Home Blog Page 15268

Peringatan Reformasi di Medan

Usut Kasus Penembakan Mahasiswa

MEDAN- Perubahan era orde baru ke era reformasi sudah 13 tahun berlalu, empat orang mahasiswa Universitas Trisaksi Jakarta yang tewas akibat ditembak oknum aparat di kampusnya. Uniknya, hingga kini kasus itu tak juga tuntas.

Akibat belum diketahui dalang penembakan itu, puluhan mahasiswa yang bergabung dalam Kesatuan Aksi Mahasiswa Institut Teknologi Medan (KAM-ITM) menggelar aksi di depan Kampus ITM Jalan Gedung Arca Medan, Jumat (13/5). Puluhan mahasiswa itu menuntut pengusutan tuntas atas tragedi Mei 1998 yang tak lepas peran dari aparat keamanan, TNI dan Polri.

Aksi yang menyedot perhatian masyarakat dan pengguna jalan. Untuk menyaksikan aksi tersebut, para pengguna jalan sengaja menjalankan kendaraannya perlahan sehingga menyebabkan sedikit kemacatan.

Secara bergantian mahasiswa menyampaikan orasi yang mengecam pemerintah atas kegagalan menguak tabir tragedi Mei 1998 silam. Begitu juga berbagai konflik di tengah-tengah masyarakat yang belum menemukan penyelesaian hingga saat ini adalah bukti kegagalan rezim yang ada. Massa juga mengultimatum pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono untuk turun bila tidak dapat mengungkap tragedi yang terjadi 13 tahun silam tersebut.

“Pemerintah harus serius mengusut tuntas siapa otak di balik tewasnya keempat mahasiswa Trisakti pada 12 Mei 1998 silam. Kami minta Kapolri Timor Pradopo turun dari jabatannya karena beliau juga ikut bertanggungjawab,” ketus dinamisator aksi, Andi kepada Sumut Pos di sela-sela aksi.

Lebih lanjut, Andi menyampaikan, aksi peringatan tragedi Mei 1998 ini akan berlanjut pada 25 Mei mendatang. Untuk aksi puncaknya akan dilaksanakan secara parade dengan rute Kampus ITM Medan ke Bundaran Majestyk Jalan Gatot Subroto Medan. (jul)

Pesta Rakyat, Makan 30 Ribu Ikan Lele

BINJAI- Untuk memeriahkan hari jadi Kota Binjai yang ke- 139 tahun, Pemerintah Kota (Pemko) Binjai, sudah menyiapkan 30 ribu ekor ikan lele, dalam pesta rakyat “makan ikan lele” yang akan dilaksanakan Senin (16/5) mendatang, di Gedung Olahraga (GOR) Binjai, Jalan Jambi, Kecamatan Binjai Selatan. Ribuan ikan  lele tersebut, rencananya akan diolah  menjadi berbagai menu  untuk  dinikmati bersama  unsur Muspida, pejabat  Pemko Binjai, wakil rakyat dan masyarakat Binjai lainnya.

Selain memeriahkan hari jadi Kota Binjai ke- 139, kegiatan pesta makan  ikan lele  ini juga untuk menunjukkan, bahwa  Kota Binjai merupakan penghasil ikan lele terbesar di provinsi Sumatera Utara.

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Binjai, Iqbal Pulungan, selaku panitia acara yang didampingi koordinator seksi, Edy Gunawan, kepada wartawan koran ini mengatakan, 30 ribu ekor ikan lele itu merupakan sumbangan pihak swasta. Demikian juga  bahan makanan lainnya seperti minyak goreng, beras, bumbu, gas,  dan air minum.

“Kita tidak menggunakan dana APBD dalam kegiatan ini. Semuanya partisipasi masyarakat dan perusahaan, yang ingin turut memeriahkan hari jadi Kota Binjai,” jelas Iqbal.

Lebih jauh dijelaskannya, dipilihnya ikan lele sebagai menu pesta rakyat, juga dikarenakan Kota Binjai merupakan penghasil ikan lele terbesar di Sumatera Utara  dan telah menjadi salah satu mata pencarian masyarakat. “Hal itu terbukti, benih ikan lele merupakan permintaan paling besar untuk kelompok-kelompok penangkar ikan maupun individu di Binjai ini,”paparnya.

Edy Gunawan  yang  menjabat  sebagai Kepala Dinas (Kadis) Pertanian  Kota Binjai menambahkan, pesta makan ikan lele ini, sekaligus  bertujuan untuk memasyarakatkan menu ikan lele. Sebab,  lele  tidak hanya  bisa  digoreng atau  dipanggang, tapi juga  bisa disale, abon, bakso, dan lainnya. Dengan demikian akan memperkaya menu berbahan ikan lele di tengah masyarakat.

“Kami akan menjalin kerjasama dengan TP PKK Kota Binjai dalam hal penganekaragaman menu ikan lele. Tujuannya, untuk  memanfaatkan produksi ikan lele yang besar dan meningkatkan gizi masyarakat,” ujar Edy Gunawan. (dan)

Perangi 3 Penyakit Berbahaya

Pembangunan Kesehatan 2014

Tiga penyakit berbahaya AIDS, TB Paru dan Malaria (ATM). Ketiga penyakit tersebut harus diberantas karena menular dan telah menjadi program dunia yang tergabung dalam Millenium Development Goals (MDGS).

Komitmen untuk pemberantasan tiga penyakit ATM itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Sumut, dr Candra Syafei SpOG melaluiKepala Seksi Pengendalian Penyakit dan Penyehatan Lingkungan (Kasi P2PL),  Sukarni SKM.

Menurutnya, tiga penyakit itu menjadi prioritas Dinas Kesehatan Sumut hingga 2014 karena penyakit tersebut menyangkut banyak orang dan mempunyai dampak besar yang dialami.

Dia menyebutkan, perkiraan AIDS secara nasional dengan perbandingan kurang dari 1 persen sampai tahun 2014. Bila perkiraan di Sumut dari 7 ribu per 13 juta penduduk dan yang baru ditemukan sekitar 4 ribu.

Berdasarkan hitungan populasi beresiko, jumlah penderita terbesar yaitu Medan, Deli Serdang, Pematang Siantar, Langkat dan Samosir. Begitu juga berdasarkan jumlah Wanita Pekerja Seks (WPS).

Sedangkan untuk penyakit Tuberculosis (TB) Paru, terang Sukarni dalam program MDGs ditarget sebesar 160 per 100 ribu penduduk.  TB yang tidak menular ditargetkan sebesar 30 persen dari 160 per 100 ribu penduduk.
“Hal ini karena jumlah TB yang tidak menular masih sedikit,” ujarnya.

Sementara itu, jumlah penderita TB terbesar yaitu Medan,  Deli Serdang, Simalungun dan Langkat. Hal ini tergantung dari jumlah penduduk di setiap kabupaten/kota.

“Targetnya menemukan 70 persen penderita TB Paru menular. Ini harus ditemukan dan diobati sampai sembuh,” tegas Sukarni.
Sedangkan tahun 2010, sambungnya, target  penderita TB di Sumut yang ditemukan mencapai 76 persen. Hingga Maret 2011 ini baru sekitar 18,4 persen dari target pada 2011 ini sebesar 80 persen.

Meningkatnya target itu, dipaparkannya sekarang ini dilaksanakan sosialisasi TB dan rumah sakit untuk mengikuti program DOTS. Ada sebanyak 16 Rumah sakit di Medan yang baru ikut program tersebut.

Penyakit Malaria, dia mengutarakan tahun 2010 sebanyak 8.034 penderita di Sumut. Hingga Mei 2011 berjumlah 2.776  orang penderita. Bila jumlah  terbesarnya di kabupaten/kota tergantung jumlah penduduknya.  Dihitung berdasarkan jumlah positif per jumlah penduduk pada 2011.

Hingga April tahun ini, jumlah terbesarnya ada di Nias Selatan (Nisel)  dan Madina. Upaya untuk MDGs, intinya kata Sukarni, penemuan sumber penularan positif dan memutuskan rantai penularan untuk mengurangi angka kesakitan dan kematian.

“Kami lakukan sosialisasi agar jangan orang yang sehat kena penyakit ATM, baik melalui leaflet dan sosialisasi. Siapkan pelayanan di Puskesmas dan rumah sakit, kalau sudah sakit jangan sampai meninggal atau cacat,” ucapnya.

Lebih lanjut, dia menyampaikan untuk pencegahan penyakit malaria di dua kawasan tersebut, sudah didistrribusikan 400 ribu kelambu pada resiko tinggi seperti pada ibu hamil dan bayi atau balita di daerah  endemis.

“Pemkab/Pemko diharapkan ikut berperan dalam pembiayaan seperti operasional klinik VCT atau sharing cost,” pungkasnya. (mag-7)

Ketua Koperasi Karyawan Kebun Pabatu Dipolisikan

Penggunaan Uang Koperasi Diduga tak Transparan

TEBING TINGGI- Sejumlah anggota dan badan pengawas koperasi karyawan (kopkar) PTPN IV Kebun Pabatu mengadukan pengurus Koperasi Serba Usaha Karyawan PTPN IV, Kebun Pabatu ke Polres Tebing Tinggi, terkait dugaan penggelapan usaha koperasi, Rabu (11/5).

Dalam laporan mereka, selama tahun 2007-2008, sesuai rapat tahunan koperasi, khusus bidang SPBU mengalami kerugian mencapai Rp1,5 miliar. Dengan rincian, tahun 2007 koperasi mengalami kerugian Rp685 juta lebih, tahun 2008 merugi Rp908 juta lebih.

“Hal ini sangat tidak mungkin terjadi, kami menduga ada kecurangan dan penyalahgunaan keuangan koperasi untuk kepentingan pribadi di bidang SPBU (Stasiun Pengisian Bahan Bakar), Jalan Gatot Subroto, Kota Tebing Tinggi,” kata Sekretaris Badan Pengawas (Bapeng) Koperasi Serba Usaha Kekar Kebun Pabatu, H Suharto, kemarin (13/5).

Didampingi Ketua Bapeng, H N Kaban, Wakil Ketua Masjunaidi dan anggota koperasi lainnya, Suharto mengatakan, Januari hingga April 2011, penjualan BBM jenis premium dan solar mengalami penurunan drastis. Bahkan solar tidak ada penjualan, premium sering kosong.

Selain masalah SPBU, bidang lain juga mengalami kerugian, seperti penjualan 2 unit mobil Taf  GT, 4 minibus toyota dan 1 micro bus Desember 2009 tidak jelas hasil penjualannya.

Demikian juga penjualan sebidang tanah seluas 4.800 meter persegi di Kampung Manggis, Kelurahan Assilum Bahjambi, Kabupaten Simalungun dengan harga Rp110 juta yang telah dibayar pihak pembeli (Badrus Zaman) Pegawai kantor BPS Simalungun kepada Ketua I, berinisial JS.

Akan tetapi, sambung dia, sampai 10 Mei 2011 ini, belum ada disetor ke kas Koperasi Sumber Usaha Kekar PTPN IV Kebun Pabatu. Pengurus telah melanggar AD/ART pasal 12 ayat 1 c,g,h Pasal 27 ayat 1,2,3 dan pasal 30 ayat 1,3.
“Kami sudah berulang kali mencoba untuk menyelesaikannya secara kekeluargaan sebagaimana azas koperasi, namun tidak ada hasilnya, hingga kami sepakat untuk menempuh jalur hukum, kami mohon aparat hukum mengusut kerugian ratusan anggota koperasi karyawan Kebun Pabatu ini,” kata Suharto.

Laporan pengaduan tersebut juga mereka sampaikan secara tertulis kepada Kapolres Tebing Tinggi dengan nomor surat, Bapeng/ist/01/V/2011. Ditandatangani 14 orang anggota Kopsu Kekar dan Badan pengawas, ditembuskan kepada Kajari Tebing Tinggi, Dir SDM dan Umum PTPN IV, Ketua Puskopkar PTPN IV, anggota KSU Kekar PTPN IV Pabatu dan Menejer GUU-III PTPN IV.

Sementara itu, Ketua I Koperasi Sumber Usaha Kekar PTPN IV Kebun Pabatu, JS ketika hendak dikonfirmasi baik di kantor maupun di rumahnya, Rabu sore (11/5) tidak berhasil ditemui, bahkan Sumut Pos berhasil menjumpai istri dari JS  di rumahnya di Komplek Kebun Pabatu, Kabupaten Sergai. Menurut istrinya, JS telah berangkat kerja.

“Betul bang, suami ku berangkat kerja ke kantor, hari Jumat saja ditemui, karena besok kami akan pergi melihat anak kami yang mau wisuda di Medan,” bilang istrinya.

Jumat (13/5), wartawan Sumut Pos mencoba mendatangi rumah JS, namun sayang keduanya tidak berhasil ditemui di rumahnya dan rumah ditutup rapat. Menurut keterangan tetangganya, mereka semua sedang pergi keluar kota. Sementara itu dihubungi melalui ponselnya, kembali gagal karena tidak aktif. Informasi yang didapat dari teman sekerjanya di kantor, bahwa semenjak terjadinya kasus tersebut, JS tidak pernah lagi masuk kantor.(mag-3)

Simalungun Bentuk Tim

Terkait Penebangan Kayu di Hutan Lintong
Polres dan Dishut
SIMALUNGUN- Untuk tidak memperkeruh persoalan penebangan kayu pinus di Huta Lintong, Dusun Sidahapittu, Nagori Sirpangan Bolon, Kecamatan Girsang Sirpangan Bolon, Kabupaten Simalungun. Mapolres Simalungun dan Dinas Kehutanan Simalungun, sepakat membentuk tim untuk mencari duduk persoalan yang sebenarnya.

Kesepakatan itu didapat, Jumat (13/5), saat Mapolres Simalungun memediasi pertemuan antara TB Sihaloho dkk dan pihak Silo Sinaga dkk, yang saling mengklaim keberatan atas penebangan tersebut.

Pada pertemuan itu, masing-masing pihak dimintakan untuk menyampaikan keberatannya. Atas kesempatan itu, dihadapan Kapolres Simalungun AKBP Marzuki, pihak TB Sihaloho dengan jelas menyatakan keberatan atas penebangan kayu pinus yang dilakukan di Huta Lintong. Menurut pihak Sihaloho, selain tidak punya izin, penebangan itu mengakibatkan kerusakan pada lahan persawahan pihak TB Sihaloho dkk.

Menurut, TB Sihaloho, lahan penebangan di Huta Lintong merupakan tanah miliknya dan keluarganya, dan kondisi tanah itu saat ini tengah menjalani proses hukum di Pengadilan Tinggi (PT). Kata dia, soal pembuatan jalan, pihaknya tidak merasa keberatan bila pembuatannya dilakukan dengan terlebih dahulu berkoordinasi dengan pihaknya, dan harus ditungkan dalam kesepakatan tertulis. “Kami meminta pembuatan jalan itu harus tertulis,” katanya.

Atas keberatan yang disampaikan pihak TB Sihaloho, Kepala Dinas Kehutanan, Ir Janwanner Saragih menyebut pihaknya tidak dapat mengomentari persoalan klaim kepemilikan lahan yang dimaksudkan pihak TB Sihaloho. “Soal siapa pemilik yang sah, itu bukan kewenangan kami,” katanya menyebutnya dipastikan melalui gugatan di pengadilan.

Kata Janwanner, dalam pengambilan kayu itu, Parulian Tambunan dan Silo Sinaga telah menyanggupi seluruh dokumen yang menjadi persyaratan Standar Operasioanal Pelaksanaan Pengurusan SK SKB Cap KR, semisal kepemilikan lahan yang sudah didaftarkan dalam Akta Notaris.

“Hemat kami, Akta Notaris sudah cukup untuk melegalkan kepemelikan lahan tersebut,” ujarnya seraya menyebut bila pihak TB Sihaloho merasa itu tanahnya, sebaiknya diselesaikan secara hukum dengan mengajukan gugatan perdata ke pengadilan. (mag-1/smg)

Youth & Bikers Expo Berhadiah Total Rp15 Juta

Pendaftaran Hingga 16 Mei

MEDAN – KEGIATAN Youth & Bikers Expo 2011 yang digelar DPD KNPI Kota Medan didukung Harian Sumut Pos pada Selasa (17/5) di arena Pekan Raya Sumatera Utara (PRSU) akan menyediakan piala KNPI Kota Medan dan total hadiah uang pembinaan Rp15 juta.

Untuk itu, para peserta Youth & Bikers Expo 2011 mendaftar ke panitia pada Kantor DPD KNPI Kota Medan di Jalan Merbabu Lantai II Nomor 28 Medan dan Harian Sumut Pos di Jalan SM Raja Km 8,5 Medan Amplas.
Pendaftaran peserta acara memeriahkan Hari Pendidikan Nasional 2011 dapat menggunakan formulir pendaftaran yang terbit di Harian Sumut Pos hingga 16 Mei 2011 pukul 14.00 WIB.

Pembukaan beragam acara yakni motor expo modelling, sexy dancer, freestyle, touring city, lomba mewarnai tingkat TK, lomba menulis cerpen tingkat SMP/SMA, donor darah dan pemberian beasiswa bagi siswa berprestasi serta pameran akan dilaksanakan Wali Kota Medan Drs H Rahudman Harahap MM.

Ketua DPD KNPI Kota Medan Zulham Effendi Siregar ST didampingi Ketua Panitia Youth & Bikers Expo 2011 Nasrullah dan Koordinator Event Organizer Sumut Pos Deddi Mulia Purba di Medan kemarin mengatakan, petinggi Pemko Medan akan secara langsung dalam touring city mengelililingi Kota Medan bersama Muspida Plus Kota Medan dan undangan lainnya.

‘’Acara ini akan dihadiri seribu peserta termasuk 500 bikers terdiri dari berbagai klub sepeda motor di Medan dan kota lain dengan beragam kendaraan seperti Honda, Yamaha, Bajaj Pulsar dan Suzuki. Ada juga sepeda motor tua yang ikut ambil bagian.

Pokoknya lintas merek dan lintas cc,’’ kata Ketua DPD KNPI Kota Medan Zulham Effendi Siregar ST.  Sedangkan Nasrullah berharap dengan kegitan Youth & Bikers Expo 2011 berharap melalui hobbi dapat memberi contoh bagi masyarakat dalam mematuhi penguna jalan untuk tertib lalu lintas. ‘’Kita harap para bikers dapat mendidik masyarakat terbit mematuhi aturan dan budaya berlalu lintas yang termasuk dalam konsep pendidikan,’’ katanya.

Ia menambahkan touring city sebagai konvoi kampanye safety radding dengan rute PRSU Jalan Gatot Subroto, Jalan Iskandar Muda, Jalan Gajah Mada, Jalan S Parman, Jalan Balai Kota, Lapangan Merdeka, Jalan Amir Hamzah, Kapten Muslim, Jalan Gaperta, Jalan Sumarsono dan finish di PRSU Jalan Gatot Subroto Medan,’’ urainya.

Bersamaan dengan itu, lanjut Nasrullah, dilaksanakan aneka perlombaan termasuk lomba mewarnai tingkat Taman Kanak-kanak (TK), lomba menulis cerita pendek tingkat SMP/SMA, modelling show, dancer, freestyle ketangkasan dan modifikasi sepeda motor,
lucky draw serta donor darah bekerja sama dengan Lions Club. ‘’Kita menargetkan jumlah peserta untuk semua item acara mencapai seribu orang.

Selain piala, bingkisan dan total hadiah pembinaan mencapai Rp15 juta,’’ kata dia.  Koordinator Event Organizer Sumut Pos Deddi Mulia Purba mengingatkan calon peserta untuk segera mendaftarkan diri hingga 16 Mei 2011. ‘’Buruan daftar agar tak ketinggalan mengikuti beragam acara Youth & Bikers Expo 2011 tersebut,’’ katanya. (*/sih)

HUT Israel ke-63 Batal Dirayakan di Jakarta

Izin tak Sesuai Prosedur

Perayaan HUT berdirinya Israel ke-63 di Jakarta pada Sabtu (14/5) memang dibatalkan pihak penyelenggara. Namun, rencana tersebut telah menuai polemik. Setidaknya, wacana itu membuat suasana negeri menjadi hangat.

Pembatalan acara tersebut didasarkan penjelasan Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) yang menyebut Pemerintah RI tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel sehingga tidak menolerir perayaan HUT Israel.

“Penjelasan Kemenlu, Pemerintah RI tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel, sehingga tidak menolerir kegiatan perayaan HUT Israel. Dan akhirnya penyelenggara membatalkan kegiatan dimaksud,” kata Kepala Divisi Humas Polri Irjen Anton Bachrul Alam, Jumat (13/5).

Anton juga membenarkan kedatangan Unggun Dahana, Ketua Panitia Perayaan HUT Israel, ke Mabes Polri. “Tadi siang (kemarin, Red) pada pukul 13.30 WIB, telah datang saudara Unggun Dahana yang meminta izin untuk melakukan perayaan HUT Israel. Yang bersangkutan rencananya akan mengundang 10 orang peserta,” kata Anton.

Namun, kata Anton, surat permohonan dikembalikan karena belum lengkap dan tidak sesuai prosedur. “Setelah diadakan penelitian terhadap surat permohonan yang bersangkutan, masih belum lengkap dan kami kembalikan pada yang bersangkutan,” kata Anton.

Sementara Unggun mengaku baru berani menggelar perayaan tahun ini. Tujuan menggelar acara dengan mengibarkan bendera Indonesia dan Israel itu, katanya, agar Indonesia membuka hubungan diplomatik dengan Israel.

“Acara ini adalah inisiatif saya sendiri. Jadi, tidak ada kaum Yahudi yang menginisiatif ini, tidak ada sama sekali. Itu saya tegaskan untuk meralat berita-berita kemarin. Yang datang cuma 10 orang,” ucap karyawan swasta itu. Perayaan HUT Israel rencananya dilakukan 14 Mei 2011. Acara akan diisi dengan pembacaan Proklamasi, Pancasila, dan pengibaran Bendera Israel.

Langkah Polri yang menolak untuk memberi izin perayaan tersebut didukung oleh pimpinan DPR. “Kan Polri sudah menyatakan sikap, kita dukung Polri. Sikap Polri sudah benar,” kata Wakil Ketua DPR Anis Matta di gedung DPR, Jumat (13/5).

Menurut Anis, Indonesia tidak memiliki hubungan diplomatik dengan Israel dan Indonesia sangat mendukung kemerdekaan Palestina, maka perayaan HUT Israel yang menjajah Palestina tersebut bisa memprovokasi hubungan antarumat di Indonesia.

“Hal ini bisa memprovokasi hubungan antarumat beragama. Negara kita sikap resminya tidak mendukung. Dalam konsep konstitusi Israel adalah penjajah dan Indonesia mendukung kemerdekaan Palestina dari jajahan Israel. Ini ada upaya merusak hubungan beragama dengan Indonesia,” ujarnya.

Sedangkan, Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD mengatakan, wacana perayaan HUT Israel sebaiknya tidak dilarang. Pasalnya, menurut Mahfud, dalam konstitusi, selama tidak mengandung tindak kriminal, perayaan tersebut sah-sah saja jika dilakukan.

“Kan itu sama saja dengan kita memperingati Valentine Day dan sebagainya itu. Kalau menurut saya sih biarkan saja. Karena, kalau dibesar-besarkan, nanti malah merembet dan malah mempersoalkan hal yang sama nanti. Misalnya, dia nanya, kok yang lain boleh, kami enggak boleh,” jelas Mahfud kepada wartawan di Gedung MK, Jakarta, Jumat (13/5).

Dalam prinsip hukum, tambah Mahfud, perayaan tersebut juga dapat dilaksanakan jika memang tidak ada peraturan yang melarang. Namun, lanjutnya, perayaan tersebut dapat dilarang jika melakukan propaganda yang dapat mengganggu kedaulatan dan politik luar negeri Indonesia.
“Tapi ini kan seperti pengidolaan saja, jadi biarin saja. Nanti kan hilang sendiri, pengikutnya juga tidak ada,” jelasnya.

Sebelumnya, massa dari Gerakan Pemuda Islam Jakarta berunjuk rasa di depan Balaikota Jakarta, Jumat (13/5), menolak perayaan hari kemerdekaan ke-63 Israel. “Perayaan kemerdekaan Israel merupakan gerakan mendukung Yahudi secara terbuka. Gerakan itu dimaksudkan agar Indonesia membuka jalur perdagangan dengan Israel,” kata Ketua Umum Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Islam (GPI) Jakarta Raya Ahmad Sulhy di Jakarta.

Pihak GPI berusaha mendesak Pemerintah Provinsi DKI Jakarta yang akan dijadikan tempat perayaan untuk melarang kegiatan yang dapat menimbulkan kekacauan tersebut. “Perayaan itu berpotensi menimbulkan konflik horizontal antar-agama. Jika terjadi pembiaran, akan terjadi benturan fisik dan berpotensi pertumpahan darah,” ujarnya dalam orasi. (bbs/jpnn)

Kombinasikan Pengobatan dengan Ekstrak Herbal

Klinik Givana Medistra

MEDAN – Penyakit asma (Asthma). Siapa yang tidak mengenal penyakit ini. Penyakit Asma atau sesak nafas ini termasuk lima penyakit paru  utama yang menyebabkan kematian. Jumlah penderitanya juga terus bertambah.  Bahkan saat ini prevalensi asma di dunia mencapai 7 persen.

Asma adalah keadaan dimana saluran napas mengalami penyempitan dikarenakan hipersensitivitas terhadap rangsangan tertentu, yang menyebabkan terjadinya peradangan karena respos paru paru terhadap suatu ransangan.

Seperti serbuk, debu, bulu binatang, asap, udara dingin, olah raga,udara panas, rokok, kuman/bakteri. Asma merupakan penyakit sistem imonologi/kelebihan lendir di saluran paru paru sehingga menyebabkan saluran pernapasan tersumbat, factor tersumbatnya saluran pernapasan adalah genetic/keturunan atau factor lingkungan lainnya yang menjadi penyebab utama kematian (untuk penyakit saluran pernapasan).

Adapun tanda dan gejala penyakit asma diantaranya :
Pernafasan berbunyi (wheezing/mengi/bengek) terutama saat mengeluarkan nafas (exhalation). Tanda lain adanya sesak nafas sebagai akibat penyempitan saluran bronki (bronchiale), batuk berkepanjangan di waktu malam hari atau cuaca dingin.

Langkah tepat yang dapat dilakukan untuk menghindari serangan asma adalah menjauhi faktor-faktor penyebab yang memicu timbulnya serangan asma itu sendiri. Setiap penderita umumnya memiliki ciri khas tersendiri terhadap hal-hal yang menjadi pemicu serangan asmanya. Jika sedini mungkin diketahui, asma bisa disembuhkan dengan pengobatan dan pola hidup yang sehat. Pengobatan yang tepat juga sangat membantu penderita terbebas dari siksaan penyakit ini.

Klinik  Alternatif  Givana Medistra menggunakan sistem pengobatan dengan bahan alami yang cukup ampuh dan didukung dengan alat terapy khusus yang didatangkan dari Jerman. Terapi ini mampu membersihkan saluran paru paru dari lendir dengan mengkombinasikan formulasi ekstrak herbal berstandart international yang sengaja didatangkan dari beberapa negara penghasilan tanaman herbal terbaik misalkan China, Tibet, Mongolia, Eropa.

Pengobatan menggunakan bahan alami juga ampuh mengatasi penyakit asma dan paru paru lebih manjur di bandingkan pengobatan konvensional yang sering berefek ke lambung dan ginjal.

Klinik  Alternatif  Givana Medistra merupakan pelopor pengobatan ALTERNATIF asma dan paru paru pertama di Indonesia dan sudah membuka cabang di beberapa kota di seluruh Indonesia  seperti Jakarta, Bekasi,Bandung, Makasar, Bali,Pontianak, Banjarmasin, Jaya Pura, Monokwari, Timika dan Medan.

“Terapi asma dan paru – paru  yang dikembangkan dengan ilmu dan teknologi yang telah teruji secara klinis untuk menuntaskan asma dan paru – paru dalam waktu singkat,”ujar Givana Chaloge, terapis Klinik Givana Medistra.

Wanita cantik dari Brunei Darussalam  mengatakan, terapi yang dikembangkan klinik Givana Medistra ini berawal dari keprihatinan ratu Givana terhadap ketergantungan penderita asma terhadap obat – obatan kimia. ‘’Kenapa penderita asma harus tergantung dengan obat – obatan kimia yang ada pencajar virusnya, toh pada dasarnya tubuh manusia belum tentu tahan dengan obat – obatan kimia, dan sering menyebabkan konflikasi. Kenapa tidak mencoba mencari pengobatan yang mudah didapat dan aman bagi kesehatan,”ujarnya.

Berbeda dengan pengobatan alternatif lainnya yang biasa kerap dilakukan setengah – setengah dengan harga melambung tinggi, tanpa memperhatikan efek samping, seperti pemberian obat – obatan yang berbentuk serbuk jamu2an yang biasa berakibat paru – paru,  terapy  asma  yang ditawarakn  Ratu Givana tergolong sangat murah.

Klinik Givana Medistra yang terletak di Jalan Gaperta Ujung kompleks Graha Gaperta Mas no.69 R Medan ini  juga memberikan jaminan uang kembali jika pengobatan yang dilakukan pasien tidak berhasil. Adapun penyakit yang dapat disembuhkan lewat terapi di klinik Givana Medistra  adalah asma akut, bronchitis, paru – paru, pilek menahun, TBC, sesak napas, radang tenggorokan, polyp, batuk berdarah, sinusitis dan saluran pernapasan lainnya. (*/sih)

SHARP Meraih 2 Penghargaan Top Brand Platinum Award Periode 2000-2011

Sharp berhasil menyabet 2 penghargaan Top Brand Platinum Award periode 2000-2011. Selama 9 tahun berturut-turut Sharp telah memenangkan penghargaan pada kategori Televisi dan Lemari Es (2003-2011).

Top Brand merupakan wujud pengakuan dari konsumen terhadap sebuah merek, karena Top Brand merupakan hasil survei yang dilakukan terhadap konsumen dari hasil survey berskala nasional yang dilakukan Frontier Consulting Group bekerjasama dengan majalah Marketing.

Survei dilakukan di 6 kota besar (Jakarta, Bandung, Semarang, Surabaya, Medan, dan Makassar) dengan melibatkan 3.600 responden di Indonesia sebagai produk unggulan. Metodologi pengumpulan data yang dilakukan adalah wawancara langsung (face to face interview) dengan menggunakan kuesioner sebagai instrument pengumpulan data. Pemenang Top Brand dipilih berdasarkan hasil survei yang melibatkan tiga komponen yaitu, Mind Share (berdasarkan ‘top of mind’), Market Share (berdasarkan ‘last usage’), dan Commitment Share (berdasarkan ‘future intention’).

Dari ketiga komponen tadi, Frontier Consulting akan menentukan Top Brand Index (TBI). Skor TBI dihitung berdasarkan rata-rata ketiga komponen tersebut, di mana sebelumnya telah dilakukan pembobotan terlebih dahulu. Pembobotannya dilakukan berdasarkan expert judgement. Riset tersebut telah dilaksanakan selama 11 tahun kebelakang (2000 – 2011).

Top Brand Platinum Award hanya diberikan kepada merek-merek top yang telah menduduki posisi puncak selama minimal 8 tahun. Top Brand Platinum Award adalah simbol keperkasaan merek terpilih peraih Top Brand yang terbukti mampu mempertahankan prestasinya selama bertahun-tahun.

Dengan diraihnya 2 penghargaan tersebut, Sharp telah membuktikan kualitas produknya yang bermutu kepada masyarakat Indonesia. produk-produk berteknologi canggih dan terdepan dari Sharp, merupakan produk-produk yang dirancang untuk kepentingan dan selera pasar Indonesia, juga dengan fitur-fitur istimewa pada produk Sharp membedakan produk Sharp dengan produk sejenis lainnya.

Untuk mendukung pelayanan konsumen Sharp memiliki 27 cabang dengan 27 Service Center-nya sudah mengoperasikan 33 Sharp Direct Service Station (SDSS),  230 Sharp Authorized Service Station (SASS), dan 10 Sharp Service Representatif (SSR) yang tersebar di seluruh Indonesia dan merupakan unsur penting dalam usaha SHARP untuk memuaskan pelanggannya. (*)

Mangrove Sumut Makin Parah

MEDAN- Kerusakan hutan mangrove di beberapa daerah Sumut sudah semakin memprihatinkan. Karena itu perlu pencegahan dan penggalakkan kembali tanaman mangrove di daerah-daerah yang selama ini menjadi habitat mangrove. Upaya ini bisa dilakukan dengan membangun komitmen yang kemudian dibarengi dengan agreement secara bersama untuk menyelamatkan hutan mangrove.

Hal ini dikatakan Pelaksana Tugas (PLt) Gubernur Sumatera Utara (Gubsu) Gatot Pujo Nugroho, dalam sambutannya, saat melepas rombongan ekowisata kawasan pesisir, di Aula Martabe, Kantor Gubsu Jalan Diponegoro Medan, Kamis (12/5) lalu. “Komitmen tersebut tidak cukup dengan komitmen sepihak atau pemerintah pusat saja, tapi harus diikuti pihak terkait di provinsi dan kabupaten/kota serta seluruh masyarakat,” katanya.

Gatot mengatakan, komitmen penyelamatan hutan mangrove tersebut juga merupakan bagian dari program go green yang sudah dilaksankan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprovsu). Hal ini juga perwujudan dari pembangunan yang didasarkan pada pengentasan kemiskinan (pro poor), penciptaan lapangan kerja (pro job), dan pertumbuhan (pro growth) serta pembangunan yang berwawasan lingkungan (pro environment).

“Saya berharap, dengan adanya gerakan ekowisata ini menjadi momentum awal untuk menyelamatkan hutan mangrove di Sumut, khususnya di pantai timur. Sebab, tak bisa dipungkiri, kerusakan mangrove sudah semakin parah dari waktu ke waktu,” lanjutnya.

Dalam kesempatan tersebut, Gatot jga menginstruksikan kepada Badan Lingkungan Hidup (BLH) agar bisa menjalankan perannya sebagai supervise dalam program-program penyelamatan lingkungan. Sebab, katanya, keberadaan lingkungan yang mendukung akan memberikan nuansa nyaman dan aman bagi kehidupan.

“Masih segar diingatan kita, berbagai bencana alam seperti tsunami yang terjadi di beberapa daerah disebabkan karena kerusakan lingkungan. Namun, satu hal yang bisa kita jadikan pelajaran adalah daerah yang relatif aman dari musibah tersebut karena daerah yang masih terpelihara hutannya, termasuk hutan mangrove,” paparnya.

Sebelumnya, Kepala BLH Sumut Hidayati melaporkan, kegiatan ini didasari penurunan kualitas lingkungan hidup, terutama di kawasan pesisir Sumut yang identik dengan hutan mangrove. “Hal ini dikarenakan banyaknya alih fungsi lahan di kawasan tersebut,” katanya. (ari)