28 C
Medan
Sunday, April 12, 2026
Home Blog Page 15100

Sembunyi di Balik Ekstradisi

Dalam 10 Tahun 45 Koruptor Lari ke Luar Negeri

Siapa yang tak kenal Singapura? Hampir semua orang pasti mengenal salah satu negara di kawasan Asia Tenggara ini, terlebih bagi yang suka pelesiran dan belanja. Namun, ketenaran negara pulau di lepas ujung selatan Semenanjung Malaya ini terkadang “dikotori” ulah segelintir orang yang tersandung masalah, terutama persoalan hukum.

Ya, negara berpenduduk lima juta jiwa ini kerap dijadikan tempat menghindari tudingan dan kejaran aparat penegak hukum. Dan, mantan Bendum Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin bukanlah orang pertama yang lari ke luar negeri di saat sedang menghadapi masalah hukum.

Untuk tujuan Singapura, sebut saja Sjamsul Nursalim (merugikan negara Rp6,9 triliun dan US$ 96,7 juta dalam kasus BDNI), Bambang Sutrisno (Bank Surya, Rp1,5 triliun), dan David Nusa Wijaya (Bank Sertivia, Rp1,26 triliun), dan lainnya.

Bahkan, dalam 10 tahun terakhir, sudah 45 orang yang mimilih kabur ke luar negeri guna menghindari bui akibat berulah menyikat jatah uang rakyat. Dari jumlah itu, 20 diantaranya menjadikan Singapura menjadi negara tujuan favorit. Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Emerson Yuntho menyebutkan, dari 20 pelarian kasus korupsi yang ngendon di Singapura, hanya satu yang bisa dipulangkan ke tanah air, yakni Gayus Tambunan. Itu pun, bukan lewat pemanggilan paksa, melainkan dengan rayuan.

“Jadi nggak ada yang bisa diambil paksa dari Singapura. Gayus itu kan hasil rayuan (oleh Satgas Pemberantasan Mafia Hukum, Red),” ujar Emerson saat diskusi bertajuk Koruptor Ngeloyor Negara Tekor, di Warung Daun, Cikini, Jakarta Pusat, Sabtu (11/6).

Dijelaskan Eson, panggilan akrabnya, sepanjang 10 tahun terakhir, ada 45 orang, sebagian tersangka dan sebagian lagi sudah divonis, lari ke luar negeri. Sebanyak 20 diantaranya lari ke Singapura. Lainnya ada yang ke Australia, Kanada, Hongkong.

Singapura menjadi negara tujuan favorit, kata Eson, lantaran jaraknya dekat dari Indonesia. Dengan jarak yang dekat ini, mereka masih bisa dengan mudah untuk mengurusi bisinisnya, termasuk berupaya melobi aparat hukum agar nasibya bisa selamat jika balik ke tanah air.

Di Singapura pula, pelarian kasus korupsi ini nyaman lantaran belum ada perjanjian ekstradisi antarkedua negara ini. Ekstradisi! Rupanya celah inilah yang dipakai mereka untuk bersembunyi di tempat lain, terutama jika negara tersebut tidak memiliki perjanjian semacam itu. Ekstradisi adalah sebuah proses formal di mana seorang tersangka kriminal ditahan oleh suatu pemerintah diserahkan kepada pemerintahan lain untuk menjalani persidangan. Atau, tersangka tersebut sudah disidang dan ditemukan bersalah, menjalani hukumnya.

Konsensus dalam hukum internasional adalah suatu negara tidak memiliki suatu kewajiban untuk menyerahkan tersangka kriminal kepada negara asing. Ini berpedoman pada prinsip sovereignty bahwa setiap negara memiliki otoritas hukum atas orang yang berada dalam batas negaranya.
Di Indonesia, ketentuan mengenai ekstradisi diatur dalam Undang-undang Nomor 1 Tahun 1979.

Sampai saat ini, Indonesia telah mengadakan perjanjian ekstradisi dengan tujuh negara, namun ada dua perjanjian yang belum diratifikasi. Ketujuh negara yang telah memiliki perjanjian dengan Indonesia, antara lain Malaysia, Filipina, Thailand, Australia, Hong Kong, Korea Selatan (belum diratifikasi), dan Singapura (belum diratifikasi). (sam/boy/net/jpnn)

————–

Ramai-ramai ke Singapura
Indonesia Corruption Watch (ICW) melansir, sedikitnya sudah ada 45 orang tersangka, terduga maupun terpidana korupsi, yang melarikan diri ke luar negeri. Dari catatan ICW, 18 hingga 20 orang di antaranya kabur ke Singapura.

“Karena, pertama, kondisi geografisnya memudahkan mereka untuk monitoring, koordinasi, terkait dengan bisnisnya maupun proses hukum yang sedang berjalan,” kata Wakil Koordinator ICW, Emerson Yuntho, Sabtu (11/6) di Jakarta.

Ia menambahkan, perjanjian ekstradisi juga tidak memberikan garansi bahwa ketika perjanjian ekstradisi itu dibuat, koruptor cepat dipulangkan ke tanah air. “Pertanyaannya adalah, ada perbedaan prinsip soal apa itu korupsi bagi Indonesia dan Singapura. Di Singapura, korupsi dibilang suap-menyuap. Padahal ada beberapa kasus yang bukan suap-menyuap. Tapi, perbuatan mengambil uang negara,” jelas Emerson.

Dia mengatakan lagi, dimungkinkan bagi si orang yang diminta ekstradisi, untuk mengajukan upaya hukum di tingkat negara tersebut. “Jadi tidak ada garansi ketika diminta ekstradisi, langsung cepat diproses,” katanya.

Kemudian, Emerson juga melihat sulitnya memulangkan pelaku dari Singapura, karena perbedaan sistem negara. “Sehingga pemberantasan korupsi ini tidak selesai-selesai,” katanya.

Terkait dengan seringnya Singapura yang diduga jadi pintu gerbang atau tujuan sejumlah koruptor melarikan diri, Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menegaskan bahwa perjanjian ekstradisi dengan beberapa negara, khususnya Singapura harus segera diwujudkan. Ia menyarankan seharusnya secara resmi Indonesia bersikap mengenai hubungan bilateral antara kedua negara bertetangga ini. Sikap itu bisa berlanjut dengan perjanjian ekstradisi.

Mahfud menjelaskan, saat dirinya menjadi anggota Komisi I DPR, rencana perjanjian ekstradisi ini sebenarnya sudah disiarkan. Ini diperlukan karena banyaknya penjahat dan koruptor yang lari ke Singapura. Tanpa perjanjian ekstradisi yang mengikat antarkedua negara, Mahfud menilai penegak hukum Indonesia akan selalu kesulitan untuk mengejar buronan atau koruptor yang kabur ke Singapura.

Ia menekankan, kondisi seperti itu tidak dapat dibiarkan terus-menerus, karena para pelaku korupsi asal Indonesia akan mendepositokan sejumlah besar uang hasil korupsinya di Singapura. Hal itu sudah pasti akan menguntungkan Singapura dan merugikan Indonesia.

Namun, Sekretaris Pertama Bidang Politik Kedutaan Besar Singapura di Indonesia, Herman Loh, membantah ucapan Mahfud soal ketiadaan perjanjian ekstradisi antara Indonesia dan Singapura. Menurut dia, perjanjian ekstradisi dan persetujuan kerja sama pertahanan sudah ditandatangani oleh kedua negara beberapa waktu lalu.

Penandatanganan perjanjian tersebut juga disaksikan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Perdana Menteri Singapura Lee Hsien Loong di Bali pada 27 April 2007.
“Singapura berkomitmen penuh terhadap perjanjian tersebut, dan saat ini sedang menunggu Indonesia untuk meratifikasinya,” katanya. (boy/net/jpnn)

Sekolah Tinggi Teknik Poliprofesi (STTP) Tingkatkan Kualitas Alumni

Gelar Seminar untuk Calon Wisudawan

Sekolah Tinggi Teknik Poliprofesi (STTP) Medan adakan seminar bertajuk, Belajar Hacking Dari Nol. Seminar ini tak lain sebagai bentuk peningkatan kualitas terhadap calon alumninya.

Kegiatan seminar yang berlangsung selama dua hari, yakni sejak Sabtu (11/6) dan berakhir Minggu (12/5) ini diikuti sedikitnya 600 peserta yang terdiri dari mahasiswa STTP yang akan segera diwisuda. Hal ini disampaikan Direktur Politeknik Poliprofesi , Sinek Mehuli SE MM didampingi Ketua STTP David JM Sembiring MKom, saat ditemui diruang kerjanya belum lama ini.

Masih menurut David, selain meningkatkan kemampuan, kegiatan seminar juga dilakukan untuk memenuhi ketentuan yang diberlakukan bagi para calon wisudawan STTP.  “Setiap calon wisudawan harus memiliki enam buah sertifikat dan pelatihan komputer dalam tenggang waktu setahun. Selain itu setiap calon wisudawan juga harus memiliki nilai TOEFL minimal 400 untuk menamatkan studi di STT Poliprofesi Medan,” sebutnya.

Selain sebagai bentuk peningkatan kualitas, seminar yang berlangsung di aula gedung kampus STTP yang berlokasi di Jalan Sei Batang Hari ini, sekaligus memberikan kesempatan untuk mendapatkan sertifikat yang dibutuhkan calon alumni. “Sehingga selain mendapatkan sertifikat sebagai syarat kelulusan, para calon alumni juga akan mendapatkan pemahaman dan kemampuan yang bisa dijadikan modal bagi para calon alumni,” ungkapnya.

Bertidak sebagai pembicara dalam seminar tersebut, disampaikan oleh penyusun dan penulis buku berjudul Belajar Hacking Dari Nol yakni Johannes Budi dan Edi S Mulianta MT.

Dalam kesempatan yang sama, STTP juga melaksanakan test TOEFL sebagai bentuk penyempurnaan dan syarat kelulusan bagi 600 calon alumni STT Poliprofesi Medan. (uma)

UPBJJ Universitas Terbuka Medan

Mahasiswa Belajar Mandiri

Mahasiswa UT diharapkan dapat belajar secara mandiri. Cara belajar mandiri ini dimaksudkan, agar mahasiswa belajar atas prakarsa atau inisiatif sendiri.

“Belajar mandiri dapat dilakukan secara sendiri ataupun berkelompok, baik dalam kelompok belajar maupun dalam kelompok tutorial. UT menyediakan bahan ajar yang dibuat khusus agar dapat dipelajari secara mandiri,” ungkap Kepala Sub Bagian Tata Usaha UT Farida Hanum.

Lebih lanjut Farida menjelaskan, selain menggunakan bahan ajar yang disediakan UT, mahasiswa juga dapat mengambil inisiatif untuk memanfaatkan perpustakaan, mengikuti tutorial baik secara tatap muka maupun melalui Internet, radio dan televisi.

“Mereka juga dapat menggunakan sumber belajar lain seperti bahan ajar dari komputer dan program audio video. Jika mengalami kesulitan belajar, mahasiswa dapat meminta informasi atau bantuan tutorial kepada UPBJJ UT setempat,” ujarnya, Minggu (12/6).

Menurut Farida, belajar mandiri dalam banyak hal ditentukan oleh kemampuan belajar secara efisien. “Kemampuan belajar bergantung pada kecepatan membaca dan kemampuan memahami isi bacaan. Untuk dapat belajar mandiri secara efisien, mahasiswa UT dituntut memiliki disiplin diri, inisiatif dan motivasi belajar yang kuat,” katanya.

Ia juga mengharapkan, mahasiswa UT untuk dapat mengatur waktunya dengan efektif, sehingga dapat belajar secara teratur berdasarkan jadwal belajar yang ditentukan sendiri. “Oleh karena itu, agar dapat berhasil belajar di UT, calon mahasiswa harus siap untuk belajar secara mandiri,” terang Farida.

Lebih lanjut Farida menerangkan, UT seperti halnya perguruan tinggi yang lain, menerapkan sistem kredit semester untuk menetapkan beban studi mahasiswa tiap semester. “Dalam sistem kredit semester, beban studi yang harus diselesaikan dalam satu program studi diukur dengan satuan kredit semester (SKS). Setiap mata kuliah diberi bobot satu hingga enam SKS. Satu semester adalah satuan waktu kegiatan belajar selama kurang lebih 16 minggu,” paparnya.

Dalam pendidikan tinggi tatap muka, sambungnya, mahasiswa yang mengambil beban studi satu SKS harus mengikuti perkuliahan selama satu jam per minggu di kelas dan satu jam untuk praktik atau belajar di rumah. “Sehingga dalam satu semester mahasiswa harus mengalokasikan waktu belajar sekitar 32 jam. Untuk menempuh mata kuliah yang berbobot tiga SKS dibutuhkan waktu belajar sekitar 96 jam per semester,” jelas Farida.

Farida juga menerangkan, dalam sistem pendidikan jarak jauh, mahasiswa juga harus mengalokasikan waktu yang sama dengan mahasiswa tatap muka atau dua jam per minggu per SKS. “Hanya saja kegiatan belajarnya lebih banyak dilakukan secara mandiri atau dilakukan di rumah, melalui kelompok belajar dan tutorial,” katanya. (saz)

2011, Tahun Peningkatan Kualitas Pendidikan Sumut

KEPALA Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri mengajak semua pihak mewujudkan program, 2011 sebagai tahun peningkatan kualitas pendidikan di Sumut. Prestasi nilai UN SLTP/SLTA tahun 2011 yang mampu menembus posisi dua besar nasional, harus terus ditingkatkan.

Ungkapan ini disampaikan Syaiful Syafri kepada Sumut Pos usai melaksanakan dua kegiatan terpisah menutup Jambore PTK PAUDNI se-Sumut di Asrama Haji Medan dan silaturahmi di SMA Negeri 2 Medan, Kamis (9/6).

Syaiful mengutarakan, tahun peningkatan kualitas pendidikan formal dan informal pada tingkat nasional. Ke depan, lanjut dia, semua lembaga kependidikan di Sumut dapat berjalan dengan manajemen pengeloaan yang baik dan profesional. ‘’Kita harap hasil UN tingkat SD mampu mengukir prestasi nasional. Demikian pula utusan Sumut pada jambore PTK PAUDNI tingkat nasional di Mataram (NTB) mampu meraih prestasi nasional,’’ jelasnya.

Ia menaruh harapan khusus pada pengelola pendidikan anak usia dini, pendidikan nonformal dan informal untuk terus mendorong pembangunan pendidikan di Sumut. ‘’Utusan Sumut pada jambore PTK PAUDNI tingkat nasional akan mengikuti pemusatan latihan sehingga akan mampu meningkatkan kemampuan bersaing dengan provinsi lain,’’ jelasnya.

Seiring dengan program peningkatan kualitas pendidikan ini, Syaiful juga secara langsung bertemu dengan Kepala SMA Negeri 2 Medan Drs Abduh Siregar MPd, guru dan siswa di SMA Negeri 2 Medan.  SMA Negeri 2 merupakan sekolah unggulan yang berhasil memasukkan 47 siswa SMA Negeri 2 Medan masuk perguruan tinggi negeri (PTN) tanpa testing.

Di sekolah ini, Syaiful sempat berdialog dan memberi motivasi meraih kesuksesan kepada dua siswa SMA Negeri 2 Medan yakni Sheila Mahal, siswa Kelas X, warga Brigjen Katamso Medan dan Muhammad Nefriansyah Hasibuan, siswa Kelas XI, warga Jalan Satya Bhakti Mariendal.
Nefriansyah yang juga aktif menekuni musik band di Medan. Sedangkan Sheila Mahal akan menjadi utusan Sumut pada lomba poster nasional di Makkasar pada 19 Juni 2011.

Dalam lomba di Makkasar, Sheila akan mengangkat tema kerjasama dan keberagaman etnis dan agama di Sumut dengan pakaian adat yang akan berjalan bersama alat tradisional.

Latar belakang poster Sheila adalah keindahan Danau Toba yang menjadi ikon pariwisata Sumut. ‘’Ini menggambarkan harmoni keberagaman Sumut yang menjadi perekat persatuan dan kesatuan,’’ katanya. (*/sih)

Gatot Rayakan Ultah Bersama Anak Yatim Piatu

Pelaksana tugas (Plt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) H Gatot Pujo Nugroho merayakan ulang tahunnya ke-49 secara sederhana bersama puluhan anak yatim dan piatu di Masjid Maryam, Yayasan Al Fityan, Jalan Keluarga, Asam Kumbang, Medan, Sabtu (11/6). Beragam pesan dan harapan dikemukakan langsung para anak yatim  dan piatu di acara tersebut. Baik melalui puisi bergantian, maupun berbicara langsung dengan Plt Gubsu.

Pada sesi puisi, lebih banyak mengingatkan tentang hakikat manusia dan pentingnya ketaatan terhadap Allah. Mulai dari proses lahir dalam keadaan suci, anak-anak, hingga dewasa. Selanjutnya setelah dewasa, banyak manusia yang lupa pada hakikatnya, serta mengabaikan segala bentuk kewajiban, baik terhadap manusia maupun Sang Pencipta.

Sementara, pada pesan dialog, disampaikan melalui obrolan pribadi saat bersalaman satu per satu dengan Plt Gubsu. Dominan cerita para yatim adalah mengenai sekolah dan pelajaran.
Pesan-pesan bergantian dari para yatim tersebut, diikuti pula dengan pembacaan beberapa ayat suci Al-quran dari siswa yatim yang hafal 1 juz hingga 4 juz Al-quran.

Sementara tokoh masyarakat yang hadir dalam acara tersebut, Zaki Abdullah mengharapkan, agar di usia ke-49 tahun ini, Plt Gubsu tetap mampu mengemban dan menjalankan amanah dan memimpin masyarakat Sumatera Utara.

“Di usia 49 tahun, Bapak Gatot masih kelihatan begitu muda dan sehat. Mudah-mudahan diberikan umur yang panjang, serta mampu menjalankan amanah rakyat Sumut,” tutur Zaki Abdullah. Harapan serupa juga dikemukakan Pimpinan Yayasan Al Fityan Medan, Al Ustadz Muhammad Taufik Haris Lc yang berharap keberkahan terhadap pertambahan usia pemimpin Sumut tersebut. Terlebih lagi, perayaan ulang tahun tersebut, digelar bersama anak-anak yatim.

“Selama ini, melalui pengelolaan yang transparan, kami juga merasakan keberkahan, hidup bersama anak-anak yatim. Kami juga berharap Pak Gubernur juga memperoleh keberkahan, serta tetap mampu menjadi pemimpin yang adil,” ujar Taufik Haris.

Merespon banyaknya pesan dan harapan di hari ulang tahunnya itu, Plt Gubsu mengaku sangat mengapresiasi seluruh pihak, serta masyarakat Sumut yang mengucapkan selamat serta ikut mendoakan segala kebaikan di hari lahirnya tahun ini.

“Selaku pembina di yayasan ini, saya sudah lama sekali ingin bercengkrama dengan anak-anak yatim di sini. Ternyata hari ini bisa benar-benar saya lakukan. Sangat bahagia sekali, karena anak-anak di usia bermain kelereng dan layang-layang, masih bisa terus menghafal Al Qur’an. Bahkan, ada yang sudah hafal sampai 4 juz,” ungkapnya.

Gatot juga mengingatkan, tidak hanya pada momen ulang tahun, para yatim sedianya memang selalu membutuhkan perhatian dan kasih sayang. Kendati demikian, dia juga mengingatkan kepada anak-anak yatim, agar tetap semangat dalam menggapai cita-cita.

“Banyak orang-orang besar, lahir dari keluarga yatim, piatu atau yatim piatu.  Cita-cita yang tinggi, kesungguhan dan do’a, akan menghantarkan ananda sekalian menjadi orang-orang sukses di masa depan,” tandas Plt Gubsu.

Acara yang berlangsung sederhana tersebut, diikuti dengan pemberian tali asih kepada anak-anak yatim, memberikan suapan nasi di hari lahir kepada Ayahanda Plt Gubsu, DJ Tjokro Wardojo (86) dilanjutkan dengan makan siang bersama serta salat zuhur berjamaah.

Hadir dalam perayaan tersebut, sejumlah tokoh masyarakat dan pejabat Pemprop Sumut, Kepala Inspektorat Nurdin Lubis, Staf Ahli Gubsu Arjoni Munir, Plt Kadis Infokom Ayub, Kadis Pertanian M Roem, Kabag Humas dan Protokoler Zakaria dan sejumlah pejabat lain.

Selain syukuran bersama para yatim, Ultah Plt Gubsu di akhir pekan tersebut juga dilanjutkan dengan pertandingan persahabatan antara Tim Pemprov Sumut, melawan Tim Jurnalis pada sore harinya.(*/ari)

Membangun Rasa Nasionalisme Sejak Usia Dini

Gebyar Anak Cinta Negeri Berlangsung Meriah

Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Madani Indonesia dan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat Generasi (PKBM) Amanah bekerjasama dengan Badan Kesbangpol Linmas Sumut menggelar Gebyar Anak Cinta Negeri di Lapangan Desa Sampali, Kecamatan Percut Sei Tuan, 31 Mei hingga 2 Juni 2011 lalu.

Kegiatan yang mengangkat tema “Membangun Karakter ke-Indonesiaan, Berbangga Pada Negeri Sendiri” ini diikuti lebih dari 500 anak-anak dari berbagai lembaga Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) dan diisi dengan berbagai rangkaian kegiatan, diantaranya lomba mewarnai negeriku, bercerita dengan tema “Aku Cinta Indonesia”, lomba drama kisah pahlawan, cerdas cermat kebangsaan, bazaar dan sebagainya.

Ketua Panitia, Era Ferina Zahara menjelaskan, melalui kegiatan ini diharapkan dapat membangun karakter kebangsaan dan cinta negeri sejak usia dini. Kegiatan juga dikemas secara edukatif dan menyenangkan sesuai dengan psikologi anak.

Misalnya kegiatan cerdas cermat kebangsaan yang dilakukan melalui berbagai game, seperti mencari gambar pahlawan, gambar bendera Indonesia ataupun menyusun potongan kertas membentuk peta Indonesia. Untuk lomba mewarnai, anak-anak diminta mewarnai gambar pahlawan nasional Bung Karno dan Bung Hatta yang sedang memandang bendera merah putih.

Acara ditutup secara resmi oleh Kasi PAUD Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga Kabupaten Deli Serdang, Dwi Indrawati SP MPd didampingi Camat Percut Sei Tuan, Darwin Zein SSos,  Ketua Forum PKBM Sumut Drs H Ali Ishak Dalimunthe, Ketua PKBM Generasi Amanah Indra Prawira ST dan unsur Panitia.

Juara Umum kegiatan ini dimenangkan oleh PAUD Surya Kecamatan Percut Sei Tuan yang mendapatkan penghargaan terbanyak. Sementara untuk kategori Peserta Favorit adalah PAUD Fiyaumi. Pemenang lomba mendapatkan hadiah berupa tropi, bingkisan, piagam dan uang pembinaan.(*/ade)

Jamkesmas Belum Keluar di Medan Johor

085762845xxx
Kepada Yth Bapak Wali Kota Medan, Rahudman Harahap di tempat. Saya mau tanya mengapa Jaminan Kesehatan Masyarakat (Jamkesmas) di Kwala Bekala belum keluar juga. Padahal kami didata sudah lebih dua bulan dan sekarang ini, kami betul-betul membutuhkan itu, setiap kami tanya sama kepala lingkungan (kepling) selalu dijawab belum keluar. Jadi kepada siapa kami menanyakan hal ini? Kami tinggal di Kelurahan Kwala Bekala Kecamatan Medan Johor, Lingkungan V. Sebelumnya saya mengucapkan terima kasih atas dimuatnya pengaduan ini, jaya terus Sumut dan membela wong cilik.

Kami Cek
Terima kasih informasinya, kami sampaikan kepada pelapor, kami akan cek terlebih dahulu. Karena untuk mendapatkan Jamkesmas sudah ada tim pendataannya, selanjutnya bila memang diperkenankan dapat dengan catatan sudah ada keluar kartunya. Maka, kami dari pemerintah kecamatan akan langsung membagikannya melalui kepling.

Azwarlin
Camat Medan Johor

Kegiatan Olimpiade Siswa tak Transparan

081361534xxx
Kepada Yth Bapak Wali Kota Rahudman Harahap, bapak bilang di setiap sekolah pada hari Sabtu diadakan pengembangan bakat agar tercipta calon atlet. Tapi kenapa kegiatan Olimpiade Olahraga Siswa Nasional (O2SN)  tidak transparan? Tolong ditinjau ulang pak ada apa ini.

Kami Sudah Transparan
Terima kasih pertanyaannya, kami sampaikan kepada pelapor. Bahwasannya, kami dari Dinas Pendidikan Kota Medan tetap membuat pelaksanaan seleksi secara transparan. Seperti, pelaksanaan seleksi yang dilakukan secara terbuka dan diumumkan secara transparan. Tim seleksinya tetap kami siapkan dari KONI Medan untuk menilai setiap atlet yang diajukan sekolah.

Selanjutnya, setelah diputuskan berdasarkan hasil seleksi tim. Maka, atlet inilah yang akan dikirimkan untuk mengikuti seleksi lanjutan dan berhak mewakili daerah. Kami juga pada prinsipnya tetap mengirimkan atlet yang benar-benar berkualitas agar bisa menjadi juara dan mengharumkan daerah.

Drs Hasan Basri MM
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

SIM dan STNK Hilang

081396197xxx
Yang Terhormat Bapak  Kasat Lantas.  Saya kehilangan dompet yang berisi SIM dan STNK. Bagaimana caranya dan prosedurnya agar saya dapat memiliki SIM dan STNK yang baru. Mohon penjelasannya. Atas perhatian Bapak saya ucapkan banyak Terima kasih.

Buat Surat Kehilangan
Terima kasih pertanyaannya, kami beritahukan kepada pengirim SMS ini. Bagi pemegang SIM dan STNK sebaiknya membuat surat laporan kepolisian di mana diperkirakan hilangnya surat-surat berharga tersebut. Setelah didapatkan surat laporan kehilangan dari kepolisian, maka pemohon bisa mengajukan permohonan baru untuk SIM. Selanjutnya, untuk STNK bisa langsung diurus yang biayanya akan dikenakan sesuai aturan yang telah ditetapkan.

Kompol I Made Ary Perdana
Kasat Lantas Polresta Medan

Tunjangan Profesi Guru tak Dibayar

081370741xxx
Hingga kini lebih 1.200 guru SMA Negeri dan Swasta di Kota Medan yang lulus sertifikasi 2008 dan 2009 belum menerima tunjangan profesi 4 bulan lagi untuk 2010. Padahal tunjangan tersebut sudah dimasukkan dalam DIPA 2010 Dinas Pendidikan Pemprovsu, semoga pihak terkait merespon persoalan ini. Terima kasih Sumut Pos (Rustiar Effendi, Medan Kota)

Belum Ada Anggaran
Terima kasih pertanyaannya, saya sampaikan kepada para guru yang ada di Kota Medan. Bahwasannya, sampai sekarang ini karena ketiadaan anggaran dari Pemerintah Pusat maka belum dilakukan pembayaran. Apabila sudah ada anggarannya, maka kami akan segera lakukan pembayaran.

Syaiful Syafri
Kepala Dinas Pendidikan Sumut

——-

Tunggu P-APBN 2011
Setelah kami tanyakan ke Kementrian Pendidikan pada bulan lalu, dana tunjangan sertifikasi para guru ini akan dimasukkan ke P-APBN 2011. Hal itu dilakukan dikarenakan banyaknya guru yang belum mendapatkan tunjangannya, bukan hanya di Kota Medan melainkan hampir merata di sejumlah kabupaten/kota lainnya di Sumut. Diperkirakan, para guru-guru baru bisa mendapatkannya pada desember 2011 ini. Demikian hasil konsultasi kami dari Kementrian Pendidikan.

Tapi, kami hanya mengingatkan kepada para guru-guru agar lebih proaktif untuk menanyakan pendataannya, apakah sudah didata dan telah dikirimkan ke pemerintah pusat. Sebab, tanpa adanya data yang dikirimkan bisa akan terlambat lagi pembayarannya.

Nur Azizah
Anggota Komisi E DPRD Sumut

——-

Datanya Sudah Kami Kirim
Kami sampaikan kepada para guru-guru, bahwasannya bagi yang lulus sertifikasi  seluruh datanya sudah kami kirimkan ke pemerintah pusat. Karena kami hanya bertugas melakukan pendataan dan seleksi saja.

Tapi, untuk pembayaran yang masih tertunggak harus menunggu kabar selanjutnya dari Pemerintah Pusat. Karena anggaran untuk pembayaran tunjangan sertifikasi guru bersumber  dari APBN melalui Pemerintah Pusat. Terima kasih.

Drs Hasan Basri MM
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan