Home Blog Page 15151

Empat Kapolsek Nikmati Setoran Judi

MEDAN- Tim Khusus Kepolisian berhasil menangkap tiga anggota bandar judi toto gelap (togel), Selasa (31/5) sore. Dari ketiga tersangka polisi menyita uang puluhan juta rupiah serta puluhan amplop berisi uang bertuliskan nama-nama perwira polisi.

Para tersangka yang bertugas sebagai tukang rekap, pengumpul rekap dan pembagi duit ini, diamankan dari rumah Ac, di Brahrang, Binjai. Ac adalah kaki tangan An bandar besar togel di Binjai. Keduanya saat ini masih buron.
“Kami terkejut, setelah ketiganya diamankan, mereka menyebut keterlibatan sejumlah oknum perwira di Polsek dan di jajaran Polres Binjai,” cetus seorang sumber yang bertugas di Mapolres Binjai.

Uang, amplop bertulis nama-nama perwira serta listing nama-nama perwira penerima setoran itu ditemukan di jok sepeda motor milik salah satu tersangka yang diparkir di rumah Ac. “Amplop itu paling sedikit berisi uang Rp500 ribu sampai dengan Rp2 juta. Kemungkinan besar, amplop yang berisi uang itu, akan segera disetorkan kepada perwira yang namanya sudah dituliskan,” pungkasnya.

Sumber ini juga menerangkan, job perwira yang namanya tertulis di amplop tersebut, mulai dari 4 Kapolsek dan Kanit di jajaran Polres Binjai dan Polsek-polsek di Polres Binjai. “Yang jelas, hampir rata-rata perwira di Polres dan Polsek tertulis namanya di amplop tersebut,” ujar sumber ini.

Penggerebekan judi togel ini langsung mendapat perhatian Kapoldasu, Irjen Pol Wisjnu Amat Sastro. Kapolda langsung meminta nama-nama perwira tersebut agar diantar ke rumah dinasnya. “Berkas ini langsung dikirim ke rumah Kapoldasu, bukan ke Komando Poldasu. Sebab, Kapolda langsung meminta berkas tersebut,” beber sumber itu lagi.

Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting membantah keterlibatan sejumlah perwira di jajarannya dalam operasional togel di Binjai. “Tidak ada itu. Tapi, kalau terbukti terlibat, pasti diambil tindakan,” kata Dra Rina saat dikonfirmasi, Kamis (2/6) siang.

Ketika kembali ditanyakan, adanya pemeriksaan sejumlah perwira di jajaran yang dikomandoinya, Dra Rina tetap menampiknya. “Sampai hari ini, tidak ada pemeriksaan terhadap perwira,” ujar Kapolres membantah.

Siapa sebenarnya tim khusus yang melakukan penggerebekan tersebut? Kanit VC Judi Sila Poldasu, Kompol Saptono, menegaskan penggerebekan yang dilakukan tim khusus tersebut tidak atas sepengetahuan jajaran Poldasu. “Bukan dari Poldasu yang melakukannya. Tapi informasi yang saya dengar yang melakukan penggerebakan tersebut adalah tim khusus dari Polres Binjai, “ ujar Kompol Saptono, Jumat (3/6).

Sedangkan Kabid Humas Poldasu, AKBP Raden Heru Prakoso, menolak memberi keterangan rinci karena terkait keterlibatan pejabat polisi di Polres Binjai itu dengan alasan belum mendapatkan laporan. “ Memang ada penggerebekan di kawasan Binjai yang masuk ke email saya. Tapi saya belum mendapat laporan terkait setoran yang diterima pejabat utama di Polres,” kata Heru.

Dikatakan Heru, Bila memang terbukti ada menerima setoran dari praktik perjudian tersebut, Poldasu akan langsung mengambil tindakan. “Akan saya cek dengan hasil pemeriksaan terhadap tersangka yang diamankan, “ cetusnya.
Saat disinggung terkait barang bukti berkas bertuliskan setoran terhadap pejabat utama Polres Binjai yang sudah diserahkan ke rumah dinas Kapoldasu. Heru malah bertanya. “Dari mana kamu tahu, apakah kamu ada dilokasi saat dilakukan penggerebekan?” tanyanya.

Menurut sumber lain, pembongkaran jaringan penjudi togel yang dilakukan Timsus itu dilakukan berdasarkan informasi dari masyarakat yang diterima langsung oleh Kapolres Binjai AKBP Dra Rina Sari Ginting. “Ibu Kapolres yang membentuk tim khusus karena beliau menerima laporan dari masyarakat,” ujar sumber lain yang ditemui koran ini.
Selama ini, ujar sumber itu, pergerakan dari bandar dan tangan kanan judi togel dan oknum polisi ini, sudah lama diintai sang Kapolres wanita pertama di Sumut ini untuk segera diamankan. Namun, cara main mereka begitu bersih, sehingga polisi susah untuk membekuk Bandar berinisial A dan jaringannya.
“Memang, siapa yang tak kenal dengan bandar togel itu. Setelah menemukan keberadaannya, petugas dari Timsus langsung melakukan penggerebekan di tempat persembunyiannya,” papar sumber tadi.
Hingga saat ini, polisi belum mau mempublikasikan penangkapan tersebut. Itu karena para tersangka masih menjalani pemeriksaan guna mengatahui siapa-siapa saja yang terlibat di dalamnya. “Memang pihak Polres masih menyembunyikan keberadaannya dan belum bisa dipublikasikan,” tambahnya.

Untuk mengetahui lebih jauh terkait penggerebakan tersebut, wartawan koran ini mencoba mencari informasi di lokasi Tepat Kejadian Perkara (TKP). Namun, hingga malam hari, rumah tersebut sangat susah ditemukan. Pasalnya, hampir semua warga yang tinggal di Brahrang, Binjai, enggan memberikan keterangan. Mereka langsung masuk rumah begitu wartawan koran ini bertanya soal penangkapan judi tersebut.

Pantauan Sumut Pos di Polres Binjai, setelah informasi keterlibatan sejumlah perwira di bisnis togel berkembang, suasana di Mapolres Binjai tampak berbeda dari biasanya. Hanya ada dua petugas berjaga di pos depan.
Meski kemarin bertepatan dengan hari libur nasional, kondisi sepi di malam hari tidak biasa terjadi pada saat libur. Beberapa waktu lalu, meski libur petugas tetap berjaga di unitnya masing-masing.

Kendaraan yang biasanya terlihat padat di parkiran Mapolres Binjai, malam itu tampak kosong. Petugas yang berjaga di pos depan Mapolres, enggan mengomentari sepinya suasana malam itu. “Inikan hari libur, lagian Abang sendiri juga sudah tahu jawabannya kenapa Mapolres ini sepi,” ujarnya.(adl/dan/rud)

Mafia Judi di Binjai

Waktu Penggerebekan:
Selasa, 31 Mei 2011 sore

Lokasi:
Brahrang, Binjai

Barang bukti:
Uang puluhan juta, puluhan amplop atas nama perwira polisi dan listing nama-nama perwira penerima setoran.

Tersangka:
Petugas rekap, pengumpul rekap dan pembagi duit setoran (tertangkap), A (bandar/buron), Ac (pemilik rumah/buron)

Nilai setoran:
Rp500 ribu hingga Rp2 juta per minggu per perwira.

Job perwira penerima:
Kanit, Kapolsek dan perwira lainnya di jajaran Polres Binjai.

Wilayah ‘Jajahan’ Mafia Judi

Wilayah                Penguasa

1. Medan                Mafia lokal
2. Binjai                Mafia lokal
3. Kabupaten Labuhanbatu    Mafia Jakarta
4. Kabupaten Simalungun        Mafia Jakarta
5. Kota Belawan            Mafia Jakarta
6. Kabupaten Langkat        Mafia Jakarta

Bandar Judi Jakarta Cengkeram 4 Kabupaten/Kota

Kapolda Sumut Irjen (Pol) Wisjnu Amat Sastro dinilai tidak tegas aksi perjudian di Sumut. Sikap loyo Kapolda ini dianggap sebagai angin segar bagi para bandar judi bermain di daerah ini. Koordinator Indonesia Police Watch (IPW) Neta S Pane mengaku mendapat informasi, sejumlah bandar judi yang selama ini beroperasi di Jakarta, mulai pindah ke sejumlah wilayah di Sumut. Menurut Neta, fenomena pergerakan bandar judi ke wilayah Sumut ini terjadi sejak adanya pergantian Kapolda Sumut dari Irjen Pol Oegroseno ke Wisjnu Amat Sastro.

“Saya mendapat informasi, banyak bandar judi di Jakarta yang bergeser ke Sumut.

Ada empat daerah yang menjadi lokasi tujuan, yakni Labuhanbatu, Simalungun, Belawan, dan Langkat,” ujar Neta S Pane kepada Sumut Pos, kemarin (3/6).

Dia menjelaskan, setiap terjadi pergantian Kapolda, para bandar judi langsung membaca situasi. Jika Kapolda dianggap lemah menghadapi perjudian, itu peluang yang harus segera dimanfaatkan. “Karena uang judi itu gurih, segar, dan banyak. Para bandar selalu mencari celah peluang. Begitu kapolda dilihat membiarkan, maka mereka langsung masuk,” terangnya.

Neta menduga, para bandar judi Jakarta masuk ke empat lokasi di Sumut itu lantaran masih belum ada pemain besarnya. “Mengapa bandar dari Jakarta itu tak masuk ke Medan dan Binjai? Saya menduga, karena di dua tempat itu sudah ada pemain lokalnya. Jadi, bandar dari Jakarta memilih ke lokasi yang nyaman. Labuhanbatu itu kan daerah perbatasan Riau-Sumut, bukan kota besar tapi dianggap nyaman,” terang Neta.

Masih menurut Neta, para bandar judi Jakarta yang hijrah ke sejumlah daerah di Sumut itu sebenarnya bukan bandar level satu. Saat di Jakarta, mereka ini masih semacam korlap. Namun, lantaran ada peluang di Sumut, mereka berani membawa modal sendiri untuk beroperasi. “Dari korlap, mereka naik level menjadi bandar. Bisa saja dengan modal sendiri, atau dimodali bandar besarnya yang masih beroperasi di Jakarta,” beber Neta.

Menurutnya, satu-satunya faktor yang bisa menekan gerakan bandar judi di Sumut adalah sikap Kapolda yang harus tegas. “Kalau masih dibiarkan, ya bukan tidak mungkin memang ada oknum polisi yang bermain. Kapolda harus menyatakan komitmennya perang terhadap judi. Jika tidak, masyarakat akan punya penilaian tersendiri terhadap Kapolda,” saran Neta.

Kapolda Sumut Irjen (Pol) Wisjnu Amat Sastro, kata Neta, mestinya meneruskan kebijakan para pendahulunya untuk terus memerangi perjudian di Sumut, yang sejak Kapolda Sumut era Soetanto sudah digaungkan. “Dan Kapolri yang sekarang, Jenderal Timur Pradopo, punya komitmen memberantas perjudian. Pak Wisjnu itu termasuk tim sukses Timur saat diuji di DPR. Mestinya sikap Wisjnu sejalan dengan sikap Timur,” kritik Neta.(sam)

Uang Pensiun Rp1,5 Miliar Dibawa Kabur

Perampok Bersenpi Gasak Mobil PT Pos Indonesia Kisaran

SEI BALAI-Aksi perampokan semakin merajalela. Jumat (3/6) siang, giliran PT Pos Indonesia yang menjadi korban. Tiga pegawai  PT  Pos Indonesia Kisaran yang mengendarai mobil Toyota Kijang kapsul bernomor polisi B 7637 PL dirampok 9 orang kawanan perampok di Jalan Lintas Desa Si Ajam

Kecamatan Sei Balai, Batubara. Akibatnya, uang tunai milik PT Pos Indonesia sebesar Rp1,5 miliar yang ada di dalam mobil dibawa kabur kawanan perampok.

Informasi yang dihimpun METRO ASAHAN (grup Sumut Pos), siang itu 3 orang pegawai PT Pos Indonesia masing-masing Daniel, supir dan dua pegawai, Erwan Mulyana dan Bahrum Rangkuti berrangkat dari Kisaran mengantar uang untuk gaji pensiunan PNS yang dibagikan ke setiap unit Kantor Pos di wilayah Asahan dan Batubara.
Saat melintas di Sei Bejangkar dengan tujuan Siajam, mobil warna biru itu dipepet oleh tiga mobil pribadi jenis Toyota Avanza masing-masing dua warna silver dan satu unit warna merah (plat polisi tidak diketahui).

Menurut korban, mobil mereka tiba-tiba didahului mobil Avanza warna silver, kemudian mobil tersebut berhenti dan disusul dua mobil lainnya. “Mereka turun dan menodongkan senjata api (senpi) jenis pistol dan clurit, kemudian kami disekap dengan mulut ditutup dengan memakai  lakban,” kata Daniel.

Selanjutnya kawanan perampok mengambil alih kemudi dan membawa  mereka menuju Lima Puluh. Tepat di areal perkebunan PT Socfindo, kawanan perampok mengambil uang dalam kantongan plastik berjumlah sekitar Rp1,5 miliar. Dalam keadaan mulut ditutup dengan menggunakan lakban, mereka ditinggalkan di dalam mobil yang  terkunci dan kuncinya dibuang ke semak semak oleh kawanan perampok itu. Salah seorang warga bermarga Siringoringo menemukan mereka yang berada di dalam mobil dalam keadaan  tangan terikat dan mulut dibalut dengan lakban. Ketiganya berhasil keluar dari dalam mobil berkat bantuan warga dan langsung menuju Polres Asahan untuk membuat laporan. Pihak Polres Asahan langsung merespon laporan ketiga pegawai tersebut.
Pjs Kasat Reskrim Polres Asahan, AKP Hery Tambunan mengaku, masih melakukan penyelidikan di lokasi kejadian dan sudah menginformasikan ke seluruh jajaran Polres Asahan termasuk Polres yang berdampingan untuk mengidentifikasi 3 unit mobil yang disebutkan korban.

Kabid Humas Polda Sumut, AKBP  Heru Prakoso menyatakan, sejauh ini pihaknya masih mengumpulkan informasi terkait kasus ini. “Penyelidikan masih dilakukan, jenis senjata yang dipergunakan para pelaku juga masih  belum bisa dipastikan,” kata Heru Prakoso. (sus/smg)

101 Siswa Medan tak Lulus

Nilai UN Terbaik Milik Sekolah Swasta

MEDAN-Sebanyak 299 orang atau 0,12 persen dari 244.418 siswa SMP Sederajat di Sumut tak lulus Ujian Nasional (UN) Tahun Pelajaran (TP) 2010/2011.

Kepala Disdik Sumut Syaiful Syafri menjelaskan, untuk Sumut hasil UN tingkat SMP Sederajat tingkat kelulusannya mencapai 99,88 persen dari jumlah siswa 244.418 siswa. “Dengan demikian dapat disimpulkan jumlah siswa SMP Sederajat di Sumut yang lulus UN sebanyak 244.119 orang dan yang tak lulus 299 siswa atau 0,12 persen. Tingkat ketidaklulusan siswa SMP Sederajat di Sumut ini masih di atas persentase nasional yakni 0,55 persen,” terangnya, Jumat (3/6).

Secara rinci ia menjabarkan, hasil UN TP 2010/2011 untuk SMP Sederajat di Sumut yakni, SMP jumlah peserta 194.254 orang yang lulus sebanyak 194.034 atau sebanyak 99,89 persen dan yang tak lulus sebanyak 220 siswa. SMP Terbuka yang diikuti sebanyak 1.039 peserta, siswa yang lulus sebanyak 1.023 atau 98,46 persen dan yang tak lulus 16 siswa. SMP Luar Biasa jumlah peserta sembilan orang dan lulus 100 persen. Sementara untuk MTs, siswa yang lulus sebanyak 49.053 dari 49.116 peserta atau 99,87 persen dan yang tak lulus 63 siswa.

Lebih lanjut Syaiful menjelaskan, untuk tingkat SMP yang memperoleh jumlah rata-rata nilai UN tertinggi dengan rata-rata nilai UN Bahasa Indonesia 8,50, Bahasa Inggris 9,42, Matematika 9,43 dan IPA 8,95 dengan total nilai 36,30 di raih SMP Swasta Karya Agung Binjai.

Rangking kedua diraih SMP Swasta Ostrom Metodist Tebing Tinggi dengan rata-rata nilai UN Bahasa Indonesia 8,69, Bahasa Inggris 9,16 dan Matematika 9,21 serta IPA 9,19 dengan total nilai 36,25.

Rangking ketiga ditempati SMP Swasta Syafiatul Amaliyah Medan dengan rata-rata nilai Bahasa Indonesia 8,83, Bahasa Inggris 9,01, Matematika 9,01 dan IPA 9,17 dengan total nilai 36.02.

Sementara untuk tingkat MTs, rangking pertama diraih MTs Swasta Miftahul Jannah Binjai dengan rata-rata nilai Bahasa Indonesia 9,55 Bahasa Inggris 9,35, matematika 9,20 dan IPA 9,10 dengan jumlah total 37,20.
Rangking kedua diraih MTs Swasta Al Mushlihin Binjai dengan rata-rata nilai Bahasa Indonesia 9,38 bahasa Inggris 9,10,Matematika 9,11 dan IPA 9,32 dengan jumlah total nilai 36,91.

Rangking ketiga diraih MTs Swasta Zending Islam Indonesia Medan dengan rata-rata nilai Bahasa Indonesia 8,98 Bahasa Inggris 9,52, Matematika 9,26 dan IPA 8,98 dengan jumlah total nilai 36,74.

Syaiful menjelaskan, tingginya persentase kelulusan siswa SMP Sederajat di Sumut tak terlepas dari kerjasama antara pemerintah dengan DPRD, PGRI, Dewan Pendidikan, BMPS, PGSI, kepolisian, para guru, siswa dan orangtua serta seluruh masyarakat, baik di provinsi maupun kabupaten/kota.

Peningkatan kelulusan tersebut juga menunjukan upaya Sumut dan kabupaten/kota untuk meningkatkan mutu pendidikan di daerah semakin baik dari sebelumnya. “Kami juga berharap pada TP 2011/2012 peningkatan kelulusan UN di Sumut lebih baik lagi dari yang diraih saat ini. Dan terima kasih kepada seluruh komponen pendidikan yang telah bekerjasama membangun pendidikan,” ujarnya.

Untuk jumlah siswa tak lulus Kota Medan menempati urutan pertama dengan jumlah siswa yang tak lulus mencapai 101 orang. Dengan rincian SMP 89 orang, MTs 10 orang dan SMP Terbuka 2 orang.

Diurutan kedua, Kabupaten Deli Serdang dengan jumlah 47 orang, dengan rincian SMP 38 orang, MTs 8 orang dan SMP Terbuka 1 orang. Dan diurutan ketiga Kota Binjai sendiri yang memiliki jumlah siswa tak lulus mencapai 35 orang, dengan rincian SMP 25 orang dan SMP Terbuka 10 orang.

Sementara itu, menurut Ketua Dewan Pendidikan Medan Mutsyhito Solin mengatakan, nilai-nilai tertinggi UN didominasi oleh sekolah-sekolah swasta merupakan hal yang wajar. “Karena fasilitas yang disediakan lebih baik dari sekolah negeri, baik dari kelengkapan hingga mutunya. Hal ini juga sudah merupakan tradisi, orangtua calon siswa SMP masih memilih sekolah swasta dibanding sekolah negeri, karena SMP swasta memang bagus-bagus dari dulu,” katanya.

Menurut Solin, tak banyak yang membedakan mutu sekolah swasta dan negeri. Diantaranya, proses rekrutmen siswa baru dan fasilitas. “Kalau sistemnya sama. Inilah yang harus dipelajari oleh banyak sekolah negeri. Dengan fasilitas yang baik dan lengkap, tentunya dapat menbghasilkan mutu yang baik. Begitu pula proses rekrutmennya, memang tak bisa dipungkiri untuk tingkat SMP siswa-siswa terbaik masih lebih dominan memilih masuk sekolah swasta daripada negeri,” jelasnya. (saz)

Dulu Ngontrak, Kini Untung Rp2,8 M per Bulan

Rangga Umara, Pengusaha Muda yang Sukses dengan Menulis Dream Book

Menjadi pengusaha beromzet miliaran rupiah tak harus menunggu tua. Rangga Umara membuktikannya. Lelaki 31 tahun itu kini bisa mengantongi Rp2,8 miliar per bulan dari bisnis makanan. Mantan karyawan sebuah developer itu meraih sukses dengan menuliskan keinginannya dalam dream book.

AGUNG PUTU ISKANDAR, Jakarta

Sebuah mobil Toyota Fortuner hitam B 17 ELA berhenti di pelataran parkir gerai Pecel Lele Lela di Jalan Dewi Sartika, Cawang, Jakarta Timur, Kamis lalu (2/6). Fortuner tersebut terasa istimewa dengan nomor polisi spesial. Rangga Umara, bos Pecel Lele Lela, keluar dari mobil itu. “Hampir semua mobil saya, huruf belakangnya ELA. Kan sesuai sama jualannya, Lela,” ujar Rangga, lantas tersenyum.

Pengusaha muda itu sehari-hari selalu tampil segar dan wet look.

Rambutnya ditata bergaya spike. Dia mengenakan kemeja dengan satu kancing teratas tidak dikancingkan dan celana jins. Jenggotnya pun rapi.
“Penampilan juga harus diperhitungkan. Masak, mentang-mentang pengusaha, terus penampilannya acak-acakan. Kita harus memantaskan diri kita juga,” kata dia, lantas tersenyum.

Pecel Lela merupakan usaha yang dikembangkan oleh Rangga sejak 2007. Saat ini dia sudah memiliki 32 cabang di Bandung dan Jakarta. Dia menarget, sebelum bulan puasa, delapan cabang lagi akan berdiri. Omzetnya kini mencapai Rp2,8 miliar per bulan. “Total akan ada 40 cabang sebelum masuk Ramadan,” tutur dia.

Nama Lela bukan nama kakek, orang tua, atau saudara Rangga. Lela adalah akronim dari lebih laku atau lebih laris. “Itu bisa menjadi doa juga, kan,” ucap dia.

Rangga memulai usaha tersebut saat masih berusia 27 tahun. Saat itu dia menggeluti bisnis tersebut sebagai sampingan. Sebab, dia sudah punya pekerjaan rutin di bagian marketing communication sebuah developer apartemen. Karena masih sampingan, usaha tersebut tidak terlalu optimal. Namun, ayah Razan Muhammad Ichsan, 4, dan Ghanny Adzra Umara, 2, itu tetap mempunyai impian bahwa suatu saat dirinya akan berfokus di usaha tersebut.

Keinginan Rangga terjawab. Developer tempatnya bekerja seret order. Sejumlah karyawan terancam pemutusan hubungan kerja (PHK). Rangga termasuk karyawan yang berada dalam daftar PHK. “Sebelum di-PHK, mending saya keluar,” ungkap dia.

Rangga akhirnya keluar. Padahal, saat itu dia sudah punya tanggungan. Yakni, istri dan anak pertamanya. Namun, dia tetap nekat membuka usaha. Sebab, menurut dia, usaha adalah satu-satunya jalan untuk menjadi kaya. Jadi karyawan apa pun, ungkap dia, tidak bisa menjadikan seseorang kaya.

Masa-masa awal membuka usaha adalah “masa-masa berdarah” bagi Rangga. Sebab, saat itu dia belum benar-benar memahami bisnis. Semuanya dilakukan dengan belajar seadanya. Mulai mendatangkan koki, menggambar logo Pecel Lele Lela, hingga mengelola keuangan.

Pada masa-masa awal, satu gerai Pecel Lele Lela menghasilkan keuntungan bersih sampai Rp3 juta. Namun, karena banyaknya pengeluaran kecil, keuntungan itu tak terasa. Keuangan keluarga justru minus. Sampai-sampai Rangga bersama istri, Siti Umairah, dan anaknya diusir keluar kontrakan karena tidak kuat bayar.

“Saat itu saya pulang ke rumah kontrakan malam-malam. Ternyata, di luar sudah banyak barang. Di situ ada tulisan dari istri, katanya dia diusir dari kontrakan. Dia mengungsi ke rumah mertua bersama anak saya,” ucap dia.
Kejadian tersebut betul-betul memukul Rangga. Sampai-sampai mertua menegur karena Rangga dianggap tidak mampu membahagiakan anaknya. “Saya mengevaluasi total semua usaha saya,” tegas lulusan STMIK Bandung tersebut.Sejak saat itu, Rangga mengubah persepsinya. Sebelumnya, dia selalu mengesampingkan urusan keluarga dengan alasan bisnis. Bukan hanya urusan membayar uang kontrakan, tapi juga perhatian dan waktu. Logika yang dia pakai saat itu terbalik. “Keluarga tetap yang pertama, setelah itu baru bisnis. Kalau kita sukses mengelola keluarga, bisnis akan ngikut,” ucap dia.

Setelah itu, Rangga membenahi semua manajemen rumah makannya. Apalagi, saat itu dia bertemu seorang teman lama yang bekerja di sebuah waralaba internasional bidang ayam goreng. Dia memberikan banyak saran kepada Rangga. “Dulu tidak ada biaya konsultasi. Dia cuma saya kasih uang transpor,” ungkap dia.

Rangga kemudian belajar tentang banyak hal dari rekannya itu. Secara perlahan, bisnisnya mulai tumbuh. Dia juga memberikan waktu lebih untuk keluarga. Saat keuntungan satu cabang belum optimal, dia memberanikan diri membuka gerai-gerai lain.

“Kalau satu cabang belum untung, jangan takut buka cabang lain. Satu cabang tidak untung, itu bisa disebabkan lokasi, orang-orang di cabang tersebut, dan lain sebagainya. Bisa jadi cabang yang rugi akan ditopang cabang lain,” beber dia.

Usaha Rangga mengalami titik balik. Sukses membenahi manajemen, keuntungan-keuntungan mulai diraup. Menurut Rangga, kunci membuka usaha adalah manajemen efektif. Banyak warung atau rumah makan yang kelihatannya ramai, tapi ternyata keuntungannya sedikit, bahkan uangnya tidak kelihatan. Mereka yang mengurusi manajemen harus orang yang paham tentang manajemen rumah makan.

Karena itu, Rangga merekrut sejumlah pegawai waralaba rumah makan untuk mengelola cabang-cabangnya. Dari 32 cabang yang dia miliki, 50 persen kepala cabang dijabat eks manajer waralaba terkenal tersebut. General manager operasional dan direktur operasional juga didatangkan dari waralaba itu. Memang ongkosnya lebih mahal. “Tapi, berbanding lurus dengan efisiensinya,” papar dia.

Rangga menuturkan, salah satu kuncinya adalah dream book. Itu adalah buku yang berisi tulisan tentang impian-impian yang dia raih. Di buku tersebut, dia tuliskan obsesi, ambisi, sampai capaian-capaian yang ingin diraih. “Saya menulis sejak kuliah,” ungkap dia.

Di buku itu, dia sebutkan apa pun keinginannya. Mulai ingin seperti apa usahanya di masa depan hingga target keuntungan. Dream book tersebut tidak kaku dipraktikkan, bahkan bisa selalu direvisi atau di-update sesuai dengan kondisi terkini. Yang penting, dream book harus konkret dan logis. “Jangan konyol-konyolan. Misalnya, ingin mobil Mercy, tapi tidak ditulis caranya bagaimana. Ingin usaha kayak apa atau income berapa,” ucap dia.

Rangga mengatakan, menulis dream book memang tampak sepele. Namun, itu justru sangat efektif untuk membentuk semangat dan menarik sinyal-sinyal positif di sekitarnya agar impiannya tercapai. “Dalam penelitian selama sepuluh tahun di Harvard University, mereka yang menulis keinginan dalam buku memiliki penghasilan sepuluh kali lebih besar daripada yang tidak,” terang dia.

Selain itu, imbuh Rangga, menulis keinginan memengaruhi otak bawah sadar untuk mewujudkannya. Syaratnya, tulisan tersebut harus tulisan tangan. Bukan ketikan di komputer atau laptop, kemudian dicetak. “Diketik boleh, tapi setelah itu harus ditulis ulang,” tegas dia. (c11/nw/jpnn)

Syamsul Arifin Mengeluh Lagi

JAKARTA-Setelah sempat membaik hingga diputuskan tidak perlu pemasangan alat pacu jantung permanen (permanent pacmaker/PPM), kondisi kesehatan Gubernur Sumut nonaktif Syamsul Arifin, kembali tidak stabil. Seharian kemarin, tim dokter Rumah Sakit (RS) Jantung Harapan Kita, Jakarta, memantau secara ketat perkembangan kondisi terdakwa perkara dugaan korupsi APBD Langkat itu.

Langkah ini menyusul masih adanya keluhan dari Syamsul pasca pemasangan cincin atau ring alias caterisasi di tubuh pria berbadan tambun itu pada Rabu (1/6) lalu. “Kondisinya masih diawasi dokter dengan ketat karena belum stabil betul, karena masih ada keluhan yang belum tuntas,” ujar anggota tim kuasa hukum Syamsul Abdul Hakim Siagian kepada koran ini, kemarin (3/6) petang.

Abdul Hakim tidak menjelaskan secara detail apa keluhan Syamsul dimaksud, tapi masih terkait dengan jantungnya. Hakim sendiri sebagai anggota kuasa hukum, terus mengikuti perkembangan kondisi kliennya itu. Pasalnya, pada Senin (6/6) mendatang, dijadwalkan persidangan di pengadilan tipikor dengan agenda pemeriksaan Syamsul sebagai terdakwa.

Karenanya, lanjut Hakim, pihaknya sebelum Senin harus sudah mendapat surat keterangan dari tim dokter yang menangani Syamsul. Jika sudah dinyatakan sehat, maka kliennya itu bisa hadir di persidangan. Sebaliknya, jika hasil pemeriksaan dokter dinyatakan Syamsul belum sehat, maka dia untuk kedua kalinya tidak bisa menghadiri sidang.
“Semoga hari Senin nanti sudah sembuh sehingga dapat dilanjutkan (sidangnya, Red) dan itulah yang diharapkan oleh Pak Syamsul,” ujar Abdul Hakim Siagiaan.

Seperti diberitakan, pasca pemasangan ring, tim dokter mengevaluasi dampak pemasangan cincin atau ring itu. Jika sebelumnya sempat muncul opsi pemasangan alat pacu jantung permanen (permanen pacmaker/PPM) namun akhirnya cuman dipasang cincin atau ring, menunjukkan kondisinya sudah tidak segawat waktu pertama kali serangan jantung muncul, pada Jumat (26/5) malam.

Sebelumnya, Abdul Hakim Siagian menjelaskan, pasangan cincin ini untuk mengurangi ketergantungan terhadap alat pacu jantung temporer. Setelah dievaluasi, ternyata masih muncul keluhan dari Syamsul. (sam)

Astrid Ellena, Miss Indonesia 2011

Wakil Sumut Langsung Tersingkir

JAKARTA-Wakil Jawa Timur Astrid Ellena Indriana Yunadi terpilih menjadi Miss Indonesia 2011, sekaligus berhak mengikuti Miss Universe 2011 mewakili Indonesia di London 6 November 2011 mendatang, setelah di babak tiga besar mengalahkan Nadya Siddiqa (Banten) dan Amanda Roberta Zevannya (Papua Barat), dalam Grand Final Miss Indonesia 2011 di Central Park, Jakarta, Jumat (3/5) malam.

Wakil Sumut, Liza Lestari Ginting tak bisa berbuat banyak dan langsung tersingkir di babak awal. Saat pengumuman yang masuk 10 besar nama Liza tak masuk dalam hitungan kelima dewan juri yang terdiri dari Liliana Tanoesoedibjo, Martha Tilaar, Tantowi Yahya, Harry Darsono dan Ferry Salim.

Untuk 10 besar yakni Merah Putri (DIY), Nadya Siddiqa (Banten), Astrid Ellena Indriana Yunadi (Jawa Timur), Fatya Ginanjarsari (DKI Jakarta), Nita Sofiani (Jawa Barat), Putu Tri Bulan Utami (Bali), Amanda Roberta Zevannya (Papua Barat). Ketiga kontestan lainnya terpilih berdasarkan sesi fast track, penilaian berdasarkan sesi talent show, catwalk dan sport competition. Tiga finalis yang beruntung adalah Eviliana (Bangka Belitung), Kayla Natalia Hamam (Kalimantan Barat), serta Madhina Nur Muthia (Kalimantan Tengah).

Lima besar , Amanda Roberta Zevannya (Papua Barat), Madhina Nur Muthia (Kalimantan Tengah), Nadya Siddiqa (Banten), Fatya Ginanjarsari  (DKI Jakarta) serta Astrid Ellena Indriana Yunadi (Jawa Timur).
Miss Tubuh Indah diraih Putu Tri Bulan Utami (Bali), Miss Kulit Cantik diraih Astrid Ellena Indriana Yunadi (Jawa Timur), Miss Sporty diraih Madhina Nur Muthia (Kalimantan Tengah), Miss Life Style diraih Nadya Siddiqa (Banten), Miss Persahabatan diraih Johanna Sharon (Papua), Miss Favorit diraih Astrid Ellena Indriana Yunadi (Jawa Timur). (fal)

Presiden Yaman Terluka, Deputi PM Kritis

Kelompok Anti Pemerintah Serang Masjid

SANAA-Presiden Yaman Ali Abdullah Saleh terhindar dari maut. Penguasa yang telah bertakhta di negeri termiskin di Jazirah Arab selama 21 tahun itu hanya mengalami luka ringan di bagian belakang kepala setelah masjid di kompleks Istana Kepresidenan di Sanaa digempur roket kalangan oposisi anti-Saleh.

Selain Saleh, turut terluka di serangan itu sejumlah tokoh pemerintahan dan parlemen Yaman. Yakni, Perdana Menteri Ali Mohammed Mujawar, Sekretaris Pribadi Presiden Abdo Burji, Kepala Dewan Pertimbangan Agung Abdulaziz Abdulghani, legislator Yasser al-Awadi, dan Gubernur Noman Duweik.

Sedangkan yang terluka paling parah adalah Kepala Parlemen Yahya al-Raie dan Deputi Perdana Menteri Jenderal Rashad al-Alimi. Alimi bahkan dikabarkan berada dalam kondisi kritis. Sedangkan empat personel pasukan elite Pengawal Republik yang berjaga di sekitar masjid istana tewas.

Untuk meyakinkan publik, stasiun televisi pemerintah menegaskan kalau kondisi Saleh baik-baik saja. Saleh juga akan merilis pernyataan dalam beberapa jam ke depan. Namun, hingga berita ini selesai ditulis, apa yang dijanjikan itu belum berlangsung.

“Presiden, semoga Tuhan melindungi beliau, dalam kondisi baik dan kabar yang disebarkan stasiun televisi Suhail tidak benar,” tegas televisi pemerintah seperti dikutip AFP.

Sebelumnya, Suhail TV, televisi yang dikontrol kelompok oposisi pimpinan Sheikh Hamid al-Ahmar, memang menyebarkan berita kalau Saleh tewas dalam serangan kemarin. Sheikh Hamid adalah saudara kandung Sheikh Sadiq al-Ahmar yang dituding Kongres Rakyat Umum (GPC), partai berkuasa di Yaman, sebagai otak di balik penyerangan kemarin.

“Dinasti Ahmar telah melanggar semua batasan,” kata Tariq al-Shami, juru bicara GPC, seperti dikutip AFP.
Namun, dalam wawancara per teleponnya dengan AFP, Sheikh Hamid balik menuding Saleh sebagai perekayasa serangan kemarin. “Itu agar dia punya alasan untuk menghancurkan rumah saya, rumah kedua saudara saya, Hemyar dan Mizhij, serta kediaman Jenderal Ali Mohsen al-Ahmar sehingga Yaman terseret ke arah perang saudara,” katanya.
Pasukan pemerintah memang menyerang habis kediaman Hamid dan saudara-saudaranya yang berada di Distrik Hada, di Sana?a Utara. Serta juga rumah Jenderal Ali Mohsen yang membelot dari militer Yaman untuk mendukung kelompok pro-demokrasi yang menuntut Saleh mundur sejak Januari lalu. Militer pro-Saleh juga menggempur Distrik Al-Hassaba, tempat Sheikh Sadiq bermarkas.

Bulan lalu, Saleh juga memerintahkan penangkapan kesepuluh Ahmar bersaudara yang kesemuanya anak Abdullah al-Ahmar. Ironisnya, dulu, Abdullah, sebelum meninggal, merupakan sekutu utama Saleh. Itu karena Saleh juga keturunan dinasti al-Ahmar yang merupakan pemimpin Suku Hashed, suku terbesar di Yaman.Tapi, kini anak-anaknya justru jadi musuh nomor 1 mantan Presiden Yaman Utara itu.

Seperti dilansir CNN, serangan ke kompleks istana kemarin pun semakin menambah eskalasi ketegangan di Yaman. Sebelumnya, di hari yang sama, basis kelompok anti-Saleh  di Lapangan Perubahan, dekat Universitas Sana?a, dihajar roket pemerintah. Kelompok pemberontak tentu membalas dan terjadilah adu senjata yang berakibat hancurnya kantor pusat maskapai penerbangan nasional Yaman.

Saleh sudah tiga kali berjanji akan mundur dengan kompensasi tak akan dituntut secara hukum. terakhir, Dewan Kerja Sama Teluk yang menjadi mediator. Tapi, tiga kali pula dia mengingkari janji.
Total sudah 60 orang tewas dari kedua kubu sejak kesepakatan damai antara kelompok oposisi pimpinan al-Ahmar dengan pasukan yang setia kepada Saleh batal. Sedangkan jumlah korban secara nasional sejak demonstrasi anti Saleh merebak empat bulan silam mencapai 200an orang. (ttg/jpnn)

Kapal Karam, 270 Pengungsi Libya Hilang

SFAX – Lebih dari 270 orang pengungsi hilang di perairan Tunisia setelah kapal yang mereka tumpangi terbalik dan tenggelam. Sangat kecil kemungkinannya para pengungsi itu ditemukan dalam keadaan bernyawa. Rabu (1/6) lalu, sekira 600 pengungsi dikabarkan menyesaki kapal yang mereka tumpangi. Kapal itu sebelumnya berlabuh di Pulau Kerkennah. Tapi, Kamis (2/6) dikabarkan kapal itu terbalik.

Setelah didapati kabar terbaliknya kapal itu, proses pencarian terhadap korban dikabarkan sulit dilakukan karena cuaca buruk yang menghalangi proses penyelamatan pengungsi itu.

“Gelombang tinggi menyulitkan kami memulai operasi penyelamatan. Paling tidak, baru Sabtu mendatang kami mampu mengevakuasi jasad. Kemungkinan besar korban hilang tidak dapat ditemukan dalam keadaan hidup,” ungkap kepala penjaga pantai Kota Sfax,  Tahar Landousi seperti dikutip AFP, Jumat (3/6).

Sebelumnya pihak berwenang menemukan dua jasad korban di sekitar lokasi kejadian. Sementara tujuh orang dilaporkan terluka dalam peristiwa itu, termasuk dua orang perempuan yang sedang hamil. Para korban itu saat ini dirawat di Rumah Sakit Sfax.

Pihak penjaga pantai mengatakan kapal tersebut dipenuhi pengungsi Libya yang hendak menuju Pulau Lampedusa di Italia. Kapal tersangkut lumpur dan terbalik tidak jauh dari pulau tersebut.
Sementara itu, di Tripoli, Libya North Atlantic Treaty Organization (NATO) terus melancarkan serangannya. Serangan tersebut sepertinya merupakan yang terbesar yang pernah terjadi sejak Presiden Afrika Serikat, Jacob Zuma mengunjungi Libya. (bbs/jpnn)

Jagal Muslim Bosnia Bantah Dirinya Kejam

Sidang Perdana  Ratko Mladic

DEN HAAG -Terdakwa pembunuhan ribuan muslim di Bosnia, Ratko Mladic menjalani sidang perdana, Jumat (3/6). Sesuai prediksi, mantan pemimpin tertinggi militer Serbia menyangkal 11 dakwaan yang dituduhkan kepadanya. Di hadapan tiga hakim Pengadilan Kriminal Internasional untuk Yugoslavia (ICTY), dia menyebut dakwaan terhadapnya terlalu mengerikan.

Mengenakan topi dan setelan jas abu-abu, sang jagal Bosnia itu tampak sehat saat memasuki ruang sidang. Dia duduk di kursi terdakwa yang sudah disediakan di dalam ruangan berjendela antipeluru tersebut. Tetapi, dia kesulitan saat hendak memasang headset untuk alat penerjemah dalam sidang hearing kemarin. Sebab, tangan kanannya tak bisa berfungsi normal.  Dia dibantu dua penjaga di sebelah kanan dan kiri Mladic .  Meski ucapannya kurang jelas, Mladic mampu berkomunikasi dengan baik. Selama 1 jam 40 menit, dia menyimak berkas dakwaan yang dibacakan.

“Saya Jenderal Mladic dan seluruh dunia tahu itu,” ucapnya setelah dakwaan selesai dibacakan. Dia menolak meneken berkas dakwaan itu, karena dakwaan yang dituduhkan terlalu kejam. “Saya ingin mempelajari seluruh dakwaan mengerikan itu. Saya ingin membacanya lebih teliti bersama para pengacara saya,” paparnya seraya menyebutkjan butuh waktu sebulan untuk mempelajarinya. (ap/afp/bbc/hep/c6/ami/jpnn)