31 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14988

Pertamina Belum Lakukan Pengawasan

MEDAN-Meskipun pasokan bahan bakar minyak (BBM) cukup, namun di sejumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) yang ada di Kota Medan sejak pagi kemarin tidak beroperasi karena kehabisan stok minyak. Akibatnya, pengguna kendaraan merasa kecewa karena tidak bisa mengisi bahan bakar.

Seorang konsumen bernama Andri (22) mengaku, dia sudah keliling ke beberapa SPBU untuk mengisi bahan bakar kenderaannya, namun upaya tersebut tetap tidak berhasil. Sejumlah SPBU seperti di Jalan HM Joni, Jalan Helvetia, Jalan Kapten Muslim serta kehabisan stok BBM.

“Dari tadi pagi saya sudah keliling mencari SPBU karena bahan bakar kenderaan saya hampir habis. Tapi setelah saya cari kemana-mana, ternyata BBM sudah habis. Yang saya dapati hanya plank besi bertuliskan bahan bakar kosong. Saya kecewa dengan Pertamina,” cetus Andrin

Anehnya, meskipun BBM langka, pihak Pertamina tetap belum melakukan pengawasan ketat terhadap kendaraan yang memasok minyak dari depot menuju SPBU. Pertamina masih terus mengklaim kalau stok yang dipasok tetap mencukupi namun tak diawasi.

Berdasarkan hasil penelusaran wartawan koran ini kemarin, tak satupun mobil tangki yang melintas dari depot diawasi oleh pihak pertamina. Begitu juga di SPBU, petugas Pertamina tak ada melakukan pengawasan.

Humas Pertamina Pemasaran Region I Sumut Fitri Erika mengatakan, Pertamina telah memasok lebih dari 3.000 kiloliter (kl) Premium hingga pukul 21.00 WIB, Jumat (9/7) malam di Terminal Medan Group untuk suplai ke sejumlah SPBU.

“Sesuai jadwal SPBU yang ada di Pasar Merah untuk hari ini (kemarin, Red) memang tidak ada pemesanan dan pengiriman. Kondisi pagi ini (kemarin, Red), memang ada beberapa SPBU yang mengalami kekosongan tetapi tidak semuanya. Kemarin dan hari ini tetap ada mobil tangki yang memasok BBM,” katanya.

Menurutnya, terdapat 88 SPBU di Kota Medan. Tren peningkatan konsumsi dan juga over kuota Premium sebesar 7 persen menyebabkan Pertamina harus menyesuaikan volume. “Karena adanya peningkatan konsumsi dan jeda beberapa jam karena menunggu pengiriman mobil tangki. Stok di Terminal Medan Grup dalam jumlah yang cukup. Pertamina tidak mengurangi pasokan, justru ditambah sesuai dengan kondisi  kebutuhan yang ada,” ucapnya. (jon)

RS Mitra Sejati Ubah Surat Perjanjian

Hotmaida Pulang Bawa Anak, Hotmida Pindah ke Adam Malik

MEDAN-Kedua pasien bersalin yang bayinya sempat tertukar di RS Mitra Sejati, Sabtu (9/7), tak ada lagi di rumah sakit tersebut. Berdasarkan penelusuran wartawan di RS Mitra Sejati, Hotmida dan Hotmaida sudah tidak lagi berada di rumah sakit tersebut.

“Oh, yang masuk koran itu. Udah pulang semalam sekitar jam empat sore. Ya, habis ribut-ribut itulah mereka pulang,” ujar seorang pasien wanita yang sebelumnya satu lokasi rawat di ruang 307 lantai III RSU Mitra Sejati

Hotmaida yang anaknya belakangan diketahui tidak meninggal, juga telah pulang ke rumahnya. Beberapa keluarga pasien  lain yang berada di ruang tunggu mengatakan Hotmaida sudah pulang.
“Sudah pulang tadi, termasuk anaknya juga udah dibawanya,” ujar ibu yang mengenakan baju merah itu saat ditemui wartawan.

“Anaknya tadi nampak sehat,” ujar seorang ibu lainnya. Seorang perawat yang berada di meja piket di lantai II juga membenarkan hal tersebut. “Sudah pulang, sekitar jam setengah satu tadi,” kata perawat itu.

Sedangkan Hotmida br Nababan (26), warga Borbor, Tobasa, pindah ke RSU H Adam Malik, Sabtu (9/7). Rencananya, warga Tobasa ini akan menjalani operasi akibat gangguan pada kantung kemih pasca melahirkan anak pertamanya.

Keluarga Hotmida menilai pihak RS Mitra Sejati tidak kooperatif terkait ganti rugi biaya yang telah disepakati. Pasalnya, surat kesepakatan antara RS Mitra Sejati dan keluarga Hotmida br Nababan dibatalkan, karena surat berisi kesepakatan antara rumah sakit dan keluarga mengenai biaya perawatan ibu dan anaknya selama di rumah sakit telah diubah isinya oleh pihak rumah sakit. Sehingga keluarga harus menanggung biaya 50 persen biaya persalinan Hotmida br Nababan selama menjalani perawatan di RS Mitra Sejati Medan.

Kakak ipar Hotmida br Nababan, Nurvida Lubis (36), warga Jalan Mawar Raya, Medan Helvetia, mengatakan, awalnya surat kesepakatan itu dibuat atas permohonan maaf pihak rumah sakit kepada keluarga mereka terkait kelalaian yang dilakukan kedua perawat ICU RS Mitra Sejati, Rosi dan Silvia.

“Surat kesepakatan sudah dibuat oleh supervisor RSU Mitra Sejati, Porman br Napitupulu Selasa (5/7), yang di dalamnya berisi tentang pembayaran biaya perawatan. Namun, nyatanya surat kesepakatan itu diubah tanpa ada pemberitahuan terlebih dahulu kepada keluarga. Isi surat kesepakatan yang telah diubah tersebut berisi bahwa biaya ibu dan anaknya yang dirawat di rumah sakit harus dibayar pasien setengahnya,”  kata Nurvida Lubis.

Disinggung mengenai bayi Hotmida br Nababan yang meninggal, Nurvida Lubis mengaku, jenazah bayi telah dimakamkan di TPU Kristen Delitua.

“Kalau bayi itu sudah dikebumikan di TPU Kristen Delitua. Sedangkan untuk Hotmida br Nababan sendiri sudah dipindahkan ke RSUD H Adam Malik untuk menjalani operasi pasca melahirkan,” tambahnya.

Apa langkah keluarga selanjutnya? Nurvida Lubis menuturkan, rencananya akan melaporkan kejadian ini ke dinas terkait. “Kami masih memusyawarahkan dulu dengan keluarga. Rencananya kami akan melaporkan hal itu ke Dinas Kesehatan Kota Medan, karena kelalaian pihak rumah sakit. Belum kami laporkan sekarang karena keluarga belum kumpul semua,” tukasnya.

Sebelumnya, Legal RS Mitra Sejati, Erwinsyah D Lubis mengatakan akan menanggung biaya dan akan memberikan sangsi kepada dua suster yang melakukan kesalahan. “Akan kita berikan sangsi yang tegas bisa berupa teguran yang sesuai dengan UU Ketenagakerjaan,” cetusnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Medan, Edwin Effendi mengaku, akan Dinkes Kota Medan akan berikan teguran dan sangsi kepada RS Mitra Sejati. Edwin juga akan memantau penyelesaian yang dilakukan pihak rumah sakit kepada korban.

“Kita akan meminta laporan dari pihak rumah sakit dan korban serta kita akan melihat prosedur penanganan pasiennya. Tidak hanya itu, kita juga akan melihat duduk perkaranya secara lengkap dan pasti. Jika rumah sakit terbukti salah, maka akan kita berikan teguran dan sangsi kepada pihak rumah sakit tersebut,” katanya.

Terkait dengan surat perjanjian antara pihak rumah sakit dengan korban dimana korban merasa dirugikan oleh pihak rumah sakit, Edwin menuturkan akan mempertanyakan kepada kedua belah pihak karena itu merupakan kebijakan dari rumah sakit sendiri.

“Kalau surat perjanjian itu merupakan kebijakan dari rumah sakit sendiri, tetapi jangan sampai ada yang dirugikan dalam hal surat perjanjian yang dibuat terutama pihak korban sendiri,” pungkasnya. (jon)

Pecahkan Dua Rekor MURI

Ulang Tahun ke-4 Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia

Ulang tahun ke-4 Punguan Simbolon Dohot Boruna Indonesia (PSBI) di Lapangan Benteng Medan, yang dimulai sejak Kamis (7/7) dan berakhir Sabtu (9/7) kemarin, dihadiri ribuan masyarakat Batak bermarga Simbolon. Tak tanggung-tanggung, acara itu memecahkan dua rekor Museum Rekor Indonesia (MURI).

Bagus Syahputra,Juli Ramadhani Rambe,Medan

Meskipun matahari siang kemarin cukup terik tak menyurutkan masyarakat Batak bermarga Simbolon dari Kota Medan dan daerah yang berkumpul di Lapangan Benteng, untuk melakukan tarian Bakul Beras yang diiringi Gondang Batak. Sebanyak 1.150 penari baik lelaki dan perempuan dengan pakaian adat Batak menari di Lapangan Benteng.

Para penari wanita  mengenakan pakaian khas Batak, seperti kebaya, songket Batak dan ulos, dengan rambut yang disanggul. Sementara pria tampil lebih formal dengan kemeja dan lengkap dengan jas dan dasi. Awalnya tarian dibuka olah 30 penari wanita yang belum menikah, dimana para penari ini mengajak para penari pria yang berada di barisan terdepan untuk ikut menari bersama.

Setelah para pria ikut menari, para wanita yang berada di barisan selanjutnya ikut menari sambil menjinjing bakul atau dalam bahasa Batak disebut Tandok (terbuat dari anyaman daun pandan) berisi beras di kepala menyusul di belakang barisan pria. Dalam tarian ini, ada 7 baris yang disediakan. Hal ini sesuai dengan keturunan dari Simbolon yang memiliki 7 anak. Selain itu, sigale-gale sebagai lambang salah satu adat Batak juga hadir ikut meriahkan acara ini.

Banyaknya penari dalam tarian Bakul Beras ini, menjadikan PSBI mendapat penghargaan dari MURI, yaitu tarian Bakul Beras dengan penari terbanyak yang tercatat sekitar 1.000, piagam penghargaan ini langsung diberikan pada siang itu juga, saat para penari selesai melakukan tugasnya. Para penari bukan hanya menyandang marga atau boru Simbolon, tetapi juga pihak yang menikah dengan Simbolon.

Keunikan dari para penari ini semuanya adalah kaum yang sudah tidak muda lagi. Rata-rata para penari, baik perempuan maupun pria telah berusia 40-an. Bahkan salah satu penari wanita ada yang telah menginjak usia 60 tahun. Tarian Bakul Beras yang didampingi dengan gondang Batak dipilih untuk masuk rekor MURI, karena dianggap adat membawa Bakul Beras ke pesta dan acara-acara sakral dalam masyarakat Batak telah memudar, padahal biasanya yang membawa bakol yang berisi beras dan mengurus beras adalah kaum ibu. Sedangkan ibu merupakan contoh yang sering dilihat oleh seorang anak.

“Alasan orang Batak yang tidak bawa bakul, biar praktis. Padahal praktis ini yang membunuh budaya,” ujar Sekjen PSBI, Anthon Simbolon.
Anthon menjelaskan, dalam adat Batak, beras memiliki makna sangat penting. Selain sebagai makanan, juga sebagai hasil dari sebuah kesuburan alam. “Beras berasal dari padi dan padi ditanam di tanah, tanah subur maka masyarakat makmur,” ujar Anthon.

Rekor MURI diterima langsung oleh Ketua PSBI Drs Effendi MS Simbolon di atas panggung.
Wakil Ketua HUT ke-4 PSBI Ir Ramses Simbolon MBA mengatakan kegiatan ini diselenggarakan untuk memeriahkan Rakernas PSBI  tanggal 7-8 Juli 2011 di Ballroom Hotel JW Marriot Medan. “Kegiatan seperti ini setiap tahun selalu kita gelar.

Seperti tahun lalu, kita mencatat rekor MURI dengan mengadakan kegiatan mengumpulkan 7.000 orang untuk menari tor-tor. Sekarang ada dua rekor MURI yang dicatat, mengadakan pertarungan catur akbar dengan 1.408 peserta, hari ini PSBI mengumpulkan 1.000 perempuan menjunjung bakul beras dan menari tor-tor massal,” jelasnya.

Tak hanya itu, beras yang dibawa setiap penari juga akan diserahkan ke panti sosial.
“Diperkirakan ada 3 ton beras yang terkumpul dari penari,” ucap Ketua Bidang Komunikasi dan Informasi PSBI ini.

Semantara itu J Ngadri, Perwakilan Museum Rekor Indonesia (MURI) menuturkan, PBSI sudah mencatat rekor baru MURI untuk hari ini saja tercatat perempuan menjunjung bakol beras dan menari tor-tor massal dan juga mencatat rekor MURI pertarungan catur akbar.

Selain tarian tradisional, hadirin juga dihibur artis berdarah Batak seperti Victor Hutabarat, Edi Silitonga, Rani Simbolon, Trio Ambisi, Bravo Band dan lainnya serta Slank dan Maia. (*)

Runner UP-2 Miss DEAF World 2011

Miss Deaf Indonesia Dian Inggrawati Soebangil (27) terpilih sebagai The 2nd Runner Up dalam kompetisi Miss Deaf World 2011 dan Miss Deaf Europe 2011 di Praha.

Malam pemilihan final dan penobatan para pemenang berlangsung di Congress Hall Top Hotel Praha, Blazimska 1781/4, Ceko, Jumat malam atau Sabtu (9/7) WIB.

Terpilih sebagai Miss Deaf World 2011 adalah Ilaria Galbusera (Italia), yang juga meraih gelarn

Miss Sympathy 2011. Runner Up 1 Elena Korchagina (Rusia). Sedangkan Natalia Rabava (Belarus) memenangkan gelar Miss Deaf Europe 2011.

Pengiriman Dian ke ajang Miss Deaf World 2011 ini, seperti disampaikan Konselor Politik Azis Nurwahyudi, didukung oleh Kementerian Pariwisata dan Budaya, Kementerian Luar Negeri, KBRI Praha, dan Yayasan Indonesia Kebanggaanku.

Duta Besar RI untuk Republik Ceko Emeria Siregar pada puncak acara penobatan menyatakan kebanggaannya karena wakil Indonesia mampu meraih prestasi gemilang, setara dengan wakil dari negara lain, bahkan menjadi salah satu yang terbaik.

Dubes juga memanfaatkan peluang itu untuk mempromosikan Indonesia dengan memberikan hadiah berupa perhiasan tradisional Indonesia dari perak kepada Miss Deaf World 2011 Ilaria Galbusera.
Sejumlah masyarakat Indonesia di Ceko yang turut memberikan dukungan juga merasa bangga karena wakil Indonesia mampu memberikan yang terbaik bahkan menjadi salah satu pemenang.

Dian, Miss Deaf Indonesia 2011, yang bergelar Sarjana Ilmu Komunikasi dari Universitas Persada Indonesia YAI Jakarta, dalam pemilihan yang berlangsung ketat mampu mengungguli para kontestan dari berbagai negara dengan kecantikan dan bakatnya yang beragam.

Misalnya si cantik July Duffreche (Prancis) adalah seorang penunggang kuda yang handal. Christiana Tsangara (Siprus) menampilkan kebolehannya dalam olahraga bolabasket. Sementara wakil Korea Selatan, Mongolia, Brazil, Meksiko dan Seychelles menampilkan tarian tradisional negaranya, yang tak kalah menarik.

Menampilkan tari ‘Lenggang Nyai’ dari Betawi, Dian mampu menunjukkan bakat seninya yang luarbiasa. Meskipun kesulitan mendengar, Dian dapat menari nyaris sempurna diiringi musik khas Betawi dan hiasan kembang kelapa merah putih.

Tanpa diduga pada akhir tariannya Dian menunjukkan tulisan “Deaf, No Problem” kepada seluruh penonton, sehingga mendapat tepukan sangat meriah.

Seperti pada kontes kecantikan lainnya, Dian juga berlenggak lenggok memakai beragam busana, termasuk gaun malam. Mengenakan kebaya batik tulis berwarna coklat karya Anne Avanti, Dian dengan nomor peserta 24 tampil anggun sehingga menarik perhatian para juri dan penonton.

Sebagai tanda persahabatan, Dian membagikan kenang-kenangan berupa kain batik khas Indonesia kepada peserta. Dengan bahasa isyarat, Dian sambil terharu mengungkapkan rasa senang dan bahagia karena bisa menyumbangkan prestasi untuk Indonesia. Dia juga menyampaikan terimakasih kepada semua pihak yang telah membantunya. (net/bbs/jpnn)

Dipindah ke Mapolresta Medan, Satu Jadi Tersangka

Anak Anggota DPRD Deli Serdang Ketangkap Pesta Sabu

MEDAN-Tujuh tersangka yang ditangkap pesta sabu-sabu di satu rumah di Komplek Flamboyan Raya, Tanjung Anom dilimpahkan ke Satuan Narkoba Polresta Medan, Sabtu (9/7).

Kasat Narkoba Polresta Medan, Kompol Juli Agung mengatakan dari 7 tersangka yang diperiksa, hanya satu orang yang memenuhi unsur untuk dilakukan penahanan yakni Benyamin Surbakti.
“Dia (Benyamin Surbakti) melanggar pasal 112  ayat 1 subsider pasal 127 ayat 1 Undang-undang  no 35 tahun 2009 tentang narkoba,” tulis Juli Agung dalam SMSnya kepada wartawan.

Pantauan wartawan di dalam tahanan Narkoba Mapolresta Medan hingga kemarin 6 tersangka lagi yang diamankan termasuk M Rivai Sembiring, anak anggota DPRD Deli Serdang masih ditahan. Informasi yang dihimpun menyebutkan, di mata teman-temannya M Rivai dikenal baik dan mudah bergaul.

“Kami berteman sejak dari kecil, namun belakangan ini kami sudah jarang bertemu karena kesibukannya, tapi setahu saya dia (Rivai) orangnya tidak suka yang namanya narkoba, karena selama ini kami berteman tidak pernah saya lihat dia pakai narkoba,” ujar S Sembiring, teman sekolah Rifai.

Tetangga Rivai juga menuturkan, sepengetahuan mereka Rivai orangnya baik dan tidak pernah terlibat dengan narkoba. “Kami terkejut dan tidak menyangka Rivai ditangkap karena kasus narkoba,” katanya.

Seperti diberitakan, anak anggota DPRD Deli Serdang Fraksi Partai Demokrat berinisial M Rivai Sembiring (25), diamankan Satuan Reserse Kriminal (Reskrim) Unit Judisila Polresta Medan bersama enam temannya saat pesta sabu-sabu di  Komplek Perumahan Flamboyan Raya, Kamis (7/7). (mag-7/gus/mag-3/smg)

Millenium Gadget Expo, Promo Serba Murah

MEDAN- Pameran gadget murah di Millenium Gadget Expo 2011 yang telah memasuki hari kelima, terus dipadati pengunjung. Bahkan, lahan parkir Plaza Millenium, tempat penyelenggaraan pameran ini disesaki pengunjung yang terus berdatangan.

“Agenda tahunan ini selalu diminati masyarakat, karena pameran ini menawarkan harga murah untuk segala produk gadget,” ujar Marketing Manager Plaza Millenium, Machruzar.

Seperti stan Telkom Flexi yang mengadakan promo murah untuk handphone keluaran Flexi juga kartu perdana Flexi. Melalui program Bebi (Bebas bicara) untuk sesama pengguna Flexi di seluruh Indonesia, baik lokal maupun interlokal. Sedangkan untuk yang nelpon ke GSM mendapat potongan 50 persen.

Promo murah lain yang ditawarkan Telkom Flexi yaitu isi pulsa Rp25 ribu, tidak akan dipotong. Karena adanya program Bebi yang sedang berlangsung. “Syarat untuk mengikuti program ini cukup mudah, hanya daftar ke trendy komunitas dan isi pulsa minimal Rp25 ribu per bulan, maka dapat memakai promo murah ini,” ujar Siska, SPG Telkom Flexi di pameran.(mag-9)

Ayah Tiga Anak Gantung Diri

MEDAN- Tak kunjung sembuh dari penyakitnya, Lamhod Sitorus (29), warga Jalan Starban, Kelurahan Polonia, Medan Polonia, nekat mengakhiri hidupnya dengan cara gantung diri di kamar mandi, Sabtu (9/7), sore pukul 16.30 WIB. Lamhod meninggal seorang istri, Melati Br Aritonang (29), yang sedang mengadung anak keempatnya serta tiga anaknya yang masih kecil.

Mayat korban pertama sekali ditemukan adik iparnya, Dapot Aritonang (20), yang hendak mandi. Saat membuka pintu kamar mandi yang hanya mengunakan kain, Dapot melihat abang iparnya itu dalam kondisi tergantung tak bernyawa di kamar mandi berukuran 2×3 tersebut. “Kulihat dia tergantung, aku lari sambil menjerit, pokoknya nggak berani aku melihatnya. Aku langsung keluar memanggil warga,” ungkap Dapot kepada wartawan.

Mengetahui sang suami tewas gantung diri, Melati yang bekerja sebagai pencari bareng bekas ini langsung histeris. Menurut Melati, sebelum suaminya tewas gantung diri, dia sempat berpesan agar Melati mengajak anak-anak untuk pergi ke gereja besok (hari ini, Red). “Kemudian setelah ke gereja, dia juga nyuruh aku mengajak anak-anak untuk jalan-jalan,” terang Melati.(mag-7)

Gagal Menjambret, Anak Polisi Dimassa

MEDAN- Dua penjambret nyaris tewas akibat diamuk massa yang kesal dengan ulah mereka, Sabtu (9/7) pagi pukul 09.30 WIB. Untungnya, saat itu petugas kepolisian dari Polsekta Medan Baru melintas di lokasi kejadian dan langsung mengamankan kedua penjambret tersebut.

Kedua penjambret naas tersebut masing-masing Fauzi (26), warga Jalan Pasbel dan Dedek (21), warga Jalan Mandala By Pas yang mengaku anak dari seorang personel Polisi yang bertugas di Polresta Sidikalang. Kondisi Fauzi kritis karena mengalami luka cukup serius dan masih dirawat di RS Bayangkara. Sedangkan Dedek digelandang ke Mapolsek Medan Baru.

Kejadiannya berawal, ketika korban Purnama Br Marpaung (51), warga Jalan Ayahanda Medan, baru pulang belanja dan turun dari becak bermotor dengan meninting barang belanjaannya. Tiba-tiba, kedua pelaku yang mengendarai sepeda motor Mio langsung menyambar tas yang disandang korban.
Kontan korban terkejut dan langsung berteriak. Warga sekitar yang mendengar teriakan itu langsung mengejar pelaku. Melihat hal itu, kedua tersangka gugup dan terjatuh. Tanpa dikomandoi, warga langsung membabakbelurkan keduanya. (mag-7)

13.696 Peserta UMB Berebut 2.638 Kursi

MEDAN-Sebanyak 13.696 peserta mengikuti Ujian Masuk Bersama Perguruan Tinggi (UMB-PT) yang dilaksanakan bersama dengan 12 Perguruan Tinggi Negeri (PTN) yang ada di Indonesia, Sabtu (9/7). Seperti yang terlihat di kampus Universitas Sumatera Utara (USU), para peserta yang gagal masuk PTN dari jalur undangan dan SNMPTN, kembali bertarung mengikuti UMB untuk masuk di kampus favoritnya.

Pada pelaksanaan UMB-PT kali ini, USU menerima sebanyak 2.638 mahasiwa baru, dengan rincian 1.393 untuk program regular dan 1.245 untuk program mandiri.

“Proses ujian berlangsung lancar dan teratur serta tidak ada ditemukannya masalah yang berarti,” kata Rektor Universitas Sumatera Utara Prof Syahril Pasaribu, saat melakukan peninjauan langsung di beberapa lokasi ujian, Sabtu (9/7).

“Peninjauan ini sengaja kita lakukan untuk menghindari terjadinya kecurangan dalam ujian, seperti penggunaan jasa orang lain atau joki untuk menyelesaikan soal yang diberikan pihak panitia,” tambahnya.

Ketika disinggung mengenai program mandiri di USU yang akan berakhir pada 2012 seiring dengan adanya kebijakan Kementerian Pendidikan Nasional yang melarang jalur mandiri pada perguruan tinggi negeri pada 2012 mendatang, Syahril mengatakan, sebagai perguruan tinggi negeri pihaknya tetap menjadikan peraturan yang dikeluarkan pemerintah sebagai acuan dalam menjalankan berbagai kebijakan di perguruan tinggi itu, termasuk juga dalam hal penerimaan mahasiswa baru.

“Sejauh ini kita masih menunggu keputusan lebih lanjut dari kementerian pendidikan nasional. Jika keputusannya pada 2012 tidak ada lagi penerimaan mahasiswa baru lewat jalur mandiri maka kita tidak akan menerima mahasiswa lewat jalur mandiri,” katanya

Sementara itu dalam kesempatan yang sama, ketua Panitia Pelaksana UMB, Prof Zulkifli Nasution MSC PHd mengatakan, pelaksanaan UMB-PT 2011 ini diikuti secara bersama oleh 12 perguruan tinggi se-Indonesia.

Menurutnya, untuk tahun 2011, tercatat 13.696 peserta mendaftar melalui panitia lokal UMB-PT Universitas Sumatera Utara. “Yang mana jumlah tersebut masing-masing terdiri dari kelompok IPA sebanyak 5.845 orang, kelompok IPS 4.657 orang, dan kelompok IPC (campuran) sebanyak 3.537 peserta,” jelasnya.(uma)

Pergi Tanpa Kabar, Pulang Tewas Terbakar

BINJAI- Pasangan suami istri (Pasutri) Syafi’i (58), dan Syamsiah (51), warga Jalan Rasmi, Kelurahan Tenggrono, Binjai Timur, tak kuasa menahan air mata melihat anak mereka Siti Mardiah (25), pulang dalam kondisi tewas dengan luka bakar di seluruh tubuh, Sabtu (9/7), dinihari pukul 04.00 WIB. Bahkan yang paling membuat pasutri ini sedih, ketika pergi dari rumah, Siti sama sekali tak pamit dan tak memberi kabar.

Menurut Syafi’i, dia mengetahui anaknya itu telah meninggal dunia dengan kondisi mengenaskan dari anak mereka bernama Edi (23) yang tinggal di Gunung Tua, Tapanuli Selatan. “Saya tidak percaya kalau anak saya itu tewas dengan cara mengenaskan. Begitu jenazah anak saya dibawa pulang, saya terkejut melihat kondisi anak saya itu,” ujar Syafi’i dengan mata berkaca-kaca.

Syafi’i menjelaskan, sebelum anaknya meninggal dunia, ia sempat kabur bersama Niko (20) warga Diski, Kecamatan Sunggal, Deli Serdang. Bahkan, kaburnya perempuan beranak dua ini bersama Niko bukan untuk yang pertama kali, tapi sudah tiga kali.

“Niko ini sebenarnya anak angkat saya. Ia diusir orangtuanya empat tahun yang lalu. Selama bersama saya, ia saya suruh menjaga ternak lembu,” ungkap Syafi’i.

Sebelum kabur ke Gunung Tua, jelas Syafi’i, Niko dan Siti pernah kabur ke Dumai selama 15 hari. Karena kehabisan uang, akhirnya Siti menelpon untuk memberi kabar kalau dia saat itu berada di Dumai. Pihak keluarga pun membujuknya untuk kembali dan akhirnya Siti mau diajak pulang bersama kedua anaknya.

Setelah itu, kata Syafi’i, anaknya kabur lagi bersama Niko. Kali ini, Siti kabur ke Gunung Tua, Tapanuli Selatan. “Siti pergi dengan alasan ingin membeli es. Tapi, setelah ditunggu-tuggu tidak kunjung pulang. Ternyata, ia sudah berada di Gunung Tua bersama Niko,” kata Syafi’i lagi.

Sementara Edi, adik kandung Siti yang tinggal di Gunung Tua mengaku curiga atas kematian kakaknya itu. Pasalnya, selain luka bakar, pipi kanan dan mulutnya terdapat luka lebam. “Kami menduga Siti sengaja dibunuh. Karena sebelum terbakar, warga sekitar mengatakan, sempat terjadi cekcok antara Niko dengan kakak saya,” terang Edi.

Sebelumnya, kata Edi, dia sempat datang ke barak PTPN II tempat Siti dan Niko menetap selama di Gunung Tua. Edi mengabarkan, kalau anak Siti sakit dan dia disarankan untuk pulang. Hal ini dilakukan untuk membujuk Siti agar mau pulang ke Binjai. Mendengar kabar itu, Siti langsung resah dan ingin pulang ke rumah. “Setelah saya pulang, kata warga, malamnya kakak saya ribut dengan Niko. Tapi, warga enggan bicara, karena takut berurusan dengan polisi,” ungkapnya.

Lalu, sekira pukul 20.00 WIB, warga melihat asap dari dalam rumah kakaknya itu. Kemudian, mereka mendatangi rumah tersebut dan mendobrak pintu rumah. Ternyata Niko sedang berusaha memadamkan api yang membakar tubuh Siti.

“Kami langsung membawa kakak saya ke rumah sakit, sedangkan Niko kami amankan ke kantor polisi. Namun sayang, kakak saya tak terselamatkan,” terang Edi.(dan)