Home Blog Page 15

Harlah Pancasila: Komarudin Watubun dan Rapidin Simbolon Buka Soekarno Cup U-17 Sumut 2026 di Sergai

Pembukaan turnamen skala regional ini ditandai lewat tendangan pertama (kick-off) yang dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan sekaligus Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun.
Pembukaan turnamen skala regional ini ditandai lewat tendangan pertama (kick-off) yang dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan sekaligus Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun.

SERDANG BEDAGAI, SUMUT POS – Turnamen sepak bola Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumatera Utara (Sumut) 2026 resmi bergulir di Lapangan PT Fajar Agung, Desa Bengabing, Kecamatan Pegajahan, Kabupaten Serdang Bedagai, Senin (1/6/2026). Kompetisi ini memperebutkan hadiah pembinaan total sebesar Rp50 juta sekaligus menjadi ajang seleksi bagi tim pemenang untuk mewakili Provinsi Sumut ke tingkat nasional di Jawa Timur pada Agustus 2026 mendatang.

Pembukaan turnamen skala regional ini ditandai lewat tendangan pertama (kick-off) yang dilakukan Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Kehormatan sekaligus Ketua Panitia Nasional Soekarno Cup, Komarudin Watubun. Seremonial pembukaan tersebut disaksikan langsung oleh ratusan penonton, jajaran ofisial tim, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut Rapidin Simbolon, serta Bupati Serdang Bedagai Darma Wijaya.

Dalam pengarahannya, Komarudin Watubun menegaskan, esensi utama dari penyelenggaraan Soekarno Cup tidak hanya berfokus pada hasil akhir pertandingan. Turnamen ini dirancang sebagai instrumen strategis untuk pembentukan karakter, kedisiplinan, semangat juang, dan rasa nasionalisme generasi muda melalui medium olahraga sepak bola.

“Pertandingan ini menjadi bagian dari proses seleksi untuk menentukan tim terbaik yang akan mewakili Sumatera Utara pada Soekarno Cup tingkat nasional di Jawa Timur nanti. Namun yang paling penting adalah bagaimana kita membangun karakter generasi muda yang kuat, berjiwa pejuang, dan mencintai bangsanya,” ujar Komarudin saat membuka acara.

Komarudin juga merefleksikan kembali visi historis Presiden pertama RI, Bung Karno, yang menempatkan sepak bola sebagai alat pemersatu bangsa dan simbol martabat negara di kancah internasional. Semangat sejarah itulah yang ingin dihidupkan kembali agar kompetisi di tingkat akar rumput ini mampu melahirkan talenta profesional yang kelak memperkuat Tim Nasional Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua DPD PDI Perjuangan Sumut, Rapidin Simbolon, mengumumkan pemberian stimulus finansial senilai Rp50 juta dari pihak DPD sebagai dana pembinaan bagi tim peraih podium juara pertama. Tak hanya itu, mantan Bupati Samosir ini memastikan kesiapan struktur partainya untuk menggalang aksi gotong royong guna memfasilitasi kebutuhan logistik dan akomodasi keberangkatan tim perwakilan menuju putaran final di Jawa Timur.

“Kami menyiapkan hadiah Rp50 juta sebagai bentuk penghargaan sekaligus penyemangat. Jika rezeki ada, kita akan gotong royong mempersiapkan keberangkatan delegasi Sumut dengan sebaik-baiknya agar mereka bisa tampil maksimal di level nasional,” kata Rapidin. Ia juga mengimbau seluruh atlet untuk memprioritaskan nilai sportivitas, kepatuhan pada regulasi, serta menjaga kedisiplinan sebagai modal fundamental seorang olahragawan.

Bupati Serdang Bedagai, Darma Wijaya, menyampaikan apresiasi atas penunjukan wilayahnya sebagai tuan rumah. Menurut Darma, kehadiran turnamen ini membuktikan bahwa kantong-kantong potensi sepak bola tidak hanya terpusat di kawasan metropolitan, melainkan tumbuh subur di wilayah pedesaan dan daerah perkebunan. Kesiapan Serdang Bedagai menjadi representasi dukungan daerah terhadap iklim pembinaan usia dini yang kompetitif dan aman.

Berdasarkan laporan teknis Ketua Panitia Pelaksana, Darma Sutra, turnamen Liga Kampung Soekarno Cup U-17 Sumut 2026 ini diikuti delapan tim delegasi dari berbagai kabupaten/kota. Delapan daerah yang mengirimkan timnya meliputi Kabupaten Serdang Bedagai, Kota Tebing Tinggi, Kabupaten Batu Bara, Kabupaten Langkat, Kota Binjai, Kota Medan, Kabupaten Deli Serdang, dan Kabupaten Tapanuli Utara.

Kedelapan tim tersebut dibagi dalam dua grup, yakni Grup A yang dihuni, Serdang Bedagai, Deliserdang, Medan, dan Batubara. Sedangkan Grup B terdiri dari, Tebing Tinggi, Tapanuli Utara, Binjai, dan Langkat

Seluruh rangkaian pertandingan dijadwalkan berlangsung selama sepuluh hari, terhitung sejak tanggal 1 hingga 10 Juni 2026 di Lapangan PT Fajar Agung. Kompetisi ini diproyeksikan menjadi jembatan awal bagi para pesepak bola muda di wilayah Sumatera Utara untuk meniti karier ke jenjang prestasi yang lebih tinggi di tingkat nasional. (adz)

Dr Dimas Sofani Lubis: Masyarakat Harus Bangga dengan Pancasila

BERSAMA: dr Dimas Sofani Lubis bersama masyarakat usai menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos).
BERSAMA: dr Dimas Sofani Lubis bersama masyarakat usai menggelar kegiatan Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026). (Markus Pasaribu/Sumut Pos).

Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa yang patut untuk dibanggakan seluruh warga negara Indonesia, tak terkecuali masyarakat Kota Medan.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Golkar, dr Dimas Sofani Lubis saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Jalan Nusa Indah, Kelurahan Asam Kumbang, Kecamatan Medan Selayang, Minggu (31/5/2026).

“Pancasila merupakan dasar negara dan ideologi bangsa. Kita sebagai masyarakat harus bangga dengan Pancasila,” ucap dr Dimas dalam kesempatan yang dihadiri Camat Medan Selayang, Muhammad Husnul Hafiz Rambe, Lurah Asam Kumbang, Reyza Fahlevy Lubis, dan Dosen Fakultas Fisip USU, Dadang Darmawan Pasaribu itu.

Dikatakan Anggota Komisi III DPRD Kota Medan itu, Pancasila pernah diperkenalkan secara langsung oleh Presiden pertama Republik Indonesia, Ir Soekarno di depan negara-negara PBB.

“Saat Ir Soekarno menyampaikan konsep dan nilai-nilai yang terkandung di dalam Pancasila di hadapan PBB, Pancasila ini mendapatkan sambutan hangat dari dunia. Dunia menilai Pancasila sebagai sebuah konsep dasar negara yang sangat baik, maka kita sebagai warga negara patut untuk membanggakan Pancasila,” ujarnya.

Dr Dimas mengatakan, Pancasila bukan hanya sekadar dasar negara dan ideologi bangsa. Akan tetapi, Pancasila juga merupakan alat pemersatu bangsa dari kondisi rakyat yang majemuk.

“Indonesia ini terdiri dari berbagai suku bangsa, agama dan golongan. Indonesia sangat majemuk, sangat beranekaragam. Tetapi dengan Pancasila, seluruh perbedaan itu dapat dipersatukan dengan sempurna di dalam semboyan Bhineka Tunggal Ika. Perbedaan justru menjadi kekuatan bagi bangsa Indonesia,” katanya.

Dr Dimas berharap, kedepan seluruh warga negara Indonesia, khususnya masyarakat Kota Medan dapat menjunjung tinggi nilai-nilai luhur yang terkandung di dalam Pancasila sesuai cita-cita para pendiri bangsa. “Mari kita amalkan Pancasila dalam hidup bermasyarakat, berbangsa dan bernegara,” pungkasnya.

Sementara itu, dosen Fakultas FISIP Universitas Sumatera Utara, Dadang Darmawan Pasaribu yang bertindak sebagai pembicara pada kegiatan itu mengatakan bahwa wawasan kebangsaan merupakan cara pandang warga negara dalam melihat kondisi bangsa saat ini.

“Sayangnya, saat ini banyak masyarakat yang tidak memiliki wawasan kebangsaan. Untuk itu, seluruh masyarakat wajib meningkatkan wawasan kebangsaannya. Kita harus memahami apa yang terjadi dengan bangsa kita saat ini,” tuturnya.

Sepakat dengan apa yang disampaikan dr Dimas, Dadang Darmawan juga mengajak masyarakat untuk berbangga hati dengan Pancasila sebagai ideologi bangsa.

“Di hadapan PBB, Ir Soekarno bahkan mengatakan bahwa Pancasila yang berbicara tentang ketuhanan, kemanusiaan, persatuan, kerakyatan dan musyawarah mufakat, serta tentang keadilan sosial sebagai solusi dari permasalahan yang dihadapi bangsa-bangsa di dunia. Sebagai warga negara, kita harus bangga dengan Pancasila,” pungkasnya. (map/ila)

Pangdam I/BB Pimpin Sertijab Danyonif 100/PS

SERTIJAB: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa saat memimpin acara Sertijab Danyonif 100/PS, di Makodam I/BB. (Kodam I/BB)
SERTIJAB: Pangdam I/BB, Mayjen TNI Hendy Antariksa saat memimpin acara Sertijab Danyonif 100/PS, di Makodam I/BB. (Kodam I/BB)

Pangdam I/Bukit Barisan (BB), Mayjen TNI Hendy Antariksa memimpin acara Serah Terima Jabatan (Sertijab) Komandan Batalyon Infanteri (Danyonif) 100/Prajurit Setia, di Gedung AH Nasution Lantai II Makodam I/BB, Selasa (2/6).
Kegiatan ini merupakan bagian dari pembinaan organisasi TNI Angkatan Darat (AD) sekaligus regenerasi kepemimpinan untuk menjaga kesinambungan kinerja dan profesionalisme satuan.

Dalam amanatnya, Pangdam Hendy menegaskan, bahwa serah terima jabatan bukan sekadar momentum seremonial pergantian komandan. Menurutnya, kegiatan tersebut merupakan bagian dari dinamika pembinaan organisasi yang bertujuan meningkatkan profesionalisme prajurit dan kualitas kepemimpinan agar satuan terus berkembang serta siap menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks di masa mendatang.

Ia menyampaikan apresiasi dan penghargaan kepada Letkol Inf Agus Muchtadi atas dedikasi, loyalitas, dan pengabdiannya selama memimpin Yonif 100/PS.

“Berbagai capaian positif berhasil diraih, baik dalam bidang latihan, pembinaan personel maupun pembinaan satuan, sehingga Yonif 100/PS tetap solid, disiplin, dan berprestasi. Pengalaman dan keberhasilan yang diperoleh selama menjabat diharapkan menjadi bekal berharga dalam mengemban tugas baru sebagai Dandim 0207/Simalungun,” katanya.

Sementara itu, kepada Letkol Inf Amirul Husin yang dipercaya sebagai Danyonif 100/PS yang baru, Pangdam Hendy mengucapkan selamat atas amanah yang diberikan pimpinan.

Ia menegaskan, bahwa jabatan tersebut bukan hanya sebuah kehormatan, tetapi juga tanggung jawab besar yang menuntut keteladanan, kepekaan, serta kemampuan manajerial yang matang.

“Saya berharap, Danyonif yang baru mampu melanjutkan berbagai capaian positif yang telah diraih sekaligus meningkatkan kualitas pembinaan satuan, sehingga Yonif 100/PS tetap menjadi satuan yang berprestasi, profesional, dan siap melaksanakan setiap tugas yang dipercayakan negara,” harapnya.

Usai pelaksanaan sertijab, Pangdam Hendy memberikan cenderamata kepada pejabat lama serta ucapan selamat kepada pejabat yang baru. (dwi/ila)

Verifikasi 10.000 Data Rampung pada Program PKH Medan Makmur, Ditargetkan Cair Akhir Juni

Kepala Dinsos Kota Medan Khoiruddin Rangkuti.
Kepala Dinsos Kota Medan Khoiruddin Rangkuti.

Program Keluarga Harapan (PKH) Medan Makmur yang digagas Pemerintah Kota Medan ditargetkan mulai direalisasikan pada akhir Juni 2026. Saat ini, Dinas Sosial (Dinsos) Kota Medan masih melakukan proses verifikasi ulang terhadap 10.000 data calon penerima bantuan yang telah diusulkan dari 21 kecamatan.

Kepala Dinsos Kota Medan Khoiruddin Rangkuti, mengatakan proses verifikasi dilakukan untuk memastikan bantuan benar-benar diterima masyarakat yang berhak dan belum pernah mendapatkan bantuan serupa dari pemerintah.

“Datanya sudah masuk semua, saat ini sedang kita filter dan periksa. Acuan utamanya adalah desil kesejahteraan dan syarat usia penerima bantuan, khususnya lansia yang minimal berusia 60 tahun,” ujarnya, Selasa (2/6/2026).

Menurut Khoiruddin, apabila ditemukan data yang tidak memenuhi syarat, pihaknya akan segera berkoordinasi dengan kecamatan untuk melakukan penggantian calon penerima. Langkah tersebut dilakukan agar program yang menjadi salah satu perhatian Pemko Medan itu dapat berjalan tepat sasaran.

Ia menegaskan, arahan Wali Kota Medan adalah memastikan bantuan diberikan kepada warga yang selama ini belum tersentuh program bantuan sosial pemerintah.

“Kita ingin bantuan ini benar-benar dirasakan masyarakat yang membutuhkan. Karena itu proses seleksi dilakukan lebih ketat agar tidak terjadi salah sasaran,” katanya.

Setelah proses verifikasi selesai, seluruh data calon penerima akan diajukan kepada Wali Kota Medan untuk diterbitkan Surat Keputusan (SK) sebagai dasar pelaksanaan program.

“Targetnya minggu depan sudah kita ajukan dan bisa segera di-SK-kan oleh Pak Wali Kota. Jika seluruh proses berjalan lancar, kemungkinan akhir Juni 2026 program ini sudah mulai berjalan,” jelasnya.

Khoiruddin mengakui realisasi program mengalami sedikit penyesuaian dari target awal yang direncanakan pada awal Juni. Hal itu disebabkan adanya sejumlah tahapan administrasi yang harus dilalui mulai dari tingkat kelurahan, kecamatan hingga Dinas Sosial.

Selain itu, calon penerima bantuan juga harus mengurus pembukaan rekening dan buku tabungan di Bank Sumut sebagai sarana penyaluran bantuan.

“Ada beberapa proses administrasi yang harus diselesaikan. Ditambah lagi pengurusan rekening bagi calon penerima bantuan yang jumlahnya cukup banyak. Namun pada prinsipnya, kami terus berupaya agar program ini bisa segera terealisasi,” ungkapnya.

Program PKH Medan Makmur sendiri diluncurkan Pemko Medan sebagai bentuk kepedulian terhadap kelompok rentan. Melalui program tersebut, sebanyak 10.000 warga lanjut usia dan penyandang disabilitas yang belum pernah menerima bantuan pemerintah akan memperoleh bantuan tunai sebesar Rp200.000 setiap bulan. (map/ila)

Selamatkan Anak dari Bahaya Narkoba, Muslim: Orangtua Garda Terdepan

PEMBINAAN: Anggota DPRD Kota Medan, Dr H Muslim M.S.P saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan, Minggu (31/5/2026).
PEMBINAAN: Anggota DPRD Kota Medan, Dr H Muslim M.S.P saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan di Kelurahan Tangkahan, Medan Labuhan, Minggu (31/5/2026).

MEDAN – Setiap orangtua berkewajiban dalam menyelamatkan generasi muda dari bahaya narkoba. Untuk itu, seluruh orangtua harus menjadi garda terdepan dalam menyelamatkan anak-anaknya agar tidak terjerumus oleh barang haram tersebut.

Hal itu diungkapkan Anggota DPRD Kota Medan dari Fraksi Partai Demokrat, Dr. H. Muslim Harahap M.S.P saat menggelar Pembinaan Ideologi Pancasila dan Wawasan Kebangsaan dengan tema ‘Pencegahan Narkoba Melalui Peran Orangtua untuk Menyelamatkan Akhlak Generasi Muda’ di Jalan Rawe II No.136, Kelurahan Tangkahan, Kecamatan Medan Labuhan, Minggu (31/5/2026).

“Sebagai orangtua, kita harus menjadi garda terdepan dalam mencegah dan menyelamatkan anak-anak kita, para generasi bangsa dari bahaya narkoba,” ucap Muslim.

Dijelaskan Muslim, Pancasila mengajarkan setiap warga negara untuk menjadi manusia yang beradab. Sementara, narkoba kerap menjadikan para generasi muda menjadi manusia yang tidak beradab dan tidak bermoral. “Mulai sekarang, nilai-nilai Pancasila harus kita tanamkan kembali kepada anak-anak kita. Bukan hanya di sekolah, tetapi nilai-nilai luhur Pancasila juga harus kita tanamkan di keluarga,” ujarnya.

Diterangkan Muslim, saat ini Sumatera Utara masih menjadi wilayah dengan tingkat peredaran narkoba paling tinggi di Indonesia. Akan tetapi, panti rehabilitasi yang disiapkan pemerintah di Sumatera Utara, khususnya di Kota Medan masih sangat terbatas.

“Panti rehabilitasi di Kota Medan masih sangat terbatas, hal ini harus menjadi perhatian pemerintah. Hingga saat ini, ada banyak orangtua yang ingin anaknya direhabilitasi namun belum bisa dilakukan karena minimnya tempat rehabilitasi milik pemerintah,” terangnya.

Ke depan, Muslim berharap Pemprov Sumut maupun Pemko Medan dapat menambah panti rehabilitasi di Kota Medan. Dengan harapan, para generasi muda di Kota Medan yang sempat terjerumus dapat segera diselamatkan dari bahaya narkoba.

Pada kesempatan itu, Muslim turut menghadirkan narasumber dari Garnizun Kota Medan. Narasumber tersebut memaparkan tentang bahaya narkoba hingga tanda-tanda atau ciri-ciri pengguna narkoba serta cara pencegahannya.

“Mari kita berjuang bersama dalam menyelamatkan anak-anak kita dari bahaya narkoba. Narkoba musuh kita bersama. Perangi narkoba, berantas narkoba,” pungkasnya. (map/ila)

Hakim Belum Rampungkan Perkara Korupsi ISP Taput, Putusan Eks GM ICON+ Ditunda

SIDANG PENUNDAAN: GM PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) SBU Regional Sumbagut, Agus Widya Santoso, saat menjalani sidang penundaan, Selasa (2/6). (Dok: Gusman/Sumut Pos)
SIDANG PENUNDAAN: GM PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) SBU Regional Sumbagut, Agus Widya Santoso, saat menjalani sidang penundaan, Selasa (2/6). (Dok: Gusman/Sumut Pos)

MEDAN – Majelis hakim Pengadilan Tipikor Medan menunda pembacaan putusan terhadap mantan General Manager (GM) PT Indonesia Comnets Plus (ICON+) SBU Regional Sumbagut, Agus Widya Santoso, dalam perkara dugaan korupsi pengadaan layanan internet di Dinas Komunikasi dan Informatika (Kominfo) Kabupaten Tapanuli Utara (Taput).

Penundaan dilakukan karena majelis hakim menyatakan putusan perkara tersebut belum rampung disusun. Sidang yang semula dijadwalkan digelar pada Selasa (2/6) itu, akan kembali dilanjutkan pada 8 Juni 2026 mendatang.

“Seharusnya sidang putusan hari ini, namun majelis hakim menunda karena putusan belum siap,” ujar Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kinata usai persidangan di Pengadilan Tipikor Medan.

Perkara ini menyoroti dugaan penyimpangan pengadaan layanan Internet Service Provider (ISP) melalui sistem e-Katalog pada Dinas Kominfo Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2020.

Dalam tuntutannya, JPU Kejaksaan Negeri Tapanuli Utara meminta majelis hakim menjatuhkan hukuman 1 tahun 3 bulan penjara terhadap Agus Widya Santoso serta denda Rp50 juta subsider tiga bulan kurungan.

Jaksa menilai terdakwa terbukti melakukan tindak pidana korupsi secara bersama-sama sebagaimana diatur dalam Pasal 3 Undang-Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi.

Selain pidana badan, jaksa juga meminta hakim merampas uang titipan pengembalian kerugian negara sebesar Rp457,7 juta yang telah disetorkan terdakwa ke rekening penampungan Kejari Taput untuk disetorkan ke kas negara.

Dalam dakwaan disebutkan, Agus diduga berperan dalam mengarahkan proses pengadaan layanan internet dengan memerintahkan tim pemasaran PT Indonesia Comnets Plus berkoordinasi terlebih dahulu dengan pejabat Kominfo Taput sebelum proses pemesanan dilakukan melalui e-Katalog.

Jaksa juga mengungkap adanya layanan yang diberikan di luar surat pesanan, serta penandatanganan berita acara pemeriksaan hasil pekerjaan yang menyatakan pekerjaan selesai 100 persen meski penggunaan layanan pada 57 titik pemasangan tidak sesuai dengan pembayaran yang dilakukan.

Kasus ini turut menyeret mantan Kepala Dinas Kominfo Tapanuli Utara Polmudi Sagala dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) Hanson Einstein Siregar.

Berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Sumatera Utara, dugaan penyimpangan tersebut mengakibatkan kerugian keuangan negara sebesar Rp457.759.232. (man/azw)

Polda Sumut Gelar Apel Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026

APEL PASUKAN: Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6). (Istimewa/Sumut Pos)
APEL PASUKAN: Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan saat memimpin Apel Gelar Pasukan Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6). (Istimewa/Sumut Pos)

MEDAN – Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Polda Sumut) resmi memulai Operasi Kepolisian Kewilayahan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) U-19 Toba 2026, dengan menggelar Apel Gelar Pasukan, di Lapangan KS Tubun Mapolda Sumut, Senin (1/6).

Sebanyak 2.081 personel gabungan disiagakan untuk mengawal perhelatan sepak bola internasional yang diikuti 11 negara Asia Tenggara dan Australia tersebut.

Apel dipimpin Wakapolda Sumut, Brigjen Pol Sonny Irawan, mewakili Kapolda Sumut Irjen Pol Whisnu Hermawan Februanto.

Dalam amanat Kapoldasu yang dibacakan Wakapolda Sonny, ditegaskan bahwa penunjukan Sumut sebagai tuan rumah ASEAN U-19 Boys Bank Sumut Championship 2026 merupakan kehormatan sekaligus amanah besar yang harus dijaga bersama.

“Keberhasilan penyelenggaraan event ini bukan hanya menjadi kebanggaan Sumatera Utara, tetapi juga membawa nama baik Indonesia di mata dunia internasional,” kata Sonny saat membacakan amanat Kapoldasu.

Ia menambahkan, operasi ‘ASEAN U19 Toba-2026’ digelar selama 13 hari, mulai 1-13 Juni 2026. Pengamanan melibatkan 1.320 personel Polri dan 761 personel dari instansi terkait, dengan pola pengamanan terpadu yang mengedepankan langkah preventif, preemtif, deteksi dini, serta penegakan hukum.

“Ribuan personel tersebut akan mengamankan seluruh rangkaian kegiatan, mulai dari kedatangan delegasi di Bandara Internasional Kualanamu, hotel tempat menginap peserta, lokasi latihan, hingga stadion yang menjadi arena pertandingan,” tambahnya.

Turnamen ASEAN U-19 tahun ini, jelasnya, akan diikuti oleh Indonesia, Vietnam, Timor Leste, Myanmar, Thailand, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, Australia, Kamboja, dan Filipina. Pertandingan dipusatkan di Stadion Utama Sumut, Stadion Madya Sumut, serta Stadion Teladan.

Adapun, laga perdana Timnas Indonesia melawan Myanmar yang digelar Senin malam menjadi salah satu fokus utama pengamanan. Selain pertandingan fase grup, aparat juga bersiap mengawal babak semifinal hingga final yang akan berlangsung pada 13 Juni 2026.

Dalam arahannya, Sonny meminta seluruh personel menjaga profesionalisme dan mengedepankan pelayanan humanis selama bertugas. Ia mengingatkan bahwa perhatian publik, termasuk tamu dan delegasi internasional, akan tertuju kepada Sumut selama turnamen berlangsung.

Berbagai potensi gangguan keamanan juga menjadi perhatian serius, mulai dari pencurian kendaraan bermotor di area parkir, gangguan terhadap suporter, hingga potensi keributan antarpendukung.

“Seluruh titik yang menjadi pusat aktivitas peserta dan tamu negara merupakan objek vital yang harus diamankan secara maksimal. Tingkatkan kepekaan, kesiapsiagaan, dan pelayanan kepada masyarakat agar seluruh rangkaian kegiatan berjalan aman, lancar, dan kondusif,” tegasnya.

Dengan dimulainya Operasi ASEAN U-19 Toba 2026, pihaknya memastikan seluruh kekuatan pengamanan telah disiapkan untuk menyukseskan pesta sepak bola internasional tersebut.

“Keamanan yang terjaga diharapkan tidak hanya menjamin kelancaran pertandingan, tetapi juga memperkuat citra Sumatera Utara sebagai tuan rumah yang aman, ramah, dan siap menyelenggarakan event bertaraf internasional,” pungkasnya. (dwi/tri)

Warga Sekitar Tak Keberatan Keberadaan Pabrik Kecap di Jalan Bono

NYATAKAN: Warga di Jalan Bono Lingkungan 9, Glugur Darat 1, Medan Timur menyatakan tidak keberatan atas keberadaan pabrik kecap di lingkungan mereka.
NYATAKAN: Warga di Jalan Bono Lingkungan 9, Glugur Darat 1, Medan Timur menyatakan tidak keberatan atas keberadaan pabrik kecap di lingkungan mereka.

MEDAN – Warga di Jalan Bono Lingkungan 9, Glugur Darat 1, Kecamatan Medan Timur mengaku tidak keberatan atas keberadaan pabrik kecap di lingkungan mereka. Warga menyebutkan, sejak berdiri di tahun 1965 warga dan pihak pengusaha tidak pernah ada saling sengketa.

Selain itu, warga pun mengaku tidak pernah merasa terganggu dengan aktivitas pabrik tersebut “Hubungan kami dengan pihak pabrik (kecap) baik-baik saja selama ini, kami tidak pernah keberatan atas keberadaan pabrik tersebut di lingkungan kami,” ucap Azwar Al Aras mewakili warga, Selasa (2/6/2026) di kantor DPRD Kota Medan.

Dia juga menjelaskan bahwa warga tidak pernah memberi mandat kepada pihak mana pun untuk berunjuk rasa, baik ke DPRD Kota Medan maupun ke pabrik kecap di Jalan Bono.

“Kami justru tidak mengenal para mahasiswa yang berunjuk rasa itu, mereka bukan warga Jalan Bono,” ujar warga lainnya, Nuromah yang tinggal tepat di depan pabrik kecap tersebut.

Diakui Nurohmah, saat pabrik kecap tersebut beroperasi, aroma pengolahan kecap terasa sampai ke rumah warga.

“Memang kalau pas mereka merebus kacang, angin membawa bau kacang ke lingkungan rumah kami. Demikian juga ketika merebus gula merah, bau gula merahnya terbawa angin. Tetapi baunya tidak sampai mengganggu kami, masih dalam batas wajar,” ujarnya.

Sementara itu, Hansen mewakili perusahan kecap cap “Hati Angsa” itu mengatakan bahwa pihaknya akan selalu mengikuti peraturan yang berlaku. AMDAL pabrik tersebut selalu diperiksa institusi terkait secara berkala, baik limbah darat maupun polusi.”Begitu pun, jika masih ada kekurangan administrasi, kami akan lengkapi lagi,” kata Hansen.

Dijelaskan Hansen, pihaknya tidak pernah dimintai uang ataupun memberikan uang kepada Komisi IV DPRD Kota Medan agar pabrik mereka tetap beroperasi. “Kami tidak pernah dimintai uang ataupun memberikan uang kepada Komisi IV DPRD Medan,” jelasnya.

Sementara itu, Ketua Komisi 4 DPRD Kota Medan, Paul Mei Anton Simanjuntak menyatakan, Komisi 4 merekomendasikan kepada pemilik pabrik untuk mengurus semua perizinan yg dibutuhkan.

Paul juga menegaskan bahwa dalam hal pengambilan keputusan, dirinya tidak bisa bertindak sendiri meskipun dirinya merupakan ketua komisi.

“Saya memang Ketua Komisi 4, tetapi keputusan harus diambil bersama-sama, kolektif kolegial dan setelah tadi kita rapat internal, kita rekomendasikan agar pihak perusahaan memgurus seluruh perijinan pabrik tersebut,” katanya didampingi anggota Komisi 4 Lailatul Badri. (map/ila)

 

Melalui Program RTLH, Kodam 1/BB Bangun Rumah Samueli Buulolo

PENGERJAAN: Prajurit TNI AD saat mengerjakan pembangunan rumah milik Samueli Buulolo, di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli. Istimewa/Sumut Pos
PENGERJAAN: Prajurit TNI AD saat mengerjakan pembangunan rumah milik Samueli Buulolo, di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli. Istimewa/Sumut Pos

MEDAN – Program rehabilitasi Rumah Tidak Layak Huni (RTLH) bantuan Presiden Republik Indonesia (RI), Prabowo Subianto terus bergulir melalui Karya Bakti TNI Skala Besar Tahun 2026, yang dilaksanakan Kodam I/Bukit Barisan (BB).

Di wilayah Kodim 0213/Nias, personel Satgas Karya Bakti TNI mulai mengerjakan pembangunan rumah milik Samueli Buulolo, di Desa Simandraolo, Kecamatan Gunungsitoli, Selasa (2/6).

Pembangunan rumah tersebut merupakan salah satu sasaran RTLH yang dikerjakan Satgas Karya Bakti TNI bersama Korem 023/Kawal Samudera. Rumah milik Samueli Buulolo yang sebelumnya berukuran 5×6 meter direhabilitasi dan diperluas menjadi 6×6 meter agar lebih layak huni dan memberikan kenyamanan bagi keluarga penerima manfaat.

Pada hari ini (Selasa), personel Satgas melaksanakan pemasangan pondasi sebagai tahap awal pembangunan. Berdasarkan laporan di lapangan, progres pengerjaan rumah telah mencapai 23 persen. Kegiatan tersebut melibatkan personel dari Yonzipur 1/DD, Yon TP 903/Baluseda, dan Koramil 10/Lolowau.

Pengerjaan dilakukan secara gotong royong dengan memanfaatkan peralatan kerja sederhana seperti sekop dan angkong. Kehadiran personel TNI di lokasi diharapkan dapat mempercepat penyelesaian pembangunan sekaligus memastikan kualitas hasil pekerjaan sesuai dengan sasaran program yang telah ditetapkan.

Kapendam I/BB Kolonel Inf Sandy mengatakan, program RTLH bantuan Presiden Prabowo Subianto merupakan bentuk kepedulian pemerintah dalam membantu masyarakat memperoleh hunian yang layak.

“Melalui Karya Bakti TNI Skala Besar, TNI hadir untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat,” katanya.

Program ini, sambung Sandy, tidak hanya membangun rumah, tetapi juga menumbuhkan semangat gotong royong dan memperkuat kemanunggalan TNI dengan rakyat.

“Kami berharap rumah yang dibangun ini dapat memberikan kenyamanan dan kehidupan yang lebih baik bagi Bapak Samueli Buulolo beserta keluarganya,” ujarnya. (dwi/azw)

Pemerintah Kota Tebingtinggi Bersama Forkopimda Upacara Hari Lahir Pancasila, Kapolres Tegaskan Nilai Persatuan

UPACARA: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Forkopimda dan jajaran pejabat daerah usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Senin (1/6). (Azan purba/sumutpos)
UPACARA: Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama Forkopimda dan jajaran pejabat daerah usai mengikuti Upacara Hari Lahir Pancasila 2026 di Lapangan Merdeka Tebingtinggi, Senin (1/6). (Azan purba/sumutpos)

TEBINGTINGGI – Wali Kota Tebingtinggi H Iman Irdian Saragih bersama unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menghadiri upacara peringatan Hari Lahir Pancasila Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Merdeka, Kota Tebingtinggi, Senin (1/6).

Upacara berlangsung khidmat dengan Kapolres Tebingtinggi AKBP Rina Frillya SIK, bertindak sebagai inspektur upacara.

Hadir pula Ketua DPRD Tebingtinggi Sakti Khadaffi Nasution, Wakapolres Rudi Syahputra, Pabung Kodim 0204/DS Kapt. Inf PM Simanjuntak, Danyon B Sat Brimob Polda Sumut Kompol Bima Anggalaksana, serta Sekretaris Daerah Kota Tebingtinggi Erwin Suheri Damanik.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Rina Frillya membacakan pidato Kepala Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) RI Prof Drs Yudian Wahyudi MA PhD dengan tema peringatan tahun ini ‘Pancasila Pemersatu Bangsa, Fondasi Perdamaian Dunia’.

Dalam amanatnya disampaikan bahwa Pancasila merupakan bintang penuntun yang telah terbukti menjaga ketangguhan bangsa di tengah berbagai tantangan global sekaligus menjadi perekat keberagaman Indonesia.

“Peringatan Hari Lahir Pancasila bukan sekadar seremonial tahunan, tetapi momentum untuk memastikan nilai-nilai Pancasila tetap hidup dan menjadi pedoman dalam kehidupan berbangsa dan bernegara,” ujar Kapolres saat membacakan amanat Kepala BPIP.

Melalui amanat tersebut, seluruh elemen masyarakat, khususnya generasi muda, diajak menjadikan Pancasila sebagai ideologi yang hidup dan diwujudkan dalam tindakan nyata. Nilai-nilai kemanusiaan, persatuan, musyawarah, dan keadilan sosial dinilai semakin relevan dalam menghadapi berbagai tantangan nasional maupun global.

Pidato tersebut juga menegaskan peran Indonesia dalam mewujudkan perdamaian dunia melalui kontribusi pasukan perdamaian PBB, keterlibatan dalam mediasi konflik regional, serta konsistensi memperjuangkan keadilan bagi bangsa-bangsa yang masih terjajah.

Upacara diikuti jajaran instansi vertikal, kepala organisasi perangkat daerah (OPD), camat, lurah, aparatur sipil negara (ASN), serta berbagai unsur masyarakat. Peringatan Hari Lahir Pancasila 2026 di Kota Tebingtinggi menjadi momentum untuk meneguhkan kembali komitmen kebangsaan serta memperkuat semangat persatuan dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia.(mag-3/azw)