28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 14998

Yunani Tahan Kapal Aktivis Pro-Palestina

ATHENA- Pasukan penjaga pantai Yunani menahan perahu kecil milik para aktivis Perancis pro-Palestina, Kamis (7/7) yang hendak berlayar ke Gaza untuk menentang blokade Israel. Demikian Reuters melaporkan.

Kejadian itu merupakan kali ketiga yang dilakukan pemerintah Yunani terhadap sejumlah kapal yang tergabung dalam armada bantuan ke Gaza, Palestina. Yunani memberlakukan larangan ke semua kapal yang menuju Gaza dengan alasan khawatir keselamatan.

Perahu itu berisi sekitar 10 aktivis, berlayar dari Corsica. Para aktivis menyatakan, menuju perairan internasional menunggu armada lain untuk bergabung,.
“Kami memeriksa surat-surat. Kami tak melihat ada masalah apapun,” ungkap pejabat penjaga pantai di Kreta. (bbs/jpnn)

Ditemukan, Kuburan Massal 900 Korban Saddam Husein

DIWANIYAH- Pemerintah Irak menemukan sebuah kuburan massal dengan 900 mayat di dekat Kota Diwaniyah di Irak tengah, Rabu. Kuburan itu diduga berisi mayat orang Kurdi yang dibunuh pada masa pemerintahan Presiden Saddam Hussein.

Mayat  itu ditemukan di daerah Shanafiya, sekitar 70 kilometer di barat Kota Diwaniyah. Tulang belulang itu berada di dalam kuburan di sebuah parit. “Ada 900 mayat,” kata Dakhil Sailhoud, Ketua Komisi Pengadilan dan Akuntabilitas. “Indikasi awal menunjukkan tulang belulang itu adalah orang Kurdi, kini temuan  itu dikirim ke laboratorium di Kota Najaf ,” kata Sailhoud. (bbs/jpnn)

Penculik Bocah 4 Tahun Ditangkap

MEDAN- Henro Kartiko (4) yang diculik Haruan Arrasyid (42) di Jalan Kapten Muslim berhasil digagalkan warga, Kamis (7/7). Usai dihakimi massa, Haruan Arrasyid diboyong ke Polsek Medan Helvetia.

Informasi yang dihimpun, Henro Kartiko saat kejadian sedang bermain dengan abangnya di warnet dekat Pasar Sei Sikambing. Saat akan menemui ibunya Aisyah Restaulina Silalahi (40) yang berjualan kain di Pasar Sei kambing, dia betemu dengan Haruan, lalu memculiknya.

Kanit Reskrim Polsek Medan Helvetia AKP Zulkifli Harahap membenarkan kasus ini. Dari hasil penyidikan, ada kemungkinan tersangka terlibat  sindikat penculikan anak.(mag-7)

Berebut Suara George-Arifin

JAKARTA – FIFA sudah menegaskan jika duet George Toisutta – Arifin Panigoro tidak bisa dicalonkan. Besar kemungkinan di Kongres Luar Biasa (KLB) Solo Sabtu besok (9/7) pemilik suara yang sebelumnya mendukung George-Arifin bakal mengalihkan pilihan mereka ke calon lain.

Rumor terakhir yang berkembang, jika George-Arifin mentok tidak bisa diperjuangkan lagi dalam kongres lusa tim sukses George-Arifin sudah menyiapkan calon alternatif  yaitu Djohar Arifin Husein dan Farid Rahman. Dua sosok itu selama ini dikenal dekat dengan K78, sebutan pendukung George – Arifin.  Calon lain yang berpeluang mendapatkan limpahan suara pendukung George-Arifin adalah Achsanul Qosasih.(ali/dra/jpnn)

Suka Bikin Kejutan

BUSYRO MUQODDAS

KETUA Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Busyro Muqoddas terus membuat gebrakan selama menjabat pimpinan tertinggi lembaga antikorupsi tersebut.
Tak jarang dia membuat pernyataan yang mengagetkan dan mencengangkan.

Buktinya, sudah dua kali Busyro mengumumkan dua tersangka kasus korupsi secara mendadak. Yakni, Nunun Nurbaeti, tersangka cek perjalanan pemenangan Deputi Gubernur Senior Bank Indonesia (DGS BI) Miranda Goeltom, dan M Nazaruddin, tersangka dalam kasus suap wisma atlet SEA Games 2011 Palembang.

Bahkan, pengumuman kedua tersangka itu dilakukan di luar kantornya. Pengumuman yang dilakukan Busyro terkadang mengejutkan banyak kalangan.(kuh/jpnn)
c2/agm/jpnn)

Poldasu Terus Kejar DA

MEDAN- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) berjanji akan melakukan pencarian hingga ke Pulau Jawa jika, ditemukan adanya tanda-tanda jika Dewi Astati (DA) melarikan diri ke sana.

“Akan terus kita kejar, sampai dimana pun pelakunya. Sesuai komitmen Kapolda yang akan memberantas semua tindak kejahatan yang terjadi,” ungkap Kepala Sub Bidang (Kasubbid) Pengelola Informasi dan Data (PID) Humas Polda Sumut AKBP MP Nainggolan saat dikonfirmasi Sumut Pos di ruang kerjanya, Kamis (7/7).

Lebih lanjut MP Nainggolan menuturkan, pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Sumut, juga tengah mendalami laporan para korban penipuan tersebut.
Pendalaman laporan tersebut sebagai tindaklanjut enam orang pelapor yang mengaku sebagai korban peipuan Dewi Astati.

“Laporannya baru kita terima kemari (Rabu 6/7). Jadi, penyidik masih mendalami laporannya,” ujar Nainggolan.
Sementara itu, Kepala Sub Dit (Kasubdit) III Ditreskrimum Kompol Andry Setiawan menuturkan, pendalaman laporan tersebut bertujuan untuk mengetahui dasar kasus tersebut.

“Masih dalam tahap lidik. Kita masih melihat, apakah benar ada unsur penipuan atau tidak, terhadap laporan yang kita terima. Setelah itu akan kita lakukan upaya selanjutnya,” tegasnya.
Diketahui, keenam korban yang melapor ke Polda Sumut antara lain Ida, Juli, L Br Purba, Aminuddin Harahap Nanggal dan Richa.

Dari keenam korban ini, total kerugian yang diderita masing-masing bercariasi. Ada yang puluhan juta, ada yang ratusan juta dan bahkan ada yang milyaran rupiah.(ari)

Nazaruddin Keliling di Asia Tenggara

Tersangka Kasus Suap Sesmenpora

JAKARTA-Bukan hanya dikabarkan bersembunyi di Bangil, Pasuruan, Jawa Timur dan Filipina, tersangka kasus suap Sesmenpora M. Nazaruddin ternyata sering berpindah dari satu negara ke negara lain di kawasan ASEAN. Menteri Luar Negeri (Menlu) Marty Natalegawa mengatakan, berdasarkan hasil konfirmasi dengan perwakilan di luar negeri, selain di Singapura, Nazaruddin sempat berada di Vietnam dan Malaysia.

“Pemberitahuan dari pemerintah Singapura bahwa yang bersangkutan sudah meninggalkan Singapura. Kita telusuri sempat berada di Vietnam, sempat berada di Malaysia,” ungkap Marty usai mengikuti sidang kabinet paripurna di Kantor Presiden, kemarin (7/7). Dua negara itu tercatat dalam satu rangkaian perjalanan Nazaruddin.

Dia mengatakan, sempat menerima informasi bahwa mantan Bendahara Umum Partai Demokrat itu berada di Filipina Rabu (6/7) malam. Saat itu juga dilakukan pengecekan melalui duta besar Indonesia di Filipina yang mengonfirmasikan ke pihak kepolisian setempat. “Dikonfirmasikan oleh pihak kepolisian dan imigrasi Filipina, berdasar data yang dimiliki, nama seperti itu (Nazaruddin, Red) tidak ada di imigrasi Filipina,” papar mantan Dubes RI untuk PBB itu.

Marty menegaskan, sistem terus bekerja melalui kantor-kantor perwakilan untuk mengetahui keberadaan Nazaruddin. Proses itu bahkan sudah dilakukan sebelum Nazaruddin ditetapkan sebagai tersangka. Namun saat ditanya posisi terakhir anggota Komisi VII DPR itu, Marty memilih tidak menjawab.

Begitu juga saat disebut Pakistan sebagai tempat persinggahan Nazaruddin, dia tidak menjawab tegas bahkan berbalik bertanya. “Oya, di Pakistan? Sekarang ini kita bekerja untuk bisa memastikan agar yang bersangkutan sesuai dengan keinginan dengan aparat penegak hukum bisa dikembalikan,” urainya.

Marty juga mengungkapkan, saat ini paspor biru yang merupakan paspor dinas milik Nazaruddin sebagai anggota DPR sudah dicabut. Namun dia tidak bisa memastikan apakah saat berangkat ke luar negeri, Nazaruddin masih menggunakan paspor biru. Bagaimana dengan kemungkinan Nazaruddin kembali tanpa proses imigrasi? Marty menjawab singkat. “Tentu harus melalui proses imigrasi.”

Di bagian lain, Menkum HAM Patrialis Akbar mengatakan, Sabtu besok (9/7) dirjen imigrasi akan mengecek langsung ke pihak imigrasi Singapura mengenai keberadaan Nazaruddin. Dia menolak jika langkah komunikasi langsung itu disebut terlambat dilakukan. “Mengecek itu kan nanti bisa dikonfirmasi, abis ini ke mana. Justru lebih bagus dong,” kata Patrialis di Kantor Presiden, kemarin.

Dia juga membantah jika pengecekan itu karena tidak percaya dengan laporan dari kementerian luar negeri Singapura. “Jangan ditafsirkan seperti itu. Cek dan ricek lah,” dalih Patrialis. Mantan anggota Komisi III DPR itu mengaku belum ada data yang diterima kementeriannya dari Singapura terkait dengan Nazaruddin.

Dia menegaskan, jika Nazaruddin sudah kembali ke Indonesia pasti akan terdeteksi dari paspornya. Saat ditanya apakah Nazaruddin memiliki paspor lebih dari satu, Patrialis menjawab sambil berkelakar. “Pastio dong (punya paspor lebih dari satu),” katanya.(fal/kuh/iro/jpnn)

Honorer Satpol PP Tidur di Jalan

BINJAI- Tak kunjung menerima honor, puluhan eks Honorer Satuan Polisi Pamong Praja (SatPol PP) Kota Binjai, kembali berunjukrasa di depan Kantor Wali Kota Binjai, Jalan Jenderal Sudirman, Kecamatan Binjai Kota, Kamis (7/7) sekitar pukul 11.00 WIB. Dalam aksinya, puluhan honorer Satpol PP ini, membawa sepanduk bertuliskan ‘bayarkan gaji kami selama 7 bulan’ dan tidur di tengah jalan.

Sambil tidur, eks honorer Satpol PP ini, meminta Pemko Binjai membayar gaji mereka selama 7 bulan, terhitung sampai Juli 2011.  Selain itu, mereka juga meminta diperkerjakan kembali dan minta teman mereka yang ditahan polisi dibebaskan.

Karena tak mendapat respon dari pemerintah setempat, mereka mengancam akan berunjukrasa setiap hari di depan Balai Kota. “Kalau permintaan kami tidak dipenuhi, kami akan terus melakukan aksi, karena gaji kami masih ditahan,” kata Hamdan, salah seorang pengunjukrasa.(dan)

Dirjen Kemenkes RI Kunjungi Bayi Atresia

MEDAN- Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes RI Dr Supriyantoro SpP MARS, mengunjungi Zaneta  (6 bulan), bayi penderita Atresia Biller di Lantai III Ruang Rindu, RSU Adam Malik, Medan, Kamis (7/7), bersama tim dokter RSCM Jakarta Pusat.

Dirjen Bina Upaya Kesehatan (BUK) Kemenkes RI Dr Supriyantoro SpP MARS mengungkapkan, kasus Atresia Biller, merupakan kasus langka yang terjadi dengan perbandingan 1:1.000 hingga 1.500.

“Atresia Biller merupakan penyumpatan saluran empedu yang menyebabkan gangguan fungsi hati. Kondisi Zaneta dan Tirta pada saat ini kurang baik, karena mereka baru mendapatkan penanganan pada usia 6 bulan. Sedangkan usia yang cocok untuk operasi, dilakukan pada bayi usia 2 bulan,” ucap Supriyantoro.

Supriyantoro menambahkan, operasi kasai diatas dua bulan, tergantung dengan kondisi hati pasien. “RSCM Jakarta Pusat sendiri telah melakukan operasi pada empat kasus, sejak 7 bulan lalu, dibantu dengan supervisi serta pakar dari China. Lanjut Supriyantoro, operasi kasai ini, memakan biaya Rp500-Rp800 juta. Mengenai gejalanya, diawali mata dan kulit kuning disertai BAB berwarna putih. (jon)

Polisi Minta Keterangan Saksi Ahli

MEDAN- Kepolisian Resor Kota (Polresta) Pematang Siantar, masih melengkapi Berita Acara Pemeriksaan (BAP) kasus pelecehan seksual Ketua Fraksi Hanura DPRD Sumut ZS, terhadap AT alias Oshin, di tempat hiburan malam di Pematang Siantar beberapa bulan lalu.

Saat ini, pihak kepolisian sedangkan meminta  keterangan saksi ahli untuk proses hukum.
“Dalam waktu dekat, penyidik Polresta Pematang Siantar akan melengkapi kasus tesebut dengan meminta keterangan saksi ahli,” ujar Kasubbid Pengelolaan Informasi dan Dokumen (PID) Polda Sumut AKBP MP Nainggolan, Kamis (7/7).

Dijelaskannya, setelah proses tersebut siap, maka pihak kepolisian akan sesegera mungkin, melayangkan  surat izin permohonan pemeriksaan kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri) untuk memeriksa ZS.

Dalam kasus ini, pria yang juga Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Hanura Sumut tersebut, disangka melanggar Pasal 281 KUHPidana tentang pelecehan seksual.

“Kita akan meminta Kapolresta Pematang Siantar, untuk membuat surat permohonan izin pemeriksaan terhadap yang bersangkutan untuk dikirim ke Kapolda dan diteruskan ke Mendagri. Ini demi kepentingan penyidikan,” tandasnya.

Diketahui, kasus pelecehan seksual melibatkan anggota DPRD Sumut ZS, dilakukan gelar perkara untuk kali kedua di Mapolda Sumut, Senin (20/6).
Dari gelar perkara itu, diketahui dugaan tindak pidana pelecehan seksual terhadap Oshin. Sehingga, proses penyidikan terus dilanjutkan ke kejaksaan.

Kasus pelecehan seksual tersebut juga telah direkonstruksi Polresta Pematang Siantar di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Hall Laponta Karaoke Siantar Hotel, Pematang Siantar.(ari)