29 C
Medan
Tuesday, January 13, 2026
Home Blog Page 14958

Dua Supir Jadi Tersangka

Tragedi Bus ALS di Aek Latong

MEDAN-Penyelidikan kecelakaan bus Antar Lintas Sumatera (ALS) nomor pintu 90 di telaga di Aek Latong,Kecamatan Sipirok, Tapanuli Selatan (Tapsel) dan menewaskan 19 penumpangnya, Minggu (26/6) lalu terus dilakukan.

Setelah sepekan berlalu, polisi menetapkan dua tersangka, Unggul dan Rahmat. Keduanya adalah supir 1 dan supir 2 bus tujuan Medan-Bengkulu tersebut. Karena keduanya melarikan diri, polisi memasukkan keduanya ke daftar pencarian orang (DPO).

“Keduanya masih diburu di wilayah Sumut dan Riau,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Poldasu Komisaris Besar (Kombes) Pol Raden Heru Prakoso di Ruang Humas Mapoldasu, kemarin (1/7).
Dijelaskannya, kedua supir akan dijerat dengan pasal 359 KUH Pidana, tentang kelalaian yang mengakibatkan hilangnya nyawa orang lain/meninggal dunia.

Sedangkan dua kernet bus, Rizal (25) penduduk Kota Nopan Kabupaten Madina dan Hamzah Lubis (23) warga Muara Siponggi Kota Nopan Kabupaten Madina, telah diperiksa sebagai saksi oleh penyidik Polres Tapsel.

Polisi juga sudah meminta keterangan Kepala Cabang (Kacab) Loket ALS Padang Sidempuan dan Medan. Hasil keterangan dari dua Kacab Loket ALS menyebutkan, sesuai laporan bahwa jumlah penumpang 44 orang. Namun di lapangan jumlah penumpang 65 orang. “Artinya, supir masih mengangkut atau menerima penumpang di perjalanan,” kata Heru Prakoso.

Dalam penyelidikan kasus ini, telah dibentuk tim khusus gabungan Polisi, Dinas Perhubungan soal kelayakan bus dan pihak PU sekaitan kondisi jalan.

Sedangkan 10 ahli waris korban bus naas tersebut telah menerima dana santunan Rp25 juta per korban, dari Jasa Raharja Cabang Sumut. Santunan diberikan secara simbolis di Aula Martabe, Lantai II Kantor Gubernur Sumatera Utara (Gubsu), Jalan Diponegoro Medan, kemarin. Penyerahan dana santunan tersebut diserahkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho.

Sebagai kepala daerah, Gatot menegaskan bahwa dirinyalah yang bertanggung jawab dalam kecelakaan tersebut. Karena itu, dia menginstruksikan semua pihak, khususnya pimpinan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di lingkungan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu) agar terus membenahi pelayanan kepada masyarakat.

“Saya berharap keluarga yang ditinggalkan tetap tabah dan semoga diberikan yang lebih baik oleh sang pencipta,” kata Gatot, dalam sambutannya.

Melalui UPT Kementerian PU, Gatot telah mengusulkan pelaksanaan perbaikan jalan segera di Aek Latong, mengingat jalur tersebut masih menjadi salah satu jalur utama via darat yang menghubungkan Sumut dengan Sumatera Barat dan Riau.

“Saya mengajak seluruh pimpinan SKPD merenung diri dan belajar dari kasus ini. Jangan lagi ada korban jiwa yang disebabkan kondisi jalan rusak. Kepada Jasa Raharja, saya berharap dalam melaksanakan program CSR agar senantiasa berkoordinasi dengan Pemprovsu, kami ingin CSR tersebut diprioritaskan bagi perbaikan infrastruktur, khususnya jalan lintas,” tambahnya.

Kacab Jasa Raharja Cabang Sumut, Sukono, mengatakan pemberian santunan tersebut merupakan kewajiban Rasa Raharja atas premi yang dibayarkan oleh PO ALS. “Santunan ini merupakan hak bagi ahli waris dan kami harap ahli waris tetap tabah menerima ujian ini,” katanya.

Adapun 10 penerima santunan tersebut yakni, ahli waris dari korban Dahniar; ahli waris dari korban Desi Indiani, Yuni Cipiani, Reni dan Dimas (satu keluarga); ahli waris dari Rohana, ahli waris dari korban Kumala Sari, ahli waris dari korban Husni Amalia dan ahli waris dari kortban Trisna Wati.

“Untuk ahli waris dari korban Desi dan Poppi Mustika yang berdomisili di Bengkulu serta ahli waris dari korban Dedi yang berdomisili di Padang-Sumatera Barat, santunannya akan diberikan PT Jasaraharja di tempat domisili mereka,” pungkasnya.(ari/ila)

Telepon Gatot tak Diangkat Bos Pertamina

Kelangkaan BBM Bersubsidi

MEDAN- Pemerintahan Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu), belum mengambil sikap dan tindakan terhadap masalah kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi di sejumlah daerah di Sumatera Utara (Sumut) yang terjadi dalam rentang waktu beberapa hari kebelakang inin
Pernyataan tersebut diungkapkan Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu Gatot Pujo Nugroho yang dikonfirmasi Sumut Pos terkait hal itu, usai menghadiri acara Hari Ulang Tahun (HUT) Bhayangkara di Mapoldasu, Jumat (1/7).

“Saya belum bisa berkomentar, karena tadi malam saya telepon pihak Pertamina tidak diangkat. Nanti kalau saya sudah tahu detil tentang masalah itu saya akan bersikap,” ungkap mantan Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PKS Sumut ini.

Sementara itu, segenap anggota DPRD Sumut berniat akan memanggil pihak Pertamina untuk menjelaskan, latar belakang terjadinya kelangkaan BBM tersebut.
“Akan kita undang Pertamina, untuk menjelaskan persoalan ini,” ungkap Ketua DPRD Sumut Saleh Bangun yang ditemui Sumut Pos di tempat yang sama.

Menurutnya, faktor utama terjadinya kelangkaan BBM bersubsidi khususnya solar, karena memang pendistribusian BBM dari Pertamina yang belum baik.

Sementara itu, tersiar kabar Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) nomor 14.201.147 di Jalan Tri Tura Medan melakukan penimbunan solar bersubsidi. Dan isu tersebut dicium oleh Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Parlindungan Purba, dan dirinya langsung melakukan kunjungan ke SPBU tersebut.
“Saya mendengar kabar itu dari empat hari lalu. Makanya kita cek ke sini. Dan tadi, sesudah kita cek memang BBM jenis solar dan premium di sini kosong. Di bak penyimpanan BBM saat diperiksa, hanya ada sekitar 500 liter saja. Dan dari kunjungan ini, ternyata tidak ditemukan indikasi penimbunan,” ungkapnya di SPBU tersebut.

Dijelaskannya, sejauh ini, dirinya mendengar sejumlah keluhan terkait kelangkaan BBM di daerah semisal, di Tapanuli Utara, Simalungun, Binjai, Nias serta di Medan sendiri. Maka dari itu, diharapkan Pertamina segera mengatasi persoalan. Terlebih lagi akan memberikan dampak buruk pada perekonomian di Sumut, khususnya pada perkembangan perekonomian transportasi.
“Jangan sampai di SPBU ada penjualan pada pusat-pusat indsutri. Inilah yang nantinya masalah menjadi berlarut. Karena masalah ini akan mengganggu stabilitas perekonomian,” tegasnya.

Kelangkaan solar bersubsidi akibat kehabisan stok juga terjadi di sejumlah SPBU di Kota Tanjungbalai. Seperti di SPBU Jalan Arteri, Jalan Jenderal Sudirman Km 7 Sijambi serta Jalan Sudirman. Begitu juga di sejumlah SPBU di Kota Kisaran seperti SPBU di Jalinsum Medan-Rantauprapat persisnya di depan SPBU simpang Sri Mersing, di SPBU Sidomulyo Pulo Bandring, SPBU Jalan Gatot Subroto Sentang, SPBU Jalan HOS Cokroaminoto Kisaran, SPBU di Jalan Madong Lubis dan SPBU Jalan Lintas Kisaran-Sei Renggas.

Begitu juga di Labuhan Batu Utara seperti di SPBU 14214234 di Jalan Jendral Sudirman Aek Kanopan. SPBU Tolan Kampung Rakyat, SPBU Blok Songo Kotapinang, SPBU Kampung Beringin, SPBU Asam Jawa, SPBU Pinang Awan dan SPBU Cikampak Torgamba. Di Tebing Tinggi tercatat ada enam SPBU yakni SPBU Jalan KL Yos Sudarso, Jalan SM Raja, Jalan Prof HM Yamin, Jalan Soekarno Hatta dan Jalan Ir H Juanda. Di Srdang Bedagai di SPBU 14.205.1130 di Desa Kota Galuh, SPBU 14.205.156 di Desa Pasar Bengkel, SPBU14.206 275 di Desa Sei Buluh, SPBU Firdaus, Sei Rampah serta Sei Bamban.

Sementara itu Kapolres Tebing Tinggi AKBP Robert Haryanto Watratan
saat ditanya tentang SPBU No 14201136 di Jalan Ir H Juanda yang diduga menjual solar ke pihak pengusaha menggunakan jerigen, Robert mengaku akan menindaknya.

“Polisi dengan segera akan melakukan penyidikan ke SPBU tersebut, kita akan turunkan anggota untuk mengawasi masuk dan keluarnya BBM dari SPBU tersebut. Apabila ditemukan dugaan penyelewengan akan ditindak,” tegas Robert Haryanto Watratan.


Humas Pertamina UPMs 1 Medan, Erika, mengaku pihaknya telah melakukan penyaluran BBM ke setiap SPBU baik di Medan dan SPBU-SPBU di Sumut telah sesuai prosedur dan kuota yang ditetapkan. Bahkan, saat ini penyaluran BBM jenis solar dan bensin telah over kuota.

“Untuk solar dan bensin di beberapa daerah sebenarnya telah over kuota. Hanya saja, dalam penyaluran di SPBU-SPBU tersebut berdasarkan penjadwalan yang ada. Misalnya di Medan, ada 88 SPBU dan semuanya telah ada jadwal-jadwalnya sendiri. Dan pada Jumat besok (hari ini, Red), akan ditambah pasokannya,” terangnya.(ari/mag-3/mag-15/wan/smg)

North Sumatra Jazz Festival 2011

Idang Rasjidi dkk Tampil Sempurna

Lima grup jazz nasional yang tampil di pergelaran pertama North Sumatra Jazz Festival (NSJF) 2011 benar-benar ‘menggetarkan’ sanubari penggemar musik jazz di Kota Medan. Mengambil tempat di Convention Centre  Hotel Danau Toba Interantional, Medan, tadi malam, penikmat jazz larut dalam suasana yang meriah hingga akhir.

Diawali band tuan rumah, Ethno Big Band, Progressif Jazz Band, kehangatan mulai terasa. Suasana kian semarak ketika pemusik jazz nasional naik ke panggung. Seperti Sruti Respati dan teman-teman, Ligro kemudian Band yang sudah tidak asing lagi bagi penggemar musik jazz, KSP Band feat Idang Rasjidi.

KSP Band tampil sebagai bintang tadi malam. Setelah sukses merilis album ketiga mereka yang berjudul Hasrat Cinta di penghujung 2010 lalu, KSP yang diperkuat 12 personel dengan tiga vokalis,  Kiki Satrio, Marthin Saba dan Uchy Amyrtha feat Idang Rasjidi menggetarkan panggung NSJF lewat unjuk kepiawaian dan pengalaman bermusik jazz yang sempurna.

Dengan aliran musik pop jazz dan R&B selain dengan kekuatan beberapa vokalisnya, band asal Bandung ini menghentak lewat lagu Mencintainya. Dilanjutkan dengan Hasrat dan Cita, Aku, Oh Lala, Al Night Long dan Klasik Diskon.

“Kita kembali menyapa penggemar walau sempat sempat bongkar pasang personel, akhirnya kembali eksis di ranah hiburan tanah air. Bahkan lahirnya album Hasrat Cinta merupakan kematangan bermusik personel KSP,” ujar Lucky Soeryo, sang Keyboardis.

Tak lupa, penampilan Idang Rasjidi bersama KSP Band membawakan lagu Let’s Save The World, memberi warna dan nilai plus acara NSJF mampu menghibur dengan sempurna lewat kemampuan serba-bisa dan komplit. Yang diakhiri dengan lagu penutup ayang berjudul ada-adanya.

Sedangkan Ligro yang banyak menunjukkan instrumental dalam bermain musik jazz, diperkuat dengan Gusti Hendy yang merupakan drummer Gigi dan gitaris Agam Hamzah serta basis Adi Darmawan. Dengan kekuatan musik, kelompok ini mampu menggoyang penonton dan mendapat sebagai bukti kedahsyatan mereka musisi yang sudah go international.

Dengan permainnya yang full-energy, Gusti mengubah suasana yang dingin menjadi hangat saat solo drumnya dibarengi betotan bas Adi yang diisi petikan guitar Agam. Membawakan lagu berjudul Brikel, Radio Aktif dan Orgil Grup Band Trio ini menghipnotis penonton dengan tampilan bedanya membawa benda-benda yang dapat memberikan suara. “Apa saja bisa menjadi suara, dengan suasana dingin ini akan kita rubah mernjadi hangat,” kata Adi yang memakai kostum biksu.

Sementara, Sruti Respati bersama teman-teman dapat dengan memuaskan hati dan telinga penonton tampil . Diisi dengan para penyanyi dan pesinden yang belakangan sering tampil diberbagai program musik, didukung musisi kawakan, seperti Denny Chasmala, Bintang Indrianto, Saat Syah dan yang lainnya yang memiliki keunikan vokal dan kecantikannya dapat membawa tujuh lagu.

Sedangkan dengan bintang Jazz Medan sebagai tuan rumah, Ethno Big Band dan Progressif Jazz Band masing-masing membawakan dua lagu untuk menghibur penonton.

“NSJF dapat menjawab penasaran masyarakat Medan dengan pesta musik jazz yang berkonsep matang, menghibur, mengasyikkan dan menggembirakan warga Medan,” ujar  Erucakra Mahameru, Direktur Penyelenggara NSJF 2011 di sela-sela acara.(adl)

Uli Auliani, Gemar yang Menantang

Di balik penampilannya yang feminim, Uli Auliani ternyata menggemari olahraga menantang. Diving (menyelam) dan hiking (mendaki gunung) menjadi dua diantaranya.

“Aku senang sesuatu yang menantang. Olahraga aku pun, olahraga ekstrim. Kalau dilihat, aku memang feminim. Tapi sebenarnya aku tomboy,” katanya saat ditemui di Bistro Boulevard, Menteng, Jakarta Pusat Aktris yang beradu akting dengan Mario Lawalata dalam film Skandal itu kerap menyalurkan hobinya di sela syuting. Bahkan saat membintangi Pulau Hantu 2, dia bisa melakoni adegan yang sesuai dengan hobinya menikmati keindahan bawah laut.

“Waktu syuting Pulau Hantu 2, ada adegan diving-nya. Senang banget, syuting sambil menyalurkan hobi. Tapi aku yang biasanya bebas menyelam, pas syuting film itu aku harus sadar kamera,” tutur perempuan kelahiran Bandung, Jawa Barat, 20 November 1985 itu.

Tak jarang, Uli mengalami insiden kecil saat melakoni hobinya tersebut. Tubuh mulusnya pun, terpaksa dihiasi bekas luka. “Kulit aku sensitif, jadi gampang luka. Tapi nggak apa-apa. Aku nggak perawatan khusus ke salon, karena aku nggak suka duduk doang terus dimanjain (terapis). Aku orangnya aktif,” terangnya. (ash/jpnn)

Diguyur Hujan Tetap Bergoyang

Puncak HUT Kota Medan ke-421

MEDAN-Puncak perayaan HUT Kota Medan ke-421 digelar di Lapangan Benteng Medan dengan tema Festival Budaya dan Promosi 2011 berlangsung meriah, Kamis (30/6) malam. Meskipun Kota Medan diguyur hujan deras warga Kota Medan tetap berduyun-duyun memadati arena acara. Hiburan dibuka dengan penampilan tari Batak, Riau dan Aceh serta Malaysia sebelum puncak acara pesta kembang api.

Selanjutnya acara pembukaan yang dilakukan Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Rahudman juga melakukan lounching langsung dari TV elektronik membuka logo Visit Year 2012 Kota Medan sebagai Kota Pariwisata. Dilanjutkan dengan letusan kembang api ke udara.

Wali Kota Medan, Rahudman Harahap mengatakan, hujan yang membasahi bumi, khususnya Kota Medan merupakan rahmat Tuhan Yang Maha Kuasa. “Saya sebagai kepala daerah salut dengan warga Kota Medan yang sangat antusias datang meskipun harus diguyur hujan. Malam ini merupakan puncak perayaan dan pesta kembang api yang dipertontonkan bagi masyarakat Kota Medan,” cetusnya.

Ditambahkan Rahudman, tahun 2012 Medan akan menjadi tahun untuk kunjungan pariwisata dengan tema Medan Year 2012. “Di tahun 2010 Medan menjadi lokasi kunjungan wisata,” katanya.

Panitia Penyelenggara yang juga Kadis Pariwisata dan Kebudayaan Kota Medan, Gusral Manan menyampaikan, hari jadi Kota Medan yang merupakan refleksi kebesaran sejarah Kota Medan tumbuh dari sebuah kampung kecil yang berkembang menjadi Kota Metropolitan baru. Dalam rangka memperingati hari jadi Kota Medan, pemerintah dengan seluruh stake holder dan masyarakat menyelenggarakan berbagai kegiatan sosial seperti bakti sosial kebersihan, kesehatan, olahraga massal, gerakan cinta lingkungan, pagelaran budaya dan hiburan masyarakat.

“Pelaksanaan berbagai kegiatan tersebut mampu mengembangkan komunikasi pembangunan yang dialogis dan tidak membuat jarak di antara seluruh stake holder Kota Medan, “ ujar Gusral.

Sedangkan, Ketua DPRD Kota Medan, Amiruddin mengatakan dalam acara ulang tahun Kota Medan hendaknya bisa membangun hubungan diplomasi dengan daerah dan negara lain.

Setelah acara resmi penonton dihibur dengan penampilan grup band dari Kota Medan Fresh Band sebagai band pembuka. Warga Kota Medan pun ikut bergoyang meskipun hujan terus mengguyur. “Anak Medan tetap ramai walau Medan hujan,” kata sang vokalis Fresh Band.

Kemudian dilanjutkan dengan penampilan Trio Meried yang beranggotakan tiga personil TNI AL dari Marinir. Bukan itu saja ada juga grup musik ibu kota Mahadewi menyanyikan lagu pembukanya berjudul Aku Rela, dilanjutkan Dokter Cinta dan Ayang-ayangku membuat warga Medan bejingkrak dan bergoyang di lapangan yang becek. “Anak Medan suaranya keras tetapi sangat baik hati, “ kata pentolan Mahadewi, Tata dan Putri. (adl)

Ambil Alih Inalum, Luhut Siapkan Rp6 T

Rebut Inalum dari Konsorsium Jepang

JAKARTA-Keinginan Jenderal TNI (Purn) Luhut Panjaitan, untuk terlibat dalam pengelolaan PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) pasca 2013, sudah matang. Melalui perusahaannya, PT Toba Sejahtera, Luhut telah menyiapkan US$ 700 juta atau setara Rp5,95 triliun (kurs Rp8.500 per US$) untuk mengakuisisi 58,88 persen saham PT Inalum. Hanya saja, keinginan akuisisi mayoritas saham yang selama ini dikuasasi NAA itu nantinya akan dilakukan bersama-sama Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota yang ada di sekitar Danau Toba.

Luhut menjelaskan, dana sebesar itu akan dikucurkan oleh dua bank, yakni Deutsche Bank dan BNP Paribas. “Komitmen pendanaan dari dua bank itu sudah dalam bentuk pernyataan tertulis,” ujar Luhut Panjaitan kepada Sumut Pos, kemarin (30/6).

Saat ditanya apakah sudah ada pembicaraan lanjutan dengan pihak pemerintah mengenai keinginan mengakuisisi 58,88 persen saham Inalum itu, pria kelahiran Simargala Kecamatan Silaen, Toba Samosir itu mengatakan, belum ada pembahasan. “Kita tunggu saja bagaimana pemerintah. Posisinya masih seperti usulan semua, bersama dengan Pemprov dan 10 kabupaten/kota, kita ingin 58,88 persan saham itu,” ujar mantan menteri perindustrian itu.

Dia yakin, rencana pengambilalihan Inalum pasca 2013 tidak akan mengalami langkah mundur, terkait dengan porsi saham yang akan diberikan kepada pemda. Berkaca dari pengelolaan PT Newmont Nusa Tenggara (NTT), tentara yang lama berkarir di Kesatuan Baret Merah Kopassus itu makin yakin bahwa Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota di sekitar Danau Toba pasti mendapat porsi saham.

“Newmont saja pemda bisa mendapatkan saham, apalagi ini Inalum, yang hampir 30 tahun kita tidak mendapatkan apa-apa,” ujarnya.

Dia juga mengingatkan Plt Gubernur Sumut Gatot Pujonugroho agar terus melakukan koordinasi dengan 10 bupati/wali kota terkait. “Beliau (Gatot, Red) cukup paham mengenai masalah ini.
Beliau pasti tidak bisa meninggalkan pemerintah kabupaten/kota. Aspirasi pemda tingkat dua itu memang harus didengar,” ujar Luhut.

Luhut beberapa waktu lalu juga pernah menjelaskan, jika nantinya dana sudah disediakan konsorsium bank, maka Pemprov dan 10 pemkab/kota tidak perlu lagi mengeluarkan dana, alias mendapatkan golden share. Luhut juga sudah membuat perkiraan kasar, jika 58,88 saham itu bisa dikuasasi, maka pemda bisa mendapatkan pemasukan sekitar Rp35 miliar per tahun.

Sebelumnya, Direktur Eksekutif Indonesian Resources Studies (IRESS), Marwan Batubara, secara tegas menyatakan penolakannya terhadap usulan keterlibatan PT TS dalam pengelolaan PT Inalum pascahabisnya kontrak dengan Jepang pada 2013 mendatang. Sejumlah alasan dikemukakan mantan Ketua Kaukus Anti Korupsi Dewan Perwakilan Daerah (DPD) itu.

Pertama, kemampuan PT TS diragukan. “Dengan latar belakang dan kemampuan teknis operasional yang dimiliki, kita tidak yakin bahwa TS akan mampu menjalankan fungsinya,” ujar mantan anggota DPD itu dalam seminar bertema “Pengelolaan Saham Inalum: Oleh Negara untuk Rakyat” di gedung DPR, Senayan, Jakarta, 23 Juni 2010 silam.
Alasan kedua, lanjut Marwan, model kerjasama pemda dengan pihak swasta, di banyak daerah sudah terbukti hanya menguntungkan piha swastanya saja, sedang pemda lagi-lagi tidak banyak mendapatkan keuntungan. Dia memberi contoh kasus kerjasama pemda NTB dengan PT Newmont Nusa Tenggara (PT NNT), juga dalam kasus Blok Cepu.
“Kita khawatir, karena pola bagi hasil yang tidak relevan, penguasaan saham oleh TS menimbulkan kerugian besar bagi daerah, seperti banyak terjadi dalam kerjasama daerah dengan sawsta. Kerjasama dengan swasta itu, yang untung besar swasta, pemdanya ditipu,” ujar Marwan.

Inalum merupakan perusahaan pengolahan aluminium yang beroperasi sejak 1982 dengan kapasitas terpasang 225 ribu ton aluminium batangan per tahun. Investasi proyek tersebut sekitar US$ 2 miliar, termasuk pabrik smleter dan pembangkit listrik tenaga air Asahan II.

Pemegang saham Inalum terdiri dari pemerintah RI 41,12 persen dan konsorsium 12 investor Jepang 58,88 persen. Para petinggi di Jakarta sudah memastikan, Master Agreement akan diputus 2013. Diperkirakan dibutuhkan dana US$ 723 juta atau sesuai nilai buku perusahaan, untuk mengambilalih 58,88 saham itu.(sam/jpnn)

Inalum di Tangan PT TS (versi Luhut B Panjaitan)

Perusahaan Pengelola
PT Toba Sejahtera

Kepemilikan Saham
58,88 persen yang dikuasai milik NAA

Dana yang disiapkan
US$ 700 juta atau Rp5,95 triliun (kurs Rp8.500 per US$)

Sumber dana
– Konsorsium bank (Deutsche Bank dan BNP Paribas).

Cara/ Pola usaha

Kerja sama bagi hasil dengan menggandeng Pemprov Sumut dan 10 kabupaten/kota di sekitar Danau Toba.
Penawaran PT TS ke Pemprov dan 10 Pemkab/kota
– Pemprov dan 10 pemkab/kota tidak perlu mengeluarkan dana
– Pemprov dan 10 pemkab/kota mendapatkan golden share
– Pemasukan Pemda sekitar Rp35 miliar per tahun.

Keterangan Tambahan
– Belum ada pembahasan lanjutan dengan pihak pemerintah mengenai keinginan mengakuisisi 58,88 persen saham Inalum

Profil Singkat PT Inalum

– Beroperasi            : 1982
– Usaha                : Pengolahan aluminium
– Kapasitas terpasang    : 225 ribu ton aluminium batangan per tahun.
– Investasi proyek        : US$ 2 miliar, termasuk pabrik smelter dan PLTA Asahan II.
– Pemegang saham        :
1. Pemerintah RI/Otorita Pengembangan Proyek Asahan 41,12 persen
2. Pemerintah Jepang dan 12 investor Jepang (NAA) 58,88 persen
– Harga saham milik NAA    : US$ 723 juta
Masa berlaku master agreement Pemerintah Indonesia-NAA:    2013

Terbesar di Luar Pulau Jawa

Sunat Massal Sumut Pos-PW Muhammadiyah

MEDAN-Sunat massal yang dilaksanakan Harian Sumut Pos bekerja sama dengan Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Medan Pimpinan Cabang Muhammadiyah se-Medan, Laziswa Muhammadiyah Sumut, Fakultas Hukum UMSU, Fakultas Kedokteran UMSU, Satgas Joko Tingkir Sumut, Fakultas Kedokteran USU, Fakultas Kedokteran UISU, Rumah Sakit Umum (RSU) Imelda, Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) As-Salam, RSU Muhammadiyah, Presidium Masyarakat Medan Utara (PMMU) dan Dinas Kesehatan Medan menoreh catatan sejarah.

Sunat massal yang digeber di 27 lokasi di Medan secara serentak mulai pukul 08.30 hingga 19.00 ini mencatatkan sejarah sebagai sunat massal terbesar di luar Pulau Jawa. Jumlah peserta sunat massal 2.308 orang mendekati rekor Museum Rekor Indonesia (MURI) dengan jumlah peserta mencapai 2.637 orang di Wonosobo (Jawa Tengah).
‘’Terima kasih kepada semua pihak yang memberi dukungan sepenuhnya terhadap pelaksanaan sunat massal pada 29 Juni kemarin. Sunat massal ini merupakan sunat massal yang terbesar di luar Pulau Jawa,’’ kata Koordinator Panitia Ottoman didampingi sejumlah panitia lain seperti Dekan FH UMSU Farid Wajdi, Koordinator EO Sumut Pos Deddi Mulia Purba, Direktur Pelaksana Bagian Operasional Laziswa Muhammadiyah Sumut Zakirman ST di Sekretariat Pimpinan Wilayah Muhammadiyah Sumut, Kamis (30/6) .

Ottoman mengutarakan panitia telah berusaha maksimal menyelenggarakan kegiatan sunat massal dengan baik. Namun, lanjut dia, di lapangan masih ditemukan sejumlah hambatan. ‘’Kami mohon maaf apabila peserta sunat massal dan pihak keluarga ada yang tidak maksimal dilayani oleh panitia. Meski sempat ada kendala, akhirnya semua berjalan dengan baik,’’ katanya.
Koordinator panitia ini mengatakan, para peserta sunat massal mulai Jumat (1/7) dapat melepas perban di RSU Imelda Jalan Bhayangkara Medan, RSIA As-Salam Jalan Flamboyan Raya Tanjung Selamat dekat Pasar Melati Medan, RSU Muhammadiyah Jalan Mandala By Pass Medan dan Puskesmas di Medan.
‘’Sunat massal yang kita laksanakan sangat memudahkan keluarga untuk membuka perban sendiri. Namun apabila keluarga ragu membuka sendiri, dapat dilaksanakan di RSU/RSIA atau Puskesmas secara gratis. Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM didampingi Kadis Kesehatan Medan saat meninjau sunat massal di Jalan Pertiwi Medan sudah menginstruksikan Puskesmas untuk melayani pembukaan perban para peserta sunat massal,’’ katanya
Ottoman menambahkan, dari pelaksanaan sunat massal yang semula direncanakan diikuti lebih 2.700 calon peserta, ternyata ada yang tidak hadir dan tidak memenuhi kriteria medis. Ada pula calon peserta sunat massal secara gratis yang takut untuk disunat. ‘’Diantara mereka yang disunat terdapat tujuh peserta dari umat nonmuslim yang disunat yakni tiga orang di Sidorame, dua orang di Simalingkar B dan dua orang di RSIA As-Salam. Ada juga seorang mualaf yang disunat di Sidorame Barat dan seorang perempuan yang disunat Medan Timur.

Ia menjelaskan, empat peserta sunat massal yang sempat mengalami pendarahan masing-masing seorang di Sei B, Sei Sikambing C, Griya Martubung dan Sidorame Barat sudah ditangani pihak RSU Sari Mutiara, RSU Imelda dan dokter setempat. ‘’Kalau masih ada yang mengalami masalah pasca sunat dapat dirujuk ke RSU Muhammadiyah,’’ terangnya.
Ketua Satgas Joko Tingkir Sumut Soekirmanto SH didampingi Direktur RSIA As-Salam dr Tomi Salam mengungkapkan terima kasih karena pihaknya dilibatkan dalam kegiatan bakti sosial akbar sunatb massal pada 29 Juni lalu. ‘’Bakti sosial bertepatan dengan peringatan Israk Miraj ini sangat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat terutama yang berasal dari kalangan kurang mampu,’’ kata Soekirmanto. (*)

Lokasi Sunat Massal

1. Jalan Mandailing/Pukat 1        108 peserta
2. Jalan Pertiwi                89peserta
3. Jalan Medan-Belawan Km 22.5    165 peserta
4. Jalan Besar Bagan Deli            59peserta
5. Jalan Kapten Muslim            70 peserta
6. Jalan Utama                124 peserta
7. Kampung Tengah Kelurahan Terjun    35 peserta
8. Jalan Pahlawan                90 peserta
9. Jalan Pelita II                67 peserta
10. Jalan Masjid Taufik            78 peserta
11. Jalan Karya Sehati Gd Johor        82 peserta
12. Jalan Abdul Hakim Tj Sari        222 peserta
13. Jalan Denai Gang II            90 peserta
14. Griya Martubung            100 peserta
15. Jalan Brigjen Katamso            67 peserta
16. Jalan Bromo Gang Taqwa        100 peserta
17. Jalan Demak                43 peserta
18. Jalan Pasar 3 Barat Marelan        91     peserta
19. Sei Mati Batang Kelat            75 peserta
20. Jalan Amaliun IV            75 peserta
21. Jalan Flamboyan Raya            109 peserta
22. Jalan Marelan Tanah 600        104 peserta
23. Jalan Garuda Sikambing B        48 peserta
24. Jalan Tangguk Bongkar X        58 peserta
25. Jalan Sekata                50 peserta
26. Jalan Sawit Raya            60 peserta
27. Jalan Klumpang                49 peserta
TOTAL                    2.308

Sumber: Tim Pemantau Sumut Pos

Pengusaha SPBU dan Pertamina Saling Tuding

Solar Langka, Bayar Pelicin Rp600 Ribu untuk Pesan DO

TEBING TINGGI-  Bahan bakar solar bersubsidi kian hari kian langka. Pantaun Sumut Pos di 7 stasiun pengisian bahan bakar (SPBU) Tebing Tinggi kemarin (30/6) sore, tidak satu SPBU pun yang terlihat menjual solar. Di pelataran hampir semua SPBU berulang kali ditemukan tulisan: mohon maaf solar habis. Tapi bensin sudah terlihat normal seperti biasa.

Pemilik SPBU yang terletak di Jalan KL Yosudarso mengaku pusing dengan kelangkaan solar bersubsidi. Ia mengaku, pasokan ke SPBU memang dikurangi. “Biasanya solar masuk tiga kali seminggu, kini hanya satu sampai dua kali dalam seminggu/

Itupun harus mempunyai DO dan menyetor uang pelicin ke (oknum petugas) Pertamina Unit Region I Sumatera Utara agar BBM pesanan datang,” kata sumber itu.

Berapa jumlah uang pelicinya? Pria ini mengaku, setiap meja yang harus dilalui sesuai prosedur resmi, harus diberikan amplop berisi Rp200.000.  “Tiap meja kita berikan uang tips Rp200.000. Di sana ada tiga meja. Jadi setiap memesan BBM bayar Rp600.000 agar DO yang kita berikan ke pertamina lancar. Mana tahan kita bila memesan harus menyetor uang,” ungkapnya.

Uniknya, seolah ada pola distribusi yang sengaja diciptakan di Tebing Tinggi. Dalam satu hari, pasokan solar hanya masuk di satu SPBU. Tak heran bila antrean pembeli menumpuk di SPBU yang dipasok dan dalam empat jam, 18 ton solar habis terjual.
“Saya menduga, Pertamina menjual solar keluar negeri seperti Malaysia karena di sana harganya jauh lebih mahal. Transaksinya di tengah laut. Sekali jual mungkin satu kapal tenker berisi 500 ribu liter solar, jatah BBM Sumut seminggu,” celotehnya.
Tak puas dengan keterangan pria tersebut, tim Sumut Pos kembali mencari informasi dari masyarakat. Menurut keterangan warga, SPBU No 14201XXX milik seorang perwira berpangkat kolonel, diduga selalu menjual solar ke pengecer yang datang membawa derigen dengan harga Rp4.500 per liter. Solar-solar bersubsidi ini diduga dijual kepada para pengusaha pabrik di sekitar SPBU tersebut dengan harga sekitar Rp6.000 per liter.

Rahayu, pedagang gorengan yang mangkal didepan SPBU menegaskan, selama setahun ini mobil tangki pembawa BBM selalu datang dan membongkar muatan di malam hari. “Enggak pernah datang dan membongkar BBM bensin dan solar pada siang hari, saya sering lihat mereka membongkar muatan pada malam hari saat jalanan sedang sunyi, yah sekitar pukul 22.00 WIB,” kata sumber.
Penjual gorengan di sekitar SPBU selalu melihat truk tangki pengangkut BBM masuk setiap malam dan solar pasti habis sekitar pukul 10.00 WIB. “Herannya kita bang, setiap malam mobil tangki masuk, tapi siangnya bensin dan solar habis, padahal SPBU itu tutup pukul 22.30 WIB,” kata tukang goreng keheranan.
Paino, abang becak bermotor yang sering menunggu penumpang di depan SPBU tersebut, mengaku juga sering melihat mobil tangki datang dan membongkar muatan di SPBU tersebut. Lampu SPBU dipadamkan tetapi sejumlah karyawan bekerja mengisi BBM ke derigen milik pembeli.
“Inilah SPBU paling bandal. Setiap SSM masuk malam hari, pembeli yang jumlahnya ratusan sudah mengantre menggunakan derigen. Padahal Pertamina sudah melarang SPBU itu melayani pembeli pembawa derigen,” kata Paino.
Anggota DPRD Sumut dari Komisi B Brilian Moktar menjelaskan, permasalahan kelangkaan BBM ini perlu diselidiki lebih jauh oleh pihak kepolisian. “Perlu ada pengecekan dari data yang ada. Bila Pertamina sudah menyalurkan BBM lebih dari kuota, harusnya tak ada lagi kelangkaan. Dan menurut saya, permintaan BBM oleh masyarakat tak sebanyak itu,” ungkapnya.

Solar Nelayan Diselewengkan

Di Belawan, kelangkaan solar bersubsidi sangat menyulitkan nelayan. Herlander (41) mengaku, ratusan nelayan di Kawasan Belawan tidak pergi melaut karena kesulitan untuk memperoleh solar. Hal tersebut membuat kapal milik nelayan tidak bisa beroperasi mencari ikan dan hanya tertambat di tangkahan saja, “Sudah hampir seminggu kami tidak melaut bang karena tidak mendapatkan solar,” ujarnya.

Mereka menuding pihak SPDN (Stasiun Packed Dealer Nelayan) AKR  yang mendapat jatah solar bersubsidi dari pemerintah telah menyelewengkan bahan bakar tersebut ke pihak industri.

SPDN khusus untuk nelayan semestinya melayani kebutuhan solar nelayan. Namun menurut Herlander, diduga pengelola SPDN menjual solarnya kepada pihak lain yang datang mengambil solar dengan menggunakan mobil pick-up dan juga becak. “Penjualan solar secara liar tersebut baisanya dilakukan malam hari agar tidak ada kecurigaan,” tandasnya.

Sementara itu, Ketua DPC HNSI Sumut, Pendi Pohan mengaku mengetahui banyak penyelewengan yang dilakukan pihak SPDN di Kelurahan Belawan Bahari. Menurutnya, sebuah SPDN mendapatkan jatah solar besrsubsidi sekitar 24 ribu liter namun hanya disalurkan 4 ribu liter ke nelayan. 20 ribu liter lagi dijual kepada pihak lain. “Kami minta kepada Pertamina agar menindak pengelolah SPDN yang menyalurkan solar bersubsidi dari pemerintah tidak tepat sasaran,” tandasnya.

Pertamina Bantah Main Mata
Terkait dengan langkanya BBM bersubsidi dibeberapa tempat di Sumatera Utara dalam kurun waktu seminggu ini, pihak Pertamina menegaskan tidak pernah main mata dengan pihak SPBU.
“Pertamina tidak terlibat dengan kelangkaan dan menghilangnya BBM. Ini jelas-jelas (ulah) pihak SPBU sendiri. Sekali lagi saya tegaskan, tidak ada pihak pertamina yang terlibat dengan langkahnya BBM dikalangan masyarakat,” tegas Humas Pertamina, Erika, Kamis (30/6) siang.
Menurutnya, dalam mendistribusikan BBM ke SPBU pihaknya selalu sesuai dengan sistem yang berlaku. Permintaan pihak SPBU selalu masuk ke jaringan online Pertamina. “Kami menyalurkannya sesuai kuota permintaan. Permintaan penyaluran distibusi BBM juga dilakukan secara online ke bank dan tidak bersentuhan langsung,” terangnya.
Erika mengaku, kepanikan di kalangan masyarakat membuat pasokan cepat habis. “Saat ini penyaluran di Sumut sudah over dan sudah ditambah. Tetapi karena panik, masyarakat dalam membeli BBM meningkat sehingga seberapa pun BBM yang dipasok cepat habis,” akunya.
Erika juga mengatakan, jika ditemukan kecurangan di SPBU mana pun, diminta kepada warga untuk melaporkannya. “Jika ada masyarakat yang menemukan kecurangan di SPBU tempatnya tinggal, segera laporkan ke pihak Pertamina terdekat. Kami juga menghimbau kepada masyarakat tidak panik dan membeli BBM seperlunya saja,” cetus Erika.
Erika juga menambahkan, agar industri, kapal rute luar negeri dan dalam negeri serta siapa pun yang bergerak di dunia usaha agar membeli BBM non subsidi. “Kita mengimbau pelaku usaha membeli BBM non subsidi. Sesuai dengan Pepres 55/2005 dan Pepres 9/2006, bahwa BBM subsidi hanya bagi sektor transportasi, usaha kecil, nelayan dan pelayan publik. Sejak Mei lalu, kita menginstruksikan SPBU untuk melarang pengisian jiregen tanpa dilengkapi surat verifikasi dari dinas terkait,” pungkasnya.

Sementara Polda Sumut mengaku belum mencium indikasi penimbunan BBM, terkait kelangkaan solar di pasaran.Menurut Kapoldasu Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro, yang menjadi faktor utama kelangkaan BBM, khususnya solar, tidak lain karena pasokan solar yang menurun dari Pertamina. “Polda belum ada menerima laporan dari mana pun, terkait penimbunan solar oleh pengusaha atau yang lainnya,” ungkap Wisjnu Amat Sastro di Mapolda, kemarin.
Meskipun demikian, Poldasu tetap berupaya mencari tahu kemunkinan latar belakang lain penyebab kelangkaan solar bersubsidi di pasaran. “Kita tetap akan berkomunikasi dengan Pertamina,” cetusnya.( mag-3/saz/uma/mag-11/jon/ari)

Medan ‘Bertabur’ Bintang Jazz Kelas Dunia

Hari ini, North Sumatra Jazz Festival (NSJF) 2011di Hotel Danau Toba

Ini saatnya pecinta musik jazz di Kota Medan menikmati musik berkualitas. Sederet pemusik jazz terbaik tanah air akan memperkaya atmosfer jazz di ajang North Sumatra Jazz Festival (NSJF) 2011 di Convention Centre  Hotel Danau Toba International, Medan, hari ini (1/7) dan besok (2/7).

Para pengisi acara NSJF  2011 itu lain KSP feat Idang Rasjidi, Yovie Widianto Fusion plus Suhu band dari Malaysia, Sruti Respati dan Teman-Teman, Ligro, Emerald Bex dan Donny Suhendra Project. Tak ketinggalan band tuan rumah Erucakra Mahameru & C-Man, Ethno Big-band, Progressif Band serta Kolegium Musikum dari Unimed.

“Kami optimis, NSJF mampu menjawab penasaran sekaligus dahaga masyarakat Kota  Medan dengan pesta musik Jazz yang sudah matang. Selain menghibur, mengasyikkan dan menggembirakan banyak orang. Bahkan, lewat perhelatan dua malam yakni Jumat dan Sabtu nanti. Kami jamin getar Jazz-nya, jauh lebih terasa ketibang pentas pre-event. 20 Mei  silam, “ ujar Erucakra Mahameru, Direktur Penyelenggara NSJF 2011 di Hotel Hermes Medan, Kamis (30/6) siang.

Hal senada diungkapkan Gideon Momong, Direktur Festival NSJF. “Kami telah meramu perhelatan NSJFn
sebagai festival berskala  nasional yang menghibur dengan konsep berbeda dari event sejenis yang  pernah ada,” ungkapnya.

Tema sentral ‘Discover Indonesia Experience’, akan membuktikan Jazz itu   berpotensi besar menciptakan suasana pesta yang menggembirakan. Bahkan bisa menjadi pengalaman pertama dan mengesankan dalam hidup. “Penggila musik jazz, khusunya Kota Medan. Diajak untuk ikut berpesta jazz,” ungkapnya.

Festival jazz ini diagendakan menjadi event tahunan sekaligus menyemarakkan HUT Kota Medan setiap 1 Juli. Festival akan menampilkan penyanyi terbaik Indonesia berprestasi internasional. Dengan demikian, NSJF yang akan menjadi rumah baru musik Jazz nasional, juga dipastikan menjadi panggung re-generasi insan musik di Medan. Sebab, para musisi muda berbakat dari kalangan kampus baik dari Unimed dan dari USU, akan turut menyemarakkan suasana pesta. “Walau sebagai ikon baru pergerak jazz di Medan dan Sumatera bagian Utara, C-Man band  dimotori Erucakra Mahameru siap menjadi pemusik tuan rumah yang baik,” kata Gideon.

Gusti Hendy, drummer GIGI yang ‘full-energy’ kali ini akan berkolaborasi dengan Ligro yang diperkuat gitaris Agam Hamzah dan Adi Darmawan (bas). Kolaborasi mereka akan membuktikan kedahsyatan bermusik mereka yang sudah go international lewat debut album yang diedarkan Moon June Records, label yang berbasis di New York.
Ada pula Sruti Respati, penyanyi dan pesinden yang didukung musisi kawakan seperti Denny Chasmala, Bintang Indrianto, Saat Syah dan lainnya. Memiliki keunikan vokal dan kecantikannya, sangat identik dengan hidangan lengkap yang akan memuaskan hati penonton.

Selain itu, KSP band asal Bandung yang menggeliat kembali lewat album terbaru bertajuk ‘Hasrat dan Cita’. Band Pop Jazz yang pernah ada di industri musik nasional  ini, diperkuat 12 personel termasuk tiga vokalis, Kiki Satrio, Marthin Saba dan Uchy Amyrtha siap menggetarkan panggung NSJF  lewat unjuk  kepiawaian dan  pengalaman dalam memberi hiburan musik jazz yang sempurna.

Gitaris kawakan Donny Suhendra yang tampil di pre event bersama muridnya Agam Hamzah, akan tampil lebih menarik dengan ‘Project Band’ nya yang bermaterikan musisi lintas generasi. Diisi aksi drummer ganteng berusia 18 tahun, Demas Narawangsa yang dianggap sebagai drummer muda dan terbaik yang akan tampil dengan vokalis cewek, Tiwi Shakuhaci yang piawai memainkan akordeon.

Iwang Noorsaid, salah satu kibordis terbaik tanah air saat ini juga akan tampil enerjik dengan Emearald Bex, sebuah grup yang pernah jaya di era 1980 an. Kini berkumpul lagi untuk menarik perhatian para penggemar jazz tanah air. Serta, penampil lain yang berpotensi, Yovie Widianto Fusion yang merupakan pentolan grup musik pop manis, Kahitna dan Yovie Nuno. Kali ini  khusus bermain jazz/fusion, jalur musik.

Sebagai penyempurna sajian jazz, NSJF datangkan secara khusus SUHU band dari negeri Jiran, Malaysia. Yang akan menyajikan sajian musik fusion mereka.  Selain mencoba memberikan hiburan segar. “Ajang ini merupakan panggung re generasi para musisi Medan yang berpotensi memberikan tambahan wawasan. Dimana, musik Jazz itu sangat menarik untuk ditonton dan dinikmati,” beber Erucakra Mahameru.(adl)

Ingin Hamil

Happy Salma

Aktris berbakat Happy Salma tengah berbahagia dengan kehidupan pernikahannya bersama pria Bali Tjokorda Bagus Dwi Santana Max Kerthyasa.

Namun, hingga hampir setengah tahun menikah, mereka belum juga dikaruniai momongann
Aktris 31 tahun itu pun meminta didoakan supaya cepat hamil.

’’Belum, belum hamil. Didoakan saja ya agar lancar,’’ ujar Happy ketika ditemui di Planet Hollywood kemarin (30/6).
Dia mengakui, meski telah berupaya mengurangi kesibukan sebagai pekerja seni, dirinya masih punya banyak pekerjaan. Aktris yang juga kerap mementaskan drama monolog itu menyatakan lebih selektif memilih tawaran yang datang sejak dirinya menikah.

’’Saya sudah pilah-pilah ya. Dulu kan sepertinya banyak energi, jadi bisa syuting film pagi sampai pagi lagi. Tapi, sekarang udah nggak,’’ tutur aktris kelahiran Sukabumi, Jawa Barat, tersebut.

Meski belum dikaruniai momongan, Happy menyatakan sangat menikmati waktunya bersama sang suami. Dia mengungkapkan, kehidupan pernikahannya masih romantis seperti saat berpacaran dulu.
Happy pun membantah dibilang sengaja menunda kehamilan. ’’Kalau ditunda, nggak lah. Kami memang masih asyik berdua. Tapi, sudah ada pembahasan berdua lah. Tapi, itu rahasia,’’ ujarnya.

Terkait dengan dukungan terhadap karirnya, Happy menyatakan sang suami sangat mendukung. Dia tidak membatasi aktivitas Happy selama tidak mengganggu stabilitas rumah tangga mereka. Bahkan, ke depan, Happy sudah memiliki beberapa proyek baru.

’’Lagi persiapan mau ada satu film lagi. Terus, aku juga persiapkan buku sama persiapan pribadi juga ada. Tapi, yang pribadi ada lah pokoknya,’’ katanya lantas tersenyum.
Happy resmi dipersunting Tjokorda pada Oktober tahun lalu di Gianyar, Bali. Dengan pernikahan tersebut, Happy mendapat tambahan nama menjadi Jero Happy Salma Wanasari. (ken/c5/any/jpnn)