25 C
Medan
Monday, April 13, 2026
Home Blog Page 15107

DPP MPI Sumut Lantik DPC Khusus Batang Kuis

MEDAN- Para pendiri organisasi Masyarakat Pancasila Indonesia (MPI) bertekad agar keberadaan MPI di tengah-tengah masyarakat bisa memberikan manfaat  terutama rakyat kecil dan orang miskin.“Jadilah pengurus yang pintar menggusur kemiskinan, bukan menggusur orang-orang miskin” ungkap Ketua Umum Dewan Pimpinan Nasional (DPN) MPI Meherban Shah saat memberikan arahan pada pelantikan Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Khusus Batangkuis masa bakti 2011-2014 di Kampung Niaga, Kota Batangkuis, Deliserdang, Rabu (8/6).

Kader MPI diminta untuk menjadi bagian dari masyarakat yang peduli membantu rakyat kecil bukan meresahkan apalagi menggusur orang-orang miskin. Selain itu, kader MPI wajib menjaga bangsa dan negara dengan meningkatkan harkat martabat bangsa Indonesia. Karenanya,  ujar Meherban, kader MPI harus mendukung TNI, Polri dan pemerintah serta tidak menjadi provokator dalam upaya membantu rakyat kecil dan jangan sampai menindas mereka.

Sebagai organisasi baru, Meherban mengakui, MPI masih banyak kelemahan. Tapi, MPI memiliki satu kekuatan dalam melawan tindakan korupsi yang menjadi fokus MPI.  “MPI masih baru dan punya banyak kelemahan, tapi MPI kuat melawan koruptor” tandasnya.

Meherban juga mengimbau agar seluruh kader MPI saling memperhatikan dan membantu antara anggota lainnya serta menyatu dalam kebersamaan.Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) MPI Sumatera Utara (Sumut) Bobby Octavianus Zulkarnen SE juga mengingatkan seluruh kader MPI agar berbuat sesuatu yang dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat serta membantu program pembangunan pemerintah. Selain itu juga, DPC Khusus merupakan tangan tangan DPN MPI, dimana DPC khusus tersebut dibawah pengawasan dan bimbingan DPP MPI Sumut.

Ketua DPC Khusus MPI Batangkuis Supanji menegaskan, keberadaan MPI diharapkan bisa menjadi energi positif bagi seluruh elemen masyarakat Batangkuis dengan saling bahu-membahu, menjalin silaturahmi yang baik dan bekerjasama sehingga tercipta keharmonisan, keamanan, kenyamanan serta kedamaian.

“Kami siap menjalankan dan menunaikan tugas mulia sebagai organisasi kemasyarakatan yang turut berpartisipasi dan mengabdi  demi masyarakat khususnya di Kecamatan Batangkuis ini” tegasnya.

Prosesi pelantikan pengurus DPC Khusus MPI Batangkuis langsung dipandu Ketua DPP MPI Sumut, Bobby Octavianus Z didampingi Sekretaris Aulia P Sitepu SH dan Bendahara M Ridwan diawali dengan dialog dan penandatanganan Surat Keputusan (SK) serta penyerahan pataka organisasi kepada Ketua DPC Khusus MPI Batangkuis Supanji.

Wujud kepedulian terhadap rakyat kecil, MPI menyantuni puluhan anak-anak kurang mampu dan diakhiri dengan penyerahan 1 unit sepeda motor bercorak khas warna organisasi tersebut sebagai inventaris dari Ketua Umum DPN MPI Meherban Shah kepada Ketua DPC Khusus MPI Batangkuis Supanji.

Susunan Pengurus DPC Khusus MPI Batangkuis masa bakti 2011-2014 : Ketua Supanji dibantu 5 Wakil Ketua : Fadli Syahdian, Ferri Guslo, Ngadianto, Bambang Ducky Hermana dan M Husin SH. Sekretaris Bachyuni Amin Basri SE dibantu Wakil Sekretaris Irzam. Bendahara V M Gultom ,Wakil Bendahara  Widi Widjayanto serta didukung 8 kepala bidang. Turut hadir ketua bidang DPP MPI Sumut Ir Roni Sibuea,  Baginda Siregar,Zulkifli, dan Sugiarto St.  (*/omi)

Ciptakan Proses Pembelajaran Aktif di Kampus

UNIVERSITAS Pembangunan Panca Budi (Unpab) Medan menggelar pelatihan peningkatan kemampuan staf pengajar dalam bidang soft skill bagi puluhan dosen perguruan tinggi tersebut, Selasa (7/6). Pelatihan yang digelar di  Aula Unpab Jalan Gatot Subroto Medan hingga Sabtu (11/5) hari ini bertujuan menciptakan pembelajaran aktif, inovatif, kreatif, kontekstual dan menyenangkan (Paikem)..

Guru Besar Universitas Bengkulu, Prof Badeni sebagai instruktur pelatihan mengutarakan, pelatihan ini dapat memenuhi harapan yang diinginkan termasuk menghilangkan hambatan sehingga mampu menghasilkan perkuliahan yang baik.

‘’Untuk itu diperlukan komitmen, disiplin, saling pengertian dan ada kerja sama semua pihak terkait,’’ jelas Badeni yang pernah menjadi Pembantu Dekan I FKIP Universitas Bengkulu tersebut.

Badeni mengutarakan proses pembelajaran aktif harus diawali dari penyiapan materi kuliah, kemampuan dosen dan mahasiswa dimana secara keseluruhan harus memenuhi 14 persyaratan.

‘’Mahasiswa harus diarahan aktif berpikir dalam proses perkuliahan. Kita harus dirangsang aktif belajar dan diskusi sehingga dosen tidah harus menerangkan saja. Mahasiswa pun tidak semata menerima apa adanya materi kuliah yang disampaikan para dosen tersebut,’’ katanya.

Untuk menjamin keberhasilan proses perkuliahan aktif sangat dipengaruhi oleh keinginan mahasiswa dalam melaksanakan program tersebut. ‘’Program ini baru dilaksanakan Ditjen Dikti Kemendiknas secara nasional. Unpab merupakan kampus swasta pertama di Sumut yang telah mengembangkan program tersebut,’’ ujarnya.

Rektor Unpab M Isa Indrawan SE MM mengkritisi pembangunan pendidikan yang dibangun berbasis kecerdasan intelektual. Karenanya, lanjut dia, pendidikn kurang memperhatikan pengembangan kecerdasan spritual, emosional, sosial dan cerdas.

Pelatihan, kata Isa, dalam rangka pengembangan sistem pembelajaran yang berusaha menyesuaikan dengan sistem atau metode pembelajaran di perguruan tinggi sesuai visi Diknas menuju insan Indonesia yang cerdas, komperhensif, kompetitif dan bermartabat.
Ia berharap proses pembelajaran aktif dapat mengedepankan diskusi, meningkatkan kemampuan bicara, mempresentatifkan,’’ imbuhnya. (*/sih)

Wakil Rektor Iii Umsu Hm Arifin Gultom: Penelitian, Jantung di Tubuh Universitas

MEDAN- Ibarat tubuh, kegiatan penelitian merupakan jantung di tubuh universitas, sehingga dewasa ini perguruan tinggi mulai mengarahkan misinya kepada universitas riset.  Demikian ditegaskan Wakil Rektor III UMSU HM Arifin Gultom SH, MHum saat launching Program Penelitian Dikti, HKI, Pelatihan Buku Ajar dan Artikel Ilmiah, Kamis (9/6) kemarin, di Auditorium Kampus Terpadu UMSU Jl Kapten Mukhtar Basri No 3 Medan. “Untuk memotivasi itulah salah satu kegiatan ini dirasa perlu untuk dilaksanakan, meskipun nanti prosesnya itu memang berkaitan dengan buku ajar,”tegasnya.

Kemudian dari data yang ada, di UMSU sejak tahun 2005 sampai 2011, dosen-dosen banyak yang sudah pernah melakukan penelitian, baik itu Penelitian Dosen Muda, Studi Kajian Wanita, Fundamental dan Hibah Bersaing, ‘’Seluruhnya berjumlah 250 orang,”paparnya. Hadir pada kesempatan tersebut Wakil Rektor III UMSU HM Arifin Gultom, SH, M.Hum mewakili Rektor, dua narasumber yakni Juraini Sulaiman, SH, MH dan Prof Dr Suminar Setiati Achmadi, M.Sc, para pimpinan Fakultas, Ketua Jurusan/Program Studi, Dosen peserta, Kepala Biro Humas UMSU Anwar Bakti dan para Kepala Biro lainnya di lingkungan UMSU.

Lanjut Arifin, dalam kegiatan ini dosen-dosen yang belum pernah melakukan penelitian memang tidak diundang karena begitu ketentuan dari Dikti. Karena, sebut Arifin, dengan adanya lebih dahulu hasil penelitian baru akan muncul Buku-buku Ajar, atau dengan kata lain hasil penelitian itu yang akan menjadi sumber untuk penyusunan Buku Ajar.

Di sisi lain, kata Arifin, perlu  dicermati mengenai Hak Kekayaan Intelektual (HKI) apalagi dewasa ini seperti yang diberitakan di media massa sering terjadi tendensi plagiarisme (penjiplakan-red) terhadap hasil karya orang lain. Untuk mengatasinya maka masing-masing Perguruan Tinggi diwajibkan untuk mengakses skripsi dan semua produk yang ada di Perguruan Tingginya untuk kemudian dikirimkan ke Dikti, sehingga nantinya Dikti dalam hitungan detik dapat mendeteksi apakah hasil karya itu merupakan plagiarisme atau tidak.

Wakil Rektor III UMSU mengharapkan agar dana berkriteria Madya yang diberikan Dikti kepada UMSU dapat dikelola dengan baik dalam melaksanakan kegiatan penelitian.

Sebelumnya Kepala Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat UMSU, Prof Dr Alesyanti, M.Pd, MH selaku pelaksana kegiatan dalam laporannya menyebutkan bahwa peserta kegiatan ini sebanyak kurang lebih 120 dosen UMSU yang pernah melakukan penelitian.

Alesyanti mengemukakan penyelenggaraan kegiatan ini merupakan upaya UMSU untuk menjawab tantangan terhadap kebijakan Dikti dimana pelaksanaan kegiatan penelitian di masa mendatang akan banyak didesentralisasikan ke masing-masing Perguruan Tinggi.

Narasumber pada kegiatan hari pertama,  yakni Kepala Bidang Pelayanan Hukum Kanwil Kemenkum dan HAM Provinsi Sumatera Utara, Juraini Sulaiman, SH, MH dengan makalahnya berjudul “Hak Cipta” dan Prof Dr Suminar Setiati Achmadi, M.Sc dengan makalahnya  “Tata Saji Buku Ajar” . Narasumber hari kedua,  Prof Dr Alesyanti, M.Pd, MH yang memaparkan tentang Sosialisasi, Launching Program Dikti untuk Pendanaan Tahun 2012 dan Prof Dr Asmuni, MA dengan materi Pelatihan Penulisan Artikel Ilmiah.

Pada kesempatan terpisah, Humas UMSU Anwar Bakti menyampaikan susunan Pengurus Pusat Penelitian dan Pengabdian Pada Masyarakat (P3M) UMSU yang baru yakni Ketua: Prof Dr Alesyanti, M.Pd, MH, Sekretaris: Dra Sulhati MA, Anggota: Muharnif ST, M.Sc, Indra Rosa ST, Irfan S.Pd, M.Si, Riza Zarzani SH dan Arifin Saleh Siregar, M.SP. (*/ton/smg)

Sudah ‘Makan’ 30 Jiwa

Terkait Bakteri E Coli, Sumut Awasi Turis

Korban jiwa akibat wabah bakteri E Coli yang melanda Jerman dan negara-negara lain terus bertambah.Sejauh ini sudah 30 orang yang meninggal akibat bakteri pembunuh tersebut. Lalu, bagaimana dengan Indonesia, khususnya Sumatera Utara?

Nah, Kepala Dinas (Kadis) Kesehatan Sumut dr Candra Syafei SpOG, saat dikonfirmasi Sumut Pos, Senin (6/6) lalu, mengatakan telah mengantisipasi hal itu. Menurut Chandra salah satu upaya pencegahan yang dilakukan yakni melakukan koordinasi dengan pihak Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) laut dan udara dalam proses pemantauan turis Eropa yang masuk.

“Dalam hal ini petugas KKP melakukan pemeriksaan kepada wisatawan asing yang masuk ke Sumatera Utara, sehingga bagi wisman yang ditemukan mengalami gejala diare akan dilakukan perawatan terlebih dahulu untuk mensterilkan penularan bakteri,” ujarnya.

Untuk itu, Candra mengimbau agar masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat seperti mencuci tangan sebelum makan dan memasak makanan yang akan dikonsumsi.

Sementara ditempat terpisah pengamat kesehatan dr Umar Zein SpPD mengatakan,  bakteri E Coli normalnya ada dalam usus manusia. Dijelaskannya, gejala awalnya diare mengkontaminasi makanan atau tangan yang tidak dicuci, bisa juga melalui bungkus makanan seperti daun yang tercemar E Coli.

Bisa juga melalui kotoran pupuk/ternak yang tertular melalui makanan dan sampai ke usus. “Masa inkubasinya tiga sampai tujuh hari dengan gejala awal yang dialami penderita akni gangguan pencernaan seperti mencret, berlendir serta demam tinggi yang. Diare akut setidaknya dalam dua minggu dapat menyebabkan pendarahan dan berujung kepada kematian,” terang Umar.

Dari Jakarta, Menteri Kesehatan, Endang Rahayu Sedyaningsih, memastikan di Indonesia belum ditemukan adanya bakteri  E Coli strain baru, dengan nama enterohaemorrhagic E Coli (EHEC) yang bisa menimbulkan penyakit berbahaya dan mematikan. Penderita  dapat berlanjut menjadi parah dalam kondisi yang disebut  haemolytic uraemic syndrome (HUS) seperti yang terjadi di Eropa.

“Kasus di Eropa ini jadi heboh, karena E-Coli strain barunya. Dan kebanyakan orang di Eropa terpapar bakteri  karena konsumsi sayuran yang tidak dicuci dengan bersih. Jadi mencegah E Coli ini sama dengan mencegah penyakit diare,” katanya.

Kemunculan bakteri E Coli disinyalir lantaran aneka sayuran impor asal Jerman, seperti timun dan tauge. Endang Rahayu Sedyaningsih sempat menjelaskan bakteri E Coli kebal terhadap obat antibiotik dan dapat menyebabkan kematian karena memicu pendarahan yang parah.

Menurut dari data Kementerian Kesehatan, wabah penyakit  ini sebenarnya mulai terjadi di Jerman pada pertengahan Mei 2011. “Selain Jerman, ada 11 negara lain yang menemukan kasus yang sama  yaitu Austria, Republik Ceko, Denmark, Prancis, Belanda, Norwegia, Spanyol, Swedia, Swiss, Inggris, Amerika Serikat dan lain-lain,” tambah Prof dr Tjandra Yoga Aditama, Direktur Jenderal Pengendalian Penyakit Menular dan Penyehatan Lingkungan (P2PL) Kementerian Kesehatan RI.

Korban jiwa terbaru adalah seorang pria berumur 57 tahun di Frankfurt, Jerman. Bulan lalu pria itu bepergian dengan istrinya ke Kota Hamburg, Jerman Utara, yang menjadi pusat wabah bakteri mematikan E Coli.

Seperti disiarkan AFP, Jumat (10/6), kematian seorang pria berusia 68 tahun dan seorang wanita berumur 20 tahun juga dilaporkan di negara bagian Lower Saxony, Jerman. Berarti hingga kini setidaknya 30 orang tewas termasuk seorang wanita di Swedia yang baru saja kembali dari Jerman.  Lebih dari 2.800 orang di setidaknya 14 negara jatuh sakit akibat EHEC tersebut.

Sementara itu, dokter ahli penyakit dalam di Jakarta, dr Imranito SpPD mengatakan penyebaran E-coli bisa melalui tiga jalan, yakni antarorang, makanan-minuman, serta binatang.

“Pertama, antara orang ke orang, kemudian dari makanan-minuman yang tidak dimasak dengan sempurna, dan bisa pula lewat binatang yang telah terinfeksi lalu menyebarkannya ke makanan dan dikonsumsi manusia, misalnya lalat,” kata internis yang berpraktik di OMNI Medial Center dan Medika Permata Hijau Jakarta ini, Selasa (7/6).

“Semua makanan yang tidak dimasak dengan sempurna atau dicuci dengan air yang tercemar E Coli, mungkin saja karena sudah tercemar dengan tinja yang memang banyak E Coli juga menjadi sumber penyebaran,” imbuhnya. (uma/bbs)

——————–

Tentang E coli

Escherichia coli atau biasa disingkat E Coli adalah salah satu jenis spesies utama bakteri gram negatif. Pada umumnya, bakteri yang ditemukan oleh Theodor Escherich ini dapat ditemukan dalam usus besar manusia. Kebanyakan E Coli tidak berbahaya, tetapi beberapa, seperti E Coli tipe O157:H7, dapat mengakibatkan keracunan makanan yang serius pada manusia.

Jalur Penyebaran :
1. Antara orang ke orang
2. Dari makanan-minuman yang tidak dimasak dengan sempurna
3. Lewat binatang yang telah terinfeksi lalu menyebarkannya ke makanan dan dikonsumsi manusia, misalnya lalat.

Gejala Infeksi
1. diare
2. Kram perut
3. Diare berdarah         (haemorrhagic colitis)
2. mual
3. demam
4. muntah

Gejala Infeksi Serius
1. gagal ginjal akut
2. kerusakan sel darah merah
3. gangguan syaraf
4. stroke
5.koma
*tingkat kematian sebesar 3-5 persen.

Pencegahan
Berperilaku hidup bersih dan sehat. Misalnya, dengan mencuci tangan pakai sabun setelah buang air besar (BAB) dan sebelum makan.
*Anjuran World Health Organization (WHO)
1. jaga kebersihan
2. pisahkan bahan mentah dengan makanan matang
3. masak makanan sampai matang
4. jaga makanan pada suhu aman
5. gunakan air bersih untuk mencuci bahan pangan

SUMBER: BERBAGAI SUMBER

 

Gaji PTT tak Kunjung Dibayarkan

085276985xxx
Bidan PTT tak kunjung gajian tolong pak pejabat yang menangani gaji PTT agar segera membayarkan gaji bidan PTT yang tak kunjung dibayar hampir dua bulan ini dan kapan kepastian keluarnya serta apa kendalanya pak?

Kami Fasilitasi Hari Senin
Terima kasih, gaji bidan PTT merupakan urusan bendahara Dinas Kesehatan (Dinkes) dengan Depkes RI, pada kesempatan ini, Dinkes Sumut hanya berperan sebagai fasilitator. Jika ditemui persoalan itu, maka kami siap membantu memfasilitasinya ke Depkes RI, saya akan kontak langsung ke Depkes RI hari Senin.

dr Chandra Syafei Sp OG
Kepala Dinkes Sumut

——-

Diusulkan ke Pemerintah Pusat
Kami sudah koordinasikan persoalan ini ke Dinkes Serdang Bedagai, sekarang ini gaji bidan PTT sudah diusulkan sesuai dengan prosedur. Kemungkinan hambatannya dari pemerintah pusat. Terima kasih.

Dra Indah Dwi Kumala
Kabag Humas Serdang Bedagai

———

Jangan Ada Penundaan
Setiap hak yang sudah ditetapkan dalam aturan, selayaknya segera diserahkan. Jangan pernah ditahan-tahan, apalagi sampai tak diberikan. Sebab, hak seseorang yang masih ada di tangan orang lain merupakan titipan, apabila tak diberikan akan menimbulkan dosa.

Kemudian, untuk kaitannya bidan PTT. Kami mintakan kepada Dinkes di kab/kota se-Sumut untuk menyampaikan persoalannya ke Dinkes Sumut, selanjutnya Dinkes Sumut segera berkoordinasi dengan DPRD Sumut agar bisa sama-sama mendesak pemerintah pusat bila benar tersendat di pemerintah pusat. Selanjutnya segera membayarkan gaji bidan PTT, sebab apapun alasannya apabila sudah menjadi hak bidan PTT tak boleh ada penundaan lagi.

H Hidayatullah SE
Ketua Fraksi PKS DPRD Sumut

Tewas Disambar Petir Saat Bermain Bola

LUBUK PAKAM- Puluhan remaja disambar petir saat main bola di lapangan PTPN 2, Desa Pagar Merbau, Deli Serdang, Kamis (9/6) sekira pukul 18.00 WIB. Satu orang tewas, seorang lagi luka bakar dan selebihnya mengalami trauma dan luka lecet.

Korban tewas bernama Ramdany (16) dan korban luka bakar Izul Syahputra (18) dilarikan ke klinik Mars. Sebelum peristiwa itu terjadi, Ramdany bersama belasan anak remaja lainnya, sedang asyik bermain sepakbola di lapangan PTPN 2. Saat itu kondisi cuaca masih sangat terik dan kemudian berubah gerimis disertai petir. (btr)

Proyek Drainase Dirusak OTK

BINJAI- Pengerjaan proyek drainase di Jalan Kaktus, Lingkungan IV, Kelurahan Pahlawan, Kecamatan Binjai Utara, dirusak orang tidak dikenal (OTK) sepanjang 25 meter, Kamis (9/6) malam.
Menurut keterangan Agus alias Ucok, pengawas proyek ketika ditemui, Jumat (10/6) mengatakan, sebelum drainase itu rusak, dia  didatangi seorang lelaki yang mengaku sebagai pemuda setempat (PS). Pria itu datang meminta uang pengamanan dari pemborong proyek drainase tersebut.

“Proyek ini dikerjakan Selasa (7/6) lalu, saat dikerjakan, memang ada seorang pemuda yang datang meminta uang. Karena saya tidak punya uang, saya suruh dia datang lagi besoknya dan Kamis kemarin, drainase sudah terlihat rusak,”  ujar Agus.(dan)

2 Gudang CPO Ditutup

BINJAI- Dua gudang Crude Palm Oil (CPO) ilegal di Jalan T Amir Hamzah, Kecamatan Binjai Utara dan gudang CPO di Jalan Umar Baki, Kecamatan Binjai Barat, ditutup petugas Polresta Binjai, Jumat (10/6). Penutupan gudang CPO itu, dilakukan oleh petugas Polsek masing-masing dan kawal langsung Kapolres Binjai AKBP Rina Sari Gintang.

Aksi penutupan gudang CPO ini, diduga bocor. Karena tidak ada aktifitas apapun didalam gudang. Bahkan, gudang CPO itu sudah terkunci rapat, hingga petugas tidak menemukan barang bukti apapun dari dalam gudang.(dan)

Anggota Polsuska Digigit Pedagang

TEBING TINGGI- Terkait dikeluarkannya larangan berjualan di gerbong kereta api kelas bisnis dan ekskutif di PT Kereta Api Indonesia (KAI) Cabang Tebing Tinggi, seorang pedagang menggigit tangan petugas Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska) Ayub (24) warga Jalan Perwira II, Kota Medan, di stasiun Kereta Api Cabang Tebing Tinggi, Jumat (10/6).

Peristiwa itu berawal saat kereta api jurusan Medan-Rantau Parapat Sri Bilah, berhenti di Stasiun Kereta Api Cabang Tebing Tinggi. Meski dilarang, pedagang tadi tetap nekad mesuk kedalam gerbong, hingga terjadi cekcok antara petugas dengan pedagang. Kesal dengan sikap petugas, pedagang tadi langsung menggigit tangan petugas hingga memar.(mag-3)

Usut Dugaan Korupsi Bupati Palas

MEDAN- Ikatan Mahasiswa Padang Lawas dan Mahasiswa Sosa Sekitarnya (IMSS), melakukan aksi unjuk rasa di Kejatisu, Jalan Asrama Haji, meminta Kejatisu menangkap Bupati Padang Lawas terkait dugaan koruspi TA 2010, Jumat (10/6) siang.

Koordinator aksi Sugianto Hafiz mengatakan, korupsi yang dilakukan Bupati Palas sangat fatal, karena menyebabkan kerugian negara dan warga Palas khususnya.

“Kami meminta Kapoldasu dan Kejatisu untuk serius mengusut dugaan korupsi Bupati Palas beserta kroni-kroninya seperti, dugaan korupsi RPJPD Rp2 M, MTQ Rp1.4 M, perawatan jalan Rp8 M, dana BOS ratusan juta rupiah, korupsi dan manipulasi serta rekayasa rekrutmen CPNS Palas 2010,” ungkap pengunjuk rasa. (jon)