Home Blog Page 15322

Ibu dan Anak Kompak Bawa Sabu Rp2 Miliar

Jakarta- Petugas Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta berhasil mengamankan dua orang warga negara Iran, Z Moradinejad (70) dan anaknya H Fariborz (36). Penangkapan dilakukan karena keduanya membawa sabu sebanyak 1,3 kg, Kamis (28/4) lalu sekira pukul 23.00 WIB.

Penumpang pesawat Qatar Airways (QR 670) rute Doha-Jakarta ini membawa sabu dengan cara disimpan di dinding palsu koper (false concealment). “Petugas BNN dibantu tim Bea Cukai Soekarno-Hatta mengembangkan ke salah satu hotel di sekitar Salemba, Jakarta berhasil ditangkap seorang penerima inisial M (43) WNI. Nilai diperkirakan total sekitar Rp2 miliar. Tersangka mengaku sebagai penjual ban, atas kerja mereka itu akan diupah US$ 1.000. Tiket pesawat dan hotel disediakan oleh yang menyuruh yakni WN Iran berinisal MS,” ujar Kepala Seksi Penindakan Dan Penyidikan Bea dan Cukai Bandara Internasional Soekarno-Hatta, Gatot Sugeng Wibowo, Senin (2/5).

Pelaku dan barang bukti, kata dia,  dilimpahkan ke penyidik Badan Narkotika Nasional untuk proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut. “Sepanjang tahun 2011, Bea dan Cukai Bandara Soekarno-Hatta telah berhasil melakukan penggagalan upaya penyelundupan narkotika sebanyak 19 kali,” kata Gatot. (net/jpnn)

Ribuan TKI dari Arab Dipulangkan

PADANG-Kapal KM Labobar milik PT Pelni yang mengangkut 2.351 tenaga kerja Indonesia (TKI) dari Saudi Arabia yang overstayers (melebihi izin tinggal) dipulangkan Kementerian Sosial transit di pelabuhan Teluk Bayur, Padang, Sumbar, Senin (2/5). Ribuan TKI yang diangkut itu, rata-rata tidak memiliki paspor dan visa. Sebanyak 1.139 di antaranya berasal dari Jawa Barat, sementara sisanya tersebar di wilayah Indonesia.

Pejabat dari Kementerian Koordinasi Bidang Politik, Hukum dan Keamanan RI, Nugroho Mujianto mengungkapkan dengan dipulangkannya rombongan TKI ini, Kemensos masih memiliki pekerjaan rumah (PR) untuk memulangkan sekitar 40 ribu TKI ilegal yang saat ini masih bekerja atau tinggal pada penampungan di Saudi Arabia. Jumlah itu, merupakan jumlah perkiraan sementara, karena ada kemungkinan jumlah TKI ilegal akan membengkak setiap tahunnya.(mr/rpg)

Mandi Peluh Bersama Buruh

Rieke Dyah Pitaloka

RIBUAN buruh yang berunjuk rasa di depan Istana Negara kemarin (1/5), mendapatkan sedikit hiburan. Hal itu terkait dengan tampilnya Rieke “Oneng” Dyah Pitaloka sebagai salah seorang yang ikut berorasi. Bukan hanya demonstran, ratusan polisi yang berjaga juga ikut terhibur oleh kehadiran anggota DPR dari PDI Perjuangan tersebut.

“Kesejahteraan sosial tidak akan pernah terwujud tanpa jaminan sosial. Untuk itu, jaminan sosial mutlak harus ada di negara yang menginginkan rakyatnya sejahtera,” teriak Rieke di atas panggung mobil Federasi Serikat Pekerja Metal Indonesia.

Peluh yang mengucur deras tak menyurutkan semangat Rieke untuk terus berorasi. Dengan lantang dia berteriak bahwa perjuangan para buruh adalah perjuangan melawan kemiskinan dan kebodohan. (guh/jpnn/c9/nw)

Lagi, Perompak Somalia Sandera 13 WNI

JAKARTA- Perompak Somalia kembali beraksi. Sehari sebelum melepas kapal MV Sinar Kudus, ternyata perompak Somalia telah membajak kapal berbendera Singapura, MT Gemini, yang mengangkut 28 ribu ton minyak sawit. Didalam kapal tersebut terdapat 13 ABK (anak buah kapal) asal Indonesia.

Menteri Perhubungan, Freddy Numberi mengaku telah mengetahui hal itu, namun dia menilai pembebasan awak kapal yang disandera perompak Somalia merupakan tanggung jawab perusahaan Singapura. Meski begitu pemerintah Indonesia tetap akan berkoordinasi karena itu menyangkut nasib 13 WNI yang ada di kapal itu. “Kita akan lakukan kerjasama agar awak kapal itu bebas,” tukasnya.

Menurut perusahaan pemilik kapal, Glory Ship Management, MT Gemini itu membawa 28.000 ton minyak sawit dari Indonesia menuju Kenya. Kapal tersebut dibajak saat meninggalkan perairan Kenya menuju Somalia, Sabtu lalu (30/4). Di dalam kapal tersebut terdapat 25 awak kapal yang terdiri dari 13 orang Indonesia, tiga orang Myanmar, lima orang Tiongkok dan empat orang Korea Selatan.

Dia mengaku kejadian penyanderaan kapal milik Singapura tidak pertama kali terjadi saat ini saja, tetapi sudah beberapa kali sebelumnya. Mengenai nasib WNI yang menjadi awak kapal berbendera Singapura itu, Freddy menilai pemerintah tetap menginginkan agar pembebesannya dilakukan melalui kerjasama antar negara. “Tidak bisa kita bergerak sendiri-sendiri,” cetusnya.

Dalam rangka mengatasi perompak Somalia ini, Freddy mendorong agar Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) bertindak atas nama dunia untuk mengatasi gangguan pelayaran di perairan timur Afrika itu. Sebab, menurutnya, perlu kerjasama internasional yang solid untuk mengatasinya. “Masuk perairan Somalia saja sulit dan melanggar kedaulatan negara. Makanya perlu kerja sama dengan PBB,” tambahnya.

Lebih lanjut Freddy mengatakan, pemerintah akan mengkaji untuk menempatkan kapal perang TNI di perairan internasional di jalur-jalur rawan. Penjagaan dikhusukan untuk mengawal kapal-kapal berbendera Indonesia yang melewati perairan Somalia. “Kita saat ini masih mencari pola, apakah akan ada kapal perang TNI yang harus bersiaga disana untuk mengawal di tengah laut,” katanya. Namun begitu dia mengaku, jika itu jadi dilaksanakan pihaknya tetap tidak bisa menjamin keselamatan WNI yang jadi awak kapal asing. (wir/jpnn)

Rapat Paripurna Pemekaran Molor

MEDAN- Rapat Paripurna Pengesahan Tiga Provinsi Pemekaran DPRD Sumut, Senin (2/5), berlangsung molor dari jadwal semula pukul 14.00 WIB, tapi baru digelar pukul 17.25 WIB. Sampai pukul 15.30 WIB, rapat paripurna masih belum dilaksanakan, sementara di luar sebagian anggota pansus pemekaran, para undangan seperti Kasdam I/BB Brigjen TNI Murdjito, Kapoldasu, tokoh nasional Adnan Buyung, Bomer Pasaribu, Todung Mulia Lubis, kepala daerah kabupaten/kota yang tergabung dalam wilayah Protap, Prop Sutra dan Prop Kepni, juga pejabat Pempropsu sudah menunggu di ruang rapat paripurna.

Molornya rapat tersebut membuat sejumlah anggota DPRD Sumut geram. Salah satunya anggota DPRD Sumut dari Fraksi PDIP, Syamsul Hilal. Bukan itu saja, tokoh nasional Adnan Buyung Nasution dan Todung Mulya Lubis yang hadir sebagai undangan, akhirnya meninggalkan ruang paripurna di lantai 1 kantor DPRD Sumut.

Tepat sekira pukul 17.25 WIB, rapat paripurna tersebut akhirnya dimulai. Namun, rapat paripurna tersebut tidak bisa memberikan kesimpulan, apakah rencana pemekaran Provinsi Tapanuli (Protap), Sumatera Tenggara (Sumtra) dan Kepulauan Nias (Kepni) jadi disahkan atau tidak. Karena hal itulah, akhirnya rapat tersebut diskors dan belum diketahui kapan akan dilanjutkan.

Menurut Wakil Ketua Pansus Pemekaran DPRD Sumut, Taufik Hidayat kepada Sumut Pos, penyebab dari itu semua karena, pansus pemekaran dibatasi oleh waktu. Dimana jadwal paripurna tersebut, usulannya bukan dari pansus tapi dari pimpinan dewan melalui Badan Musyawarah (Banmus) DPRD Sumut.(ari)

Usai Berobat, Pegawai Bandara Diajak Jihad

Langkat – Nanda (19), pegawai bagian Boarding Pass di Bandara Polonia mengaku, diajak berjihad oleh Suriyadi (48) karyawan Pabrik Gula, Kwala Madu (PGKM) Desa Tandem, Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang, saat membuat pengaduan ke Mapolres Langkat, Senin (2/5).

Menurut penuturan  Ginting (51), ayah kandung Nanda, peristiwa ini berawal dari perkenalannya dengan Tanjung (49), kepala gudang di PGKM. Saat itu Ginting mengeluhkan penyakit anaknya (Nanda) yang tak kunjung sembuh akibat penyakit aneh yang diderita.

Mendengar keluhan Ginting, Tanjung lantas memperkenalkan dia dengan Suriyadi. Kebetulan, mereka sama-sama karyawan di pabrik gula tersebut, sehingga Ginting bersedia mencoba keahlian Suriyadi guna kesembuhan anaknya. Akhirnya Tanjung pun mempertemukan Suriyadi dengan Ginting. Saat itu, Suriyadi menyanggupi kesembuhan Nanda asalkan semua perintahnya dipenuhi. “Kalau Nanda ingin sembuh, bapak harus menuruti semua saran saya,”kenang Ginting menirukan ucapan Suriyadi.

Karena ingin segera menyembuhkan anaknya, Ginting pun setuju. Lantas pengobatan untuk Nanda pun dimulai, Suriyadi menyuguhkan segelas air putih yang telah dijampi-jampinya kepada Nanda. Sejak meminum air ramuan itu, penyakit Nanda mulai berkurang, namun Nanda seperti kehilangan akal sehatnya.
Dari sinilah ajakan jihad terhadap Nanda dimulai. Sejak diberi ramuan itu, Nanda mulai tidak bisa melupakan Suriyadi, hingga dia nekat lari dari rumah untuk mencari Suriyadi. (ndi)

Bayi Gizi Buruk Dirawat di RSUD Sultan Sulaiman

SERGAI- Bayi berusia 1,2 tahun bernama Andrewan, penderita gizi buruk dilarikan keluarganya ke RSUD Sultan Sulaiman untuk men dapat perawatan intensif, Senin (2/5). Menurut keterangan yang diperoleh wartawan koran ini di ruang Melur Anak, tempat bayi itu dirawat, bayi laki-laki itu memiliki berat badan hanya 5 kg.
“Normalnya bayi seusia ini beratnya sekitar 10-11 kg,” kata perawat yang menanganinya.

Amatan wartawan koran ini, bayi yang kelihatan sangat kurus itu diberi susu dengan menggunakan dot pengganti ASI. Sejumlah keluarganya tampak menunggu bayi tersebut. Sedangkan ibunya, Mawati br Siagian (23) dirawat karena menjalani persalinan anak yang kedua pada hari yang sama.

Pasien gizi buruk berasal dari Dusun V, Desa Gempolan, Kecamatan Sei Bamban termasuk keluarga miskin. Orangtua bayi tersebut tidak memiliki pekerjaan yang tetap, sehingga penghasilannya tidak mencukupi untuk membeli asupan gizi keluarga.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Pemerintah Kabupaten Serdang Bedagai, Drg Zaniyar ketika dikonfirmasi mengatakan, jika sudah mendapat perawatan sudah bagus. “Sudah dirawat berarti sudah baik. Tetapi memang sebelumnya harus dilihat dulu riwayat pasiennya. Apakah sebelumnya orangtua sudah berperan mendatangi Posyandu yang berada di desa,” bilang Zaniyar.

Ia juga meminta aparat desa untuk menggiatkan peranannya untuk mengajak warga mengunjungi Posyandu ataupun pelayanan kesehatan di Puskesmas. Sehingga dengan peran aktif semua pihak hal seperti ini dapat diminimalisir. (mag-15)

Dari Enam Saksi, Satu Diduga Pelaku

Pembunuhan Satu Keluarga

BINJAI- Kasus pembunuhan yang menimpa satu keluarga yakni Atu (65), kekek dari Kevin (5) dan Keren (4), yang juga menjadi korban, serta Ceni alias Ain (27) menantu dari Atu, hingga kemarin masih dilakukan penyelidikan olah Polres Binjai. Dalam penyelidikan itu, petugas sudah melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi, di antaranya Aseng (54), yang pada saat itu pertama kali mencurigai rumah korban dalam keadaan terkunci.

Selama melakukan pemeriksaan terhadap enam orang saksi tersebut, satu di antaranya dicurigai petugas sebagai pelaku. Namun sayangnya, petugas belum dapat membeberkan nama dan alamat saksi tersebut. Disebabkan masih terus dimintai keterangan.

Keterangan yang berhasil dihimpun wartawan koran ini di Polres Binjai, saksi yang dicurigai tersebut berinisial A yang diperkirakan berumur 20 tahun, warga Tandam, Kecamatan Binjai Utara.
Tak sampai di situ, sebelum kejadian pembunuhan itu berlangsung, seorang saksi yang dicurigai ini, diduga memiliki hubungan istimewa (pacaran, Red) dengan Ain (korban, Red). Dimana, saksi tersebut diduga dalam keadan mabuk menuju rumah korban guna meminjam carger HP.

Sesampainya di rumah korban, saksi yang dicurigai ini bertemu dengan mertua korban (Atu, Red). Dalam pertemuan itu, Atu tidak mengizinkan A masuk ke rumahnya dan menyuruhnya pulang. Sementara Atu langsung menutup pintu.
Saat Atu memutup pintu, di sinilah A diduga langsung memiliki pikiran untuk menghabisi korban. Dengan mencoba masuk dari pintu belakang dan berhasil, akhirnya ia menghabisi Atu serta menantu dan dua orang cucunya.

Selama menjalani pemeriksaan di Polres Binjai, saksi yang dicurigai ini, mengenakan pakian kaus warna hijau, celana jeans ponggol. Sementara, ciri-cirinya berkulit putih, badan kecil sedikit bungkuk dan rambut lurus sedikit panjang.
Meski saksi ini sudah dicurigai dan dimintai keterangan, tetapi sampai sore hari, Polres Binjai belum dapat memberikan keterangan yang jelas. Apakah saksi ini dapat ditetapkan sebagai tersangka atau tidak. Hal itu disebabkan, Polres Binjai masih mencari keterangan dari sejumlah saksi lainnya atau saksi tambahan untuk menguatkan.

Sementara itu, di Tempat Kejadian Perkara (TKP), di Jalan Rukam, Kelurahan Bandar Senembah, Kecamatan Binjai Barat, tim Indentifikasi Poldasu dan Polres Binjai, terlihat turun guna melakukan identifikasi atas kejadian tersebut.
Dalam identifikasi yang dilakukan, petugas tampak sibuk mengukur panjang dan lebar rumah korban, mencari sidik jari pelaku dan mencari hal-hal lainnya yang dianggap dapat mencari jejak pelaku.

Sepanjang tim identifikasi bekerja, puluhan masyarakat setempat dan warga lainnya terus berdatangan guna menyaksikan secara langsung cara kerja tim identifikasi tersebut. Selain itu, warga juga ingin mengetahui lokasi pembunuhan yang dinilai warga sangat kejam.

Meski banyaknya warga yang melihat, tetapi tugas tim identifikasi tampak tak terganggu. Sebab, di sekitar rumah korban sudah diberikan police line. Sehingga, warga yang melihat tidak dapat masuk ke dalam rumah. Sampai sore hari, warga yang penasaran  atas kejadian itu terus berdatangan guna melihat lokasi kejadian tersebut. Sementara, hasil dari identifikasi juga belum dapat diketahui.

Di tempat terpisah, tepatnya di persemayaman Jalan Anggur, Kecamatan Binjai Barat, puluhan warga dan sanak saudara ke empat korban sudah menanti, sekitar pukul 14.00 WIB, empat mayat korban yang dibawa menggunakan mobil Perhimpunan Sosial Tie Kong akhirnya tiba di lokasi persemayaman.

Begitu empat korban tiba, Ali anak Atu dan Singki adik Atu, tak kuasa menahan air matanya. Bahkan, akibat tak menyangka atas kejadian ini,  Ali dan Singki langsung lemas dan tak mampu untuk berdiri. Setelah diberi minum oleh keluarganya, akhirnya Ali dan Singki kembali tegar. Hanya saja, mereka terus mengeluarkan air mata atas kepergian Atu yang telah dibunuh oleh orang tak bertanggung jawab dengan cara yang sangat sadis.
Kapolres Binjai, AKBP Dra Rina Sari Ginting kepada wartawan mengatakan, pelaku pembunuhan belum dapat ditetapkan. “Kita masih terus mencari saksi tambahan, dan sampai saat ini kita belum dapat membeberkan siapa pelakunya,” ujar Rina singkat.(dan)

Identitas Korban Belum Diketahui

Pembunuhan di Kutalimbaru

MEDAN- Pihak kepolisian hingga kemarin belum mengetahui identitas korban pembunuhan yang ditemukan di lahan sawit milik warga di Desa Sukarende, Dusun I, Kutalimbaru, Minggu (1/5) kemarin. Namun begitu, polisi terus melakukan penyelidikan di sekitar TKP (Tempat Kejadian Perkara, Red) untuk mengungkap identitas pelaku dan motif pembunuhan tersebut.

Menurut Kanit Reskrim Polsek Kutalimbaru, Ipda Manis Sembiring, dari hasil penyelidikan sementara dari keterangan saksi yang berada di sekitar lokasi, tidak ada yang mengenal identitas korban. “Korban bukan warga sekitar sini, jadi kita masih terus melakukan penyelidikan untuk bisa mengungkap kasus pembunuhan tersebut,” ucapnya kepada wartawan, Senin (2/5).

Namun menurut keterangan warga, mereka melihat pelaku dan korban masuk ke areal lahan sawit tersebut. Menurut Manis Sembiring, warga mengetahui kalau pelaku dan korban baru pulang dari pemandian alam di wilayah Kutalimbaru. “Diketahui, pelaku dan korban masuk ke areal ladang. Tidak berapa lama keluar lagi usai menghabisi nyawa korban menggunakan pisau dapur dengan 9 luka tikaman di seluruh tubuhnya. Korban sempat curiga terhadap pelaku yang di bawah korban ke areal yang jauh dari pemukiman warga,” kata Sembiring yang mendapat keterangan dari beberapa warga yang dimintai keterangannya.

Sebelumnya, warga Desa Sukarende, Dusun I, Kutalimbaru menemukan mayat tanpa identitas diareal ladang sawit yang diduga dibunuh oleh temannya sendiri, kemarin (1/5) sekitar pukul 16.00 WIB.

Untuk menuju lokasi kejadian, jalan yang hanya setapak dan hanya dapat dilalui sepeda motor itu terdapat jurang dan tanaman warga di sisi kanan dan kiri yang dipenuhi lumpur. Mayat ditemukan dengan kondisi telentang serta hidung, mulut dan tubuh mengeluarkan darah. Lelaki yang diperkirakan berumur 24 tahun itu tewas dengan sembilan tusukan yaitu di dada dua liang, rusuk kiri satu liang, rusuk kanan satu liang, bahu kiri dua liang, punggung satu liang, lengan kiri satu liang, leher satu liang serta luka memar pada punggungnya dan didalam saku celananya terdapat pingset, dan uang senilai dua ribu. (adl)

Game Online Resahkan Masyarakat

LANGKAT- Nasyarakat Kabupaten Langkat meminta kepolisian merazia warung internet (warnet) . Pasalnya banyak sekali lokasi warnet disulap dan dimanfaatkan sebagai tempat berjudi berkedok game online. Tidak tanggung-tanggung omzetnya bisa puluhan juta rupiah.

”Ini cukup meresahkan kami karena, karena korbannya ada yang dari pelajar,” beber Edi, warga Langkat kepada wartawan, Senin (2/5). Masyarakat khawatir kondisi akan berlarut-larut dan membuat malas para pemuda di Langkat. Karena Keasikan permainan game online disusupi dengan judi. Di sisi lain dimanfaatkan para bandar judi untuk meraup keuntungan dari para pengunjung warnet.

Sementara Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi kepada wartawan mengatakan, akan menyikat habis praktik perjudian di wilayah hukumnya. Mantan Kanit Resum Polresta Medan inipun telah menjanjikan akan memberikan hadiah kepada siapa saja yang mau memberikan informasi tentang penyakit masyarakat tersebut, seperti judi dan lainnya. (omi)