25 C
Medan
Thursday, January 15, 2026
Home Blog Page 14980

Wanita Hamil Tewas Ditabrak Truk Tangki

LABUHAN- Suryani (35) warga Blok DD Perumahan Nelayan Indah, Kec. Medan Labuhan yang sedang hamil 7 bulan, tewas ditabrak truk tangki BK 9829 BI yang mengangkut air isi ulang, Sabtu (25/6) pagi pukul 09.00 WIB. Saat itu, Suryani yang mengendarai sepeda motor Supra BK 5860 FN, baru pulang belanja di kawasan rel kereta api, jalan masuk perumahan Nelayan Indah, Kecamatan Medan Labuhan.

Saat dia tiba di simpang jalan masuk ke Perumahan Nelayan Indah, tak jauh dari rel kereta api, tiba-tiba truk tangki berisi air isi ulang menabrak sepeda motornya. Akibatnya, ibu yang bakal melahirkan anak ketiga ini terpental ke badan jalan dengan kondisi bersimbah darah.

Kemudian warga sekitar dan supir truk tangki tersebut langsung membawa ibu hamil itu ke RSU Ameta Sejahtera. Sayangnya, setibanya di rumah sakit, nyawa Suryani tak tertolong lagi. Ibu hamil itu tewas setelah mengalami luka serius di bagian kaki dan kepala.(ril/smg)

69 Kios Pedagang Pasar Sambas Dibongkar

MEDAN- Sebanyak 69 kios Pedagang kaki Lima (PKL) Pasar Sambas yang berdiri di pinggir Jalan Banjarmasin, Kelurahan Mesjid, Medan Kota, dibongkar, Sabtu (26/6) malam pukul 21.00 WIB. Pembongkaran yang dilakukan aparat kecamatan dibantu petugas Satpol PP ini dilakukan karena para pedagang telah melanggar Perda.

Camat Medan Kota Parlindgungan Nasution SSos mengatakan, sebelum dilakukan pembongkaran, pihaknya telah tiga kali melayangkan surat peringatan kepada para pedangang untuk membongkar kiosnya sendiri. “Karena surat tersebut tidak digubris, terpaksa kami membongkarnya secara paksa,” terangnya.

Parlindungan juga mengatakan, kebaradaan para PKL tersebut telah mengganggu kenyamanan pengguna jalan. “Selama 44 tahun warga pengguna jalan terganggu dengan keberadaan PKL ini. Karenanya, dengan dibongkarnya kios-kios ini, lalulintas di sini bisa lancar kembali,” katanya Parlindungan.

Sementara M Danil, seorang pedagang mengaku sedih dan kecewa dengan pembongkaran kios yang dilakukan pihak Pemko Medan ini. Pasalnya, kini dia akan kehilangan mata pencaharian. (omi)

LBH Medan Laporkan Hakim PN ke KY

MEDAN- Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Medan akan melaporkan seorang hakim Pengadilan Negeri (PN) Medan berinisial JS ke Komisi Yudisial (KY). Pasalnya, JS diduga telah menyalahi prosedur persidangan dengan memutuskan perkara narkoba terhadap terdakwa M Ridwan hanya dalam tempo 11 menit.

“Proses dan prosedur yang dilakukan hakim JS atas tedakwa M Ridwan dalam perkara kepemilikan 5 gram sabu-sabu dan menjatuhkan hukuman 6 tahun penjara, ini sangat lucu dan ganjil,” kata Wakil Direktur LBH Medan Muslim Muis SH di Kantor LBH Medan Jalan Hindu, Sabtu (25/6).

Muslim Muis menyebutkan, persidangan yang dipimpinan JS ini telah memecahkan rekor sejarah persidangan di Medan. “Persidangan hanya berjalan 11 menit, hal itu menyalahi prosedur persidangan,” tegas Muis.

Muis juga menegaskan, bagaimana mungkin hakim bisa memutuskan perkara dalam 11 menit tanpa mendengarkan pembelaan dari terdakwa. “Kami akan melaporkan tindakan hakim ini ke Komisi Yudisial,” katanya.

Menurut Muslim, dalam persidangan itu, terdakwa M Ridwan tidak diberikan haknya untuk didampingi pengacara. “Harusnya terdakwa berhak mendapat penasehat hukum karena kasusnya diancam 5 tahun ke atas,” beber Muslim.(rud)

BNN Razia, Napi Ngamuk Serang Kalapas dan Pegawai BNN

BADUNG – Semula, tim dari BNN (Badan Narkotika Nasional) akan menangkap napi narkoba bernama Riyadi di Lapas Kerobokan, Badung, Bali, kemarin dini hari (25/6). Tapi, penangkapan itu tak berjalan mulus. Riyadi melawan dan memprovokasi puluhan napi lain sehingga mereka mengamuk. Lapas Kerobokan pun rusuh.

Akibat kerusuhan itu, beberapa orang terluka. Bahkan, Kalapas Kerobokan Siswanto ikut menjadi  korban. Dia menjadi target lemparan batu para napi. Tangan kanannya lecet dan kepalanya memar.

Selain dia, seorang kamerawan menjadi sasaran amukan napi hingga terluka parah. Sayang, identitas kamerawan tersebut belum bisa dipastikan. Sebagian menyebut si kamerawan bekerja di salah satu stasiun televisi. Ada juga yang menyebut dia anggota BNN bidang humas.

Informasi yang diperoleh di TKP (tempat kejadian perkara) menyebutkan, rombongan BNN yang dipimpin Brigjen Benny Mamoto dini hari itu memang dijadwalkan akan menangkap Riyadi. Dia adalah napi narkoba yang juga bekas anggota Polri. Bahkan, dia pernah bergabung di Densus 88. Dia diduga terkait dengan jaringan narkoba di Jakarta yang baru-baru ini digulung Polda Metro Jaya.

Kericuhan bermula ketika Riyadi akan ditangkap sekitar pukul 02.00. Saat itu Riyadi yang semestinya menghuni blok H tersebut ternyata tak berada di lokasi yang seharusnya. Setelah diselidiki, ternyata dia berada di blok C2. Tanpa membuang waktu, tim BNN melancarkan rencana yang didahului dengan tes urine.

Namun, belum sempat rencana itu dilakukan, tim BNN mendapatkan perlawanan dari para napi penghuni blok C2. Mereka mengamuk. Diduga, itu terjadi gara-gara provokasi yang dilancarkan oleh Riyadi. Aksi saling dorong pun terjadi sehingga membuat tim BNN terdesak mundur. Saat itu Siswanto, Kepala PLP (Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan) Andi Yudho, dan seorang kamerawan yang semula mendampingi tim BNN tertahan di dalam blok C2.

Mereka lantas menjadi sasaran amukan para napi. Selain itu, para napi meluber ke luar blok. Sebab, saat tim BNN mundur, pintu blok C2 belum terkunci. Bahkan, aksi mereka berlanjut dengan mendobrak sejumlah pintu jaga utama. Untung, kala itu pintu-pintu tersebut masih terkunci. Karena tak bisa keluar, mereka mengobrak-abrik beberapa fasilitas di dalam kawasan lapas. Di antaranya, aula, musala, serta ruang kantor berikut berkas-berkas yang menyangkut administrasi. Para napi juga membakar satu unit kulkas di dalam kantin.
Dalam keadaan rusuh seperti itu, Siswanto langsung berkoordinasi dengan Polres Badung dan Polsek Kuta. Lalu, pada pukul 03.15 muncul perintah dari Kapolres Badung AKBP Dwi Suseno kepada jajarannya untuk melakukan pengamanan luar biasa di lapas.

Kerusuhan tersebut baru mereda sekitar pukul 06.00. Tapi, saat itu para napi yang terlibat kerusuhan tak bersedia masuk ke dalam tahanan. Mereka memilih bertahan di aula. “Waktu itu para napi belum mau masuk ke dalam ruang tahanan. Maka, sampai siang ini (kemarin siang, Red) kami masih standby,” terang seorang polisi kemarin siang.
Berdasar pantauan Radar Bali (Sumut Pos Group) hingga kemarin siang, Lapas Kerobokan dijaga ketat oleh petugas lapas maupun kepolisian. Bahkan, beberapa awak media yang ingin memantau situasi terakhir lapas itu tidak diperkenankan. (hai/pra/jpnn)

Polisi Anti Huru-hara Tembak Demonstran

LIMA – Sekira lima orang dikabarkan tewas dan 32 lainnya terluka, saat polisi anti huru-hara Peru berusaha membubarkan aksi protes dari sekelompok petani setempat.

Korban tewas merupakan bagian dari 1.000 orang kelompok pengunjuk rasa yang berasal dari petani Indian Aymara. Mereka berupaya untuk menduduki Bandara Internasional Inca Manco Capac di Juliaca.

“Hingga saat ini ada lima orang dilaporkan tewas, termasuk seorang perempuan. Seluruh korban diketahui tewas akibat tertembak,” ungkap dokter di Rumah Sakit Juliaca Percy Casaperalta seperti dikutip AFP, Sabtu (25/6).

Dokter Casaperalta menambahkan bahwa korban luka diketahui terkena tembakan peluru dan mengelami beberapa luka lainnya.

Sementara Pemerintah Peru yang diwakili oleh Menteri Dalam Negeri Miguel Hidalgo mengatakan pengunjuk rasa mencoba untuk merebut bandara sebanyak dua kali. Hidalgo juga menyatakan bahwa pengunjuk rasa yang berasal dari daerah Puno itu juga sempat menyerang kantor polisi di kota Azangaro. Tidak hanya menyerang kantor polisi, para pengunjuk rasa ini bahkan sempat mencoba membakar kantor bea dan cukai setempat.

Aksi unjuk rasa ini dipicu oleh penolakan mereka terhadap upaya penambangan oleh pengusaha setempat.(net/jpnn)
Mereka menghendaki pemerintah mengakhiri penambangan minyak di kota Puno yang dianggap sebagai salah satu daerah paling miskin di Peru.(net/jpnn)

Perempuan, Investor yang Lebih Hebat

Perempuan dikenal dengan intuisinya yang tajam, karena itu sebenarnya Anda pun bisa berinvestasi sebaik pria. Bahkan, lebih baik.

Menurut sebuah studi baru dari Barclays Capital and Ledbury Research, perempuan cenderung menghasilkan lebih banyak uang di pasar saham. Penyebab utamanya karena mereka tidak mengambil terlalu banyak risiko.
Biasanya mereka membeli, dan menahannya. Cara ini mereka pilih karena sebenarnya mereka tidak memiliki kepercayaan diri sebesar pria.”Perempuan lebih cenderung memiliki hasrat untuk mengontrol diri lebih besar daripada pria,” begitu kesimpulan dari studi tersebut. “Dan mereka juga percaya bahwa strategi ini efektif.”
Alhasil, mereka bertransaksi lebih sedikit, tapi mendapat lebih banyak. Dari sebuah studi yang dilakukan Merryll Lynch pada tahun 2005, terlihat bahwa 35 persen perempuan menahan investasi terlalu lama dibandingkan pria (47 persen). Studi akademis pada tahun 2009 mendapati bahwa perempuan menghasilkan 1 persen lebih banyak per tahun.

Perempuan juga dilaporkan memiliki hasrat kontrol diri lebih besar dalam pendekatan mereka terhadap manajemen keuangan, demikian menurut Chun Xia, profesor bidang keuangan di Hong Kong yang merupakan salah satu peneliti. Mereka cenderung lebih mudah stres, dan kewaspadaan mereka memengaruhi keinginan yang lebih kuat untuk disiplin dalam hal keuangan.

Padahal, sebetulnya pria lah yangmembutuhkan disiplin lebih kuat dalam manajemen investasi. Sebab, mereka cenderung terlalu percaya diri dalam berinvestasi.

Berbangga lah Anda sebagai perempuan, karena menurut Dan Abrams dalam bukunya, Man Down: Proof Beyond a Reasonable Doubt That Women Are Better Cops, Drivers, Gamblers, Spies, World Leaders, Beer Tasters, Hedge Fund Managers, and Just About Everything Else, perempuan lebih hebat daripada laki-laki hampir dalam segala hal.
Dalam pengamatannya, perempuan menjadi prajurit yang lebih hebat karena jarang mengeluh sakit.
Mereka menjadi mata-mata yang lebih jago karena mampu membuat orang lain berbicara. Mereka lebih mampu mengingat wajah dan kata-kata.

Hillary Clinton membuktikan diri mampu menjadi sekretaris negara yang sangat kapabel. Dan siapa yang tak mengenal Sri Mulyani Indrawati, mantan Menteri Keuangan yang kini menjabat Managing Director World Bank Group?

Sebaliknya, banyak pria yang kurang hati-hati sehingga menghancurkan dirinya sendiri. Anthony Weiner, Eliot Spitzer, Bill Clinton, Dominique Strauss-Kahn dari IMF, Arnold Schwarzenegger, dan John Edwards, mempertaruhkan reputasinya karena terlibat skandal dengan perempuan. Banyak dari mereka yang akhirnya kehilangan jabatannya. (net/jpnn)

Bom Bunuh Diri Serang Rumah Sakit

AFGHANISTAN-  Bom bunuh diri meledak di sebuah rumah sakit di timur Afghanistan, Sabtu (25/6). Seperti dikabarkan CNN, menurut juru bicara pemerintah Provinsi Logar, Den Mohammad Darwish, setidaknya 35 orang tewas dalam insiden ini. Belakangan dikabarkan lebih dari 60 orang yang tewas dalam aksi terorisme itu. Sebab, banyak korban yang terkubur di reruntuhan rumah sakit.

“Ada banyak orang yang berkumpul di dalam klinik. Untuk pemeriksaan rutin, banyak di antaranya perempuan dan anak-anak,” kata Darwaish, saksi mata seperti dimuat Moldova.org. “Target ledakan belum jelas, namun jelas serangan ditujukan ke rumah sakit dan korban adalah orang sipil.”

Pelaku bom menggunakan truk yang memuat bahan peledak. Ia ikut tewas dalam aksinya itu.

Kelompok militan Taliban membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut. Kepada Associated Press, juru bicara Taliban, Zabiullah Mujahid mengatakan, serangan bukan dilakukan oleh para pejuang.

Ini adalah serangan brutal dan berdarah kedua di Afghanistan yang membuat penduduk sipil menjadi target, hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat, Barack Obama mengumumkan niatnya untuk menarik 30.000 tentara AS pada September 2012.(net/jpnn)

Nyabu, Bupati Teluk Wondama Dicopot

JAKARTA- Bupati Teluk Wondama, Papua Barat, Albert H Torey terpaksa harus gigit jari. Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi memberhentikan sementara Bupati Albert setelah berstatus sebagai terdakwa kasus narkoba. Mendagri mengeluarkan Surat Keputusan (SK) Nomor 131/92-477 Tahun 2011 tanggal 22 Juni 2011 yang isinya mencopot Albert sekaligus menunjuk wakilnya, Zet Barnabas Marani, sebagai pelaksana tugas (Plt) Bupati Teluk Wondama.

Juru Bicara Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) Reydonnizar Moenek mengatakan, SK Mendagri tentang pemberhentian Bupati Teluk Wondama itu merupakan tindak lanjut surat Gubernur Papua Barat Abraham Octavianus Atururi perihal status hukum Albert. “Bahwa yang bersangkutan (Albert) sudah berstatus sebagai terdakwa sesuai dengan register di Pengadilan Manokwari,” ujar Reydonnizar kepada wartawan Sabtu (25/6).
Menurut dia, Albert berstatus terdakwa sesuai dengan catatan Kepaniteraan Pengadilan Negeri (PN) Manokwari Nomor 88/Pid/2001/PNMKW tanggal 1 Juni 2011. Selanjutnya, Gubernur Papua Barat mengirimkan surat nomor 131/722/GPB/2011 bertanggal 10 Juni 2011 perihal penyerahan tugas Bupati Teluk Wondama ke Mendagri. “Pak Mendagri memberhentikan sementara Albert H. Torey dari jabatan Bupati Teluk Wondama periode 2010- 2015 hingga proses hukum yang bersangkutan selesai dan memiliki kekuatan hukum tetap,” sebut Reydonnizar mengutip SK Mendagri.

Selanjutnya, melalui SK yang sama, Mendagri juga menunjuk Wakil Bupati Teluk Wondama Zet Barnabas Marani sebagai Plt Bupati. “Untuk melaksanakan tugas dan kewajiban Bupati Teluk Wondama,” papar Reydonnizar.
Birokrat yang akrab disapa dengan nama Doni itu menjelaskan, pemberhentian sementara kepala daerah yang berstatus terdakwa itu mengacu pada pasal 31 UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemda dan pasal 126 ayat (1) Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 6 Tahun 2005. Beleid tersebut mengatur bahwa kepala daerah/wakilnya diberhentikan sementara tanpa melalui usul DPRD karena didakwa melakukan tindak pidana korupsi, terorisme, maker, atau tindakan pidana terhadap keamanan negara yang berkasnya telah dilimpahkan ke pengadilan yang dibuktikan dengan register perkara.

Sebagaimana diketahui, Albert ditangkap Kepolisian Resort Manokwari pada awal April karena menggunakan sabu-sabu. Selain menangkap Albert, polisi menangkap istri mudanya yang berinisial VAS yang juga tengah asyik menikmati sabu-sabu di rumahnya, Jalan Pertanian, Wosi, Distrik Manokwari Barat. (ara/sam/jpnn)

Bus Mahasiswa UNP Kecelakaan, Satu Tewas

PADANG- Kecelakaan lalulintas kembali terjadi. Sebuah bus yang membawa mahasiswa Fakultas MIPA Universitas Negeri Padang mengalami kecelakaan, Sabtu (26/6) di jalan raya Padang-Bukittinggi, tepatnya di kawasan Duku Padang Pariaman, Sumatera Barat.

Wakapolres Padang Pariaman, Kompol Komaruddin mengatakan akibat kecelakaan tersebut, satu orang mahasiswi meninggal, dua orang luka berat dan selebihnya luka-luka ringan.

“Korban tewas dan luka-luka tersebut sudah dilarikan ke Rumah Sakit Siti Rahmah Padang,” ujarnya. Kata Komaruddim, pihaknya menyelidiki kejadian itu untuk memastikan penyebab kecelakaan.

Dekan Fakutlas MIPA UNP, Asril mengatakan, rombongan mahasiswa yang menumpang bus naas tersebut, akan melakukan praktik dalam mata kuliah olahraga ke Bukittinggi, Sumatera Barat. “Mereka berangkat ditemani dosen olahraganya,” ujarnya.

Selain itu  Asril juga menyebutkan mahasiswa yang ada dalam bus itu tidak semuanya mahasiswa Fakultas MIPA. Mahasiswa yang ikut dalam rombongan itu adalah mahasiswa yang mengikuti mata kuliah olah raga yang memasukkan kegiatan rekreasi di akhir perkuliahan.

Di tempat terpisah dua korban luka berat masih dioperasi di Rumah Sakit Islam Siti Rahmah, Kota Padang. Keduanya adalah Mirasari (22) dan Hesti (21) yang mengalami luka berat.
Sementara seorang mahasiswi lain, Yusima (22) mengalami luka ringan, juga dirawat di rumah sakit itu.   Sementara itu mahasiswi yang meninggal Adrevia Ramadona, Jurusan Matematika UNP. Dia tewas di tempat kejadian.(bbs/jpnn)

Sempat Bingung Memilih Keluarga dan Karir

Terlahir dari keluarga yang kurang berada, anak ke-2 dari 7 bersaudara ini terus berusaha agar dapat bersekolah. Bahkan sejak SMA hingga kuliah, dirinya mengajar private ke rumah-rumah untuk dapat membayar uang sekolah dan juga kuliahnya. “Kami bukan dari keluarga berada dan banyak bersaudara, makanya untuk membiyai uang sekolah harus bekerja,” kata Elli Tjan, Peneliti Ekonomi Madya Bank Indonesia Regional Medan-NAD mengenang.

Tamat dengan gelar Sarjan Hukum dari USU, Elli mencoba melamar ke Bank Indonesia yang memiliki cabang di Medan. Setelah 1 tahun berkutat dengan pendidikan yang diberikan BI, tepatnya pada Juni 1995 akhirnya Elli diangkat menjadi staf dan ditempatkan di Medan.

Seiring berjalannya waktu, wanita kelahiran Medan akhirnya menikah. “Sebelum menikah, saya dan suami berkomitmen agar saya tetap bekerja, karena kewajiban saya yang harus membantu ekonomi ibu saya,” lanjut Elli.
Namun, tahun 1999 BI memindahkan Elli ke Jakarta. Padahal, Elli pada tahun itu sudah memiliki dua anak dari hasil perkawinannya. Melalui berbagai pertimbangan, akhirnya Elli berangkat ke Jakarta seorang diri. “Sebagai ibu dari anak-anak, perasaan saya sangat berkecamuk karena harus meninggalkan suami dan dua anak saya. Padahal anak saya yang bungsu saat itu baru berusia 20 bulan dan masih minum ASI. Ini sebuah pilihan yang sulit ketika itu. Saya bingung  waktu itu, pilih karir atau keluarga,” kata Elli bercerita.

Hidup sendiri di Jakarta membuat Elli berkeinginan memboyong anak-anaknya ke Jakarta. Tetapi apa daya, sang suami yang berprofesi sebagai lawyer (pengacara) melarang Elli membawa buah hati mereka. “Saya sangat tertekan saat itu. Semua persiapan telah saya siapkan buat anak-anak saya nantinya di Jakarta, tetapi semuanya hancur,” ucapnya.

Dan pada titik inilah, Elli menyadari resiko dari pilihannya dan ini menjadi cambuk baginya untuk tetap bertahan dan menyakini semua masalah ini pasti dapat diselesaikannya. “Bagi seorang ibu, sangat berat berpisah dengan anak, ini bukan pekerjaan yang mudah,” lanjutnya.
Dengan tidak menyesali pilihan untuk karirnya, Elli tetap bertahan dengan pekerjaannya di BI, bahkan atasannya terkesan dengan hasil kerja Elli yang tetap konsisten walau sedang diterpa masalah keluarga. “Saya sudah memilih, karena itu saya tidak mau menyesali pilihan saya dan saya akan manfaatkan pilihan saya sebisa mungkin hingga akhirnya mampu saya atasi,”ujar Elli.
Seiring berjalannya waktu juga, Elli kembali tertantang untuk mengejar karirnya. Ia berkeinginan bersekolah keluar negeri, apalagi saat itu BI memberikan kesempatan untuknya menimba S2 di negeri Belanda. Namun keinginan tersebut tentu saja harus seizin suaminya.

Sebagai pilihan terbaik, akhirnya Elli mengambil S2 di USU. Pada saat inilah, ujian antara keluarga, kerja dan kuliah menjadi satu. Ya, Elli harus berperan ganda sebagai ibu dan istri, juga sebagai wanita karir. “Tapi saya kembali ke prinsip, semua masalah pasti ada solusinya,” ucap wanita kehiran 6 Desember 1968 ini.

Tak ayal, waktunya banyak tersita untuk kuliah. Sebab, jika hari Sabtu-Minggu biasanya ia menghabiskan waktu bersama keluarga, tapi harus digunakan untuk menyelesaikan tugas kuliah. “Saya sadar dan pahami bahwa saya telah merebut waktu saya untuk anak-anak saya,” paparnya.

Sebagai wanita karir yang memiliki posisi di tempat kerjanya, Elli menyadari ia adalah seorang wanita yang harus menjaga prilaku dan tatakrama di depan rekan kerja dan anaknya. Walaupun sebagai seorang bos, Elli tetap seorang wanita yang terkadang bertindak dengan hati. “Saya tahu anak-anak bekerja di bawah tekanan, karena itu setelah pekerjaan selesai, biasanya akan melakukan sharing dan makan kumpul bareng para rekan kerja. Saya juga tidak memaksakan agar rekan kerja tidak lembur, karena saya paham mereka juga memiliki keluarga,” ucapnya.

Bekerja di BI merupakan sebuah kebanggaan baginya. Secara logika, dengan kondisi suami yang bekerja sebagai pengacara, Elli tidak akan kekurangan bila ia hanya ibu rumah tangga di rumah saja. “Bekerja bagi saya bukan hanya mencari uang, tetapi juga untuk eksistensi diri dan mengembangkan ilmu yang telah saya peroleh,” ujarnya.
Karena itu, konsekwensi sebagai wanita karier dan juga seorang wanita diterima dengan lapang dada. “Walaupun saya capek sesudah pulang kerja, tapi saya tetap mengajak anak-anak saya naik sepeda keliling komplek. Sebab, si bungsu (anak ketiga) sangat senang naik sepeda,” bilangnya.

Baginya, sebagai seorang istri, ibu dan wanita karier merupakan kebanggaan dan kehormatan. Karena itu, semuanya akan dijaga untuk memberikan yang terbaik bagi keluarga dan orang lain. “Terima pilihan, jangan menunda-nunda pekerjaan dan menyadari kodrat, maka akan lebih mudah untuk berjalan sebagai wanita karier,” pungkasnya tersenyum. (juli ramadhani rambe)