Home Blog Page 15255

Laga Perpisahan untuk Paciencia

TIDAK ada lagi sosok Domingos Paciencia di Braga musim depan. Ya, Paciencia memutuskan tidak lagi memperpanjang kontraknya yang habis akhir musim ini. Final Europa League pun akan menjadi laga perpisahan bagi pelatih yang menangani Braga sejak Juni 2009 itu.

“Saya sangat berterima kasih atas apresiasi yang saya terima selama ini di Braga,” sambung pelatih 42 tahun itu.
Selama dua tahun memoles Braga, Paciencia menorehkan catatan gemilang. Di musim pertamanya, Braga dibawanya finis runner-up di Liga Primeira sehingga lolos ke Liga Champions kali pertama. Dan, lolos ke final Europa musim ini makin melengkapi prestasinya bersama Braga.

Itulah sebabnya, Presiden Braga Antonio Salvador jauh-jauh hari menyodorkan tawaran perpanjangan kontrak. “Presiden Salvador mengatakan apabila saya akan menyesali keputusan meninggalkan Braga. Saya selalu jujur dengan perasaan saya dan saya pasti akan selalu merindukan Braga setelah kebersamaan selama ini. Tapi, saya telah membuat keputusan,” terang Paciencia.

Kabarnya, Paciencia meninggalkan Braga karena tergiur dengan tawaran dari Sporting Lisbon. Sporting memang belum memiliki pelatih tetap sejak Paulo Sergio mengundurkan diri akhir Februari lalu. Posisinya digantikan karteker Jose Couceiro sampai akhir musim.  (dns/jpnn)

Tetap Laga Sulit

BARCELONA-Juara bertahan La Liga Primera Barcelona boleh memenangi laga final melawan Manchester United pada 2009. Namun, Pep Guardiola memprediksi jika calon lawannya takkan mudah dikalahkan.
Entrenador berusia 40 tahun itu menggambarkan The Red Devils layaknya Real Madrid, rival berat yang mereka singkirkan di semifinal. Kendati Barca bisa melewati hadangan El Real, Pep mengaku bahwa melakukannya bukan hal yang mudah.

Barca menang 2-0 pada pertemuan perdana di Santiago Bernabeu, sebelum akhirnya bermain imbang 1-1 di Camp Nou. Pada pertemuan pertama, Barca yang dominan baru bisa mencetak gol setelah Madrid bermain dengan 10 pemain.

Fakta bahwa meski dominan, namun lawan bisa memberikan perlawanan alot sangat dipahami oleh Pep jelang laga final. Ada beberapa alasan mengapa United disebut Pep wajib diwaspadai kali ini. Dituturkannya, ‘Setan Merah’ punya determinasi tinggi kala menghadapi lawan kuat dan yang lebih penting lagi, mereka punya serangan balik yang berbahaya.

“Manchester United adalah tim yang sangat kuat, sama seperti Real Madrid. Kami harus berhati-hati karena mereka bisa mencetak gol ke gawang Anda melalui serangan balik,” bilang Pep
“Kami harus tahu bagaimana caranya menginterpretasikan laga final, berdasarkan bagaimana mereka bermain dan bermain dengan gaya kami sendiri,” tukasnya.Di tempat terpisah bek Manchester United Rio Ferdinand mengatakan bahwa Lionel Messi jelas merupakan ancaman bagi pertahanan Manchester United. Namun, ia juga tahu bahwa Barcelona bukan cuma Messi seorang.
Catatan statistik Messi di Liga Champions musim ini fantastis. Ia bermain di 12 laga dengan 957 menit bermain, menorehkan 11 gol dan tiga assist.

Sejauh ini, Messi sudah berlaga sebanyak 54 kali di semua kompetisi. Jumlah gol yang diciptakannya? 52. Luar biasa, bukan.

Namun, masih ada pemain-pemain Barca lain yang bepotensi membahayakan pertahanan The Red Devils. Xavi Hernandez dan Andres Iniesta jelas harus mendapatkan perhatian juga, kalau ‘Setan Merah’ tak mau Los Cules berkuasa di lini tengah dengan segala operan cepatnya.

Di lini depan pun Barca masih memiliki David Villa dan Pedro Rodriguez. Jadi, wajar apabila Ferdinand mengingatkan supaya klubnya tidak fokus ke Messi seorang. “Messi adalah salah satu, jika bukan satu-satunya, yang terbaik di dunia. Dia bisa melukai Anda di area mana pun di lapangan,” ujarnya seperti dilansir Guardian.
“Ini bukan soal menyuruh satu atau dua orang untuk menjaganya, ini akan menjadi bagaimana kami menghadapi keseluruhan tim,” tegas Ferdinand.

“Namun, mereka akan berpikir hal yang sama dengan pemain yang kami miliki. Kami juga memiliki pemain-pemain yang bisa melukai Anda di area mana pun di lapangan,” tambah Rio lagi. (bbs/jpnn)

Eksis di Usaha Konveksi

Drs H Fahmi Ahmad

Tanpa pemahaman di bidang jahit-menjahit, Drs H Fahmi Ahmad (44) dapat sukses di dunia konveksi. Kerja keras untuk satu pembuktian bahwa modal bukan hal yang utama untuk mulai satu usaha.

Ditemui di toko UD Alfahmi Konveksi di Komplek Pusat Industri Kecil (PIK) No A42-A43 Jalan Menteng VII Medan, Drs H Fahmi Ahmad yang mengenakan peci, kemeja batik berwarna coklat dan tengah memantau kinerja para pegawai. Komunikasi terjalin dengan baik untuk menjaga kualitas produksi yang dikerjakan. Dengan harapan kepuasan konsumen yang terus bertambah. Prinsip menjaga kepuasan pelanggan itu pula menjadi kunci kesuksesan usaha yang dirintis 10 tahun silam.

“Usaha konveksi adalah usaha yang paling rendah risiko, bisa dikerjakan gotong-royong, dan bisa dibilang tidak perlu modal. Sejauh kita memiliki kemampuan marketing yang baik khususnya membangun jaringan melalui relasi yang ada, usaha apapun bisa sukses,” ucap Fahmi mengenai awal ketertarikannya di bidang konveksi.

Dengan pertimbangan tadi, pada 2001 dirinya mengawali usaha dari rumah dengan borongan seragam haji dan seragam sekolah. Pengerjaan sendiri diserahkan kepada beberapa penjahit kenalannya. Demikian usaha itu dijalankan sebelum memiliki pegawai sendiri hingga 2004. Sedikit keuntungan ditabung untuk membeli satu unit rumah toko dua lantai di kompleks PIK. Menghuni lantai dua, lantai satu pun dijadikan tempat bekerja dengan peralatan yang sederhana.

Melalui relasi yang dibangun dari pertemanan masa lalu, ayah dari tujuh anak ini perlahan membenahi peralatan yang ada. Order yang terus bertambah terlebih setelah berkembang di konveksi khusus kaos, dua ruko kembali dibeli. Kini H Fahmi mencatat 22 pegawai dengan peralatan yang modern untuk menghasilkan produksi yang besar dan berkualitas.

Selain jumlah produksi yang besar tadi yaitu 2000 kaos per hari, UD Alfahmi Konveksi pun menawarkan harga yang bersaing. Untuk kemeja dipatok mulai Rp30.000 hingga Rp40.000 per potong. Untuk tas dipatok mulai Rp7.000 hingga Rp50.000. Adapun kaos dipatok dari Rp6.500 hingga Rp40.000. Di samping kualitas dan garansi dari setiap produknya.

Tak heran beberapa tokoh di Sumatera Utara turut memanfaatkan jasa yang ditawarkan pengusaha lokal ini. Seperti Khairuman, Maulana Pohan, dan Sahrial Anas dan banyak lagi di masa Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) tiap tahunnya. Begitu juga 30.000-an seragam sekolah tiap tahun pelajaran baru digelar. Dua masa yang merupakan panen raya baginya.

Pria yang aktif berdakwah ini bahkan pernah mencatat penjualan sebesar Rp310 juta di masa Pilkada lalu, yang kemudian dibagi dengan beberapa pengusaha konveksi binaannya. Dengan demikian pesanan yang besar pun dapat dipenuhi sesuai dengan harapan para konsumen. Tak heran di masa paceklik Februari-Mei pekerjaan selalu ada seperti borongan dari Dinas Pariwisata Kota Medan berupa tas dengan bahan kain ulos.

“Sekarang ada delapan pengusaha konveksi yang kita ajak kerja sama. Jadi borongan itu bisa kita bagi sehingga mereka juga ada pekerjaan. Yang pasti, saya tidak pernah terima order dari agen, tapi langsung. Sekalipun kecil tapi berkelanjutan,” pungkas alumni Fakultas Syariah Institut Agama Islam Negeri Sumatera Utara (IAIN SU) ini. (jul)

Saatnya Tiga Angka

Bintang Medan vs Batavia Union

MEDAN – Gagal merebut tiga angka atas Bali Devata di kandang sendiri, Bintang Medan berencana membalas dendam itu kepada Batavia Union, Rabu (18/5) sore ini di Stadion Teladan.

Laga itu sedianya digelar 2 April lalu, namun dibatalkan lantara Stadion Teladan direndam banjir.
Dan arsitek Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner menilai tiga angka layak dibawa pulang dari skuad asuhan Roberto Luiz Bianchi Pelliser itu.

“Batavia dan Bali Devata menurut saya masih satu level, artinya masih bisa dikalahkan. Apalagi main di kandang sendiri,” beber Michael kemarin.

Namun begitu, Batavia bukanlah tim lemah yang gampang ditaklukkan. Kemampuan memikat dua striker asing dan lokal Juan Manuel Cortez dan Tantan harus diredam.

Michael juga mengakui hal itu. Dia juga menyebutkan kelebihan yang dimiliki tim berjuluk Laskar si Pitung itu terletak pada Juan Manuel Cortez, striker yang telah mencetak 12 gol dan tandemnya Tantan yang mencetak enam gol. “Kami harus bisa konsentrasi. Manuel Cortez dan Tantan pemain bagus. Tapi sejak Amin kembali dari cedera, lini belakang menunjukkan progress yang bagus,” ungkapnya.

Di sisi lain, diakui pria berkebangsaan Jerman itu Batavia FC cukup baik di awal babak, Namun, di babak kedua, tekanan yang dimiliki cenderung akan menurun seperti yang disampaikan asistennya Robert Roelofsen saat menyaksikan pertandingan calon lawannya tersebut. Untuk itu, dengan memanfaatkan kemampuan fisik pemain yang bagus, Michael berharap bisa terus memaksimalkan peluang di babak kedua.

Sementara tim tamu tak akan tinggal diam. Menurut asisten pelatih, Nimrot Manalu kemenangan hal wajib yang harus diamankan untuk meringsek ke posisi tiga klasemen sementara Liga Primer Indonesia (LPI). “Kami sadar tim Bintang Medan ini bukanlah tim yang mudah dikalahkan seperti juga tim LPI lainnya, itu terlihat dari selisih poin yang tidak terlalu jauh antara tim satu dengan tim lainnya,” kata Nimrot. (ful)

Dubai Perlu Sarjana Teknik Indonesia

Pimpinan Perusahaan Listrik dan Air Pemerintah Dubai (Dubai Electricity and Water Authority/ DEWA) menyampaikan keinginannya untuk segera mempekerjakan 95 tenaga sarjana teknik dari Indonesia.

Managing Director dan Chief Executive Officer (CEO) DEWA Saeed Mohammad Al Tayer, menyampaikan keinginannya itu ketika menerima Konsul Jenderal RI Dubai, Mansyur Pangeran, di kantor pusat DEWA di Dubai seperti dikatakan Sekretaris Pertama Fungsi Penerangan, Sosial dan Kebudayaan Konsulat Jenderal Republik Indonesia (Pensosbud KJRI) Dubai, Adiguna Wijaya, dalam keterangan pers kepada ANTARA News London, Selasa.
Kunjungan kepada pimpinan DEWA tersebut bertujuan membahas seputar potensi energi di Indonesia dan peluang kerja sama investasi khususnya di sektor energi, serta membahas mengenai permintaan 95 tenaga Sarjana Teknik Indonesia untuk bekerja di DEWA, yang sebelumnya disampaikan April 2011.

Mansyur juga menyampaikan mengenai peluang kerja sama investasi di bidang energi, terutama energi geothermal, coalsteam-powerplant dan hydro-powerplant di Indonesia.

CEO DEWA menyatakan ketertarikannya dan menyampaikan pihaknya bersama dengan sejumlah perusahaan terkait di Dubai berkeinginan untuk menjajaki kerja sama investasi dimaksud.

Secara lebih rinci, ia mengharapkan, pihak Indonesia dapat segera menyampaikan data yang komprehensif mengenai potensi geothermal, coalsteam-powerplant dan hydro-powerplant di Indonesia untuk dipelajari lebih lanjut.
Mansyur juga menyampaikan apresiasi dan menyambut positif atas keinginan pihak DEWA untuk dapat segera mempekerjakan tenaga Sarjana Teknik dari Indonesia. Hal ini menunjukkan bahwa peningkatan kualitas tenaga kerja profesional Indonesia semakin diakui di mancanegara, termasuk di PEA.

Ia menginformasikan keinginan dan persyaratan kerja yang disampaikan pihak DEWA awal April lalu telah disampaikan kepada berbagai institusi dan asosiasi terkait di Indonesia, akan tetapi hingga kini masih belum ada tanggapan lebih lanjut.

Dia memandang tawaran ini dapat menjadi corner stone bagi pengiriman tenaga kerja Indonesia (TKI) yang profesional, skilled dan formal yang akan memperoleh jaminan perlindungan hukum dan perundang-undangan setempat.

CEO DEWA menginformasikan untuk tahap awal, akan mempekerjakan 95 tenaga Sarjana Teknik Indonesia untuk bekerja di salah satu proyek pembangkit tenaga listriknya di kawasan Jebel Ali Free Zone di Dubai.
Ia juga menambahkan, pihaknya akan meningkatkan jumlah peluang kerja bagi Sarjana Teknik Indonesia pada perusahaannya di masa mendatang.

Saat ini DEWA membutuhkan Sarjana Teknik Kelistrikan, Telekomunikasi, Mesin, dan Komputer untuk mengisi berbagai posisi, seperti Senior Manager dua orang, Manager sebanyak 14 orang, Deputy Manager/ Assistant Manager 11 orang, Senior Engineer (11 orang), Engineer (55 orang) dan Assistant Engineer dua orang.

Bagi yang diterima akan mendapatkan status sebagai pegawai pemerintah Dubai dengan kontrak kerja enam tahun dan memperoleh gaji yang memadai serta berbagai tunjangan tambahan seperti tiket pesawat, visa/ ijin bekerja dan asuransi untuk yang bersangkutan maupun anggota keluarganya.

Keseluruhan proses rekrutmen dilakukan di Indonesia, bekerja sama dengan institusi dan agen tenaga kerja swasta terkait sesuai dengan peraturan nasional Indonesia. Pihak DEWA akan melakukan wawancara langsung dengan para kandidat di Jakarta.

Mansyur menilai dengan ketentuan ketenagakerjaan pemerintah PEA yang baru, yang mengharuskan setiap perusahaan wajib membatasi jumlah pegawainya yang berasal dari satu negara/ bangsa tertentu, tidak melebihi jumlah 25 persen dari komposisi total para pegawainya. Ketentuan tersebut disamping sebagai upaya Emiratisasi, juga untuk menyeimbangkan komposisi asal negara/ bangsa para pegawai pada suatu perusahaan, sehingga tidak terjadi dominasi oleh salah satu negara/ bangsa saja. (net/jpnn)

Miliki Program Dokter Kecil

SD Namira Medan Jalan Setia Budi Pasar I Tanjung Sari

MEDAN- Seluruh siswa dianjurkan untuk menjaga kesehatan. Untuk itu siswa dibekali pengetahuan tentang kesehatan.

Di SD Namira Medan misalnya, di sekolah tersebut memiliki program dokter kecil yang dibentuk di Unit Kesehatan Sekolah (UKS).

Kepala SD Namira Medan Hevy Anna Lubis, mengatakan, dokter kecil ini memiliki program seperti pemeriksaan kuku para siswa yang dilakukan para dokter kecil tersebut pada hari-hari tertentu. “Jadi sesama siswa saling menjaga kesehatan bersama,” katanya, Selasa (17/5).

Anna juga mengatakan, dokter kecil SD Namira Medan telah mengikuti even tingkat nasional yang memakan waktu 16 minggu.

Baik dari tahap pelatihan, pelaksanaan even hingga penilaian. “Even ini digelar pada 11-13 Februari 2011 lalu. Dan pada Jumat (20/5) ini kita akan melakukan presentase di depan tim penilai dan 100 orang siswa. Even ini terselenggara atas kerjasama Disdik Medan dengan Susu Bubuk Dancow dengan nama even ‘Caravan Gizi’,” jelasnya.
Lebih lanjut Ia menjelaskan, pada tahapan penilaian itu, tim dokter kecil SD Namira Medan akan mengumpulkan hasil pelaporan dalam bentuk kliping. “Kliping itu berisi data-data dan hasil peninjauan selama ini,” kata Anna.

Sebelumnya, sambung Anna, pihaknya juga telah menyeleksi 40 siswa yang termasuk anggota dokter kecil SD Namira Medan. “Dan kami telah mendapatkan empat siswa yang paling berkompeten untuk mengikuti even ini,” tuturnya seraya menambahkan, pemenang tingkat Medan akan langsung mengikuti even serupa tingkat nasional di Jakarta pada Juli 2011 mendatang.

Anna juga menceritakan, di Medan menurut panitia baru 5 sekolah yang memiliki UKS yang layak, termasuk SD Namira Medan.

“Ada sekolah yang memiliki program dokter kecil tapi ruang UKS-nya tak mendukung. Kriteria panitia untuk memilih satu tim dokter kecil mengikuti even tersebut diantaranya melalui ruang UKS yang layak, kebersihan toilet, kantin, pagar dan gedung sekolah,” ujarnya.

Kegiatan ini bertujuan untuk menggugah kesadaran anak untuk memenuhi 10 tanda umum anak bergizi baik. Selain itu, membantu orangtua dalam melihat status gizi anak dengan cara yang mudah.

Sedangkan misi dari kegiatan ini, Anna menjelaskan, adalah untuk mempersiapkan masa depan anak Indonesia yang lebih sehat. “Dengan begitu siswa nantinya menjadi agen perubahan yang memiliki pengetahuan yang lebih matang tentang ilmu gizi. Dan itu dapat mereka sosialisasikan ke lingkungan sekolah,” ujarnya. (saz)

RI-Malaysia Kampanye CPO ke Pasar Eropa

JAKARTA- Pemerintah Indonesia dan Malasyia membentuk EPOC (European Palm Oil Council) atau Dewan Minyak Sawit Eropa untuk menguatkan kampanye positif komoditas ekspor minyak sawit ke Eropa.

“EPOC didirikan sebagai sarana bersama yang menyediakan satu platform kolektif untuk mewakili kedua negara dalam debat publik yang membahas isu-isu keberlanjutan, keamanan energi dan kesehatan masyarakat yang dilontarkan LSM antisawit, kelompok lobby tertentu, media dan masukan dari anggota parlemen Eropa,” ujar Menteri Pertanian Suswono, Selasa (17/5).

Lebih lanjut, ia menyatakan bahwa perjanjian ini masih terkait dalam beberapa isu yang dibahas dalam Join Committee Meeting ke-6 untuk kerjasama bilateral antardua negara yang diwakili Mentan RI dan Menteri Perladangan dan Komoditi Industri Malaysia Tan Sri Benard Dompok di Sarawak, 13 Mei lalu.

Dalam pertemuan ini, kedua pihak telah sepakat untuk lebih memfokuskan diri pada upaya labelling terhadap komoditas sawit Australia dan memandang perlu untuk melakukan negoisasi dengan Australia.
“Penerapan standar ini akan membantu penguatan pasar minyak sawit di internasional karena Indonesia dan Malasyia menguasai 90 persen pasar sawit Internasional dan di EPOC ini kami Indonesia mengadopsi standar Roundtable on Sustainable Palm Oil (RSPO)” imbuhnya.

Selain untuk komoditas sawit, Indonesia-Malasyia juga telah sepakat akan mengembangkan kerjasama untuk komoditas lain seperti lada dan kakao.

Sekedar informasi, komoditas sawit dari Indonesia dan Malasyia selama ini sering mengalami ganjalan jika akan di ekspor ke Uni Eropa karena tidak memiliki sertifikasi RSPO. Sertifikasi ini berhubungan dengan pengelolaaan sawit yang berbasis penyelamatan lingkungan dan keberlanjutan lahan.
Kemendag sendiri mencatat bahwa ekspor sawit Indonesia pada kuartal pertama tahun ini senilai USD2411 juta. (net/jpnn)

Sektor Pertanian Sebagai Lapangan Kerja Utama

MEDAN- Sebagai negara perkembangan, pertanian tetap sebagai lapangan kerja utama dalam menyerap tenaga kerja. Hingga Februari 2011 persentase jumlah penduduk Sumatera Utara yang bekerja pada di sektor pertanian menjadi 50,90 persen. Hal ini dikarenakan, sektor ekspor utama dari Sumatera Utara berupa CPO, hasil dari perkebunan sawit.
Kepala bidang Integrasi pengolahan dan Diseminasi Statistik BPS Sumut Didik Koesbianto mengatakan, sektor lain yang mengalami peningkatan persentase adalah sektor transportasi (0,13 poin), keuangan (0,03 poin), jasa kemasyarakatan (2,76 poin) dan sektor lainnya yang terdiri dari sektor pertambangan, listrik dan air (0,42 poin).

Dari 5.953.336 orang yang bekerja di Sumatera Utara pada bulan Februari 2011, status pekerjaan utama yang terbanyak sebagai buruh atau karyawan sebesar 1.744.484 orang (29,30 persen), diikuti pekerja tidak dibayar sebesar 1.474.624 orang (24,77 persen), dan berusaha dibantu buruh tidak tetap sejumlah 1.284.280 orang (21,57 persen), sedangkan yang terkecil adalah pekerja bebas non pertanian sebesar 163.622 orang (2,75 persen).

Secara umum komposisi jumlah orang yang bekerja menurut jam kerja perminggu tidak mengalami perubahan berarti dari waktu ke waktu. Februari 2011, pekerja dengan jumlah jam kerja kurang dari 8 jam perminggu relatif kecil yaitu hanya 51.226 orang (0,86 persen).

Sementara itu, penduduk yang dianggap sebagai pejkerja penuh waktu (full time worker) yaitu pekerja pada kelompok 35 jam ke atas jumlahnya mencapai 3.970.900 orang (66,70 persen).

Sedangkan pekerjaan menurut pendidikan tertinggi, tamatan Universitas atau sarjana mengalami kenaikan, walaupun secara jumlah keseluruhan masih relatif kecil. Jumlah pekerja dengan pendidikan diploma hanya sebesar 167.338 orang (2,81 persen), dan pekerja dengan pendidikan Sarjana sebesar 291.254 orang (4,89 persen). Sedangkan pekerja dengan pendidikan SD ke bawah masih mendominasi yaitu sebesar 2.421.103 orang (40,67 persen). (mag-9)

Taufik Utama, Simon Pelapis

JAKARTA-Tim Bulu tangkis Indonesia yang akan bertanding di kejuaraan Piala Sudirman 2011 pada 22-29 Mei di Tiongkok terus berlatih keras. Meskipun kemarin (17/5) adalah hari libur, Taufik Hidayat dkk.  tetap diwajibka berlatih.

“Memang tidak ada perubahan. Mereka tetap latihan seperti biasa, dua kali sehari. Kami tidak peduli meski libur karena memang piala Sudirman sudah sangat dekat,” kata pelatih tunggal putra Agus Dwi Santoso, kemarin.
Dia mengatakan bahwa latihan tersebut sangat diperlukan untuk menjaga kondisi para pemain. Jika diliburkan, Agus Khawatir anak didiknya bakal terpengaruh fisiknya dan sedikit kehilangan sentuhan bolanya.

“Waktu yang ada harus dimaksimalkan demi hasil yang memuaskan. Kondisi anak-anak sekarang sudah cukup siap untuk bertanding. Ini tetap harus dipertahankan hingga hari-H.” terang pelatih berusia 46 tahun tersebut.
Nah, mengenai menu latihan, Agus telah menyiapkan program tersendiri sesuai hasil komunikasinya selama ini dengan koordinator pelatih tinggal Li Mao. Para penggawa bulu tangkis merah putih dalam minggu ini akan fokus berlatih taktik dan strategi permainan.

Itu sangat diperlukan mengingat lawan yang akan dihadapi oleh Indonesia pada babak penyisihan grup sudah terlihat, Indonesia tergabung di grub B bersama Rusia dan Malaysia. Dari beberapa kejuaraan yang sudah diikuti dan urutan rangking pebulu tangkis, sudah bisa ditebak dari awal siapa musuh yang akan dihdapi oleh pebulu tangkis Indonesia.

Dengan mematangkan taktik dan startegi, pemain Indonesia bisa membuka peluang untuk menaklukkan mereka. Sekaligus, untuk menghalau strategi-strategi yang mungkin akan dimainkan oleh lawan karena bsia jadi masing-masing pemain sudah saling hafal gaya bermainnya.

Dalam kejuaraan kali ini, Agus dipastikan bakal bekerja sendiri karena Li Mao maupun asistennya tidak akan dibawa ke Tiongkok. Tapi, pelatih kelahiran Malang itu tidak mempermasalahkan hal itu karena sudah mengerti dan paham dengan apa yang diinginkan pelatih asal Tiongkok tersebut.

“Tidak ada masalah, toh setiap hari kita selalu berkomunikasi.  Saya sudah siap untuk mendampingi anak-anak ke Sudirman. Semoga mereka bisa tampil maksimal,” ucap lelaki yang melatih Hendrawan saat menjadi juara dunia pada 2001 lalu itu.

Kendati siap bukan berarti Agus merasa plong. Dia sempat mengaku jika sebelumnya khawatir dengan kondisi Simon Santoso. Tunggal putra pelapis Taufik itu sempat cedera tangan kanan setelah tampil di India Super Series lalu, alasan itu pula yang membut Sony tidak dibawa ke kejuuaraan Malaysia Grand Prix Gold.

“Dia sebelumnya ngomong kalau agak sakit. Waktu saya tanya lagi kondisinya, Simon bilang sudah membaik dan siap untuk tampil,” tandasnya.

Sementara itu, Simon saat akan ditanya mengenai kondisinya sangat sulit dikonfirmasi. Pesan singkat yang dikirimkan pun tak kunjung dib alas. Namun, saat acara pelepasan tim Sudirman pada Senin (16/5) lalu dia menegaskan bahwa sudah siap.

“Yang utama tetap Taufik, saya kan cuma jadi pelapisnya. Tapi saya selalu siap untuk membela Indonesia, latihan selama ini juga sudah keras, tidak ada masalah,” ucapnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Dyonisius Hayom Rumbaka. Meskipun bukan bertatus pebulu tangkis tunggal putra utama, materi yang diberikan oleh jajaran pelatih tetap sama dan berat.
“Kami harus benar-benar siap dalam kondisi apapun. Karena itu kami juga melakukan latihan yang sama kerasnya, tidak ada perbedaan,” ujar pebulu tangkis asal PB Djarum itu. (aam/jpnn)

Soal UN Mirip Try Out

Pelaksanaan Ujian Nasional (UN) tingkat SD yang digelar 10 hingga 12 Mei 2011 lalu, seluruh siswa SD Namira Medan mampu untuk mengerjakannya. Pasalnya, soal UN dengan soal try out yang digelar di sekolah sangat mirip.
Kepala SD Namira Medan, Hevy Anna Lubis berharap semua siswa kelas VI di sekolah yang dipimpinnya bisa lulus.
“Dari 50 siswa yang ikut UN tahun ini, harapannya ya bisa lulus 100 persen. Karena persiapan kami untuk menghadapi UN tersebut juga tak main-main,” jelasnya, Selasa (17/5).

Lebih lanjut Anna menjelaskan, kemungkinan kelulusan 100 persen para siswanya itu dikuatkan dengan adanya try out yang sangat sering digelar bagi siswa.

“Tak hanya dari sekolah secara mandiri, tapi juga pihak dinas menyelenggarakan try out bagi siswa kami. Dan saat dicocokkan antara soal UN dan soal try out yang diikuti siswa, soalnya sangat mirip.

Karenanya, siswa pasti tak terkejut dengan soal UN dan mudah-mudahan mereka bisa mengerjakan soal UN tersebut dengan baik pada waktu itu,” katanya. Pihaknya juga sangat bersyukur atas try out yang digelar pihak dinas pendidikan.

“Dari tiga mata ujian yang diikuti siswa pada UN, yang paling mirip dengan soal try out adalah pada mata uji IPA. Sedangkan Matematika dan Bahasa Indonesia tak begitu mirip,” terang Anna.

Disamping itu SD Namira Medan yang beralamat di Jalan Setia Budi Pasar I No 76 Tanjung Sari Medan Selayang sedang mempersiapkan diri menuju Rintisan Sekolah Bertaraf Internasional (RSBI).

Hal ini setelah pada 2010 ini SD Namira terpilih sebagai sekolah yang dibiayai untuk menerapkan Sekolah Standar Nasional (SSN) oleh Kemendiknas.

Anna mengatakan, adapun beberapa syarat agar sekolah dapat dinaikkan tingkatannya menjadi RSBI yakni, luas lahan minimal 5000 meter persegi, kualifikasi guru telah semuanya sarjana, sarana dan prasarana tingkat nasional, memiliki prestasi akademik maupun non akademik yang sangat menonjol, nilai rata-rata ujian akhir sekolah (UAS) 2 tahun terakhir adalah 7 dan menunjukkan kecenderungan meningkat, dan lainnya.
Menurut Anna, jika sekolah tersebut sebelumnya telah berstatus SSN, maka untuk menjadi RSBI akan lebih mudah. “Karena untuk menjadi RSBI sebagian kriterianya telah terpenuhi saat sekolah telah berstatus SSN,” ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, untuk menuju status RSBI, sekolah juga harus memiliki rencana kerja sekolah, rencana strategis jangka menengah dan rencana operasional, serta telah memiliki RAPBS.

Saat ini, Anna mengaku, pihaknya tinggal menunggu keputusan dari Disdik Medan dalam hal persetujuan realisasi SD Namira Medan berstatus RSBI. “Setelah dari Disdik Medan langsung tinggal tunggu keputusan dari Kemendiknas,” terangnya.

Tak hanya itu, pihaknya juga telah melengkapi berbagai fasilitas di sekolahnya yang ditenggat selama 3 tahun. Misalnya, unuk kelas internasional, SD Namira Medan harus melengkapi komputer hingga infokus.
SD Namira Medan juga memiliki 20 orang guru yang telah sarjana. “Mereka juga harus lancar berbahasa Inggris dan harus memiliki nilai TOEFL minimal 500,” paparnya.

Saat ini, sekolah yang berada di bawah asuhan Yayasan Fajar Islam ini memiliki siswa sebanyak 423 orang. Sekolah yang berdiri pada 2000 lalu ini mempunyai kelebihan tersendiri yang menjadikannya lebih unggul dari sekolah lain. Seperti, memiliki kelas unggulan, guru-guru yang berkompeten di bidangnya, dan memiliki kegiatan ekstrakurikuler sebagai penampung dan penyalur bakat siswa.

Kelas unggulan yang dimiliki SD Namira ini selain mempunyai kurikulum yang ditambah dan berbeda, bahasa penyampaian hingga proses belajar mengajarnya siswa dan guru diharuskan menggunakan Bahasa Inggris. Kurikulum yang digunakan di kelas plus ini merupakan kurikulum dari Diknas, Depag, Internasional dan Muatan Lokal. Diharapkan guru dan siswa bisa mengaplikasikan Bahasa Inggris di dalam kelas .

maupun di luar kelas. “Dengan hal tersebut maka guru dan siswa nantinya akan terbiasa menggunakan bahasa internasional dan tak lagi canggung dalam kesehariannya,” harap Anna.

Pada muatan lokal di kelas plus siswa juga diberikan tambahan untuk pelajaran komputer dan Bahasa Inggris. Sedangkan pada kelas reguler, selain komputer dan Bahasa Inggris juga diberikan penambahan pelajaran mengaji. (saz)