25 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15062

Sutarman dan Badroedin Menguat

Calon Kabareskrim Baru Segera Diumumkan

JAKARTA- Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komjen Ito Sumardi segera meninggalkan kursinya karena pensiun. Tongkat komando korps bersemboyan Sidik Sakti Indra Waspada itu akan diganti oleh juniornya.
Sepuluh hari menjelang serah terima jabatan, nama Kapolda Metro Jaya Irjen Sutarman disebut-sebut menguat bakal menggantikan Ito. Sedangkan pengganti Wakabareskrim Irjen Mathius Salempang yang juga pensiun mengarah ke Irjen Badroedin Haiti yang sekarang menjadi staf ahli Kapolri.

“Tinggal dua nama itu, bisa saja saling tukar posisi,” kata seorang perwira di Mabes Polri pada Jawa Pos (grup Sumut Pos) kemarin. Jika tukar posisi, artinya, Badroedin yang jadi Kabareskrim dan Sutarman jadi wakilnya.
Menurut sumber ini, usulan itu sudah sampai di meja Kapolri Jenderal Timur Pradopo.  “Paling lambat akhir pekan ini akan diumumkan, sekitar tanggal 25 atau 26,” tambah perwira senior ini.

Dikonfirmasi soal informasi ini, Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar mengaku tidak tahu menahu. “Soal nama-namanya itu ada di Wanjakti,” katanya. Wanjakti singkatan dari Dewan Jabatan dan Kepangkatan Tinggi yang dipimpin Wakapolri Komjen Nanan Soekarna.

Boy juga tak bisa menjamin kapan secara pasti nama pengganti Ito akan diumumkan ke masyarakat. “Tidak usah terburu-buru, nanti juga tahu,” kata mantan Kapolres Pasuruan, Jawa Timur itu.  Bursa pergantian Kabareskrim selalu menjadi perbincangan hangat di kalangan komisi III DPR RI.(rdl/nw/jpnn)

Periksa 6 Saksi, Sita 2 Mobil

Bom Lubuklinggau

LUBUKLINGGAU- Polisi telah memeriksa enam orang terkait peledakan bom paket di SM Swalayan, Lubuklinggau. Mereka berstatus sebagai saksi dan sejauh ini belum ada yang ditetapkan sebagai tersangka.
Keenam orang yang diperiksa sebagai saksi itu yakni Kk dan Hs yang diperiksa di Mapolda Sumsel. Sementara yang diperiksa di Mapolres Lubuklinggau yakni An, Dy, Wh, dan Dd.

Menurut Kapolres Lubuklinggau, AKBP Takwil Ichsan, Minggu (19/6), keenam orang yang telah diperiksa terkait peledakan bom paket di SM Swalayan, Lubuklinggau, Sumatera Selatan, statusnys masih saksi.
“Belum ke tersangka. Mereka statusnya masih saksi,” ujar Takwil. “Sebelumnya ada empat orang dan hari ini jadi enam orang,” katanya.

Sebelumnya Polres Lubuklinggau telah mengamankan dua unit mobil terkait kasus bom paket Lubuklinggau. Pengamanan kedua mobil tersebut sebagai hasil pengembangan kasus tersebut.

Dua mobil tersebut digunakan untuk membawa paket bom yang telah melukai pemilik SM Swalayan. Mobil tersebut berupa satu unit mobil Xenia warna merah maron dengan Nopol BG 2745. Mobil ini yang digunakan untuk membawa paket dari Sekayu ke Lubuklinggau dengan sopir Dy.

Setibanya di Lubuklinggau paket tersebut dipindahkan ke mobil Avanza BG 2336 HD warna silver yang disopir oleh An untuk mengantar paket ke alamat penerima yaitu pemilik SM Swalayan.(net/jpnn)

Tas Diduga Bom Gegerkan Mal

BINJAI- Pengunjung Binjai Super Mal (BSM) di Jalan Sokerno Hatta, Kecamatan Binjai Timur, digegerkan dengan temuan ransel berwarna biru diduga berisi bom, Minggu (19/6) sekira pukul 12.00 WIB.

Tas ransel itu, ditemukan pertama kali oleh Lusi (22) pekerja di stan Honda. Temuan tas tersebut, sontak membuat pengunjung Mal berhamburan keluar menyelamat diri. Suasana yang semula meriah, berubah mencekam, ketika petugas keamanan Mal, menghubungi pihak keamanan setempat.

Menurut Lusi (22), awalnya dia tidak merasa curiga dengan ransel itu. Tapi, lama kelamaan, ransel itu semakin mencurigakan dan membuatnya resah.

“Sudah berjam-jam kok belum ada yang mengambil. Apa memang tinggal atau sengaja ditinggalkan. Saya pun melaporkan temuannya itu kepada security,” ungkapnya.

Setelah security Mal melaporkan temuan ransel mencurigakan itu, akhirnya petugas Polsek Binjai Timur Bripka W Ginting, datang kelokasi.

Kemudian Ginting menyuruh petugas keamanan Mal untuk mengamankan lokasi. Setelah ditunggu bebarapa jam, ransel yang diduga berisikan bom itu, tak kunjung diambil oleh siapa pun.

“Untuk memastikan apakah ada yang punya atau tidak. Saya membuat pengumuman dari operator. Tetapi, tidak ada pengunjung yang mengambil atau merasa ketinggalan,” ungkap W Ginting.

Karena tidak ada yang mengambil, akhirnya petugas keamanan menyarankan pengunjung untuk keluar dari gedung. kecurigan tas berisi bom pun bertambah. “Karena tidak ada yang mengambil, saya suruh pengunjung keluar atas perintah atasan,” tambahnya.

Ransel diduga bom itu, lantas dilaporkan ke Gegana Brimobdasu, untuk menghindari hal-hal tidak diinginkan. Sembari menunggu tim Gegana tiba dilokasi, ratusan pengunjung tampak memadati lokasi dan mencoba mengambil foto ransel diduga bom itu. Tak berapa lama, akhirnya tim Gegana tiba dilokasi. Pengunjung diarahkan untuk mudur sampai radius 100 meter.

Setelah tas diduga berisi bom dibawa ke Mako Brimob Binjai, dua siswa pesantren Darul Arafah Raya, Kecamatan Kutalimbaru, Kabupaten Deli Serdang, Fahri Naufal (15) warga Kecamatan Besitang dan Diki Dermawan (15) warga Tamiang Hulu, Kabupaten Aceh Tamiang, membuat laporan ke Polres Binjai terkait tas mereka yang hilang di Binjai Super Mal. Ternyata, tas tersebut berisi buku pelajaran agama, buku tulis, baju kemeja, baju gamis, pensil dan satu buah CD tentang etika kegiatan pesantren. (dan)

Rumah Terbakar, Ayah dan 2 Anak Tewas

SARIBUDOLOK- Nanang Handoko (45) warga Saribudolok, bersama dua anaknya, Nining Handoko (13) dan Barata (10), ditemukan tewas didalam rumahnya, Minggu (19/6) sekitar jam 6.30 WIB.

Informasi yang diterima dari Darwin Saragih, tetangga korban menyebutkan, sekitar pukul 6.30 WIB, dia melihat asap tebal keluar dari bagian dapur korban. Karena merasa tidak ada apa-apa, dia pun tidak menggubris kepulan asap tersebut.

Tapi lama-kelamaan, asap tersebut makin tebal an dia pun mencoba menggedor rumah korban bersama ibu korban Br Siregar. Karena tidak ada sahutan, mereka pun mendobrak pintu belakang rumah korban. Setelah pintu belakang terbuka, asap hitam tebal langsung menggumpal dari dalam “Begitu pintu terbuka, asap hitam tebal langsung menggumpal keluar. Nanang dan kedua anaknya sudah tergeletak tak bernyawa dekat pintu,” kata Darwin.
Orangtua korban, Br Siregar ketika ditemui di Rumah Sakit Bethesda Saribudolok mengatakan, kalau dirinya pagi itu menghubungi anaknya Nanang, karena tak datang-datang mengantar kue.

“Saya mengubungi selulernya, tapi tak ada jawaban, padahal nada sambung hidup terus,” kata Br Regar.
Ditambahkannya, tak lama setelah dia menghubungi anaknya itu, seseorang datang memberitahu, dari rumah Nanang keluar asap hitam tebal. Sesampainya di rumah Nanang, dia pun menggedor pintu depan, tapi tak ada jawaban, dan mengambil kesimpulan meminta warga mendobrak pintu belakang dan didapati, anak dan cucunya sudah tak bernyawa.
Kapolsek Seribudolok Akp M Aruan, ketika dikonfirmasi mengatakan, dugaan sementara penyebab kebakaran dari hubungan arus pendek, yang terhubung ke komputer dan api dari komputer menjalar keseluruh ruangan rumah. (sp/smg)

Jalan Madina Diselidiki

MEDAN- Direktorat Reserse dan Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Poldasu melakukan penyelidikan dugaan korupsi peningkatan jalan di Kabupaten Madina. Diketahui, dugaan korupsi peningkatan jalan ini, terjadi tahun 2007-2009 dengan indikasi kerugian negara Rp43 miliar.

“Kasus ini bukan pembuatan jalan baru, melainkan peningkatan jalan. Indikasi kerugian negaranya, sekitar Rp43 miliar. Dan proyek tersebut merupakan proyek multiyears, dari tahun 2007-2009,” ujar Kasubdit III Ditreskrimsus Polda Sumut AKBP Verdy Kalele saat ditemui Sumut Pos di ruangannya, Jum’at (17/6).

Dijelaskannya, dana dalam peningkatan jalan provinsi di Kabupaten Madina tersebut, bersumber dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Madina.(ari)

Jembatan Sei Ular Disoal

LUBUK PAKAM- Pelaksanan pembangunan jembatan Sei Ular di Desa Sarang Burung, Kecamatan Pantai Labu, Kabupaten Deli Serdang, sebagai jembatan penghubung menuju Desa Kuta Pari, Kecamatan Pantai Cermin, Kabupaten Serdang Bedagai disoal.

Anggota komisi D DPRD Deli Serdang Riki Prandana, kepada Sumut Pos, Minggu (19/6), sangat menyesalkan pembangunan jembatan yang menelan biaya Rp13,8 miliar tersebut.

Menurutnya, pembangunan jumbatan raksasa itu, merupakan proyek “gagah-gagahan” serta ambisius Bupati Deli Serdang Amri Tambunan.

“Padahal masih banyak sarana infrastuktur lain yang membutuhkan perhatian Pemkab Deli Serdang. Tapi kenapa jembatan Sei Ular yang kewenanganya di tangan pemerintah provinsi diproyeksikan lebih awal, Padahal di lokasi lain khususnya di daerah terpencil masih membutuhkan perhatian,” ucapnya. (btr)

Truk Galian C Resahkan Warga Sergai

SERGAI- Aktivitas truk pengangkut tanah (galian C) disejumlah wilayah di Kabupaten Serdang Bedagai, sangat meresahkan warga. Pasalnya, truk pengangkut tanah timbun itu, tidak ditutupi terpal hingga membuat tanah jatuh ke ruas jalan dan menciptakan debu dimana-mana.

Menurut Mukhlis, warga Desa Melati, Kecamatan Perbaungan, kepada Sumut Pos, Minggu (19/6) mengatakan, selain menciptakan debu, jalan desa maupun kecamatan, hancur lebur dilindas truk tersebut.
Dia menyayangkan, pemerintah melalui instansi terkait tidak bertindak tegas terhadap praktik galian C yang meresahkan ini.

Kasat Polisi Pamongpraja Sergai Purba Siregar, mengatakan, jika ditemukan praktik galian melanggar aturan berlaku, pihaknya akan melakukan tndakan tegas dengan menutup lokasi galian.
“Kita perlu informasi dari berbagai pihak, jika ditemukan galian C bermasalah, kita tindak tegas,” terangnya.(mag-15)

Antar Pacar Dirampok

SERGAI- Khairul Azhar (19) warga Dusun III, Desa Pematang Setrak, Kecamatan Teluk Mengkudu, Kabupaten Serdang Bedagai, kehilangan sepeda motornya, Sabtu (18/6) sekitar pukul 23.00 WIB.

Menurut Khairul kepada wartawan Sumut Pos mengatakan, peristiwa itu terjadi di Desa Durian Rejo, Kecamatan Sei Rampah, Sergai, saat dia mengantarkan pacarnya.

Ditengah perjalanan, sewaktu melintasi perkebunan, mereka dihadang dua orang tak dikenal dengan mengendarai sepeda motor jenis Suzuki Smash, mengenakan topi dan berjeket abu-abu.

Begitu mereka berhenti, salah seorang pelaku, langsung mencekik dan merebehkan korban ke tanah. Sementara pelaku lain, menodong korban dengan benda mirip pistol dan menggiring keduanya untuk menjauh dari sepeda motor Yamaha Jupiter yang baru dua minggu dikreditnya.(mag-15)

Daging dan Sembako ’Goyang’

Kadisperindag Demam, Kadistanla ke Luar Kota

Ramadan masih lebih satu bulan lagi, namun harga daging dan  Sembilan Bahan Pokok (Sembako) mulai melambung. Keadaan ini sejatinya cepat ditanggapi pihak terkait. Sayang, pejabat terkait malah terkesan santai, bahkan ada yang mengaku sakit dan ada pula yang keluar kota.

Soal kenaikan harga ini memang telah menjadi perbincangan warga Medan. Berangkat dari itu, Sumut Pos pun mendatangi beberapa pasar tradisional seperti Pasar Tradisional Pajak Sikambing di Jalan Kapten Muslim, Medan. “Harga Daging naik Rp10 ribu, yang sebelumnya harga daging hanya Rp65 ribu per kilo menjadi Rp75 ribu per kilonya. Jadi penyebab naiknya harga daging karena pengaruh sapi Australia (import) sudah tidak masuk lagi, “ ujar Wandi (25) yang sudah tiga tahun menjadi pedagang daging di pasar tersebut, Minggu (19/6).

Dikatakannya, dampak dari kebijakan sapi Australia itu sangat besar. Kini daging semakin sulit didapatkan. “Stok daging belum bisa dipastikan, barang belum pasti. Kita yang punya uang pun tidak dihargai oleh pemasok. Pemasok tidak berani menerima panjar karena keterbatasan daging (Sapi Hidup, Red),” tambah Wandi.

Lalu, bagaimana dengan persiapan Ramadan? Meski belum tampak pengaruhnya, Wandi memprediksi kenaikan akan semakin tinggi lagi. “Kalau terus begini, harga daging dua minggu sebelum puasa bisa naik menjadi Rp85-90 ribu per kilo, “ bebernya.

Sementara, persis dengan daging, sembako juga naik tajam. Bahkan, menurut Buyung, pedagang di Pasar Sikambing, ada bahan pokok yang kenaikannya hingga 20 ribu rupiah. “Beras naiknya Rp20 ribu, kemudian minyak makan naik Rp6 ribu, naik semualah,” terang Buyung.

Terkait kenaikan daging dan sembako itu, Disperindag, hari ini Senin (20/6) akan melakukan monitoring ke pasar-pasar tradisional di Kota Medan. “Ya, kita akan langsung turun,” ujarnya Kadisperindag (Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan) Kota Medan Syarizal Arif kepada Sumut Pos, Minggu (19/6) siang.
Soal kenaikan harga daging yang melambung tinggi, Syarizal tak mau menjawab karena bukan haknya untuk memberi keterangan. “Kalau kenaikan harga daging, jangan sama saya. Langsung saja ke Dinas Pertanian dan Kelautan,” cetusnya.

Dari perbincangan tersebut, Kadisperindag tampaknya kurang memahami gejala yang terjadi. Bagaimana tidak, ketika ditanya soal beras yang naik hingga Rp20 ribu, Syarizal malah menjawab dengan kalimat yang setiap orang bisa menjawab tanpa harus menjadi Kadisperindag. “Bisa saja harga naik, mungkin karena gagal panen,” jawabnya.
Pun ketika disinggung soal sembako lainnya, Syarizal malah mengelak menjawab. “Saya sedang kurang sehat, Senin (hari ini, Red) kita akan lakukan monitoring. Tunggulah, lagi demam aku,” ucapnya.

Sementara, Kadis Pertanian dan Kelautan (Kadistanla), Wahid yang dikonfirmasi terkait kenaikan harga daging, tidak mau mengangkat telepon. Ketika di SMS, Wahid malah membalas keberadaan dirinya yang sedang di luar kota. “Saya sdg diluar kota, mohon maaf,” tulisnya dalam pesan singkat. (adl)

Omset RPH Menurun

Kebijakan Pemerintah Australia untuk menghentikan Sapi ke Indonesia tidak hanya menggoyang harga daging. Pihak Rumah Pemotongan Hewan (RPH) pun kena imbas.Bahkan, RPH Medan di kawasan Mabar anjlok hingga 10 kali lipat.
Penurunan omset mulai dirasakan sejak dikeluarkannya kebijakan Pemerintah Australia untuk menghentikan ekspor sapi ke Indonesia. Ya, sebelumnya pihak otoritas Australia mengancam akan menghentikan suplai sapinya ke Indonesia karena mendapat dokumen dan video dari siaran stasiun televisi ABC yang menggambarkan tiga rumah potong hewan (RPH) melakukan pemotongan secara keji dan brutal. Ketiga RPH itu adalah RPH Mabar di Medan, RPH Bayur Tangerang, dan RPH Herman Lampung, tapi kemudian tambah sembilan RPH lagi (lihat grafis). Nah, 12 RPH ini akhirnya ditetapkan tak boleh memotong sapi asal Australia karena teridentifikasi tak menerapkan kaidah animal welfare (kesejahteraan hewan). Dan, hingga kini belum dipastikan sampai kapan 12 RPH tersebut distop mendapat suplai pemotongan sapi asal Australia.

Akibat dari itu, RPH Mabar mengalami penurunan omset. Hal ini diungkapkan Kepala Bagian Umum RPH Mabar, Andi Sulistiawan. Menurut keterangannya, sebelum pemerintah Australia menghentikan ekspor sapi, dalam sehari pihaknya memotong hingga 40 ekor sapi. “Namun kini, kami hanya memotong 3 sampai 4 ekor saja,” ujarnya sembari menerangkan pihak RPH hanya mengenakan biaya Rp56.000 setiap ekornya.

Sebelumnya RPH yang dikelola oleh Dinas Pertanian dan Hortikultura Kota Binjai nyaris tutup total sejak Australia menghentikan pasokan sapinya.  Kabid  Peternakan, Drh Tantina Purba, Selasa (7/6) lalu, mengatakan dihentikannya operasional RPH ini dikarenakan sekitar 80% pasokan sapi yang dipotong di wilayahnya itu merupakan sapi Australia yang dikirim dari Lampung, sedangkan sisanya merupakan sapi lokal. (bbs/jpnn)

Pecat Manajer Dana BOS

08126386xxx

Bapak Wali Kota Medan Yth, tolong segera pecat Bapak A Haris Rambe manajer bantuan operasional siswa (BOS) Kota Medan, senantiasa mengarahkan setiap sekolah membayar Rp50.000 setiap melakukan pemberkasan bos tersebut.

Kami Cek

Untuk melakukan pemecatan tidak bisa serta merta dilakukan segera mungkin. Tapi, kami akan pantau terlebih dahulu dan dicek. Selanjutnya, mengingatkan kepada kepala dinasnya untuk memberikan teguran kepada orang tersebut. Karena apapun halnya yang paling tahu adalah kepala dinasnya.

Selanjutnya, kami sampaikan terkait pungut memungut di luar ketetapan aturan sangat tidak dibenarkan. Jadi apabila ada laporan yang menyebutkan pungutan kami akan cek kebenaran informasi tersebut. Terimakasih.

Ir Syaiful Bahri
Sekda Medan