Home Blog Page 15193

Tetap Jadi Kepling, Bayar Rp5 Juta

Oknum Lurah Diduga Peras Kepala Lingkungan

MEDAN- Tiga kepala lingkungan (Kepling) di Kelurahan Sudirejo II, Kecamatan Medan Kota, mengaku dipecat tanpa alasan yang jelas. Bahkan, jika mereka tetap ingin menjadi kepling, mereka diwajibkan memberi uang sebesar Rp5 juta per orang kepada lurah.

Hal ini diungkapkan ketiga kepling yang dipecat tersebut kepada wartawan Sabtu (28/5) sore pekan lalu. Ketiga kepling tersebut masing-masing Ropuji Pane (Kepling II), Syaiful Anwar (Kepling V) dan Syamsul Bahri (Kepling (VII).

Syamsul Bahri mengungkapkan, pemecatan dirinya berawal ketika dia mengalami kecelakaan saat mengecat pulau jalan di Jalan Sisingamangaraja, tepatnya di depan Pasar Simpang Limun. Menurut Syamsul, pengecatan pulau jalan tersebut atas instruksi Lurah Sudirejo II.

Namun, tiba-tiba mobil dengan kecepatan tinggi menabraknya hingga dirinya mengalami patah kaki dan dirawat selama empat hari di Rumah Sakit Estomihi. Karena kurang biaya, Syamsul akhirnya memilih untuk dirawat di rumahnya. Selama sebulan dirawat, barulah Syamsul dapat beraktifitas seperti semula.
Namun begitu masuk kerja, dia malah diberi surat pemecatan. Merasa kesal, Syamsul pun menanyakannya kepada lurah. Betapa kagetnya dia ketika mendengar, lurah tersebut meminta uang Rp5 juta jika dia masih ingin menjadi kepling.

“Dari mana saya dapat uang? Untuk makan saja, saya dibiayai anak yang punya usaha bengkel,” keluhnya.
Bahkan, Syamsul juga sudah memelas kepada lurah tersebut, karena dia benar-benar tidak memiliki uang. “Sudah saya bilang, luka saya saja belum kering. Kenapa saya dipecat, kok tega kali bapak,” bebernya seraya menunjukkan luka kakinya yang masih membekas.

Hal senada juga dikatakan Ropuji Pane. Dia juga dimintai uang Rp5 juta jika ingin tetap menjadi kepling. “Kalau mau tetap jadi kepling, kami harus bayar Rp5 juta. Kalau tidak mau, ada yang mau jadi kepling tapi mereka bayar Rp10 juta,” jelasnya.

Terlebih yang dialami Saiful. Saat itu, dia sedang jaga pos di Jalan Sisingamangaraja Medan. Usai makan di Posko, tiba-tiba kepalanya pening dan pandangannya pun menjadi gelap. Lalu dia memberitahukan kepada teman-temannya dan Saiful dibawa ke RS Mitra Sejati. Di rumah sakit diketahui, bapak enam anak ini kecapekan, sehingga perlu banyak istirahat.

Selama menjalani perobatan di rumahnya, tiba-tiba datang surat keterangan kalau Saiful diberhentikan sebagai kepala lingkungan. Mendapat surat tersebut, tanpa menghiraukan sakit yang dideritanya, lelaki yang memakai tongkat ini lalu menanyakan kepada lurah. Namun, sama juga jawabannya. Lurah meminta uang Rp5 juta jika Saiful tetap ingin menjadi kepling.

Mendengar itu, Saiful lalu memberitahukan kepada istrinya untuk mencari uang Rp5 juta. Namun yang berhasil ia kumpulkan cuma Rp2 juta. Meski begitu, dia tetap memberanikan diri mendatangi lurah tersebut ditemani istrinya dan menyerahkan uang Rp2 juta tersebut. Namun, lurah menolak mentah-mentah uang tersebut.
Lurah Sudirejo II Barita Laut Dalimunthe saat dikonfirmasi membantah apa yang dituduhkan kepadanya. Dikatakannya, apa yang diungkapkan ketiga Kepling tersebut adalah cerita bohong.

“Saya berani berhadapan dengan orang-orang itu (kepling, Red). Ini karena memang kinerja mereka tidak maksimal. Mengenai suap atau sebagainya sebesar Rp5 juta, itu juga bohong. Tidak benar itu,” tegasnya.
Menanggapi hal itu, Camat Medan Kota Irfan Syarif Siregar menjelaskan, pemberhentian ketiga kepling tersebut berdasarkan usulan dari lurah bersangkutan tertanggal 20 April dengan No Surat 141/029. “Camat memberhentikan kepling dari usulan lurah. Dan ini kolektif, bukan secara pribadi atau tendensi apa-apa,” katanya.(eza/smg/ari)

Jangan Remehkan Diare

MEDAN-Tingkat kematian akibat penyakit diare kecil relatif di bawah 1  persen, tapi hal itu tak bisa dipandang remeh karena penyakit itu bisa mewabah di satu kawasan dan menimbulkan kematian bila tak segera ditangani.
Seperti terungkap dalam buku ilmu kesehatan yang ditulis DR dr Umar Zein Sp PD DTM&H KPTI. Buku itu banyak membahas tentang diare akut, permasalahan dan pencegahan serta pengobatannya.

“Kasusnya memang kecil, masih di bawah 1 persen, tapisecara umum kasusnya 22 sampai 25 episode atau satu orang bisa mengalaminya beberapa kali per 1000 orang per tahun di Indonesia,” kata pengamat kesehatan, dr Umar Zein, Minggu (29/5).

Dokter spesialis penyakit dalam khusus penyakit tropik itu menyebutkan, diare berat bisa menyebabkan kematian seperti hypopolemik shock atau kekurangan cairan yang banyak, sehingga menyebabkan kekurangan sirkulasi udara dan gangguan fungsi organ tubuh.

“Selama ini banyak diare diberi antibiotik, padahal bisa sembuh sendiri dengan mengganti cairan yang hilang dengan banyak minum,” ujarnya.

Dia menjelaskan, penyakit diare ada dua yaitu infeksi pada orang dewasa dan non infeksi  yang disebabkan virus. Sedangkan untuk penularannya, bisa melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi bakteri penyebab diare yaitu E choli (Erserichia Coli) dan beberapa jenis bakteri lainnya serta beberapa jenis cacing.
“Virus penyakit diare ini bisa masuk ke makan dan minuman yang tercemar, maka harus membiasakan hidup sehat dengan mencuci tangan sebelum makan,” sebutnya. (mag-7)

Anak Obesitas Berpotensi Diabetes

MEDAN- Faktor kegemukan atau berat badan berlebih (obesitas) terhadap anak patut diwaspai sejak dini. Pasalnya, obesitas pada anak berpotensi mendatangkan berbagai penyakit, diantaranya diabetes (gula darah).
Dari data riset kesehatan dasar (Riskesdas) 2010, di Sumatera Utara prevalensi balita gemuk mencapai angka yang cukup tinggi yakni 18,3 persen. Privalensi angka kegemukan pada anak balita tersebut lebih besar dibanding angka nasional sebesar 14 persen atau meningkat dibanding hasil riset serupa pada 2007, yakni 12,2 persen.

“Orangtua harus mewaspadai kegemukan pada anak yang cenderung mudah mengalami diabetes. Untuk langkah pencegahan dapat dimulai dari sekarang, antara lain dengan mencermati dan membatasi asupan gula tambahan pada anak agar tidak berlebihan,” ujar pakar kesehatan anak, Prof Guslihan Dasa Tjipta SpA (K) dalam sosialisasi susu pertumbuhan Anmum Essential tanpa gula tambahan di Hotel JW Marriot, Jalan Putri Hujau Medan, Sabtu (28/5).
Hal senada juga disampaikan dokter spesialis anak endoktrin Fakultas Kedokteran Universitas Indonesia Jakarta, dr Aman Bhakti Pulungan SpA (K). Menurutnya, obesitas sudah menjadi epidemic global yang harus segera ditangani. Selain akan mengganggu penampilan, juga berpotensi tinggi menjadi obesitas dewasa yang dikemudian hari meningkatkan resiko berbagai penyakit.

“Selain diabetes, obesitas juga dapat meningkatkan risiko bagi penyakit kronis seperti penyakit kardiovaskular (jantung dan stroke), sindroma metabolik yang berkaitan dengan obesitas yang ditandai dengan resistensi insulin, dislipidemia dan hipertensi, ganguan musculoskelekal khususnya osteorthritis, beberapa jenis kanker seprti kanker endometrial, payudara dan kolon,” ungkapnya.

“Salah satu upaya pencegahan yang dapat dilakukan adalah melalui perbaikan nutrisi yang diberikan sejak dini pada anak, di samping peningkatan aktifitas fisik dan modifikasi pola hidup. Edukasi terhadap orang tua mengenai hal ini sangat diperlukan,” tegasnya.(uma/mag-7)

20 Karung Biji Plastik Nyaris Hilang

Mencuri, Karyawan Gandakan Kunci

MEDAN- Seorang karyawan gudang, Usman (25) warga Marelan ditangkap warga dan satpam saat hendak mengangkut 20 karung biji plastik hasil curiannya di gudang penyimpanan di komplek MMTC Jalan Pasar V Timur, Medan Estate, Percut Sei Tuan.

Usman ditangkap saat hendak mengangkut hasil curiannya, Minggu (29/5) siang pukul 12.00 WIB. Ketika itu, dia mengeluarkan barang dari gudang. Aksi itulah yang membuat warga mencurigai aksi pria yang merupakan karyawan gudang dan telah bekerja 6 bulan lalu di gudang tersebut.

Kecurigaan itu berbuntut kepada aksi tuduhan pencurian, sebab gudang pada hari minggu libur. Sedangkan kemarin, pelaku mengeluarkan isi gudang. Hal itulah yang berujung kepada pengaduan kepada satpam di komplek tersebut, tapi Usman tak menyadari aksinya sudah dilaporkan ke Satpam.

Bahkan, saat Usman mengeluarkan 20 karung yang berisi biji plastik seberat 30 kg di depan gudang tersebut, akhirnya didatangi warga dan satpam yang langsung menangkapnya.

Demikian dituturkan seorang satpam Komplek MMTC, Alex. Dia mengungkapkan, pihaknya menangkap Usman karena adanya laporan warga, setelah dilakukan pemeriksaan awal, tersangka mengakui kalau aksinya dilakukan dari pukul 10.00 WIB.

“Saat kami tanyai pelaku sempat gugup, ketika dinyatakan libur. Pelaku semakin kesulitan menjawab. Akhirnya mengakui 20 karung biji plastik akan dijual ke penampungan,” katanya saat ditemui di Komplek MMTC.
Alex  menambahkan, pelaku menjual ke penampungan biji plastik dengan harga Rp500 ribu perkarungnya. Aksi pelaku mencuri biji plastik itu sudah direncanakan sejak awal. terbukti saat masuk ke gudang itu.

“Pelaku masuk ke dalam gudang dengan menggandakan kunci yang sudah ditempahnya, inikan sudah ada rencananya,” ujarnya. “Setelah kami yakin, kami langsung serahkan pelaku ke Mapolsek Percut Sei Tuan,” sebutnya.
Terpisah, Kapolsek Percut Sei Tuan, Kompol Maringan Simanjuntak   membenarkan adanya pencurian itu. Kini, pelaku sedang dimintai keterangan dan ditahan di Mapolsek Percut Sei Tuan.

“Kami harus periksa pelakunya terlebih dahulu, selanjutnya tunggu perkembangan ya,” sebutnya. (adl)

Beasiswa Bagi Guru Berprestasi

Mendapatkan pengakuan sebagai sekolah Standar Internasional yang telah diberikan lembaga Cambridge Internasional Examinations (CIE) kepada Yayasan Pendidikan Shafiyyatul Amaliyyah bukanlah hal yang mudah.
Selain harus memiliki prasarana dan prasarana yang memadai sesuai kapasitas internasional,  YPSA juga menyediakan tenaga pendidik yang bertaraf intenasional.

Ketua Umum YPSA Hj Rahmawaty Sofyan Raz mengatakan, staf pendidik yang disediakan YPSA merupakan tenaga pendidik S1, S2 alumni universitas ternama dalam dan luar negeri professional dan qualified.
Bahkan untuk menjadi tenaga pendidik YPSA, lanjut Rahmawaty, harus melewati beberapa tahapan dan seleksi yang diberikan pihak Yayasan dalam menciptakan seroang guru yang berkualitas.

Bahkan setiap guru berprestasi di sekolah tersebut,  tak jarang yayasan yang telah berusia 13 tahun itu juga memberikan berbagai kesempatan beasiswa kepada staf pendidik untuk melanjutkan studinya baik di dalam maupun luar negeri sesuai bidang keilmuwannya.

“Seleksi terhadap para guru yang akan bergabung kita lakukan sesuai bidang keilmuwan yang dimilki serta test psikologi dan keislaman. Sehingga siswa yang mengenyam pendidikan di yayasan ini benar-benar dibimbing oleh para ahli dibidangnya,” ungkapnya.(uma)

Dugaan Korupsi Polmed Rugikan Negara Rp2,1 M

MEDAN- Dari hasil penyidikan Dit Reskrimsus Polda Sumut terhadap dugaan korupsi pengadaan alat peragaan robot tahun 2010 di Kiur Pendidikan Politeknik Medan, ditemukan kerugian negara senilai Rp2,1 miliar. Demikian dikatakan Dir Reskrimsus Poldasu Kombes Pol Sadono Budi Nugroho melalui Kasat Tipikor AKBP Verdy Klele, Minggu (29/5).
Dikatakan Verdy, ditemukannya kerugian negara dari hasil perkembangan penyelidikannya yang sudah ditingkatkan menjadi penyidikan. “Untuk perkembangannya kita sudah meningkatkan penyelidikan menjadi penyidikan (lidik menjadi sidik). Jadi kalau lidik kita berupaya untuk mencari titik terang suatu perkara. Sedangkan sidik, penyidik berupaya melengkapi barang bukti,” ucapnya.

Lanjut Verdy, sebelumnya Poldasu sudah melakukan gelar perkara terhadap kasus tersebut. Dimana, untuk mengetahui hasil kerugian negara, Poldasu bekerjasama bersama Badan Pemeriksa Keuangan dan Pembangunan (BPKP). (adl)

Pedagang Salak Ditabrak Truk

MEDAN- Seorang pedagang salak, Awalludin Harahap (39), warga Jalan Besar Tembung, Gang Persatuan, ditabrak truk hingga mengalami patah tangan kanan, dan selangkangan kaki kanan, Minggu (29/5) pagi pukul 10.00 WIB. Bapak lima anak ini kini mendapat perawatan di RSU Pirngadi Medan.

Saat itu, Awaluddin mengendarai sepeda motor Yamaha Vega R hendak berjualan di Kampung Lalang Medan. Di saat pedagang salak ini melintas jalan Letda Sujono Medan, tepatnya di simpang jalan tol Tembung, korban mengerem mendadak untuk menghindari seorang pengendara sepeda yang lawan arah.

Namun naas, tiba-tiba korban ditabrak truk dari belakang, hingga korban jatuh terpental ke badan jalan dan mengalami patah pada tangan kanan, dan bagian selangkangan paha kanan korban. Warga yang menyaksikan kejadian tersebut melihat korban terkapar tak berdaya, lalu menolong korban dan membawa korban ke RSU dr Pirngadi Medan.(mag-7)
Sesampainya korban dibawa menuju ruangan IGD untuk mendapatkan pertolongan pertama dari tim medis dengan memasang gips pada tangan dan kaki korban. (mag-7)

Penyelesaian Sari Rejo Tergantung Niat Baik Pemerintah

MEDAN- Hari ini, masyarakat Sari Rejo yang diwakili Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas) akan beraudiensi ke Komisi A DPRD Sumut. Mereka akan mempertanyakan secara langsung hasil pertemuan Komisi A DPRD Sumut dengan Kementerian Keuangan (Kemenkeu) beberapa waktu lalu.

Selain itu, Formas juga akan mempertanyakan langkah-langkah yang akan diambil atau dilakukan selanjutnya oleh Komisi A DPRD Sumut, guna memperjuangkan penyelesaian sengketa tanah yang sudah berlangsung sejak 1948 silam. “Besok (hari ini (30/5), Red) kita akan beraudiensi ke Komisi A, dengan mengikutsertakan 30 anggota Formas sekaligus warga Sari Rejo. Hal ini berkaitan dengan hasil kunjungan Komisi A ke Kemenkeu. Lebih penting lagi, adalah langkah-langkah lainnya yang akan ditempuh sesuai wewenang yang ada. Karena kami berkeyakinan, tanah seluas 260 hektar ini bukanlah aset TNI AU,” tegas Riwayat Pakpahan kepada Sumut Pos, Minggu (29/5).

Tak jauh berbeda, Ketua Komisi A DPRD Sumut Hasbullah Hadi menuturkan, persoalan sengketa tanah Sari Rejo pada prinsipnya hanya menunggu good will atau niat baik pemerintah. Dalam hal ini, baik pemerintah pusat diwakili pihak Kementerian Keuangan (Kemenkeu) RI, TNI AU, dan tanpa terkecuali Pemerintah Kota (Pemko) Medan.

“Dalam kunjungan itu, kita meminta tanah seluas 260 Ha tersebut untuk dilepaskan. Pada saat itu, Tim Mabes TNI AU menyatakan tanah itu masuk dalam Register Kekayaan Negara. Tapi pihak Kemenkeu tidak bisa menyajikan data-datanya. Andai itu masuk dalam kekayaan negara, bagaimana dengan tanah yang saat ini telah berdiri Central Bussines District (CBD). Nah, Kemenkeu saja belum mengetahui hal itu. Memang pada saat itu, pihak Kemenkeu mengaku akan mempelajari tentang keberadan CBD. Pada dasarnya, penyelesaian sengketa ini adalah tergantung niat baik atau goodwill dari pemerintah saja,” bebernya.(ari)

Uji Hoki

BARCELONA vs MAN. UNITED

LONDON-Barcelona dan Manchester United sama-sama telah mengoleksi tiga gelar di ajang Liga Champions. Barca – sebutan Barcelona – meraih juara pada 1992, 2006, dan 2009. Sedangkan United adalah kampiun edisi 1968, 1999, dan 2008.

Tapi, hanya salah satu dari kedua tim yang akan memenangi trofi keempat di Stadion Wembley, London, dini hari nanti WIB (29/5). Barca dan United berharap Wembley akan memberi tuah kepada mereka. Itu mengingat stadion yang bisa menampung sampai 90 ribu penonton tersebut menjadi saksi bisu pencapaian trofi pertama mereka.
Gelar Barca pada 1992 diraih di Wembley. Kala itu, Josep Guardiola berstatus sebagai pemain Barca. Guardiola adalah entrenador (pelatih) Barca saat ini. Sedangkan gelar 1968 United di Wembley dicapai dengan Sir Bobby Charlton sebagai kapten.

Sekalipun kelihatannya berimbang, masih ada satu catatan sejarah yang berpihak kepada Barca. Yakni, gelar Barca pada 2009 diraih setelah mengalahkan United 2-0 di Stadion Olimpico, Roma. Dibandingkan dua tahun lalu, skuad kedua tim tidak banyak berubah. Tujuh pemain dari line up masing-masing tim dua tahun lalu hampir pasti akan kembali turun dini hari nanti. Dari Barca masih ada Victor Valdes, Gerard Pique, Carles Puyol, Sergio Busquets, Xavi Hernandez, Andres Iniesta, dan Lionel Messi.

Sedangkan dari United ada Edwin van der Sar, Rio Ferdinand, Nemanja Vidic, Patrice Evra, Michael Carrick, Ryan Giggs, dan Wayne Rooney. Apalah itu berarti United akan menjadi korban berikutnya – Apakah final 2009 bakal terulang – Belum tentu.

“Setiap final memiliki sejarah tersendiri. Final dua tahun lalu tidak bisa dibandingkan dengan final tahun ini,” ujar Iniesta, gelandang Barca, di situs resmi klub.

“Kami memiliki beberapa pemain baru yang memberi warna lain dalam permainan tim, begitu pula dengan United. Atmosfer pertandingan tentu juga berbeda,” tambah pencetak gol tunggal kemenangan Spanyol atas Belanda di final Piala Dunia 2010 itu.

Iniesta mengatakannya juga mengacu rekor Barca di final Liga Champions. Barca memang tiga kali menuntaskannya dengan gelar (termasuk mengalahkan United), tapi mereka juga tiga kali menjadi pecundang di partai puncak. Juga perlu diingat, di musim ini, Barca takluk 0-1 dari musuh abadinya di final ajang lain (Copa del Rey).
“Dalam final, tidak terlalu penting siapa yang menjadi favorit dan siapa yang menjadi underdog. Hasilnya bisa berbeda dari apa yang banyak diprediksi,” ujar Carrick, gelandang United, kepada Sky Sports.

Dibandingkan Barca, United memang lebih hoki di final. Hanya kekalahan dari Barca dua tahun lalu sebagai satu-satunya ketidakberuntungan Setan Merah- sebutan United – di partai puncak. Bagi yang ingat memori final 1999, Setan Merah sangat beruntung karena dua gol mereka lahir di menit-menit akhir untuk membalikkan kedudukan 2-1 atas Bayern Munchen.

Sementara bagi yang percaya dengan mitos, cukup sulit memprediksi siapa yang menjadi juara. Barca merengkuh tiga gelar mereka saat berstatus home team (tim kandang) di final. Namun, gelar 1968 United di Wembley diraih dengan status away team (tim tandang). (dns/jpnn)

DPRD: Zainuddin Mars Pengecut

Pembentukan Pansus Investigasi Dugaan Korupsi Dipercepat

LUBUK PAKAM-Sikap Wakil Bupati Deli Serdang Zainuddin Mars yang ‘melarikan diri’ dan melempar tanggung jawab saat didemo Barisan Rakyat Anti Korupsi di gedung DPRD Deliserdang, Kamis (26/7) lalu, diprotes keras anggota dewan. Ucapan Zainuddin yang menyatakan bahwa demonstran menjadi urusan DPRD karena datang kantor DPRD, dianggap tindakan tidak pengecut dan bertanggung jawab.

”Bersikap jantanlah, bukan malah mengalihkan tanggungjawab kepada orang lain,” kecam Wakil Ketua Fraksi Partai Golkar, Mikail TP Purba, Jumat (27/5).

Menurutnya, pernyatan demikian tidak pantas dilontarkan pejabat setingkat wakil bupati. Apalagi pengunjuk rasa yang tergabung dalam Barisan Rakyat Anti Korupsi saat itu tidak hanya menyoroti dugaan korupsi Bupati Deliserdang Amri Tambunan, tetapi juga Zainuddin Mars sebagai wakil bupati.

“Sudah tahu dia yang didemo, malah mengelurkan pernyataan yang kurang sedap. Memang demonstran mendatangi kantor DPRD untuk menyampaikan aspirasinya, tetapi bukan seenaknya melontarkan kata-kata tidak pantas,” ujar Mikail TP Purba.

Tindakan Zainuddin meninggalkan demonstran dan lari dari pintu belakang, mencerminkan posisi Zainuddin dalam dugaan ini. ”Kalau benar dia (Zainuddin) tidak bersalah, kan dapat saja menjumpai para demonstran. Bukan malah melarikan diri dari belakang kantor DPRD,” tegas Mikail.

Agar permasalahan tuntutan demontrasi cepat selesai, Mikail TP Purba akan mendesak pimpinan DPRD mempercepat pembentukan panitia khusus Investigasi Dugaan Korupsi Amri Tambunan dan Zainuddin Mars.
Bahkan, nantinya tugas pansus akan mencari tau sudah sejauh mana perkembangan dugaan kasus korupsi yang pernah ditanggani oleh pihak judikatif. Pansus akan menyurati lembaga seperti KPK, Kejaksaan Agung, dan kepolisian untuk mempertanyakan sudah sejauh mana penanganannya.
Pansus juga akan mendorong lembaga hukum agar segera menuntaskan dugaan kasus korupsi secara trasparan, sehingga tidak ada kecurigaan kepada aparat penegak hukum.

Benhur Silitongg, anggota DPRD lain menambahkan, tuntutan Barisan Rakyat Anti Korupsi yang menyebutkan Wakil Bupati Zainuddin Mars yang merupakan mantan Kepala Dinas Infokom dituding mengunakan anggaran Dinas Infokom untuk Pilkada merupakan hal yang baru.

“Dalam waktu dekat kami akan panggil Kadis Infokom, kemudian Kadis Pendidikan Pemuda dan Olahraga terkait pemyebaran surat “mohon petunjuk” Kejari Lubuk Pakam ke Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga,” tambahnya.
Di sisi lain, penanganan hukum Amri Tambunan terkait dugaan korupsi di 7 SKPB dan sejumlah proyek di Pemerintah Kabupaten Deli Serdang masih terus berjalan di Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu). Tim Penyidik Tindak Pidana Khusus (Pidsus) saat ini masih bekerja mengumpulkan bukti dan keterangan saksi.

“Mengungkap kasus korupsi memakan waktu yang tidak sedikit,” tegas Kasi Penkum Kejatisu Edi Irsan Kurniawan Tarigan SH di kantor Kejatisu di Jalan AH Nasution Medan, kemarin.

Tarigan mengatakan, saat ini pihaknya sedang menyesuaikan tim kembali karena sejumlah penyidik dan pejabat pidsus Kejatisu banyak yang dimutasi. “Pejabat dan penyidik baru kan harus mempelajari dulu kasus yang ditangani pejabat yang terdahulu,” beber Tarigan.

Dugaan korupsi yang dilakukan oleh Bupati Deli Serdang dan jajarannya diantaranya senilai Rp7,9 miliar, yang telah menggunakan dana APBD tahun 2009, untuk membayar utang kepada kontraktor, pada hasil pekerjaan TA 2007 dan TA 2008. Pembayaran itu dianggap menyalahi Undang-undang dan Kepres No. 80 Tahun 1980 dan diduga juga mengusut hasil audit BPK RI TA 2008–2009 sebesar Rp883 miliar

Dugaan korupsi tersebut mulai diributi dan dilaporkan ke Kejatisu agar mengusut Anggaran sebesar Rp81.497.183.237, Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Deliserdang, karena penggunaan dana tersebut juga dinilai telah melanggar Peraturan Pemerintah No 58 tahun 2005 dan Permendagri No 59 Tahun 2007, Permendagri No.13 tahun 2006 dan tidak mendapat persetujuan dari DPRD Deli Serdang.(btr/rud)