31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15438

Sehat, Cicit Soeharto Tetap Tinggal di Rumah Sakit

JAKARTA- Jajaran Direktorat Narkoba Polda Metro Jaya belum berani memeriksa Putri Aryanti Haryowibowo. Alasannya, masih menunggu surat keterangan dari dokter RS Polri Kramat Jati jika Putri benar-benar sudah sehat. Padahal, seluruh tim dokter sudah merekomendasi jika Putri pulih dan boleh diperiksa lagi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Baharudin Jafar di Jakarta (7/4) mengatakan, pihaknya belum menjemput Putri dari RS Polri Kramat Jati. Sebab, Polda Metro Jaya belum menerima surat rekomendasi dari dokter jika Putri sudah sehat atau sembuh.

Perwira dengan tiga melati di pundak itu menerangkan, polisi akan bertindak sesuai prosedur. Jika surat rekomendasi sudah di tangan, polisi akan segera menjemput Putri untuk dijebloskan kembali ke tahanan Polda Metro Jaya. Dia mengatakan jika jajaran Polda Metro Jaya tetap berkoordinasi dan memantau langsung kondisi Putri. “Pantauan kami, dia masih dirawat,” tuturnya.

Lantas, kapan Putri akan dijemput? Baharudin tidak menjawab tegas. “Karena ini menyangkut kesehatan, keterangan utama dari dokter,” ucapnya. Selama belum ada keterangan sehat dan boleh menjalani pemeriksaan, matan Kabid Humas Polda Sumatera Utara itu mengaku, Putri tetap akan dibantarkan.

Meskipun waktu perawatan Putri berlarut-larut, Baharudin mengatakan tidak berarti anak Ari Sigit itu bebas dari pemeriksaan lanjutan. Dia mengatakan, penyidik masih akan melakukan pemeriksaan lagi. Pemeriksaan itu dilakukan untuk penyempurnaan berkas yang akan diajukan ke kejaksaan. “Tetap akan kami periksa,” tandasnya.
Kabid Pelayanan Kedokteran RS Polri Kramat Jati, Kombes Pol dr Ibnu Hadjar membenarkan jika Putri masih dirawat. “Tadi pagi saya dapat info jika dia masih di ruang Cendrawasih,” kata dia. (wan/nw/jpnn)

Padi Siap Panen Terendam Banjir

LANGKAT-  Sedikitnya 400 hektar padi siap panen di Desa Karang Gading, Kecamatan Secanggang, Kabupaten Langkat terendam banjir sejak Senin (4/4).  Akibatnya, warga kesulitan  melakukan pemanenan dan harus menjemur sendiri padi mereka.

Menurut Suparman (42) salah seorang petani di Karang Gading menjelaskan, disebabkan terendamnya padi mereka oleh banjir, membuat mereka enggan untuk mamanen padi mereka karena harga gabah tidak sesuai dengan modal dikeluarkan.

“Sejak musim hujan sepekan tarakhir, membuat padi yang sudah siap panen terendam air, mengakibatkan tengkulak tidak menerima hasil gabah kami sebelum dijemur terlebih dahulu,” keluh Parman.

Terendamnya pesawahan mereka, disebabkan tidak adanya saluran irigasi guna membuang air hujan. Karena, seluruh areal persawahan di Karang Gading, merupakan tanah hujan. “Sawah kami semuanya tadah hujan, jadi tidak ada saluran pembuangan airnya,” kata dia.

Masih kata Suparman, dampak dari curah hujan yang tinggi tersebut, juga merendam sebagian besar jalan menuju sawah, sehingga jalan menjadi becek dan pekerja pemotong padi pun tidak mau memanen padi petani karena kesulitan. Alhasil, puluhan petani merugi karena tanaman padi siap panen mereka terkubur lumpur. (ndi)

Kondisi Mulai Normal, Lima Saksi Diperiksa

Terkait Bentrok Warga dengan Mafia Getah

LANGKAT- Pasca bentrok antara warga dengan mafia getah di Kelurahan Pekan Batang Sarangan dan Desa Sei Bamban, Kecamatan Batang Sarangan sudah mulai berangsur normal. Namun begitu, puluhan warga masih tampak berjaga-jaga di sejumlah tempat sejak Rabu (6/5) malam.

Pantauan di Kelurahan Pekan Batang Sarangan, Rabu (6/4), suasana mencekam masih menyelimuti wilayah tersebut. Puluhan personel kepolisian Polres Langkat dan Kodim 02/03 Langkat, masih tampak berjaga-jaga di lokasi bentrok.
Bahkan, puluhan warga bersenjata parang dan bambu, terlihat berkelompok-kelompok mengantisipasi munculnya serangan balik dari kubu mafia getah pimpinan KG Cs. Namun, hingga fajar menjelang, kegundahan warga akan serangan balik KG, tidak terlihat. Sejumlah warga yang bertugas sebagai karyawan kebun PTPN II Batang Sarangan, sudah mulai melakukan aktivitas Kamis (7/4).

Terkait bentrokan itu, Anggota Komisi A DPRD Sumut, Nurul Azhar Lubis ketika dihubungi via seluler menyebutkan, kasus bentrokan yang terjadi jangan dianggap dingin. Pasalnya, diperlukan ketegasan aparat kepolisian dalam mengambil langkah agar peristiwa serupa, tidak terulang kembali.

“Jika sebelumnya  masyarakat membuat pengaduan ke pihak kepolisian tetang keresahan mereka akibat intimidasi kelompok tertentu dan tidak direspon, itu merupakan kesalahan oknum polisinya dan bukan insitusinya, makanya diharapkan kepolisian bersikap arif,” kata Nurul.

Dalam hal ini, sebut politisi PPP Langkat itu, disinyalir ada pembiaran, karena bentrok warga di Langkat tentang masalah aset, maupun berebutan aset alam hingga intimidasi, bukan sekali terjadi dan sudah berulang kali. “Ini ada dugaan ada pemanjaan dari oknum-oknum terhadap kelompok tertentu yang berkuasa di sana,”  tegasnya.
Kasat Reskrim Polres Langkat AKP Aldi Subartono,  ketika dihubungi mengaku,  saat ini pihaknya masih meminta keterangan saksi. “Kita masih masih memeriksa para saksi, dan hari ini (Kamis) ada lagi tambahan saksi yang melihat langsung mobil yang dibakar massa untuk dimintai keterangannya, jadi jumlah saksi yang sudah dimintai keterangan 5 orang,” ungkapnya.

Diakui dia, pihaknya tidak mau gegabah dalam penyelesaian kasus ini, karena masalah tersebut menyangkut masyarakat banyak. Namun saat ini situasi di lokasi kejadian sudah kondusif (aman). Personel Brimob yang sebelumnya diperbantukan di lokasi sudah tidak ada lagi, hanya anggota polsek setempat saja.

Disinggung penetapan tersangka dalam peristiwa itu, Aldi yang baru menjabat sebagai Kasat Reskim Polres Langkat mengaku belum ada menetapkan tersangka dalam kejadian tersebut. “Kita belum menetapkan tersangka dalam kasus ini, masih mengambil keterangan para saksi,” tandasnya.(ndi)

Tunggu Putusan, KPU Tapteng Pasrah

JAKARTA- KPU Tapteng menyerahkan sepenuhnya kepada majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK), terkait putusan sengketa pemilukada Tapteng yang akan dibacakan dalam persidangan Senin (11/4) mendatang.
Anggota KPU Tapteng yang membidangi Divisi Hukum dan Humas, Maruli Firman Lubis, menjelaskan, pihaknya yakin majelis hakim bakal memutus berdasarkan fakta-fakta yang muncul di persidangan.

“Yang jelas, kita sebagai pihak termohon tetap pada keputusan yang sudah ditetapkan KPU Tapteng tanggal 17 dan 18 Maret. Itu pula yang menjadi inti kesimpulan kita, yang kita serahkan pada Senin lalu (4/4),” terang Maruli Firman Lubis saat ditemui koran ini di Jakarta, kemarin (7/4).

Meski demikian, lanjutnya, dalam kesimpulan yang sudah diserahkan ke MK itu, juga disebutkan sejumlah catatan.  Pertama, KPU Tapteng berpendapat bahwa Bawaslu tidak netral dan berpihak ke pasangan calon tertentu. “Sehingga Bawaslu memberikan penilaian secara sepihak,” ujarnya.

Kedua, KPU Tapteng menilai, berdasarkan fakta yang muncul di persidangan, penyelenggara pemilukada di tingkat kecamatan, yakni PPK, melakukan penghitungan suara diluar jadwal yang telah ditetapkan, yakni mes tinya tanggal 14-16 Maret 2011.

Maruli menyebut, ada 10 dari 20 kecamatan, yang PPK-nya menyampaikan laporan ke KPU Tapteng bahwa mereka melakukan penghitungan suara di luar jadwal itu lantaran ada tekanan dari pihak ketiga.
“Yang kami duga dilakukan massa pendukung Bosur dan dibiarkan pihak kepolisian. Ini juga terungkap di persidangan,” cetusnya.

Di luar itu, Maruli juga menyesalkan sikap dari LSM Pemantau Pengembangan dan Pembangunan Pantai Barat Sumut (P4BS), yang menjadi saksi yang diajukan salah satu pasangan calon. “Ini melanggar kode etik, dan kami akan mencabut sertifikat LSM tersebut sebagai pemantau pemilukda,” ujarnya.

Dikatakan, dengan menjadi saksi dari salah satu pasangan calon, ber arti LSM P4BSU tidak netral.  “Yang namanya pemantau kan mestinya tidak berpihak,” imbuhnya.

Seperti diberitakan, pada persidangan sengketa pemilukada Tapteng di gedung MK, Rabu (30/3), Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Bambang Eka Cahya Widada yang dihadirkan untuk memberikan keterangan, membeberkan hasil pengecekannya terhadap pelaksanaan pemilukada Tapteng. Bambang, yang belum lama menjadi ketua Bawaslu menggantikan Nur Hidayat Sardini itu, dengan tegas menyebut adanya dugaan pelanggaran kode etik oleh KPU Tapteng.

Sementara, kesimpulan pasangan Dina Riana Samosir-Hikmal Batubara yang juga telah disampaikan ke MK, seperti dijelaskan pengacaranya, Roder Nababan, setidaknya ada dua poin.
Pertama, penggugat tetap pada pokok gugatannya semula bahwa pihak kepolisian Tapteng tidak netral. Poin kedua dalam kesimpulan yang akan diserahkan ke hakim MK, kata Roder Nababan, adalah putusan PTUN Medan yang mengabulkan gugatan pasangan Albiner-Steven. (sam)

Uang Toke Gas Raib

TEBING TINGGI-  Toke agen gas elpiji, Iwi alias Minchu (44) warga Jalan Sudirman,Kota Tebing Tinggi harus kehilangan uang Rp25 juta dari dalam bagasi sepeda motor miliknya, Kamis (7/4) sekira pukul 09.00 WIB.

Lalu  Iwi membuat pengaduan ke Polres Tebing Tinggi. Awalnya, Minchu mengambil uang ke Bank Rakyat Indonesi (BRI) Jalan Sutomo, Kota Tebing sekitar pukul 08.00 WIB.

Selepas itu, Minchu menuju ke Jalan Veteran untuk membeli mie pansit.

Sesampainya di rumah saat hendak mengambil uang di dalam bagasi sepeda motor Suzuki Shogun 125 BK 2387 QN warna hitam yang dikendarainya terkejut melihat uang yang dibungkus dengan plastik asoi telah raib. “Padahal saya hanya sebentar membeli pansit, jaraknya dari sepeda motor hanya sekitar lima meter. Kulihat tadi ada seorang petugas parkir menggeserkan sepeda motor,” jelas Minchu.

Saksi mata, tukang parkir, Zainal Saragih (45) mengaku tidak melihat uang korban diambil oleh seseorang. Diakuinya, memang ada mengeserkan sepeda motor korban utuk ditata rapi.

“Saya tidak ada mengambil uang itu, kugeserkan sepeda motor untuk dirapikan, namun masalah uang saya tidak tahu,” elak Zainal dari pemeriksaan kepolisian.(mag-3)

Centeng Kritis Dibacok Ninja

TANAH  JAWA- Doni (45)  centeng Kebun Sawit Bah Jambi, Afdeling I mengalami luka serius di bagian wajah, Rabu (6/4) sekira pukul 16.00 WIB   akibat bacokan parang oleh Rijal (30)  ninja sawit .

Akibat peristiwa itu Doni, dirawat intensip di RS Vita Insani Pematangsiantar.  Informasi yang dihimpun, Kamis (7/4) ,  sore itu ia bertugas di blok  sawit untuk menjaga ternak lembu agar tidak masuk kebun sawit Afd I Bah Jambi.  Namun tiba-tiba ia dihubungi Nasib, Mandor Besar Afd I Bah Jambi  bahwa ada kelompok ninja sawit sedang dekat kolam. Tanpa pikir panjang,  korban langsung berangkat menuju lokasi yang dimaksud.

Sesampainya di lokasi, korban mengendap di balik pepohonan dan  menangkap para ninja. Kemudian terjadi perkelahian antara mereka sehingga Doni kena luka bacok.(iwa/smg)

Kerangka Manusia Ditemukan

SERGAI- Karyawan PTPN IV Kebun Adolina menemukan kerangka manusia di Blok AC Afdeling III Kebun Adolina, Dusun II Pondok Niur, Desa Adolina, Kecamatan Perbaungan, Sergai, Kamis (7/4) sekitar pukul 08.15 WIB. Diperkirakan kerangka itu perempuan dengan usai 70 tahun. Sunarti (34), yang pertama kali menemukan kerangka menuturkan, awal mulanya mereka ingin memupuk sawit. Tetapi, tiba-tiba ada kerangka manusia dan mereka pun langsung melaporkan ke Polsek Perbaungan. Sementara itu di Karo, warga juga menemukan tulang kerangka manusia tanpa batok kepala di perladangan Juma Lau Dah, milik Agus Purba.(wan/mag-15)

Durian dalam Durian

NAGA PITA- Siapa tak heran melihat buah durian di dalam buah durian. Penemuan durian aneh ini pertama kali oleh Mualiadi (45) warga Jalan Rakutta Sembiring Gang Taqwa, Kelurahan Naga Pita, Kecamatan Siantar Martoba, Pematangsiantar.

Muliadi mengatakan, dia baru pertama kali melihat durian aneh. Soalnya ada durian di dalam durian. “Gara-gara ini, kami sekeluarga geger, bahkan saat diceritakan kepada warga sekitar, langsung menjadi pembicaraan hangat,” ungkapnya.  Pedagang kain ini mengaku durian tersebut dibelinya dari Blok 10, Afdeling 6 Bah Jambi, Kabupaten Simalungun.

“Habis berjualan di Pekan Blok 10, saya singgah membeli durian. Dari sekian banyak durian yang dipasarkan teman saya itu, saya melihat hanya satu durian saja yang bentuknya aneh. Bentuknya tidak seperti durian yang biasa. Lantas saya beli dengan harga Rp25 ribu,” tuturnya.

Sampai di rumah, durian aneh itu dibelah. Namun sebelum dibelah, lalu difoto karena bentuknya yang unik. “Ternyata sudah dibelah, didalamnnya ada durian juga. Wah kami sekeluarga saat itu heran. Apa ini, ada durian di dalam durian. Seumur hidup saya sampai sekarang tidak pernah ada melihat durian seperti ini. Sekarang durian itu saya simpan, untuk ingatan,” ungkapnya. (osi/jpnn)

Ditinggal Pacar, Bunuh Diri

TEBING TINGGI- Seorang pemuda yang diduga stres, mengakhiri hidupnya dengan mengorok lehernya sendiri di kamar mandi, Rabu (6/4) sekira pukul 13.00 WIB.

Diketahui korban bernama Erwan Sumali (31) keturunan tionghoa warga Jalan Arsihab, Lingkungan II, Kelurahan Badak Bejuang,Kota Tebing Tinggi.

Aksi bunuh dirio ini dilakukan dengan cara memotong urat leher dengan menggunakan pisau dapur. Diduga penyebab bunuh diri ini, karena Erwin ditinggalkan pacaranya. Kepala SPK Polres Tebinggi Tinggi, Aiptu P Gultom menjelaskan korban diduga sementara tewas dengan menggorok lehernya sendiri.(mag-3)

Tak Bayar Taruhan, Tewas Ditikam

RANTAU- Nasib sial dialami Karem Laoli alias Ama Rudi (36). Karyawan PT Mujur Lestari Dusun Sitangko, Kampung Rakyat Labusel ini tewas karena ditikam EL alias AB, Rabu (6/4) petang, hanya karena tak bersedia membayar taruhan usai bertanding volly.

Peristiwa itu bermula ketika Laoli bersama sejumlah rekannya yang lain, bermain bola volly di lapangan yang ada di areal perkebunan PT Sumber Rezeki Baru. Setahu bagaimana, puncak pertandingan yang berlangsung sekitar pukul 16.00 WIB itu memicu terjadinya pertengkaran kecil. Karena tak mau membayar  taruhan pertandingan itu,  lalu EL mengambil sebilah pisau, dan langsung menghujamkannya ke tubuh korban hingga tewas.(riz/smg)