Home Blog Page 15150

Panser Jaga Rekor

Austria vs Jerman

VIENNA – Rekor 100 persen kemenangan timnas Jerman pada kualifikasi Euro 2012 tetap terjaga. Mereka selalu menang dalam enam laga kualifikasi. Itu menyusul kemenangan 2-1 (1-0) Jerman atas tuan rumah Austria di Ernst Happel Stadium, kemarin dini hari.

Austria memberikan perlawanan yang hebat. Baru empat menit laga berjalan, nyaris saja gawang Jerman yang dikawal Manuel Neuer bobol oleh sepakan striker andalan Austria yang membela Stuttgart Martin Harnik. Bola masih menyamping di sisi gawang.

Gol pemecah kebuntuan baru tercipta pada menit ke-44 melalui striker Bayern Munchen Mario Gomez yang membawa Jerman unggul 1-0. Namun, pada menit ke-50, gawang Jerman kebobolan oleh kesalahan Arne Friedrich yang melakukan gol bunuh diri.

Lagi-lagi Gomez menjadi penyelamat dengan golnya pada menit ke-90 dan membawa Jerman menang 2-1. “Sepak bola adalah permainan yang gila, Anda harus terus melakukannya. Saya akan terus bermain seperti ini,” kata Gomez, seperti dikutip AFP.

Gomez dimainkan sebagai starter di lini depan oleh pelatih Jerman Joachim Loew lantaran absennya Miroslav Klose. Ternyata, Gomez yang jarang bersinar ketika membela Panser, julukan Jerman, kali ini tampil hebat dan menjadi pahlawan.

Ya, melawan Austria, Loew tidak bisa memainkan beberapa pemain andalannya seperti Klose, Bastian Schweinsteiger, dan Per Mertesacker. Kehilangan tiga pemain itu membuat permainan Jerman tidak garang seperti biasanya.

“Kami tidak menunjukkan kelas seperti yang biasa kami tampilkan. Di sisi lain, Austria banyak membuat kesulitan. Austria berusaha keras pada akhir-akhir laga. Pada akhirnya kami lah yang merebut tiga angka,” ungkap Loew.
Namun, dia menyadari, para pemainnya tidak berada dalam kondisi terbaik lantaran baru saja menyelesaikan kompetisi di level klub. “Banyak pemain yang tampil di Piala Dunia 2010 lalu, sedang berada dalam batas ketahanan mereka setelah musim yang berat,” jelas Loew.
Dengan kemenangan itu membuat Jerman meninggalkan rivalnya cukup jauh. Mereka mengemas 18 poin dari enam laga dan unggul tujuh angka atas Belgia yang merupakan pesaing terdekatnya. Padahal, Belgia telah memainkan tujuh laga.

Hanya butuh dua kemenangan lagi, sudah membuat Jerman tidak mungkin terkejar oleh musuh-musuhnya. Bahkan, bisa lebih cepat kalau pesaing terdekatnya seperti Belgia dan Turki tergelincir pada empat laga tersisa.
Pada laga kemarin dini hari, saat Jerman mengalahkan Austria, tuan rumah Belgia berbagi angka dengan Turki 1-1 (1-1) di Koning Boudewijn Stadion. Belgia lebih dulu unggul melalui Marvin Ogunjimi di menit keempat dan disamakan Burak Yilmaz di menit ke-22. (ham/jpnn)

Strategi Baru

Italia vs Estonia

MODENA-Italia terlalu tangguh untuk Estonia. Tampil di kandang sendiri, Sabtu (4/6) dinihari WIB, Gli Azzurri sukses menekuk lawannya itu dengan skor 3-0.

Cesare Prandelli tampil mengadopsi formasi 4-3-1-2 dengan mengandalkan Antionio Cassano dan Giuseppe Rossi di lini depan. Satu tempat di belakang keduanya diberikan kepada Alberto Aquilani—sebelum dirinya digantikan oleh Antonio Nocerino di menit 24.

Tiga gol bagi Italia dicetak Antonio Cassano (21’, 39’) Giampaolo Pazzini  (68’). Berkat hasil ini, Italia kokoh di puncak klasemen Grup C dengan nilai 16. Mereka dikuntit oleh Slovenia di posisi dua dengan nilai 14.
Slovenia sendiri, pada saat bersamaan, juga sukses meraih kemenangan. Mereka menang 2-0 atas tuan rumah Kepulauan Faroe.

“Saya sangat puas. Kami bermain dengan konsentrasi, kami bermain baik dan saya bahagia. Jujur, saya tidak menyangka kami bisa sejauh ini dalam fase sepert ini. Tapi mari kita tenang karena semua ini belum berakhir,” kata Cessare Prandelli, entrenador Italia.

Sementara itu bomber Gli Azzurri Giuseppe Rossi mengaku sangat antusias memenuhi instruksi Cesare Prandelli yang menduetkan dirinya dengan Antonio Cassano.

Rossi pun mengklaim, penampilan yang cemerlang bersama Cassano di pertandingan tersebut tidak bisa dipisahkan dari performa apiknya bersama Villarreal di level klub.

Ini musim yang hebat dan saya senang bahwa semaunya telah berjalan dengan baik. Tapi tentu saya ingin melakukannya lebih baik,” kata Rossi yang menjaringkan 18 gol dalam 36 laga bersama ‘The Yellow Submarine’ musim ini Mengenai formula Prandelli di atas lapangan,  Rossi menjelaskan resep tersebut merupakan pikiran orisinal Prandelli tanpa dipengaruhi strategi tim manapun.

“Prandelli tidak menjiplak (strategi) apapun. Dia mengembangkan strategi dengan pendekatannya sendiri dan semua orang bermain baik,” kata Rossi.
Jika Rossi mengatakan bahwa strategi yang diterapkan Prandelli pada laga kemarin murni strategi pelatihnya, tidak demikian dengan playmaker Andrea Pirlo yang secara tegas mengatakan bahwa Itali mencontoh cara bermain timnas Spanyol.

“Ini pertandingan penting. Kami bersenang-senang, mempertahankan bola, dan tak perlu terlalu menguras terlalu banyak tenaga,” kata Pirlo kepada Football Italia.
“Ada banyak pemain tengah berkualitas yang bisa memulai pergerakan, jadi kami bisa merotasikan posisi kami. Ini cara bermain baru bagi kami dan kami benar-benar menikmatinya. Kami tengah mengadopsi gaya yang mirip dengan Spanyol, tapi masih membutuhkan waktu untuk membangunnya dan kami berharap bisa sedikit mendekati mereka begitu Euro 2012 digelar,” tandas Pirlo. (net/jpnn)

Tak Manyesal sebagai Penyerang Lubang

GELANDANG timnas Italia Riccardo Montolivo mengaku tidak masalah ia bermain sebagai trequartista saat Azzurri menang 3-0 atas Estonia dalam lanjutan kualifikasi Piala Eropa 2012, Sabtu (4/6) dinihari WIB.
Gelandang Fiorentina itu dipaksa menggeser posisinya untuk bermain lebih ke depan setelah Alberto Aquilani mengalami cedera pada babak pertama.

Mengisi pos baru, Montolivo justru tampil menawan. Ia mengkreasi gol ketiga Italia yang dicetak striker Giampaolo Pazzini.

Dua gol lainnya disumbangkan duet striker yang dipercaya tampil sebagai starter, Antonio Cassano dan Giuseppe Rossi.
“Saya puas dengan kemenangan ini. Saya bermain dengan posisi lebih ke depan. Saya justru menemukan diri saya bisa bermain bagus di posisi trequartista,” ujar Montolivo usai pertandingan. “Posisi saya normalnya lebih ke tengah, tapi pengalaman ini memberikan banyak hal buat saya,” pungkas Montolivo. (net/jpnn)

Rossi Cocok Diduetkan dengan Cassano

STRIKER-Giuseppe Rossi mengaku tak kesulitan bermain bersama Antonio Cassano saat Italia menghadapi Estonia pada laga Grup C kualifikasi Piala Eropa 2012, Sabtu (4/6) dinihari WIB. Rossi mencetak gol yang membuka kemenangan Italia.

Selanjutnya, Cassano memperbesar keunggulan La Nazionale. Satu gol lagi dihasilkan Giampaolo Pazzini yang menjadikan Italia menang telak 3-0.

“Saya bermain sangat baik dengan Antonio. Dia seorang pemenang dan saya tak kesulitan bermain bersama dia,” kata Rossi yang memuji strategi pelatih Cesare Prandelli.

“Cesare Prandelli tak mengikuti siapa pun. Dia mengembangkan strategi sendiri dan semua bermain dengan sangat baik. Saya bisa bermain dengan sistem yang berbeda dan saya berusaha melakukan yang terbaik di mana pelatih menempatkan saya,” jelasnya.

Penyerang Villarreal ini menjadi pilihan pertama Prandelli setelah bermain gemilang di La Liga Spanyol. Dirinya mengoleksi 18 gol selama 36 pertandingan.

Mantan striker Manchester United ini juga mencetak 11 gol di Liga Europa.
“Ini musim yang luar biasa. saya senang semua berjalan baik dan sesuai harapan. Namun, saya selalu ingin lebih baik lagi,” kata Rossi yang diincar Barcelona. (net/jpnn)

Bicara Itu Gampang, Menulis Tunggu Dulu

Oleh: Ramadhan Batubara

Ada yang terhenyak begitu mengetahui banyak siswa SMP dan SMA tak lulus Ujian Nasional (UN) karena gagal di mata pelajaran Bahasa Indonesia. Sepertinya hal itu sangat lucu, pasalnya Bahasa Indonesia kan digunakan setiap hari. Bicara dengan Bahasa Indonesia kan gampang?

Nah, ini dia yang kurang dipahami. Ya, sudah pahamkah kita dengan bahasa yang kita gunakan setiap hari itu? Maksudnya, apakah yang kita gunakan setiap hari itu adalah Bahasa Indonesia yang benar?

Pertanyaan di atas tentunya memancing pertanyaan lain; Bahasa Indonesia yang benar itu seperti apa? Bukankah inti dari bahasa sebagai alat komunikasi adalah sebuah pengertian. Dengan kata lain, ketika kita menggunakan Bahasa Indonesia dan lawan bicara kita mengerti, maka kita sudah menggunakan bahasa tersebut dengan benar.

Sayangnya, hal soal bahasa tidak sesederhana itu. Sadar atau tidak sadar, ada dua varian Bahasa Indonesia yang berkembang. Bahasa cakapan dan bahasa ilmiah. Nah, bahasa cakapan adalah bahasa yang sehari-hari kita pakai. Varian ini pun ternyata tak sesederhana yang kita bayangkan. Pasalnya, dalam varian ini unsur latar belakang —sosial budaya— sangat berpengaruh, contohnya soal dialek. Bahasa Indonesia yang digunakan di wilayah Medan tentunya berbeda dengan yang berada di Papua. Selain soal irama, kata serapan dari bahasa daerah, pola bebrbahasa juga tidak sama. Misalnya dialek Medan, bahasa di wilayah ini cenderung mengarah pada penekanan. Contoh nyata perhatikan percakapan seorang ibu dengan anaknya berikut ini.

“Lena, cepat kau ambilkan minyak makan itu!” perintah sang ibu.

Lena yang sedang menyapu langsung menjawab, “Mamak suruh aku nyapu tapi….”
Ada yang aneh dengan percakapan di atas? Bagi orang Medan percakapan itu adalah hal yang wajar, tapi coba perhatikan polanya. Menurut Bahasa Indonesia yang benar, kata sambung ‘tapi’ letaknya tidak berada di akhir kalimat kan? Nah, ini dia pengaruh dari penekanan yang dimaksud di atas tadi. Selain itu, dari percakapan di atas juga tertangkap pengaruh penekanan yang lebih lokal. Contohnya pada kata  ‘minyak makan’. Sadarkah orang Medan kalau kata itu tidak dimengerti di belahan lain Indonesia? Tersinggungkah orang Medan ketika orang di Pulau Jawa sana mengerutkan dahi begitu mendengar kata ‘minyak makan’ itu. Ayolah, orang di Pulau Jawa tentunya tak habis pikir jika ada ‘minyak makan’; minyak kok dimakan atau kok ada minyak untuk makan. Bagi mereka, untuk maksud dari ‘minyak makan’ adalah minyak sayur. Nah, orang Medan tentunya akan tertawa; minyak kok dari sayur, minyak itu kan dari kelapa?

Varian bahasa kedua adalah bahasa ilmiah. Maksudnya, varian ini adalah bahasa yang digunakan untuk kepentingan ilmiah. Dia berbanding terbalik dengan bahasa cakapan yang cenderung bebas ke mana suka; jika kedua belah pihak mengerti, maka bahasa itu sudah sukses. Bahasa ini malah terikat dengan tatanan yang telah ditetapkan. Ikatan yang tegas terkait pola kalimat, pembentukan kata, dan segala hal lain yang memang telah disempurnakan. Maka, yang terjawab adalah bahasa itu menjadi kaku dan tidak lentur; jauh berbeda dengan apa yang sering digunakan sehari-hari. Untuk varian ini dapat dilihat pada karya ilmiah semacam makalah, skripsi, tesis, pidato resmi, dan sebagainya.

Masalahnya, dalam bahasa yang disempurnakan ini ternyata tidak begitu sempurna juga. Ada kebijakan yang kurang konsisten. Misalnya soal rumus KPST. Maksudnya, kata dasar yang hurup pertamanya K, P, S, dan T akan luluh ketika mendapat imbuhan ‘me-kan’. Contohnya kata ‘Kabar’, maka dia akan menjadi ‘mengabarkan’ atau ‘Puas’ menjadi ‘memuaskan’, dan sebagainya. Tidak konsisten ketika ada kata ‘Konsumsi’, apakah dia jadi ‘mengonsumsi’? Nah, untuk kata terakhir ini ada sedikit perdebatan di antara ahli bahasa. Satu pihak mengatakan kata itu menjadi ‘mengonsumsi’, tapi dipihak lain berubah menjadi ‘mengkonsumsi’. Alasannya, ‘Konsumsi’ merupakan kata serapan. Jadi, teorinya, rumus KPST itu tidak berlaku pada kata serapan. dari perdebatan ini saja muncul lagi perdebatan lainnya, yakni kata dalam Bahasa Indonesia mana yang tidak serapan? Buikankah Bahsa Indonesia berasal sedikitnya dari sembilan bahasa asing (Arab, Sansekerta, Belanda, Inggris, Perancis, China, Spanyol, Inggris, POrtugis) ditambah dengan bahasa daerah? Fiuh!

Disaat masih kurang tegasnya Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bahasa ilmiah inilah yang dipakai untuk jawaban dan soal dalam UN. Bisa bayangkan kerutan dahi siswa yang mengikuti ujian Bahasa Indonesia sementara dalam kehidupan sehari-hari mereka sangat jarang menggunakan bahasa itu? Hm, mungkin karena itulah Menteri Pendidikan Nasional Mohammad Nuh hanya bisa bercanda begitu mendapati kenyataan ini. “Kayaknya siswa ini baru pulang dari luar negeri,” katanya beberapa hari lalu di media massa.

Muhammad Nuh tampaknya tak bisa berkata-kata lagi. Pasalnya, data berbicara, untuk tingkat pesereta UN SMP/MTD, nilai rata-rata mata pelajaran Bahasa Indonesia 7,49. Nilai maksimum yang diraih siswa 9,90, sedangkan nilai terendah 0,80. Sementara bahasa Inggris dan IPA masing-masing bernilai minimum 0,9 dan 1,0. “Dibandingkan mata pelajaran lain, nilai rata-rata Bahasa Indonesia termasuk yang paling rendah,” tambah Nuh pula.

Dan, tidak itu saja, sebelumnya untuk tingkat SMA/MA, ada 1.786 siswa diganjar ketidaklulusan UN 2011, akibat mata pelajaran Bahasa Indonesia kurang dari 4. Jumlah itu merupakan yang terbanyak kedua setelah Matematika.
Lalu, siapa yang mau disalahkan? Entahlah. Yang jelas, setiap tahunnya lahir ribuan sarjana sastra Indonesia. Kemanakah mereka? Tidak itu saja, Bahasa Indonesia pun menjadi mata kuliah wajib di nyaris semua jurusan yang ada di perguruan tinggi; baik universitas, institut, sekolah tinggi, dan akademi. Dan, bukankah negara ini memiliki Balai Bahasa di setiap provinsinya?

Tapi, sudahlah, soal bahasa yang digunakan dengan bahasa yang diilmukan memang sering menjadi masalah. Bukan hanya di Indonesia, di Inggris dan Amerika pun nyaris sama. Lihat saja di film-film, ketika menyebutkan nama, pasti lawan bicaranya bertanya, “Ejaannya seperti apa?” Dari kasus ini kan menggambarkan kalau tulisan dan ucapan masih juga bermasalah di sana.

Tak perlu jauh-jauh, liriklah surat kabar. Lucunya, mereka yang bekerja sebagai pekerja teks saja masih terus mengulang kesalahan; dalam berita masih dapat dilihat bagaimana ‘bahasa ibu’ mempengaruhi kalimat mereka. Selain itu, bahasa koran juga menjadi unik, dia menjadi sesuatu yang khas; berada di antara bahasa cakapan dengan ilmiah. Karena itu, ada yang mengatakan kalau bahasa koran atau media pada umumnya (media cetak dan elektronika) adalah perusak Bahasa Indonesia. Tapi, sekali lagi sudahlah, toh, saya juga bukan ahli bahasa.(*)
3 Jun 2011

HTAC Layani Warga Medan Kurang Mampu

Dalam rangka peduli kasih untuk melayani masyarakat yang membutuhkan pertolongan, Holy Trinity Anglican Church (HTAC) di Medan menggelar konselin kesehatan gigi dan pengobatan secara gratis di gereja di Jalan Nyak Makam Medan, Kamis, 26 Mei hingga Sabtu, 28 Mei lalu. Kegiataan ini diikuti 100 pasien yang berasal dari masyarakat multi etnis dan lintas agama di Kota Medan dan sekitarnya. para pasien dilayani tim dokter dari Singapura dipimpin drg Jonathan Yu Hei dan dari Medan yakni drg Suwitha Subramaniam, dibantu jemaat dan tim pelayanan HTAC di Medan.

Pdt Moses Alegesan MA sebagai gembala Holy Trinity Anglican Church mengatakan kegiataan sosial ini merupakan bentuk kepedulian HTAC pada masyarakat yang kurang mampu. “Biasanya masyarakat kurang mampu tidak begitu peduli kesehatan giginya, karena alasan ekonomi. Jadi diharapkan pelayanan kesehatan tersebut bermanfaat bagi masyarakat yang membutuhkan,” ujarnya.

Sebelumnya dalam rangka paskah Holy Trinity Anglican Church di Medan telah juga menggelar peduli kasih bekerjasama dengan sponsor dan tim kesehatan dan rumah sakit di kota Medan. Dalam kegiataan tersebut berhasil mengoperasi tangan seorang mantan tawanan perang bernama Tambi Raja di Rumah Sakit Asia Colombia Jalan Listrik Medan dan mengoperasi gondok Merry dan usus turun Jaya Wiren masing-masing di Rumah Sakit Methodist Medan. Love Medan Indian Syukur pada Tuhan

Penggunaan nama ‘Kampung Madras’ untuk menggantikan ‘Kampung Keling’ akhir-akhir ini yang semakin tersosialisasi dengan baik di tengah-tengah warga kota Medan mendapat sambutan yang hangat dari masyarakat etnis Tamil yang tergabung dalam Love Medan Indian. Ketua Umum Forum Kerukunan Masyarakat Tamil Indonesia Sumatera Utara, Pastor Moses Alegesan MA, mengucapkan syukur atas kemurahan Tuhan dalam menggerakkan Pemko Medan dan pihak-pihak yang telah berpartisipasi.

“Ini sebuah mukjizat buat kami. Masyarakat Tamil di Kota Medan bersyukur untuk hal itu. Dengan perubahan nama tersebut berarti tidak ada lagi diskriminasi dalam kehidupan bermasyarakat di kota Medan. Kami juga mengucap syukur pada semua pihak yang telah ikut membantu memperjuangkan nama Kampung Madras itu,” ujar Gembala Holy Trinity Anglikan Church di gerejanya yang berada di Jalan Nyak Makam Medan.
Love Medan Indian adalah persatuan waga Tamil dari berbagai lintas agama di Kota Medan. Love Medan indian berharap pemerintah melengkapi rasa syukur tersebut dengan membuat gapura ucapan Selamat Datang di Kampung Madras. Sementara sosialisasi yang dilakukan oleh Pemko Medan dengan membuat papan ucapan selamat datang di Kampung Madras mendapat sambutan hangat dari warga India Tamil di Medan. (rahel sukatendel)

Sempat Dapat Ancaman Bunuh

Simoncelli Terdepan di Barcelona

CATALUNYA – Marco Simoncelli mematahkan Dominasi Casey Stoner di sesi persiapan menuju balapan MotoGP Catalunya, Barcelona. Ia mengalahkan rider Australia itu pada menit terakhir kualifikasi untuk merebut pole position yang akan digelar hari Minggu, (5/6).

Sebelumnya, Sabtu (4/6) rekannya di Honda itu tampak akan memenangi babak penentuan posisi start, mengingat Stoner selalu menjadi yang tercepat di tiga sesi latihan bebas atau free practice.
Akan tetapi, pada lap terakhirnya Simoncelli mampu menyodok catatan waktu yang dibuat Stoner. Pembalap Italia dari tim San Carlo Gresini Honda itu melejit lebih cepat dengan satu menit 42,413 detik, atau unggul hanya 0,016 detik dari Stoner. Stoner harus puas start di urutan kedua pada balapan hari Minggu besok, persis di dekat Jorge Lorenzo yang menduduki tempat ketiga.

Pertarungan Stoner-Lorenzo akan sangat menarik mengingat keduanya adalah pembalap teratas di klasemen sementara. Stoner, walaupun sudah memenangi dua seri, masih terpaut 12 poin dari Lorenzo, yang baru menang satu kali tapi lebih konsisten naik podium.

Rekan Lorenzo di tim Yamaha, Ben Spies, mengekor di posisi keempat, diikuti Andrea Dovizioso dan Cal Crutchlow. Si legendaris Valentino Rossi hanya berada di tempat ketujuh di depan rekan Ducati-nya, Nicky Hayden.
Insiden menarik terjadi pada Karel Abraham. Ia sempat terjatuh di lap pertama, mengalami cedera pergelangan tangan, tapi 20 menit kemudian keluar lagi dari garasi timnya dan kembali beraksi.

Sebelum digelarnya balapan ada tindakan yang dihadapi Simoncelli. Pembalap berambut kribo itu mendapat perlakuan tidak menyenangkan di sela-sela persiapannya tampil di MotoGP Catalunya. Ia mengaku menerima pesan berisikan ancaman pembunuhan.

Surat ancaman tersebut dikirimkan seorang tidak dikenal yang ditujukan untuk Simoncelli. Usut punya usut, ternyata sosok misterius penebar teror tersebut adalah fans Dani Pedrosa yang masih tidak terima pembalap andalannya tersebut terjatuh akibat bersenggolan dengan Simoncelli di GP Le Mans, beberapa waktu lalu.
Dalam suratnya, sosok misterius ini mengancam akan membunuh Simoncelli yang menurutnya menjadi biang keladi atas absennya Pedrosa di Catalunya. Akibat insiden kecelakaan tersebut, Pedrosa mengalami cedera patah tulang selangka kanan yang memaksanya absen di depan publiknya sendiri.

Simoncelli sendiri menanggapi serius ancaman ini. Tidak ingin terjadi hal-hal yang tidak diinginkan, pembalap berjuluk Super Sic ini akan mendapat kawalan khusus dari pihak berwajib selama mempersiapkan diri balapan. “Ini tidak menyenangkan, datang ke sini dengan pengawal untuk bisa ikut balapan karena diancam bunuh,” katanya.(net/jpnn)

Kelelahan Jadi Alasan Blanc

MINSK – Hanya satu angka yang mampu dibawa pulang timnas Prancis dari lawatannya ke Dinamo Stadium, Minsk. Tim berjuluk Les Bleus itu ditahan imbang 1-1 (1-1) oleh tuan rumah Belarusia pada laga kualifikasi Euro 2012, kemarin dini hari.

Kegagalan membawa pulang tiga angka itu memang tidak membuat posisi Prancis tergusur dari puncak klasemen. Mereka masih berada di posisi teratas grup D dengan 13 poin dari enam laga. Prancis unggul empat angka atas Belarusia yang menjadi pesaing terdekatnya.

Meski begitu, tactician Prancis Laurent Blanc kecewa berat dengan hasil itu. Menurut dia, kalau menang, Prancis bisa lebih cepat memastikan tiket ke Euro 2012. Tanpa harus menunggu empat pertandingan sisa di grup D berakhir.
Yang lebih mengesalkan adalah karena Belarusia adalah tim yang mengalahkan mereka pada laga pertama grup D. Prancis kalah 0-1 ketika bertarung di Stade de France pada 3 September tahun lalu. Itu artinya, Les Bleus gagal balas dendam.

“Mereka mengambil empat poin dari kami dalam dua pertandingan dan itu sangat banyak. Sebab, mereka bukanlah tim yang lebih baik daripada kami. Kami datang untuk merebut tiga poin dan kami gagal,” keluh Laurent Blanc, pelatih Prancis.

Nah, kegagalan merebut tiga angka itu membuat Belarusia berpeluang memperpendek gap angka menjadi satu poin pada 7 Juni nanti karena hanya akan berhadapan dengan tim lemah Luksemburg. Kebetulan, Prancis sedang melakoni laga uji coba melawan Ukraina.

Alasan utama kegagalan Prancis itu menurut Blanc adalah kelelahan. “Itu laga yang menjemukan, terutama pada babak pertama. Kami tidak fresh dan menurut saya kami bahkan tidak pantas untuk menang pada laga itu,” lanjut Blanc.

Melawan Belarusia, Blanc menurunkan sejumlah pemain andalannya seperti Eric Abidal, Florent Malouda, Samir Nasri, Franck Ribery, dan Karim Benzema. Sayang, performa mereka kurang menawan menghadapi Belarusia.
Bahkan, Abidal mencetak gol bunuh diri pada menit ke-22 ketika menghalau sepakan bebas Tomifey Kalachev. Beruntung, hanya berselang dua menit, Malouda mampu menyamakan skor. “Tim ini kehilangan energi,” jelas Blanc.
Sementara itu, pada laga lain di grup D, Rumania secara mengejutkan membantai Bosnia-Herzegovina dengan skor telak 3-0 (2-0).  (ham/jpnn)

Kisruh PSSI Semakin Buat Cemas

JAKARTA- Kisruh di tubuh PSSI rupanya menimbulkan kekhawatiran bagi Inasoc. Sebagai pihak pelaksana, mereka cemas jika nantinya multieven olahraga tertinggi di Asia Tenggara tersebut minim penonton kalau sepak bola Indonesia benar-benar diskorsing FIFA (Federasi Sepak Bola Internasional).

Inasoc mengakui jika sepak bola masih merupakan cabor (cabang olahraga) yang mampu meningkatkan gengsi sebuah multieven. Karena itu, mereka mengharapkan agar kongres PSSI nantinya berjalan dengan lancar.
“Sekarang memang sudah pasti tak dihukum. Itu juga sesuai dengan harapan kami. Tapi kami harapkan memang nantinya kongres mulus,” harap Ade Lukman, kepala bidang marketing Inasoc.
Dia menambahkan, saat ini, pihaknya memang tengah dilanda kecemasan mengenai penonton di SEA Games nanti. Mereka benar-benar khawatir jika nantinya penonton di SEA Games minim.

Padahal, selain juara umum, Inasoc mengharapkan agar Indonesia mampu menjadi tuan rumah yang sukses. Indikasi sukses tersebut tentunya bisa dilihat dari kemeriahan di venue pertandingan.
“Biasanya di multieven olahraga, yang diingat adalah siapa manusia tercepat dan siapa yang mampu menjadi juara di sepak bola,” jelas Ade.  Selain masalah di PSSI, sebenarnya Inasoc juga bermasalah dengan kinerja mereka sendiri, terutama masalah promosi. Hingga kini, banyak pihak yang menyatakan bahwa promosi yang dilakukan Inasoc kurang gencar. “Kami memang harus bekerja ekstrakeras demi menyukseskan SEA Games nanti,” tegas Ade. (ru/jpnn)

Anak Lelaki dan Meliana

Cerpen:  Cikie Wahab

Seorang anak laki-laki menghampiri Meliana tiba-tiba dan menumpahkan gelas berwarna merah dari tangannya. Ia menatap jauh ke dalam mata guru matematika itu dan berlari setelah semua air tampak menggenang
di lantai. Meliana terpaku dan gemetar memandangi puluhan ekor kecebong yang ikut tergenang di kedua pandangannya.

Ingin sekali ia memanggil anak lelaki itu kembali, namun Meliana ragu dan juga tidak tahu tentang tujuan anak itu. Yang ia ingat, anak itu punya tahi lalat di pelipis sama seperti ibunya. Anak itu berseragam merah putih seperti muridnya yang lain.  Di lorong rumah sakit itu, Meliana merasa rindu pada sesuatu yang tidak ia tahu.
“Oh sayangku. Kau tidak ke sekolah hari ini?” perempuan tua yang duduk di atas kasur itu tersenyum dan merentangkan tangan saat Meliana masuk ke ruangan. Meliana menggeleng dan mengambil posisi di tepi jendela.
“Izin sebentar saja. Ibu sudah baikan? Dokter bilang Ibu sudah bisa pulang sekarang.”
“Pulang? Kau membawaku pulang?”

Meliana menggeleng lagi. “Pulang ke panti, Bu. Aku sibuk sekali. Selain mengajar aku juga mengurus yayasan. Jika Ibu ikut denganku Ibu akan bosan dan bertingkah aneh lagi seperti dulu.”
“Ibu ingin bersamamu.” Perempuan tua itu ikut memandang jauh keluar jendela.
“Mengertilah Bu. Jika aku tidak bekerja, kita tidak bisa makan enak, juga untuk biaya Ibu!”
Perempuan tua itu tak menjawab, hanya memandangi tas kecil di hadapannya. Beberapa menit kemudian ia mengikuti langkah Meliana turun menuju parkiran. Dengan sigap supir membuka pintu dan melanjutkan perjalanan ke tempat yang dituju.

Meliana hanya memandangi ibunya saat turun dari mobil, ia sempatkan pula menyalami ibu panti sebelum menitipkan kembali orang tuanya itu. Meliana tak melihat ketika perempuan tua itu benar-benar mengeluarkan air mata hingga membasahi ubin lantai. Meliana pergi dan tak menoleh lagi.
Sore harinya, saat langit mulai berwarna keemasan, Meliana singgah di supermarket terdekat, ia mencari roti dan selai untuk sarapan esok. Saat membawa keranjang itulah ia menabrak seseorang, seorang anak kecil yang tengah berjongkok di depan salah satu rak makanan. Anak itu hampir saja menjatuhkan kotak-kotak makanan. Anak itupun berbalik dan memandangi wajah Meliana.

“Kau!!” Meliana melihat anak yang sama, yang membawa gelas merah berisi anak katak. “Kau ini?! Apa yang kau lakukan disini?!” Meliana menahan lengan anak itu yang hendak berlari. “Kau masih memakai seragam sekolah! Mana orang tuamu??” Meliana sempat melongok ke dalam gelas merahnya.
“Ini punyaku, Kak. Aku tidak mencuri!”
“Aku tak menuduhmu. Tapi menanyakan kenapa kau di sini dengan kecebong-kecebong itu. Kau waras tidak?!”
“Aku ingin merawatnya. Lepaskan!”
“Bohong. Kau menumpahkannya dengan sengaja tadi pagi.”
“Karena kecebong itu ingin Kakak yang merawatnya.”

“Hah!! Apa?!” Meliana melepaskan tangan anak itu hingga kemudian ia berlari kencang keluar pintu. Meliana merasa mual tiba-tiba dan kecebong-kecebong itu berenang dalam perutnya.
Meliana muntah seketika ketika tiba di pintu rumah. Buru-buru ia menghirup aroma terapi dan mengambil posisi yang nyaman untuk mengurangi rasa mualnya. Pintu berderit dan seorang lelaki keluar dari dalam kamar.
“Aku dengar kau muntah. Kau sakit, Lian?”
“Tidak Bram. Kau tidak bekerja?”

“Ini sudah senja. Aku tidak bekerja sepertimu.”
“Ah, aku lelah. Kalau kau ingin makan, kau beli saja. Aku hanya membeli roti.”
“Ibu bagaimana?”

Meliana menatap sekilas laki-laki itu, lalu dengan santai ia berkata, “Kau menantunya, jika kau mau menemui dia, kau bisa menjenguknya di panti.” Meliana bangkit dan masuk ke dalam kamar dengan menghempaskan pintu.
***

Meliana menampung kecebong hitam dalam baskom besar. Ia menangguknya sore hari, dan meletakkannya di pintu belakang rumah. Bram memandanginya dengan pertanyaan, tapi meliana tak menjawab dan tampak baik-baik saja. Beberapa hari ini ia menyiapkan makanan Bram pagi-pagi sekali, lalu memberi makan kecebong-kecebong hitam itu, kemudian ia mandi dan melanjutkan rutinitasnya ke sekolah dan yayasan. Meliana kerap melamun dalam ruangannya dan memanggil-manggil anak lelaki yang ia kira anak pembawa kecebong itu.
Ia akan mengumpulkan lagi kecebong sore harinya, saat hujan turun dan air di parit melimpah, juga kolam Pak Dollah di seberang jalan. Meliana memesan baskom besar. Ia jadi sering izin dari pertemuan orang tua di yayasan dan berlama-lama berendam dalam kamar mandi.

Bram akhirnya tidak bisa menahan diri untuk segera membuang kecebong itu. Malamnya, ia mendobrak pintu kamar mandi dengan kuat, mendapati Meliana tengah mengapung bersama kecebong-kecebong itu. Bram kaget dan menarik paksa tubuh Meliana yang telanjang.

“Apa yang kau perbuat? Kau gila!!” Bram meraih handuk dan menutup tubuh Meliana.
Meliana diam, namun saat Bram menumpahkan keccebong dalam baskom besar itu Meliana tiba-tiba histeris. “Mereka anak-anakku, Bram!”
“Sadarlah, Lian! Kita belum punya anak!”

“Ibu…ibu… aku ingin menjadi ibu, Bram. Huhu. Aku benci ibuku!!”
Bram memeluk Meliana erat. Bram paham dan selalu memahami istrinya itu. Yang Bram takutkan penyakit ibu bisa pindah ke dalam diri Meliana. Mereka sama tapi Meliana tak mau mengalah dan menganggap ibunya penyebab segala kesedihannya. Bram terus memeluk Meliana hingga Meliana terlelap dan Bram membuang semua kecebong itu dalam selokan.

***
“Ibu sakit lagi? Kau saja yang menjenguknya.” Meliana menggerutu di depan cermin.
“Beliau ingin kau yang datang, Lian. Kau tahu kan perasaan ibumu itu bagaimana? Kau tidak berubah!”
“Tidak! Dia yang menyumpahiku agar tak punya anak sampai sekarang! Dia gila!! Kau tahu, Bram. Dia membuat semuanya kacau.”
“Astaghfirullah. Kau ini!! Itu tidak benar.”

“Sudahlah! Kau saja yang lihat ibu, aku sibuk. Ada acara di yayasan.”
“Lian…” Bram memandangi punggung istrinya.
Meliana sendiri tiba-tiba menangis di jok belakang. Ia ingat tentang belasan tahun silam, tentang ayahnya yang pergi begitu saja hingga membuat ia terlunta karena ibunya pun gila. Ia sempat luntang-lantung tak tentu arah. Meliana sadar, betapa ia tak pernah peduli pada ibunya. Yang ia yakini hanya darah ayahnya yang berpetualang itu mengalir dalam dirinya, membuat ia tak pernah lama memeluk sang ibu yang diketemukannya beberapa tahun kemudian.
Meliana tersentak. Supir berhenti mendadak.
“Maaf Nyonya. Ada anak kecil di depan sana!”

“Kau menabraknya?!” Meliana menatap keluar lalu turun ke badan jalan dan mendapati anak kecil itu sesenggukan. Meliana kaget saat wajah anak lelaki kecil itu memandangnya.
“Kau?! Kau lagi!! Kau ini siapa?” Meliana menguncang lengan anak itu. “Kau selalu menghantuiku! Kau ingin membuatku gila, hah!!”

Anak kecil itu menangis. Meliana lalu mengutip satu persatu kecebong hitam yang mulai berkaki. Kecebong itu ia taruh dalam gelas kecil di samping anak lelaki. Meliana gugup, telepon dari Bram terus berdering.
“Aku ingin ke rumah sakit, Kak. Ibuku sakit.”

“Ibu? Siapa ibumu? Ibumu pasti gila! Apa kau memata-mataiku?!”
“Tidak, ibuku tidak gila. Aku tinggal di panti! Aku punya rumah bersama ibu.”
Meliana buru-buru menarik tangan anak lelaki itu dan membawanya ke rumah sakit yang sama dengan rumah sakit ibunya. Meliana masuk ke salah satu ruangan yang di tunjuk anak itu. Ia gemetar saat Bram tampak berdiri di ruang itu juga. Anak lelaki itu memeluk ibunya segera sambil memberikan kecebong itu ke arahnya.
“Ibu,” desisnya sambil menangis mengetahui ada darah ibunya yang tetap mengalir ke dalam dirinya, juga anak lelaki itu. Darah dari seseorang yang ia anggap gila.***

Cikie Wahab,
bergiat di Sekolah Menulis Paragraf. Cerpen dan sajaknya dimuat di banyak media, menggemari desain. Tinggal di Pekanbaru.