Home Blog Page 15152

Dilarang Mengendarai, Bikin Motor Chopper

GUJARAT- Dilarang mengendarai sepeda motor lantaran masih berusia remaja, tak membuat remaja asal India itu merajuk melainkan membangun sendiri sepeda motor modifikasinya.

Hasilnya remaja itu bisa mengendarai sepeda motor chopper 49 cc hasil modifikasinya. Setelah berhasil dibangun, remaja itu memanfaatnya untuk perjalanan rumah-sekolah-rumah, sehingga dia tak perlu naik bus jemputan atau numpang sama teman.

Remaja itu, Yash Gehi. Remaja asal Rajkot, Gujarat India, berusia 17 tahun itu memberanikan diri membangun sepeda motor Chopper untuk kesehariannya. Biar aman menggunakan motor namun tanpa memiliki SIM, Yash sengaja menggunakan mesin kecil yakni 49 cc. Di India mengendarai motor mesin sekecil itu tak perlu SIM.

Yash yang duduk di bangku kelas 11 itu setiap hari buka internet untuk mendapatkan inspirasi. Seperti dilansir dilansir automotto, Yash memanfaatkan komponen motor bekas mulai dari rangka, lampu, mesin, jok, tangki bensin hingga spare part lainnya demi satu tujuan. Cukup cerdik dia tidak mendapat dukungan dana.

Modelnya sepeda motor miliknya cukup unik. Tapi Chopper dia bangun dinilai cukup presisi. (net/jpnn)

Identitas Tujuh TKI tak Terlacak

BATAM- Identitas tujuh tenaga kerja Indonesia (TKI) yang tenggelam di perairan Malaysia pada Rabu dini hari lalu, hingga Jumat (3/6) tak terlacak. Pihak Konsulat Jenderal Republik Indonesia di Johor Bahru, Malaysia, sampai saat ini masih kesulitan menelusurinya.

Dihubungi Jumat petang, Pejabat Fungsi Penerangan Sosial dan Budaya Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), Jujur Hutagalung, menyatakan, pihaknya belum mengetahui identitas ketujuh korban hilang tersebut. Mereka bekerja sebagai tenaga kerja ilegal di Malaysia sehingga tidak ada catatan resmi dari instansi mana pun.
Di samping itu, di antara 24 TKI ilegal yang kapalnya karam saat kejadian, tak ada yang saling mengenal. Masing-masing bekerja di berbagai daerah di Malaysia. “Kami akan berusaha mencari identitas mereka. Kami akan berkoordinasi dengan Polisi Diraja Malaysia,” katanya.

Rabu lalu sebuah kapal pengangkut 24 tenaga kerja ilegal asal Indonesia karam di perairan Malaysia. Kapal berbahan fiber itu berangkat dari Johor Bahru, Malaysia, tujuan Batam, Provinsi Kepulauan Riau.
Seluruh TKI itu pria. Mereka berasal dari sejumlah daerah di Indonesia seperti Lombok, Jawa, dan Sumatera. Rencananya, mereka pulang kampung lewat jalur tikus melalui Batam. (bbs/jpnn)

Spanyol Tuntut Kompensasi dari Jerman

Klaim Rugi Besar atas Kasus Mentimun Maut

MADRID- Spanyol akan menuntut kompensasi atas tuduhan sebagai penyebab tersebarnya bakteri E.coli yang menewaskan 18 orang dan ratusan lainnya sakit serius. Tuntutan ganti rugi itu ditegaskan Perdana Menteri Jose Luis Rodriguez Zapatero.

Menurutnya, negaranya merugi secara ekonomi akibat tuduhan yang awalnya diembuskan Jerman itu. Jerman, negara yang menjadi pusat penyebaran wabah tersebut, telah menyalahkan mentimun asal Spanyol sebagai sumber penyebaran E.coli. Namun, tuduhan tersebut belum bisa dibuktikan secara klinis.
Padahal, sebutnya sampai sekarang sejumlah ilmuwan tetap mencari sumber penyebaran wabah mematikan tersebut. Mereka menyatakan, wabah yang menghebohkan masyarakat Eropa itu adalah bentuk baru dari bakteri E.coli.
Para eksporter buah dan sayuran Spanyol memprediksi mereka telah merugi hingga EUR 200 juta (sekitar Rp 1,7 triliun) dalam kurun seminggu setelah Jerman mengklaim bahwa penyebaran wabah tersebut bersumber dari mentimun Negeri Matador itu.

“Kami harus mengambil tindakan yang diperlukan. Kami  akan menuntut adanya rehabilitasi dan dikembalikannya citra produk kami ke posisi yang semestinya,” ujar PM Spanyol Zapatero.
“Saya yakin bahwa berbagai interpretasi atau upaya memolitisasi kesalahan besar yang dilakukan otoritas Jerman tak adil,” tandasnya.(cak/c4/ami/jpnn)

Syarifuddin Sering Memvonis Bebas

JAKARTA- Penangkapan hakim Syarifuddin Umar,  atas kasus suap terkait kasus kepailitan PT Sky Camping Indonesia (SCI) memperburuk citra dunia peradilan Indonesia. Meski dikenal sebagai hakim yang baik, dalam perjalanan karirnya, Syarifuddin ternyata memiliki setumpuk catatan miring terkait sejumlah kasus korupsi yang pernah ditanganinya.

Meski mengaku belum menemukan bukti, KPK siap menelusuri. Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin menyatakan penyelidikan bisa dilakukan setelah menemukan alat bukti. “KPK akan melakukan pengumpulan informasi dan data terlebih dahulu.  “Ya tergantung pengembangan penyidikan. Bukti dan saksi itu yang perlu. Tentunya KPK sebagai lembaga hukum akan bekerja secara profesional. Didasarkan atas bukti-bukti itu kita proses secara hukum. Itu yang perlu kita fokuskan,”papar Jasin ketika dihubungi, kemarin (3/6).

Dia menegaskan, saat ini komisinya masih berkonsentrasi menyidik hakim Syarifuddin dalam kasus dugaan suap terkait aset pailit PT SCI. KPK pun belum berencana memeriksa hakim pengawas kepailitan itu perihal vonis bebas Agusrin.  “Yang kita proses hukum adalah peristiwa pidana atas suap menyuap itu. Jadi atas dugaan putusan bebas kasus yang lain (Agusrin) tentunya kita belum fokus ke sana. Artinya berbeda kasusnya,”tambahnya.
Terkait penanganan kasus suap itu sendiri, Pimpinan KPK Bidang Pencegahan tersebut menguraikan pihaknya segera meminta keterangan Hakim Syarifuddin dan Kurator Puguh Wirawan yang telah ditetapkan sebagai tersangka dan telah ditahan.
Lembaga antikorupsi tersebut juga mengupayakan agar proses pemeriksaan atas kedua tersangka bisa berlangsung cepat, sehingga bisa segera diproses di pengadilan. “Secara teknis (pemeriksaan) penyidik KPK yang tahu. Tapi kita berusaha profesional sehingga proses ini tetap berjalan cepat,”imbuh dia.

Selain KPK, Komisi Yudisial (KY) menyatakan juga akan mengusut pelanggaran yang dilakukan oleh Hakim Syarifuddin Umar. Lembaga pemantau peradilan tersebut, akan menelusuri kasus suap tersebut dari segi kode etik.
Menurut Juru Bicara KY Asep Rachmat Fajar, pihaknya bisa bersama-sama dengan KPK dalam mengusut pelanggaran tersebut. “Kalau secara fungsi KY kita kan disini pelanggaran kode etik jadi kita sekalipun proses sedang berjalan di KPK, KY akan tetap menelusuri kejadian ini terkait kode etik,” kata Asep kemarin.
ICW mencatat rekam jejak buruk Syarifuddin selama bertugas sebagai hakim.(ken/jpnn)

Mengurung Diri di Penjara

Syarifuddin Umar memilih mengurung diri di dalam sel tahanannya. Diduga hakim yang dikenal galak itu masih dalam kondisi syok setelah ditangkap dan dijebloskan ke penjara Cipinang Kamis (2/6) malam kemarin.
“Namanya bekas hakim, mendadak ditahan, wajar kaget,” kata Kepala Pengamanan Rutan Cipinang, Ponika Afandi. Menurutnya, sejak digiring Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ke Rutan Cipinang, Syarifuddin memilih tidak berbaur dengan tahanan lainnya.

“Dia belum mau berbaur dengan warga tahanan lain, dia kelihatan bingung lihat lingkungan barunya,” ucap Ponika.
Terlepas dari kasus yang menimpa Syarifuddin, dia juga dikenal sebagai orang baik. “Orangnya baik, suka menyapa. Kadang sering belanja di warung saya ini,” ujar Bagarai, tetangga sebelah rumah Syarifudin di Jalan Agung Tengah 5 Blok I/1, Sunter Agung, Tanjung Priuk, Jakarta Utara.

Senada dengan Bagarai, hal yang sama diungkap Supriyadi, satpam komplek perumahan tempat tinggal Syarifuddin. Supriyadi mengatakan Syarifuddin selalu membuka kaca mobilnya saat melewati pos penjagaan. “Sering buka kaca mobil, nyapa aja. Apa kabar, Selamat Pagi begitu,” kata Supriyadi. Tak jarang Syarifudin memberikan uang rokok kepada para satpam penjaga kompleks ini. “Lumayan mas, kalau lagi lebaran juga ngasih THR,” ucap Supriyadi. Karena sifat baik dan ramah itulah, tetangga merasa kaget dengan penangkapan Syarifudin kemarin malam. Warga tak menyangka orang sebaik itu bisa terjerat kasus korupsi. Kini Rumah Syarifudin kosong. (net/jpnn) (net/jpnn)

Memori PK Rampung, Antasari Tunggu Momen

JAKARTA- Terpidana 18 tahun kasus pembunuhan berencana Antasari Azhar sudah merampungkan memori Peninjauan Kembali (PK). Namun, memori  tersebut ternyata belum diajukan ke Pengadilan Negeri (PN) Jakarta Selatan agar diserahkan ke Mahkamah Agung (MA) untuk diproses.

“Pak Antasari belum mau menyerahkan (memori PK). Beliau sedang berkhidmat memikirkan apa yang sedang terjadi. Beliau menunggu momen yang tepat,” kata pengacara Antasari, Maqdir Ismail, di Jakarta kemarin (3/6).

Maqdir mengakui, berkas memori PK sejatinya sudah siap. Paling tidak ada lima alat bukti baru alias novum yang sudah dimasukkan. Yakni, pesan singkat berisi ancaman terhadap Nasrudin yang tidak pernah ditunjukkan dalam sidang, uang Rp500 juta yang tidak pernah diajukan ke sidang, perbedaan senjata api yang digunakan mengeksekusi dan peluru yang menembus kepala korban, dan baju Nasrudin saat penembakan yang hingga kini tidak jelas keberadaannya.
Maqdir mengatakan, Antasari masih menunggu waktu yang tepat untuk mengajukan PK. Namun, Maqdir buru-buru menegaskan bahwa tidak ada alasan politis tidak segera mengajukan memori itu. PK merupakan jalan terakhir untuk membebaskan mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Karena itu, pihaknya tidak mau gegabah lantas tergesa-gesa mengajukannya.

“Ini hanya masalah kenyamanan. Pak Antasari masih merasa belum nyaman mengajukannya sekarang. Yang jelas, kami tidak akan melakukan lobi-lobi politik atau jalur-jalur di luar hukum untuk menyelesaikannya meski kasus ini kental politis,” pungkasnya.(aga/jpnn)

Cari Sisa Proyektil

ACEH- Pasca teror sekelompok orang tak dikenal (OTK) terhadap Bupati Bener Meriah Ir H Tagore Abubakar, bersama supirnya, Gempar, hingga saat ini masih dalam tahap penyelidikan. Bahkan, bekas projektil peluru yang diduga masih bersarang di mobil pribadi Tagore itu juga belum ditemui aparat penyidik.
Kasat Reskrim Bener Meriah Iptu Hartana SSos mengatakan, saat ini polisi masih mencari sisa projektil di mobil.
Sementara itu, saat Rakyat Aceh (grup Sumut Pos) ingin mengkonfirmasi kepada Tagore di rumah pribadinya,  kawasan Komplek Non Perumnas Takengon, tidak berhasil. Penjaga rumah menyebutkan, Tagore sedang dimintai keterangan tim penyidik.

“Bapak dan Gempar (supir, Red) sedang di dalam, bersama polisi untuk dimintai keterangan,” kata sumber Rakyat Aceh. Amatan di lokasi, pintu rumah ditutup rapat, hanya orang tertentu saja yang diizikan masuk kedalam rumah.(ron/jpnn)

Tewas Kesetrum

MEDAN- Yusriani ikut kesetrum saat menyelamatkan keponakannya, Dian Syaputra yang sebelumnya disengat arus listrik. Kejadian itu berlangsung tadi malam, Jumat (3/6) sekira pukul 19.00 WIB di rumahnya Jalan Jemadi Gang Kelapa II, Kelurahan Pulo Brayan Darat, Kecamatan Medan Timur.

Awal mulanya, Dian Syaputra yang baru pulang main futsal ingin mandi. Lalu pakaianya disangkutkan di jemuran. Dia tidak ingat ada kabel listrik telanjang yang menyentuh jemuran itu. Spontan tubuh Dian kesetrum.
Yusriani yang  melihat kejadian itu langsung menolong Dian. Namun, pertolongan Yusriani tidak membuahkan hasil. Malah dirinya juga kesetrum arus listrik dan tewas dalam perjalan menuju rumah sakit.(adl)

Valensia, Vincensia dan Keysia

Bayi Kembar Tiga Lahir di Vita Insani

SIANTAR- Perasaan pasangan suami istri Irwan Pardede (41) dan Doris br Simanjuntak (34) sedikit lega. Bayi kembar tiga yang sudah ditunggu kelahirannya berhasil keluar dari rahim ibunya dengan selamat,  Rabu (1/6)
Dengan kelahiran ketiga bayi mungil ini pula, Irwan mempunyai 5 orang anak, 3 perempuan dan 2 laki-laki. Warga Jalan Parapat, Kelurahan Nagahuta Timur, Siantar Marimbun ini mengaku, senang atas kelahiran bayi kembar tiga tersebut.

“Anakku sebelumnya 2 perempuan, Florensia (5) dan Anastasia (3). Selama ini aku memang pingin anak laki-laki. Syukurnya, lahir anak kembar 3, dua diantaranya laki-laki,” kata Irwan.

“Ketiganya kami beri nama Valensia, Vincensia dan Keysia. Khusus  perempuan bernama Keysia Fitri. Nama ini khusus untuk rasa terima kasih kami kepada dokter yang  memberikan pelayanan dan menangani kehamilan saya,” kata Doris.

Ditambahkannya, selama proses kehamilan, ia tidak melihat gelagat aneh ataupun pertanda apapun dari istrinya. Hanya saja, ngidam Doris br Simanjuntak memang terbilang parah. Bahkan tidak pernah makan sekalipun.
“Tak ada tanda-tanda apapun, cuma waktu itu ngidamnya yang parah. Istri ku sampai di opname di RS Vita Insani dan diberi infus akibat tidak mau makan apapun. Sejak hamilnya 4 bulan, kami sudah tahu bayinya kembar 3. ini dilihat dari hasil USG di praktik dokter Fitri spesialis kandungan,” tambah Irwan.

Begitu mendengar keterangan dokter dan menyaksikan sendiri di layar USG 4 dimensi, Irwan dan istrinya menjadi kaget.

“Awalnya kami terkejut, tapi dibalik rasa kaget itu kami sangat bersyukur masih diberi tuhan rezeki dengan 3 anak sekaligus. Apalagi dokter mengatakan kalau dua dari 3 bayi adalah laki laki. Itukan sesuai keinginanku,” tukasnya.
Sementara Doris masih terbaring di tempat tidur kamar 354 lantai 3 RS Vita Insani tempatnya dirawat. Kepada Metro Siantar, dia mengaku lega.

“Saya sudah lega anak kami lahir dengan selamat, walau dengan cara operasi. Kami berterima kasih kepada dokter yang sudah cekatan menangani saya dan bayi saya. Semua ini kami syukuri. Bayi saya utuh dan tidak ada cacat apapun,” katanya.

Sebagai kenangan dan rasa terima kasih atas pelayanan dokter yang menangani kehamilannya, Doris br Simanjuntak mengaku, akan memberikan nama dokter Fitri pada nama belakang bayi perempuannya.
“Ketiganya akan kami beri nama Valensia, Vincensia dan Keysia. Khusus yang perempuan bernama Keysia Fitri. Nama ini khusus untuk rasa terima kasih kami kepada dokter yang sudah memberikan pelayanan dan menangani kehamilan saya,” katanya.

Ketiga bayi lahir dengan berat 21 Kg dan panjang 40 Cm. Untuk bayi pertama berjenis kelamin laki-laki, bayi kedua seberat 22 Kg dengan panjang 41 Cm dan bayi ke tiga mempunyai berat 19,50 Kg dengan panjang 41 Cm.(hez/smg)

Truk Muatan Kelontong Seruduk Rumah Warga

SERGAI- Truk Mitsubishi Fuso BK 8070 SC menyeruduk rumah warga di Jalan Lintas Sumatera (Jalinsum) Kilometer 42-43 Medan-Tebing Tinggi, tepatnya di Dusun III,Desa Sei Sijenggi, Kecamatan Perbaungan, Kabupaten Serdang Bedagai, Jumat(3/6).

Menurut informasi dikumpulkan Sumut Pos, musibah tersebut berawal dari truk fuso yang dikemudikan Marihot Situmorang (37) warga Desa Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babusalam, Kabupaten Aceh Tenggara, dari Tebing Tinggi menuju Medan, ditabrak mobil tangki BK 9082 ML bermuatan CPO dari arah berlawanan.
Akibat tabrakan itu, truk fuso oleng dan menyeruduk rumah Dedy (42).

Selain merusak rumah, satu unit mobil L-300 milik Dedy ringsek dan empat penumpang truk juga mengalami cidera di sekujur tubuh dan harus dilarikan ke RSU Trianda, Perbaungan.

Keempat korban masing-masing, Donal Ricardo Limbong (27) supir tangki, warga Jalan Seksama Gang Pasti, Kelurahan Binjai, Kecamatan Medan Denai. Marihot Situmorang (37) supir truk, warga Desa Muara Lawe Bulan, Kecamatan Babusalam, Kabupaten Aceh Tenggara, Erik Silaban (30) kernet truk warga Desa Pardamaian, Kecamatan Sidikalang dan Elly Roy Siregar (30) kernet mobil tangki, warga Kota Sidikalang. (mag-15)