30 C
Medan
Wednesday, January 14, 2026
Home Blog Page 14972

Pengawai Koperasi Divonis 8 Tahun

LUBUK PAKAM- Dinyatakan dengan sah serta menyakinkan melakukan pencabulan kepada korban berinisial N, terdakwa Erwyn Saputra Telambanua (19), warga Jalan Pembangunan I, Desa Sekip, Kecamatan Lubuk Pakam, divonis 8 tahun penjara denda Rp60 juta subsider 3 bulan kurungan penjara.

Vonis tersebut dijatuhkan Majelis Hakim Immanuel Tarigan SH pada sidang lanjutan di Pengadilan Negri (PN) Lubuk Pakam, dengan Jaksa Penuntut Umum (JPU) Siti Chairani SH, Senin (27/6). Pada sidang itu, terdakwa terbukti melanggar pasal 82 UU RI No 23 tahun 2002 tentang perlindungan anak. Vonis itu lebih ringan 1 tahun dari tuntutan JPU 9 tahun kurungan.Dalam sidang itu terungkap, terdakwa Erwyn Saputra mengajak korban bertemu pada Jumat 4 Maret 2011 di rumah kosnya. Setelah korban datang, terdakwa pun memulai aksinya dengan mencabuli korban di kamar kosnya.(btr)

ALS Terkesan Menghindar

Santunan Rp25 Juta untuk Setiap Korban Tewas di Aek Latong

Duka masih menyelimuti belasan keluarga korban tragedi bus ALS di kawasan Aek Latong, Sipirok, Tapanuli Selatan. Di saat bersamaan, pihak PT Jasaraharja Sumut segera menyerahkan santunan untuk korban tewas tersebut. Sementara, sang supir ALS malah belum diketahui rimbanya.

Menyadari situasi yang tak menyenangkan tersebut, pihak PT ALS berusaha memberikan pernyataan. Humas ALS, Alwi Matondang di ruang kerjanya, Jalan SMRaja, Medan, meminta agar kedua supir bus naas tersebut untuk menyerahkan diri.

“Sampai saat ini saya belum tahu di mana keberadaan kedua supirnya. Supir I, Unggul Syahputra Lubis (28), warga Jalan Sudirman, Kelurahan Lubuk Pakam Pekan dan Supir II, Rahmat Hidayat (29), warga Jalan Karya Gang Masjid, Kelurahan Karang Berombak, Medan,” katanya kepada Sumut Pos, Senin (27/6).

Sayangnya, Matondang tidak memberikan penjelasan lebih. Ketika didesak soal nasib keluarga yang ditinggalkan, dirinya malah terkesan menghindar. Termasuk ketika dicecar pertanyaan soal usia kedua supir yang cenderung masih muda tersebut. “Kan sudah saya bilang nanti saja karena saya mau makan dan salat. Masih ada urusan saya,” ketusnya.

Seorang calon penumpang, Iwei Jambak (34), yang berada di loket (pull) ALS turut menyayangkan tragedi tersebut. Menurut warga Aceh ini, larinya dua supir tersebut sangat tidak bisa diterima. “Seharusnya pihak ALS mencari supir yang berpengalaman dan sedikitnya berusia 30 tahun ke atas karena lebih berhati-hati dalam membawa bus,” katanya.

Hal senada juga diucapkan Iyut (56), warga Pulo Brayan Bengkel. Diterangkan pria yang mengantarkan sanak keluargannya ini, pihak ALS harus lebih ketat lagi dalam memilih supir. “Supirnya itu tidak berpengalaman dan tidak ada otaknya. Sudah tahu jalan terjal, kan lebih baik dia menurunkan sewanya dulu dan ketika di jalur aman baru sewanya dinaikkan kembali,” ungkapnya sambil berlalu pulang dari loket ALS.

Sementara itu, belasan korban penumpang ALS BK 7088 DL yang tewas di Aek Latong dipastikan semuanya mendapat santunan dari PT Jasaraharja Sumut masing-masing sebesar Rp25 juta. Hal ini ditegaskan Kabag Pelayanan Jasaraharja Sumut Haryo di ruang kerjanya, Senin (27/6), kemarin.

Dalam pemberian santunan korban meninggal dunia, kata Haryo, paling lama diberikan dalam sepekan ini. Santunan tersebut akan diberikan kepada ahli waris korban sesuai UU No 34 tahun 1964. “Yang dimaksud ahli waris dalam hal korban meninggal dunia, yaitu, janda atau dudanya yang sah, dalam hal tidak ada janda/dudanya yang sah, kepada anak-anaknya yang sah. Dalam hal tidak ada janda/dudanya dan anak-anaknya yang sah kepada orangtuanya yang sah,” kata Haryo.

Haryo juga menegaskan, pemberian santunan itu semuanya akan diberikan kepada ahli waris tanpa membedakan si korban memiliki tiket atau tidak memiliki tiket bus. “Semua korban kita berikan santunan kepada ahli warisnya. Ini sesuai dengan UU No 34 Tahun 1964 Jo PP No 18 Tahun 1965,” tegasnya. (jon/ila)

Larut Dalam Tangis

Jenazah Hj Dahniar dan Asyifa Azhara tiba di rumah duka di Jalan Bhayangkara No 424 Kelurahan Indra Kasih-Kecamatan Medan Tembung, Senin (27/6) pukul 11.20 WIB. Sanak keluarga dan handai taulan pun langsung larut dalam tangis korban begitu korban kecelakaan bus ALS Aek Latong tersebut.

Tangis makin menjadi saat pintu belakang mobil jenazah dibuka dan jenazah Asyifa Azhara berbalut batik coklat keluar dalam pangkuan keluarga. Langsung menuju rumah di mana keluarga lain sudah menunggu. Langkah itu pun dibarengi pingsannya Dina yang merupakan sepupu Asyifa. Sementara Alseprijal Chandra dan Andriwati, orangtua Asyifa, terlihat terpukul. Bagaimana tidak, selain anak, ibu mereka, HJ Dahniar, pun tak luput jadi korban.
Sementara itu tampak suami Almarhum Hj Dahniar, Sudirman terduduk lemas di kursi untuk pelayat. Hanya menatap jenazah Hj Dahniar yang diturunkan dalam keranda menuju rumah duka. Tubuhnya yang kurus itu seolah tak mampu menahan kesedihan dan kehilangan orang yang menemaninya 32 tahun ini. Juga sang cucu yang meninggalkan kenangan haru.

Setelah berada di rumah duka, kedua jenazah yang telah selesai disalatkan langsung dimakamkan di pemakaman yang terletak di Jalan Karya Bakti Kelurahan Indra Kasih Medan Tembung.

Sementara, di tempat lain, suasana duka juga tergambar di Jalan Madia Senotoso. Jenazah Rohana Nurrallah dan kedua anaknya Kemala sari (10), Husni Amalia (8) tiba di rumah duka sekitar Pukul 11.30 WIB. Ketiganya pun dimakamkan di pemakaman muslim Jalan Krakatau Medan sekitar Pukul 17.30 WIB.
Pada Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB Rohana sempat memberikan kabar kepada anaknya paling besar Nafsir (27) melalui pesan singkat SMS.

“Doakan saja Mama sampai ditujuan sebab melihat kondisi bus yang sering mongok di jalan sehingga mencemaskan para penumpang akan keselamatannya,” begitu tulis Rohana seperti diceritan Nafsi kepada Sumut Pos, Senin (27/6).
Dari pantauan Sumut Pos di rumah duka, keluarga dan kerabat dekat berdatangan untuk mengungkapkan belasungkawa. Namun, dari yang melayat, tidak satu orang pun perwakil dari pihak manajemen ALS. “Tidak ada pihak ALS yang datang ke rumah ini, namun pihak Jasaraharja ada,” kata Dahnuyur, abang Rohana. (jul/mag-7)

Perumahan Model Mediterania

Ray Pondok Platinum 2

MEDAN-Setelah sukses dengan Ray Pondok Platinum 1, Ray Developer kembali mengembangkan perumahan yang digemari masyarakat. Kesuksesan Ray Pondok Platinum 1 dikembangkan dengan membangun Ray Pondok Platinum 2. Kesuksesan ini dapat dilihat dari jumlah rumah yang tersisa. Dari total 143 rumah yang dibangun, tinggal 6 unit yang tersisa.

Dengan model bangunan Meditrania, Ray Pondok Platinum 2 yang berlokasi di Jalan Meterologi/Perhubungan memberikan kesan klasik yang mewah. Dengan model rumah ini, para pemilik rumah akan tetap merasa nyaman, karena rumah dalam kompleks ini tidak menggunakan pagar. Tujuannya, agar lebih memudahkan pemilik rumah saling berkomunikasi dan berinteraksi dengan warga kompleks sekitar.

“Kami sengaja membangun konsep model mediterania dan klasik modern karena diminati. Kami tidak menggunakn konsep minimalis karena peminatnya sudah berkurang,” kata Irwan, Pemasaran Ray Developer/Ray Pondok Platinum 2.

Untuk saat ini, lanjutnya, hanya tinggal 6 rumah pada tipe 60 yang tersisa. Harganya berkisar Rp250 juta. Tipe rumah ini memiliki 1 lantai dengan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Tipe ini juga dilengkapi dengan taman depan dan ruang khusus untuk jemuran, bahkan pada rumah juga disedikan ruang untuk melakukan kegiatan mencuci. “Selain taman depan, bagian depan rumah juga disediakan ruang/garasi untuk tempat mobil,” tambahnya.

Selain listrik dan air, Ray Pondok Platinum 2 juga menyediakan fasilitas lain, seperti keamanan, IMB (Izin Mendirikan Bangunan) dan juga Sertifikat Hak Milik (SHM). Untuk sistem pembayaran, selain dapat dilakukan dengan cara Tunai, Tunai Betahap, juga dapat dilakukan dengan cara KPR. Untuk KPR, uang muka yang diperlukan mulai dari 10 hinga 30 persen, karena ini disesuaikan dengan pemasukan dari calon pembeli. (mag-9)

Investasi Bernilai Tinggi

Villa Indah Pendopo

MEDAN- Perumahan Villa Indah Pendopo yang berlokasi di Jalan Perhubungan/Metreologi Medan yang dipasarkan Ray Developer, selain menawarkan harga terjangkau,  juga merupakan investasi yang sangat bernilai. Ini karena posisi kompleks yang strategis, dekat dengan Kuala Namu yang nantinya akan menjadi Bandara Internasional di Sumut. “Harga tanah di Jalan Perhubungan/Metreologi Medan terus berkembang, bahkan sangat cepat. Tidak sampai 1 tahun, harga tanah dan bangunan akan terus melambung,” ujar Irwansayah, Pemilik Ray Developer.

Irwan mengakui, harga tanah dan rumah dilokasi itu cepat naik.  “Inilah letak istimewa dari perumahan yang kita tawarkan, selalu memiliki nilai jual tinggi, jadi sangat cocok untuk investasi” tambah Irwan.

Dikatakannya, Villa Indah Pendopo memiliki 2 tipe bangunan dengan model mediterania, yaitu rumah dengan tipe 45, dan ruko dengan 2,5 lantai. Rumah lantai 1 ini menyediakan 2 kamar tidur dan 1 kamar mandi. Tiap rumah dengan tipe ini akan diberikan taman di depan rumah. Sedangkan  di belakang rumah diberikan tanah kosong dengan ukuran 3 m. Luas tanah 6×16,5 m (tipe 45) dipatok Rp180 juta. Sedangkan tipe ruko dipatok Rp550 juta. Ruko tersebut memiliki 2,5 lantai posisinya di depan kompleks perumahan. Bagi yang berminat bisa ke Ray Developer di Jalan Denai/Rawa  No 21 hingg 23. Telf:  061-7326666 atau 061-7345500. (mag-9)

Penentuan Lokasi Lahan Terbaik Dalam Investasi

Investasi bisnis properti sangatlah luas. Berbagai kalangan pebisnis selalu melirik lokasi–lokasi yang mana nantinya akan mempunyai harapan nilai mahal yang selalu meningkat dari tahun ke tahun.
Sementara banyak pemula masih banyak yang ragu dalam menjajaki bisnis properti, hanya menaruh harapan bahwa kelak akan berhasil dikemudian hari dengan modal yang sangat minim.

Namun perlu disimak, bahwa setiap langkah menuju bisnis properti mempunyai tahapan-tahapan yang jelas. Mengapa demikian? Jawabannya adalah karena melangkah dalam dunia properti haruslah cermat dan pintar dalam membaca peluang pasaran yang terus berkembang.

Barangkali kita pernah menyimak beberapa tempat yang mana dulunya sepi dan sama sekali tidak diminati oleh siapapun, sekarang malah menjadi lokasi yang mahal dan diincar banyak orang sekalipun harga tanah sudah sangat tinggi.

Agaknya prinsip para leluhur kita selalu dapat dijadikan patokan kehidupan, dimana investasi bisnis bila ada uang lebih selalu diajarkan kepada anak cucunya bahwa kelak belilah tanah dan emas bila mempunyai uang lebih.
Prinsip leluhur ini benar sekali, karena lahan property kian hari kian berkurang dengan adanya pertambahan penduduk yang selalu meningkat tiap tahun.

Namun apa yang dapat kita simak dan pelajari sebelum kita membeli sebuah lahan property yang berprospek tinggi. Berikut ini ada tiga pertimbangan terbaik bila kita mau membeli lahan yang dianggap terbaik untuk investasi.

  • Fungsi tempat dimana Anda investasi. Apakah untuk tempat tinggal atau tempat usaha. Tempat tinggal rumah haruslah ditempati, bila tidak maka bangunan akan cepat rusak. Juga harus bisa disewa atau dikontrakkan ke pihak lain dengan nilai yang setimpal.
    Banyak rumah yang tidak ditempati, kosong tanpa penghuni. Menyebabkan liabilitas atau pengeluaran yang berkepanjangan, malah bukan termasuk pemasukan uang untuk meraih keuntungan.
  • Lokasi lahan berada pada pemukiman yang ramai dan berdekatan dengan lahan bisnis, seperti mall, rukan, sarana hiburan, atau pemukiman yang dibangun oleh developer besar terpercaya dengan lahan yang luas sekali dan dilengkapi dengan konsep property yang terarah. Sehingga loaksi tersebut ramai ditempati penduduk karena banyak peminatnya.
  • Posisi lokasi tempat tinggal atau tempat usaha terhadap akses – akses transportasi, jalan menuju tol. Termasuk juga bebas banjir. Tidak terlalu macet bila mau menuju ke lokasi lahan yang dibeli. Bila memungkinkan lahan yang diinvestasikan bisa dijadikan lahan untuk berbisnis. Lahan untuk berbisnis seperti ruko dan rukan senantiasa cepat sekali dilirik oleh para investor property.

Tiga hal tersebut adalah pertimbangan yang mana selalu digunakan oleh para investor property dalam meraih keuntungan. Oleh karena itu, cermati lahan – lahan besar yang masih belum ditempati. Bila ada developer besar yang mau mengembangkan lahan besar didaerah tersebut, maka nilai tanahnya pun dengan cepat meningkat drastis. (net/jpnn)

Talenta Hebat

BRASILIA-Memang hebat negara ini. Tak pernah habis menelurkan pemain bertalenta paten. Nah, kini, sejak ditangani, Brasil yang sedang bersiap menghadapi Copa Amerika pun tetap diisi sejumlah pemain hebat.
Ada dua target yang diincar oleh Brasil di Copa America bulan depan. Yang pertama adalah juara. Sasaran kedua, tim Samba berharap kejuaraan yang berlangsung di Argentina itu bisa menjadi ajang untuk memantapkan skuad muda Selecao guna menghadapi Piala Dunia 2014.

Hal tersebut diungkapkan oleh bek berkebangsaan Brasil yang membela Liverpool, Fabio Aurelio. “Saya pikir Copa America dipandang sebagai Piala Eropa. Kejuaraan Copa America ini sangat penting bagi seluruh tim nasional. Terlebih lagi bagi Brasil karena kami tidak mengikuti kualifikasi Piala Dunia berikutnya karena kami tuan rumah,” ujar dia dikutip dari situs resmi Liverpool.

“Masyarakat di Brasil sudah memikirkan Piala Dunia 2014. Jadi Copa America akan sangat menarik dan saya sangat menantikannya. Kami tidak memiliki banyak pertandingan untuk bersiap diri menghadapi Piala Dunia 2014, jadi Copa America akan menjadi kesempatan terbaik untuk melihat sejauh mana kualitas dari tim,” lanjutnya.
Sejak ditangani Mano Menezes, nama-nama pemain muda seperti Paulo Henrique Ganso, Neymar, dan David Luiz menghuni skuad Brasil.

“Banyak dari pemain kami masih sangat muda, namun sangat berbakat. Skuad muda itu menjanjikan untuk Piala Dunia berikutnya, jadi saya pikir itu sebabnya kami berharap hasil yang bagus dari Copa America, karena kejuaraan itu akan menjadi tes pertama bagi generasi baru Brasil terjun di kejuaraan besar,” kata Aurelio.
“Skuad kami diperkuat banyak pemain berkualitas dan beberapa dari mereka sudah tampil untuk Brasil di Piala Dunia yang lalu. Saya pikir pelatih baru kami memiliki kualitas sangat bagus jadi kami sangat bersemangat bila berbicara tentang masa depan tim nasional,” tutup pemain 31 tahun itu.

Di Copa America 2011, Brasil berada di Grup B bersama Venezuela, Paraguay, dan Ekuador. Pemilik delapan gelar di Copa America tersebut memulai turnamen dengan menghadapi Venezuela (3 Juli), lalu Paraguay (9 Juli) dan Ekuador (13 Juli)

Menghadapi lawan-lawannya itu Mano Menezes akan menerapkan formasi 4-2-1-3. Seperti yang terlihat pada sesi pertama latihan, Mano Menezes menempatkan Ganso sebagai gelandang serang utama di belakang trio penyerang Robinho, Neymar, dan Alexandre Pato.

Menezes bahkan berjanji langsung menerapkan formasi tersebut pada pertandingan perdana menghadapi Venezuela, 3 Juli mendatang. “Dalam segi taktik, inilah latihan pertama yang lengkap dengan formasi yang mendekati dengan formasi yang akan kami pakai di laga pertama. Dari sini kami akan mengembangkan terus ide-ide, memperketatnya, melakukan koreksi,” papar sang pelatih kepada media. “Kami sudah pernah bermain seperti ini, contohnya ketika menghadapi Belanda. Kami memang gagal menang, tapi kami memainkannya dengan baik pada babak kedua.  Pilihan formasi tersebut berdasarkan dengan materi pemain yang kami miliki,” pungkasnya. (bbs/jpnn)

Waspadai Semua Lawan

BEBAN berat disandang Brasil untuk bisa memenuhi target mereka menjuarai Copa America. Pasalnya tidak ada tim yang lemah dalam kejuaraan yang digelar mulai bulan depan.
Brasil merupakan juara bertahan Copa America. Menjelang turnamen yang digelar di Argentina mulai Juli mendatang, tim Samba bertekad meraih gelar kesembilan-nya.

Gelandang Brasil Ramiers berpendapat bahwa langkah negaranya untuk bisa mencapai target tersebut tidak akan mudah.

“Sangat sulit untuk bisa memenangi Copa America, karena ada negara-negara besar: Paraguay, Chile, Uruguay, Meksiko. Di Piala Dunia terkadang ada negara yang lebih lemah, namun di Copa America hal tersebut tidak ada. Jadi kami harus tampil sebaik mungkin untuk bisa melaju,” kata pemain milik Chelsea itu di situs resmi klubnya.
Sejak ditangani pelatih Mano Menezes, Brasil banyak dihuni oleh muka-muka baru dan sebagian adalah pemain berusia muda.

Copa America menjadi tempat terbaik bagi pembuktian kualitas skuad Selecao dan juga pematangan menuju Piala Dunia 2014 di mana mereka akan menjadi tuan rumah.

Hal tersebut diakui oleh rekan satu tim Ramires, David Luiz. “Tekanannya sangat tinggi ketika kami tampil untuk negara terbaik di peta persepakbolaan dunia, dan kami paham bahwa tampil di Argentina bakal sulit,” bilang Luiz.
“Namun Brasil bisa melakukannya. Kami selalu memasuki sebuah kompetisi untuk menjadi pemenang,” tutupnya. (net/jpnn)

Big Sam Inginkan Three Lions

LONDON-Menangani West Ham United dengan tugas membawa mereka kembali promosi ke Liga Primer Inggris, Sam Allardyce tetap menyimpan ambisi menjadi manajer timnas Inggris suatu saat kelak.

Allardyce ditunjuk West Ham setelah musim yang mengecewakan dengan terdegradasi dari level teratas kompetisi Inggris. Manajer yang pernah menangani Bolton Wanderers, Newcastle United, dan Blackburn Rovers ini percaya sukses bersama West Ham akan mengantarnya menuju jenjang lebih tinggi. “Tanpa mimpi ataupun tujuan, saya lebih baik tidak menjadi manajer,” tukas Allardyce kepada People.

“Memang menjadi sebuah impian suatu hari nanti saya ingin menjadi manajer timnas Inggris. Setelah 15 tahun memulai karier sejak dari Limerick, saya kian dekat. Anda harus mengatur ulang tujuan dan impian. Sekarang impian saya, yang pertama dan yang terutama, adalah membawa West Ham sesukses mungkin. Tidak hanya membawa tim promosi, tetapi juga membuat tim stabil di Liga Primer,” bilang pria yang akrab disapa Big Sam itu.

“Dengan memenuhi impian itu, Anda akan lebih dekat dengan impian lain, yaitu sesuatu yang sangat Anda impikan. Inilah alasan kenapa Anda menjadi manajer. Bukan berarti tidak setia dengan klub, tetapi ini masalahnya bagaimana untuk mencapai yang lebih baik. Kalau Anda sukses, tim pun sukses,” tambahnya.

“Anda seharusnya meninggalkan klub dengan posisi yang lebih baik dan itu sudah saya lakukan. Sekarang saya ingin menemukan stabilitas bagi West Ham,” pungkas Big Sam. (net/jpnn)

Jerman Tundukkan Kanada

BERLIN-Tuan rumah Jerman membuka Piala Dunia Wanita dengan kemenangan 2-1 atas Kanada. Jerman membuka ambisi merebut Piala Dunia Wanita untuk kali ketiga dengan kemenangan 2-1 atas Kanada.
Bertanding di depan 73.680 penonton yang memadati stadion Olimpiade Berlin, serta disaksikan Kanselir Angela Merkel dan presiden FIFA Sepp Blatter, Jerman sempat tertekan.

Serangan cepat Kanada mampu merepotkan tuan rumah. Sayangnya kapten Christine Sinclair gagal melepaskan tembakan tepat sasaran.

Jerman pun mampu membuka keunggulan pada menit ke-12 ketika Kerstin Garefrekes lolos dari kawalan dan melepaskan sundulan guna menyambut umpan silang Babett Peter. Kiper Erin McLeod mati langkah dan bola bersarang di dalam gawang Kanada.

McLeod kemudian beberapa kali berjuang menyelamatkan gawangnya, termasuk dari peluang pemain veteran Birgit Prinz. Ketangguhan tersebut tidak berulang ketika Okoyino da Mbabi berhasil menggandakan keunggulan Jerman, lima menit sebelum jeda.

Kanada berhasil membalas melalui gol tendangan bebas Sinclair pada menit ke-82, tetapi gagal menyamakan kedudukan hingga pertandingan berakhir.
Pada pertandingan lain, Prancis berhasil menundukkan Nigeria berkat gol tunggal Marie-Laure Delie di ujung babak pertama. (net/jpnn)

Anarki Usai Degradasi

River Plate vs Belgrano

BUENOS AIRES – Kejutan besar mewarnai pentas sepak bola Argentina. Klub tersukses Argentina, River Plate, terdegradasi dari kompetisi level teratas (Primera Division) kali pertama sejak berdiri 110 tahun lalu. River memenangi 33 kali Primera Division, dengan raihan terakhir di Clausura 2008.

Los Millionarios – sebutan River – harus turun kasta ke Primera B Nacional setelah hanya bermain seri 1-1 Belgrano dalam leg kedua playoff promosi/degradasi di Estadion Monumental kemarin WIB (27/6). Seiring kalah 0-2 dalam pertemuan pertama di kandang Belgrano (22/6), River kalah agregat 1-3.

River harus melakoni playoff meskipun finis keempat di Apertura dan kesembilan di Clausura musim 2010-2011. Itu mengingat penentuan degradasi Primera Division mempergunakan poin rata-rata dari tiga musim terakhir. Hasilnya, River finis di peringkat ke-17 dari 20 tim sehingga harus menghadapi Belgrano yang musim lalu finis peringkat keempat Primera B. Selain River, Quilmes dan Huracan lebih dulu terdegradasi.

River sebenarnya membuka asa lolos dari jerat degradasi ketika Mariano Pavone mencetak gol cepat pada menit kelima kemarin. Namun, setelah itu, tuan rumah kesulitan mencetak gol kedua. River bahkan berada dalam tekanan ketika Belgrano mencetak gol balasan melalui Guillermo Fare pada menit ke-61.

River membuang kesempatan kembali memimpin delapan menit kemudian setelah eksekusi penalti Pavone digagalkan kiper Belgrano Juan Carlos Olave. Penalti diberikan wasit Sergio Pezzotta setelah striker River Leandro Caruso dilanggar di kotak terlarang.

Kegagalan penalti itu pun makin meletupkan emosi pendukung tuan rumah, khususnya fans garis keras River yang bernama Barrabrava. Beberapa menit setelah itu, Barrabrava mulai berulah dengan melakukan lemparan ke arah lapangan. Seiring situasi yang tidak kondusif, wasit dipaksa meniup peluit panjang pada menit ke-89.
Pemain dari kedua tim lalu meninggalkan lapangan dengan pengawalan petugas keamanan dan polisi karena lemparan makin membabi buta. Pemain kedua tim baru bisa meninggalkan stadion tiga jam setelah laga bubaran atau satu jam setelah sekitar 3 ribu fans Belgrano dievakuasi keluar komplek stadion.

Polisi yang menurunkan 2.200 personel dipaksa bekerja ekstrakeras untuk mencegah aksi anarki penonton. Water cannon dan tembakan gas air mata harus dilakukan untuk menghalau massa keluar stadion. Namun, di luar stadion, penonton malah makin beringas setelah melempari polisi dengan batu dan benda-benda keras.

Toko maupun bangunan di luar stadion pun menutup pintu dan jendela masing-masing karena khawatir menjadi korban lemparan batu maupun benda-benda keras. Efek dari bentrok itu, 68 orang dikabarkan cedera, termasuk dua polisi yang cedera kepala sangat serius.

“Polisi menahan 50 orang yang dianggap sebagai biang keonaran. Kami juga menerima laporan 15 kendaraan korban aksi anarki massa,” demikian keterangan Kepolisian Buenos Aires seperti dilansir Associated Press.
Kerusuhan imbas terdegradasinya River mendapat sorotan tajam dari berbagai pihak, salah satunya jaksa wilayah Gustavo Galante. Dikatakan Galante, River sebenarnya sudah disarankan untuk menggelar laga tanpa penonton saat menjamu Belgrano mengacu potensi timbulnya kerusuhan.

Apalagi fans River sudah berbuat ulah di kandang Belgrano. Yakni, ketika mereka memasuki lapangan 20 menit setelah kickoff sehingga laga sempat terhenti cukup lama. “Kejadian ini sangat memalukan karena negeri kami tengah bersiap menjadi tuan rumah Copa America,” tutur Galante kepada stasiun televisi America.
“Kami juga tengah menyelidiki beredaran tiket tambahan karena estimasi kami penonton di stadion mencapai 60 ribu, sedangkan kuota tiket yang diizinkan adalah 40 ribu,” imbuhnya. (dns/jpnn)