Home Blog Page 15254

Ongkos Berharap dari Uang Scanning

Hari Ini, Bayi Hydrocephalus Dibawa Pulang

MEDAN- Kedua orangtua Destia, bayi penderita hydrocephalus, Sohiruddin (34) dan Siti Aminah (27) sangat berharap Rumah Sakit Umum dr Pirngadi Medan secepatnya mengembalikan uang scanning yang dijanjikan. Pasalnya, mereka sudah tak punya biaya lagi untuk membawa pulang anaknya ke Tanjung Ale, Kecamatan Huta Raja Tinggi, Kabupaten Padang Lawas.

“Untuk ongkos pulang, kami berharap dari uang scanningn yang dijanjikan pihak RSU Pirngadi Medan. Kami berharap, uang tersebut dikembalikan utuh, karena kami tak punya uang lagi,” ungkap Siti Aminah yang ditemani suaminya kepada wartawan Sumut Pos, saat ditemui di Lantai IV Ruang Bedah Anak RSU Pirngadi Medan, Selasa (17/5).

Dijelaskannya, biaya transpotasi kerumahnya menelan biaya Rp120 ribu per orang. Berarti dua orang sudah kena biaya Rp240 ribu. Sementara untuk biaya makan selama menjaga dan merawat Destia, mereka sudah tak punya uang lagi. “Selama menjaga dan merawat Destia di rumah sakit ini, kami hanya makan sekali hingga dua kali dalam sehari. Kami sudah tak punya uang lagi, makanya besok (hari ini, Red) kami akan pulang. Apalagi saya sudah beberapa hari tidak masuk kerja. Lebih cepat pulang lebih baik,” ungkap ayah Destia, Sohiruddin.

Lalu, bagaimana dengan perawatan Destia? “Nanti bawa berobat jalan sajalah. Kalau dibawa ke rumah sakit juga percuma dan mengecewakan saja. Kami hanya orang miskin, saya sangat berharap anak saya sembuh. Tapi setelah mendengar keterangan pihak rumah sakit, saya pasrah saja,” ujar Sohiruddin dengan nada sedih.

Sementara, Destia tidur lelap dengan posisi kepala yang sudah tidak seimbang dengan badan. Tangan dan kaki bayi ini sudah mulai mengecil akibat cairan yang ada di kepala bayi tersebut. Dengan penyakit yang dialaminya saat ini membuat Destia susah tidur malam, sehingga pada siang harinya baru bisa tertidur.

Sang ibu, Siti Aminah menceritakan, hydrochepalus dialami anaknya saat usia satu bulan. Bayi yang dilahirkan secara normal itu sempat mengalami kecelakaan di saat masih dalam kandungan delapan bulan. “Saat usia kandungan saya delapan bulan memang saya pernah jatuh dari jembatan dengan ketinggian empat meter dengan posisi terduduk. Tapi setelah itu saya langsung periksakan janin saya ke bidan, katanya nggak ada masalah sama kandungan saya,” terangnya.

Destia yang terlahir saat usia kandungan ibunya sepuluh bulan itu, tidak menampakkan keanehan, hanya saja bagian kaki kirinya yang mengalami cacat akibat kecelakaan yang pernah dialami Aminah.

Namun seiring berjalannya waktu, memasuki usia satu bulan kedua orangtua Destia melihat keanehan yang dilami anak bungsu dari dua bersadudara itu. “Kepalanya semakin lama semakin membesar, bahkn dia sering merengek saat malam hari,” ungkap Aminah.

Karena khawatir dengan kondisi putrinya, Aminah lantas membawa anaknya berobat ke RSU Siburuan yang tak jauh dari kediaman mereka. Namun karena keterbatasan alat selanjutnya Destia harus di rujuk ke RSUD dr Pirngadi Medan untuk menjalani operasi bedah pengangkatan cairan yang ada di kepala sang bocah.(mag-7)

Periksa Dana Sertifikasi Guru

081220564xxx

Tolong Badan Pemeriksa Keuangan periksa dana sertifikasi bulan Juni-Desember 2010 untuk guru Departemen Agama (Depag) Deli Serdang tidak cair.

Laporkan Tertulis

TerimakSIH pertanyaannya, kami dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI hanya bisa melakukan pemeriksaan keuangan pemerintah baik APBN maupun APBD. Pemeriksaan yang dilakukan juga berkaitan atas pelaksanaan penyelenggara keuangan, sesuai aturan atau memang memang melanggar aturan.

Mengenai dana sertifikasi yang tidak dibayarkan, selanjutnya BPK hanya bisa melakukan krafikasi dengan cara memeriksanya. Itupun, untuk melakukan pemeriksaan harus terlebih dahulu ada surat dari masyarakat yang disetujui DPRD setempat.

Kami sarankan, bagi guru-guru yang meminta pemeriksaan dana sertifikasi sebaiknya buat laporan pengaduan terlebih dahulu ke DPRD setempat, selanjutnya melalui DPRD setempat menyurati BPK untuk dilakukan pemeriksaan.

Mikael Togatorop
Kepala Sub Bagian Hukum/Humas BPK Perwakilan Sumut

Buat Tertulis  ke DPRD

Pertama sekali kami ingin sampaikan, DPRD Deli Serdang memliki tugas untuk mengawasi jalan pemerintahan daerah (Pemda), tapi perlu diketahui Pemda itu berkaitan instansi yang menggunakan APBD dari Deli Serdang.
Terkait dengan instansi Departemen Agama di Deli Serdang. Perlu kami jelaskan, instansi tersebut merupakan instansi vertikal. Sehingga, sulit bagi kami memberikan intervensi kepada instansi vertikal bila tak ada laporan tertulis. Untuk itu, kami meminta kepada masyarakat agar lebih pro-aktif dalam menghadapi persoalan ini. Kami di DPRD Deli Serdang, sejauh ini belum ada menerima laporan dari warga tentang belum dicairkannya dana sertifikasi guru.

Apabila suratnya sudah masuk, kami segera tindak lanjuti seperti klarifikasi terlebih dahulu ke instansi terkait selanjutnya menyurati BPK Perwakilan Sumut bila dari hasil klarifikasi tersebut dibutuhkan pemeriksaan.

Dwi Andi Syaputra Lubis LC
Wakil Ketua DPRD Deli Serdang

Bayar Tunggakan PDAM Tirtanadi

085761225xxx

Yth PDAM Tirtanadi, Rabu (11/5) saya bermaksud ingin membayar rekening tunggakan air bulan 4. Tapi kata petugas loket di Jalan Gaperta depan komplek Bulog, saya harus bayar 2 bulan April dan Mei sekaligus. Tidak bisa 1 bulan dulu, padahal rekening bulan Mei masih pada kolektor dan ini masih pertengahan bulan berjalan. Jadi memang kaku begitu peraturan dari Dirut untuk itu mohon penjelasannya Pak? Terimakasih.

Tunggu Petugas di Rumah

Terimakasih peratanyaannya, kami jelaskan untuk pembayaran rekening air yang tertunggak satu bulan, diwajibkan membayar juga rekening air waktu bulan berjalan. Bila diketahui saat pembayaran di kantor cabang rekening bulan berjalan belum ada.

Maka lebih baik tunggu di rumah saja. Sebab, untuk pembayaran tertunggak dua bulan masih didatangi petugas. Tapi, apabila tertunggak tiga bulan diwajibkan datang ke kantor cabang.

Kami jelaskan, sampai saat ini PDAM Tirtanadi masih menggunakan penagihan rekening air dengan memanfaatkan petugas yang datang ke rumah warga.

Zaman Karya Mendrofa
Humas PDAM Tirtanadi

Sjafaruddin Bantah Lakukan Suap

Pencalonan Sekda Provsu

MEDAN- Berlarut-larutnya penetapan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Sumatera Utara (Provsu), membuat para calon Sekda Provsu terkesan tidak mau ambil pusing lagi mengenai persoalan itu. Sjafaruddin menyikapi hal itu dengan santai dan menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Dalam Negeri (Mendagri). Apa pun nantinya keputusan yang dikeluarkan oleh Mendagri, maka dirinya akan menerima sepenuhnya keputusan tersebut.

“Untuk yang itu, kita serahkan saja ke Mendagri. Kan Mendagri yang punya wewenang itu. Kalau nanti terpilih syukur, kalau nggak juga nggak apa-apa,” katanya kepada Sumut Pos, Selasa (17/5).

Sjafaruddin menepis adanya dugaan suap yang dilakukannya, guna memudahkan langkahnya untuk terpilih menjadi Sekda Provsu. “Tidak mungkin lah saya memberi uang supaya saya terpilih. Apalagi katanya sampai Rp5 miliar. Logikanya, kalau saya berikan uang sebesar itu apakah nantinya akan kembali. Sementara jabatan Sekda itu hanya tiga tahun saja. Kalau dipikir-pikir, darimana uang sebanyak itu. Kan bodoh kalau saya memberi uang sebesar Rp5 miliar, kemudian saya tidak terpilih. Jadi hangus begitu saja. Nggak lah, tidak mungkin saya melakukan itu,” bantahnya.
Sementara itu, Kadisdik Sumut Syaiful Syafri yang dikonfirmasi via seluler oleh Sumut Pos terkait keberadaannya sebagai calon Sekda Provsu, berulangkali Syaiful Syafri menyatakan tidak tahu mengenai hal itu. “Nggak Tahu saya,” jawabnya.

Mengenai isu adanya lobi tingkat atas antara dirinya dengan salah seorang menteri di Kabinet Indonesia Bersatu (KIB), guna memudahkan langkahnya untuk menjadi pejabat karier tertinggi di lingkungan Pemprovsu, sekali lagi Syaiful Syafri tidak bersedia berkomentar. “Tidak tahu saya itu. Sampai sekarang tidak tahu menahu soal itu,” kilahnya. (ari)

Tak Semua Diare Harus Minum Antibiotik

MEDAN- Semua orang pernah mengalami diare akut. Namun, tidak semua yang mengalami diare akut harus mengonsumsi obat antibiotik, kecuali ada indikasi infeksi. Pasalnya, diare akut dapat sembuh dengan sendirinya.
“Jangan terburu-buru memberikan antibiotik, karena kuman-kuman flora normal atau yang beguna pada pencernaan akan mati, sehinga kuman patogen akan hidup. Diare juga dapat sembuh sendiri,” ungkap pakar kesehatan penyakit tropik dan infeksi dr Umar Zein, Selasa (17/5).

Umar Zein menuturkan, diare yang bisa membaik sendiri jika berhubungan dengan makanan yang sehat, tidak stres atau tidak alergi terhadap makanan tertentu. Namun, jika ada indikasi infeksi maka kalau kotoran atau tinjanya berlendir dan berdarah dan disertai demam dan kolera. “Dinamakan diare akut itu jika buang air besar lebih dari dua kali dan kotorannya encer, ini karena adanya gangguan pencernaan, hipersekresi, pergerakan usus,” ungkapnya.
Diare akut dengan indikasi infeksi, lanjutnya, kalau dua atau tiga hari tidak sembuh juga tanpa meminum obat. “Kalau dua atau tiga hari tidak sembuh juga, baru diperkirakan ada indikasi infeksi.  Yang terpenting pada penderita diare harus mengganti cairan dengan oralit, jika tidak maka bisa mengalami hipopolemik shock. Jangan sepelekan penyakit diare, dan jangan percaya mitos kalau anak-anak diare, dibilang mau pandai,” ungkapnya.

Salah satu cara mencegah diare, kata Umar, mencuci tangan usai keluar dari toilet dan sebelum makan, serta bersihkan sayuran secara menyeluruh dengan air bersih.(mag-7)

Warispa Dukung Pendidikan Karakter

20 Persen Orangtua Larang Anak Gabung Remaja Masjid

MEDAN- Pengembangan sumber daya manusia (SDM) di kalangan remaja, belakangan ini menurun drastis. Ini terbukti dari semakin buruknya norma-norma sosial maupun agama dari para remaja dan pemuda. Tak sedikit yang terjerumus dalam pergaulan bebas hingga penggunaan narkoba.

Atas dasar tersebut, pengurus Wadah Remaja Islam Pengajian Akbar (Warispa) Kota Medan Periode 2011-2014 yang baru saja dilantik pada Selasa (17/5), di Masjid Al Hilal Asrama Widuri Jalan Bajak II Marendal Medan Amplas, menjalankan berbagai program secara cepat dan tanggap dalam mengatasi hal tersebut.

Ketua Umum Warispa Kota Medan 2011-2014 Army Hendra Harahap mengatakan, pihaknya berharap mendapat dukungan dari seluruh elemen dan menjalin kerjasama dengan pemerintah untuk membangun SDM yang memiliki kepribadian dan kompetensi yang dilatar belakangi pendidikan karakter. “Kami juga akan hadir di Medan untuk membina dan mengembangkan minat serta bakat remaja dan pemuda. Karenanya, sangat diharapkan bantuan dari Pemko Medan baik dari segi moril dan materil untuk menjalankan program kerja kami secara maksimal,” ujarnya saat menyampaikan kata sambutan pada kegiatan Tabligh Akbar dan Pelantikan Pimpinan Daerah Warispa Kota Medan Periode 2011-2014.

Lebih lanjut Hendra mengatakan, saat ini Warispa Kota Medan telah memiliki empat cabang di masing-masing kecamatan, seperti Medan Amplas, Medan Johor, Medan Sunggal dan Medan Kota. “Lima kecamatan lagi sudah mendapat mandat, dan 2011 ini kita menargetkan 11 kecamatan bisa kita gandeng,” katanya.

Hendra berpesan kepada para pemuda dan remaja agar jangan malu menjadi remaja masjid. “Saya sudah membaca banyak informasi di internet, remaja masjid itu merupakan organisasi terbaik di dunia. Warispa Kota Medan yang anggotanya merupakan anggota remaja masjid di lingkungannya juga berharap bisa menanggungjawabi, merangkul dan mengaktifkan kembali seluruh remaja masjid di Kota Medan,” tuturnya.

Hendra juga mengatakan, sempat melakukan survei ke beberapa keluarga di lingkungan tempat tinggalnya. Hasilnya, terdapat 20 persen orangtua melarang anaknya untuk bergabung di remaja masjid. “Mayoritas alasan orangtua takut anak-anaknya tak bisa membagi waktu dan akhirnya pendidikannya terbengkalai. Dan ada juga yang berargumen remaja masjid kurang bermanfaat dan tak penting,” jelasnya.

Walikota Medan yang diwakilkan Asisten Kesejahteraan Sosial Masyarakat Pemko Medan Musadat mengatakan, sudah saatnya seluruh elemen melakukan pembinaan terhadap remaja. “Karena hal ini penting untuk mengantisipasi kemajuan global yang tak seiring dengan moral budaya dan agama di Indonesia,” katanya.
Sementara itu, Ketua DPC PPP Medan yang juga Sekretaris KNPI Sumut Ajja Syahri menjelaskan, Warispa Kota Medan perlu didukung, terutama oleh Pemko Medan. “Karena Warispa Kota Medan merupakan satu garda terdepan untuk menerapkan pendidikan karakter bagi pemuda dan remaja di Kota Medan,” jelasnya.
Pada pelantikan tersebut, Ketua Umum Warispa Kota Medan terpilih yakni Army Hendra Harahap, Sekretaris Umum Ikhwan Habibi Harahap dan Bendahara Umum Novitasari.(saz)

RUU Intelijen Harus Dibatalkan

MEDAN-Komisi Untuk Orang Hilang dan Korban Kekerasan (Kontras) dan Ikatan Keluarga Orang Hilang Indonesia (Ikohi) Sumut, minta  DPR segera membatalkan pengesahan Rancanngan Undang-undang intelijen.

Demikian disampaikan Koordinator Kontras Sumut, Muhrizal Syahputra, kepada wartawan Selasa (17/5), di Sekretariatnya di Jalan Brigjen Katamso Gang Merdeka, Medan. Menurutnya, niat pemerintah untuk mengesahkan RUU Intelijen yang wacananya Juli disahkan harus segera dibatalkan.

“Kami menuntut DPR supaya tidak mengesahkan RUU Intelijen,” sebutnya.

Dia menerangkan, intelijen merupakan bagian atau lembaga negera yang sifatnya merupakan suatu dinas rahasia dengan cara kerjanya pengumpulan, pengolahan analisis data dan informasi yang terkait dengan munculnya ancaman terhadap keamanan nasional.

Muhrizal juga menyebutkan, dinas rahasia (Intel) tidak bisa secara serta merta menjadi lembaga judicial yang dapat menangkap, menahan serta mengeksekusi warga negara yang dicurigai mengancam keamanan.

“Fungsi Dinas Rahasia itu (intelijen, Red) yang akan diresmikan harus ditempatkan sebagai lembaga yang memiliki fungsi dan kemampuan memberikan deteksi dini terhadap ancaman nasional, dan tidak lebih dari itu,” sebutnya.
Sementara itu, paparnya fungsi penegakan hukum harus diserahkan kepada lembaga kepolisian dan kejaksaan.

Lebih lanjut, dia memaparkan berdasarkan sejarah kelam rezim orde baru, eksistensi intelijen ekstra kuat dan dominan dikuasai militer. Mestinya sekarang ini dibuka rahasia, aparat intelijen menangkap orang tanpa surat, memeriksa tanpa batas waktu, bahkan orang hilang tanpa kabar.

“ Bukti yang sulit dielak raibnya puluhan aktivis prodemokrasi menjelang runtuhnya rezim Soeharto, mereka bukan ditangkap Polri atau TNI secara resmi, namun mereka hilang tanpa bukti. Saya yakin, yang melakukan ini pasti bukan orang awam atau organisasi kemasyarakatan,” ucap Mahruzal diakhir pembicaraan.

Terpisah, Direktur LBH Medan,  Nuriyono menyatakan, wacana pemerintah untuk mensahkan RUU intelijen tak ada manfaatnya. Pasalnya, kinerja dinas rahasia itu berfungsi mencari tahu, adanya ancaman terhadap keselamatan negera. Intelijen itu bukan berfungsi sebagai orang yang berwenang untuk menangkap orang secara langsung. Sebab, tugas orang yang menangkap dan menahan sudah ada di kepolisian dan kejaksaan.

“Lihat berapa banyak pulau di ambil Negara asing, ancaman bom. Ini bentuk lemahnya pemerintah dan intelijen. Jangan bertambahnya RUU intelijen makin tak berguna,” tegasnya. (rud)

Usut Jaringan Trafficking, Polisi Libatkan BP3TKI

MEDAN- Setelah digagalkannya tarfficking (perdagangan manusia,Red)  internasional, Polsek Medan Sunggal segera memanggil  Balai Pelayanan Penempatan dan Perlindungan Tenaga Kerja Indonesia (BP3TKI) Sumut.

Pernyataan tersebut disampaikan, Kapolsek Medan Sunggal, Kompol Sony M Nugroho kepada wartawan koran ini, Selasa (17/5). Menurutnya, setelah ditangkap dua pelaku yang akan mengirimkan tiga orang wanita asal Jawa Timur dan Pangkalan Brandan ke Malaysia, Sabtu (14/5) dini hari lalu di Jala Medan Binjai Km 14 ada jaringan yang masih perlu diburu yakni di Pangkalan Brandan.

“Kami sudah menangkap dua pelakunya yakni, Ratnawati (50), warga Jalan Palem VIII Perumnas Helvetia, yang diamankan dari rumahnya setelah menangkap Zulhamsyah Damanik  (43) dan istrinya Saprina Boru Saragih (39) warga Jalan Dusun VII, Desa Mulio Rejo, Sunggal Deliserdang,” ucapnya.
Walaupun sudah ditangkap, sebutnya masih ada satu orang lagi yang belum terungkap. Sekarang ini, disinyalir masih berada di Pangkalan Brandan.

“Kami serius mengusut penjualan manusia dengan modus TKI seperti ini, tetapi pasportnya palsu,” paparnya.
Lebih lanjut, dia menyampaikan, pihaknya akan memanggil BP3TKI untuk mengungkap kasus ini, para pelaku dikenakan Pasal 102 dan 104 dengan ancaman 5 tahun penjara dan denda minimal Rp1 miliar dan paling banyak Rp5 miliar. “Kami sudah meriksa saksi mencapai 6 orang,” sebutnya.

Sementara itu, Ratnawati mengaku usaha yang dijalankannya memiliki jaringan di negeri jiran itu. “Aku kerja sama dengan orang di Malaysia sana,” ucapnya tak menyebutkan siapa orang yang dimaksud.(mag-8)

Dominasi The Dragons

Porto vs Sporting Braga

DUBLIN-Trofi Europa League musim ini sudah pasti terbang ke Portugal. Itu seiring bertemunya FC Porto versus Sporting Braga dalam final di Stadion Aviva (Dublin Arena) dini hari nanti. Siapa yang akan keluar sebagai pemenang?

Jika menilik perimbangan sejarah dan rekor pertemuan, Porto sangat difavoritkan. Porto pernah menjuarai Piala UEFA (nama sebelum Europa League) pada 2003. The Dragons (julukan Porto) juga dua kali memenangkan Liga Champions.

Bandingkan dengan Braga yang prestasi terbaiknya di kancah Eropa adalah memenangi Piala Intertoto tiga tahun lalu. Piala Intertoto menjadi semacam ajang kualifikasi tidak resmi ke Piala UEFA dan Braga adalah pemenang edisi terakhir.

Porto juga sangat superior dari Braga di dalam negeri. Porto telah mengoleksi 25 gelar Liga Primeira (liga utama Portugal) termasuk musim ini, sedangkan Braga paling banter hanya finis runner-up musim lalu. Porto juga menyapu bersih kemenangan dari dua kali pertemuan di liga musim ini.

Karena itu, muncul kekhawatiran apabila final Europa League tidak akan berlangsung seru. Namun, pelatih Braga Domingos Paciencia mengatakan apabila pertemuan dengan Porto di Eropa akan beda dengan domestik. Braga dan Porto memang belum pernah bentrok di luar Portugal. “Porto selalu menjadi tim tangguh dan mereka memang lebih difavoritkan. Tapi, ini final dan hanya akan ada satu laga,” ungkap Paciencia.

Paciencia semakin termotivasi menang di final karena dia adalah mantan striker Porto periode 1987 sampai 1997 itu. “Faktor mental dan motivasi tak kalah penting dan itu bisa membuat Anda meraih sesuatu yang sebelumnya dianggap mustahil,” jelasnya.

Sukses Braga menembus final juga patut diperhitungkan. Sebab, dalam perjalanannya, klub berjuluk The Arsenalistas itu mampu menyingkirkan Liverpool, Dynamo Kiev, serta Benfica.

Juga jangan dilupakan kemenangan atas Glasgow Celtic, Sevilla, dan Arsenal di Liga Champions. Braga terjun ke Europa League musim ini mulai fase knockout atau babak 32 besar sebagai limpahan tim yang gagal dari fase grup Liga Champions.

“Kami membuktikan bisa mengalahkan siapapun. Kami sudah sampai final dan kami tidak akan menyia-nyiakan kesempatan meraih gelar terbesar dalam sejarah Braga,” koar Vandinho, gelandang bertahan Braga, di A Bola.
Pelatih Porto Andre Villas-Boas pun tidak memandang sebelah mata Braga. Boas menilai status underdog akan membuat Braga bisa bermain lepas. “Braga adalah tim berkualitas dan punya spirit pemenang. Kami memaNg percaya diri, tapi apapun bisa terjadi,” terangnya kepada AFP.

Seperti halnya Paciencia, Boas punya motivasi tak kalah besar untuk memenangi final. Jika memenangi Europa League, Boas akan mengikuti jejak mantan mentornya, Jose Mourinho, dengan memenangi treble winners di musim pertama di Porto.

Boas sudah mempersembahkan trofi Liga Primeira dan Taca de Portugal (Piala Portugal) musim ini. Tidak hanya itu, Boas berpeluang menjadi pelatih termuda yang memenangi gelar Eropa. Dia akan berusia 33 tahun 213 hari saat final.

Jika Boas masih menunggu hasil final untuk rekor dirinya, striker andalan Porto Radamel Falcao sudah mencatat rekor seiring torehan 16 gol. Jumlah itu dua gol lebih banyak dibandingkan gol Juegen Klinsmann bersama Bayern Munchen 15 tahun lalu. Berhubung pemain Braga dengan koleksi gol terbanyak hanya Alan, itu pun 2 gol, Falcao hanya menunggu waktu ditahbiskan sebagai topskor. (dns/jpnn)

Polisi Tangkap 4 Pencuri Pupuk Cair

LABUHAN-  Empat pelaku pencurian pupuk cair jenis Muriate of Potash (MOP) ditangkap petugas Polsek Medan Labuhan. Penangkapan itu sesat setelah empat pelaku membongkar truk bermuatan 28 ton pupuk cair di KIM I.
Keempat tersangka itu yakni,  Ilham (31) warga Jalan Veteran Desa Helvetia Kecamatan Labuhan Deli, Saifuddin (25) dan Arsyad (46) warga Pajak Rambe Kelurahan Martubung Kecamatan Medan Labuhan serta Zul Khairul (30) warga Kampung Sukur Kecamatan Medan Belawan. Para tersangka itu ditangkap di depan SPBU Jalan Kol Yos Sudarso KM 10,5 Kota Bangun Kecamatan Medan Deli, Senin (16/5)

Berdasarkan informasi yang diterima di Polsek Medan Labuhan menyebutkan, penangkapan pelaku berawal dari laporan pihak perusahaan yang melihat truk pembawa pupuk cair  yang akan dibawa ke Pekanbaru tersebut berhenti di persimpangan KIM I.

Dari kecurigaan tersebut, perusahaan melaporkan ke Polsek Medan Labuhan, setelah adanya laporan tersebut. Polisi langsung mendatangi berhentinya truk di depan SPBU. Empat pelaku yang sedang melakukan pembongkaran terhadap 28 ton pupuk cair tersebut  langsung diamankan petugas Polsek Medan Labuhan beserta dengan barang bukti.
Seorang pelaku, Ilham yang ditanya mau dibawa kemana pupuk tersebut, tidak mau berkomentar. “Nggak ada bang, kami cuma parkir, tiba – tiba polisi datang dan  kami dibawa ke Polsek,” ujarnya. Kanit Reskrim Polsek Medan Labuhan, AKP Oktavianus mengatakan empat pelaku telah diamankan. “Kasus ini masih diselidiki dan untuk sementara keempat pelakunya ditahan,” ujarnya. (mag-11)