28 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15105

Gaji Pemain Makin tak Jelas

Pembayaran sisa gaji pemain PSMS makin tak jelas. Hingga saat ini manajemen belum mengajukan sisa pembayaran gaji ke KONI Medan.

Padahal sebelumnya Sekretaris Umum PSMS Idris mengaku, pihaknya telah melakukan pengajuan angggaran kepada KONI untuk membayar sisa gaji pemain. Namun, seorang sumber terpercaya di KONI Medan menegaskan, pihaknya belum ada menerima pengajuan dari PSMS.

“Belum ada PSMS mengajukan anggaran kepada KONI. Kalau memang sudah dibilang ada, kami belum ada menerimanya,” ujar sumber tersebut.

Dari keterangan Idris, pengajuan yang diklaimnya sudah dilakukan, pihaknya berharap pembayaran gaji pemain bisa dilakukan sebelum tanggal 15 Juni mendatang kendati tidak menyebutkan berapa bulan sisa gaji pemain akan dibayarkan.

Tidak sampai di situ saja, selain keterangan sumber tersebut memupus harapan pemain, semakin tidak jelas pula berapa bulan sisa gaji akan dibayarkan. Kondisi ini jelas merugikan pemain yang telah menunggu hampir sebulan lamanya atau sejak pertandingan menghadapi Persiba Bantul 18 Mei lalu.

Kondisi ini jelas merugikan pemain lokal maupun asing. Di saat tim Divisi Utama lainnya yang telah diliburkan usai berakhirnya kompetisi, skuad PSMS masih dihadapkan kepada masalah klise yang terjadi hampir sepanjang musim, keterlambatan pembayaran gaji. (ful)

Perang Bintang di Mandala

Seleksi 64 Pemain, PT LI Rogoh Rp2 M

JAKARTA- PT Liga Indonesia (PT LI) memastikan menghelat Perang Bintang. Laga pemungkas Indonesia Super League (ISL) musim 2010/2011 itu bakal dihelat di Stadion Mandala, Jayapura, pada 26 Juni mendatang.

Penunjukan Stadion Mandala, home base Persipura, itu merupakan penghargaan atas sukses Boaz Solossa dkk menjuarai ISL musim 2010/2011. Perang Bintang akan mempertemukan tim juara melawan bintang-bintang pilihan (all-star) dari klub peserta ISL.

Ada 64 nama pemain dari berbagai posisi pilihan tim technical study group PT LI yang menjadi kandidat tim all-star. Mereka terdiri atas enam kiper, 15 pemain belakang, 26 pemain tengah, dan 17 pemain depan. Mereka dipilih karena dinilai bermain bagus selama kompetisi ISL 2010/2011.
Di antara 64 pemain tersebut, akan dipilih 18 pemain terbaik pilihan masyarakat lewat mekanisme pengiriman SMS. Mereka terdiri atas dua kiper, enam bek, enam gelandang, dan empat striker. Untuk posisi manajer tim all-star, PT LI menunjuk Jhonny Toekan dan pelatih Nil Maizar (pelatih Semen Padang).

Namun, pemilihan 64 nama tersebut memunculkan tanda tanya besar. Masuknya nama Gunawan Dwi Cahyo, contohnya. Musim ini dia hanya sekali main bersama Sriwijaya FC (SFC) di laga perdana kontra Deltras Sidoarjo. Selain Gunawan, masuknya nama Thierry Gathussi dipertanyakan. Sebab, Gathussi adalah pengoleksi kartu terbanyak dari SFC musim ini (delapan kartu kuning dan satu kartu merah).

Persija (kebobolan 27 gol) yang memiliki pertahanan terbaik di bawah Persipura (kebobolan 20 gol), Arema, dan Semen Padang (kebobolan 25 gol) malah tidak mewakilkan satu pun beknya di daftar Perang Bintang. Kiper Hendro Kartiko juga tidak masuk.

Di antara total 64 nama, SFC menyumbangkan pemain terbanyak dengan sebelas nama. Kemudian ada Persib (10 pemain), Arema (9), Persija (8), Pelita Jaya (6), Semen Padang (5), Persijap (3), PSPS, Persiwa, Persisam, Persiba (2), serta Persela dan Deltras masing-masing satu pemain. Tak satu pun pemain dari Bontang FC yang terjaring.

“Saya tidak mau bicara soal teknis. Semua orang bebas menilai. Tapi, biarkan tim ini bekerja. Biarkan kontroversi ini menjadi pembicaraan yang menarik dalam mengiringi Perang Bintang,” kata Joko Driyono, CEO PT LI, kemarin (9/6).

Untuk menggelar laga Perang Bintang, PT LI membutuhkan dana sekitar Rp2 miliar atau dua kali lipat daripada kebutuhan dana Perang Bintang musim lalu di Malang, Jawa Timur. Perang Bintang pertama dihelat di Semarang saat kasta tertinggi kompetisi di negeri ini bernama Divisi Utama. Kebutuhan dana Perang Bintang ketiga musim ini diambil dari kerja sama paket sponsor dan PT Liga Indonesia dengan total Rp40 miliar.

“Kebutuhan paling banyak dialokasikan untuk akomodasi dan transportasi. Itu tidak masalah.  Yang penting, even ini berjalan lancar. Laga ini akan jadi puncak perhelatan ISL,” terang Joko Driyono.

Joko mengungkapkan, untuk biaya tiket, per kepala menyedot dana Rp5-7 juta pergi-pulang. Untuk pertandingan, PT LI menganggarkan Rp1 miliar.
Dalam pertandingan Perang Bintang, akan dihelat malam penganugerahan tim juara, runner-up, peringkat ketiga, top scorer, pemain terbaik, tim fair play, dan wasit terbaik. (ali/c8/aww/jpnn)

Pistol Pejabat Rutan Dicuri Tahanan

Bulan Dititip ke Mafia Narkoba

MEDAN-Senjata api aparat keamanan resmi sejatinya dimaksudkan untuk menunjang kegiatan petugas yang bersangkutan. Tapi apa jadinya jika senpi dimaksud dicuri rekan kerja yang bekerja sama dengan penjahat?

Itulah yang dialami Kepala Sub Seksi (Kasubsi) Pelayan Tahanan cabang Rumah Tahanan (Rutan) Cabang Sipirok, M Yunus Pohan. Senjatanya jenis FN nomor register AF Q 01227 buatan Pindat dan 82 butir peluru tajam kaliber ukuran 7,65 mmSenpi itu rencananya akan dijual dan selama 8 bulan dititipkan ke bandar narkoba.

Belum menikmati uang hasil penjualan senpi, tiga kawanan tersebut berhasil diringkus polisi. “Dari 82 butir peluru tersebut, 7 sudah digunakan oleh tersangka. Ketiga tersangka kita jerat dengan pasal 363 KUHPidana dan UU Darurat,” beber Kasubid III Reskrim Pildasu, Kompol Andry Setiawan, kemarin (10/6)

Unit Sila Reskrim Poldasu berhasil mengungkap pelaku pencurian senpi di Rutan Cabang Sipirok, dengan mengamankan tiga tersangka bersama barang buktinya senpi dan ganja kering sebanyak 38 bal, Kamis (10/6) malam. Pencurian pistol itu sendiri dilakukan awal Februari lalu.

Ketiga tersangka yang diamankan, Fauzi Siregar alias Ucok (31) mantan napi, Ismail Hutasuhut (28) sebagai perantara untuk menjual senpi, keduanya warga Desa Pinang Baris, Kelurahan Pasar Sipirok, Kabupaten Tapsel. Kemudian Ginda Jauhari Harahap (28) Warga Jalan Pembangunan Komplek DPR, Linkungan VII, Padang Sidimpuan yang merupakan pegawai Rutan.

Penyelidikan polisi, senpi tersebut dicuri Ucok yang saat itu berstatus narapidana. Ucok yang dipercaya sebagai tahanan pendamping (tamping) bebas melakukan aksinya karena dia dipercaya sebagai pemegang beberapa kunci di Rutan. Dua bekerja sama dengan Ginda, sipir yang sudah bekerja selama 5 tahun di Rutan itu.

“Setelah mengambil senpi tersebut dan bebas dari hukuman, Ucok menghubungi Ginda yang bertugas mencari pembeli,” cetus Andry.

Karutan Sipirok kemudian melaporkan kejadian kepada polisi. Menindaklanjuti laporan tersebut, polisi meringkus Ucok di Tebing Tinggi tetapi senpi tidak ditemukan. Sambil menunggu pembeli, ternyata Ucok menitipkan senpi kepada Ismail. Ismail lalu menitipkannya Andi, calon pembeli yang merupakan seorang bandar ganja.

“Dari hasil keterangannya Senpi tersebut ada pada Ismail, kemudian polisi meringkus Ismail di Padang Sidimpuan. Dari keterangannya Senpi tersebut ada pada Andi (DPO),” ujar Kompol Andry Setiawan.

Dijelaskan Andry, Polisi yang sudah mengetahui keberadaan Andi yang tinggal di Desa Silayang-layang Sipirok, Kecamatan Sidempuan Utara, Kabupaten Tapsel lagsung digerebek oleh pihak kepolisian. Saat digerebek Andi berhasil melarikan diri. “Dari rumah tersebut, polisi yang melakukan penggerebekan berhasil menemukan Senpi yang dimaksud, kemudian Ganja kering sebanyak 38 bal dan uang tunai Rp23 juta,” ucap Andri.

Dari pengakuan tersangka senpi tersebut bila berhasil dijual, uangnya akan digunakan untuk foya-foya dan melanjutkan hidup. “Kalau berhasil dijual uangnya hannya untuk foya-foya saja bang,” Kata Fauzi alias Ucok.

Sedangkan, Ginda nekat menyuruh Ucok untuk mencuri senpi tersebut karena sakit hati kepada  Kalapas Rutan Cabang Sipirok. “Sakit hatiku Bang sama Kalapas, memang ada masalah aku sama dia,” ucapnya dengan menyesal. Sementara, dari pengakuan tersangka senpi tersebut bila berhasil dijual, uangnya akan digunakan untuk foya-foya dan melanjutkan hidup.

“Kalau berhasil dijual uangnya hannya untuk foya-foya saja, Bang,” Kata Ucok. Sedangkan, Ginda nekat menyuruh Ucok untuk mencuri senpi tersebut karena sakit hati kepada  Kalapas Rutan Cabang Sipirok. “Sakit hatiaku bang sama Kalapas, memang ada masalah aku sama dia,” ucapnya dengan menyesal.(adl)

Simoncelli Terdepan di Barcelona

Sempat Dapat Ancaman Bunuh

CATALUNYA – Marco Simoncelli mematahkan Dominasi Casey Stoner di sesi persiapan menuju balapan MotoGP Catalunya, Barcelona. Ia mengalahkan rider Australia itu pada menit terakhir kualifikasi untuk merebut pole position yang akan digelar hari Minggu, (5/6).

Sebelumnya, Sabtu (4/6) rekannya di Honda itu tampak akan memenangi babak penentuan posisi start, mengingat Stoner selalu menjadi yang tercepat di tiga sesi latihan bebas atau free practice.
Akan tetapi, pada lap terakhirnya Simoncelli mampu menyodok catatan waktu yang dibuat Stoner. Pembalap Italia dari tim San Carlo Gresini Honda itu melejit lebih cepat dengan satu menit 42,413 detik, atau unggul hanya 0,016 detik dari Stoner. Stoner harus puas start di urutan kedua pada balapan hari Minggu besok, persis di dekat Jorge Lorenzo yang menduduki tempat ketiga.

Pertarungan Stoner-Lorenzo akan sangat menarik mengingat keduanya adalah pembalap teratas di klasemen sementara. Stoner, walaupun sudah memenangi dua seri, masih terpaut 12 poin dari Lorenzo, yang baru menang satu kali tapi lebih konsisten naik podium.

Rekan Lorenzo di tim Yamaha, Ben Spies, mengekor di posisi keempat, diikuti Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow. Si legendaris Valentino Rossi hanya berada di tempat ketujuh di depan rekan Ducati-nya, Nicky Hayden.

Insiden menarik terjadi pada Karel Abraham. Ia sempat terjatuh di lap pertama, mengalami cedera pergelangan tangan, tapi 20 menit kemudian keluar lagi dari garasi timnya dan kembali beraksi.

Sebelum digelarnya balapan ada tindakan yang dihadapi Simoncelli. Pembalap berambut kribo itu mendapat perlakuan tidak menyenangkan di sela-sela persiapannya tampil di MotoGP Catalunya. Ia mengaku menerima pesan berisikan ancaman pembunuhan.

Surat ancaman tersebut dikirimkan seorang tidak dikenal yang ditujukan untuk Simoncelli. Usut punya usut, ternyata sosok misterius penebar teror tersebut adalah fans Dani Pedrosa yang masih tidak terima pembalap andalannya tersebut terjatuh akibat bersenggolan dengan Simoncelli di GP Le Mans, beberapa waktu lalu.

Dalam suratnya, sosok misterius ini mengancam akan membunuh Simoncelli yang menurutnya menjadi biang keladi atas absennya Pedrosa di Catalunya. Akibat insiden kecelakaan tersebut, Pedrosa mengalami cedera patah tulang selangka kanan yang memaksanya absen di depan publiknya sendiri.

Simoncelli sendiri menanggapi serius ancaman ini. Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pembalap berjuluk Super Sic ini akan mendapat kawalan khusus dari pihak berwajib selama mempersiapkan diri balapan. “Ini tidak menyenangkan, datang ke sini dengan pengawal untuk bisa ikut balapan. Menerima ancaman pembunuhan adalah hal yang sulit dan tidak menyenangkan yang tidak memiliki tempat dalam olahraga …

Saya hanya berharap semuanya berjalan dengan lancar,” tandas pembalap muda berambut kriwil ini dikutip USAToday. Kendati pikirannya terbebani dengan ancaman pembunuhan, namun Simoncelli tetap mampu mencurahkan segenap konsentrasinya melakoni sesi latihan. Dari dua sesi Free Practice (I & II) yang telah dilakoni, pembalap 24 tahun ini mampu menempati peringkat dua, menguntit pembalap Repsol Honda Casey yang jadi penguasa di dua sesi tersebut. (net/jpnn)

Wali Kota Medan Marah-marah

Ditanya Temuan Korupsi Bansos Rp11,2 Miliar di Pemko Medan

MEDAN-Dugaan penyelewengan dana bantuan sosial (Bansos) Pemerintah Kota (Pemko) Medan sebesar Rp11,261 miliar lebih dari APBD Tahun Anggaran (TA) 2010 lalu, terus mendapat perhatian Kejaksaan Negeri (Kejari) Medan. Tersiar kabar, dari hasil pemeriksaan memungkinkan pihak Kejari Medan menetapkan sejumlah pejabat Pemko Medan menjadi tersangka.

Terkait hal itu, Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi Sumut Pos sesaat sebelum Safari Jumat (10/6) di Masjid Al Hikmah Jalan Ismailiyah Medan, tampak berang ketika dikonfirmasi mengenai kabar tersebut. Wajahnya memerah, dan dengan mata tajam melihat ke wartawan Sumut Pos.

“Silakan kalau memang mau ada yang ditetapkan tersangka,” jawab Rahudman dengan nada tinggi. Orang nomor satu di Medan itu kemudian langsung masuk bus yang akan membawa rombongan Safari Jumat Pemko Medan.

Sebelumnya, Wakil Wali Kota Medan Dzulmi Eldin yang dikonfirmasi mengenai hal tersebut oleh Sumut Pos di ruang kerjanya lantai II Balai Kota Medan mengaku, tidak mengetahui perkembangan masalah itu. “Saya tidak tahu soal itu, memangnya seperti apa?” tanyanya kepada Sumut Pos.

Mantan Sekretaris Daerah (Sekda) Medan tersebut mengaku belum mendapat konfirmasi dari pihak Kejari Medan.

Sementara itu, hasil penyelidikan intel Kejari Medan, ditemukan penyimpangan anggaran dalam penyaluran bantuan hibah kepada masyarakat dari Bansos Pemko Medan. Namun Kepala Kejaksaan Negeri Medan Raja Noprizal, enggan memaparkan lebih lanjut apa saja penyimpangan Bansos Pemko Medan dimaksud.

“Memang ditemukan penyimpangan dalam penyaluran Bansos Pemko Medan. Penyimpangan-penyimpangan itu belum dapat kita publikasikan, mengingat kasus itu masih tahap Pulbaket,” tegas Raja lagi.

Raja Nofrizal menegaskan, bahwa kasus tersebut kemungkinan akan dilanjutkan ke tahap penyidikan. “Yang pasti kasus ini terus bergulir dan akan dilanjutkan ke tahap selanjutnya. Kita juga masih banyak mengumpulkan beberapa keterangan saksi bagi masyarakat yang menerima bantuan dana hibah dari Bansos Pemko Medan,” ucap Raja.

Sejauh ini, Kejari Medan sudah meminta keterangan lebih dari 10 orang. Saat disinggung apakah ada yang bakal dijadikan tersangka dari orang-orang yang panggil tersebut, Kajari Medan ini tidak membantahnya. “Bisa saja itu. Pejabat yang dipanggil juga bisa dijadikan tersangka,” tegas Raja. rud)

SSB Patriot Taklukkan Al-Azhar

MEDAN-Sekolah sepak bola  (SSB) Patriot Medan berhasil menaklukkan SSB  Al-Azhar Medan dengan skor 3-1 dalam Turnamen Sepak Bola Piala Specs U-15 tahun 2011 yang berlangsung di Stadion Kebun Bunga, Jumat (10/6).

Ketiga gol Patriot diciptakan Sukriadi (25’), Abiayagi (30’ dan 39’). Sedangkan satu-satunya gol SSB Al-Azhar berhasil diciptakan Muhammad Ridho dimenit ke 42.

Terkait dengan kemenangan yang diraih SSB Patriot Medan, Manager  Heri Dodi Saptono mengatakan sangat bangga, sebab kemenangan itu mengantarkan Patriot sebagai pemuncak klasemen group B. “Tapi mereka jangan cepat puas diri, karena pertandingan ke depan pasti lebih sulit lagi,” ujar Dodi.
Hal senada juga diungkapkan pelatih Yusfan Hasibuan. Bahkan secara etgas Yusfan mengingatkan anak asuhnya untuk terus menjaga kekompakan tim, baik di dalam maupun di luar lapangan. (omi)

RH tak Ditangkap, Kejatisu Dituding Tebang Pilih

MEDAN-Puluhan massa dari Forum Masyarakat Peduli Hukum Nusantara (FMPHN) Sumut berunjuk rasa di simpang Jalan Gatot Subroto, Jumat (10/6) menyuarakan tiadanya lagi keadilan di Sumut. Sebagai simbol mandulnya penegak hukum dan matinya keadilan, pengunjukrasa membakar payung berwarna merah.

“Penegakkan Hukum di Sumut tebang pilih Bisa dibuktikan dengan tidak juga ditahannya Rahudman Harahap, padahal telah lebih enam bulan sejak ditetapkan sebagai tersangka,” tandas Koordinator Aksi FMPHN, Amin Siregar.

Dikatakan Amin Siregar, Rahudman yang tersandung kasus Tunjangan Pendapatan Aparatur Pemerintah Desa (TPAPD) Tapsel sewaktu menjabat Sekda di sana. Kasusnya ditangani Kejati Sumut dan Rahudman telah ditetapkan sebagai tersangka. Namun hingga kini, tindak lanjut penanganan kasusnya tidak jelas.

Dikatakan Amin Siregar, Amrin Siregar yakni pemegang kas daerah nota bene bawahan Rahudman kala menjabat Sekda Tapsel, telah disidangkan dan divonis dari hakim tiga tahun penjara dan denda Rp200 juta. “Jadi kenapa Rahudman belum juga ditangkap? Padahal dari persidangan telah dibuktikan adanya korupsi. Sebagai atasan Amrin pada saat itu, Rahudman dipastikan juga terlibat sebagaimana yang terungkap di persidangan,” tukas Siregar lagi.

Amrin Siregar divonis PN Padang Sidempuan pada Februari 2011 lalu oleh majelis hakim yang dipimpin Efiayanto SH dengan JPU Sartono SH.

Sebelumnya, JPU meminta majelis hakim menyatakan Amrin terbukti secara sah melakukan tindakan pidana korupsi TPAPD Pemkab Tapsel tahun 2005 yang merugikan negara sekitar Rp.1.590.944.500. Amrin divonis melanggar pasal 2 Ayat (1) UU RI Nomor 31 tahun 1999 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) sebagaimana telah diubah dengan UU No 20 Tahun 2001 tentang Tipir jo pasal 55 ayat (1) KUHPidana. JPU menuntut Amrin pidana 4,5 tahun denda Rp.300 juta subsider 4 bulan penjara.

Karena itulah mereka mendesak Kejatisu dapat berlaku tegas dan tidak tebang pilih dalam dugaan korupsi APBD Tapsel tahun 2005 sebesar Rp 15,9 miliar. Mereka juga meminta BPK perwakilan Sumut membantu kinerja kejaksaan dengan memberikan data lengkap temuan dugaan korupsi di APBD Tapsel.

“Seharusnya tidak ada yang kebal hukum di negeri ini. Kejaksaan bila tak mampu menyelesaikan kasus ini, segera limpahkan kasusnya ke KPK,” tandas Siregar lagi.

Amin Siregar selaku korlap aksi meminta BPK Perwakilan Sumut agar membantu kerja Kejatisu dengan memberi temuan dugaan korupsi APBD Tapsel tahun 2005. “Kita imbau Kajatisu yang baru ini agar menyeret Rahudman ke meja hijau. Jangan biarkan koruptor memimpin Kota Medan. Mau jadi apa nanti Medan kalau pemimpinya perampok,” teriak Amin dengan pengeras suara.

Setelah menyampaikan aksinya sekitar 30 menit,, para pengunjukrasa membubarkan diri dengan tertib di bawah pengawalan petugas Samapta Mapolres Medan dan Polsekta Medan Baru.(min/fit/smg)

PBVSI Sumut Gelar PLN Sumut Cup 2011

MEDAN-Pengurus Provinsi (Pengprov) PBVSI Sumatera Utara (Sumut) mengharapkan seluruh Pengurus PBVSI Kabupatan/Kota ikut berpartisipasi pada Kejuaraan Propinsi Bola Voli Junior Sumut. “ PLN Sumut Cup 2011 “ yang akan dilaksanakan pada 12 – 20 Juli 2011 di GOR Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam.

Harapan ini disampaikan Sekretaris Pengprov PBVSI Sumut, Marodjahan kepada wartawan di Medan, beberapa waktu lalu usai melakukan Koordinasi dengan Ketua Umum PBVSI Pengprov Sumut, Ir. Akbar Ali,  terkait hasil Keputusan Rapat Pengprov PBVSI Sumut pada 21 Mei 2011 dan tanggal 07 Juni 2011 lalu. “Jadi kegiatan ini sudah terjadwal dengan baik, maka kita harapkan pengurus kabupaten/kota ikut berpartisipasi,” kata Marodjahan.

Menurut Marodjahan, kejuaraan bagi atlet usia maksimal Putra kelahiran tahun 1992  dan Putri tahun 1993 itu akan jadi ajang seleksi untuk mengikuti Kejuaraan Junior Nasional Bola Voli pada September 2011 di Jakarta. “Untuk melakukan penilaian terhadap atlit, pihak Pengprov Sumut telah mempersiapkan tim pemandu bakat. Jadi benar-benar sangat selektif nantinya,” katanya.

Terkait kejuraan tersebut Humas Pengprov PBVSI Sumut Irwanto Siambaton menambahkan bahwa Pengurus Kabupaten/Kota harus menyampaikan data atlit selambat-lambatnya tanggal 07 Juli 2011, berupa Ijazah/Akte Kelahiran, KTP /KK sebagai bukti domisili dan pas photo terakhir ukuran 4 x 6 (warrna) sebanyak 6 lembar.

“Pengiriman data atau dan korespondensi atlit ini dapat dilakukan dalam bentuk email/CD/FlashDisk/ Jasa Kurir /TIKI atau ditujukan melalui email volisumut@yahoo.com, volisumut@gmail.com atau langsung melalui alamat kantor Kantor DPD SP PT PLN (Persero) Pembangkitan Sumbagut Jalan Brigjen Katamso Km. 5,5 Titikuning, Medan,” kata Irwanto.

Agenda lain yang akan dilaksanakan Pengprov PBVSI Sumut, tambah Marodjahan adalah Rakerprov dan Pelantikan Pengprov PBVSI Sumut Masa Bakti 2011-2015 oleh Ketua Umum PP PBVSI, Jenderal (Pol) Sutanto. Kedua kegiatan ini dilaksanakan pada 10 – 11 Juli 2011 di Pendopo Pemerintah Kabupaten Deli Serdang, Lubuk Pakam.  (jun)

Abbey Road pun Macet Gara-gara Turis Menyeberang ala John Lennon

Ke Lokasi Petilasan The Beatles, Stasiun Harry Potter dan Notting Hill di London

Lokasi wisata di London bukan hanya Westminster Abbey, Big Ben, London Eye, Tower Bridge, atau Buckingham Palace. Ada juga tempat “petilasan” grup band legendaris The Beatles yang terus didatangi para turis. Berikut laporan wartawan Jawa Pos (grup Sumut Pos) M Ilham Butsiyanto yang baru pulang dari sana.

SEMBARANGAN mencorat-coret tembok di London bisa berujung hukuman atau denda karena dianggap vandalisme. Namun, aturan yang satu itun tidak berlaku di Abbey Road 3-5, London. Siapa pun yang melintas di sana bebas meninggalkan coretan di tembok pagar.

Biasanya, siapa pun yang singgah di tempat itu memang selalu meninggalkan coretan, terutama para turis. Bukan sembarang pagar yang mereka corat-coret. Itu adalah pagar studio Abbey Road. Dulu bernama studio EMI yang pernah merekam lagu grup musik legendaris The Beatles.

Bermacam-macam tulisan dari berbagai bahasa tertuang di pagar tembok putih tersebut. Ada yang menggunakan pulpen, spidol, bahkan cat semprot. Nyaris seluruh pagar tembok itu telah tertutup berbagai tulisan tangan.

Awal mula coret-mencoret di tembok tersebut dimulai sekitar 25 tahun lalu sebagai penghargaan fans kepada The Beatles. Pada 2004, sempat ada rencana untuk melarang pencoretan tembok itu karena para tetangga di Abbey Road merasa lingkungannya menjadi kotor.

Namun, rencana tersebut ditentang habis-habisan oleh penggila The Beatles. Hingga saat ini coretan-coretan itu tetap ada. Memang, terkadang tembok dicat ulang agar bersih. Itu dilakukan setiap tiga pekan, tapi kemudian boleh kembali dicoret-coret. Selanjutnya, coretan yang telah dihapus bisa dilihat kembali di situs www.abbeyroad.com/visit.

“Kami meninggalkan tulisan ini sebagai kenangan. Ini memang salah satu tempat yang ingin saya datangi di London,” kata Lena Faerber, turis asal Jerman, yang ditemui Jawa Pos di Abbey Road.
Selain meninggalkan coretan di pagar tembok, biasanya para turis berusaha mendapatkan foto spesial. Yakni, meniru adegan The Beatles dalam cover album berjudul Abbey Road yang diluncurkan pada 1969. Ketika itu para personel The Beatles menyeberang di sudut jalan Abbey Road di luar studio rekaman.

Ide menggunakan zebra cross di sudut Abbey Road itu datang dari Paul McCartney. Mereka memakai tenaga fotografer ternama asal Skotlandia, Iain Macmillan, untuk mengambil gambar John Lennon yang diikuti Ringo Starr, MacCartney, serta George Harrison di belakangnya.
Album Abbey Road kemudian mengangkat citra Abbey Road. Apalagi Abbey Road disebut sebagai album terbaik grup musik asal Liverpool itu. Majalah musik Rolling Stone menempatkan album tersebut dalam urutan ke-14 daftar 500 album paling hebat sepanjang masa.

Karena itu, citra Abbey Road sangat terangkat. Dulu ketika mengambil foto untuk cover album tersebut, The Beatles meminta bantuan polisi guna menghentikan sementara arus lalu lintas di Abbey Road. Nah, kini banyak turis yang datang dan berusaha meniru adegan tersebut. Alhasil, sering terjadi kemacetan di wilayah tersebut gara-gara ulah turis itu.

Masalahnya, para pengendara di sekitar Abbey Road tidak bisa memprotes. Sebab, di zebra cross tersebut terdapat lampu kuning bulat sebagai tanda setiap kendaraan harus berhenti ketika ada orang yang menyeberang. Di London, selain lampu lalu lintas yang lazim di Indonesia berwarna merah, kuning, dan hijau, ada jenis lampu lalu lintas yang hanya berwarna kuning dan bulat ditempatkan di kanan-kiri jalan.

“Kalau lampu yang ini, semua harus berhenti, bagaimanapun keadaannya. Terutama ketika pejalan kaki sudah melangkahkan kakinya di jalan raya. Di London, pejalan kaki memang mendapat keistimewaan,” jelas Kenneth Taylor, polisi yang ditemui Jawa Pos di area Abbey Road.
Dia juga menjelaskan, warga di sekitar Abbey Road dan pengguna jalan sudah paham dengan kondisi tersebut. Karena itu, setiap ada yang melewati zebra cross di depan studio, mereka akan berjalan perlahan.

Kalau Abbey Road mewakili peninggalan musik di London, masih ada Sherlock Holmes, tokoh detektif fiksi karya Sir Arthur Conan Doyle yang telah diterbitkan dalam bentuk novel dan film. Sejumlah peninggalannya tersimpan rapi di Baker Street 221 B yang ditetapkan sebagai museum resmi Sherlock Holmes.

Museum itu diabadikan lantaran merupakan lokasi Sir Arthur menulis novel detektif legendaris tersebut. Selain menyimpan berbagai memorabilia peninggalan Sir Arthur dan beberapa pernak-pernik yang identik dengan Sherlock, museum itu sekaligus merupakan toko yang menjual pernak-pernik Sherlock.

Kisah Sherlock juga dimanfaatkan banyak pedagang lainnya untuk mengambil keuntungan. Faktanya, di sekitar Baker Street terdapat beberapa kafe atau bar yang sengaja menggunakan nama Sherlock. Karena itu, Baker Street juga sangat identik dengan Sherlock dan menjadi jujukan para turis dari berbagai negara.

Selain The Beatles dan Sherlock, yang tidak kalah menarik adalah platform 9 3/4 di Stasiun King’s Cross, stasiun terbesar di London. Platform 9 3/4 berasal dari novel Harry Potter yang ditulis JK Rowling. Dalam cerita, platform itu merupakan titik keberangkatan menuju sekolah sihir Hogwarts.

Platform tersebut terletak di antara platform 8 dan 9. Dulu, Pemerintah Kota London memutuskan untuk memasang troli dorong yang setengah masuk di area platform 9 3/4, tapi sekarang dipindah ke depan stasiun karena renovasi yang dilakukan di platform 8.

Selain itu, banyaknya turis yang berdatangan memengaruhi arus lalu lintas di platform 8 dan 9 yang selama ini masih aktif melayani pengguna kereta. Karena itu, posisi di depan stasiun dinilai cukup strategis.

Dengan begitu, siapa pun yang menuju stasiun terbesar di Kota London tersebut akan bisa melihat dengan jelas. Banyak yang memanfaatkannya untuk berfoto di troli yang sebagiannya masuk ke tembok itu. “Buat kenang-kenangan, supaya terlihat seperti hendak ke Hogwarts,” ungkap Carmela, turis asal Spanyol.

Namun, agak berbeda dari lokasi sebelumnya di mana troli setengah itu dipasang di tembok bata merah khas London, kini hanya dipasang sebuah wallpaper bergambar bata merah. Lokasinya juga berada di tengah-tengah kios di depan Stasiun King’s Cross.

Masih ada beberapa ikon pop lain yang tetap dijaga di Kota London. Misalnya, pasar kaget di Notting Hill. Itu merupakan lokasi dalam film drama romantis yang diluncurkan pada 1999 dengan judul yang sama. Pemerannya adalah Julia Roberts dan Hugh Grant.

“Itulah yang membuat semakin banyak lokasi yang bisa dikunjungi di London. Kami juga senang karena dengan begitu banyak orang luar yang datang sekadar melihat dan berbelanja di sini,” kata Emily Cooper, warga Notting Hill yang ditemui Jawa Pos.

Sayang sekali Jawa Pos berkunjung ke sana tidak pada Sabtu atau Minggu. Sebab, biasanya di daerah Portobello, Notting Hill, di wilayah Royal Borough of Kensington and Chelsea ada pasar kaget yang menjadi background lokasi film Notting Hill.

Pasar kaget di Portobello tersebut cukup panjang. Melewati sekitar empat lampu lalu lintas, melintang mulai Portobello Road sampai Notting Hill Gate. Biasanya di sana dijual barang-barang antik, pernak-pernik yang berkaitan dengan London, serta makanan.

Namun, pengunjung yang datang karena terinspirasi film Notting Hill jangan kaget. Sebab, tidak semua latar film itu sesuai dengan kenyataan. Contohnya, tidak akan ditemui toko buku milik William Thacker (Hugh Grant). Memang ada beberapa toko buku masakan atau pertamanan. Tapi, tidak ada toko buku travel seperti dalam film.

Bukan hanya itu, di sepanjang Portobello Road tidak akan ditemui rumah berpintu biru tempat tinggal Thacker dalam film. Sebab, scene itu memang tidak diambil di Portobello Road, melainkan di Westbourne Park Road.(c5/kum/jpnn)

Pra PON Sumut Ingin Revans

MEDAN-Tanggal 10 November 2010 takkan pernah dilupakan oleh anak-anak Sumut yang tergabung dalam tim Pra PON. Pasalnya, pada tanggal yang menjadi hari kedua turnamen sepak bola Piala Bank Sumut 2010 itu, anak asuh trio pelatih Rudi Saari, Subono AT dan Mardiyanto mengalami kekalahan 0-1 atas tuan rumah.

Ironisnya, itulah satu-satunya kekalahan yang dialami Syafri Koto dkk sejak pertama kali terbentuk pada 25 Juli 2010 lalu. Sejauh ini, dari 21 pertandingan yang telah dilakoni, tim Pra PON Sumut menorehkan hasil 16 kali menang, 4 kali imbang dan sekali kalah.

“Ketika kalah dari Bank Sumut kami  hanya punya 13 pemain, karena pemain lain terpaksa absen untuk memperkuat daerahnya masing-masing pada gelaran Porprovsu,” bilang Rudi Saari, head coach tim Pra PON Sumut.

Karena hal tersebut Rudi pun optimis jika pada pertandingan ujicoba yang berlangsung sore ini di Lapangan Sepak Bola Gaperta Medan, tim Pra PON Sumut mampu melakukan revans (membalas kekalahan, Red).

Selain akan tampil full team, Rudi pun menilai jika soliditas permainan yang diperlihatkan anak asuhnya pada beberapa pertandingan terakhir mengalami peningkatan yang signifikan.      “Dari hasil evaluasi yang kami lakukan ditemukan jika kelemahan yang masih membelit tim ini adalah lemahnya finishing touch.

Jadi, menghadapi Bank Sumut nanti, kami (tim pelatih, Red) telah tekankan kepada seluruh pemain untuk dapat memaksimalkan semua peluang,” bilang Rudi.
Terpisah, pelatih Bank Sumut Edwin Daud mengungkapkan bahwa seluruh pemain telah bertekad untuk mengulangi kemenangan atas tim Pra PON Sumut.

Bisa dimaklumi jika kubu Bank Sumut semakin optimis, sebab saat ini Bank Sumut diperkuat beberapa mantan pemain PSMS seperti Faisal Azmi, Tri Yudha Handoko, Chiko Mardona Erwinsyah Hasibuan.

“Kehadiran mereka jelas membuat tim ini semakin padu. Ini bagus karena tim ini sedang dipersiapkan untuk POR Bank nanti,” bilang Daud.
Selain ketiga nama beken seperti yang disebutkan di atas, pada laga nanti Bank Sumut juga menurunkan Iwan dan Erwin (Kiper), Samiran, Sunardi, Fauzan, Rizal, Arif, Ardi, Olek, Kholik, Andika dan Dwi. (jun)