31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 15035

Digandeng Fachri Akbar

Luna Maya

Kabarnya, Luna Maya dan Fachri Albar sering berduaan menjenguk bekas Pemred Majalah Playboy Erwin Arnada saat ditahan di Lapas Cipinang. Kedekatan itu mengulang memori cinta mereka beberapa tahun
silam.

Hidup Ariel ‘Peterpan’ di bui bisa jadi makin tidak tenang mendengar kabar ini. Sang kekasih, Luna Maya, disebut-sebut mulai lengket lagi dengan bekas pacarnya, Fachri Albar. Bisa benar, bisa juga cuma gosip. Tapi setidaknya Luna dan Fachri sudah kepergok jalan bareng, ikut menyambut bekas Pemimpin Redaksi Majalah Playboy Erwin Arnada saat baru dibebaskan dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Cipinang Jakarta Timur, Jumat (24/6)n
Pemandangan di siang hari itu cukup menarik perhatian. Sekitar pukul 11.45, Luna datang bersama Fachri, dan sutradara Joko Anwar. Luna datang dengan gaya casualnya. Ia mengenakan kemeja lengan pendek bermotif tutul dan celana jeans ketat. Senada dengan Luna, Fachri yang kini berpacaran dengan Marscha Timothy, terlihat santai dengan kemeja putihnya. Keduanya tampak kompak menyambut detik-detik pembebasan Erwin Arnada.

Menurut pengakuan pemilik sebuah kantin di Lapas, bukan kali pertama Luna dan Fachri mendatangi Lapas tersebut. Sebelumnya, mereka juga sering terlihat datang bersama untuk menjenguk Erwin.
“Luna dan Fachri juga datang jenguk Pak Erwin,” ujar pemilik kantin di Lapas tersebut.

Manajer Luna Maya, Vita saat dikonfirmasi membantah Luna balik ke pelukan Fachri. Dia bilang, hubungan Luna dan Fachri sebatas teman biasa. “Aduh, itu gosip. Nggak, nggak ada ceritanya balikan. Lagian jalannya nggak cuma berdua kok. Bareng Joko Anwar juga,” kata Vita saat dihubungi Rakyat Merdeka (grup Sumut Pos), akhir pekan lalu.
Vita juga membantah kabar Luna sering jalan bareng Fachri. “Nggak pernah mereka sering keluar bareng berduaan. Itu gosip, Mas,” cetusnya lagi.

Menurut Vita, Luna masih ‘resmi’ milik Ariel. Buktinya, Luna masih rutin datang menjenguk Ariel di Rutan Sukamiskin Bandung. “Hubungan mereka baik-baik saja. Luna masih ama Ariel,” tegasnya.
Seperti diketahui, sebelum populer seperti sekarang, Luna memang dipacari Fachri yang putra rocker gaek Ahmad Albar. Keduanya cukup lama menjadi sepasang kekasih. Mereka putus sekitar tahun 2005. (bcg/jpnn)

Rangkap Ketua Parpol, Kepala Daerah Disanksi

JAKARTA-Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi terus mengusung wacana larangan bagi kepala daerah yang merangkap ketua partai politik. Wacana yang diusung pun tak berhenti sebatas pelarangan saja, namun juga perlunya sanksi jika larangan itu dilanggar.

Menurut Mendagri, pihaknya mengusulkan agar larangan dan sanksi itu dimuat dalam draft revisi UU Nomor 32 Tahun 2004 tentang Pemerintahan Daerah (UU Pemda). Ditemui sebelum membuka Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Kependudukan dan Pencatatan Sipil 2011 di Jakarta, Minggu (26/6) malam, Mendagri mengatakan, seiring pemberlakuan otonomi maka kewenangan kepala daerrah memang semakin besar.

Namun besarnya kewenangan, sambungnya, juga diikuti dengan semakin meningkatnya persoalan yang dihadapi kepala daerah. “Di sisi lain dana yang ke daerah juga makin besar. Jika 2005 hanya Rp 139 triliun, nanti 2012 mencapai Rp 437 triliun. Tentu persoalan juga akan bertambah. Kalau kepala daerah jadi ketua partai pula, tambah pula beban dia,” ucapnya.

Mantan Gubernur Sumatera Barat itu mengungkapkan, untuk menjadi kepala daerah saja seorang calon sudah harus merogoh banyak dana. Namun bukan itu saja yang membuat kepala daerah juga terbebani. “Dia (kepala daerah) juga masih dibebani oleh partai politik untuk menghimpun dana,” ucapnya.

Karenanya, Mendagri melontarkan wacana larangan bagi kepala daerah agar tidak merangkap ketua parpol itu juga disertai sanksi. “Usulan ini dalam UU Pemerintahan yang baru. Tentu nanti kita tawarkan ke DPR (untuk dibahas bersama),” sambungnya.

Mendagri juga mengatakan, perlu adanya pembedaan jenis sanksi bagi kepala daerah. Sebab, bisa saja pelanggaran yang dilakukan kepala daerah hanya persoalan sistem atau administrasi birokrasi.

Namun demikian, cetusnya, perlu juga disiapkan sanksi bagi kepala daerah yang jenis pelanggarannya tidak terkait dengan sistem atau administrasi tetapi karena kebijakan pribadi. “Kalau pribadi yang melanggar, sanksinya ke pribadi juga,” cetusnya.

Untuk opsi sanksinya, imbuh Mendagri, bisa saja kepala daerah yang melanggar larangan dinonaktifkan selama tiga bulan atau enam bulan. Namun saat ditanya apakah ada kemungkinan sanksi itu juga berbentuk pemecatan, Mendagri belum memastikannya. “Nanti kita lihat saja. Tapi tetap terlu ada sanksi,” pungkasnya.(ara/jpnn)

Bom Bunuh Diri Guncang RS di Afghanistan

KABUL – Menjelang ditariknya pasukan Amerika Serikat (AS) mulai bulan depan, intensitas serangan bom di Afghanistan makin meningkat. Seorang pelaku bom bunuh diri meledakkan mobilnya di sebuah rumah sakit (RS) di distrik di Afghanistan timur,  Sabtu (25/6). Sedikitnya 38 tewas dan 50 lainnya terluka.

Jumlah korban diperkirakan terus bertambah dalam serangan yang terjadi di Provinsi Logar, 75 kilometer selatan Kabul tersebut. Pejabat setempat awalnya menyebut korban jiwa mencapai 60 orang. Tetapi, laporan itu direvisi menjadi 20 orang tewas.

Seiring proses evakuasi terhadap para korban, jumlah yang tewas terus bertambah. Kebanyakan korban tewas adalah perempuan dan anak-anak. Pasalnya, serangan itu menarget rumah sakit ibu dan anak.
Serangan mematikan itu terjadi selang beberapa pekan, sebelum pasukan internasional mulai menyerahkan tanggung jawab terhadap keamanan Afghanistan kepada aparat lokal di tujuh provinsi.

Seorang saksi mata menggambarkan kondisi para korban yang tewas sangat mengenaskan. Selain terbakar, bagian tubuh berhamburan ke segala arah. Hal itu terjadi sesaat setelah sebuah mobil jenis sport utility vehicle (SUV) meledak di Distrik Azra, Provinsi Logar, kawasan dekat dengan perbatasan Pakistan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Logar, Mohammad Zaref Narebkhail membenarkan, jumlah korban mencapai 38 orang dan 50 lainnya terluka. Jumlah korban bertambah signifikan dalam waktu semalam.

“Ada perbedaan jumlah korban yang diberikan sejumlah sumber pemerintah lain. Sesaat setelah ledakan, warga membawa pulang jenazah keluarganya sehingga mereka tidak terhitung,” jelasnya.

“Jenazah lainnya ditemukan di bawah reruntuhan bangunan. Selain itu, beberapa korban terluka meninggal kemudian di rumah sakit,” tambahnya.

Seorang warga yang tinggal di dekat rumah sakit, Abdul Rahman bertutur dirinya kehilangan tujuh anggota keluarganya dalam insiden tersebut. “Tujuh saudara saya, termasuk tiga perempuan dan dua anak-anak, mengunjungi rumah sakit tersebut,” katanya sambil menangis. “Saya berada di rumah ketika mendengar ledakan dahsyat itu. Saya bergegas menuju lokasi dan menemukan banyak korban tewas dan terluka,” kisahnya.
Taliban membantah bertanggung jawab atas serangan tersebut. Juru bicara Taliban Zabidullah Mujahid malah mengutuk serangan itu.

Insiden terpisah, seorang bocah perempuan berusia delapan tahun tewas saat pemberontak meledakkan bom dalam tas yang diberikan kepadanya. Bocah tidak bersalah itu diminta berjalan dekat kantor polisi sebelum tas tersebut meledak.

“Anak itu masih polos dan dikenal baik. Dia membawa tas tersebut dan berjalan ke arah kendaraan polisi,” kata Kementerian Dalam Negeri Afghanistan dalam pernyataan resminya.   Sementara itu, Departemen Pertahanan Spanyol kemarin menyatakan dua tentaranya tewas dan seorang lainnya terluka ketika kendaraan lapis baja yang mereka tumpangi mengenai ranjau pinggir jalan kemarin. (afp/cak/dwi/jpnn)

Ribuan Anak Filipina Terserang Diare

Pasca Banjir

MINDANO- Puluhan ribu anak terlantar akibat banjir bandang di Filipina selatan. Sejumlah anak itu menghadapi resiko penyakit seperti diare dan pnemoni.

Banjir bandang yang menerjang Filipina belakangan ini mucul akibat meluapnya Sungai Rio Grande. Otoritas setempat menyatakan, beberapa daerah masih dilanda banjir. Demikian seperti diberitakan oleh AFP, Minggu (26/6).

Utusan Perserikat Bangsa-Bangsa (PBB) untuk anak (UNICEF),  Vanessa Tobin menyatakan, 450 ribu anak-anak di Filipina, ribuan di antaranya terkena penyakit diare dan pnemonia akibat banjir yang melanda kota di Mindanao. “Kami mencoba mencegah kematian dan penyakit yang membahayakan anak anak, bersama dengan pemerintah serta mitra kami,” ujarnya.

Sementara itu, ribuan warga masih tinggal di pusat evakuasi di Luzon setelah Badai Meari berhasil memporak porandakan kota. Badai Meari menewaskan satu orang dan regu penyelamat sedang mencari 17 orang yang hilang, termasuk di antaranya para nelayan yang tengah melaut.

Dia menambahkan, sekarang ini pihaknya masih berupaya bisa mendirikan pusat-pusat belajar sementara untuk anak-anak dalam beberapa minggu mendatang, sehingga mereka dapat melanjutkan sekolah.

UNICEF telah mengirimkan lebih dari 5.500 selimut, 5.000 terpal dan 3.500 tikar plastik, menurut Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan. Menurut laporan, hampir 90.000 orang meninggalkan rumahnya karena banjir setelah Badai Tropis Meari, dengan 15 orang tercatat hilang, kata kantor pertahanan sipil.

Di Marikina, satu daerah pinggiran Manila yang rendah 25.000 orang diungsikan ke tempat-tempat penampungan setelah air mencapai tingkat bahaya, tambah kantor itu. (bbs/jpnn)

ASI Mengandung Morfin, Bayi Tewas

WASHINGTON – Otoritas Keamanan di Amerika Serikat (AS) menyebutkan, bayi perempuan tewas akibat morfin dengan dosis yang cukup besar. Diduga zat adiktif berbahaya itu bersumber dari air susu ibu (ASI). Seorang ibu dari bayi malang itu, Stephanie Greene ditangkap aparat kepolisian dengan dakwaan kekerasan terhadap anak. Penyidik menyatakan, putri Greene yang berusia 6 minggu, Alexis tewas di ranjangnya pada November 2010 lalu.  Dari hasil otopsi, ditemukan mofrin dalam kadar yang tinggi di darah sang bayi. Demikian seperti dilansir dari ANN, Minggu (26/6).

Zat morfin dari obat penghilang rasa sakit yang dikonsumsi Greene meresap pada ASI Yang diproduksinya. Greene menggunakan obat penghilang rasa sakit sejak bayinya lahir. Menurut hasil investigasi, Greene mendapatkan obat itu secara ilegal selama 38 kali dalam kurun waktu dua tahun. (bbs/jpnn)

Ratusan Massa Minta Mubarak Dibebaskan

KAIRO – Pasca lengsernya Presiden Mesir, Hosni Mubarak. Ratusan massa pendukung Mubarak dan massa anti-Mubarak bentrok di Kairo. Akibatnya, belasan orang terluka.

Awalnya massa itu hanya sekira 100 orang, kini membengkak menjadi sekira 800 orang. Mereka menginginkan mantan Mubarak dibebaskan. Sementara itu, massa anti-Mubarak hanya berjumlah 300 orang. “Belasan orang terluka dan beberapa mobil rusak dilempari batu,” ujar satu media, seperti dikutip dari Agence Frence Presse, Minggu (26/6).
Sekira 200 orang berkumpul setelah umat muslim menunaikan ibadah di siang hari. “Mubarak, negara ini hancur tanpamu,” demikianlah seruan para pendukung Mubarak. Mubarak kini dirawat di rumah sakit yang terletak di Sharm El-Sheikh, dirinya diduga mengalami serangan jantung. (bbs/jpnn)

Pernikahan Sesama Jenis Meningkat

NEW YORK- Pasca disahkannya undang-undang pernikahan sesama jenis, Jumat (23/6) lalu. Rencana pernikahan antar sesama jenis di negara bagian New York tersebut mengalami peningkatan. Seperti dilansir dari kantor berita Associated Press (AP),  pasangan sesama jenis, Yvonne Lindesay dan Elaine Livingston misalnya,  berencana menikah setelah mengetahui hasil pemungutan suara anggota senat. “Saya menangis. Telepon kami berdering,” ujar Lindesay.

Perancang busana asal New York, Malcolm Harris, juga tak membuang waktu  melamar kekasihnya yang telah dipacari selama sembilan tahun. Adapun seorang perencana pernikahan sesama jenis di Boston, Bernadette Smith, berencana memindahkan bisnisnya ke Kota New York. Sejumlah pasangan sesama jenis membatalkan rencana mereka menikah di luar negara bagian New York. Mereka mulai memesan tempat  untuk pernikahan di kota itu.

Seperti diketahui anggota senat Amerika Serikat di negara bagian New York akhirnya mengesahkan undang-undang pernikahan sesama jenis. Dengan undang-undang tersebut, para kaum homoseksual di seantero AS dapat mengikat cinta mereka di kota yang dijuluki Big Apple ini.

Pengesahan undang-undang pernikahan sesama jenis disahkan setelah melalui pemungutan suara anggota senat pada Jumat, 24 Juni 2011. Dengan kemenangan 33-29, undang-undang ini dapat segera berlaku 30 hari sejak disahkan. (bbs/jpnn)

Dimasukkan ke Koper Lalu Dibuang ke Hutan

Istri Pejabat Polda Kepri Dibunuh

NONGSA- Istri pejabat Polda Kepri Kompol Mindo Tampubolon tewas mengenaskan dengan sejumlah luka tusukan di tubuhnya. Korban bernama Putri Mega Umboh, anak dari mantan Kapoltabes Pekanbaru Kombes James Umboh.
Informasi yang dihimpun Batam Pos (Grup Sumut Pos), sebelum ditemukan tewas istri Kasubdit 2 Direktorat Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kepri itu diculik bersama anaknya.

Wanita 26 tahun itu dinyatakan hilang dari rumahnya di perumahan Anggrek Mas 3 sejak Jumat (24/6) lalu bersama mobil Nisan X Trail milik Mindo. “Dinyatakan hilang sejak hari Jumat (24/6),” ujar Kabid Humas Polda Kepri AKBP Hartono kemarin (26/6).

Dikatakan Hartono, Kompol Mindo kehilangan kontak dengan istrinya itu sejak siang hari. Sebelumnya almarhum sempat mengantarkan suaminya ke kantor di Mapolda Kepri, Nongsa pada pagi hari. Sepulang dinas lanjut Hartono, mantan Kasat Pamobvit Polresta Barelang itu tak lagi bertemu istri, anaknya serta Ros pembantu rumah tangga (PRT) di rumah.

“Sudah dua orang yang kami amankan. Mereka masih orang dekat dengan korban,” tandas Hartono. Anak korban telah ditemukan dalam keadaan hidup tanpa cacat.  Dari pengembangan penyidikan terhadap sang pembantu bernama Ros itu, terkuaklah peristiwa tersebut. Ros mengungkap keterlibatan Ujang pacarnya. Ujang adalah mantan residivis kasus pembunuhan di Jawa.

Dia ditangkap pada subuh kemarin (26/6). Polisi kemudian menggiring pria berusia 20-an tahun itu ke lokasi kejadian dimana aksi sadis mereka dilakukan. Dari hasil penyelidikan jenazah Putri dimasukan dalam sebuah koper berukuran sedang warna jurang setinggi hampir 15 meter dekat jalan raya Pattimura, Tanjungpunggur.

Lokasi penemuan tepat di sebelah kiri jalan dari arah perkampungan Tanjungpunggur dengan SMP Negeri 17. Setelah dibuang, pelaku berusaha menutup koper tersebut dengan sejumlah kertas koran bekas.
Sebelum menemukan mayat istri Mindo ini, polisi terlebih dulu menemukan mobil Nissan X Trail milik korban yang juga dibawah kabur oleh pelaku sekitar 2 kilometer dari tempat dimana mayatnya ditemukan. Mobil itu ditemukan di dekat PT TMM. Kuat dugaan, korban dihabisi pelaku di kawasan tersebut sebelum mayatnya dibuang.
Korban dan anaknya diduga kuat disekap di rumah mereka kemudian dibawa dengan kendaraan pribadinya agar tidak dicurigai para tetangga mereka.

Polisi kata Hartono masih melakukan pengembangan penyidikan terhadap kasus tersebut. Ia menyebutkan, motif pembunuhan istri pejabat Polda Kepri itu adalah harta. “Pelaku ingin memiliki dan menguasai harta atau barang-barang berharga milik korban,” katanya. Tapi Hartono tidak menyebutkan barang berharga apa saja yang telah digasak oleh pelaku.

Ditegaskannya, Ujang dan Ros yang telah diamankan hingga saat ini masih berstatus saksi. “Belum ada tersangka. Masih dikembangkan penyidikannya,” katanya. Mayat almarhum setelah dievakuasi dari TKP, langsung dilarikan ke Rumah Sakit Otorita Batam (RSOB) kemudian disemayamkan di gedung Graha Lancang Kuning, Polda Kepri di Nongsa (spt/jpnn).

Hamil 3 Bulan

Putri Mega Umboh merupakan anak tunggal dari mantan Kapoltabes Pekanbaru James Umboh. Istri bhayangkari itu tewas mengenaskan bersama janin yang ada di kandungannya. Wanita 26 tahun ini saat ini tengah hamil tiga bulan. Ia telah dikaruniai seorang putri.

Sejumlah teman dekat almarhum yang juga ibu-ibu bhayangkari menyebutkan, wanita berperawakan cantik berkulit putih dengan tinggi sekitar 160 sentimeter itu adalah sosok periang dan akrab dengan siapa saja.

Kematian almarhum membawa duka mendalam bagi teman-teman dekatnya. Beberapa rekan korban yang ditemui koran ini mengaku telah mendengar kehilangan korban dari rumah sejak Jumat (24/6) lalu. “Kami bahkan ditelepon dan ditanyai terus. Apakah lihat almarhum atau pernah mendapat telepon darinya,” ujar beberapa bhayangkari saat melayat di Mapolda Kepri kemarin.

Kematian istri Kompol Mindo Tambulon tak hanya membawa duka mendalam bagi keluarga besar Polri di daerah ini. Korps Bhayangkara yang bakal berulangtahun ke-65 tanggal 1 Juli itu juga geram dan mengutuk perbuatan pelakunya. Sejumlah rekan Mindo Tampubolon bahkan dengan tegas meminta pelaku perampokan dan pembunuhan keji itu dibunuh dengan cara ditembak atau sebagainya. “Bunuh saja pelakunya. Perbuatannya diluar batas kemanusiaan,” ujar sejumlah perwira di Mapolda Kepri kemarin. Tak hanya para perwira yang geram. Sejumlah bintara serta mantan anak buah Mindo Tampubolon juga mengungkapkan hal senada. “Sangat tak manusiawi,” ujar Aipda Edi, anggota Pamovit Polresta Barelang.

Putri Mega Umboh tewas mengenaskan dengan 4 luka tusukan di bawah payudara serta luka di leher. Mayatnya disimpan dalam koper warna merah kemudian di buang ke jurang di hutan Tanjungpunggur.(spt/jpnn)

Dikenal Sebagai Pejuang HAM

Busyro Muqoddas

BAGI yang belum kenal dekat, Busyro Muqoddas mungkin terlihat sebagai sosok pendiam dan serius. Tapi jangan salah, pria kelahiran Yogyakarta 17 Juli 1952 yang duduk di pucuk pimpinan KPK itu ternyata sosok humoris.
Busyro yang menghabiskan sebagian besar masa hidupnya di Yogyakarta, tak jarang bercanda khas warga Kota Gudeg itu.

Jauh sebelum berkiprah di Komisi Yudisial (KY) hingga akhirnya berlabuh sebagai pemberangus koruptor di KPK, Busyro muda dikenal sebagai sosok pejuang HAM. Ia pernah mengadvokasi serangkaian kasus pelanggaran HAM. Di antaranya adalah Sugianto, keluarga korban Penembakan Misterius (Petrus) asal Jombang, Jawa Timur pada dasawarsa 1980-an.

Sugianto harus diadvokasi Busyro lantaran diburu aparat, setelah menyaksikan langsung ayahnya ditembak aparat akibat kebijakan Petrus. Di rumah Busyro, Sugianto disembunyikan dan diganti namanya. Untuk itulah perjuangan Busyro dalam membela warga yang mengalami pelanggaran HAM  tidak diragukan lagi. (ara/jpnn)

Penyelundup Ketamine Tewas di Lapas Pemuda

TANGERANG- Yang Chin Kang (42), warga negara Taiwan penyelundup ketamine seberat 1.044 gram yang ditangkap petugas Bea dan Cukia Bandara Soekarno-Hatta, tewas setelah sempat dibawa dari Lapas Pemuda, Tangerang ke IGD, RSUD Kabupaten Tangerang.

Menurut Kepala Lapas Pemuda Tangerang, Kunto Wiriyanto, Yang Chin Kang telah sakit sekitar sepakan yang lalu. Bahkan lelaki berambut cepak itu sempat menjalani perawatan di RSUD Kabupaten Tangerang sejak Selasa (21/06). “Tetapi karena telah membaik keadaannya, Jumat (24/6) siang dia diperbolehkan kembali ke Lapas,” ujar Kapalas.
Kunto mengaku, Yang Chin Kang tiba-tiba kembali sakit Sabtu (25/6). Lalu Minggu (26/6) langsung membawanya ke ruang IGD RSUD Kabupaten Tangerang. “Tetapi di sana dia menghembuskan nafas terakhir,” terangnya. Kunto menjelaskan, Yang Chin Kang menderita penyakit gula akut.

Jenazah selanjutnya, kata Kunto akan dipulangkan ke negara asal. Namun, sebelumnya, dia akan berkoordinasi dengan pihak Taiwan.

Dia menambahkan, Yang Chin Kang menghuni sel tahanan Blok D3 Lapas Pemuda sejak tanggal 12 Mei lalu. Guna menjalani proses persidangan, penahanan Yang Chin Kang sudah diperpanjang dari 25 Mei hingga 23 Agustus mendatang. Hingga kini, kasusnya baru disidang 1 kali di Pengadilan Negri (PN) Tangerang.

Seperti diberitakan Yang Chin Kang sebelumnya ditangkap petugas Bea Cukai Bandara Soekarno-Hatta 28 Februari 2011 lalu karena membawa Ketamine 1.044 gram. Modus pelaku yang menggunakan maskapai penerbangan Cathay Pacific CX-777 rute Hongkong-Jakarta itu adalah dengan menyembunyikanya di sisi tas kopor yang dibawanya.(net/jpnn)