Home Blog Page 15293

Mayat Mr X Hebohkan Labuhan

LABUHAN-Warga Dusun VI Desa Pematang Johar, Labuhan Deli, dihebohkan oleh penemuan sesosok mayat berjenis kelamin laki-laki yang tidak dikenal (Mr X, Red).

Mayat tersebut ditemukan oleh seorang pemulung dalam keadaan tersangkut di batu dengan kondisi telungkup dan badan sudah menggelembung di aliran sungai parit busuk di kawasan tersebut, Minggu (8/5).
Mayat Mr X tersebut diperkirakan sudah enam hari tewas. Pasalnya, kondisi mayat sudah membusuk dan sulit dikenali. Saat ditemukan, mayat tersebut mengenakan kaos warna kuning dengan celana jeans warna coklat. Sekilas, tidak ada bekas penganiayaan di tubuh korban.

Menurut keterangan di tempat kejadian perkara (TKP), seorang pemulung yang sedang mencari sampah dan cacing di sekitar parit busuk tersebut menemukan mayat itu sekitar pukul 08.00 WIB. Pemulung tersebut kemudian memberitahukan kepada warga. Dalam hitungan menit, tempat itupun menjadi ramai.

“Kemarin parit ini banjir, mayat tersebut diperkirakan berasal dari Medan karenakan aliran parit tersebut berasal dari parit busuk di kawasan Cemara Asri,” ujar seorang warga, Adi (23).

Tidak seorang pun warga mengenali mayat tersebut. Sekitar pukul 11.00 WIB mobil patroli Polsek Medan Labuhan terlihat datang ke lokasi dan menunggu jasad itu diangkat ke ambulan. Sementara itu, Kapolsek Medan Labuhan, Kompol Sugeng Riyadi, tidak bisa dihubungi dan Kanit Reskrim AKP, M Oktavianus, tidak mengangkat ponselnya. (mag-11)

Kurikulum tak Sesuai Penamaan

Dalam beberapa tahun terakhir, dunia pendidikan di tanah air akrab dengan istilah ‘KTSP’. Akronim ini aslinya merupakan singkatan dari Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Namun di lapangan kadang-kadang justru diplesetkan.

Satu di antaranya yakni seperti tertera pada judul tulisan. (Biasalah, orang Indonesia adalah jagonya kalau soal pleset-memlesetkan).

Tak jelas siapa pencetus plesetan di atas. Tapi setidaknya hal tersebut memang menarik untuk kembali dilirik. Masih pantas menjadi sesuatu yang perlu dibahas.

Jika dipikir-pikir, sesuai namanya, Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan semestinya menyerupai sistem kredit semester (SKS) di perguruan tinggi. Artinya, para peserta didik pada tiap satuan pendidikan (SMP & SMA) seharusnya tidak lagi dikelompokkan berdasarkan tingkatan-tingkatan kelas, semisal: kelas VII, VIII, IX dan seterusnya.
Otomatis, tak ada pula kategori naik atau tinggal kelas yang biasanya dicantumkan untuk menutup tahun pelajaran (tahun akademik bagi mahasiswa). Sebagai gantinya ialah meraih predikat ‘lulus’ atau ‘tidak lulus’ per mata pelajaran, semester demi semester.

Sekadar ilustrasi, kira-kira begini. Misalkan pada semester pertama seorang siswa mengikuti mata pelajaran Matematika I, Bahasa Inggris I, IPA I dan sebagainya. Dari sejumlah mata pelajaran itu barangkali ia akan lulus semua.

Tetapi tidak tertutup kemungkinan ada pula beberapa mata pelajaran yang tidak lulus. Demikian juga untuk semester-semester berikutnya.

Nah, jika setelah tiga tahun (6 semester) ternyata masih ada mata pelajaran yang belum lulus maka siswa tadi harus mengulang atau mengikuti kembali mata pelajaran-mata pelajaran yang dimaksud sampai ia dinyatakan lulus seluruhnya. Dengan kata lain, seharusnya dalam KTSP tidak mengenal adanya Ulangan Umum (apalagi Ujian Nasional), kecuali untuk keperluan ‘pemetaan mutu’ semata.

Karena KKM (Kriteria Ketuntasan Minimal) telah dipatok sejak awal dengan berbagai perhitungan dan pertimbangan.
Jadi, siswa-siswa yang masuk SMP atau SMA pada tahun yang sama belum tentu tamat pada tahun atau bahkan semester yangsama pula. Tetapi tergantung kepada prestasi yang mereka peroleh.

Namun tentu saja hal semacam itu sangat sulit dijalankan. Kita masih memerlukan sejumlah tahapan untuk mengarah ke sana. Sementara kurikulum yang dulu acapkali bergonta-ganti wajah dan penampilan sudah cukup merepotkan dan memberatkan banyak kalangan, terutama para guru selaku ujung tombak dunia pendidikan.
Umumnya para praktisi pendidikan kita (terutama bapak dan ibu guru) masih salah dalam mengartikan kurikulum yang diluncurkan sejak tahun 2006 lalu itu.

Sebagian besar terkesan kurang mampu memahaminya secara utuh, terlebih untuk menyusun dan mengimplementasikannya dalam proses belajar-mengajar yang dilakukan.

Singkat kata, belum dapat beradaptasi dengan format asli KTSP tadi. Padahal KTSP diberlakukan adalah dalam rangka melimpahkan wewenang yang cukup besar bagi setiap satuan pendidikan (sekolah) dan para guru untuk menentukan tingkat keberhasilan siswa-siswi mereka.

Artinya, jika sebelumnya aktivitas para guru hanyalah sebatas melaksanakan apa yang telah ditetapkan oleh pemerintah (depdiknas) maka sekarang fungsi dan peran para pendidik itu meluas menjadi penyusun dan   pengembang kurikulum, sekaligus sebagai pelaksananya.

Dengan demikian berarti Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan sejatinya merupakan penerapan otonomi sekolah. Jadi, setiap satuan pendidikan (sekolah) sesungguhnya berhak dan bahkan dituntut untuk membuat dan memiliki kurikulum sendiri (khusus) sesuai situasi dan kondisi di lokasi masing-masing. Sedangkan pemerintah hanyalah berperan memberikan acuan, yakni berupa ‘Standar Isi’ yang terdiri dari beberapa ‘Standar Kompetensi’ dan ‘Kompetensi Dasar’saja. Selebihnya adalah terserah kepada pihak sekolah untuk menyusun, mengembangkan dan melaksanakannya di lapangan.

Akan tetapi apa yang terjadi selama ini? Benarkah bapak dan ibu guru bisa berkreasi, berinovasi dan berimprovisasi? Jauh panggang dari api. Malah semakin banyak  intervensi yang datang dari sana-sini. Biasanya berasal dari oknum-oknum yang menjadikan bisnis sebagai orientasi. Akibatnya, kebanyakan guru justru terpaku (dipaksa mengacu) kepada LKS dan buku-buku yang sebetulnya tergolong tak bermutu.

Sangat boleh jadi merupakan hasil kerja yang dicetak/diterbitkan dengan sistem ‘kejar tayang’ alias terburu-buru.
Apabila hal itu masih terus berlangsung maka sesungguhnya para guru malah semakin bingung. KTSP takkan  dapat dijalankan sebagaimana mestinya. Nyaris serupa saja dengan kurikulum-kurikulum sebelumnya. Hanya sekadar bertukar nama. Hegemoni pemerintah (terutama dinas-dinas pendidikan di daerah) tetap mendominasi wajah dunia pendidikan kita. Maka tak perlu heran kalau sebenarnya KTSP hingga saat ini belum dapat menyumbangkan nilai tambah apa-apa kepada para lulusan SMP maupun SMA, disebabkan tidak ada relevansinya terhadap lingkungan sekitar mereka.

Oleh karena itu, tiada cara lain kecuali kembali ke konsep asli. Memberikan ruang yang seluas-luasnya kepada setiap sekolah (terutama para guru) untuk aktif berkreasi dan berinovasi merancang kurikulum dan perangkat-perangkat pembelajaran yang diperlukan.

Singkirkan intevensi, enyahkan campurtangan. Dari siapapun, dari pihak manapun. Kecuali sebatas memberi acuan sebagaimana telah disebutkan. Dengan begini barulah
KTSP benar-benar menjadi Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan. Bukan Kurikulum yang Tak Sesuai Penamaan.(*)

Oleh : Drs Halim Mansyur Siregar
Guru SMPN-2 Pegajahan Serdang Bedagai

Amuk Ronaldo

MADRID-Tim peringkat kedua klasemen sementara La Liga Real Madrid mengamuk saat bertandang ke markas Sevilla. Empat gol Cristiano Ronaldo dan masing-masing satu gol Sergio Ramos dan Kaka membawa Los Blancos menggasak Sevilla 6-2.

Bertandang ke Stadion Ramon Sanchez Pizjuan, Minggu (8/5) dinihari WIB, Madrid membuka skor pada menit 21 lewat gol Ramos yang dengan sundulannya menjebol gawang Sevilla.
Di menit 31, Madrid menggandakan skor jadi 2-0 lewat tendangan Ronaldo dari dalam kotak penalti meneruskan umpan sundulan Karim Benzema.

Tiga menit menjelang turun minum, Madrid mencetak gol ketiga atas nama Kaka. Pemain asal Brasil itu merobek jala Sevilla dengan tendangan kaki kanan tepat dari luar kotak penalti.

Sevilla sempat memberi sinyal bisa melawan ketika mereka memperkecil ketertinggalan jadi 1-3 di menit 61. Alvaro Negredo menyarangkan bola ke gawang Madrid dengan sepakan keras kaki kiri.

Tapi selang empat menit kemudian, Madrid menjauh lagi jadi 4-1 lewat aksi  Ronaldo.
Pada menit 70, Ronaldo membukukan hat-trick guna membawa Madrid memimpin 5-1.
Madrid mencetak gol keenam pada menit 75, kembali lewat Ronaldo. Benzema lolos di kotak penalti Sevilla dan dari dekat garis gawang ia mengirim umpan tarik kepada Ronaldo yang dengan satu sepakan ringan menceploskan bola ke jala Sevilla.

Sevilla mendapat gol hiburan kedua kembali berkat upaya Negredo di menit 84. Kali ini, Negredo menaklukkan kiper Iker Casillas dengan tandukan terukur menyambut tendangan sudut. Hingga pertandingan berakhir, skor 6-2 buat Madrid bertahan.

Bagi Ronaldo, keberhasilannya mencetak empat gol tidak lepas dari peran rekan setimnya.
“Untuk bisa mencetak empat gol bukan perkara mudah. Dan saya harus memberikan kredit khusus buat rekan setim yang terus membantu saya,” ujar Ronaldo selepas laga sebagaimana dikutip Goal, Minggu (8/5).
Kesuksesan ini pun sukses mengantarnya mengungguli Lionel Messi dalam perburuan trofi El Pichichi (top skor La Liga) musim ini.

Dengan koleksi 33 gol, Ronaldo unggul dua gol atas bocah ajaib Barcelona yang baru mengoleksi 31 gol. Namun, Ronaldo membantah anggapan yang menyebutnya mengincar trofi El Phichi karena tidak ingin menunjukkan diri masih lebih hebat dari Messi. “Saya tidak ingin memikirkan menyabet gelar top skor,” sambungnya.
Dengan kemenangan ini, Madrid pun berhasil berhasil mengikis selisih poin dengan Barcelona menjadi lima angka. Secara matematis, dengan tiga laga tersisa di musim ini, peluang Madrid untuk bisa menyalip Barca  masih tetap terbuka. (bbs/jpnn)

Kenapa Tidak dari Dulu Saja

Bahasa Indonesia Menuju Bahasa Resmi ASEAN

Langkah bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi di kawasan komunitas negara-negara Asia Tenggara sedikit demi sedikit mulai terealisasi. Setidaknya, Lembaga ASEAN Inter-Parliamentary Assembly (AIPA) Majelis Antarparlemen ASEAN atau sudah menetapkan bahasa Indonesia sebagai bahasa resmi di lembaga tersebut.

Ya, pada September tahun ini para delegasi AIPA akan menggelar pertemuan kedua di Kamboja. Pada pertemuan tersebut, para anggota delegasi dari negara-negara di Asia Tenggara, di antaranya, akan memutuskan bahasa resmi yang digunakan AIPA. Delegasi Indonesia untuk AIPA, Marzuki Alie, yang juga Ketua DPR RI, mengatakan, pada pertemuan AIPA pada 2010 di Hanoi, Vietnam, para delegasi mendukung penggunaan bahasa Indonesia.

“Baru dari AIPA, tapi belum dari anggota ASEAN,” kata Marzuki di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi ke-18 ASEAN di Jakarta Convention Center, Jakarta, Sabtu (7/5).

Menurut Marzuki, penggunaan Bahasa Indonesia di tingkat AIPA itu disepakati dalam pertemuan AIPA tahun lalu di Vietnam. Usulan tersebut diterima sebab Bahasa Indonesia dimengerti oleh hampir sebagian besar masyarakat di Asia Tenggara.  Selain itu, bahasa Indonesia juga termasuk dituturkan oleh  banyak orang (lihat grafis). “Jadi begitu kita sampaikan langsung, (bahasa) Indonesia, hampir sama dengan Melayu saling mengerti saling memahami. Begitu kita sampaikan dalam forum itu, semuanya menerima dan akan dimasukkan dalam statuta AIPA,” jelasnya.
Marzuki juga menambahkan Usulan ini sudah diterima seluruh delegasi. Pasalnya bahasa Indonesia yang berakar dari bahasa Melayu dipahami hampir semua anggota ASEAN yang berjumlah 10 negara. “Thailand salah satunya menggunakan bahasa Indonesia, Filipina Selatan menggunakan bahasa Indonesia, Malaysia bahasa Indonesia, Singapura bahasa Indonesia, Brunei juga. Jadi hampir sebagian anggota berbahasa Indonesia,” jelas Marzuki.

Pada kesempatan itu, Marzuki juga mengungkapkan AIPA dan ASEAN sepakat untuk saling memberikan pendapat sehingga bisa memperkuat tujuan bersama, yaitu terciptanya Komunitas ASEAN pada 2015. “Oleh karenanya ini adalah momentum yang baik, artinya sudah ada kesepakatan kita bahwa setiap ada ASEAN Summit dimintakan pendapat dari AIPA dalam berbagai aspek. Apa yang dihasilkan dalam forum AIPA itu diteruskan ke dalam ASEAN Summit,” jelasnya.

Kabar ini langsung mendapat respon positif dari masyarakat. Seorang warga , Arisman Muhammad (24), membaca usul menjadikan bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ASEAN sebagai upaya menawarkan kesatuan identitas untuk organisasi kawasan Asia Tenggara ini. Bagi mahasiswa S2 salah satu perguruan tinggi negeri di Bandung ini, ASEAN memang tidak memiliki satu identitas bersama yang dapat menunjang integritas, termasuk satu bahasa tunggal. Itu terjadi karena budaya negara anggota ASEAN berkaraktistik unik. “Sehingga identitas tunggal akan sulit tercapai,” kata Arisman.

Indonesia menetapkan Bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional guna mempersatukan beragam suku bangsa di Tanah Air yang bahasanya pun beraneka. Hal ini menjadi poin yang disampaikan seorang karyawati perusahaan swasta di Jakarta, Dinda Saraswati (29). Bagi Dinda, aspirasi menaikkan status bahasa Indonesia menjadi bahasa resmi ASEAN akan menambah kebanggaan rakyat Indonesia.

“Mungkin dengan bahasa Indonesia menjadi bahasa ASEAN, warga negaranya bisa lebih menghargai bahasa Indonesia dan kita jadi bangga menggunakan bahasa yang dipakai di ASEAN,” katanya.

Dari Medan, Yuni Batubara (35), menganggap hal ini sejatinya sudah seharusnya. Lulusan Sastra Jepang USU ini menguraikan sudah seharusnya Indonesia menjadi kiblat ASEAN. “Sudah harus itu. Kalau dilihat ke belakang, kita punya sejarah cemerlang. Sebut saja Sriwijaya, hingga Aceh. Pada masa itu, bahasa apa yang dipakai? Bahasa Melayu kan? Bahasa Indonesia kan bahasa Melayu, jadi kenapa tidak dari dulu saja, ” katanya. (bbs/jpnn)

 

Telkomsel Kelola IPv4 Terbesar di Indonesia

MEDAN- Telkomsel mendapatkan kepercayaan dari Asia Pasific Network Information Center (APNIC) untuk mengelola 4 juta alamat Internet Protocol (IP) tambahan. Dengan penambahan kapasitas blok akses internet publik ini, Telkomsel kini mengelola 5,5 juta alamat IP, menjadikan Telkomsel penyedia layanan internet dengan kepemilikan IP versi 4 (IPv4) terbesar di Indonesia.

Direktur Utama Telkomsel Sarwoto Atmosutarno mengatakan, kepercayaan ini diraih karena Telkomsel menjadi salah satu perusahaan telekomunikasi selular di Asia Pasifik yang sangat menjanjikan pertumbuhan penggunaan alamat IP dan berkomitmen besar untuk berinvestasi di teknologi yang berbasis IP.

Pada awal tahun ini APNIC dan Internet Registration Authorities and Registries (IANA) sebagai dua lembaga pengatur IP internasional mengumumkan keterbatasan alamat IP yang hanya berjumlah 80 juta. Dari jumlah tersebut, 32 juta di antaranya diperuntukkan bagi penyedia layanan internet di Asia Pasifik.
Sebelum penambahan blok baru ini, Telkomsel telah menggunakan 95 persen dari blok alamat IP yang ada. Penambahan kapasitas blok alamat IP sangat dibutuhkan untuk menjaga kontinuitas bisnis Telkomsel yang mengedepankan layanan berbasis data, mengingat ekosistem industri data komunikasi untuk IP versi 6 (IPv6) belum siap.

Dengan penambahan alamat IP ini, Telkomsel akan lebih leluasa dalam mengimplementasikan strategi pengembangan layanan new business berbasis data. Di samping itu, pengembangan layanan-layanan berbasis personal to personal (P2P) dan solusi bisnis bagi pelanggan korporat menjadi lebih mudah direalisasikan.
“Pemanfaatan semaksimal mungkin sumber daya yang telah dimiliki ini merupakan kunci untuk mendukung kesuksesan bisnis mobile broadband dengan layanan yang beragam sekaligus menjadi landasan untuk mewujudkan Telkomsel sebagai pemimpin di era beyond telecommunications,” jelas Sarwoto.

Saat ini Telkomsel melayani 100 juta pelanggan yang menunjukkan kesiapan melangkah menuju era beyond telecommunications dengan layanan yang berpusat pada data.

Kini Telkomsel siap mentransformasi 100 juta pelanggan menjadi pengguna, sehingga apa yang disediakan bukan lagi layanan dasar, tetapi layanan-layanan baru. (sih)

United dan Barca Berebut Ayew Sebelum Final LC

LONDON-Dua tim tangguh asal Inggris dan Spanyol, yang kebetrulan akan saling jajal pada final Liga Champons musim ini Manchester  United dan Barcelona dikabarkan sudah saling sikut untuk mendapatkan Andre Ayew, winger Olympique Marseille di pasar transfer musim panas mendatang.

Media Prancis melaporkan Sir Alex Ferguson, pelatih Manchester United, telah lama mengamati Ayew. Sepanjang musim ini, Fergie beberapa kali mengirim scout-nya saat Marseille bertanding di Ligue 1.
Corriere Dello Sport melaporkan Barcelona akan mencoba mendapatkan Ayew dengan melayangkan tawaran 9 juta euro.

Andrew Ayew masih berusia 21 tahun. Ia adalah putra Abedi Pele — mantan kapten Ghana dan Pemain Terbaik Afrika 1991, 1992, dan 1993. Ia juga produk sistem pembinaan usia muda Marseille, klub yang membesarkan sang ayah. Mengomentari rumor dirinya, Ayew mengatakan bahwa dirinya sangat senang diinginkan dua tim raksasa.
“Saya tidak bisa berkata apa-apa. Yang saya bisa saya katakan adalah senang mendengar dua klub besar Eropa tertarik mendapatkan saya,” lanjutnya.

Jika kabar itu benar, Ayew juga tidak tahu harus memilih yang mana. Baginya, Manchester United dan Barcelona sama hebat, dan bisa membantunya mewujudkan impian meraih gelar Liga Champions.
“Adalah impian setiap orang bermain dengan Barcelona dan Manchester United. Saat ini pun, dengan menjadi pemain inti Marseille, saya sedang menikmati hidup di alam impian,” katanya.
Musim lalu, Ayew dipinjamkan ke Arles Avignon. Ia mengantar klub itu promosi ke Ligue 1. (net/jpnn)

Tugaskan Polisi di Persimpangan

085274295xxx

Buat Kasat Lantas Poltabes di Jalan Asrama ada Pos Lantas tapi tidak ada petugas jaga di sana, apalagi sore hari. Kondisinya sangat semrawut. Kemudian di Jalan Bahagia Simpang Pasar Merah dan Jalan Abdul Rahman Hakim Simpang Halat tidak ada petugas, mohon kepada bapak Kasat Lantas untuk menempatkan petugas. Terimakasih buat Sumut Pos semoga tetap jaya.

Kami Siapkan Petugas

Sebelumnya, kami sampaikan terimakasih banyak telah peduli kepada kondisi lalulintas, kami jelaskan untuk pos yang ada di persimpangan Jalan Asrama tersebut belum selesai dikerjakan, sekarang ini  masih dalam proses pengerjaan, kemudian belum ada diserah terimakan  dari pihak ketiga. Kami masih menunggu itu, setelah diserah terimakan kami langsung isi petugasnya. Tapi, kami juga siapkan petugas di kawasan tersebut.

Sedangkan untuk dua persimpangan Jalan Bahagia-Jalan HM Jhoni dan Jalan Halat-Jalan AR Hakim, selama ini belum ada pos penjagaan. Bila diketahui kondisi lalulintasnya juga semrawut, maka kami akan koordinasi dengan Unit Lantas Polsekta setempat untuk mengaturnya. Terimakasih sarannya, semoga kita semua peduli kepada ketertiban lalulintas.

Kompol I Made Ary Perdana
Kasat Lantas Polresta Medan

Debut Indah Allegri

SEBELUMNYA hanya ada tiga pelatih AC Milan yang merengkuh scudetto pada musim pertamanya. Mereka adalah Arrigo Sacchi, Fabio Capello dan Alberto Zaccheroni. Kini, bertambah satu, dia adalah Massimiliano Allegri.
Pelatih berusia 43 tahun itu mencatatkan diri dalam sejarah klub setelah Milan memastikan scudetto ke-18 kemarin dini hari di Olimpico, Roma. Bagi Allegri, ini juga merupakan gelar pertamanya selama menjadi pelatih.

Wajar, sebelum melatih Milan, Allegri hanyalah pelatih klub-klub kecil. Paling banter adalah ketika membesut Cagliari pada 2008-2010. Itu adalah klub Serie A pertamanya. Sebelumnya di berkiprah di klub-klub kasta bawah seperti Sassualo, Grosseto, SPAL, dan Aglianese.

Sukses Allegri itu juga tidak lepas dari kejelian owner Milan Silvio Berlusconi dalam menunjuk pelatih. Sacchi direkrut dari Parma pada 1987-1988. Hasilnya langsung mengakhiri puasa scudetto selama sembilan tahun di musim pertamanya.

Kemudian giliran Capello. Dia datang sebagai pengganti Sacchi yang sarat prestasi. Capello dipandang remeh karena minim pengalaman. Hasilnya, dia membawa Milan juara pada musim debutnya (1991-1992) dan membungkam para pengkritik.

Pelatih ketiga adalah Alberto Zaccheroni. Gebrakan hebatnya bersama Udinese membuatnya diminati Milan. Pada musim pertamanya, Zaccheroni langsung  scudetto pada 1998-1999.  (ham/jpnn)

Urus Akte Lahir Pakai Surat Pengadilan

08126527xxx
Mohon pengertiannya kepada pemimpin Kota Medan yang utama Wali Kota Medan, kenapa sekarang mengurus akte lahir untuk anak terlalu rumit. Harus pakai surat dari pengadilan segala, kalau memang mau menciptakan proyek untuk dapat uang masuk, jangan rakyat kecil yang menjadi korban. Jadi saya mohon kepada Wali Kota agar dapat merubah sistem ini semua.

Amanat UU

Terimakasih pertanyaan, melengkapi surat pengadilan sebenarnya bukan kami persulit, ataupun bukan kebijakan kepala dinas dan Wali Kota Medan. Melainkan sepenuhnya sesuai dengan aturan UU No.23/2006 tentang Administrasi Kependudukan.

Di dalam aturan UU tersebut, disebutkan bagi anak yang sudah berusia 1 tahun ke atas dimulai lahirnya tahun 2006 diwajibkan melengkapi surat pengadilan.  Sedangkan, untuk kelahiran di bawah 2006 sesuai surat Mendagri tidak diwajibkan surat pengadilan, cukup dengan menunjukkan surat lahir dari bidan atau rumah sakit, kartu keluarga, akte kawain atau surat nikah.

Sebenarnya aturan ini sudah lama diberlakukan, bahkan daerah lain sudah melakukannya terlebih dahulu. Bila Pemko Medan tak juga melakukannya, tentunya akan dinyatakan tidak patuh terhadap aturan perundang-undangan. Sebelum diberlakukan amanat perundang-undangan tersebut, pada Maret 2011 hingga 11 April 2011 sudah diberikan tenggat waktu untuk diberikan kemudahan bagi warga yang mengurus akta kelahiran tanpa melengkapi surat pengadilan. Kalau sekarang sudah diberlakukan, bukan semata-mata kebijakan Kepala Dinas saja, melainkan kebijakan aturan.

Diberlakukannya peraturan ini, agar masyarakat tertib mengurus administrasi kependudukan, kemudian surat akta kehaliran ini sebenarnya bisa diurus gratis sebelum anak berusia 60 hari. Bila lewat 60 hari, dikenakan denda sebesar Rp10 Ribu. Sehingga, tak ada yang dipersulit dalam pengurusan akta kelahiran.

Darussalam Pohan
Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil Kota Medan

Buat Kerjasama Dengan Pengadilan

Sebagai negara hukum, aturan yang ada di negara kita harus dipatuhi dengan sebaik-baiknya. Karena negara tanpa aturan pasti tidak akan bisa tentram, dan masyarakatnya sejahtera.

Bila pada kesempatan kali ini ada sedikit kebijakan yang dibuat Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disduk dan capil) cendrung menyulitkan, tentunya harus dilihat kembali dalam kebijakannya. Apakah kebijakan semata-mata karena kemauan pribadi, atau adanya dasar aturan perundang-undangan. Bila jelas, kebijakannya karena undang-undang, tentunya sebagai warga negara yang taat atas azas perundang-undangan, maka kita semua harus mematuhinya.

Selanjutnya, Disduk dan Capil sebaiknya membuat kerjasama dengan pengadilan untuk mempermudah pengurusannya. Karena, masyarakat khawatir pengurusannya akan semakin sulit akibat banyaknya instansi yang didatangi.

Untuk itulah, marilah kita bersama membuat kebijakan tanpa harus membuat kesulitan bagi warga yang pasti akan menganut dan patuh terhadap undang-undang.

Ilhamsyah SH
Ketua Komisi A DPRD Medan

Wushu Terancam Karena Ketiadaan Dana

JAKARTA- Niatan tim wushu Indonesia proyeksi SEA Games 2011 meningkatkan performa dengan menggelar pemusatan latihan (TC/training center) di Tiongkok sedikit terhambat. Satuan pelaksana program Indonesia emas (satlak Prima) belum juga memberi kepastian pendanaan.

Sebenarnya, ketidakpastian ini sudah berlangsung sebulan lebih. Pengurus Besar Wushu Indonesia (PB WI) sejatinya telah menjadwalkan keberangkatan 18 pewushu untuk nomor taulo sejak April lalu. Namun, karena alasan tersebut akhirnya diundur pada awal Mei ini.

“Keberangkatan Mei ini harus diundur karena belum ada keputusan pasti dan pendanaan. Kami berharap segera ada keputusan sehingga persiapan kami semakin jelas. Jangan ditunda-tunda lagi lah,” ujar Sekjen PBWI Ngatino kemarin (7/5).

Menurutnya, dengan penundaan yang dilakukan berarti waktu latihan semakin berkurang. Harusnya, tambah Ngatino, apabila tim bisa berangkat April, mereka memiliki waktu tiga bulan memperbaiki teknik dan strategi. Sayang, hal itu akhirnya tak bisa dilakukan.

Padahal, lanjut dia, waktu TC di Negeri Panda, julukan Tiongkok, akan dimaksimalkan sebelum ditutup dengan mengikuti kejuaraan Dunia Wushu di Turki pada Juli mendatang. Setelah itu, PB WI akan mengirimkan mereka untuk turun di kejuaraan Wushu Asia pada Agustus mendatang.

Alasan bakal melakoni latihan di luar negeri itu pulalah yang membuat pelatnas wushu belum melakoni pelatihan secara terpusat. Selama ini, Susjana dkk. berlatih secara terdesentralisasi di tiga kota yakni Jakarta, Jogjakarta, dan Medan.

“Kami harus segera menyiapkan diri dengan lebih matang. Soalnya lawan-lawan kami di SEA Games seperti Vietnam dan Malaysia sudah menyiapkan diri dan melakukan TC lebih lama dari kami,” terang lelaki yang juga menjabat sebagai kepala bidang organisasi KONI tersebut.

Sedangkan, rencana untuk tim nomor shansou masih disusun pengurus dan pelatih. Rencananya, mereka menyusul ke Tiongkok pada Juli mendatang, seusai pelaksanaan kejuaraan dunia.

“Mereka akan berada di sana lebih lama karena mungkin berlanjut sampai September. Mereka harus benar-beanr matang dan TC juga berimbang antara taulo dan sanshou,” ucapnya.

Mundurnya pemberangkatan itu juga dibenarkan oleh pihak Prima, Paulus Pasurnay. “Kepala Bidang Kepelatihan Satlak Prima itu menyebut bahwa masalah pembiayaan yang mahal di Tiongkok menjadi kendala.
“Kami akan cari Informasi dahulu ke Tiongkok. Baru setelah itu, kami akan mengambil keputusan kapan memberangkatkan mereka. Karena setahu kami untuk saat ini masih sangat mahal dan belum sesuai dengan pendanaan kami,” ujarnya. (aam/diq/jpnn)