Home Blog Page 15149

Perjuangkan Serbia Gabung UE

SERBIA- Penangkapan Ratko Mladic terbukti menjadi amunisi ampuh bagi melonjaknya popularitas Presiden Serbia Boris Tadic. Momentum penangkapan itu juga tepat ketika sang presiden sedang memperjuangkan keanggotaan Serbia dalam Uni Eropa (UE) dan menjelang Pemilu 2012.

Para petinggi Serbia berkali-kali menyatakan harapan mereka bahwa Beograd akan mendapatkan status calon anggota UE Oktober nanti. Pengambilan keputusan untuk mengizinkan Serbia bergabung ke dalam blok ekonomi dan politik di Eropa tersebut akan dilakukan akhir tahun ini. Jika ambisi negara bekas pecahan Yugoslavia tersebut berjalan mulus, popularitas Partai Demokrat (DS) pimpinan Tadic diyakini mampu terdongkrak menjelang pemilu awal tahun depan.

Karena itulah, penangkapan Mladic menjadi momentum sempurna untuk merealisasikan semua ambisi itu. “Saya rasa, semua (penangkapan Mladic, Red) bukan sekonyong-konyong,” terang seorang diplomat Uni Eropa.  “Semua itu dimotivasi kebutuhan politik domestik. Jika ingin meraup simpati dalam pemilu, Partai Demokrat harus memainkan isu substansial. Yang terpenting adalah dukungan UE,” lanjutnya.(rtr/cak/c4/dwi/jpnn)
Penangkapan Mladic terbukti berdampak positif pada indikator perekonomian Serbia. Misalnya, nilai tukar dinar Serbia melonjak 0,4 persen sesaat setelah penangkapan tersebut. Itu menyingkirkan hambatan utama bagi negeri tersebut untuk menjadi calon anggota UE. Begitu terbuka prospek masuk ke UE, para investor akan mengalir ke Serbia.

Tetapi, berdasar pengalaman anggota baru UE lainnya, mata uang yang kuat bukan satu-satunya pertaruhan untuk bergabung dalam blok 27 negara tersebut. Penangkapan Mladic hanya mendekatkan Beograd kepada serangkaian tantangan baru seperti ketika 12 negara masuk UE pada 2004. Gejolak politik dan krisis global juga berpengaruh.
Misalnya, empat negara Eropa Timur yang bergabung ke UE saat itu mendapat pelajaran berbeda. Nilai tukar mata uang Ceko dan Slovakia menguat lebih dari 40 persen pada dekade lalu. Sebaliknya, mata uang Polandia (zloty) dan Hungaria (forint) justru melemah saat itu.

“Pertaruhannya masih amat panjang. Calon anggota UE membutuhkan waktu untuk mewujudkan harapan mereka,” tutur Nigel Rendell, analis ekonomi pada RBC. “Saya kira untuk Serbia, jika Anda ingin berinvestasi (di sana), lupakan bisa meraih hasil dalam 10?15 tahun. Mustahil pula bisa terjadi dalam jangka pendek,” tambahnya.
Meskipun begitu, sambutan baik datang dari sejumlah pihak. Mantan Perdana Menteri (PM) Inggris Tony Blair merespons kabar penangkapan Mladic melebihi pemimpin negara lain di Eropa. “Prospek keanggotaan Uni Eropa bisa menjadi magnet bagi perubahan perilaku negara-negara anggota dan perubahan sistem politiknya. Ini adalah berita besar dan berita baik,” tuturnya.

Presiden Prancis Nicolaz Sarkozy pun menggambarkan bahwa keputusan Presiden Boris Tadic menangkap Mladic sebagai hal yang memberikan semangat bagi seluruh warga Eropa. “Ini adalah langkah maju menuju integrasi Serbia ke dalam Uni Eropa secepatnya,” tandasnya. (

Sajian Cepat, Banyak Promosi

Restoran Bakmi Gila

Selama tiga hari belakangan ini, Bakmi Gila menggelar promosi bagi penggila kuliner Kota Medan. Mereka memberikan tajil gratisan layaknya bulan puasa kepada setiap pelanggan yang datang ke restoran mereka.

“Ya, ini memang mirip dengan promosi kami pada bulan puasa. Kami memberikan tajil gratisan kepada pelanggan. Dan menu yang ditawarkan ini kami sesuaikan dengan kondisi cuaca setiap harinya,” ujar Kepala Koki Bakmi Gila Reza, Jumat  (3/6).

Lebih lanjut Reza menerangkan, adapun tajil yang mereka sajikan yakni bubur kacang hijau, kolak pisang, kolak ubi, kue-kue basah dan gorengan. “Sejak 1 Juni 2011 lalu, menu yang pertama adalah kolak pisang dan gorengan. Hari kedua bubur kacang hijau dan kue-kue basah. Dan hari ini (kemarin, Red), kita juga menyajikan menu yang sama dengan hari kedua. Karena permintaannya di hari kedua cukup banyak, jadi kita buat lagi yang sama,” terangnya.
Besok (hari ini, Red), Bakmi Gila akan menyajikan puding agar-agar. Karena menurut Reza, beberapa hari ini cuaca di Medan cukup menyengat di siang hari.

Ia juga mengatakan, menu ini disajikan sepanjang hari. “Menu gratisan ini bukan pada jam-jam tertentu. Tapi kami gratiskan sejak kami buka hingga tutup, sekitar pukul 11.00-22.00 WIB. Kalau Sabtu sampai pukul 23.00 WIB,” jelas Reza.

Yang uniknya lagi, setiap menu gratisan yang disajikan tersebut merupakan sajian cepat. Karena bahan menu tersebut sudah jadi, hanya tinggal memasaknya. “Kalau seperti gorengan dan bubur juga kolak, kita langsung masak  saat diminta pelanggan. Kalau tak ada yang meminta kita tidak masak, agar kita tetap menyajikan menu yang segar, hangat dan renyah,” kata Reza.

Reza meyakinkan, cukup dengan datang dan duduk di restoran tersebut, para pelayan akan langsung menawarkan ke meja pelanggan. “Jadi walau tak memesan menu reguler, mereka sudah bisa menikmati menu tajil gratis tersebut,” katanya. (saz)

Jus Kedondong

Pernah menikmati jus kedondong? Kalau belum, datang saja langsung ke Bakmi Gila. Di restoran ini baru saja mengeluarkan jenis minuman ini, yang tak ada di restoran lain.

Dengan olahan alami, jus kedondong ini diharapkan bisa melegakan dahaga di siang hari, karena menghadirkan rasa yang cukup segar.

“Kita buat sesegar mungkin, tidak terlalu asam dan rasanya pasti unik. Karena kita menambahkan beberapa resep tambahan,” jelas Reza.

Untuk jus yang satu ini, Bakmi Gila membanderol Rp11 ribu. “Untuk menyajikan seporsi jus kedondong ini kita harus menyediakan empat buah kedondong. Resep tambahannya adalah dengan menambahkan sunboy. Dengan menambahkan sunboy, jus kedondong akan terasa lebih segar. Tentunya dengan perpaduan air segar kedondong dan gula yang pas juga sudah menghadirkan kesegaran tiada tara,” kata Reza.

Dengan buah pilihan segar yang khusus didatangkan dari pemasok kedondong tetap Bakmi Gila, sambung Reza, restoran tersebut berusaha tetap menyajikan jus kedondong yang cukup dan pas kesegarannya. “Kita juga selalu memiliki pemasok buah-buahan tetap untuk membuat jus. Jadi kami hanya menyediakan buah-buahan segar untuk dijus,” ujarnya.

Pengolahannya, menurutnya, merupakan pengolahan yang dijamin bersih dan higienis. “Karena sebelum disajikan,kita mencuci bersih buah. Untuk menyajikan jus kedondong ini juga tak mudah. Perlu kecakapan khusus dari koki agar mendapatkan kesegaran yang pas,” tutur Reza. (saz)

Fadli Hariri Mau Comeback

MEDAN- Mantan pemain PSMS, Fadli Hariri yang musim lalu berlabuh di PSM Makassar menyatakan keinginan untuk kembali ke PSMS musim depan.

Apalagi ada kepastian setelah Pelatih Kepala PSM, Wilhelmus “Wim” Gerardus Rijsbergen dilepas pada putaran kedua mendatang, manajemen PSM juga akan melepas beberapa pemain. Salah satu yang kemungkinan besar dilepas adalah, Fadli Hariri.

Awalnya mantan pemain Persela Lamongan itu yang meminta sendiri ke manajemen PSM untuk dilepas di putaran kedua. Alasannya, Fadli mengaku ingin bermain di kampung halamannya di Medan setelah beberapa tahun merantau di luar daerah.

Kabarnya Fadli sudah menyampaikan permohonan pengunduran dirinya sebagai pemain PSM ke Managing Director, Husain Abdullah. Hanya saja, pengunduran diri dimaksud masih sebatas lisan dan belum ada surat resmi.
Menurut Husain, Fadli baru menyampaikan secara lisan kepadanya soal keinginan kembali ke Medan. “Dia (Fadli, red) sudah ngomong ke saya secara lisan. Katanya mau main di Medan. Tetapi, belum ada permintaan secara resmi mundur sebagai pemain PSM,” terang Husain, seperti diberitakan Fajar (Grup Sumut Pos).

Meski begitu, Husain menegaskan pihaknya tidak akan melepas pemain yang ada saat ini kecuali pemain bersangkutan ingin melepaskan diri. Namun demikian, bocoran diperoleh ada beberapa pemain yang akan dilepas seperti Goran Subara, Srecko Mitrovic, Marwan Sayedeh, Richard Knopper, Jecky Pasarella, Arfan Baba, dan Risnandar.

Husain sendiri tak menampik bahwa rotasi tak hanya menimpa pemain asing, tetapi juga terjadi pada para pemain lokal.

“Cuma belum ada hasil evaluasi kami terima dari jajaran pelatih. Namun, kalau pemain lokal yang akan direkrut itu salah satunya Djayusman Triasdi,” ungkap Husain.

Lantas apa tanggapan Fadli Hariri? Saat dikonfirmasi via telepon selulernya, Fadli memang sedang berada di Medan.
“Iya sedang jalan bersama keluarga,” kata Fadli.

“Kalau soal keinginan kembali main di PSMS, kamu sendiri sudah tahu itu dari dulu. Ya kan saya memang inginnya selalu bermain untuk PSMS,” lanjut Fadli. (ful)

Dipertahankan Oke, Dilepas tak Masalah

Donny Fernando Siregar

Mantan gelandang PSMS, Donny Fernando Siregar menyatakan ketertarikan bergabung bersama Bintang Medan. Namun mantan pemain Persijap Jepara ini juga ingin bertahan di PSMS.

“Belum ada yang tahu masa depan liga Indonesia seperti apa. Jadi saya rasa, LPI menjadi alternatif buat saya sebagai orang yang berprofesi sebagai pemain sepakbola. Jadi tawaran Bintang Medan kepada saya akan saya pertimbangkan,” ujar Donny.

“Tapi itu tergantung PSMS, kalau memang pengurus memberikan kepastian mempertahankan saya untuk musim depan, saya akan bertahan. Kalau tidak, saya ke Bintang Medan tentunya,” sambung pemain yang juga pernah merumput bersama Persiba Balik Papan itu.

Komitmen yang diharapkan dari PSMS dikatakan Donny juga harus profesional. Ia akan menolaknya jika komitmen mempertahankannya hanya sebatas lisan. “Apa konsekuensi yang didapat jika suatu saat komitmen lisan pengurus PSMS itu tidak terbukti. Tidak ada. Jadi kalau (PSMS) serius, saya harap di atas kertas,” lanjutnya.

Di samping itu, Donny juga mengaku ditawari klub lain di luar LPI. Bahkan ada yang menawari kontrak lebih dari satu tahun. Namun jika Bintang Medan atau PSMS masih butuh tenaganya, Donny akan memilih klub di daerahnya sendiri.
“Saya sebelumnya juga sudah ditawari oleh salah satu klub LPI di luar Bintang Medan. Nominal yang mereka tawarkan kepada saya cukup besar dan bahkan tidak untuk satu musim kompetisi. Terus terang saya tergiur, tapi kalau memang klub Bintang Medan menginginkan saya, tentunya saya lebih memilih membela klub di kampung halaman saya,” beber pemain 27 kelahiran Balige Sumatera Utara itu.

Bukan hanya karena tergoda dengan nominal yang ditawarkan, Donny juga tertarik dengan kesungguhan LPI untuk mengubah paradigma sepak bola yang selama ini terjadi di liga Indonesia. Dengan moto Change the Game, Donny mengaku takjub dengan semangat fair play yang diusung.

“Di LPI, tim tamu tetap bepeluang untuk menang. Wasit lebih fair dan tim yang bagus lah yang akan menang. Saya tertarik, karena selama ini, saya merasakan kecurangan-kecurangan di Liga Indonesia mulai dari wasit, hingga ke yang lain. Di sini, fair play terjadi dengan baik,” pungkas Donny.  (ful)

Bintang Medan Makin Bernafsu

Bintang Medan semakin bernafsu memburu bintang baru yang berasal dari klub-klub Super Liga. Sejumlah pemain lokal Medan yang sukses di perantauan masuk radar pelatih Bintang Medan, Michael Feictenbeiner.

Ada beberapa nama yang diharapkan bisa bergabung termasuk beberapa pemain yang ada di liga super. Pemain seperti Saktiawan Sinaga, Mahyadi Panggabean, Irfan Raditya diharapkan bisa kembali ke Medan dan bergabung. Selain ketiga nama tersebut, beberapa nama pemain lainnya seperti Jecky Pasarela, Fadly Hariri.

“Kami berharap, pemain-pemain lokal Medan yang bermain di liga super bisa pulang dan bergabung dengan Bintang Medan. Kami sudah mengumpulkan beberapa nama, tinggal melakukan komunikasi dengan sebagian dari mereka,” ujar Michael yang juga pernah membesut tim Divisi II Jerman Stuttgarter Kickersdan III TSF Ditzingen Bundesliga itu.
Untuk pemain yang sudah dikonfirmasi, dia mengatakan sudah boleh mengikuti latihan mulai Senin (6/6) pagi mendatang di Lapangan Komplek Thamrin Graha Metropolitan (TGM). “Sebagian pemain yang bergabung nantinya mungkin akan tinggal ditanyakan komitmennya,” katanya.

Diakuinya, pemberdayaan pemain lokal potensial Kota Medan menjadi harga mati untuk meningkatkan kiprah Bintang Medan di kancah Liga Primer Indonesia (LPI) putaran kedua mendatang. “Banyak yang bisa dibenahi kalau punya pemain yang berkualitas. Salah satunya penonton yang selama ini sungguh minim. Dengan kualitas pemain yang bagus, tentu masyarakat akan tertarik menonton pertandingan. Apalagi Medan sebagai kota terbesar ketiga di Indonesia, punya pencinta sepak bola yang cukup besar,” pungkasnya. (ful)

Batik, Fashion yang Kian Booming

Pada awalnya, batik hanya dapat dipakai oleh seseorang yang memiliki tingkat sosial di masyarakat. Bahkan, motif yang terdapat pada batik juga tidak dapat digunakan oleh sembarangan orang.

Atau dengan kata lain, motif tertentu hanya dapat dipakai oleh orang tertentu juga untuk menunjukkan tingkat sosial orang tersebut. Jadi tidak heran bila batik tak bisa dipakai sembarang orang. Tapi, itu dulu. Sekarang zaman sudah berubah.

Sejak batik diangkat menjadi pakaian nasional, zaman keemasan batik kembali. Bukan hanya suku Jawa yang menyukai, tetapi seluruh masyarakat yang berbeda suku dan etnis mulai memakai pakaian yang memiliki nilai seni ini. Bahkan batikpun kita membooming dengan inovasi yang lebih modren dan trendy.

Memang, seiring perkembang zaman, motif dan warna kain batik juga mulai berkembang. Bahkan motif pada batik bukan hanya yang memiliki makna tertentu, tetapi juga motif tatoo mulai digunakan. Hal ini jugalah yang mengilhami beberapa pengusaha batik untuk mengangkat motif lain.

Irwan, salah satu penjual batik di Medan Fair Plaza mengatakan, motif yang diberikan beraneka ragam, malah terkadang lari dari aliran motif batik sesungguhnya. “Tapi karena zaman telah berubah, pengguna batik tidak lagi mengandalkan arti dari motif batik sebenarnya, tapi lebih kepada inovasi modelnya,” kata Irwan.

Bila diperhatikan, motif antara tatoo dan batik tidak memiliki perbedaan karena ke duanya memiliki nilai dasar, yaitu seni. “Karena sama, jadi tidak dapat dibedakan antara motif batik dan motif tatoo,” lanjut Irwan.

Walaupun begitu, masih banyak juga penjual batik yang masih memegang motif batik, misalnya, Batik Semar yang masih memegang motif batik Solo. Dibeberapa kesempatan, corak batik juga dapat kita temukan di berbagai baju untuk anak remaja. Misalnya saja seperti celana jeans, rompi, kemeja dan baju kaos.

Dado, salah satu pengguna batik mengatakan, bila seseorang memakai baju batik kesannya lebih terlihat rapi dan berciri. “Pakai baju batik lebih terlihat rapi dan lebih berciri khas,” kata dia.

Hal senada dikatakan Putri, karyawati Gerai Batik Semar di Plaza Medan Fair. “Batik itu dulunya terkesan formil dan bahkan kesannya hanya dipakai orangtua saja, tapi sekarang berbea. Batik banyak dipakai semua kalangan umur karena batik telah berevolusi dengan inofasi yang lebih moderen,” kata Putri.

Sementara itu, Afif, Pengamat Mode dari KM Studio, mengatakan, batik dianggap formal bila dipadu padakan dengan celana bahan dan sepatu pantofel. Tetapi untuk anak muda, hal ini tidak berlaku lagi, walau menggunakan padupadan tersebut. “Tetapi model rambut yang digunakan anak remaja memberikan kesan santai. Formalnya tidak kelihatan, karena biasanya remaja bermain dengan rambut,”. ujar Afif berpendapat.

Menurutnya, kesan mewah yang ditampilkan batik dapat dilihat melalui tinta, corak dan bahan batiknya. Batik terlihat lebih mewah bila dari bahan sutera dan motif tulis. “Kalau batik tulis lebih lama pembuatannya, jadi lebih mahal karena nilai seni yang tinggi,” kata afif.

Dikatakan Afif, memakai batik akan terkesan lebih simple dan tidak ribet. Sebab, bila mengenakan baju batik, tidak perlu menggunakan aksesoris yang berlebihan, seperti kalung, misalnya. Karena motif batik sudah terkesan ramai.
Sementara itu, Dosen Tetap USU Komunikasi Psikologi, Emilia Ramadhani, mengatakan, paham batik sebagai pakaian formal tidak berlaku lagi bagi anak muda. Karena pada umumnya anak muda sudah memadumadakan batik dengan aneka ragam perlengkapan aksesoris yang akan terlihat lebih modis. “Untuk saat ini, batik mengikuti trend, bukan untuk menunjukkan tingkatan sosial. Kita patut bangga, batik kini semakin membooming tak hanya sebagai pakaian wajib di hari Jumat bagi pekerja kantoran dan pegawai, tapi juga sebagai tren fashion,” ujar Emil. (mag-9)

Yesus Kembali Setelah Pemulihan

Oleh:   Pdm. Edison Sinurat STh

Kisah Para Rasul 3:21
“Kristus itu harus tinggal di sorga sampai waktu pemulihan segala sesuatu, seperti yang difirmankan Allah dengan perantaraan nabi-nabi-Nya yang kudus di zaman dahulu.”

Kamis (2/6) lalu kita memperingati kenaikan Isa Al Masih atau Yesus Kristus ke sorga. Disaksikan oleh limaratus murid-murid-Nya dari Bukit Zaitun, Yesus terangkat ke Sorga lalu ditutupi awan.

“Tidak lama kemudian, dua orang berpakaian putih bersih turun mendapatkan mereka. “Sesudah Ia mengatakan demikian, terangkatlah Ia disaksikan oleh mereka, dan awan menutup-Nya dari pandangan mereka.  “Ketika mereka sedang menatap ke langit waktu Ia naik itu, tiba-tiba berdirilah dua orang yang berpakaian putih dekat mereka, dan berkata kepada mereka: “Hai orang-orang Galilea, mengapakah kamu berdiri melihat ke langit? Yesus ini, yang terangkat ke sorga meninggalkan kamu, akan datang kembali dengan cara yang sama seperti kamu melihat Dia naik ke sorga.” (Kisah Para Rasul 1:9-11).

Yang pasti, Yesus yang telah naik ke sorga itu akan datang kembali ke bumi ini. Ia pergi untuk menyediakan tempat bagi kita yang percaya kepada-Nya. Tetapi Ia akan datang atau kembali ke bumi ini apabila segala sesuatu telah dipulihkan. Oleh ilham Roh Kudus, Petrus menyampaikan khotbahnya di hadapan orang banyak.

Tuhan sedang mengerjakan pemulihan itu, dan apabila sudah semua dipulihkan (perhatikan frasa: “segala sesuatu”), maka tibalah saat yang dinanati oleh seluruh orang percaya, kedatangan Yesus Kristus kedua kali.
Bagaimana cara Dia datang kembali, sama halnya seperti ketika Ia naik ke sorga. Semua mata akan memandang Dia dengan segala kemuliaan-Nya disertai orang-orang kudus-Nya. Ia menjemput gereja yang sudah sempurna oleh pekerjaan Roh Kudus, bersamaan dengan itu, orang-orang yang sudah mati dalam Kristus akan bangkit pula. Kemudian bersama-sama akan menyongsong Tuhan di angkasa, kemudian setelah bumi ini dipulihkan, Kristus bersama umat tebusan-Nya akan memerintah selama seribu tahun lamanya.

Waktu pemulihan segala sesuatu maksudnya, Kristus akan datang dari sorga untuk memberantas kejahatan dan mendirikan kerajaan Allah di muka bumi yang bebas dari segala dosa. Pada akhirnya semua hal yang dinubuatkan PL (Perjanjian Lama) untuk dipulihkan (Zakaria 12-14; Lukas 1:32-33) akan dipulihkan. Kristus akan menebus atau membaharui seluruh alam semesta (Roma 8:18-23) dan akan memerintah atas bumi (Wahyu 20-21).
Perhatikan bahwa yang mendatangkan kemenangan Allah dan kerajaan-Nya bukanlah umat manusia yang ada di atas bumi, melainkan Kristus dan bala tentara dari sorga (Wahyu 19:11-20:9). (*)

Peduli Sesama Sejak Belia

MERAUKE-Sebagai bentuk kepedulian terhadap anak-anak yang ekonomi orang tuanya kurang mampu, Taman Kanak-Kanak Kodim 1707 Merauke berbagi kasih dengan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) Gereja GKI Sarah Merauke, Polder, Kelurahan Maro.

Bagi kasih yang dilakukan tersebut dengan mengunjungi anak-anak tersebut sekaligus menyerahkan bingkisan berupa sepasang pakaian dan makanan serta susu Milo yang dikemas dalam 1 bingkisan. Penyerahan bingkisan diserahkan langsung anak-anak TK tersebut kepada masing-masing penerima.

‘’Anak-anak ini dibiasakan berbagi dan peduli terhadap sesama atas apa yang dimilikinya,’’kata Ketua Yayasan TK Kodim 1707 Merauke, Ny Linda Handono, yang memimpin langsung kunjungan tersebut, kepada Cenderawasih Pos (grup Sumut Pos), Senin (30/5). Dia berharap, apa yang dilakukan pihaknya tersebut bisa memberi semangat bagi anak usia dini tersebut untuk memiliki semangat bersekolah.

“Ini yang bisa kami berikan, harap tidak dilihat dari besarnya ini sebagai bentuk kepedulian dari kami pengurus dan anak-anak TK Kodim kepada sesama,’’ katanya. Sementara itu, Pdt Gereja GKI Sarah Apolos Buiney, STh, menyampaikan terima kasih atas perhatian yang diberikan pihak yayasan dan anak-anak TK Kodim Merauke tersebut.

Sebab, apa yang diberikan tersebut sangat berharga bagi anak-anak yang sedang didampingi di PAUD tersebut. ‘’Tentunya kami tidak bisa membalas semua kebaikan ini, kami hanya berdoa Tuhanlah yang membalasnya bagi semua yang menolong kami dan menolong anak-anak ini,’’ kata Buiney.
Dijelaskan lebih jauh, anak-anak yang ditampung di PAUD Gereja Sarah tersebut merupakan anak-anak yang berada di sekitar lingkungan gereja yang sebagian besar merupakan putera asli Papua namun sebagian besar pula tidak sekolah.

Menurutnya, pendirian PAUD yang baru dimulai tahun ini merupakan hasil perenungan dengan melihat anak-anak yang ada di sekitar lingkungan gereja itu tidak sekolah.
“Kami harapkan kedepan terjadi perubahan bagi anak-anak yang ada di sekitar lingkungan gereja ini. Anak-anak ini bisa mengenal sekolah,’’ harapnya. Selain PAUD tersebut, jelas dia, pada tahun ini pihaknya juga mendirikan Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) untuk anak-anak usia sekolah namun tidak sekolah. Dari pembagian itu, anak-anak tersebut tampak senang mendapatkan bingkisan. (ulo/jpnn)

Perempuan Tak Sekadar Pendamping

Perempuan tidak selamanya berada di belakang, namun harusnya berada di samping untuk mendampingi kaum pria. Begitulah kata Dosen Fakultas Hukum Universitas HKBP Nommensen Lenny Verawati Sri Hartati Siregar SH MKn saat ditemui di Universitas HKBP Nommensen, Jalan Perintis Kemerdekaan/Jalan Sutomo, kemarin.

Menurutnya, sehubungan dengan semakin majunya era globalisasi, sudah selayaknya perempuan menjadi maju. Meski demikian, perempuan juga jangan melupakan kondratnya berada di samping mendampingi pria.
“Menurut saya, perempuan sekarang sudah semakin maju. Namun walaupun sudah maju tetapi perempuan jangan lupa akan kodrat sebagai ibu rumah tangga yang mengurus keluarga, yakni anak-anak dan suami,” kata anak ke-2 dari 4 bersaudara ini.

Anak dari pasangan Drs B Siregar M Lib dan SR Gultom, BA ini bilang, jika dulunya perempuan hanya berkutat di dapur sebagai ibu rumah tangga, sekarang jauh berbeda karena banyak perempuan yang meniti karier dengan statusnya sebagai ibu rumah tangga. “Dari sini bisa kita lihat bahwa perempuan itu tidak lupa akan kodrat,” tambahnya.

Lenny bilang, dalam seminar yang pernah dilakukannya, bahwa perempuan sudah mempunyai wakil duduk disemua bidang yang ada. “Kaum perempuan sudah diwakili 30 persen disemua lini/bidang. Salah satu contoh dapat kita seperti di DPR RI, DPRD Provinsi, DPRD Kota, PNS, bisnis, Polwan dan masih banyak lagi,” tuturnya.

Artinya, kata wanita yang masih melajang ini , peran perempuan semakin terlihat jelas sehingga kaum Adam tak bisa lagi meremehkan perempuan, apalagi menganggap perempuan di bawah jajahan pria. “Tapi sayang, masih banyak perempuan kita yang dijajah pria sehingga tidak bisa mengekspesikan dirinya. Ini juga menyebabkan banyak perempuan yang mengalami kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), baik kekerasan fisik dan sikologi,” paparnya.
Dilema KDRT yang dialami perempuan justru semakin memojokkan perempuan itu sendiri ketika si perempuannya tidak mau melaporkan penganiayaan tersebut ke pihak berwajib.

“Tapi tak dipungkiri, terkadang hukum yang mengatur KDRT itu justru tidak membela kaum perempuan. Sebab, pihak polisi bakal membujuk korban untuk melakukan perdamaian karena kasus rumah tangga. Padahal ini harus dipisahkan, penganiayaan adalah tindak kriminal yang harus mendapat ganjaran hukuman pidana,” kata dia.
Wanita kelahiran Medan, 22 Maret 1980 silam ini mengimbau, perempuan harus maju dan berkaier, tapi tetap tidak melupakan kodratnya. Perempuan juga jangan berdiam diri ketika mengalami KDRT.

“Perempuan jangan lemah, harus berani mengungkap kebenaran jika mengalami penganiayaan. Perempuan jangan hanya berdiam diri saja di rumah, tapi ciptakan karya yang berguna untuk bisa menjadi perempuan yang mandiri. Tetapi jangan lupa, perempuan itu posisinya mendampingi bukannya di depan atau di belakang suami, tetapi berada di samping atau harus sejajar,” harapnya.(jon)

Panser Jaga Rekor

Austria vs Jerman

VIENNA – Rekor 100 persen kemenangan timnas Jerman pada kualifikasi Euro 2012 tetap terjaga. Mereka selalu menang dalam enam laga kualifikasi. Itu menyusul kemenangan 2-1 (1-0) Jerman atas tuan rumah Austria di Ernst Happel Stadium, kemarin dini hari.

Austria memberikan perlawanan yang hebat. Baru empat menit laga berjalan, nyaris saja gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer bobol oleh sepakan striker andalan Austria yang membela Stuttgart Martin Harnik. Bola masih menyamping di sisi gawang.

Gol pemecah kebuntuan baru tercipta pada menit ke-44 melalui striker Bayern Munchen Mario Gomez yang membawa Jerman unggul 1-0. Namun, pada menit ke-50, gawang Jerman kebobolan oleh kesalahan Arne Friedrich yang melakukan gol bunuh diri.

Lagi-lagi Gomez menjadi penyelamat dengan golnya pada menit ke-90 dan membawa Jerman menang 2-1. “Sepak bola adalah permainan yang gila, Anda harus terus melakukannya. Saya akan terus bermain seperti ini,” kata Gomez, seperti dikutip AFP.

Gomez dimainkan sebagai starter di lini depan oleh pelatih Jerman Joachim Loew lantaran absennya Miroslav Klose. Ternyata, Gomez yang jarang bersinar ketika membela Panser, julukan Jerman, kali ini tampil hebat dan menjadi pahlawan.

Ya, melawan Austria, Loew tidak bisa memainkan beberapa pemain andalannya seperti Klose, Bastian Schweinsteiger, dan Per Mertesacker. Kehilangan tiga pemain itu membuat permainan Jerman tidak garang seperti biasanya.

“Kami tidak menunjukkan kelas seperti yang biasa kami tampilkan. Di sisi lain, Austria banyak membuat kesulitan. Austria berusaha keras pada akhir-akhir laga. Pada akhirnya kami lah yang merebut tiga angka,” ungkap Loew.
Namun, dia menyadari, para pemainnya tidak berada dalam kondisi terbaik lantaran baru saja menyelesaikan kompetisi di level klub. “Banyak pemain yang tampil di Piala Dunia 2010 lalu, sedang berada dalam batas ketahanan mereka setelah musim yang berat,” jelas Loew.
Dengan kemenangan itu membuat Jerman meninggalkan rivalnya cukup jauh. Mereka mengemas 18 poin dari enam laga dan unggul tujuh angka atas Belgia yang merupakan pesaing terdekatnya. Padahal, Belgia telah memainkan tujuh laga.

Hanya butuh dua kemenangan lagi, sudah membuat Jerman tidak mungkin terkejar oleh musuh-musuhnya. Bahkan, bisa lebih cepat kalau pesaing terdekatnya seperti Belgia dan Turki tergelincir pada empat laga tersisa.
Pada laga kemarin dini hari, saat Jerman mengalahkan Austria, tuan rumah Belgia berbagi angka dengan Turki 1-1 (1-1) di Koning Boudewijn Stadion. Belgia lebih dulu unggul melalui Marvin Ogunjimi di menit keempat dan disamakan Burak Yilmaz di menit ke-22. (ham/jpnn)