29 C
Medan
Wednesday, April 8, 2026
Home Blog Page 15456

Sengketa Pemilukada Tapteng Tunggu Putusan

JAKARTA- Para pihak yang bersengketa hari ini (4/4) menyerahkan berkas kesimpulan kepada majelis hakim Mahkamah Konstitusi (MK). Dalam persidangan sengketa pemilukada di MK, pihak KPUD, penggugat, maupun pasangan yang dinyatakan sebagai pemenang, harus menyimpulkan fakta-fakta yang muncul di persidangan menurut versi masing-masing.

Kesimpulan dari semua pihak yang bersengketa ini akan dijadikan salah satu bahan pertimbangan hakim dalam membuat putusan. Jadi, setelah tahapan penyerahan berkas kesimpulan ini, sidang selanjutnya adalah pembacaan putusan yang hingga kemarin belum terjadwal.

Dari pihak Dina Riana Samosir-Hikmal Batubara, menyatakan sudah siap menyerahkan kesimpulan. Roder Nababan, salah seorang kuasa hukum penggugat, menyebutkan, setidaknya ada dua poin kesimpulan yang akan diserahkan ke hakim MK.

Pertama, penggugat tetap pada pokok gugatannya semula bahwa pihak kepolisian Tapteng tidak netral. “Berdasarkan fakta-fakta yang muncul di persidangan, pihak kepolisian banyak mengintervensi dan mengintimidasi penyelenggara pemilukada. Ada tujuh PPK yang sudah memberikan kesaksiannya mengenai sikap Kapolres yang menunjukkan tidak netral,” terang Roder Nababan kepada koran ini, kemarin.

Dalam sidang Jumat (1/4) lalu, salah seorang saksi, yakni Wahid Pasaribu selaku Ketua PPK, menerangkan kejadian di Kecamatan Tapian Nauli. Ketika itu ia menyaksikan ada anggota KPPS memberikan tiga lembar surat suara di TPS II.
“Saya ke sana, melihat surat suara tersebut dipegang oleh polisi. Saya heran, mengapa polisi memegang surat suara itu, bukannya pihak Panwaslu?” ungkapnya. Pasaribu pun segera menelepon pihak Panwaslu, mempertanyakan keberadaan surat suara di tangan polisi, serta meminta agar surat suara itu diambilalih oleh Panwaslu.

Roder menjelaskan, berdasarkan keterangan saksi yang muncul di persidangan terungkap, aparat kepolisian lebih sigap jika menerima pengaduan dari pasangan Bonaran Situmeang-Syukran Tanjung. Disebutkan Roder, jika ketua tim sukses Bonaran-Syukran yang menghubungi, polisi bisa tiba dalam waktu tujuh menit. Tapi jika Dina-Hikmal yang mengubungipolisi datang paling cepat 30 menit.(sam)

Tewas Minum Racun Rumput

KARO- Herdy Fernando Ginting (18), nekad mengakhiri hidupnya dengan cara meminum racun rumput, Sabtu (2/4). Nyawa, pria lajang ini, akhirnya melayang sekitar pukul 09.00 WIB, setelah beberapa saat mendapat pertolongan di RSU Kabanjahe.

Adek teman korban,  menuturkan Herdy yang bermukim di Desa Ndokum Siroga, sempat menghubunginya. “Saat dihubungi Herdy, saya sedang berada di luar kota. Namun begitu mendengar pengakuan, Herdy, kalau dia telah menenggak racun, saya sangat terkejut dan  segera menghubungi keluarga ,” ungkap Adek.

Usai menerima kabar buruk itu, Nirmawati beserta beberapa sanak keluarga lainnya segera mendatangi lokasi yang disebutkan Herdy ketika menghubungi Adek. Diakui Herdy, dia saat itu berada di sekitar rumahnya, yang letaknya tidak berjauhan dari Polsek Simpang Empat. Ketika melihat korban, Nirmawati melihat  anaknya dalam kondisi gelisah dan kepanasan.

Ketika ditanya, Herdy mengaku telah meminum racun rumput. Bahkan ia masih sempat mengatakan kalau, aksi nekad itu, karena beberapa saat sebelumnya, melakukan aksi gantung diri dengan kabel  carger HP, namun gagal karena teputus. Tanpa memperpanjang pembicaraan, Nirmawati dibantu warga sekitar segera melarikan  Herdy ke RSU Kabanjahe. Sayang, beberapa jam setelah mendapat perawatan intensif, Hardy, akhrinya menghembuskan nafas terakhir.(wan)

Napi Lapas Meninggal

SIMALUNGUN- Diduga akibat penyakit komplikasi yang dialaminya selama ini, narapidana yang baru saja divonis 7 bulan penjara akibat kasus judi togel, Riston Sitompul (44) warga Kampung Baru, Nagori Huta Pare, Kecamatan Ujung Padang, Simalungun meninggal dunia di Poliklinik Lembaga Pemasyarakatan Kelas II-B Pematangsiantar Minggu (3/4) sekira pukul 13.30 WIB. Hingga kini, jenazah korban sudah dibawa oleh keluarga dan di semayamkan di rumah duka.

Kalapas Kelas II-B Pematangsiantar, Joseph Sembiring, SH, BCiP melalui KPLP P Manik, SH, BCiP membenarkan adanya seorang napi yang tewas tersebut. Korban murni meninggal dunia akibat sakit yang di alaminya.(hez/smg)

Dua Pria Bersenpi Rampok Pasturi

AEKKANOPAN- Nasib apes dialami pasangan suami istri (pasturi) Sunarto, dan Nigsih. Akibatnya, warga Londut Labuhanbatu Utara ini, kehilangan uang Rp21juta setelah dirampok dua pria bersenpi, Jumat (1/4) sekira pukul 15.00 WIB.

Informasi yang diperoleh, keduanya baru saja pulang menarik uang untuk keperluan modal memperbesar usaha bengkel dari Bank Rakyat Indonesia (BRI) Aekkanopan. Namun saat melintas di jalan sepi tepatnya di areal perkebunan PT Sinar Mas Kecamatan Kualuhhulu Labura, sepedamotor Honda Supra milik korban dipepet dua pria tak dikenal.

Lalu kedua tersangka mengeluarkan senpi dan menodongkannya ke arah Sunarto. Kedua pria tersebut meminta kepada korban untuk menyerahkan uang yang baru mereka ambil dari bank. Setelah ada tembakan akhirnya Sunarto menyerahkannya. Kemudian mereka membuat pengaduan ke Polsek Kualuh Hulu.(put/smg)

Jalan Klumpang Rusak Parah

MEDAN- Masyarakat Dusun XX Desa Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang sangat mengharapkan  jalan  di daerahnya diaspal. Pasalnya, sejak Indonesia merdeka, hingga saat ini jalan alternatif yang menghubungkan Desa Klumpang dengan kota Medan itu tak pernah diaspal.

Hal itu dikemukakan Yusdianto, mewakili masyarakat Klumpang Kebun pada temu konstituen H Wagirin Arman S.Sos  di Dusun XX Desa Klumpang Kebun Kecamatan Hamparan Perak, Deli Serdang Minggu (3/4).
Menurutnya, jalan sepanjang 350 meter yang ada di desanya itu  saat ini kondisinya rusak parah. Sehingga masyarakat yang melintas  kerap mengeluh. Apalagi, saat hujan turun, jalan di daerah tersebut  berlumpur dan layaknya kubangan kerbau.

Padahal, jalan tersebut merupakan urat nadi perekonomian masyarakat Desa Klumpang Kebun.
“Kondisi jalan parah ini sudah sangat luar biasa. Bayangkan saja, saat republik ini merdeka, jalan tak kunjung diaspal. Makanya,  dengan adanya kehadiran anggota dewan Wagirin Arman, kami berharap dapat menampung keluhan dan memperjuangkan pengaspalan jalan tersebut,” ucap Yusdianto.

Di bagian lain, Yusdianto juga mengucapkan terima kasih kepada Wagirin Arman yang menemui warga langsung di Kebun Klumpang.

“Kita sangat mengapresiasi kedatangan Wagirin Arman yang datang ke desa kami. Tak pernah terbayangkan sebelumnya, dalam kondisi jalan rusak dan berlumpur karena baru diguyur hujan. Wagirin masih menyempatkan datang ke desa kami yang terpencil ini,” cetus Yusdianto.

Hal senada juga dikemukakan Nasib. Warga yang beralamat di Desa Klumpang ini menuturkan tak hanya soal jalan rusak yang dipersoalkan, saat ini masyarakat juga sangat mengeluhkan air bersih. “Yang namanya air bersih itu di desa kami juga sangat sulit. Makanya kami juga mengharapkan keluhan warga ini segera ditanggapi,’’ katanya.
Kepala Desa Klumpang Kebun Ismanto dalam sambutanya menyatakan bahwa dusun XX di daerahnya  berbatasan dengan Kota Medan.

“Ini memang salah satu dusun yang terpencil. Dan kondisi jalannya juga rusak parah. Tentu kami juga sangat berharap, agar jalan alternatif menghubungkan Klumpang Kebun-Marelan itu segera diaspal,” katanya.
Menyahuti keluhan masyarakat tersebut,  Wagirin Arman sangat prihatin akan nasib yang dialami warga Desa Klumpang Kebun. Oleh karenanya, politisi dari Partai Golkar ini akan segera membawa permasalahan itu ke DPRD Deli Serdang.(ton/smg)

Bencana Mendadak, UN Bisa Dibatalkan

Peserta Cacat Dapat Kemudahan

Dinas Pendidikan (Disdik) Sumatera Utara (Sumut) menyatakan siap menggelar Ujian Nasional (UN) mulai 18 April mendatang. Kali ini, siswa peserta UN 2011 yang memiliki cacat fisik dipastikan mendapat kemudahan dalam mengerjakan soal ujian.

Ketua Panitua UN Sumut Ilyas Sitorus mengatakan, kemudahan-kemudahan yang diberikan kepada siswa cacat fisik dalam mengikuti ujian diantaranya akan didampingi panitia pengawas. “Pengawas tersebut akan memberikan bantuan membacakan soal ujian bagi siswa yang buta sekaligus membantu melingkari jawaban. Demikian  juga bagi siswa yang tuli, panitia akan membantu menyalin soal untuk Bahasa Inggris,” ungkapnya, Sabtu (2/4).
Lebih lanjut Ilyas memaparkan, tahun ini tercatat ada 18 siswa peserta UN dari SMPLB dengan cacat  fisik seperti tunanetra (buta), tunawicara (bisu) dan tunarungu (tuli). “Mereka berasal dari SMPLB di Medan,  Deli Serdang dan Binjai,” paparnya.

Selain itu, bagi siswa penyandang tunanetra juga akan mendapat perlakuan khusus, seperti disediakan soal huruf braile. Bagi siswa yang sakit disediakan petugas dibantu panitia akan datang langsung ke rumah sakit. Begitu juga terhadap siswa yang sedang menjalani proses hukum di lembaga pemasyarakatan (LP) juga akan dibantu petugas dan panitia.

Sementara bagi orangtua siswa yang meninggal dunia, panitia akan memperkenankan siswa tersebut mengikuti ujian sepanjang yang bersangkutan telah terdaftar sebagai peserta UN.

Menurutnya, diikutsertakannya pelajar SMPLB tersebut untuk UN sesuai dengan UUD 1945 yang memberikan kesempatan kepada setiap warga negara Indonesia memperoleh pendidikan tanpa membedakan cacat fisik. “Selain di tingkat SMP, siswa SDLB juga akan mengikuti UN, bahkan diperkirakan jumlahnya akan lebih banyak dibanding SMPLB. Saat ini kami belum mendapat datanya lebih rinci berapa siswa SDLB yang akan ikut UN, sebab pelaksanaannya masing-masing Dinas Pendidikan kabupaten/kota,” jelas Ilyas.

Mengenai masalah bencana alam dan kebanjiran, lanjut Ilyas, akan diambil kebijakan dengan pilihan 2 opsi. Yakni, siswa dapat mengikuti UN utama dan UN susulan. “Bila terjadi bencana mendadak di waktu yang sama di saat pelaksanaan ujian dilaksanakan maka UN bisa dibatalkan,” katanya.

Sementara itu, Disdik Sumut juga menyatakan telah siap melaksanakan UN Sumut 2011 bersama Kanwil Kemenag Sumut, DPRD Sumut, Polda Sumut dan Dewan Pendidikan Sumut.

Kepala Disdik Sumut Syaiful Syafri mengatakan, segala persiapan sudah hampir rampung termasuk pencetakan dan penggandaan bahan UN yang saat ini sedang dikerjakan. “Kita juga sudah menggelar pertemuan dengan Kanwil Kemenag Sumut, Komisi E DRPD Sumut, Polda Sumut dan Dewan Pendididikan Sumut membahas persiapan pelaksanaan UN 2011 ini,” terangnya.

Syaiful juga menjelaskan, bahan UN diupayakan akan selesai dikerjakan paling lambat selama 12 hari masa kerja. Pada 14 April 2011 mendatang naskah soal dan lembar jawaban UN (LJUN) dijadwalkan sudah didistribusikan ke kabupaten/kota terjauh. “Seperti di Nias, Nias Selatan, Nias Utara, Padang Lawas Utara, Mandailing Natal dan Tapanuli Selatan. Sementara untuk wilayah Medan dan sekitarnya naskah soal akan didistribusikan sehari sebelum UN dilaksanakan,” katanya.

Syaiful juga berharap peserta UN di Sumut dapat lulus 100 persen melampaui target kelulusan pada 2010 lalu yang hanya mencapai 98 persen. “Kita akan terus mengupayakan peningkatan mutu pembelajaran mulai dari kompetensi guru, pencapaian kurikulum belajar dan sarana pendukung lainnya,” jelasnya.

Peserta UN di Sumut sebanyak 714.288 peserta terdiri dari tingkat SMP/MTs/SMPLB sebanyak 248.564 orang, SMA/MA sebanyak 118.133 orang dan SMK 67.888 orang.

Jadwal pelaksanaan UN Tahun Pelajaran 2010/2011 tingkat SMA/SMK/MA dan SMALB dilaksanakan pada 18-21 April 2011. Sedangkan pelaksanaan UN tingkat SMP/MTs dan SMPLB pada 25-28 April 2011. Untuk pelaksanaan UN SD/MI/SDLB pada 9-11 Mei 2011.

Penentuan kelulusan UN 2011 menggunakan sistem penilaian terpadu yakni tak hanya bertumpu pada nilai UN semata namun juga nilai ujian akhir sekolah (UAS) dengan porsi 60:40.

Perubahan sistem kelulusan UN 2011 tersebut mengacu kepada Peraturan Menteri Pendidikan Nasional Nomor 46 Tahun 2010 tentang Pelaksanaan Ujian Nasional dengan standar kelulusan nilai 5,5 sama seperti tingkat kelulusan UN tahun sebelumnya. “Dari sisi kelulusan, sistem kelulusan dan teknik pelaksanaan UN yang baru ini lebih mudah. Sebab siswa masih diberi kesempatan melakukan perbaikan nilai pada UAS dan nilai harian atau nilai semester,” jelasnya. (saz)

154 Petugas Dikarantina dan Disumpah

Pada pelaksanaan Ujian Nasional (UN) 2011 yang akan dilaksanakan pada 18 April ini, para pengawas percetakan dan penggandaan naskah soal ujian diharapkan benar-benar menjaga kerahasiaan. Sehingga tak terjadi kebocoran soal ujian yang beberapa tahun terakhir ini santer terjadi permasalahan di lapangan.

Sekretaris Panitia UN Sumut Yusri, mengatakan, anggota kepolisian dan staf Disdik Sumut juga petugas pengawas percetakan dan penggandaan naskah soal ujian yang direkrut oleh percetakan CV Budi Utomo Medan, selaku pemenang tender, hendaknya juga ikut menjaga rahasia. “Petugas jangan mau tergiur dengan iming-iming misalnya akan mendapat imbalan Rp100 juta dari oknum siapapun dengan sengaja untuk membocorkan naskah soal ujian. Karena tindakan itu merupakan perbuatan pidana dan bagi yang terlibat dan melakukan perbuatan itu akan ditindak tegas sesuai prosedur hukum,” tegasnya Sabtu (2/4).

Untuk lebih memberikan rasa aman kepada semua pihak, 154 orang petugas pengawas bahan UN tingkat SMA/MA/SMALB dan SMK serta SMP/MTs/SMPLB terdiri dari 125 orang karyawan percetakan CV Budi Utomo, 8 orang petugas Universitas Negeri Medan, 6 orang petugas kepolisian dan 5 orang staf Disdik Sumut diambil sumpah dan janji oleh rohaniawan agama Islam dan Kristen disaksikan Kompol H Rangkuti mewakili Direktorat Intelkam Polda Sumut.
Kelanjutan hal tersebut ke-154 petugas tersebut akan dikarantina sampai bahan UN siap dan didistribusikan ke kabupaten/kota. “Bahan soal UN 2011 sudah dikirim Rabu (30/3) lalu dari Kemendiknas ke Provinsi Sumut dikawal petugas kepolisian dari Bandara Polonia Medan dan diserahkan kepada percetakan untuk langsung dicetak dan digandakan petugas pencetakan dan penggandaan,” kata Yusri.

Sementara itu, Kepala Disdik Sumut Syaiful Syafri mengatakan, ke-154 petugas ini di sumpah agar memiliki tanggungjawab untuk tidak membocorkan naskah soal ujian yang juga merupakan rahasia negara. (saz)

Tim Twenty Fokus Grup GR 2

Langkat Rally 2011

MEDAN-Klub otomotif andal asal Sumut Twenty menyatakan tekad untuk tampil maksimal di ajang Langkat Rally 2011 yang berlangsung di Kab. Langkat, Sabtu (9/4) dan Minggu (10/4) ini.

Sebagai salah satu klub yang terbilang disegani di kancah reli, Twenty sudah bersiap-siap untuk mengukir prestasi dan bakal turun full team untuk bersaing di grup GR 2 kejuaraan.

Pada Langkat Rally 2011 yang digelar Pengprov IMI Sumut dan Pemkab Langkat nanti Twenty akan menurunkan empat pasang pereli dengan harapan agar peluang mereka untuk meraih gelar juara dari grup GR 2 dengan kendaraan penggerak dua roda semakin terbuka.

Manajer Nico Panggabean yang ditemui di markas tim Jl. Sei Serayu, Medan, kemarin (3/4), mengatakan bahwa menghadapi persaingan Langkat Rally timnya fokus pada grup GR 2 dengan mengandalkan mobil Mitsubishi Lancer GTi.

Empat pasangan pereli Twenty yang akan tampil masing-masing Harry Jonggi dengan navigator Dimas, Harris Abdillah/Desi, Arjun Kumar dan Amsar Ramzie.

Menurut Nico, didampingi kepala mekanik Riswan, dan Harry Jonggi serta Amsar, tantangan di arena Langkat Rally 2011 tidaklah mudah. Selain para pesaing yang tidak bisa dianggap enteng, gunak menaklukkan medan reli juga butuh kemampuan khusus.

“Untungnya kita punya pereli-pereli sarat pengalaman untuk berlomba pada reli panjang (speed reli) semisal Harry Jonggi dan Amsar, meski potensi Harris dan Arjun juga sama besar untuk bisa naik podium tertinggi,” ungkap Nico.
Dikatakan, diantara empat andalan mereka, Harry Jonggi merupakan driver sarat pengalaman, karena sudah mencicipi reli panjang sejak 25 tahun lalu, yakni saat dia tampil di ajang Sony Trans Sumatera Rally pada 1986 dan masuk 10 Besar.

“Saya harus optimis walaupun seeblumnya sempat vakum, tapi sejak 2010 lalu bisa dibilang saya sudah kembali on, dengan tampil di dua seri kejurda dan terakhir di main  Langsa, Aceh,” bilang Harry, yang cukup bangga dengan upaya Ketua Pengprov IMI Sumut dalam mengupayakan kejuaraan IMI Sumut Championship 2011 ini.
Amsar Ramzi, meski belum kelar dengan urusan mobil, tetap menyimpan hasrat untuk merebut prestasi terbaik dalam reli dua hari yang menempuh SS (Spesial Stages/trayek khusus) dengan jarak tempuh lebih dari 100  km itu.
Amsar,  juga memiliki jam terbang yang dapat diandalkan untuk menaklukkan reli panjang (speed reli) yang digelar di Stabat ini. Dia merupakan kandidat kuat merebut gelar juara N-15 saat kejurnas 2008 lalu dengan ikut di semua (empat) seri. Namun, karena kurang beruntung, gelar tersebut harus lepas di seri terakhir.

Menurut Amsar, tampil dalam Langkat Rally 2011 ini seperti menjadi  keharusan bagi para pereli Sumut. “Turun di sini adalah kebanggaan bagi kita para pereli Sumut. Apalagi kalau dibarengi hasil bagus,” tutup Amsar. (jun)

PSSI Sergai Gelar Festival SSB

SERGAI- Sebanyak 39 tim dari 17 Sekolah Sepak Bola (SSB) memeriahkan Festival Sepak Bola Antar SSB usia 10-13 tahun yang digelar  Pengurus Cabang Persatuan Sepak Bola Seluruh Indonesia Serdang Bedagai (Pengcab PSSI Sergai), Minggu (3/4) di Stadion 26 Juli  PT. Lonsum yang berlokasi di Desa Rambung Sialang Tengah Kecamatan Sei Rampah.
Ketua Pengcab PSSI Sergai, Syafrul Hayadi dalam sambutannya mengatakan bahwa pihaknya sangat mengapresiasi kepedulian PT Lonsum Rambung Sialang selaku tuan rumah.

“Event ini diharapkan dapat melahirkan bibit berbakat dan handal di Sergai yang kedepan akan muncul pemain bertaraf nasional yang berkiprah  di Liga Indonesia,” ujarnya.

Guna mewujudkan target yang diharapkan apda even ini kepada tiap-tiap Tim Manejer agar menanamkan sikap dan jiwa sportifitas sehingga ke depannya even ini dapat digelar setiap 6 bulan.

Sebelumnya, Manejer PT Lonsum Rambung Sialang Estate Rudianto Sirait diwakili Surono  menyambut baik dan mendukung penuh perhelatan festival antar SSB yang digelar Pengcab PSSI Sergai tersebut.
Ketua Panitia Sunardi A dalam laporannya mengucapkan terima kasih kepada PT. Lonsum Rambung Sialang yang turut memberi dukungan, baik berupa lapangan, tenaga medis serta aparat keamanan sehingga even itu terlaksana dengan baik. (mag-15)

Peserta Coaching Clinic Melebihi Target

MEDAN- Gelaran Coaching Clinic Forum Komunikasi Pelatih Sekolah Sepak Bola Sumatera Utara (FKPSBSU) resmi digelar Minggu (3/4) kemarin di Lapangan Sepak bola SSB Rajawali Medan.
Kegiatan tersebut dibuka langsung oleh Plt Ketua Pengprov PSSI Sumut H Idrus Djunaidi didampingi pengurus lainnya seperti H Suryanto Herman, Heri Irianto SE, dan Subono AT.

Di samping itu, turut hadir pula para pembina dan pengurus SSB Rajawali seperti H Ibrahim Tarigan, H Eko Irawan dan Edi Surianto.

Coaching Clinic yang baru kali pertama di gelar oleh FKPSBSU ini, mendapat sambutan dari Pengprov PSSI Sumut.
“Kita harapkan kegiatan seperti ini bisa terlaksana secara berkesinambungan, sehingga mampu meningkatkan mutu sepak bola Medan dan Sumut pada umumnya,” kata H Idrus Djunaidi.

Ajang ini diikuti oleh 35 pelatih, dengan mendatangkan instruktur Zulkhairi Lubis.
“Peserta Coaching Clinic mencapai 35 orang. Jumlah itu melebihi target yang ditetapkan. Semoga FKPSBSU bisa menambah kegiatan-kegiatan positifnya, sehingga bisa memberi sumbangsih bagi sepak bola daerah,” ucap Koordinator Pelaksana Marzuki Harahap didampingi Ketua serta Sekretaris FKPSBSU, Legirin SPd dan Helmi Yusuf.
Kegiatan yang dilaksanakan FKPSBSU ini pun mendapat sambutan dari para peserta coaching clinic bernama M Tanjung. Sebagai salah satu peserta, Tanjung mengatakan bahwa banyak ilmu malatih yang bertambah dengan mengikuti kegiatan seperti ini.

“Saya kira acara seperti ini bermanfaat banyak bagi para peserta. Beberapa ilmu baru harus bisa menjadi tambahan bekal dalam melatih nantinya,” ujar Tanjung. (ful)