29 C
Medan
Tuesday, April 14, 2026
Home Blog Page 15116

Ada Cerita Bu Tien yang Tiba-tiba Cemburu

Dibukukan, Sisi Pelik Kehidupan Pribadi Pak Harto di Mata Orang-orang Dekatnya

Sebuah buku seputar kisah kehidupan pribadi mantan Presiden Soeharto yang selama ini tak pernah terekspos kemarin di-launching. Judulnya: Pak Harto, The Untold Stories. Tak tanggung-tanggung, ada 133 orang yang bersaksi dalam buku itu. Termasuk lawan-lawan politik Soeharto.

IBNU YUNIANTO, Jakarta

Maret 1981 pukul 03.00. Telepon di kediaman Presiden Soeharto di Jalan Cendana berdering dan diterima ajudan presiden, Letkol Soerjadi. Kala itu Kepala Pusat Intelijen Strategis Letjen TNI Benny Moerdani menelepon dari Bangkok. Dia meminta petunjuk soal operasi pembebasan pesawat DC-9 Woyla milik Garuda Indonesia yang tengah dibajak di Bandara Don Muang.

Soerjadi bergegas menuju kamar tidur presiden hendak membangunkannya. Ternyata, pintu kamar sudah terbuka dan Pak Harto (panggilan akrab Soeharto) sudah di depan pintu. Laporan singkat diberikan dan permohonan petunjuk diminta.

“Namun, Pak Harto hanya menjawab singkat, Benny wis ngerti kudu piye (sudah mengerti harus bagaimana),” ungkap Soerjadi yang kini menjadi ketua umum Pengurus Pusat Persatuan Purnawirawan TNI Angkatan Darat itu menirukan Soeharto.

Cerita tersebut dimaknai Soerjadi bahwa Pak Harto adalah sosok pemimpin yang memberikan kepercayaan penuh kepada anak buahnya yang tengah bertugas. Di mata Soerjadi, Pak Harto adalah tipe pemimpin yang bekerja tanpa mengenal waktu.

“Selama lima tahun menjadi ajudan, saya tak pernah tahu kapan Pak Harto tidur. Pagi, siang, sore, tengah malam, subuh, setiap kali hendak lapor, beliau selalu ada,” kata pensiunan jenderal berbintang tiga tersebut.
Selama lima tahun menjadi ajudan Pak Harto, Soerjadi mengaku belajar banyak dari bosnya itu. Salah satunya adalah kebiasaan untuk terus belajar dan banyak membaca. “Setiap saat selalu ada kertas di tangan beliau. Entah itu buku, koran, laporan, atau catatan. Ketika sedang ganti baju pun selalu ada buku atau kertas yang terbuka di dekatnya. Entah di lantai, di meja, atau di tempat tidur,” tuturnya.

Penggalan kesaksian itu merupakan salah satu cuplikan isi buku berjudul Pak Harto, The Untold Stories. Bertempat di Museum Purnabakti Pertiwi di kompleks TMII, Jakarta, buku tersebut di-launching sekitar pukul 09.00 kemarin.
Peluncuran buku tersebut dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya, Ketua MPR Taufik Kiemas, mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla, Ketua Umum DPP Partai Golkar Aburizal Bakrie, mantan Menperin Fahmi Idris, mantan Menkeu J.B. Sumarlin, mantan Menteri Pemberdayaan Perempuan Meutia Farida Hatta, Mayjen TNI (pur) Sutoyo N.K., serta Sukardi Rinakit.

Hadir pula mantan Menteri Penerangan Malaysia Zainudin Maidin yang menggantikan eks PM Malaysia Mahathir Mohamad.

Dalam pidatonya, Taufik Kiemas menyatakan memiliki kenangan indah dengan Soeharto menjelang ajalnya. Meski Soeharto berseberangan dengan keluarga Soekarno, Kiemas tak menemukan dendam itu dalam pertemuannya di kediaman Tutut dua minggu sebelum meninggalnya Pak Harto.

“Saya menjenguk Pak Harto yang tengah sakit. Dalam pertemuan itu, Pak Harto menyapa saya dengan sebutan Mas Taufik. Saya merasa ada kesan kekeluargaan yang dalam dengan sebutan itu,” ujarnya.
Dalam pembicaraan singkatnya, Soeharto pun menitip salam untuk mantan Presiden Megawati Soekarnoputri. “Terima kasih ya, Bu Mega telah berjuang mempertahankan NKRI dan Pancasila. Sampaikan salam saya kepada Ibu Mega,” kata Kiemas menirukan pesan Soeharto.

Kenangan indah tentang Soeharto juga datang dari luar negeri. Mantan Menteri Penerangan Malaysia Tun Sri Zainudin Mahidin menyatakan, negaranya berutang budi kepada Soeharto yang mengakhiri konflik Indonesia-Malaysia pada akhir periode kepemimpinan Soekarno.

“Karena itu, terpatri di benak masyarakat Malaysia untuk mengabadikan nama Soeharto. Kini ada nama Kampong Soeharto, Masjid Soeharto, Rumah Sakit Soeharto, dan Sekolah Kebangsaan Soeharto,” jelasnya.
Zainudin juga menyitir pidato Mahathir saat pemakaman Soeharto yang membela Pak Harto dari tuduhan orang-orang yang telah melupakan jasa-jasanya.

Pak Harto, The Untold Stories adalah buku yang diluncurkan sebagai perayaan ulang tahun ke-90 almarhum Soeharto. Buku 600 halaman itu berisi kisah 133 orang yang pernah bekerja pada Soeharto. Mulai para pejabat tinggi negara, sahabat, hingga orang-orang yang pernah menjadi lawan politiknya.

Eks ajudan Soeharto lainnya, mantan Wakil Presiden Try Soetrisno, mengungkapkan, hal yang paling berkesan dari Soeharto adalah kegemarannya menyamar ketika melakukan kunjungan dadakan (incognito). Pada awal-awal menjabat presiden, dia memang kerap melakukan perjalanan ke berbagai daerah tanpa pemberitahuan kepada pimpinan daerah setempat. Rombongan berangkat dengan tiga mobil kecil yang terdiri atas ajudan, pengawal pribadi, serta dokter kepresidenan.

“Biasanya kami disangoni Bu Tien kering tempe dan ikan teri. Kalau sudah jam makan, biasanya ajudan dan pengawal disuruh makan dulu, beliau meneruskan diskusi dengan petani soal harga pupuk dan beras. Kami sering makan bersama karena kata Pak Harto makan bersama pengawal itu mengingatkannya pada zaman perjuangan,” tuturnya.
Rombongan kecil tersebut sengaja mblusuk ke pedalaman, berhenti di persawahan, bertemu langsung dengan petani, atau ke tempat pelelangan ikan saat subuh. “Kami biasa tidur di mana saja. Pak Harto juga pernah tidur di pinggir jalan, di atas selokan, duduk tanpa alas, dan kepalanya disandarkan ke pagar. Foto yang dijadikan sampul buku ini adalah asli, tidak ada rekayasa,” tegas Try.

Lain lagi cerita mantan Menteri Penerangan Harmoko yang disampaikan dalam buku itu. Mantan wartawan yang ketika menjabat pada era Soeharto terkenal dengan kalimat “atas petunjuk Bapak Presiden” itu menyatakan pernah dinasihati Soeharto. Dia dinasehati agar menjaga kesehatan dengan sering-sering mengonsumsi tiwul dan tempe goreng. “Katanya bisa menurunkan kolesterol. Saya jawab saja, susah mencari tiwul di Jakarta,” ujarnya.
Soeharto terkenal dengan kebiasaannya memancing. Dengan kapal kecil, dia kerap mengajak pengawal dan ajudannya memancing ikan di Teluk Jakarta, Selat Sunda, hingga ke Pangandaran. Soeharto sering difoto media ketika tengah memamerkan ikan besar di ujung tali pancingnya. Nah, suatu ketika berembus isu bahwa Soeharto sebenarnya hebat memancing karena ada Marinir yang menyelam di bawah kapalnya dan memasangkan ikan besar di kail yang dia pegang.

Harmoko pun tergelitik untuk menanyakan kebenaran kabar itu kepada Soeharto. Namun, Soeharto hanya tertawa dan mengajaknya mancing ke Teluk Jakarta. “Ternyata, Pak Harto sering mendapat ikan besar karena mancingnya di atas rumpon dari becak yang sengaja dibuang ke laut untuk menjadi rumah ikan,” tuturnya lantas tergelak.

Karena kegemarannya memancing itu, Soeharto pernah dicemburui Bu Tien. Brigjen TNI (pur) Eddie Marzuki Nalapraya dalam buku tersebut bercerita, suatu ketika dirinya diajak Soeharto memancing ke Pelabuhan Ratu bersama sejumlah pengawal. Ketika hendak berangkat, Bu Tien tiba-tiba menghentikan mobil dan mengetuk kaca.
“Saya segera menurunkan kaca mobil. Sambil tersenyum, Bu Tien berkata, jangan memancing ikan yang rambutnya panjang ya,” ungkapnya.

Putri sulung Soeharto, Siti Hardiyanti Rukmana (Tutut), mengaku paling terkesan dengan falsafah Jawa yang kerap diberikan bapaknya. Salah satunya adalah sa-sa-sa. Yakni, sabar atine, sabar pikolahe, sareh tumindake (selalu sabar, selalu saleh, dan selalu bijaksana).

“Setelah memutuskan berhenti dari jabatan sebagai presiden Republik Indonesia, Bapak tak pernah jemu mengingatkan kami untuk tetap sabar dan jangan dendam,” kenang Tutut.

Dia juga menunjuk satu lagi falsafah yang dituturkan Pak Harto yang kini menjadi pegangannya. Falsafah itu ditulis di bawah foto Pak Harto sepuh yang tengah tersenyum yang dipajang di tengah-tengah ruangan peluncuran buku. Falsafah tersebut berbunyi wong iku kudu ngudi kabecikan, jalaran kabecikan iku sanguning urip (orang itu harus mencari kebaikan, karena kebaikan itu bekal hidup).

Dengan falsafah tersebut, Tutut menyatakan tak memiliki motif politik dalam peluncuran buku itu, selain menguak sisi manusiawi Soeharto untuk mengenang budi baiknya. “Kami mencatat kenang-kenangan itu dalam sebuah buku secara jujur dan tanpa rekayasa. Semua apa adanya,” terangnya. (c5/kum/jpnn)

Pentingkan Azas Manfaat

Asmirandah

Asmirandah Zantman, 21, punya tip khusus dalam memilih barang. Entah itu yang berhubungan dengan penampilan sampai kebutuhan rumah. Perempuan yang akrab disapa Andah tersebut bilang bahwa setiap barang yang dibeli harus bermanfaat, tidak mementingkan gengsi dan merek ternama.

Di keluarga, Andah dibiasakan terlibat dalam pemilihan barang-barang kebutuhan rumah oleh orangtua. “Misalnya, saat papa dan mama mau beli sesuatu, mereka pasti minta pendapat saya. Kami diskusi supaya barang yang kebeli itu sesuai dengan selera kami bersama,” terangnya di sela acara peluncuran produk pendingin ruang di Intercontinental Jakarta Midplaza Hotel kemarin (8/6).

Begitu juga persoalan fashion. Item yang dipilih perempuan berdarah Belanda itu lebih kuat pada azas manfaatnya. “Kalau saya harus membayar lebih mahal, tapi dapat manfaat lebih banyak, kenapa tidak,” ujar kekasih Dude Herlino tersebut.

Untuk kosmetik wajah pun, pemeran Kamila dalam sinetron Kemilau Cinta Kamila itu tak canggung membeli kosmetik yang ada di warung. Untung, kulit mulusnya tidak terlalu sensitif terhadap produk kosmetik tertentu. Andah menyatakan selama ini tidak konsisten dengan satu merek kosmetik. Dia menggunakan produk berganti-ganti.

“Saya pakai kosmetik merek campur-campur. Bedaknya apa, lotion-nya apa. Standar saja sih. Tidak aneh-aneh. Kenapa harus susah-susah cari produk kosmetik sampai luar negeri. Kalau lagi liburan terus beli sih nggak apa-apa. Tapi, kalau lagi di sini, ya beli saja yang ada,” ucapnya. (jan/c11/ayi/jpnn)

Pesawat Tempur TNI AU Tergelincir

PEKAN BARU- Pesawat tempur milik TNI AU jenis Hawk 200 dengan nomor pesawat TT 0214 mengalami insiden tergelincir dari landasan pacu Bandara Sultan Syarif Kasim (SSK) II, karena ada masalah dengan pengereman saat melakukan pendaratan, Rabu (8/6) sekitar pukul 14.36 WIB. Akibat peristiwa ini, bandara sempat ditutup selama 30 menit.

Informasi yang dihimpun Riau Pos (grup Sumut Pos) di lapangan menyebutkan, saat itu TNI AU sedang mengadakan latihan rutin. Dua pesawat tempur itu melakukan manuver di udara dengan baik namun saat mendarat (landing) satu pesawat mengalami gangguan. Pesawat pertama mulus mendarat di landasan. Sementara pesawat kedua mengalami insiden, tepatnya di pertengahan run way atau berada di depan tower bandara. Pesawat ini mengalami masalah pada sistem pengereman hingga pesawat tergelincir sejauh dua sampai tiga meter dari landasan. Akibatnya, kedua ban pesawat pecah.

Danlanud Pekanbaru, Kolonel Pnb Bowo Budiarto SE, kepada wartawan menjelaskan bahwa insiden yang terjadi murni karena persoalan pengereman. ‘’Ini insiden kecil saat latihan. Pesawat mengalami masalah pada sistem breaking (pengereman). Namun tidak ada korban jiwa. Pesawat juga sudah ditarik lokasi. Bisa kalian lihat sendirikan, kerusakannya juga sedang diperbaiki,’’ jelas Bowo sambil menunjukkan pesawat. (gus/rpg)

Tersangka WN Vietnam Jaringan Internasional

MEDAN-Direktorat Narkoba Polda Sumut berkoordinasi dengan Mabes Polri terkait penyelundupan sabu 1,061 gram yang dibawa tersangka warga negara Vietnam, Nguyen Thi Tuyet dari Kuala Lumpur, Malaysia, Selasa (7/6). Koordinasi tersebut untuk mengungkap penyelundupan sabu-sabu senilai Rp1 miliar tersebut.

Kasubid Idik II Dit Narkoba Polda Sumut, AKBP Andy Rian menjelaskan, dalam penyelidikan awal untuk menelusuri asal dan tujuan barang haram itu dilakukan dengan penelusuran ke Jakarta. Sedangkan pengakuan tersangka, lanjut Andy, merupakan titipan seseorang di Thailand yang diminta agar dibawa ke Indonesia, melalui Bandara Polonia Medan.

Andy menyakini, jika Nguyen Thi Tuyet termasuk dalam sindikat jaringan internasional. “Jelas ini sindikat jaringan narkoba internasional Golden Triangle,” ungkap Andy. (adl)

Nunun Buronan Interpol

KPK Kirim Red Notice

JAKARTA-Nunun Nurbaeti tak lama lagi akan berstatus buronan interpol. Kemarin (8/6), Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) telah resmi mengirim red notice tersangka suap cek perjalanan pemilihan Deputi Gubernur Senior BI Miranda Goeltom itu kepada Mabes Polri yang kemudian akan diteruskan ke interpol.

“Kami harap setelah dikirim ke Mabes Polri secepatnya bisa disebar (ke negara-negara jaringan interpol),” kata Juru Bicara KPK Johan Budi di kantornya, kemarin (8/6). Lebih lanjut, dia berharap, setelah menerima red notice tersebut, interpol bisa dengan cepat menetapkan istri mantan Wakapolri Adang Daradjatun itu masuk dalam daftar pencarian orang (DPO) alias buron.

Nah, apabila statusnya telah menjadi buron, maka Nunun dengan mudah ditangkap di persembunyiannya. Sebagai informasi, Kamboja, Thailand dan Singapura merupakan negara-negara yang memiliki perwakilan interpol. Jadi, Nunun pun bisa ditangkap apabila memang berada di tiga negara tersebut.

Seperti yang diketahui, Nunun yang sejak Februari lalu telah menyandang status tersangka dikabarkan sering bepergian ke Singapura dan Thailand. Namun beberapa waktu lalu Kemenkum HAM menyatakan bahwa sejak 23 Maret lalu Nunun telah terbang ke” Phnom Penh dan sejak saat itulah sosialita tersebut tinggal di ibukota Kamboja itu.

Sementara itu Menkum HAM Patrialis Akbar kemarin sedikit mengeluhkan tekanan publik yang menganggap pemerintah terutama Kemenkum HAM lambat menangani proses pemulangan Nunun. Patrialis pun mengatakan instansinya tidak bisa” mendeteksi keberadaan Nunun selama terus menerus. Apalagi mengetahui keberadaanya selama 24 jam.

“Kalau dia di luar negeri, mana mungkin kami bisa mengikuti Bu Nunun kemanapun,” kata Patrialis saat ditemui dalam acara Penetapan Wilayah Bebas Korupsi Kementerian Hukum dan HAM dikantornya kemarin. Politisi PAN itu lalu menjelaskan bahwa Kemenkum HAM bekerja hanya berdasarkan permintaan aparat penegak hukum. Kalau memang lembaga penegak hukum meminta agar pihaknya menelusuri keberadaan Nunun, maka pihaknya pun akan bergerak.

Bahkan menurutnya, data yang dipakai Kemenkum HAM untuk menelusuri keberadaan Nunun bukanlah data dari imigrasi di luar negeri. “Tapi selama ini kami dapatkan dari data penumpang pesawat,” imbuhnya.
Menurutnya, data terakhir yang didapat Kemenkum HAM terkait keberadaan Nunun adalah pada tanggal 23 Maret 2011 berdasarkan hasil manifest di Bangkok Airways, Nunun terbang ke Pnom Phen, Namanya, kata Patrialis, tercatat sebagai penumpang maskapai tersebut.

Untuk itulah mantan anggota Komisi III DPR ini menegaskan bahwa pihak yang paling berkompetensi untuk mendeteksi keberadaan Nunun adalah Kementerian Luar Negeri. Sebab, semua tercatat di data Kedutaan Besar Indonesia yang berada di negara-negara tersebut. (ken/kuh/iro/jpnn)

Idrus Marham Mendadak Mundur dari DPR

JAKARTA- Sekretaris Jenderal Partai Golkar, Idrus Marham, mendadak mengundurkan diri sebagai anggota Komisi II DPR. Langkah ini diambil agar Idrus fokus pada pemenangan Partai Golkar di Pemilu 2014.

“Pak Ical (Aburizal Bakrie) mengizinkan, ini kami baru selesai rapat di Slipi,” kata Wakil Sekjen Golkar, Leo Nababan, di Jakarta, Rabu (8/6).

Leo menjelaskan, keputusan pengunduran diri Idrus Marham ini diputuskan dalam rapat di DPP Partai Golkar. Meski demikian, Leo membenarkan pengunduran diri ini terkesan mendadak. “Ini agar dia fokus di kesekjenan menjelang 2014,” ujarnya.

Leo menepis anggapan pengunduran diri ini karena adanya perpecahan di tubuh partai berlambang beringin itu. Leo menegaskan, pengunduran diri ini agar Idrus fokus memenangkan Golkar di 2014. “Golkar solid, tak ada perpecahan,” ujarnya.(net/bbs/jpnn)

Rp10 Miliar Bermasalah

Audit BPK di Pemkab Langkat

LANGKAT- Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia (BPK-RI) dalam notanya masih tidak memberikan tanggapan (dis cleamer) atas laporan pertanggung jawaban keuangan Pemkab Langkat. Bahkan, penggunaan anggaran Rp10 miliar menjadi temuan.

Wakil Bupati Langkat Budiono, saat ditemui di ruang kerjanya, kemarin (8/6), membenarkan tentang temuan dimaksud.

“Secara garis besar, memang ada temuan hingga Rp10 miliar lebih di Pemkab Langkat sampai dengan tahun 2010. Temuan ini, tidak tertutup kemungkinan bahagian dari akumulasi tahun-tahun sebelumnya,” kata Budiono.
Mantan anggota DPRD Langkat dari PDI-P ini, tidak bersedia menjabarkan pos-pos mana saja diantara Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) yang menjadi temuan dimaksud. Tapi, pada prinsipnya, temuan tersebut memang diakui pihaknya.

Sekdakab Langkat Surya Djahisa, juga membenarkan tentang kondisi tersebut. Dia menyebutkan, secara umum, laporan pertanggung jawaban anggaran semakin membaik. Namun, temuan tetap saja ada disebabkan akumulasi dari anggaran sebelum-sebelumnya.

Surya memaparkan, pihaknya saat ini sedang disibukkan dengan upaya mendapatkan kembali uang Rp64 miliar diduga hasil kejahatan yang dikembalikan mantan Bupati H Syamsul Arifin, yang disita Komisi Pemberantas Korupsi (KPK) untuk dijadikan barang bukti di Pengadilan Tipikor Jakarta.

Jika acara persidangan terus molor karena kondisi mantan Bupati itu memburuk, Surya mengkhawatirkan uang yang sudah masuk dalam catatan kas Pemkab ini, tidak dapat digunakan sementara waktu.
Padahal, kata dia, jika peradilan berjalan mulus, barang bukti dimaksud tentunya akan dikembalikan lagi tahun ini (2011) ke Pemkab Langkat.

“Sekarang, kita sedang berupaya dengan memberikan pengertian ke KPK agar uang itu dapat kita pergunakan. Tentang bagaimana hasilnya, belum dapat kita ketahui, tetapi yang jelas, kita upayakan guna menghindari terjadinya stagnasi pembangunan,” pungkas Surya.(ndi)

Batang Kuis Terima PNPM Rp1,5 Miliar

LUBUK PAKAM- Guna meningkatkan pelayanan infrastruktur di Kecamatan Batang Kuis, Kabupaten Deli Serdang, pemerintah meluncurkan dana Program Nasional Pemberdayaan Masyarakat Mandiri Pedesaan (PNPM-MD) sebesar Rp1,5 miliar.

Menurut Penanggung Jawab Operasional Kecamatan (PJOK) Kecamatan Batang Kuis Fahrum Siregar SH, dalam pembukaan Musyawarah Antar Desa di Aula Kantor Kecamatan Batang Kuis, Rabu (8/6), Kecamatan Batang Kuis memperoleh dana PNPM-MP mulai 2009 sebesar Rp900 juta, tahun 2010 Rp1,5 miliar, dan tahun 2011, kembali mendapat dana Rp1,5 miliar.

Disampaikannya, khusus tahun 2011, Kecamatan Batang Kuis akan mendanai pembangunan 4 desa, diantaranya, Desa Sugiharjo, Paya Gambar, Sidodadi dan Tumpatan Nibung. “Saya harapkan, pelaksanan pekerjaan untuk tahun ini, akan lebih meningkat lagi,”kata Fahrum.

Fasilitator Teknis Kecamatan Batang Kuis Syawal Hasibuan menjelaskan, desa penerima dana PNPM-MP 2011 nantinya, akan melaksanakan pembangunan fisik berupa, drainase Desa Tumpatan Nibung sepanjang 908 meter dan 2 unit titi plat beton dengan anggaran Rp267 juta. Drainase di Desa Sidodadi sepanjang 710,3 meter sebesar Rp 218 juta dan drainase di Desa Sugiharjo sepanjang 1.217 meter sebesar Rp 349 juta.(btr)

Pedagang Demo Kepala Stasiun KA

TEBING TINGGI- Ratusan pedagang yang biasa mangkal di PT Stasiun Kereta Api Indonesia (KAI) cabang Tebing Tinggi di Jalan Imam Bonjol, Kota Tebing Tinggi menggelar aksi unjuk rasa terkait larangan berjualan didalam gerbong KA kelas bisnis dan eksekutif, Rabu (8/6).

Sempat terjadi aksi saling dorong antara pedagang dan petugas keamanan stasiun yang dibantu aparat kepolisian dan Poluska.

Kebijakan yang diambil Kepla Stasiun (KS) kereta api cabang Tebing Tinggi ini, membuat para pedagang merugi, karena dagangan mereka tidak laku.

Bahkan, aksi saling dorong membuat salah seorang pedagang Asnani Br Pohan sempat jatuh pingsan. Aksi pedagang mulai reda setelah anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Tebing Tinggi H Amril Harahap datang menemui KS merundingkan tuntutan pedagang.

Asnani Br Pohan merasa keberatan dengan kebijakan sepihak yang diambil pihak PT KA cabang Tebing Tinggi.
“Semenjak peraturan itu diberlakukan 6 Juni 2011 lalu, pedagang sering bentrok dengan Poluska kereta api. Terkadang pihak Poluska sering menendang dan memukul pedagang agar tidak masuk kedalam gerbong kereta,” ucap Asnani.

Untuk itu, melalui perwakilan semua pedagang yang ada di stasiun kereta KA ini, mereka memohon agar KS memberikan waktu selama sepuluh menit untuk berjualan didalam gerbong.
“Kami cuma minta waktu 10 menit untuk berjualan kedalam gerbong, kami butuh makan pak, anak-anak mau sekolah, kalau berjualan diluar gerbong, hasilnya tidak mencukupi,” pinta pedagang.
Kepala Stasiun PT KA Tebing Tinggi H Tarigan mengatakan, pedagang boleh berjualan dilokasi stasiun saat kereta api bisnis dan eksekutif datang, tapi pedagang tidak boleh masuk kedalam gerbong.
“Pedagang boleh berjualan dibawah, pintu kereta api akan kita buka semua, tapi pedagang tidak boleh masuk kedalam,” ujar Tarigan.

Larangan tersebut, tambah Tarigan, resmi diberlakukan sesuai instruksi pimpinan PT KA Sumut. Selain pedagang, pengamen juga tidak diperkenankan masuk kedalam gerbong KA kelas bisnis dan eksekutif.
“Peraturan ini mengacu pada petunjuk pimpinan PT KA Sumut, yang memerintahkan untuk memberlakukan peraturan ini,” ujarnya. (mag-3)

Bus Pengangkut PSK Dilempar OTK

KARO- Bus Dinas Sosial Propinsi Sumut membawa wanita pekerja seks komersial (PSK) dari Medan menju Panti Rehabilitasi Wanita Parawasa Berastagi, diserang orang tak dikenal (OTK), Selasa (7/6) malam.

Penyerangan terjadi di Desa Sembahe, Kecamatan Sibolangit, Deli Serdang. Akibat penyerangan itu, kaca depan bagian kiri bus pecah. Beruntung, tak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.

Kepala Panti Rehabilitasi Wanita Parawasa Berastagi Drs Halomoan Samosir mengatakan, aksi pelemparan itu terjadi secara tiba tiba, saat bus pengangkut wanita yang dirazia tim gabungan, tiba di sekitar sembahe. Kuat dugaan, penyerang menggunakan mobil minibus.

“Kami berusaha mengejar, namun mobil mereka ( penyerang) melaju dengan kecepatan tinggi,” katanya.

Sementara seorang yang diduga sebagai pelempar lari kearah hutan. Laporan  kejadian sudah kita buat,” kata Halomoan.

Wanita malam yang dirazia petugas berjumlah 25 orang dari beberapa lokalisasi di Medan, seperti Simpang Selayang, Gajah Mada dan Petisah.

Dari jumlah itu seorang wanita diketahui masih berumur 15 tahun. Sedangkan sisanya, masih wajah-wajah lama.
“Untuk yang telah pernah kita bina dan tertangkap lagi, dipastikan akan mendapat tambahan masa pembinaan. Biasanya satu semester (6 bulan), akan kita tambah 6 bulan lagi,” ujar Samosir.

Pola pembianaan akan mengedepankan unsur manusiawi, karena selain pemberian bekal ilmu agama, ketrampilan wanita dan mental, kini Parawasa juga mengagendakan pemberiah terapi pshycologi bagi para siswa yang terjaring razia.

Sementara itu, dengan tambahan operasi yang baru dilakukan, kini warga Panti Parawasa Berastagi berjumlah 60 orang.  Sejumlah wanita malam itu berasal dari berbagai kota di Sumatera Utara seperti Medan, Tanjung Balai dan Tobasa.(wan)