rp1,3 miliar di SMAN 3. Laboratorium ini sebagai percontohan pembangunan sarana pembelajaran berbasis IT.

Untuk apa laboratorium itu dibangun?
Gunanya untuk mempermudah masyarakat mendapatkan informasi tentang dunia pendidikan di Kota Medan. Jadi, jika ada masyarakat yang memiliki keluhan atau pertanyaan mengenai apa saja terkait pendidikan, seperti mengurus mutasi sekolah anak dan lain sebagainya, dapat diakses melalui fasilitas IT yang telah dibuat. Jadi, tidak perlu lagi bertanya atau mendengar dari orang lain. Semuanya bisa dilihat langsung pada IT yang sudah tersedia di Disdik Kota Medan. Saat ini sedang dalam proses, kita sudah meminta pada pemerintah pusat untuk bantuan anggaran ke kursusan di Kota Medan dengan anggaran block grant.

Selain itu, apa saja program Disdik ke depan?
Disdik Kota Medan juga sedang memfokuskan program peningkatan kewirausahaan. Untuk itu, jangan heran jika menemukan sekolah, khususnya SMK yang memiliki usaha dan jangan ditafsirkan bahwa sekolah itu berbisnis. SMK sudah kita berikan usaha sebagai tempat praktik. Jadi, jangan nanti dikira kalau sekolah berjualan itu berbisnis. Kita bangun itu karena memang usaha itu menjadi tempat praktik kerja siswa. Karena sekolah harus produktif salah satunya keunggulan SMK. Jadi, sekarang ini kalau kita mau memesan kue, bisa saja kita minta pada sekolah yang sudah menerapkan ini.

Lantas, bagaimana dengan kualitas guru yang ada saat ini?
Saat ini, Disdik Kota Medan terus melakukan pemerataan kualitas guru termasuk dengan tidak adanya lagi guru di Medan yang berpendidikan D3 dan sudah hampir seluruhnya berlatar belakang S1. Selain itu, juga sudah meminta sekolah-sekolah untuk mempromosikan sekolahnya, karena jika SMAN memiliki fasilitas lengkap, namun minim minat murid maka hal itu kesalahan kepala sekolahnya.

Dengan begitu, Kepala sekolah harus mampu mempromosikan sekolahnya karena itu bagian dari tanggungjawabnya. Saat ini, semua kepala sekolah di Medan memiliki email sendiri. Karena dalam hal surat menyurat saya selalu mengirimkannya melalui email pada mereka semua. Di tahun 2012 juga nantinya, kita akan programkan semua sekolah wajib memiliki website sendiri sebagai sarana mempromosikan keunggulan sekolah masing-masing. (*)

Pencuri Pura-pura Numpang Mandi

Ada-ada saja akal pencuri yang satu ini. Sebelum menjalankan aksinya, dia menggambar lokasi rumah yang bakal menjadi target dengan menumpang mandi di rumah tersebut. Namun sayang, barang yang berhasil dijarahnya hanya satu unit HP dan perhiasan imitasi.

Aksi pencuri yang diketahui bernama Sumardi alias Ado Bower (31) ini terungkap setelah korbannya Arwi (25)
warga Jalan Presia No 8 H Komplek Perumahan Cemara Asri Medan membuat pengaduan ke Polsek Percut Sei Tuan. Berkat laporan tersebut, polisi berhasil meringkus Sumardi dari lokasi persebunyiaannya di kawasan Gang Tawaon, Jalan Sempali Medan, Minggu (17/7) malam pukul 22.00 WIB.

Pada Sabtu (16/7) pagi, Sumardi berpura-pura menumpang mandi di rumah mewah milik Arwi tersebut. Kala itu dia bertemu dengan pembantu Arwi bernama Agus Setiawati (21). Tanpa curiga, Agus mempersilakan Sumardi mandi. Nah, saat itulah Sumardi menggambar lokasi rumah.

Malam harinya, Sumardi menjalankan aksinya, masuk dari samping rumah korban yang kebetulan rumah tersebut kosong. Dari lantai I, pelaku naik ke lantai III rumah kosong tersebut dan melompat ke rumah korban. Saat itu, aksinya ketahuan oleh Agus. Untuk memuluskan aksinya, Sumardi membekuk Agus dan menyekapnya.

Setelah itu, Sumardi pun menggeledah rumah tersebut. Dia berhasil mencuri dua unit telpon genggam dan periasahan imitasi. Takut aksinya diketahui oleh orang lain, pelaku menyimpan HP curiannya itu dengan cara menanamnya di rumah kosong samping rumah korbannya. Sedangkan perhiasan imitasi disimpannya di samping WC rumah kosong tersebut.

“Saya sudah membobolan rumah sebanyak tiga kali. Dua kali saya berhasil mencuri kalung dan gelang emas. Untuk yang kali ini saya belum sempat menjual barang itu, karena saya simpan di samping rumah itu,” tutur Sumardi.
Sementara itu Kapolsek Percut Sei Tuan Kompol Marigan Simanjuntak mengatakan, korban mengalami kerugian sebesar Rp1,8 juta. Sedangkan pelaku nekat melakukan pencurian karena terdesak ekonomi. “Dia bekerja sebagai tukang air, hanya menghasilkan Rp20 ribu per hari, sedangkan ia harus menafkah istri dan keempat anaknya, sehingga dia mencari penghasiln di luar itu dengan cara seperti ini,” ungkapnya. (mag-7)

BAP Salah Ketik

Korban Malpraktek Jadi Tersangka

MEDAN- Elli Muslim Gulo (36), suami Eli Dayani Chaniago (35), korban dugaan malpraktik salah pasang spiral yang dilakukan Klinik Hj Khaifah I di Jalan Menteng II, Simpang Gang Seto, yang mengadu ke Mapolresta Medan dengan nomor pengaduan No Pol:LP/II/2011/SU/Resta Medan, jadi tersangka.

“Semula saat saya mau tanda tangan, saya lihat suratnya sebagai tersangka jadi saya nggak mau tanda tangan, dibilang penyidiknya tandatangani. Setelah itu, diubah menjadi saksi tapi dihapus pakai stipo, bukan diketik ulang tapi saya tandatangani juga,” jelas Eli Muslim Gulo, Senin (18/7).

Dalam surat pemeriksaan Berita Acara Pemeriksaan (BAP) yang dilakukan juru periksa atas nama Aipda F Tampubolon, penyidik Unit Judisila Polresta Medan, Elli Muslim Gulo dikenakan Pasal 360 KUHPidana atau Pasal 361 KUHPidana, karena kelalaiannya menyebabkan orang luka berat dalam menjalankan sesuatu jabatan atau malpraktek.
“Padahal yang seharusnya kena pasal itu terlapor, bidannya Hj Khalifah, bukan malah saya yang melaporkan,” ujarnya.
Kasat Reskrim Polresta Medan AKP M Yoris Marzuki mengaku, akan melihat proses penanganannya. “Iya, nanti coba akan saya cek lagi sudah sampai dimana pemeriksaan BAP kasusnya,” ujar Yoris.

Kemarin (18/7), polisi juga memeriksa dan meminta keterangan Eli Dayani Chaniago yang dirawat di lantai III RS dr Pirngadi Medan. Polisi enggan berkomentar saat ditanyai tentang hasil pemeriksaan. Dua petugas penyidik hanya berlalu meninggalkan ruamh sakit.

Suami Eli, Muslim Gulo (36) menuturkan, bahwa berkas pengaduan mereka P19 karena tidak lengkap bukti-buktinya.
“Kata polisi berkasnya P19 dan kurang lengkap, kata petugas kurang lengkap saksi-saksi saat pengambilan dan pengeluaran spiral KB dari dalam rahim istri saya. Sementara yang ada saat operasi itu kan bidan itu bersama dengan perawat-perawat yang ada di dalam ruangan,” cetusnya.(jon/mag-7)

Donor Darah Harus Jadi Life Style

MEDAN- Donor darah harus menjadi life style atau gaya hidup, sehingga tak ada lagi antre darah, apalagi calo darah. Karena menurut Ketua Umum PMI Pusat HM Yusuf Kalla, darah melalui calo tak terjamin kesehatannya.

Kalla juga mengatakan, PMI merupakan markas yang berbeda dengan kantor. “Karena kantor punya jam kerja sedangkan markas PMI harus siap setiap saat sama dengan Markas TNI dan Markas Kepolisisan,” ungkapnya pada Pelantikan Pengurus PMI Provsu periode 2011-2016 di Medan Club, Senin (18/7). Sementara itu, Ketua PMI Provsu Rahmat Shah mengatakan, sekarang ini perlu ada transpansi.

“Yang baik diteruskan dan yang kurang baik diperbaiki serta yang tidak baik ditinggalkan,” katanya.
Menurutnya, cita-cita pengurus yang baru menjadikan PMI yang terbaik. “Kita juga berharap dapat melakukan kebaikan sekecil apapun kepada siapapun dan kapanpun,” jelasnya.

Plt Gubsu juga menuturkan, kegiatan donor darah merupakan investasi di dunia dan akhirat. “Karenanya, dengan adanya persediaan darah yang cukup, dari operasional TNI-AD di mall dari waktu ke waktu kekurangan semakin teratasi,” ujarnya.

Pada pelantikan tersebut, pengurus terpilih yakni sebagai Pelindung Plt Gubsu, Ketua Rahmat Shah, Sekretaris Zulkifli dan Bendahara Halim. Sedangkan Dewan Kehormatan terdiri dari Abdul Wahab Dalimunthe, H Anif, RE Nainggolan, Kasim Siyo dan Indra Wahidin. Pada pelantikan tersebut hadir Dubes Turki untuk Indonesia, Konsul Jenderal Amerika, Konsul Jenderal Jepang dan lainnya. (saz/jon)

Wali Kota: Ramadan, Tempat Hiburan Tutup

MEDAN- Mulai 30 Juli hingga 1 September mendatang, lokasi hiburan berupa karaoke, rumah bilyard, panti pijat, pub dan bar serta musik hidup yang dapat menggangu kekhusukan umat Islam menjalankan ibadah puasa akan ditutup. Hal tersebut disampaikan Wali Kota Medan Rahudman Harahap dalam rapat pembahasan bersama unsur Muspida di ruang Wali Kota Medan, Senin (18/7) siang.

“Selain penertiban tempat hiburan, kita akan melakukan penertiban terhadap jualan yang terbuka serta membuat rekayasa lalulintas, karena selama bulan Ramadhan mulai pukul 15.00 WIB menjelang berbuka puasa, sering terjadi macet sehingga menghambar orang yang ingin berbuka puasa ,” ujarnya.Selain itu, Rahudman juga mengimbau agar pengusaha hiburan juga menutup usahanya pada Hari Raya Idul Adha yang jatuh pada 6 November mendatang dan Hari Natal 25 Desember 2011 serta Tahun Baru 1 Januari 2012.
Sedangkan untuk pasar murah jelang Ramadan, Rahudman menegaskan akan mempercepat pelaksanaannya yakni mulai 25 Juli di 148 titik di Kota Medan. Hal tersebut dilakukan karena kenaikan harga sembako sudah mulai terasa. “Kita sidah meminta kepada Bulog untuk menyalurkan beras bersubsidi dengan dana subsidi Rp4,9 miliar,” cetusnya.(adl)

ATM Panin Bank Nyaris Dibobol Maling

MEDAN- ATM milik Panin Bank di kawasan Jalan Nibung Utama Medan nyaris dibobol maling dengan cara merusak mesin ATM tersebut, namun peralatan pelaku yang seadanya sehingga tidak berhasil meraup uang di dalam ATM tersebut.
Kejadian itu kali pertama diketahui seorang office boy, Senin (18/7) pagi. Sang office boy hendak membersihkan kantor Cabang Pembantu Panin Bank itu, namun begitu memasuki lantai dasar, sang office boy melihat kabel-kabel komputer sudah putus. Bukan itu saja, sang office boy pun mendapati kaca jendela lantai IV Panin Bank sudah pecah. Office boy tersebut langsung memberitahukan kepada Sendi (30), sekuriti yang pagi itu baru saja masuk.

Sendi pun langsung menghubungi Polisi Medan Baru yang hanya berjarak kurang lebih 100 meter dari bank tersebut. Polisi langsung melakukan olah TKP. “Kita nggak tahu kejadianya jam berapa Bang, tapi uang belum sempat diambil,” ujar Sendi.

Sementara, Bubhujt selaku Manager di Bank Panin itu mengaku, pencuri diduga masuk dari lantai IV. Karena, kata Bubhujt, kaca jendela sudah dipecahkan. Bukan itu saja, Bubhujt juga mengatakan, setelah pihaknya membuka rekaman CCTV terlihat satu orang tersangka pada mesin ATM sedang membuka murr mesin ATM, namun dari rekaman itu sang pencuri tidak bisa membuka mesin ATM itu seutuhnya.

“Yang kami lihat cuma satu orang laki-laki pakai sebo, tapi nggak ada barang-barang atau pun uang di bank ini yang bisa diambil,” ujar Budhujt.

Sementara itu, Kasat Reskrim Mapolresta Medan AKP M Yorris Marzuki yang turun ke TKP mengatakan, diduga pelaku yang hendak membobol mesin ATM Panin Bank itu lebih dari satu orang. “Dugaan lebih dari satu orang, tapi mereka belum berhasil membuka mesin ATM ini, cuma ada 4 mur aja yang dibuka. Tapi ini masih kita selidiki,” ungkap AKP M Yorris Marzuki, Sik. (mag-7)

FDJ Vieta Zelova Manjakan Clubbers

MEDAN- Setelah sukses menggelar ‘Rave Party’ di Gedung Uniland Plaza, acara serupa bertajuk ‘All About Celebrity’ kembali digelar di Zodiac Pub dan Bistro, Novotel Soechi International, Jalan Cirebon, Medan, Sabtu (16/7). Para pecinta musik progressive Kota Medan dihibur dengan penampilan Female DJ Vieta Zelova, Moza dan penampilan Thematic Dancer, D’Escape asal Bandung, Residence DJ Sheila dan DJ Ray.

Party yang didominasi wanita-wanita cantik dan seksi berlangsung cukup meriah. Semakin malam, suasana semakin pecah. Venue yang dikuasi Female DJ andal Vieta Zelova beraksi dengan mengusung anthem-anthem enerjik dengan dukungan Moza dan penampilan dari Thematic Dancer serta D’Escape  dari Bandung.

“Demi memanjakan warga Medan, bukan cuma even berbau clubbing yang kita sajikan, tapi juga seperti otomotif, sport dan seminar. Kita terus eksis dengan even-even yang cool and smooth,” ujar Sulianto selaku Branch Manager PT Nojorono Tobacco International.

Beriringan dengan kegembiraan di dalamnya, venue yang seperti mengadakan dance competition yang diikuti sederet wanita cantik dan pria tampan bersorak tiada henti menyebut nama wanita seksi yang sudah menjadi gacoannya.
“Dalam bermain musik beraliran progressive, bagaimana saya bisa memainkannya dengan apik hingga membuat crowd malam ini bersemangat,” kata wanita yang setiap penampilannya selalu diisi dengan aksi para sexy dancer.

“Demi memanjakan masyarakat Kota Medan, bukan hanya even-even berbau clubbing yang kita sajikan, tapi juga even-even seperti otomotif, sport dan seminar. Kita akan terus eksis dengan even-even yang cool and smooth,” ujar Sulianto selaku Branch Manager PT Nojorono Tobacco International, malam itu.(adl)

Dengan Nuansa Berbeda

Malam Anugrah Rida Award 2011

BATAM- Malam anugrah Rida Award 2011 bertempat di Grand Ball Room Harmoni One Hotel Batam, Minggu (17/7) malam, berlangsung dengan nuansa yang berbeda. Penyelenggaraan Rida Award yang ke-5 ini menghadirkan acara termewah. Salah satu contohnya adalah adanya nominasi baru dalam karya jurnalistik yang diperlombakan yakni, Nominasi Perwajahan Koran Umum dan Koran Metro.

Untuk nominasi Perwajahan Koran Umum, Divisi Regional (Divre) Medan hanya diwakili Sumut Pos dengan perwajahan pada edisi 7 Januari 2011. Sedangkan pemenang dari nominasi ini adalah dari Batam Pos dengan edisi 17 Juni 2011.
Sementara itu, empat nominator untuk Nominasi Perwajahan Koran Metro, Divre Medan diwakili Pos Metro Medan edisi 18 Februari 2011 dan Metro Aceh edisi 24 Juni 2011. Sedangkan pemenangnya adalah Posmetro Batam edisi 14 Juni 2011.

Untuk jenis lomba karya foto jurnalistik, Divre Medan yang diwakili foto berjudul “Pengungsi Sinabung” hasil jepretan Fotografer Sumut Pos Andri Ginting dan foto berjudul “ALS Jatuh di Aeek Latong” hasil jepretan Amran Pohan dari Metro Siantar masuk sebagai nomine. Pemenang untuk lomba karya foto jurnalistik direngkuh Ira Widhana, Fotografer Dumai Pos dengan judul foto “Kesedihan Lintang”.

Untuk kategori lainnya, Lomba Karya Tulis Jurnalistik dari 10 nominator yang bersaing, akhirnya titel juara diraih Saidul Tombang dari Riau Pos dengan judul tulisan “Kami Laskar Pendayung Dari Desa Melebur”.
Sementara itu, dari Divre Medan yang diwakili dengan Sumut Pos dengan judul tulisan “Jelang Ajal, Nenek Renta Menanti Anak Kembarnya”, Posmetro Medan dengan judul “Perempuan-perempuan Panggilan di Penjara Tanjung Gusta” serta Metro Siantar dengan judul “Menyusuri Penangkapan Gerombolan Bersenpi di Dolok Masihul”, hanya berhasil masuk nomine.

Perbedaan lainnya dalam even Rida Award 2011 kali, Chairman Riau Pos Group (RPG) Rida K Liamsi memberikan penghargaan terhadap jurnalis—jurnalis yang berhasil meraih penghargaan pada even-even di luar Riau Pos Group. Penghargaan diterima para jurnalis tersebut telah memberikan citra positif bagi RPF itu sendiri.

Khusus untuk penghargaan itu, tiga jurnalis Sumut Pos mendapat apresiasi. Diantaranya, Chairil Huda yang meraih juara 2 lomba karya tulis dalam Rangka HUT Pemerintahan Provinsi Sumut (Pemprovsu), Ari Sisworo, juara harapan 1 lomba karya tulis HUT Kota Medan ke 412 serta Laila Azizah, juara harapan 2 lomba HUT PLN 2011. Masing-masing jurnalis ini, mendapatkan hadiah sebesar Rp1 juta dari Riau Pos Group (RPG).

Penerima hadiah dan penghargaan dari Chairman Rida K Liamsi pada perhelatan itu, Sumut Pos diwakili Pimpinan Redaksi (Pemred) Zulkifli Tanjung, Posmetro diwakili Dame Ambarita dan Metro Siantar diwakili Alvin Nasution.
Pada pidatonya, Chairman RPG Rida K Liamsi mengingatkan, keberadaan media adalah untuk mengukur tingkat ke wartawanan, serta media yang baik adalah media yang memiliki tradisi membangunan. “Musuh terbesar media itu adalah wartawannya sendiri. Jika terus-terusan wartawan menceritakan kesuraman hidup, maka akan ditinggalkan dengan sendirinya oleh pembaca. Dan sebaliknya, wartawan dan media harus bias memberi kontribusi terhadap kehidupan,” ujarnya.(ari)