Home Blog Page 15291

Selangkah Lagi

Man United vs CHELSEA
MANCHESTER-Juara bertahan English Premier League (EPL) Chelsea tampaknya bakal kehilangan gelar. Kemungkinan itu semakin besar setelah sang rival Manchester United, menaklukkan anak asuh Carlo Ancelotti dengan skor 2-1 pada matchday ke-36 yang berlangsung di Stadion Old Traffiord, kemarin (9/5) malam.

Pada pertandingan itu tuan rumah mencetak gol cepat melalui aksi Javier ‘Chicharito’ Hernandez pada detik ke-37 serta Nemanja Vidic di menit ke-23. Sementara Chelsea meraih gol hiburan lewat Frank Lampard di pertengahan babak kedua.

Dengan hasil ini maka The Red Devils selain melakukan revans atas kekalahan 1-2 pada putaran pertama yang berlangsung 1 Maret 2011 lalu, di sisi lain, kemenangan itu kian mengokohkan posisi The Red Devils dipuncak klasemen, setelah mengumpulkan 76 poin. Praktis Wayne Rooney dkk hanya membutuhkan satu poin tambahan dari dua laga tersisa, yaitu kontra Blackburn Rovers (14/5) dan Blackpool (22/5).
Sementara The Blues tertahan di posisi kedua dengan 70 poin.

Peluang juara hampir pasti tertutup, karena selain harus memenangkan seluruh laga tersisa, yakni saat menjamu Newcastle (14/5) dan melakoni partai tandang kontra Everton (22/5), anak buah Carlo Ancelotti pun harus menunggu agar sang pemuncak klasemen kalah dalam dua pertandingan tersisa. Sungguh mustahil.

Sebelumnya, bek yang juga pemain senior di kubu Manchester United Rio Ferdinand telah memprediksi jika timnya akan mampu mengatasi Chelsea.

Perkiraan mantan pemain West Ham dan Leeds United ini disebabkan dua kekalahan yang dialami Chelsea di ajang Liga Champions, beberapa waktu lalu.

“Chelsea tahu kami bisa mengalahkan mereka. Pasalnya, mampu bermain cukup baik pada dua pertemuan di ajang Liga Chamnpions, utamanya pertandingan yang berlangsung di Stamford Bridge. Saya tahu, mereka akan terbebani dengan kemenangan yang kami raih itu,” bilang Rio Ferdinand, centre back Manchester United. (bbs/jpnn)

Thailand-Kamboja Gagal Akhiri Sengketa

JAKARTA – Kohesivitas ASEAN mendapatkan ujian. Upaya forum konferensi tingkat tinggi (KTT) organisasi negara-negara di Asia Tenggara tersebut untuk mencarikan solusi terhadap sengketa perbatasan Thailand dan Kamboja tidak mem bawa hasil alias gagal. Kedua pemimpin negara itu justru terkesan sama-sama tidak ingin mengalah dalam perundingan yang dimediasi oleh Indonesia kemarin (8/5).

“Belum ada jalan keluar,” tegas Menlu Thailand Kasit Piromya kepada wartawan setelah pertemuan trilateral (Indonesia-Thailand-Kamboja) berakhir tanpa menjelaskan secara detail. “Kami memerlukan pembicaraan lebih jauh setelah ini,” terangnya.

Indonesia menjadi tuan rumah KTT ASEAN tahun ini. Dalam pidato pembukaannya, Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyatakan bahwa tujuan pembentukan masyarakat ASEAN tidak akan tercapai tanpa perdamaian dan stabilitas dia antara negara-negara anggota.

SBY akhirnya setuju memediasi dialog antara perdana menteri (PM) dua negara itu terkait sengketa perbatasan yang telah menewaskan 20 orang dalam dua pekan terakhir. Akibat krisis di perbatasan tersebut, 100 ribu orang telah mengungsi. Sengketa atas kepemilikan kuil kuno yang diklaim kedua negara telah meletupkan sentimen nasionalis di antara rakyat kedua negara.

Namun, para analis berpendapat bahwa situasi politik domestik, khususnya di Thailand, justru memperparah isu sengketa itu. Misalnya, terkait popularitas pemerintahan PM Abhisit Vejjajiva jelang pemilu bulan depan. Kedua belah pihak terlihat enggan meredakan tensi yang memanas. Dalam sidang paripurna KTT ASEAN pada Sabtu lalu (7/5), PM Kamboja Hun Sen menyatakan bahwa tuntutan Thailand agar pihaknya menarik pasukan dari perbatasan sebagai permintaan yang tak masuk akal dan tak bisa diterima. “Thailand lah yang harus menarik pasukannya dari lokasi sekitar (wilayah sengketa),” tegasnya.
Dia mengingatkan, jika ASEAN tidak mengintervensi, sengketa perbatasan tersebut akan mengganggu pencapaian tujuan mulia negara-negara anggotanya.

“Siapapun tahu bahwa masalah perbatasan Thailand-Kamboja mengganggu suasana KTT dan sekaligus juga tantangan bagi ASEAN,” ujar Hun Sen. “Saya tidak yakin apakah masalah ini bisa diselesaikan. Tapi, pertemuan trilateral sangat baik,” tambahnya.

Merespons kritik tersebut, PM Abhisit menyatakan tidak bermaksud jelek terhadap negara tetangganya. Namun, setelah dialog tiga pihak (Thailand, Indonesia, dan Kamboja), “Kami mempunyai mekanisme bilateral yang berfungsi dengan baik,” terang Abhisit. (ap/afp/cak/dwi/jpnn)

Ranjau Antikendaraan Disebar di Misrata

TRIPOLI – Pasukan Muammar Kadfhafi dituding pasukan pemberontak memasang ranjau antikendaraan buatan Cina. Tudingan itu sesaat setelah adanya usulan verifikasi ranjau tersebut ke lembaga HAM Human Rights Watch. Demikian dilansir New York Times yang dikutip BBC, Minggu (8/5).

Ranjau tersebut dijatuhkan dengan parasut mini dari roket yang mengembang ketika mengudara, kata laporan koran Amerika New York Times, seperti dilansir BBC, Minggu (8/5).

Pasukan oposisi Libya mengatakan pasukan yang setia kepada pemimpin Libya Muammar Kadhafi membom tangki bahan bakar di Misrata, dan menyebabkan fasilitas tersebut terbakar. Misrata merupakan kota terbesar ketiga di Libya dan merupakan pelabuhan sangat penting bagi Libya.

Sebagian besar kota itu dikuasai oposisi yang mengangkat senjata untuk menumbangkan Kolonel Kadhafi, tapi mereka telah menjadi sasaran pengepungan selama beberapa minggu.

Lembaga HAM Amnesty International mengatakan serangan terhadap Misrata yang melibatkan penggunaan artileri berat, roket dan cluster bomb mungkin bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Pemerintah Libya sejauh ini selalu membantah laporan bahwa pasukannya menggunakan cluster bomb.
Menurut laporan di koran New York Times, lebih dari 20 ranjau Tipe 84 Model A asal Cina dijatuhkan di Misrata dari roket yang dilengkapi parasut mini Kamis larut malam. (bbc/bbs/jpnn)

Kesulitan Regenerasi, Promosi Lewat Hotel

Awa Odori, Tarian Tradisional Jepang yang Makin Tergerus Zaman

Mengunjungi Prefektur Tokushima, Pulau Shikoku, Jepang, tidak lengkap rasanya bila belum menyaksikan Awa Odori. Tarian tradisional tersebut menjadi puncak dari serangkaian festival rakyat yang menandai telah berakhirnya musim panas.

Jari-jari lentik empat bocah cilik bergerak lincah. Meski tidak seluwes para penari dewasa, tiga bocah perempuan dan seorang bocah lelaki itu terlihat amat bersemangat menggerakkan tangan dan kaki mereka mengikuti irama musik yang rancak.

Sesekali mereka terlihat saling lempar senyum dan mengangguk. Saat bocah lelaki melakukan kesalahan, berderailah tawa dari bibir tiga bocah perempuan tersebut.

“Awa Odori memang tarian rakyat. Siapapun boleh ikut menarikannya, seperti empat bocah kecil itu. Tidak perlu takut salah,” tutur Henki, pegawai Renaissance Naruto Resort Tokushima, kepada Jawa dua pekan lalu.
Saat itu, tepatnya pada 19 April lalu, hotel mewah di jantung Kota Tokushima (ibu kota Prefektur Tokushima) itu menyuguhkan Awa Odori. Menurut Henki, hotel tempatnya bekerja itu memang rutin menyajikan tarian khas tersebut kepada tamu.

Selain gerak tangan dan kaki yang relatif mudah, daya tarik dari tarian asli Tokushima tersebut adalah kostum para penarinya. Berwarna-warni dan sangat cerah. Kontras dengan warna kulit penduduk Negeri Sakura itu yang putih dan pucat. Perempuan dewasa yang memainkan tarian pemanggil roh tersebut itu juga memakai topi khas, seperti topi petani (caping) yang dilipat pada dua sisinya. Jadi, bentuknya lebih runcing dan ramping.

Sebagai rangkaian dari pesta rakyat, Awa Odori hanya dapat disaksikan setiap Agustus. Berbeda dengan penyajian di hotel, dalam festival tersebut, Awa Odori ditarikan oleh lebih banyak orang. Para penonton yang berjajar di pinggir jalan pun bisa ikut menari bersama.
“Gerakannya sangat simpel. Hanya tangan dan kaki yang aktif bergerak. Semua orang pasti bisa menarikannya,” kata pimpinan sanggar tari Uzuhio Ren.

Beberapa tahun terakhir, Uzushio Ren menjadi penghibur tetap hotel berarsitektur Romawi tersebut. Sanggar tari yang terdiri atas 100 orang itu memang cukup tersohor di Tokushima. Maklum, dari sekitar 800 ribu penduduk di sana, hanya 1-10 persen yang bisa menarikan Awa Odori. Uzushio Ren pun tidak pernah absen untuk meramaikan festival tahunan di prefektur yang dulunya dikenal sebagai Prefektur Awa tersebut.
“Tidak mudah mempertahankan tarian turun-temurun warisan dari nenek moyang ini. Apalagi, tidak banyak lagi generasi muda yang melirik Awa Odori,” ungkap pria paro baya yang didapuk sebagai pimpinan sanggar itu.

Buktinya, hanya ada empat bocah yang bergabung dengan sanggar tari tertua di Tokushima tersebut. Itu pun karena orang tua mereka sudah lebih dulu menjadi anggota Uzushio Ren.
Dari 100 orang yang menjadi anggota sanggar tari tersebut, tidak semuanya sebagai penari. Sekitar 10 orang berperan sebagai pemusik.

“Musik pengiring Awa Odori juga khas. Tidak seperti tarian lain pada umumnya,” kata Henki yang mendampingi rombongan Indonesia menyaksikan tarian tradisional tersebut. Musiknya sangat enerjik seperti gamelan pengiring kuda lumping di Jawa Tengah.

Alat musik yang ditabuh untuk mengiringi tarian unik tersebut pun tidak sembarangan. Semuanya adalah alat musik tradisional Jepang. Sebagian besar adalah alat musik yang dibunyikan dengan cara dipukul. Diantaranya odaiko, taiko, shimedaiko dan tsutsumi. Ukuran empat alat musik pukul itu beragam. Yang paling besar adalah taiko. Bentuknya mirip tifa dari Maluku. Tapi, ukurannya jauh lebih besar dan ditabuhkan dengan sepasang kayu.

Selain empat alat musik pukul tersebut, Uzushio Ren juga melengkapi iringannya dengan cika atau take. Meski cara membunyikannya juga dengan cara dipukul, materi pembuatan cika atau take itu berbeda dengan empat alat musik lain. Cika atau take terbuat dari bambu sepanjang 1-1,5 meter. Bentuk bambu itu dibiarkan seperti aslinya. Tapi, dengan desain khusus, bambu utuh itu mampu menghasilkan suara menarik.
Untuk melengkapi iringan musik yang rancak itu, Uzushio Ren juga menyelipkan kane. “Orang Jepang biasa menyebutnya lonceng kane,” kata seorang pria tua yang bertugas untuk memukul alat musik itu. Meski hanya terdapat satu kane, suaranya cukup dominan dalam rangkaian musik pengiring Awa Odori. Maklum, kane terbuat dari logam. Apalagi, kane sering dibunyikan selama tarian berlangsung.

Selain alat musik pukul, Uzushio Ren melengkapi keragaman musiknya dengan alat tiup. “Ini namanya yokobue,” kata seorang pemusik perempuan yang bertugas meniup seruling khas Jepang itu. Karena suaranya lirih, peniup yokobue selalu berdiri di depan alat pengeras suara. Dengan demikian, suara khasnya tidak tenggelam dalam alunan musik yang cenderung keras itu.

Regenerasi pemusik Awa Odori, kabarnya, sesulit mencari para penarinya. Dari sekitar 10 orang yang berperan sebagai pemusik, hanya ada seorang bocah lelaki yang ikut memainkan alat musik. “Namanya Shuugo. Usianya baru tujuh tahun,” ujar pemusik yang memainkan kane. Meskipun bersanding dengan rekan-rekan pemusik lain yang lebih senior, Shuugo tetap antusias memainkan odaiko yang melekat pada badannya seperti tambur.

Di akhir pementasan Awa Odori malam itu, Shuugo tiba-tiba menjadi populer. Itu karena alunan musik pengiring memainkan pertunjukan ekstra sekitar 15 menit. Setelah semua penari meninggalkan arena, para pemusik giliran memamerkan kemahiran mereka. Irama rancak dan penuh semangat membuat seluruh tamu hotel tetap bersemangat menirukan gerakan para penari Awa Odori sambil bergoyang.

Begitu musik berhenti, seorang nenek berkimono menyelipkan lembaran-lembaran yen ke balik baju Shuugo. Pipi bocah berambut cepak itu pun langsung memerah. Tidak mau kalah dengan nenek berambut ikal itu, beberapa tamu usia lanjut ikut menyawer Shuugo. Senyum bocah itu makin lebar. Malam itu, Shuugo pun panen yen.

Di era internet seperti kini, melestarikan budaya warisan leluhur memang bukan perkara mudah. Alat musik tradisional dan kostum berwarna-warni harus bersaing dengan senandung musik Barat dan pakaian ala Eropa yang lebih popular di kalangan generasi muda. Tetapi, upaya penggiat pariwisata Tokushima menampilkan Awa Odori di hotel-hotel populer patut diapresiasi. (hep/dwi/jpnn)

Jasad Nasrudin Dimanipulasi

Sejak kasus pembunuhan Nasrudin Zulkarnaen mencuat, Antasari Azhar berada di atas angin. Sebab, dua saksi ahli yang keterangannya diabaikan pihak pengadilan kembali memberikan keterangan yang meringankan Antasari di depan Komisi Yudisial (KY).

Dua saksi ahli yang sudah dimintai keterangan adalah ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) Abdul Mun’im Idris dan ahli information technology (IT) Institut Teknologi Bandung (ITB) Agung Harsoyo. “Yang belum tinggal ahli balistik (Maruli Simanjuntak),” kata Komisioner KY Suparman Marzuki kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos), Minggu (8/5).

Menurut Suparman, dua saksi ahli itu sudah menjelaskan secara lengkap hal-hal yang terkait dengan kasus pembunuhan tersebut. Keterangan mereka pun meringankan Antasari. Sebab, ada kejanggalan-kejanggalan saat peristiwa penembakan Nasrudin.

Namun, Suparman enggan merinci keterangan yang diberikan Mun’im dan Agung. Ditemui sesaat setelah menjalani pemeriksaan pada Senin (25/4) lalu, Mun’im mengatakan bahwa keterangan yang disampaikan kepada KY merupakan pengulangan di pengadilan.

Memang, dalam persidangan, Mun’im menerangkan bahwa kondisi jasad Nasrudin sudah dimanipulasi saat diterimanya. Maksudnya, keaslian jenazah tersebut sudah tidak terjaga.
Kondisi itu karena Nasrudin sudah dipindahkan dari rumah sakit. Sesaat setelah ditembak pada 14 Maret 2009, dia dilarikan ke RS Mayapada Tangerang. Namun, jasadnya kemudian dipindahkan ke RSPAD Gatot Subroto. “Mayatnya sudah tidak asli, seperti rambut sudah digunting dan lukanya dijahit,” terang ahli forensik Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) itu.

Mun’im lantas membeberkan faktor-faktor saat hendak melakukan otopsi. Misalnya, keadaan mayat baik dan barang bukti asli. “Akibat kondisi mayat (Nasrudin) seperti itu, tidak ada ciri luka tembak. Keaslian (jenazah) tidak terjaga karena sudah dijahit,” ungkapnya.

Dia mengatakan, Nasrudin meninggal karena dua tembakan. Hasil pemeriksaan forensik menyebutkan, korban meninggal akibat tembakan jarak jauh. Namun, menurut dia, pengertian jarak jauh itu bisa karena memang jarak jauh atau terhalang sesuatu. Saat memeriksanya, Mun’im mengaku masih menemukan dua peluru di kepala Nasrudin. Yakni, di sebelah kanan dekat telinga dan di batang tengkorak. Kedua peluru itu mengenai jaringan otak. Meski dalam kondisi penyok, peluru itu masih bisa dikenali tipenya, yakni berdiameter 9 mm.
Nah, diameter peluru itu yang kemudian memunculkan kejanggalan.

Sebab, dari keterangan ahli balistik Roy Haryanto, diameter peluru 9 mm tidak cocok dengan senjata yang ditunjukkan jaksa sebagai barang bukti, yaitu revolver kaliber 0,38 tipe S&W. Ahli menyebut peluru itu untuk senjata api jenis FN. Bukan hanya itu. Pistol tersebut juga dalam kondisi agak rusak, sehingga sulit dipakai.
Dalam keterangannya, Roy juga mengatakan, pistol revolver S&W yang digunakan untuk menembak Nasrudin tidak bisa dioperasikan oleh seorang amatir.

Setelah menyimak keterangan Mun’im Jumat (6/5) lalu, KY mendengarkan keterangan Agung Harsoyo. Memang, dalam persidangan Antasari sempat tersudut dengan keberadaan SMS yang menurut jaksa penuntut umum dikirimkan dari handphone Antasari ke handphone Nasrudin.

Suparman menerangkan, tujuan pemanggilan dua saksi ahli itu adalah untuk mengetahui seberapa jauh keterkaitan data dan kesaksian mereka dalam kasus ini. (kuh/fal/c2/agm/jpnn)

Yakin Antasari Kambing Hitam

Sejak Nasrudin Zulkarnaen tewas ditembak, Andi Syamsuddin penasaran. Adik Nasrudin itu tidak percaya bahwa kakaknya ditembak tanpa alasan kuat. Apalagi, selama ini Nasrudin bukan pribadi yang punya banyak musuh.

“Saya putuskan untuk investigasi sendiri setelah kakak meninggal,” kata Syamsuddin saat dihubungi dari Jakarta kemarin (8/5).

Syamsuddin juga tidak percaya ketika polisi menyatakan bahwa Antasari Azhar menjadi aktor intelektual di balik pembunuhan tragis itu. Setelah kematian Nasrudin, Syamsuddin menemui sejumlah pihak yang mengetahui kasus tersebut. Mulai Rani Juliani, sejumlah penyidik, bahkan juga Antasari. Terakhir dia menemui Antasari pada pertengahan Maret lalu. “Saya akhirnya percaya bukan dia pelakunya. Ada dalang di balik kasus ini. Itu yang harus diungkap,” katanya.

Syamsuddin mengatakan, investigasi yang dia lakukan menunjukkan bahwa bukan Antasari otak penembakan tersebut. Apa lagi dengan diperkuat pesan dari almarhum kepada dirinya. “Antasari memiliki kartu truf yang berbahaya kalau diungkap. Itulah mengapa diperkarakan,” ujarnya.

Antasari, kata Syamsuddin, hanya pihak yang dijadikan kambing hitam atas pembunuhan tersebut. Orang-orang yang berada di sekelilingnya dibikin sedemikian rupa untuk memperkuat dugaan bahwa lelaki kelahiran Bangka Belitung itulah yang merencanakan pembunuhan.

Lelaki berkumis lebat itu mengaku memiliki sejumlah informasi tentang pembunuhan tersebut. Dia juga memiliki data terkait dalang di balik rekayasa itu. Namun, dia menolak mengungkapkan. Dia khawatir dirinya justru akan diperkarakan jika membuka informasi itu. Sebab, kasus tersebut melibatkan sejumlah pejabat tinggi di Indonesia.

“Apakah LPSK (Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban, Red) bisa melindungi saya” Orang sekelas Susno Duadji dan Gayus Tambunan saja tidak bisa dilindungi. Apalagi, mereka menjalin kerja sama dengan kejaksaan dan kepolisian, bagaimana bisa independen kalau ada intervensi dari mereka,” katanya.

Karena itu, Syamsuddin hanya bisa memberikan dorongan moral. Dia tidak bisa terlibat lebih jauh terhadap kasus yang dihadapi mantan ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu. Dia juga menuntut Antasari lebih transparan dalam mengungkap pihak-pihak yang ingin memerkarakan dirinya. Sebab, selama ini Antasari cenderung tertutup setiap ditanya dalang kasusnya. “Soal kasus hukum, hanya Pak Antasari yang bisa terus mengungkap. Dia yang punya kartu,” kata mantan wartawan itu. (aga/c4/iro/jpnn)

15 Kg Ganja Diamankan

TANJUNG BALAI- Tim Sat Narkoba Kepolisian Resort Kota Tanjungbalai, Jumat (6/5) malam mengamankan 15 kg ganja kering siap edar.

Barang haram itu dibungkus tiga bal yang dibawa Zub boru Tarigan (45) dan Ros (45) warga Desa Kite Meranggun, Kecamatan Darul Hasanah, Kabupaten Aceh Tenggara. Sementara temannya berhasil lolos dari sergapan polisi. Informasi yang dihimpun, kedua tersangka berangkat dari Kuta Cane (Aceh) menaiki bus. Sesampainya di Kaban Jahe, kedua tersangka menaiki bus Sepadan jurusan Kaban Jahe dan  Pematang Siantar. Lalu sampai di Siantar, kedua tersangka melanjutkan perjalanan menuju Tanjungbalai.

Setelah sampai di terminal Tanjungbalai, kedua tersangka dan rekannya yang kabur menaiki becak bermotor menuju persimpangan jembatan dekat pasar TPO. Namun, sewaktu perjalan menuju pasar TPO, kedua tersangka dan rekannya yang kabur dicegat kedua laki-laki yang mengendarai sepeda motor.

Dimana kedua lelaki tersebut, memaksa kedua tersangka menyerahkan tiga bal tersebut, akan tetapi kedua tersangka dan rekannya yang kabur tidak mau. Akibat kedua tersangka tidak mau memberikan tiga bal ganja tersebut, maka terjadi keributan.

Polisi datang untuk mengamankan ribut-ribut itu. Lalu kedua tersangka diamankan sedangkan rekannya dan kedua lelaki tersebut berhasil kabur. Akhirnya kedua tersangka serta barang bawaan diboyong ke Mapolres Tanjungbalai. Sesampainya di Mapolres, ternyata barang bawaan kedua tersangka tiga bal berisikan daun ganja kering seberat 15 kg.

Kepada petugas, kedua tersangka mengaku bekerja sebagai kurir yang disuruh untuk mengantar ganja kering ke Kota Tanjungbalai. Upahnya jika berhasil barang tersebut mendapat Rp1 juta.
Kasat Narkoba Polres Tanjungbalai AKP D Pinem membenarkan penangkapan kedua tersangka tersebut.(sht/smg)

Mobil KUPJ Terbakar, Penumpang Terlantar

TEBING TINGGI- Nasib sial dialami 14 penumpang mobil sewa Koperasi Usaha Pinggir Jalan (KUPJ) jurusan Medan- Tanjung balai. Soalnya, bus dengan nomor pintu 345 ini, terbakar di Simpang Beo, Jalan Komodor Yosudarso, Kota Tebing Tinggi, Minggu (8/5) sekira pukul 12.00 WIB.

Begitu mobil terbakar, supir malah lari meninggalkan penumpangnya yang masih dikerumuni asap di dalam mobil. Tapi untung saja, para penumpang sempat menyelamatkan diri sebelum api membesar. Tidak ada korban jiwa, seluruh penumpang selamat tanpa mengalami luka-luka dan beberapa penumpang menderita kerugian puluhan juta rupiah.

Saksi mata, Salman mengaku terkejut setelah mobil KUPJ berhenti tiba-tiba di depannya mengeluarkan asap tebal pada bagian belakang mobil. “Asap hitam keluar dari belakang mobil. Penumpang sempat histeris, menjerit meminta pertolongan, langsung ku ambil batu dan memacahkan kaca samping. Penumpang ada keluar dari pintu dan kaca samping yang pecah untuk menyelamatkan diri,” beber Salman.

Penumpang mobil yang menderita kerugian, Apmaida (47) warga Dusun V, Desa Mekarsari, Kabupaten Asahan mengatakan mobil tersebut barangkat dari Medan pukul 09.00 WIB menuju Kota Tanjungbalai. Sempat beberapa kali mobil berhenti karena rusak di Tanjung Morawa dan Pasar Bengkel dan sang supir serap, cekcok dengan supir mobil KUPJ lewat handphonnya.(mag-3)
Perwakilan KUPJ Kota Tebing Tinggi Sitinjak mengatakan kepada sejumlah penumpang yang memiliki tiket agar memfotocopy tiket perjalanan tersebut. “Copi tiket kita kumpulkan untuk pemberitahuan ke kantor di Medan. Penumpang kita pindahkan ke bus yang lain untuk melanjutkan perjalanan kembali,” pungkasnya. (mag-3)

Siapkan Tim Hadapi Pilgubsu

MEDAN- Ratusan Tim Inti PPP Sumut menyiapkan kekuatan untuk memenangkan Pilgubsu 2013 mendatang. Tim ini akan bekerja secara maksimal untuk mendulang kemenangan agar calon Gubsu yang diusung partai berlambang Ka’bah ini dapat diterima seluruh lapisan masyarakat.

Hal itu diungkapkan Wakil Ketua DPW PPP Sumut, Aswan Jaya, SH kepada wartawan pada Silaturahmi dan Ta’aruh Pengurus Harian, Biro dam Lembaga DPW PPP Sumut, di Balai Rasa Sayang, Sabtu (7/5). Aswan yang juga menjabat sebagai Koordinator biro data, informasi dan komunikasi juga menjelaskan, tim inti ini sudah dibentuk dan telah melakukan berbagai pendekatan kemasyarakat sehingga calon Gubsu dari PPP yang akan mengusung Fadly Nurzal dapat diterima oleh masyarakat.

Tim inti ini adalah pengurus harian, lembaga dan biro-biro yang telah dibentuk dalam kepengurusan DPW PPP Sumut untuk periode 2011-2015 dan akan segera dikukuhkan melalui SK Pengangkatan dalam waktu dekat, kata Aswan Jaya lagi.

Secara terpisah, sejumlah elemen pemuda Sumatera Utara menyatakan sikapnya mendukung Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Partai Persatuan Pembangunan (DPW PPP) Sumatera Utara H Fadly Nurzal, SAg untuk maju menjadi Gubernur Sumatera Utara periode 2013-2018.

Dukungan yang datang dari Ketua Generasi Muda (Gema) Mathla’ul Anwar Kota Medan, Yuni Djamal Piliang, Wakil Ketua Gerakan Pemuda Alwasliyah (GPA) Sumatera Utara Syafruddin Ritonga, Wakil Ketua GPA Kota Medan Dedy Suheri, Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara M Sholeh Tanjung dan dari tokoh-tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU) Sumatera Utara diantaranya M Suheri Lubis, Habarol habibi, M Sulyan Pulungan dan Parulian Harahap.

Dukungan kepada H Fadly Nurzal tersebut, kata Ketua Gema Mathlaul Anwar Kota Medan Yuni Djamal Piliang karena sosok Fadly yang dinilai masih muda dan energik mampu memimpin dan membangun Provinsi Sumatera Utara untuk kesejahteraan masyarakat.
“Untuk itulah diminta kepada H Fadly  Nurzal SAg agar dapat maju sebagai Gubernur Sumatera Utara periode mendatang,” kata Yuni Djamal di Hotel Polonia Medan, Minggu (7/5).
Selain sosok muda dan energik, kata Yuni, sosok H Fadly Nurzal juga merupakan politisi muda yang saat ini menjabat sebagai Ketua Fraksi PPP DPRD Sumatera Utara. “ Dalam aktifitasnya di lembaga legislatif, Fadly terlihat sangat vokal dan konsen terhadap pembangunan dan kesejahteraan rakyat,” ujar Fadly.
Mantan Aktivis Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Sumatera Utara, ungkap Yuni, memiliki wa wasan yang luas terhadap berbagai persoalan, itulah sebenarnya yang sangat dibutuhkan masyarakat Sumatera Utara.
Sementara itu Wakil Ketua Pemuda Muhammadiyah Sumatera Utara M Sholeh Tanjung menambahkan, Fadly juga adalah tokoh muda yang memiliki intelegensia yang tinggi terhadap semua persoalan yang terjadi dimasyarakat.
“Sikapnya yang arif dalam berpikir, santun dalam bertindak dan cer das dalam mengambil keputusan mampu mengatasi berbagai persoalan yang terjadi, sehingga keputusan yang diambilnya akan memuaskan semua pihak, tanpa ada yang dirugikan,” kata M Sholeh lugas.
Sedangkan Wakil Ketua GPA Sumatera Utara, Syafruddin Ritonga menilai, Fadly Nurzal mampu memberi kesejukan bagi semua kelompok di Sumatera Utara, sehingga dapat dipastikan sosok Fadly Nurzal dapat terterima oleh semua kalangan.
“Fadly yang matang dalam berpolitik sangat tepat menjadi Gubsu periode mendatang. Ini adalah keputusan yang tepat bagi PPP. Dibawah kepemimpinanya dalam memimpin partai berlambang Ka’bah ini juga , beliau telah membuktikan keberhasilannya mengusung calonnya menjadi Gubsu pada Pilgubsu tahun 2008,” kata Syafruddin.(uma)
Selain PPP berhasil mengusung calonnya pada Pilgubsu 2008, kata Syafruddin, PPP Sumut dibawah kepemimpinan Fadly Nurzal kembali menunjukkan suksesnya dengan memenangkan beberapa pilkada kabupaten/kota di Sumatera Utara, seperti di Kab. Asahan, Kota Tanjung Balai dan Kota Binjai .
Sehingga wajar kalau memang sosoknya sangat tepat memimpin Sumut ke depan, yang saat ini tengah mengalami krisis sosok kepemimpinan. “Fadly selama ini dinilai masih bersih dan belum tercemar dalam melaksanakan tugas-tugasnya, baik sebagai wakil rakyat maupun sebagai Pemimpin Partai Islam (PPP-red) di Sumatera Utara,” ujar Syafruddin.(uma)

Soal Anggota Sat Pol PP, Komnas HAM Turun Tangan

BINJAI- Komisioner Pemantauan dan Penyelidikan Pelanggaran Komisi Hak Azasi Manusia (Komnas HAM) RI, Jhoni Nelson Simanjuntak didampingi Nurzaman, menemui Wali Kota Binjai, H Idalam, Jumat (6/5) untuk menanyakan nasib 310 honorer Sat Pol PP yang hingga kini belum gajian.

Kedatangan Jhoni juga berdasarkan laporan pihak Sat Pol PP, yang tak terima atas dirumahkan dan tak dibayarkannya gaji mereka selama 4 bulan. Untuk itu, Jhoni datang ke Binjai sekaligus ingin mengumpulkan bukti atas dugaan pelanggaran HAM yang dilakukan oleh Pemko Binjai.

Hasilnya, Komnas HAM melihat ada beberapa kejanggalan dalam pelaksanaan peraturan yang ditetapkan oleh Pemko Binjai, terutama kebijakan yang diambil oleh Kasat Pol PP, Rudi Hartono yang mengeluarkan Surat Perintah Tugas (SPT) kepada 310 tenaga honorer itu terhitung sejak Januari 2011.

“Surat itukan sudah bertentangan dengan surat edaran Wali Kota Binjai di Desember 2010, tentang larangan pengangkatan tenaga honorer atau sejenisnya berdasarkan dari Peraturan Pemerintah nomor 48 tahun 2005, dan PP nomor 6 tahun 2010 tentang Sat Pol PP yang menyebutkan bahwa petugas Sat Pol PP harus dari kalangan Pegawai Negeri Sipil (PNS),”ujar Jhoni.

Untuk itu kata Jhoni, setelah adanya kejanggalan itu, tidak tertutup kemungkinan telah terjadi kelalaian tugas yang dilakukan Kasat Pol PP itu. “Kalau bisa, hal ini menjadi perhatian dan yang bersangkutan dapat dikenakan sanksi sesuai dengan ketentuan yang ada,”tegas Jhoni.

Sedangkan mengenai tuntutan gaji yang disampaikan para anggota Satpol PP itu, Komnas HAM menyarankan Wali Kota Binjai, melaksanakan aksi sosial untuk membantu para tenaga honorer, baik yang ditempuh melalui jalur hukum maupun untuk ekonomi para tenaga honorer yang kini nasibnya masih belum jelas.

Sementara itu, Wali Kota Binjai, HM Idaham SH Msi, juga sempat memberikan keterangan kepada Jhoni Menurut Idaham, untuk menangani masalah ini ia telah mengajukan surat ke Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara (Men PAN). Namun, sampai saat ini belum juga mendapatkan jawaban.
“Kami simpati dengan usulan yang disampaikan oleh Komnas HAM terhadap nasib para Sat Pol P. Sedangkan kesalahan yang dilakukan oleh Kasat Pol PP itu, pihaknya akan melakukan penyelidikan, guna mencari tahu sejauh mana kesalahan yang dilakukan oleh oknum tersebut. Hal ini dilakukan, untuk dikenakan sanksi sesuai dengan aturan yang berlaku,”ujar Idaham.(dan)