Home Blog Page 15332

TBM Keliling Dira’s Hadir di Pameran Pendidikan dan Book Fair

MEDAN- Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Dira’s ikut ambil bagian dalam Pameran Pendidikan dan Book Fair 2011 yang digelar Dinas Pendidikan Kota Medan di Kompek Tapian Daya (PRSU)  Jalan Gatot Subroto Medan, (29/4) hingga (2/5).

Dalam pameran itu, PKBM Dira’s menghadirkan kreasi menarik berupa Taman Bacaan Masyarakat (TBM) Keliling Dira’s, yakni berupa becak yang dilengkapi dengan rak buku berisi buku-buku yang menarik dan layak untuk dikonsumsi semua lapisan.

Pimpinan PKBM Dira’s Dra Hj Dewi Iriani MPd mengatakan, ide dasar kreasi ini bermula dari komitmen dan buah karya para pengurus untuk mewujudkan keinginan masyarakat sasaran di sekitar lokasi PKBM Dira’s Jalan Bajak IV Ujung, Medan Amplas.

Masyarakat menghendaki adanya perpustakaan keliling yang mampu menjangkau masyarakat yang berada dalam jalan maupun gang-gang sempit di sekitar lokasi kegiatan yang sulit ditempuh oleh kendaraan roda empat.
Lebih lanjut Dewi mengatakan, kreasi ini adalah bentuk konkritisasi dari visi TBM Dira’s yakni “Menciptakan Masyarakat Sekitar TBM DIRA’S Berbudaya Baca (reading society) yang Sehat, Terampil, Terdidik, dan Berdaya Guna.

Atas komitmen yang gigih dan bukti nyata ini, dalam kegiatan Pameran Pendidikan Pameran Pendidikan dan Book Fair 2011 tersebut, stand PKBM Dira’s mendapat sambutan dan apresiasi hangat dari kalangan pemerhati maupun penggiat pendidikan yang berkunjung dalam pameran tersebut.

Selain itu momen Hardiknas 2012 ini, PKBM Dira’s juga  mengadakan Lomba Baca Puisi yang bertemakan tentang pendidikan. Perlombaan Puisi ini berlangsung Minggu, (1/5) di komplek TBM Dira’s Jalan Bajak IV Ujung No 28A Medan Amplas. Perlombaan puisi ini diikuti oleh kelompok ibu dan anak-anak.
Lomba baca puisi kelompok ibu menghadirkan Juara III (Ibu Rindi), Juara II (Ibu Yus) dan Juara I (Ibu Erna) sedangkan Juara Favorit (Ibu Jernih). Sedangkan untuk kelompok anak, juara sebagai berikut: Juara III (Lisa), Juara II (Alfi), dan Juara I (Nisa). (dra)

Rekaman Lengkap Kesaksian Korban Penganiayaan

Kejadiannya saya berangkat dari kantor jam 2 menuju Jalan Ayahanda mau pergi rapat. Karena belum makan siang saya singgah dulu di Jalan Adam Malik di rumah makan di dekat rel kereta api itu. Begitu saya turun kira-kira baru melangkah enam langkah begitu, tiba-tiba arah belakang mobil Eskudo muncul orang sambil berlari kecil menyemprotkan air baterai ke saya ke muka saya. Jadi saya mengelak sedikit begitu, kenaklah wajah bagian kanan begitu. Air keras…

Kemudian mungkin merasa belum puas dia semprotkan juga sekali lagi, saya tahan pakai tangan muka saya, kena tangan. Kemudian dia lari. Ee.., sudah ada temannya menunggu dengan sepeda motor begitu.

Berapa orang pelakunya?
Dua orang naik sepeda motor.

Kenal kamu pelakunya?
Pelakunya nggak-nggak kenal karena pergerakannya cepat sekali begitu.

Kira-kira apa sebab mereka melakukan itu?
E…e.., sejauh ini sih kalau dengan orang itu sendiri sih saya nggak pernah ada permusuhan. Tapi, yaa kebetulan, e…e…

Apakah pernah bermasalah dengan seseorang?

E…e.., ya saya pernah bermasalah dengan wali kota.

Wali kota siapa, pak, namanya?

Rahudman.

Bagaimana masalahnya?

Waktu itu tanggal 19 saya, e…e.., pertama ada undangan dari Bupati Labuhan Batu Selatan. E…e.., untuk makan malam pada tanggal 19, kemudian sampai jam 10 malam saya, e…e.., makan sama beliau, kemudian ada juga, e…e.., teman saya juga waktu itu, e…e.., anaknya menerima antaran untuk perkawinan. Ya, karena sudah diundang rasanya saya sih tidak enak begitu, nggak datang, lalu saya kejarkan juga kesana sebentar. Nah, kemudian setelah sampai di situ, e…e.., isteri Rahudman bawa teman saya, saya dan Pak Rahudman ini juga saya awal-awalnya baik, baiknya, karena saya berteman juga sama istrinya, lalu dia waktu pulang,  saya sampai di situ tempat teman yang antaran untuk pesta tadi, dia minta tolong antar dia pulang, pake mobil, itu malam 19 itu juga. Malam minggu itu, jadi dia berdua dan temannya, karena temannya itu mau turun di PRSU, saya antarlah mereka ke PRSU, kemudian ibu wali kotanya sendiri saya antar pulang, nah, e…e.., karena macet di PRSU, akhirnya kan agak terlambat pulang, saya antar ke rumah dinas begitu. Nah begitu sampai saya antar di rumah dinas, nah itu pun pada saat mereka saya antar itu, mereka duduk di posisi belakang, belakang mobil, seolah, dari muka seolah-olah saya itu supir begitu.

Waktu  saat sampai di sana, nah terus begitu saya mau keluar dari komplek perumahan dinas wali kota, disuruhnya tutup pintu gerbang, oleh satpam di situ ditutup, dipanggilnya saya, setelah dipanggilnya saya. Yang manggil, e…e.., Rahudman. Ya, karena saya merasa tidak bersalah, saya datangi saja, setelah saya datangi, pas dia pun berdiri dari tempat duduknya, dia memang lagi santai-santai duduk di luar rumah, dia pun agak mendatangi saya juga, nah begitu mendatangi saya, langsung dipukulnya muka saya dua kali.

Nah cuma ya karena saya merasa ya itu di halaman rumah dia, saya tidak mau bereaksi, saya diam aja. Kemudian ditarikkan oleh ajudannya saya, ditarikkan ajudannya, e…e.., kemudian saya naik mobil lagi. Udah naik mobil, saya mau keluar lagi. Begitu mau keluar disuruh tutup lagi, merasa dia belum juga puas, dipukulnya. Disuruhnya turun lagi saya, oleh Brimob yang menjaga di situ disuruh turun, suruh turun begitu saya turun. Dipukulnya saya lagi begitu, nah sekali lagi saya nggak berontak-berontak, nggak bereaksi begitu, saya diam aja. Nah kemudian waktu itu, e…e.., isterinya pun keluar, udah keluar istrinya kan dilihatnya ribut-ribut, ditarikkannya lah suaminya itu. Kemudian juga, apa itu namanya, e…e.., oleh ajudannya, siap itu kan saya langsung pulang, nah kemudian selang tiga hari kemudian anak dia yang perempuan datang ke rumah. Datang ke rumah e…e.., memanjat, jam 12 malam.

Anaknya siapa, tau pak, kenal?

Lina Mora. Nah datang jam 12 malam ke rumah, begitu, kemudian Mora ngetok-ngetok malam-malam kek gitu. Saya buka pintu, saya lihat anaknya, ada apa? saya bilang kek gitu, e…e.., saya mau nagih utang kata dia. Nagih utang saya, saya merasa nggak punya utang, saya bilang. Buka aja pintu dulu, saya ingin bertamu, kita bicara di dalam. Ini bukan jam bertamu lagi saya bilang, besok aja lah saya bilang, ini bukan jam bertamu saya bilang. Terus saya masuk, saya masuk ke dalam rumah, pulang aja kalian saya bilang, saya masuk ke rumah. Nah setelah saya masuk dalam rumah, dia panjat, dia panjat pagar rumah, kemudian, e…e.., dia dobrak rumah, dia tendang pintu rumah saya itu sampai jebol, buat keributan lah dia di dalam rumah saya, buat keributan dia di rumah saya, nah buat keributan, ya maki-maki lah dalam rumah saya itu. Entah apa-apa dia bikin maki-maki. Kemudian e…e.., tetangga pun ada sempat keluar, dilarang oleh tetangga kan begitu.

Jadi pak, menurut bapak ini ya, luka yang bapak alami ini kira-kira bisa, akibat itu juga?
Aaa..aaa…kita, dalam rangka hal seperti ini, saya belum bisa menuduh, menuduh begitu, kan begitu ya, tapi yang saya tahu saya selama ini saya tidak pernah punya musuh selain dia saya tidak pernah punya musuh. Nah kemudian pada hari itu juga, waktu pas malam itu juga saya langsung telepon si anu, si Rahudman. Waktu saya telepon Rahudman itu, ee.., itu didengar oleh ketua komplek saya, saya speakerkan, saya bilang sama dia, saya nggak bang, saya bilang sama dia, saudara tahu, saya bilang, kalo anak saudara sudah menyerang rumah saya, saya bilang begitu. Sekalian nanti saya mampuskan kamu katanya.

Harapan bapak dengan kejadian yang seperti ini apa pak? Bagaimana? Harapan Bapak?

Yah tentu saya, e…e.., harus mencari keadilan lah, nah yang pertama harapan sekarang adalah kita mencari pelakunya, nah mencari pelakunya dan cari siapa dalangnya, kan begitu. Meskipun dugaan kuat mengarah ke dia pak ya? Kalau selama ini sih, e…e.., saya saya tidak pernah punya musuh. (*)

Sebelumnya: Rahudman Aniaya Korban di Rumah Dinas

Rahudman Aniaya Korban di Rumah Dinas

MEDAN-Meskipun polisi belum melakukan pengusutan, wartawan Sumut Pos akhirnya mendapatkan rekaman video wawancara dengan Ir Masfar, korban penganiayaan yang dilakukan oleh Wali Kota Medan, Rahudman Harahap. Dalam wawancara berdurasi 9 menit 37 detik itu terungkap kalau korban dianiaya Rahudman di rumah dinas Wali Kota Medan.

Dalam wawancara itu korban masih terbaring di tempat tidur. Dengan kondisi terbata-bata, korban mengungkapkan kronologis kejadian yang menimpa dirinya. Menurut Masfar, awalnya bermula saat dia bertemu dengan istri Rahudman di acara antaran anak Bupati Labuhan Batu Selatan. “Karena sudah diundang rasanya saya sih tidak enak nggak datang, lalu saya kejarkan juga ke sana sebentar,” katanya.

Kemudian, katanya, yang punya hajatan meminta dia mengantar pulang istri Rahudman dan temannya. Karena Rahudman dan istrinya dianggap teman, Musfar mengantarkannya. Tapi, karena teman istri Rahudman mau turun di PRSU, Musfar mengantarkan ke PRSU, kemudian ibu wali kota diantarnya pulang. Karena macet di PRSU, agak terlambat sampai ke rumah dinas wali kota.

“Nah begitu sampai saya antar di rumah dinas, dia duduk di posisi belakang mobil, seolah dari muka saya supir,” katanya. Sampai di rumah dinas Masfar pun berniat keluar dari komplek perumahan dinas wali kota. Tapi, Rahudman menyuruh satpam menutup pintu gerbang. “Satpam kemudian memanggil saya, katanya dipanggil Rahudman. Ya, karena saya merasa tidak bersalah, saya datangi saja, setelah saya datangi, pas dia berdiri dari tempat duduknya yang lagi santai di luar rumah, dia pun mendatangi saya. Nah begitu mendatangi saya, langsung dipukulnya muka saya dua kali,” kata Musfar dalam rekaman itu.

Tapi, karena merasa berada di halaman rumah Rahudman, Masfar tidak mau bereaksi.

“Saya diam aja. Kemudian ditarikkan oleh ajudannya saya, kemudian saya naik mobil lagi. Udah naik mobil, saya mau keluar lagi. Begitu mau keluar disuruh tutup lagi, merasa belum juga puas, dipukulnya lagi. Disuruhnya turun lagi saya, oleh Brimob yang menjaga di situ. Begitu turun dipukulnya saya lagi. Lagi-lagi saya nggak berontak, nggak bereaksi, saya diam aja,” katanya.

Kemudian, lanjutnya, isteri Rahudman keluar. Dilihatnya ada ribut-ribut, ditariknya suaminya Rahudman. Kemudian oleh ajudannya Masfar disuruh pulang. Nah, berselang tiga hari kemudian, anak Rahudman yang perempuan datang ke rumahnya jam 12 malam. “Anak perempuannya berteriak-teriak di depan rumah saya sembari mengatakan, kalau dia mau menagih utang,” beber Masfar.

“Karena merasa nggak punya utang, saya bilang bukan jam bertamu, besok ajalah. Terus saya masuk ke dalam rumah, pulang aja kalian saya bilang,” kata Masfar.

Tapi, katanya, anaknya memanjat pagar rumahnya, kemudian mendobrak rumahnya. “Dia menendang pintu rumah saya sampai jebol,” katanya. Bahkan tetangga yang mendengarkan keributan itu sempat keluar rumah menonton aksi anaknya.

“Sejak peristiwa itu saya dan keluarga terus diteror oleh orang-orang suruhannya. Puncaknya penyiraman tepatnya pada Selasa (26/4) pagi, saat itu saya berangkat kerja dengan mengendarai sepeda motor tepat di Jalan H Adam Malik, saya diserempet oleh dua orang yang tidak saya kenal, mereka menaiki sepeda motor dengan memakai helm,” tegas Masfar.

Keduanya menyemprotkan air ke mukanya. “Saya sempat mengelak tapi wajah bagian kanan tetap kena. Seperti air keras,” katanya. Kemudian, mungkin mereka belum merasa puas kembali menyemprotkan sekali lagi. “Saya tahan pakai tangan muka saya, kena tangan. Kemudian dia lari,” katanya.

Akibatnya, wajahnya menjadi perih seperti terbakar dan berteriak minta tolong. “Karena sudah tidak tahan dengan rasa sakit, saya terjatuh tak sadarkan diri,” beber Masfar. Masfar juga tidak tahu siapa yang membawa dirinya ke rumah sakit. Sementara itu berdasarkan keterangan beberapa warga di lokasi kejadian, tak mau berkomentar.
“Tidak ada kejadian penganiayaan di sekitar sini. Kalau pun ada pasti kami tahu,” jawab seorang warga. Tapi, warga lainnya mengakui bahwa kejadian penganiayaan itu benar ada terjadi.

“Pemukulan seorang PNS itu dilakukan oleh beberapa orang laki-laki berpakaian safari. PNS itu dipukuli dan dikeroyok. Akibat pemukulan itu, pegawai PNS itu wajahnya berdarah-darah. Saat itu orang yang dipukuli memakai seragam PNS,” tegasnya.

Yang pasti, Polresta Medan sudah menerima pengaduan resmi dari keluarga korban dengan pelapor atas nama Sri Listrikaningsih (41), istri Ir Masfar. Laporan penganiayaan dan penyiraman soda api tertuang dalam Surat Tanda Penerimaan Laporan (STPL) Nomor: STPL/1033/IV/2011/SU/Resta Medan tertanggal 25 April 2011. STPL ditandatangani penyidik pembantu, Bripka Robert Panjaitan dan diketahui Inspektur dinas B, Aiptu Zul Efendi.
Untuk melengkapi berkas perkara, laporan pengaduan korban telah dilengkapi surat permohonan visum et repertum kepada pihak Rumah Sakit (RS) Columbia Asia Jalan Listrik, Medan dengan nomor R/169/IV/2011/Resta Medan.
Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang dikonfirmasi wartawan Sumut Pos, Rabu (27/4) lalu menjawab, “Percaya kau, abang kau ini kayak gitu. Itu kerjaan orang-orang syirik, yang nggak senang dengan abangmu ini,” tegasnya sambil menuju mobil dinasnya.

Kapolresta Medan Kombes Pol Tagam Sinaga tetap menutupi kasus tersebut. Menurut petinggi polisi Kota Medan itu, hingga saat ini polisi belum menerima laporan konkret dari korban yang kini dirawat di Rumah Sakit Columbia Asia di Jalan Listrik Medan. Makanya, polisi belum dapat melanjutkan penyelidikan terhadap pelaku.
“Sekali lagi saya katakan, polisi tidak bisa berandai-andai, harus sesuai dengan bukti-bukti dan fakta hukum. Dalam undang-undang itu tidak ada andai-andai,” kata Tagam.

Menurutnya, dalam membuktikan kebenaran hukum pihak kepolisian perlu adanya alat bukti dan fakta-fakta. “Kita tidak membutuhkan pengakuan atau pernyataan. Dalam penyelidikan untuk membuktikan kebenaran itu kita hanya butuh bukti dan fakta-fakta, nggak perlu ada pengakuan,” lanjutnya.

Diakuinya, polisi tidak berwenang memeriksa Rahudman Harahap sebagai Wali Kota kecuali atas persetujuan presiden. “Polisi tidak berhak memeriksa wali kota, tanpa ada persetujuan presiden,” urainya.

Menurut Tagam, polisi sangat responsif dalam menerima informasi dari semua pihak untuk mempermudah penyelidikan terhadap korban. “Pada prinsipnya kita cukup responsif dalam menerima informasi,” lanjutnya. Hingga saat, katanya, pihaknya masih melakukan penyelidikan,” katanya.

“Masih lidik sama seperti kemarin belum ada perkembangan,” katanya.

Saat disinggung soal indikasi dugaan keterlibatan Wali Kota Medan Rahudman Harahap sebagai pelaku penganiayaan? Tagam langsung marah.

Sementara Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso mengaku, pelapor masih dalam pemeriksaan. Namun Heru mengelak dan berdalih pelapor belum diperiksa secara lengkap. “Ya, masih pemeriksaan terhadapa pelapor. Pelapornya belum dapat diperiksa secara baik memang sudah dipanggil ke Mapolresta kemarin. Cuma yang bersangkutan belum hadir,” tandasnya.

Terkait pengamanan terhadap korban di rumah sakit, Heru mengaku, polisi tidak ada melakukan pengamanan terhadap korban. “Tidak ada pengamanan dari pihak kepolisian kepada korban,” katanya.

Minta Perlindungan DPD RI

Keluarga Masfar meminta perlindungan dan bantuan dari anggota DPD RI asal Sumatera Utara, Rahmat Shah. Rahmat Shah ketika dihubungi Sumut Pos mengaku, dia memberikan perlindungan bagi Masfar. “Kondisi Masfar sendiri sudah mulai membaik. Dia sudah tidak di ICU lagi tapi sekarang sudah di ruangan rawat inap di lantai 7 rumah Sakit Columbia Asia Jalan Listrik Medan,” tegas Rahmat Shah.

Sementara itu ketika disinggung soal penjagaan ketat yang dilakukan oknum-oknum, Rahmat Shah mengaku mereka itu adalah orang-orangnya. “Tidak ada anggota aparat. Itu orang-orang saya yang ditempatkan di ruangan itu untuk melakukan penjagaan. Hal ini mengingat jiwa korban masih terancam. Penjagaan itu saya lakukan karena keluarga korban datang dan minta perlindungan dari saya, untuk itulah saya lakukan karena nyawa korban terancam,” tegas anggota DPD RI dari Sumut itu.

Rahmat Shah juga mengakui penjagaan yang dilakukannya dengan menempatkan anggotanya, karena saat itu nyawa korban terancam.

“Saat itu belum ada anggota polisi satupun yang melakukan penjagaan. Setelah saya melakukan koordinasi dengan Kapoldasu, akhirnya petugas kepolisian ditempatkan di ruangan itu untuk menjaga korban,” tegas Rahmat Shah.
Siapa pelakunya kok dijaga ketat? “Saya belum bisa mengatakan apakah pelakunya orang-orang suruhan pejabat Pemko Medan atau tidak. Kita serahkan kasus ini pada polisi, biarkan polisi bekerja. Kalau pun memang pelakunya adalah pejabat itu, saya sangat sayangkan dengan perbuatan itu, saya juga meminta pada polisi untuk mengusut kasus itu,” tegas Rahmat Shah.

Sementara itu, Pengamat Hukum dari UMSU Farid Wajedi SH Mhum mengatakan, dalam mengusut pelaku penganiayaan yang diduga dilakukan oleh oknum pejabat teras Pemko Medan, polisi harus transparan dan harus berani tanpa memperdulikan kedudukan, jabatan, pejabat atau tidak. “Ya itu dong polisi harus terbuka tanpa pandang bulu apakah itu pejabat. Harus ditindak sesuai hukum,” ujarnya. (tim sumut pos)

Rekaman Lengkap Kesaksian Korban Penganiayaan

Peluang Naik Kasta

Persikabo v PSMS

BOGOR- PSMS membuka peluang naik kasta ke Indonesia Super League (ISL) setelah sukses lolos dari lubang jarum menuju babak delapan besar Divisi Utama Liga Indonesia, usai menekuk Persikabo dengan skor 3-2 di Stadion Persikabo Cibinong, Sabtu (30/4). Pasalnya, di saat bersamaan, pesaing utama PSMS Persih dan Persita bermain imbang 1-1 di kandang Persih. Dengan hasil tersebut PSMS berasa di urutan dengan poin terbaik 45.

Pada laga itu, PSMS tampil menawan. Sejak menit awal laga, serangan sudah dikuasai PSMS. Hal itu tampaknya tak disangka kubu Persikabo. Mereka lengah dan kerepotan mengawal pergerakan Gaston Castano dkk. Terbukti pada menit ketujuh PSMS sudah mendapatkan peluang emas lewat Ade Chandra yang lolos dari jebakan offside dan berhadapan dengan penjaga gawan. Sayang, sontekannya dimentahkan dengan sigap oleh kiper Persikabo, Wawan Darmawan.

Lima menit berselang, PSMS leading lebih dulu. Lewat kerjasama apik Alfian Habibi-Almiro Valadares-Gaston Castano di sisi kanan pertahanan Persikabo, terciptalah gol pertama lewat sontekan Gaston. Gaston mudah saja menyocor bola setelah menerima umpan silang mendatar dari Almiro Valadares. Skor 1-0 untuk PSMS.
Hegemoni atas gol itu langsung kandas satu menit kemudian. Tepat menit ke-12, Persikabo membalas lewat sontekan Jibby Wuwungan. Gol bermula dari tendangan bebas gelandang tim berjuluk Laskar Padjajaran, dan bola liar mendarat di kotak penalti sejurus kemudian disambut Jibby. Skor imbang 1-1.

Setelah gol itu, PSMS masih mengatur tempo serangan. Serangan masih dikuasai Faisal Azmi dkk. Tapi PSMS terkejut dengan gol Emeka Obidiah menit ke-15. Beruntung Emeka sudah berada di posisi offside. Tiga menit berselang, PSMS kembali digempur dan nyaris kebobolan karena koordinasi buruk di lini belakang. Beruntung Zainal Arif yang sudah tak terkawal gagal memasukkan bola ke gawang yang sudah kosong.

Setelahnya, PSMS balik menyerang. Menit 20, PSMS kembali unggul lewat sontekan Almiro Valadares. Bola dari sisi kanan PSMS diarahkan oleh Nopianto ke arah Gaston untuk selanjutnya diarahkan kepada Almiro. Dengan tenang Almiro mencocor bola dari kotak penalti ke dalam gawang. Skor 2-1 bertahan hingga turun minum.
Babak kedua, PSMS masih menguasai jalannya laga. Beberapa peluang emas masih tercipta. Namun gempuran dahsyat juga diperagakan Persikabo. Dan benar saja, menit 63, Persikabo mendapatkan hadiah penalti setelah Putra Habibi dianggap mengganjal Ilham Hasan. Zainal Arif dipercaya jadi algojo dan dengan mudah mengecoh Andy Setiawan. Skor 2-2.

Gol itu sempat membuat kubu PSMS lemah. Beberapa serangan selalu mengarah ke arah pertahanan PSMS yang dikawal Novi Hendriawan dan Putra Habibi. Beruntung PSMS masih bisa menyerang. Menit 67 Faisal Azmi dijegal di kotak penalti dan sempat mengerang kesakitan. Dan wasitpun menunjuk titik putih. Gaston Castano maju menjadi algojo. Seluruh kru PSMS tegang dan banyak yang tak berani melihat eksekusi penalti itu. Rupanya Gaston bermental juara dan tenang saja mengecoh penjaga gawang Persikabo. Skor 3-2 untuk PSMS bertahan hingga usai laga. “Kita jangan puas dulu. Masih ada pertandingan lainnya di babak delapan besar. Kita harus tetap fokus memperbaiki kondisi tim,” kata Suharto, Arsitek PSMS, usai laga. (ful)

Percepat Pembangunan, Kalau Tidak Pemekaran

Seminar Pemekaran Medan Utara yang Digelar Sumut Pos

MEDAN-Sumut Pos menggelar seminar sehari dengan topik Pemekaran Medan Utara di Ambang Mata, di Ruang Royal 2 Hotel Asean International Jalan HA Adam Malik, Medan, Sabtu (30/4). Para nara sumber yang hadir menyatakan ada yang setuju ada juga tidak.

Seorang nara sumber Wakil Ketua DPRD Kota Medan, Ikrimah Hamidy langsung mengaku, tidak setuju apabila Medan Utara dimekarkan. Alasannya, indeks prestasi manusia (IPM) yang ada di Medan Utara dibawah rata-rata IPM Kota Medan. Setelah ditelusuri permasalahan ini disebabkan oleh beberapa faktor. Pertama adalah faktor struktural artinya masyarakat di Medan Utara secara struktural tidak bisa menghadapi persaingan pasar akibat ketertinggalan pendidikan, sehingga masyarakat aslinya tertinggal oleh masyarakat pendatang oleh potensi-potensi yang dibutuhkan untuk masuk ke dunia kerja.

“Makanya saya tidak setuju Medan Utara dimekarkan. Pemerintah Kota Medan akan melakukan percepatan pembangunan Medan Utara agar masyarakat disana sejahtera,” ujarnya.

Sebenarnya, katanya, masalah-masalah yang ada di Medan Utara sudah tahu penyebabnya, sehingga pemekaran bukan jalan keluar untuk permasalahan tersebut. Inilah yang menjadi tanggungjawab Kota Medan untuk memberikan dan mencari solusi atas permasalahan tersebut untuk mensejahterakan masyarakatnya.

Solusi dilakukan secara bertahap dengan bekerjasama dengan masyarakat di Medan Utara. Secara sosial politik permasalahan tersebut disebabkan oleh oknum. Banyak oknum yang memback up perjudian dan prostitusi di sana. Ini merupakan masalah yang menyebabkan situasi sosial bertambah parah. Oleh karena itu, oknum  yang bermain di daerah tersebut harus diamankan oleh Polres KP3 Belawan. Apa gunanya Polres tersebut kenapa tidak digabungkan saja dengan Polresta Medan dan juga pengadilan dan juga kejaksaan.

Kedua yang harus dilakukan, harus ada instrumen ekonomi untuk dimasukkan ke daerah tersebut agar ekonomi di sana maju. Apabila hal tersebut dilakukan harusnya ada kebijakan dari kepala daerah jangan ada pengutipan pajak. Untuk wakil dari Dapil V, agar menggagas kemajuan ekonomi yang diharapkan oleh pemerintah pusat. “Hal tersebut bertujuan agar usaha-usaha yang berada di Medan Utara berkembang dan perekonomiannya maju,” tambahnya.
Dia mengatakan sekarang yang diperlukan mencari solusi ketertinggalan tersebut. “Jangan ada pengutipan pajak agar perekonomian di Medan Utara dapat berkembang dalam rangka kesejahteraan,” tandasnya.

Seorang tim pemrakarsa pemekaran Medan Utara, Awaludin mengatakan, kalau hanya alasannya IPM yang rendah, apakah pemerintah Kota Medan ada mengkaji bagaimana untuk memajukan IPM masyarakat di sana. “Pembangunan saja lamban, sekolah, universitas saja di sana sedikit bagaimana masyarakat mau berkembang,” ujarnya.
Dia beranggapan alasan Wakil DPRD Medan sangat premature yang megatakan tidak setuju untuk dimekarkan. “Harusnya kami ingin mendengar solusi dari permasalahan tersebut, dengan mengajak kawan-kawan dari Dapil V untuk berkumpul mencari solusinya,” katanya.

Tim pemrakarsa lainnya, Ibeng Syafruddin Rani mengatakan, pembentukan Kota Medan Utara merupakan bingkai demokrasi pemerataan pembangunan karena masyarakat Medan Utara sudah muak dengan janji-janji yang deberikan oleh Pemerintah Kota Medan, terhadap percepatan pembangunan di Medan Utara. Namun kenyataan di lapangan Medan Utara masih jauh tertinggal.

Seiring pertumbuhan ekonomi, pertambahan jumlah penduduk, ramainya pusat-pusat perbelanjaan, hiburan non stop 24 jam, taman lampu yang berwarna-warni menambah kesemarakan Kota Medan Metropolitan berbanding terbalik dengan daerah pinggiran kota khususnya di empat kecamatan belahan utara kota Medan yakni Medan Deli, Medan Labuhan, Medan Marelan dan Medan Belawan.

Hal itu, katanya, memicu persepsi baru bagi masyarakat Medan Utara pendapatan asli daerah (PAD) dari Medan Utara dibawa oleh pemerintah Kota Medan. Nah, salah satu tujuan dibentuknya sebuah daerah otonom agar terjadi pemerataan pembangunan, mempersempit jarak birokrasi dan transparan serta akuntabel dalam pengelolaan keuangan negara untuk pembangunan. Ketiga pilar tersebutr merupakan dasar filosofi terbentuknya undang-undang otonomi daerah nomor 32 tahun 2004 yang dipertegas dengan peraturan pemerintah nomor 78 tahun 2007, tentang pemekaran kota/kabupaten dan provinsi.

Ibeng menambahkan, pemerataan pembangunan untuk daerah penggiran khususnya Medan Utara dapat dijadikan bingkai kehidupan yang demokratis bagi kepemimpinan wali kota, Rahudman Harahap agar Medan Utara menjadi daerah otonomi. “Kami hanya meminta kepada Pemerintah Kota Medan agar dipercepat pembangunan di daerah Medan Utara atau kami minta rekomendasi untuk pemekaran,”ujarnya.

Dia juga menyindir pemerintah Kota Medan yang hanya menghadirkan wakilnya dari Bapeda, Zulkarnaen. “Kalau begini kan tidak ada niat baik Pemko Medan untuk melakukan percepatan pembangunan karena kedekatan masyarakatnya hanya diwakilkan. Apakah ini namanya kedekatan dengan rakyatnya,” tambahnya.

Ibeng juga mengingatkan kepada kawan-kawan seperjuangan di tim pemrakarsa Medan Utara, agar sama-sama memandang bijaksana permasalahan Medan utara. Kalau permintaan masayarakat Medan Utara yang meminta agar segera dipercepat pembangunan dan diberikan rekomendasi pemekaran, kalau tidak maka Medan Utara akan tertinggal sampai kapanpun, siapapun wali kotanya,” katanya.

Harapan warga Medan Utara untuk menjadi daerah otonom agar dapat membangun daerahnya sendiri merupakan perwujudan dari keinginan pemerintah dengan l;andasan UU dan PP. Kerjasama berbagai komponen dan elemen masyarakat sangat diperlukan, peran masyarakat, LSM, Akademisi, DPRD Kota dan pemerintah secara objektif sangat menentukan keberhasilan pembentukan Medan Utara yang sudah di ambang mata. “One team, one dream, one way (satu tim, satu mimpi, satu tujuan) untuk pembetukan Medan Utara,” tandasnya.

Sedangkan, Angggota DPD RI Parlindungan Purba mengatakan, tim pemrakarsa harus meyakinkan pemrintah Kota Medan untuk dilakukannya pemekaran. Karena tidak mungkin dilakukan pemekaran apabila pemrintah kotanya sendiri tidak sepakat, tentu yang baik apabila pemerintah dan masyarakatnya sepakat. Pemerintah Kota Medan harus segara memperbaiki infrastuktur yang ada di Medan Utara, bangun dulu pasar tradisional yang layak di sana supaya masyarakat tidak bosan dengan janji-janji pemerintah. Di sini, komitmen Pemko Medan sangat diharapkan. “Pemekaran suatu daerah boleh apabila arahnya mensejahterakan masyarakatnya,” ujarnya. (mag-11)

Kondom Pangeran William-Kate Middleton

LONDON-Pernikahan Pangeran William dan Kate Middleton memang mendatangkan rezeki bagi sebagian orang. Mereka membuat berbagai ragam pernak-pernik yang terkait dengan pernikahan keluarga kerajaan itu.

Perusahaan manufaktur Inggris, Crown Jewels Condoms of Distinction, melansir edisi kondom khusus tepat hari pernikahan 29 April dengan harga 8 dollar AS atau sekitar Rp 72 ribu. Kondom itu dibungkus warna pastel dengan foto William dan Kate.

“Dengan menggabungkan kekuatan dari seorang pangeran dan sensitivitas dari calon putri kondom Crown Jewels Condoms of Distinction akan memberikan kenikmatan dan gaya dari bersatunya keluarga kerajaan,” demikian isi rilis perusahaan tersebut. Selain itu beberapa merchandising yang dirilis terkait pernikahan Kate Middleton dan Pangeran William juga dijual oleh berbagai perusahaan di Inggris.

Tunda Bulan Madu

Teka-teki tentang bulan madu pasangan pengantin baru, Duke dan Duchess of Cambridge, William dan Kate, akhirnya terjawab. Kemarin (30/4), Clarence House (kediaman resmi William bersama ayah dan adiknya, Red) memastikan keduanya menunda bulan madu sampai waktu yang belum ditentukan.
Sebab, William sudah harus balik bertugas sebagai pilot tim SAR Angkatan Udara Inggris pekan depan. Sebagaimana dilansir BBC tadi malam, sebagai gantinya, William dan Kate akan menghabiskan akhir pekan ini di Inggris Raya. Tapi, tak diumumkan di mana persisnya. Bisa jadi di Skotlandia, tempat keduanya dulu berkuliah.

William juga punya rumah pribadi di sana. Begitu pula dengan lokasi bulan madu mereka nanti yang dipastikan di luar Inggris Raya. “Duke dan Duchess of Cambridge juga meminta privasi mereka dihormati pada hari-hari ke depan dan saat bulan madu nanti,” bunyi rilis Clarence House sebagaimana dikutip BBC.

Keputusan menunda bulan madu itu di luar perkiraan banyak pihak. Padahal, sebelumnya, Kenya, Skotlandia, dan Jordania paling diunggulkan di bursa taruhan sebagai tempat bulan madu William dan Kate. Tempat bulan madu itu menjadi bahan taruhan karena saking misteriusnya. Bahkan, sebagaimana dilansir Daily Mail, Kate pun tidak tahu diajak berbulan madu ke mana oleh sang suami.

Bursa taruhan terkenal William Hill pun “menyayembarakan” dengan nilai taruhan 5 ribu pounds. Hasilnya, tiga negara tersebut “Kenya, Skotlandia, dan Jordania” yang paling banyak dijagoi petaruh. Tapi, karena sudah dipastikan bulan madunya bakal di luar Inggris Raya, Skotlandia bisa dicoret dari bursa.

Dugaan kalau William dan Kate berbulan madu menguat setelah mereka sempat meninggalkan Buckingham Palace dengan menaiki helikopter. Kate mengenakan baju berwarna biru muda berteman jaket gelap. Sedangkan William tetap dengan “trademark-nya” selama ini, kemeja biru dan jaket navy.

Mereka sempat menyapa dan berbincang sejenak dengan dua petugas keamanan istana, lalu dengan pilot helikopter sebelum lepas landas. Beberapa petugas istana membawakan koper mereka plus satu buket bunga berwarna putih. Tapi, ternyata mereka hanya pergi ke wilayah Inggris Raya, meski tak disebutkan dimana persisnya.
Kenya banyak dijagokan karena di negeri Afrika itulah William melamar Kate. William juga dikenal sangat menyukai Benua Hitam tersebut. Sedangkan Skotlandia lebih dijagokan karena pertimbangan kedekatan. Apalagi, William punya rumah pribadi di negeri Britania Raya yang terletak di utara Inggris tersebut.(c4/ttg/net/bbs/jpnn)

Kurir Heroin Internasional Dibekuk Diupah Rp5 Juta

MEDAN- Dua wanita kurir narkoba jenis heroin dan sabu-sabu, masing-masing RR (22), warga Banda Aceh dan RL (25), warga Kisaran dibekuk Bea Cukai Teluk Nibung, Sumatera Utara, Sabtu (30/4) pagi. Petugas Bea Cukai mengamankan empat paket heroin berat 2.993 gram dan 1 paket sabu-sabu seberat 497 gram dari kedua kurir itu.
Kepala Wilayah Bea Cukai Sumatera Utara Maimun Sualiman di Kantor Bea Cukai, Bandara Polonia, Medan mengatakan, berdasarkan penyelidikan dan pemeriksaan Bea Cukai, diindikasikan jaringan RR dan RL ini merupakan jaringan perderan narkotika internasional.

“RR ini hanya sebagai kurir dengan upah sekitar Rp5 juta. Barang ini didapatnya dari wanita berinisial Y, yang juga merupakan warga negara Indonesia. Namun Y ini sudah cukup lama tinggal di Malaysia dan diindikasikan jaringan international,” tuturnya.

Maimun juga menjelaskan, RR dan RL direncanakan akan bertemu Y di Jakarta. Maimun juga mengatakan, rencananya heroin dan sabu ini akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya. “Sabu dan heroin ini akan dibawa ke Jakarta. Nanti di sana mereka akan bertemu Y dan menyerahkan barang-barang haram ini. Lalu, jika lolos dari pemeriksaan, rencananya sabu dan heroin ini akan diedarkan di Jakarta dan sekitarnya,” katanya lagi.

Dikatakan Maimun, penangkapan tersangka bermula dari pengamatan petugas KPPBC Tipe A3 Teluk Nibung yang mencurigai tersangka yang membawa barang bawaan berupa satu tas koper saat melewati X Ray. Dalam koper tersebut terlihat lima paket yang mencurigakan yang disembuyikan di dinding koper palsu (false concealment) yang akhirnya diketahui berisi empat paket Heroin dan satu paket sabu-sabu.

“Setelah diuji di Laboraturium BPIB terbukti kalau barang tersebut merupakan narkoba golongan satu. Estimasi nilai barang tersebut sekitar Rp 4 miliar,” ujar Maium.

Sementara Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Raden Heru Prakoso kepada wartawan koran ini menuturkan, RR dan RL diamankan saat menumpang Kapal Ferry MV Ocean Star II asal Port Klang, Malaysia. Dijelaskannya, kedua warga Negara Indonesia ini merupakan kurir narkoba atas suruhan bandar di Malaysia untuk membawa sabu dan heroin tersebut ke Indonesia.

“Kedua warga Negara Indonesia ini dibekuk saat dilakukan pemeriksaan X-Ray oleh Bea Cukai Teluk Nibung. Di dalam tasnya ditemukan sabu dan heroin yang disembunyikan di dinding palsu koper bawaan mereka yang disembunyikan bersamaan pakaian. Kalau ditotal, sabu dan heroin itu senilai Rp4 miliar,” jelas R Heru Prakoso, Sabtu (30/4) siang.
Sementara, Direktur Narkoba Poldasu Kombes Pol Drs Andjar Dewantoro MBA mengatakan, pasca diamankannya tersangka RR, pihaknya melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan wanita berinisial RL warga Kisaran, tiga jam pasca penagkapan RR.

Lanjut Andjar, RL adalah orang yang akan menjemput tersangka RR di Pelabuhan Teluk Nibung. Bahkan, menurut RR, dirinya bersama RL menjumpai Y di Malaysia sebelum dirinya membawa paket tersebut. Y merupakan wanita yang menyuruh RR membawa paket tersebut dengan imbalan Rp5 juta. “Y diduga otak kasus ini dan masih kita telusuri. Karena posisinya di Malaysia. Tentu kita akan bekerja sama dengan pihak Malaysia,” ujarnya.(jon/adl)

Penyeludupan Narkoba Rp4 Miliar Digagalkan:

  1. Jumat (29/4) malam petugas KPPBC Tipe A3 Teluk Nibung melakukan pemeriksaan X-Ray terhadap koper yang dibawa RR yang menumpang Kapal Ferry MV Ocean Star II, asal Port Klang, Malaysia.
  2. Dalam koper tersebut terlihat lima paket yang mencurigakan yang disembuyikan di dinding koper palsu (false concealment) yang akhirnya diketahui berisi empat paket Heroin dan satu paket sabu-sabu.
  3. Sabtu (30/4) dinihari, Petugas langsung mengamankan RR dan melakukan pengembangan.
  4. Tiga jam berselang, Dir Narkoba Poldasu berhasil mengamankan seorang wanita berinisial RL, warga Kisaran yang akan menjemput RR di Pelabuhan Teluk Nibung. Keduanya digelandang ke Mapoldasu untuk menjalani pemeriksaan.

 

Tak Disangka, Ia Kembali untuk Selamanya…

Pelajar SMP Hanyut di Sungai Bingai

BINJAI- Sungai Bingai memakan korban lagi. Kali ini yang menjadi korban, Iqbal (14), warga Perumahan BTN, Kecamatan Binjai Utara. Remaja yang bersekolah di salah satu SMP di Tanjung Balai ini terseret arus sungai ketika mandi-mandi bersama tiga remannya, Sabtu (30/4) siang pukul 14.00 WIB.

Menurut keterangan tetangga korban, sebelum Iqbal sudah dilarang untuk pergi ke sungai bersama tiga temannya. Namun, larangan tersebut diabaikannya. Berselang beberapa jam, teman-teman korban dengan nafas terengah-engah, memberi kabar bahwa korban telah hanyut.

Mendengar kabar tersebut, Linda, ibu korban, langsung menangis karena tak kuasa menerima kabar tersebut. Sementara, Yuli, ayah korban dan sejumlah warga, langsung bergegas ke sungai guna mencari korban. Namun, sesampainya di sungai, orangtua korban tak bisa berbuat apa-apa. Akhirnya Yuli membuat laporan ke Polsek Binjai Barat.

Selanjutnya, petugas turun ke lokasi dibantu petugas Dinas Sosial, Kota Binjai, guna melakukan pencarian terhadap korban. Meski sudah dilakukan pencarian, hingga pukul 18.00 WIB korban tak kunjung ditemukan.
Sementara menurut Muslim, teman korban yang mengaku sempat menolongnya, sebelum kejadian, Iqbal mengaku ingin buang air besar ke sungai. “Kami pun pergi ke sungai tempat biasa kami mandi. Tapi korban mengajak ke Sungai Bingai itu,” kata Muslim, seraya menambahkan, Iqbal memang asli warga Binjai namun dia bersekolah di Tanjung Balai bersama tantenya, dan ke Binjai hanya untuk liburan.

Setelah sampai di sungai yang dituju, korban langsung membuka baju dan celananya. Untuk selanjutnya, ia berjalan di pinggir sungai dan terpeleset. “Saya langsung mengejarnya untuk menelong,” jelas Muslim.

Namun, upaya Muslim terhambat oleh dalam dan derasnya air Sungai Bingai tersebut. “Saya sempat memegang tangan korban, tetapi terlepas. Setelah itu, saya tidak melihat korban lagi,” ungkapnya dengan mata berkaca-kaca.
Menurut Muslim, Iqbal rencananya ingin kembali ke Tanjung Balai hari ini (1/5). “Tak disangka ia kembali untuk selama-lamanya,” ungkapnya.

Menurut Darma, warga setempat, selama 2011 ini, sudah tiga orang yang hanyut di Sungai Bingai ini. “Kalau kejadian ini sudah sering, bahkan kejadian ini selalu terjadi setiap tiga atau empat tahun sekali,” ungkap Darma.
Lebih jauh dikatakan Darma, Sungai Bingai dapat dikatakan selalu mengambil korban yang mayoritas kalangan anak-anak. “Dalam tahun-tahun sebelumnya anak-anak juga, umurnya sekitar 13 sampai 15 tahun. Makanya, warga disini melarang anak-anaknya untuk mandi di Sungai Bingai ini,” ucap Darma.

Bukan itu saja, Darma juga mengatakan, kalau korban yang tenggelam terbawa arus Sungai Bingai ini, biasanya di temukan dua hari sesudah kejadian. “Kalau kali ini saya tak tahu pastilah, tapi biasanya, kejadian yang sebelumnya selalu ditemukan dua hari sesudah kejadian,” jelas Darma, seraya menambahkan, setiap korban biasanya ditemukan di lubuk tepat di tekongan hilir Sungai Bingai.

Sementara, keterangan dari tim Dinas Sosial, pencarian akan tetap dilanjutkan sampai korban ditemukan. “Iya, kami akan terus cari, dan kami sudah meminta petunjuk dari paranormal. Menurutnya, korban tepat di lubuk yang ada di tekongan hilir Sungai Bingai,” ujar Heri, petugas dari Dinas Sosial Kota Binjai itu.(dan)

Pembunuh Leo Chandra Dibekuk di Karo

MEDAN- Polsekta Pancurbatu meringkus Natanail Bangun (29), warga Desa Gongsol, Kecamatan Merdeka, Kabupaten Karo, yang diduga pelaku pembunuhan Leo Chandra (26), warga Jalan Rahayu, Medan Tembung. Natanail dibekuk di Desa Gongsol, Sabtu (30/4) siang.

Kanit Reskrim Polsekta Pancurbatu AKP Faidir Chaniago SH kepada wartawan Sumut Pos mengatakan, Leo Chandra tewas mengenaskan dengan tiga luka tusuk di rusuk sebelah kiri, leher dan di bawah ketiak akibat ditusuk Natanail Bangun bersama rekannya Dosin Sembiring, warga yang sama. Peristiwa itu terjadi Jumat (29/4) dini hari lalu. “Pelakunya berhasil kita bekuk di Tanah Karo, Sabtu siang,” kata Faidir.

Dijelaskannya, pembunuhan Leo Chandra terjadi di Simpang Amoy, Pancurbatu, dipicu aksi pelaku yang mabuk dan mengganggu Linda, teman wanita Leo Chandra. Saat itu, Leo dan Linda sedang makan jagung bakar di kawasan bakaran jagung, Berastagi. “Korban tidak terima teman wanitanya diganggu, lalu korban menegur kedua pelaku. Tidak terima dengan teguran korban, lalu kedua pelaku mengikuti korban. Ketika Leo Chandra bersama teman wanitanya pulang, di tengah perjalanan, tepatnya di Simpang Amoy, Pancurbatu, korban dihentikan lalu ditusuk para pelaku dan langsung kabur. Korban pun tewas di tempat,” bebernya.

Ditambahkan Faidir, tersangka lainnya diduga melarikan diri ke luar kota. “Diduga tersangka Dosin Sembiring melarikan diri ke Jakarta,” tambahnya.

Untuk tersangka Natanail Bangun dikenakan Pasal 338 subsider Pasal 340 KUHP dengan ancaman hukuman minimal 15 tahun penjara,” tambah Faidir Chaniago.

Hal senada katakan, Kabid Humas Polda Sumut AKBP Raden Heru Prakoso kepada wartawan Sumut Pos. Diterangkan R Heru P, turut diamankan sebilah belati beserta sarungnya, satu unit sepeda motor Shogun BK 6814 UP, helm warna biru, topi pet warna hitam dan satu HP warna putih dari tersangka. “Salah satu tersangka masih dilakukan pengejaran. Untuk tersangka Natanail Bangun masih dilakukan pemeriksaan lanjutan. Saksi yang dimintai keterangan yaitu teman wanita korban, Linda,” jelasnya.(jon)

Uya Kuya Promo Nexcom di Medan

MEDAN- Hari ini, Uya Kuya akan menghibur warga Medan di Brands Mobile, Jalan Bridgen Katamso Medan. Uya Kuya hadir di Medan untuk memperkenalkan produk handphone terbaru Nexcom NC-323. Selain itu, Uya Kuya juga akan menghibur masyakarat dengan permainan sulap dan hipnotisnya di lapangan Gajah Mada Medan.

“Penampilan Uya Kuya, selain untuk promo juga untuk menghibur masyarakat, karena itu jangan lupa untuk hadir di Lapangan Gajah Mada Medan Minggu (1/5) siang nanti,” ujar Joni dari Brands Mobile kepada wartawan. Selain itu, berbagai aneka games yang disertai dengan canda juga akan dihadirkan dalam acara ini. “Yang pasti acara jumpa dengan Uya Kuya akan selalu memberikan kejutan,” ujar Joni.

Disebutkan Joni, Nexcom NC-323 akan dibandrol sebesar Rp269 ribu, sedangkan harga selama pameran sekitar Rp199 ribu. Pameran ini dilangsungkan di Brands Mobile sejak 29 hingga 30 April lalu. Berbagai macam fitur ada di handphone ini, mulai dari Kamera, radio FM, MP3 dan MP4. Bahkan untuk kamera dapat menghasilkan foto close-up. Karena pada kamera terdapat menu Image viewer, Camera setting, Image settings, scene mode, dan restore default dengan pencahayaan ruang yang cukup.(mag-9)