Home Blog Page 15228

Tim Sumut Raih Kemenangan ke-15

MEDAN-Tim sepak bola Sumut yang sedang dipersiapkan berlaga pada babak Pra PON mendatang kembali meraih hasil maksimal saat berhadapan dengan tim Divisi II PSSI, PSTS Tanjung Balai, Sabtu (21/5).
Pada pertandingan itu anak asuh trio pelatih Rudi Saari, Subono AT dan Mardiyanto menaklukkan lawannya dengan skor 2-0.

Dua gol tim Sumut dicetak Safri Koto menit 50 dan Edi Syahputra menit 64.
Menurut pelatih tim Sumut Rudi Saari penampilan anak asuhnya menunjukkan grafik peningkatan setelah sempat tampil loyo pada tiga pertandingan terakhir.

Tiga pertandingan yang dimaksud Rudi adalah saat menang 2-1 atas Thamrin Graha Metropolitan, menang 1-0 atas PPLP Sumut dan bermain imbang 1-1 dengan Putra Pespa.
Sejauh ini tim Sumut telah melakukan 20 kali pertandingan ujicoba, dengan hasil 15 kali menang, 4 kali imbang dan sekali kalah.

“Pertandingan ujicoba bukan semata menang atau kalah. Kita ingin mengetahui sejauh mana kemampuan pemain dan di mana kelemahan tim, untuk selanjutnya mencari solusi dan mengaplikasikannya pada latihan sehari-hari dan pertandingan ujicoba berikutnya,” bilang Rudi.

Nah, karena hal itu pula Rudi pun berani menurunkan pemain lapis kedua pada babak pertama menghadapi PSTS.
“Walau dengan pemain lapis kedua, tetap saja kita menguasai jalannya pertandingan, meski pun saat itu anak-anak tak mampu mencetak gol karena kokohnya lini pertahanan yang dibangun lawan,” ungkapnya lagi.
Tapi di babak kedua, saat menurunkan seluruh pemain terbaiknya, lini bawah PSTS tak mampu lagi menghalau serangan yang dibangun Safril koto dkk. Imbasnya, dua gol pun bersarang ke gawang PSTS.
Untuk terus meningkatkan kemampuan anak asuhnya Rudi Saari berencana terus melakukan latih tanding, utamannya dengan tim-tim mapan, seperti Bank Sumut yang pernah mengalahkan mereka di Piala Bank Sumut yang berlangsung 10 November 2010 lalu.

“Itu satu-satunya kekalahan yang dialami tim Pra PON sejak terbentuk pada bulan Juli 2010 lalu,” ungkap Rudi.
Turut mendampingui tim pada ujicoba ke Tanjung Balai itu dua offisial tim Jhoni Rakasiwi dan Hasanuddin Uyung.
“Kita beerterima kasih atas kesediaan PSTS menjadi lawan tanding. Selain itu kita juga mengucapkan terima kasih kepada Dewan Kehormatran PSSI Sumut Anuar Shah yang telah menyumbangkan bus agar tim Sumut dapat bertolak ke Tanjung Balai untuk melakukan pertandingan ujicoba ini,” bilang Jhoni Rakasiwi. (jun)

Lanjutkan Rekor Buruk

Bintang Medan kembali menuai hasil buruk. Setelah kandas di kandang sendiri kontra Batavia Union, Bintang Medan kalah melawan juru kunci klasemen Liga Primer Indonesia (LPI) Cendrawasih Papua dengan skor 3-2.

Bintang Medan lebih dulu unggul lewat gol yang dilesakkan Syafari menit ketiga babak pertama. Tapi dibalas tiga gol tim tuan rumah terjadi di babak kedua lewat hattrick Fred Agius menit 53, penalti menit 72 dan 86. Striker pengganti Syafri Juanda berhasil memperkecil kekalahan lewat golnya menit ke 77.

Sontak kekalahan menghadapi tim juru kunci klasemen sementara Liga Primer Indonesia (LPI) tersebut membuat kecewa arsitek Bintang Medan Michael Feichtenbeiner lantaran timnya menjadi tim pertama yang dikalahkan tim besutan Uwe Erkebreche dari setelah di 16 pertandingan sebelumnya tidak pernah menang dan hanya meraih empat kali hasil seri.

“Tim Papua tim buruk, tetapi pemain kami juga memeragakan permainan yang juga buruk terutama di babak kedua. Saya terus terang tidak menyangka hal ini  bisa terjadi. Entah apa yang ada di pikiran pemain. Mereka bermain sungguh arogan di babak kedua,” ujar Michael yang dikonfirmasi usai pertandingan kemarin.

Di sisi lain, absennya Steve Pantelidis dan hukuman kepada gelandang Ahn Hyo Yoen juga menambah daftar penyebab menurunya performa Soldier Kinantan di laga ke 17 putaran pertama, di samping Cosmin Vansea yang mengalami cedera satu hari sebelum pertandingan. “Pemain pengganti juga tidak dalam performa yang baik. Cosmin juga terpaksa saya pasangkan kendati cedera hari sebelumnya,” ungkapnya. (ful)

Pertanyakan Penunjukan Wakil Sumut

MEDAN-Kongres PSSI yang berlangsung di Jakarta berakhir dengan tidak menghasilkan apa-apa. Sesal dan sumpah serapah kerap terlontar dari mulut insan sepak bola nasional, karena kongres yang sejatinya dianggap menjadi momentum kebangkitan sepak bola nasional, justru membuat Indoneisa terancam sanksi dari FIFA.

Di berbagai mass media bahkan di jejaring sosial seperti facebook ataupun twitter, kelompok 78 yang mengusung salah satu kandidat Ketua PSSI dituding sebagai biang kerok atas semua permasalahan yang terjadi di pentas sepak bola nasional sekarang ini.

Karena hal tersebut Sekum Pengcab PSSI Deli Serdang Tursilo menyesalkannya. Namun yang membuat Tursilo lebih menyesal lagi adalah keterlibatan wakil dari Pengprov PSSI Sumut di kelompok yang kini menjadi public enemy number  one di tingkat nasional itu.

“Mereka terlalu memaksakan kehendak sehingga melupakan nilai-nilai dasar pembinaan. Pasalnya, jika sampai Indonesia mendapat sanksi dari FIFA, mau dibawa ke mana sepak bola kita ini?” tanya Tursilo.

Menurut Tursilo, dirinya sudah melihat tanda-tanda pemaksaan kehendak saat Pengprov PSSI Sumut tidak diwakili Plt Ketua PSSI Sumut Idrus Junaidi, tapi oleh dua pengurus lainnya Erwis Edi Fauza Lubis dan Wendry.
“Selama ini yang kami tahu menjabat sebagai Plt Ketua PSSI Sumut adalah Idrus Junaidi, bukan mereka. Apalagi penujukan Idrus Junaidi sebagai Plt Ketua juga memiliki berita acara rapat pengurus harian, yang ironisnya juga dihadiri oleh Erwis yang saat kongres PSSI kemarin bertindak sebagai Plh. Tapi, demi mencapai tujuan-tujuan tertentu, maka semua sistem dan mekanisme yang ada dilanggar begitu saja,” sesal Tursilo.
Karenanya secara tegas Tursilo mengatakan bahwa apa yang dilakukan oleh dua oknum pengurus PSSI Sumut tadi telah mencoreng nama baik sepak bola Sumut.

Masih menurut Tursilo, apa yang  terjadi sekarang akan berdampak buruk terhadap roda organisasi dan sistem pembinaan sepak bola di Sumut. “Harus secepatnya dicarikan jalan keluar. Bila perlu, secepatnya gelar Musdalub. Kita juga heran, kenapa Musdalub yang sempat direncanakan beberapa waktu lalu menemui kegagalan,” tambahnya lagi.

Ditambahkannya, jika saja Musdalub yang sempat digadang-gadang bakal digelar pada 17 Mei lalu itu terwujud, tentu saja kekisruhan yang terjadi di tubuh PSSI Sumut tidak berkepanjangan.
“Nah, kalau sudah seperti sekarang ini Pengcab-pengcab mau ikut aturan yang mana? Apakah mungkin mengikuti aturan FIFA, sedangkan orang yang ditunjuk mewakili Sumut pada kongres saja tidak tunduk pada aturan FIFA. Ini sungguh memalukan, karena kami-kami yang di Pengcab saja masih tunduk pada aturan yang dibuat FIFA,” tandas Tursilo. (jun)

Ancam Turunkan Ribuan Massa

Perjuangan Formas tak Kenal Lelah

MEDAN-Perjuangan tak kenal lelah terus dilakukan warga Kelurahan Sari Rejo, Medan Polonia, untuk mendapatkan bukti legalitas atas tanah seluas 260 hektar yang telah mereka diami puluhan tahun.

Melalui Forum Masyarakat Sari Rejo (Formas), warga bakal melakukan roadshow ke sejumlah pihak agar tanah yang oleh Mahmakah Agung (MA) dinyatakan sebagai milik mereka, mendapat bukti legalitas dari BPN.
Hal itu disampaikan Ketua Formas, Riwayat Pakpahan, kepada wartawan koran ini, Minggu (22/5). Menurutnya, intitusi pertama yang akan mereka datangi adalah Komisi A DPRD Sumut.

Kedatangan mereka untuk mendengar langsung hasil kunjungan Komisi A ke Kementerian Keuangan (Kemekeu), beberapa hari lalu.

“Selanjutnya, secara berturut-turut akan mendatangi DPRD Medan, kemudian Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN), baik Medan dan Sumut. Dan juga akan mempertanyakannya langsung ke Pelaksana Tugas (Plt) Gubsu, Gatot Pujo Nugroho. Roadshow terakhir direncanakan akan mendatangi Balai Kota Medan,” ujarnya.

Disebutkannya, bila dalam roadshow tersebut tidak ada kejelasan mengenai status tanah mereka, maka mereka akan turun ke jalan menyuarakan persoalan ini.

“Kami yakin, ini (tanah mereka, Red) tidak termasuk aset negara. Ini adalah tanah warga dan kami berhak tinggal serta mendapatkan sertifikat tanah ini. Buktinya, Kemenkeu tidak bisa menunjukkan bukti bahwa ini adalah aset negara. Sedangkan kami memiliki buktinya. Untuk itu, saat ini kami telah mempersiapkan surat ke Komisi A DPRD Sumut, kemudian DPRD Medan, Badan Pertanahan Nasional Medan dan Sumut serta Gubsu dan Wali Kota Medan. Kalau nantinya, belum juga ada kejelasan. Kali ini, kami tidak main-main lagi, kami akan turun ke jalan dengan massa yang besar,” tegasnya. (ari)

Poldasu Terima Taruna Akpol 2011

MEDAN- Markas Besar Kepolisian Republik Indonesia (Mabes Polri) melalui Polda Sumut membuka penerimaan Taruna Akpol 2011 yang dimulai sejak 10 Mei-3 Juni 2011. Panitia membuka tempat pendaftaran di Aula Kamtibmas Poldasu di mulai pukul 08.00-15.00 WIB.

“Masyarakat juga bisa mendaftar secara online melalui www. penerimaan.polri.go.id, kemudian klik Penerimaan Taruna Akpol dan isi formulir sesuai dokumen, memasukkan kode verifikasi sesuai gambar yang muncul pada kolom registrasi,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, AKBP Raden Heru Prakoso, melalui Kasubid Dokliput, AKBP MP Nainggolan, Sabtu petang (21/5).

Selanjutnya, kata Nainggolan, pendaftar memasukkan password sesuai pilihan minimal empat huruf dan klik tombol daftar. Lalu muncul pesan informasi dan nomor registrasi dari pesan tersebut harus disimpan, karena akan digunakan untuk penukaran nomor di Polda. “Tetapi jika jaringan terganggu saat registrasi secara online, peserta bisa melakukannya di panitia daerah,” ucapnya.

Untuk persyaratan, lanjutnya, selain secara umum juga harus memiliki surat keterangan sehat jasmani dan rohani dari institusi kesehatan, bersedia ditempatkan di seluruh wilayah Indonesia dan ditugaskan pada semua bidang pokok Polri. “Untuk calon taruna dari SMU/sederajat, nilai ijazah Hasil Ujian Akhir Nasional (HUAN) jurusan IPA minimal 6,5 dan IPS 7. Calon yang visus mata maksimal minus 1 untuk jurusan IPA minimal nilainya 6,75 dan IPS 7,25. Bagi lulusan 2011 (masih kelas III) menggunakan nilai rapor kelas III semester 1 minimal 7 untuk jurusan IPA dan 7,25 untuk IPS serta disahkan kepala sekolah dan menggunakan surat tanda kelulusan,” terang Nainggolan.

Selain itu, tambahnya, calon yang memiliki TOEFL 500 atau lebih diprioritaskan kelulusannya dan saat pembukaan pembentukan Taruna Akpol T.A 2001 usia minimal 16 tahun dan maksimal 21 tahun. Khusus bagi calon Taruna dari Brigadir Polri, saat mendaftar telah memiliki masa dinas dua tahun, ranking 1-10 saat pendidikan, kriteria penilaian kinerja minimal 49 dan Surat Keterangan Hasil Penelitian (SKHP) serta saat pembukaan usia maksimal 22 tahun.
Kriteria lain, tinggi bagi calon pria 163 centimeter dan 160 bagi wanita, persetujuan dari orangtua bagi yang belum berusia 21 tahun, menjalani ikatan dinas 10 tahun, tidak terikat ikatan dinas, saat mendaftar telah berdomisili di wilayah Polda masing-masing minimal setahun dibuktikan dengan KTP atau Kartu Keluarga dan beberapa lainnya. (adl)

Aksi Damai, Massa FPI Ditabrak Mobil

MEDAN- Front Pembela Islam (FPI) Sumut melakukan sweeping di sejumlah tempat hiburan malam, Sabtu (21/5) malam. Mereka meminta agar tempat hiburan malam tersebut ditutup karena diduga dijadikan tempat maksiat.
Namun, aksi damai ini berakhir ricuh ketika mereka menggelar aksi di kawasan Stadion Teladan. Seorang pengemudi mobil Xenia warna hitam BK 1818 ZP, tiba-tiba tancap gas dan menabrak massa FPI yang menggelar aksi. Akibatnya, seorang anggota FPI Sumut mengalami luka-luka dan tiga unit sepeda motor milik anggota FPI rusak.

Melihat mobil Xenia yang ugal-ugalan tersebut, anggota FPI lainnya melempari dan memukul mobil itu hingga kacanya pecah. Namun, sang pengemudi mobil tetap tancap gas sehingga berhasil melarikan diri.

Ustad Iqbal, seorang pengurus FPI Sumut mengatakan, aksi damai ini dilakukan untuk menutup lokasi-lokasi yang dianggap menjadi tempat maksiat. “Kita aksi damai meminta agar tempat-tempat hiburan yang diduga tempat maksiat ditutup karena bisa merusak mental pemuda-pemudi kita,” katanya.

Adapun lokasi-lokasi yang di sweeping yakni taman di kawasan Stadion Teladan, tempat penjualan miras di Jalan Bromo, Medan Denai, Taman Gajah Mada dan sejumlah lokasi hiburan malam di Jalan Juanda Medan. (jon)

Selamatkan Anak, Ibu Terbakar

MEDAN-Karena lalai tidak menyadari ada tumpahan bensin di lantai, satu unit rumah di Jalan Prof HM Yamin, Gang India, Sei Kera Hilir, Medan Perjuangan, hampir rata dengan tanah dilalap si jago merah, Minggu (22/5), sekitar pukul 17.00 WIB.

Keterangan yang diperoleh, pemilik rumah yang mengontrak di rumah berlantai tiga, Tarzan Silaen, yang bekerja sebagai tukang becak dayung sedang keluar rumah. Namun, saat itu istrinmya, Evpur Siagian, bersama anaknya, very (6), berada di rumah. Karena dilihatnya anaknya sedang bermain bersama teman-temannya. Evpur meninggalkannya keluar rumah untuk mengobrol bersama tetangga sebelah rumah.

“Karena ada tumpahan bensin didalam botol aqua yang sudah merembes di lantai, saat anaknya sedang bermain api hendak menghidupkan kompor. Api langsung merembet ke tumpahan bensin tersebut,” ujar Kepling III, Rahmat Tanjung, yang ditemui di lokasi.

Evpur yang melihat asap hitam yang mengepul dari rumahnya langsung berlari menuju ke dalam rumah untuk menyelamatkan anaknya. Saat menggendong anaknya keluar, kaki Evpur terkena jilatan api yang membakar tempat tidur mereka.

“Korban cuma satu, itupun istri pemilik rumah. Kakinya saja yang terbakar. Tapi sudah kita berikan obat kok, “ ucap Rahmat lagi.(adl)

Darwin: Semuanya Kawan

ADANYA dualisme kepemimpinan di Pengprov PSSI Sumut tidak membuat Ketua Pengcab PSSI Medan Drs Darwin Syamsul ikut-ikutan nimbrung memberi  komentar.

Menurutnya, apa yang terjadi di tubuh PSSI Sumut sekarang ini adalah masalah internal di jajaran pengurus dan tidak akan berpengaruh secara langsung terhadap Pengcab-pengcab yang bernaung di bawahnya.
Untuk menemukan solusi atas permasalah yang terjadi, bukan hanya di Sumut, tapi juga solusi atas permasalahan sepak bola nasional, ada baiknya seluruh insan sepak bola  menunggu hasil kongres FIFA yang berlangsung 30 Mei.
Diharapkan lewat kongres itu didapat jawaban terkait nasib sepak bola Indonesia di pentas dunia.
“Pada kongres FIFA nanti Indonesia diwakili Agum Gumelar dan Joko Driyono. Nasib sepak bola Indonesia secara keseluruhan akan ditentukan hari itu. Jadi solusi tentang empat Pengprov PSSI bermasalah, termasuk  Sumut akan mengacu pada kongres FIFA tadi,” bilang Darwin.

Terkait kekisruhan yang terjadi di PSSI Sumut, Darwin mengatakan bahwa dia tidak ingin memihak salah satu kubu. “Semuanya kawan. Jadi, kita tunggu saja hasil dari kongres FIFA tadi. Semoga membawa dampak positif terhadap perkembangan sepak bola nasional, khususnya di Sumut,” harap Darwin. (jun)

Personel Polsek Sunggal Terbukti Lalai

MEDAN- Berdasarkan pemeriksaan internal yang dilakukan Propam Polresta Medan, kaburnya lima tahanan Polsekta Sunggal pada Kamis (19/5) lalu, karena kelalaian dalam bertugas. Karenanya, kelima personel Polsek Medan Sunggal, tiga petugas jaga dan dua Pawas (kepala pengawas) dikenakan hukuman internal di kepolisian.

“Sesuai dengan hukum internal di kepolisian, hukuman kepada kelima personel Polsek Sunggal tersebut akan diberikan atasannya,” ujar Kasi Propam Polresta Medan AKP Beno Sidabutar, Minggu (22/5).

Namun, Beno tidak mau merinci hukuman yang dijatuhkan kepada kelima personel Polsekta Sunggal tersebut. Dia malah menyarankan agar wartawan koran ini langsung menanyakan hal itu kepada Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga. Namun, Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga yang dikonfirmasi juga berkilah dan enggan menyebutkan hukuman yang akan dijatuhkan kepada kelima personel Polsekta Sunggal tersebut. “Aturannya di internal sudah ada,” kata Tagam singkat.(adl)

Pemain Medan Pecahkan Rekor

MEDAN-Para pesepakbola muda Kota Medan dan sekitarnya ternyata memiliki ketahanan fisik di atas rata-rata pemain muda di beberapa daerah di Indonesia. Hal itu berdasarkan hasil tes fisik melalui metode multy stage test yang dilakukan pihak Universitas Negeri Jakarta (UNJ).

Uji ketahanan fisik merupakan bagian tahapan seleksi penjaringan pemain Indonesia All Star Team Challenge powered by the AC Milan Junior Camp di Stadion Teladan Medan, Minggu (22/5).

Keunggulan fisik pemain muda ini juga dibuktikan dengan pecahnya rekor uji ketahanan fisik. “Ya, rekor tertinggi sebelumnya level 11 dan itu diraih pemain Bandung. Rekor itu kini dipecahkan Paulo Oktavianus Sitanggang yang menembus level 12,” ujar perwakilan tim seleksi dari UNJ, Hadi Rahmaddani.

“Saya pikir ini sebuah potensi, tinggal bagaimana pembinaan yang akan dilakukan ke depan. Sangat disayangkan potensi yang bagus itu disia-siakan begitu saja,” kata Hadi.

Lebih lanjut Hadi mengatakan, dari segi skill individu, dapat dikatakan kemampuan pemain muda di tanah air masih merata. “Sejauh ini kita telah melakukan penjaringan pemain di Jakarta, Bandung dan Pekanbaru. Hasilnya tak jauh berbeda,” ucapnya.

Selain tes fisik, seleksi tahap kedua atau tahap akhir yang diikuti 250 peserta kemarin juga meliputi berbagai games.
“Dari berbagai tahapan seleksi inilah kemampuan pemain dinilai untuk memastikan mereka yang lolos ke Bali mengikuti program AC Milan Junior Camp selama dua pekan,” ungkap Hadi lagi.

Para pemain yang dinyatakan lolos seleksi terbagi atas tiga kategori, yakni kategori A (U-10 s/d U-12), B (U-13 s/d U-14), dan C (U-15 s/d U-16). Keenam pemain itu adalah M Faturrahman asal SSB Surya Putra Marindal (SPM) dengan menoreh 19 poin pada kategori A diikuti Okka Dwi Saputra (Sinar Sakti/23/B).

Yudha Rizki Irawan (SSB Gumarang/21/B), Paulo Oktavianus Sitanggang (SPM/23/C), Fredi Wira Pratama (SSB Klambir Lima/24/C), dan Fiwi Dwipan (SPM/26/C) juga dinyatakan lolos seleksi. (jun)