25 C
Medan
Wednesday, April 1, 2026
Home Blog Page 15492

Don Carlo Fans Ramires

Selain mulai dijuluki Ramidinho oleh rekan satu timnya, gelandang Chelsea asal Brasil, Ramires juga disukai oleh pelatihnya sendiri, Don Carlo Ancelotti.

Ramires memang mengaku dirinya sangat mengagumi seniornya di timnas Brasil, Ronaldinho. Ramires juga sangat senang saat dirinya disebut Ramidinho oleh rekan-rekannya. Bahkan, menurut Ramires, Manajer Carlo Ancelotti adalah fans utamanya dalam tim.

“Ini memberikanku kepuasan karena Ronaldinho adalah idolaku,” katanya kepada The Sun. Bosku di Chelsea adalah fans nomor satuku. Ia mengatakan, aku punya kesempatan untuk menjadi pemain Brasil dalam sejarah Premier League,” tegasnya lagi.

Penilaian skuad Chelsea dan Ancelotti terhadap Ramires bukan tanpa alasan. Meski pernah mengalami kesulitan sejak didatangkan dari Benfica awal musim ini, Ramires berhasil bangkit dan memberikan dampak positif di lini tengah Chelsea. Ia mampu mengubah warna permainan Chelsea yang sebelumnya hanya mengandalkan Frank Lampard dan Michael Essien.

Ia disebut-sebut sebagai suksesor pemain top Brasil seperti Juninho dan Gilberto Silva, yang sudah terlebih dahulu mengecap Premier League. Bukti kehebatannya terlihat saat dirinya mencetak gol indah ke gawang Manchester City saat Chelsea menang 2-0 di laga lanjutan Premier League, 20 Maret kemarin.
“Aku tahu butuh waktu untukku beradaptasi saat pertama kali tiba. Tak ada pemain Brasil yang bisa lolos dari itu (sulit beradaptasi) ketika dia datang ke Inggris,” ujarnya.

“Tapi sekarang aku menikmati saat-saat terbaik di Chelsea dan ingin terus meningkat dan memenangkan beberapa piala,” bebernya.(net/jpnn)

Dina-Hikmal Gaet Bambang

Sengketa Pemilukada Tapteng

JAKARTA -Pasangan Dina Riana Samosir- Hikmal Batubara memainkan strategi khusus menghadapi proses persidangan sengketa pemilukada Kabupaten Tapanuli Tengah (Tapteng) di Mahkamah Konstitusi (MK) yang sudah digelar pertama kali pada Jumat (25/3) pekan lalu. Antara lain, mereka secara mendadak menggaet pengacara senior Bambang Widjojanto dan rekan dekatnya, Iskandar Sonhaji.

Berdasarkan informasi yang dihimpun koran ini, penunjukan Bambang dan Iskandar atas permintaan langsung Ketum DPP Partai Demokrat, Anas Urbaningrum. Bambang, mantan Ketua YLBIH itu, ditunjuk hanya sehari sebelum sidang digelar. Sebelumnya, Dina-Hikmal, sejak mendaftarkan gugatannya ke MK pada 21 Maret 2011, menunjuk pengacara Roder Nababan dkk. ”Benar, Bambang dan Iskandar gabung ke kita. Ini semata agar lebih mantab,” ujar Roder Nababan kepada koran ini. Roder sendiri merupakan pengacara yang sudah kerap menangani sengketa pemilukada di MK, termasuk sejumlah sengketa pemilukada di kabupaten/kota di Sumut.

Dikabarkan, Anas memberikan perhatian khusus kepada kasus Tapteng, lantaran kekuatan Demokrat di daerah yang dipimpin Tuani Lumbantobing ini sangat signifikan.  Menurut sumber koran ini, Anas memilih Bambang lantaran punya kedekatan personal.

Selain itu, Bambang yang juga mantan kandidat ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu punya pengalaman sebagai pengacara dalam perkara sengketa pemilukada Kota Jayapura, yang kasusnya mirip-mirip dengan kasus Tapteng, yakni adanya pasangan calon yang dicoret KPU.

Dalam kasus Jayapura ini, pasangan calon yang dicoret KPU Jayapura, yakni Hendrik Worumi-PeneIfi Kagoya, akhirnya diputuskan bisa ikut pemilukada ulang, sebagaimana diputuskan MK pada 25 Nopember 2010.
Apa yang disampaikan sumber itu terbukti di persidangan di MK yang digelar Jumat (25/3) pekan lalu. Saat menguraikan mengenai pencoretan pasangan Albiner Sitompul-Steven Simanungkalit dan Muhamad Armand Effendy Pohan-Hotben Bonar Gultom oleh KPU Tapteng, Bambang mengingatkan majelis hakim MK mengenai kasus Kota Jayapura itu.

Diuraikan Bambang, tindakan KPU Tapteng yang mecoret kedua pasangan itu dapat dikualifikasi sebagai tindakan yang menyalahi hukum dan konstitusionalisme serta berdampak buruk bagi tegaknya kehormatan badan peradilan, prinsip-prinsip nomokrasi (kedaulatan hukum), dan prinsip-prinsip demokrasi (kedaulatan rakyat) serta melanggar rasa keadilan dan hak konstitusional dari para bakal pasangan calon. (sam)

Pemilihan Direktur Polmed, Dosen PNS Luar Boleh Mendaftar

MEDAN- Panitia pemilihan Direktur Politeknik Negeri Medan (Polmed) akan menjaring PNS terbaik, untuk menduduki posisi orang nomor satu di perguruan tinggi negeri (PTN) tersebut.

Sesuai jadwal, hari ini (Senin 28/3) panitia mulai membuka pendaftaran di sekretariat pendaftaran Lantai II Gedung Administrasi Umum Kampus Polmed, Jalan Almamater Kampus USU Medan.

“Pemilihan direktur kali ini berbeda dengan pemilihan periode sebelumnya. Artinya dosen PNS dari perguruan tinggi lain juga boleh mendaftar asal memenuhi persyaratan yang ditentukan,” ungkap Ir M Koster Silaban MT Ketua  Panitia pemilihan Direktur Polmed.

Didampingi Wakil Ketua Panitia pemilihan Direktur Polmed, Gallio Budianto BET, MSc, Sekretaris Jumjuma SE dan Pudir IV Ir SM Sibarani, Koster menjelaskan ada dua syarat khusus yang harus dipenuhi bakal calon yakni berpendidikan paling rendah magister (S-2) dan menduduki jabatan akademik paling rendah Lektor. Sementara itu persyaratan tambahan yakni tidak sedang menjabat Direktur Polmed pada periode ke-2 secara berturut-turut dan tidak pernah mendapat hukuman disiplin sedang/berat Pegawai Negeri Sipil.

“Silakan saja jika ada yang ingin mendaftar. Kita akan layani hingga 30 April dan penyerahan berkas pendaftaran dimulai tanggal 29 Maret hingga 2 Mei,” ungkap Koster.

Setelah berkas para calo diterima sambung Koster, Panitia pemilihan Direktur Polmed selanjutnya melakukan verifikasi terhadap dokumen bakal calon direktur untuk ditetapkan sebagai bakal calon tetap yang dijadwalkan 3 Mei hingga 6 Mei. Sementara itu, hasil verifikasi bakal calon tetap direktur tanggal 7 Mei.

Setelah semuanya dipenuhi, maka akan dilakukan pemilihan di tingkat senat untuk mendapatkan tiga calon yang memperoleh suara terbanyak untuk selanjutnya dipilih kembali dengan melibatkan Menteri Pendidikan. “Jadi memang, finalisasinya nanti ada di tangan Menteri,” ungkap Koster.(dra)

Firman Farera Juara Underbone

Yamaha Cup Race 2011 Seri II

MEDAN-Pembalap Sumut yang membela bendera Yamaha FDR BRT Federal Oil AHRS Tans Firman Farera tampil sebagai juara pada kelas begengsi Underbone 125 cc Tune Up pada Seri Kedua Yamaha Cup Race 2011 yang berlangsung di Sirkuit Lanud Medan, Minggu (27/3).

Berada diposisi kedua pada race pertama, Firman Farera tampil ngotot pada race kedua. Meskipun dari awal start berada di belakang Tedy Permana asal Yamaha Yamalube Muzakir Ninos FDR, Firman akhirnya menjadi juara setelah saingannya asal Muara Enim tersebut membuat kesalahan tiga lap menjelang finis.
Firman berhasil menjadi juara kelas Underbome 125cc Tune Up Terbuka dengan nilai 45, diikuti oleh Tedy Permana dan Deri Irfandi asal Yamaha BAF IRC Eka Putra Kencana diposisi ketiga dan Reza Fahlevy dari Suhendri padang 88 diposisi keempat.

Sementara itu, dikelas Underbone 115cc Tune Up Terbuka Firman Farera harus puas berada di posisi kelima. Juara di kelas ini direbut oleh Tedy Permana, diikuti Deri Irfandi, Reza Fahlevy dan Bobbiy Anasis dari Yamaha IRC BAR Duri.

Pembalap Sumatera Utara juga gagal menjadi juara di kelas Underbone 125cc Tune Up Pemula dan kelas Underbone 115cc Tune Up Pemula. Di kelas Underbone 125cc Tune Up Pemula, juara direbut olah Tedy AS asal Mandala Lenggeng IMI Lampung, diikuti oleh M Iqbal Gatra dari W2 Tapak Lapan RT Pekanbaru diposisi kedua dan Hadi Rinaldi dari Rinaldi Racing Banda Aceh diposisi ketiga.

Di kelas Underbone 115cc Tune Up Pemula, juara diraih oleh M Iqbal Gatra, diikuti oleh Doohan Akbaruzaman dari Yamaha Yamalube Muzakir Ninos FDR Muara Enim diposisi kedua dan Riski Andrian dari Mandala Lenggeng IMI Lampung di posisi ketiga.

Sementara itu, pembalap masa depan Sumatera Utara yang membela Yamaha Alfa Scorpii KYT 3DI Medan, M Irvansyah Putra harus puas meraih juara di kelas Underbone 115cc Standard Pemula dan Jupiter MX. Di kelas Underbone 115cc Standard Pemula, M Irvansyah Putra mengalahkan Teuku Nalon dari MJRT Langsa dan Subhada Lanaski dari Privater Medan.

Di kelas Jupiter MX yang hanya diikuti pembalap Sumatera Utara, M Irvansyah Putra mengalahkan Rizky Akbar dari Kita-Kita Racing Medan dan Faisal Hidayat dari Anisa Motor Deli Serdang.

Juara Kelas Underbone 110cc Standard Showroom diraih oleh Chaca Suteza dari MTR Racing Chaca, setelah mengalahkan Danny Ardiano dari Santri Motor Medan dan Aris Mizal dari MJRT Langsa. Juara kelas Matic 130cc terbuka diraih oleh Hadi Rinaldi dari Rinaldi Racing Banda Aceh, mengalahkan Afrizal Donny dari Loren Motor Tebing Tinggi dan Andrie Juanda dari AXB RT Medan. (jun)

Kans Ruudtje Kembali ke MU

Harmonis dengan Sir Alex

HAMBURG- Meski gaek, Ruud Van Nistelrooy yang akrab disapa Ruudjte masih bisa diandalkan ketajamannya di lini depan. Buktinya, pemain Hamburg FC ini kembali dipanggil Timnas Belanda untuk kualifikasi Euro 2012.
Yang cukup mengagetkan tentu saja keinginan Ruudjte untuk kembali bermain di Liga Inggris. Memasuki usia 34 tahun, Liga Primer Inggris tampaknya bakal berat baginya. Namun Ruudtje optimis bisa mewujudkan mimpinya. Tak tanggung-tanggung, Ruudtje memilih Manchester United (MU) untuk tempat berlabuh selanjutnya jika benar-benar kembali ke Inggris.

Maka itu, bisa jadi musim ini akan menjadi musim terakhir Ruudtje di Bundesliga Jerman. Ia berencana meninggalkan Hamburg pada akhir musim ini.

Soal pilihannya kembali ke MU adalah karena hubungannya dengan sang arsitek, Sir Alex Ferguson kembali harmonis. Dulu hubungan yang buruk dengan Fergie-lah yang membuat Ruudjte hengkang. Memang setiap pemain yang bersitegang dengan Fergie tak akan bertahan lama di Old Trafford.

Beruntung sekarang Ruudtje sudah berani saling telepon dengan Fergie.
“Aku ingin kembali ke Inggris, terutama di klub-klub besar, termasuk Manchester United, aku tidak keberatan menjadi pemain pengganti. Aku juga sudah berbicara dengan Ferguson, hubungan kami kembali membaik. Dan ia senang saya sudah menghubunginya,” terang Ruudtje.

Ruudtje juga masih memperkuat tim nasional Belanda, meskipun lebih sering menjadi pemain pengganti, terutama bagi Robin van Persie.

“Saya tidak masalah menjadi pemain pengganti. Usia dan fisik saya memang sangat mempengaruhi permainan saya. Tapi saya punya pengalaman yang dibutuhkan di saat-saat tertentu. Karena itu saya bersedia tetap bermain untuk Belanda dan berlaga di Euro 2012,” pungkasnya

Sebelumnya, Ruudtje juga digadang akan kembali ke Spanyol untuk berlabuh di Real Madrid.
Media Belanda juga mengabarkan bahwa mantan klub yang membesarkannya PSC Eindhoven juga akan memanggilnya kembali pulang.
“Saya juga berminat kembali ke Spanyol, terutama ke Real Madrid, tapi saya rasa mereka tidak berminat lagi pada saya,” terangnya seperti dilansir dari Mirror Football. (bbs/jpnn)

Pemerintah Lakukan Survei Saat Musim Panen

Data Pengangguran dan Kemiskinan Dimanipulasi

Di Indonesia, seseorang bisa disebut bekerja atau tidak menganggur bila sudah bekerja satu jam per minggu. Sementara di seluruh dunia, seseorang bisa dinilai tidak menganggur bila sudah bekerja minimal 15 jam per minggu.
“Parahnya, survei yang dilakukan pemerintah pada saat musim panen, sehingga petani yang menganggur berbulan-bulan dinilai bukan pengangguran,”  kata dosen FISIP UI, Syamsul Hadi, dalam diskusi di Doekoen Coffee, Pancoran, Jakarta, Minggu (27/3).

Hal lain, kata Syamsul Hadi, pemerintah mengklaim telah mampu mengurangi jumlah pengangguran. Misalnya pada Februari 2007, pemerintah mengklaim jumlah tenaga kerja sekitar 97,6 orang. Sementara pada Desember 2008, jumlah tenaga kerja mencapai 102 juta. Artinya, pemerintah mengklaim telah menciptakan lapangan kerja bagi 4,4 juta orang.

“Namun pemerintah memanipulasi bahwa faktanya pekerja di sektor formal hanya 28 persen dan pekerja informal sebanyak 72 persen. Jadi 72 persen bukan karena kebijakan pemerintah melainkan karena usaha sendiri,” demikian Syamsul Hadi.

Selain itu, data resmi pemerintah Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyebutkan, jumlah angka kemiskinan terus menurun setiap tahun. Tepatnya, rata-rata tiap tahun menurun satu persen.

Pada 2006, jumlah kemiskinan mencapai 17,36 persen. Namun pada 2007, menurun menjadi 16 persen. Kemudian di tahun 2008, menurun kembali menjadi 15,45 persen. Sementara pada tahun 2009 jumlah kemiskinan mencapai 14,15 persen dan pada tahun 2010 jumlah kemiskinan hanya 13,33 persen.
“Angka ini penuh manipulasi, karena ada kesenjangan dengan standar angka kemiskinan,” kata Syamsul Hadi lagi.
Menurut Syamsul, standar angka kemiskinan yang ditetapkan pemerintah pada tahun 2009 adalah pendapatan Rp226.000 per bulan. Sementara pada 2010 menjadi Rp211.000 per bulan.
“Sekarang orang yang berpenghasilan Rp250.000 per bulan dinilai tidak miskin. Padahal uang segitu cukup buat apa?” pungkasnya. (wid/rm/jpnn)

Dua Dosa Rezim SBY

Ada dua manipulasi terbesar yang dilakukan rezim Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono selama menjalankan pemerintahannya. Yaitu, manipulasi keuangan negara untuk mengisi kantong kekuasaan dan manipulasi indikator kesejahteraan dalam rangka pencitraan politik.

Menurut Direktur Institute for Global Justice, Salamuddin Daeng, bentuk manipulasi keuangan negara dilakukan dengan memperbesar keuangan pemerintah melalui cara mencetak surat utang.

Selama pemerintahannya, SBY sudah menjual surat utang hingga mencapai Rp488,77 triliun. Total peningkatan surat berharga negara selama 6 tahun terakhir mencapai 156,40 persen. Dan Gubernur BI Darmin Nasution memastikan cadangan devisa hingga awal Maret 2011 telah menembus angka 100 miliar dolar AS.
“Kebijakan pemerintah SBY menjual surat berharga negara, yang menjadi sebab mengapa devisa negara mengalami peningkatan secara tajam. Dari total devisa negara pada Januari 2011 sebesar 89.032 miliar dolar AS, sebanyak 92,7 persen bersumber dari surat utang,” kata Salamudin Daeng, dalam diskusi di Doekoen coffee, Pancoran, Jakarta, Minggu (27/3).

Menurut Salamudin, surat utang tersebut digunakan SBY untuk penyelenggaraan kekuasaan negara melalui APBN dan membiayai impor yang marak dalam enam tahun terakhir ini, termasuk impor pangan.
“Dengan demikian, pemerintahan ini sama sekali tidak menghidupkan negara dari produktivitas. Tetapi dari menjual aset-aset negara melalui surat utang,” demikian Salamuddin. (zul/rm/jpnn)

SMPN 35, SMAN 15 dan Ceto FC Juara

MEDAN-SMP Negeri 35 Medan, SMA Negeri 15 Medan dan Ceto FC Unimed berhasil menjadi terbaik di Medan Futsal Competition 2011, setelah mengalahkan lawan-lawannya pada pertandingan final yang digelar di QS Futsal Jalan Bunga Asoka Medan Sunggal, Minggu (27/3).

SMP Negeri 35 Medan menjadi yang terbaik di tingkat SMP, setelah di final mengalahkan SMP 23 Medan dengan skor 6-1. Gol kemenangan SMPN 35 Medan dicetak oleh Indra (3 gol), Wisanda (2gol) dan sebuah gol dari Padalan.
SMPN 23 Medan membalas melalui Abil Yagi. Juara ketiga tingkat SMP diraih oleh SMPN 1 Medan setelah mengalahkan SMPN 11 Medan dengan skor 6-3.

Untuk tingkat SMA, juara diraih oleh SMA Negeri 15 Medan, setelah mengalahkan SMA Darma Karya Deli Serdang di final dengan skor 6-2. Gol SMAN 15 Medan dicetak oleh M Rifqi (2 gol), Rizki Nur Azhami (2 gol) dan Rizki Paramana (2 gol). Darma Karya Deli Serdang membalas melalui Kedan dan Agung.

Gelar juara SMA Negeri 15 Medan semakin lengkap, setelah seorang pe main mereka M Rifqi menjadi top skor dengan 16 gol. Juara ketiga diraih oleh SMA Negeri 1 Medan, yang mengalahkan SMA Negeri 7 Medan dengan skor 9-3 pada perebutan juara ketiga.

Untuk kategori putri umum, gelar juara diraih oleh Ceto FC Unimed setelah mengalahkan Dispora Sumut dengan skor 3-2. Pertandingan ini berlangsung seru.

Ceto FC yang tertinggal terlebih dahulu, sempat unggul balik, namun dapat disamakan lagi oleh Dispora Sumut.
Tapi, Ceto FC yang bermain ngotot pada laga ini akhirnya menjadi pemenang. Juara ketiga diraih oleh Gossebam Realend setelah mengalahkan Olga Sitigor dengan skor 5-3.

Untuk pemberian hadiah akan dilakukan di Kantor Walikota Medan.  “Kita akan mengirim surat undangan kepada tim yang juara,” ujar Sekretaris Panitia M Said Harahap. (jun)

Bukti Ketangguhan Vettel

MELBOURNE – Laju Sebastian Vettel benar-benar tak terbendung di seri pembuka F1 yang berlangsung di Sirkuit Albert Park Autralia. Start dari posisi terdepan, pembalap Red Bull Racing itu pun menyelesaikan GP Australia di podium teratas dengan catatan waktu satu jam 29 menit 30,259 detik. Disusul pembalap McLaren Lewis Hamilton yang menguntit di posisi kedua.

Meski jadi penguasa di GP Australia Vettel enggan besar kepala. “Aku selalu mencoba untuk bilang kepada tim, kami harus tetap merendah. Kami mendapat banyak poin dan menikmati penampilan kami. Itu lebih penting. Ini musim yang panjang dan banyak hal yang bisa terjadi,” tutur Vettel di Autosport.

“Pembalap yang berada di sebelahku (Hamilton dan Petrov) ditambah Ferrari, selalu sangat kuat. Mercedes tidak mengawali dengan baik namun mereka akan jadi lebih kuat musim ini,” sambungnya.
Sejak tiga kali mengikuti GP Australia memang Vettel selalu tak bernasib baik saat dua kali retired dan musim lalu hanya finis di urutan ke-13. Saat ini Vettel pun langsung bertengger di posisi puncak pembalap dengan 25 poin dan seri berikutnya adalah di Sepang pada 10 April.

“Ini bukan balapan yang mudah. Banyak hal yang bisa kami pelajari hari ini dan kami masih harus melihat hal-hal lain dari balapan tadi,” tuntasnya. (net/jpnn)

Guru Didorong Menjadi Penulis

Menulis bagi seorang guru sangat berkaitan dengan kualitas kompetensi. “Dengan menulis, kualitas kompentensi guru akan meningkat sehingga terbentuk profesionalisme yang lebih tinggi,” kata Anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Perwakilan Sumut, Darmayanti Lubis di Hotel Asean International Medan, Minggu (27/3).

Berbicara dalam acara Semiloka Guru Menulis yang diadakan Forum Jurnalis Perempuan Indonesia (FJPI), Darmayanti menegaskan, menulis merupakan salah satu aspek profesionalitas. Bahkan untuk membuat kebijakan pendidikan perlu satu karya tulis.

“Apapun itu, tuangkan saja dengan menulis. Dengan begitu guru akan terlatih dan kapasitasnya sebagai tenaga pengajar menjadi lebih baik,” ucapnya.

Kepala Dinas Pendidikan Medan, Hasan Basri menambahkan, bukti seorang guru sudah menjadi tenaga pengajar professional adalah dengan sertifikasi. Untuk memperoleh sertifikasi, salah satu syaratnya adalah pembuatan karya tulis ilmiah. ”Jadi guru harus tahu bagaimana menulis karena itu menjadi salah satu syarat profesionalisme,” ucapnya.

Diakui, pembuatan karya ilmiah tidak gampang, namun bila enggan memulainya tentu tidak akan pernah bisa. “Sertifikasi itu penting. Jadi guru diminta memulai menulis karya ilmiah sebagai salah satu syarat kelulusan,” ujarnya.

Seorang penulis Gramedia, Clara Ng mengatakan, untuk menjadi penulis tidak sesulit yang dibayangkan. Sebagai langkah awal, setiap penulis harus menentukan tema terlebih dahulu. Tidak perlu pusing memikirkan tema apa, cukup perhatikan sekeliling untuk diangkat sebagai tema.

“Menulis adalah hal menyenangkan apabila kita sudah paham alurnya. Mulai dari mencari tema, kemudian terus ke bagian isi hingga penutup. Seluruh bagian harus dibuat dengan trik agar menarik bagi pembaca,” ucapnya.
Sementara itu, Dosen Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara (UMSU), Arifin Saleh Siregar mengatakan, menulis adalah ramuan yang terdiri dari 1 persen bakat dan 99 persen kerja keras dan semangat pantang menyerah. Untuk menjadi penulis, tidak boleh hanya merasa puas dengan sekali dua kali menulis. Tidak boleh putus asa kalau tulisannya tidak dimuat. “Bila tulisan kelima belum berhasil dimuat, kirimkan lagi tulisan keenam,” kata Pimpinan Redaksi KESKAP, Jurnal Ilmiah Fisip UMSU ini.

Ketua Panitia Semiloka Guru Menulis Nina Rialita Ginting mengatakan, acara ini diiringi Pelantikan Pengurus FJPI Periode 2010-2011 dan peluncuran www.jurnalisperempuan.com ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru serta jaringan kelembagaan pemberdayaan perempuan dan anak di Sumut.(saz)

Kongres PSSI Dikudeta

Nurdin Cs Kabur Naik Pesawat Pribadi

Kongres PSSI yang dilaksanakan Sabtu (26/3) malam di Hotel The Premiere, Pekanbaru, bubar alias dibatalkan, setelah dikudeta pro revolusi.

Mereka yang memilih menyuarakan perubahan di tubuh PSSI menyatakan diri mengambil alih kongres dengan alasan telah mencapai lebih dari 2/3 suara PSSI.

Sementara kubu Nurdin Halid Cs kabur. Ketua Umum PSSI Nurdin Halid kabur meninggalkan Hotel Premiere, Pekanbaru, Riau. Mereka dikabarkan kabur ke Jakarta menggunakan pesawat pribadi. Mereka berencana menyiapkan kongres sendiri di Malang, Jayapura, atau Aceh.

Nurdin Halid cs kabur setelah menyatakan kongres PSSI batal. Sekjen PSSI Nugraha Besoes mengatakan, setelah melakukan perundingan antara Komite Eksekutif PSSI dengan perwakilan FIFA dan AFC, kongres dibatalkan. Rapat pembatalan juga dihadiri Nurdin Halid selaku Ketua Umum PSSI.

“Kami telah mengevaluasi dan melihat kondisi yang ada, komite eksekutif dengan cepat mengambil keputusan bersama perwakilan AFC dan FIFA,” kata Sekjen PSSI, Nugraha Besoes, kepada wartawan, Sabtu (26/3).
“Sesudah dipaparkan, dianalisa, diputuskan kalau ini bukan lagi menyangkut kemanan tapi keselamatan. Melihat hiruk-pikuk yang di hotel Premiere, maka kongres tidak bisa dilakukan,” lanjutnya.

“Perwakilan AFC dan FIFA sudah terbang ke Jakarta. Selanjutnya anggota komite eksekutif akan mengadakan pertemuan,” pungkas Nugraha tanpa merinci waktu dan  tempat pertemuan yang dimaksud.
Dari informasi yang diperoleh, kubu Nurdin  Halid akan menggelar kongres baru dalam waktu dekat.

Hingga malam kemarin, tak satupun pengurus PSSI yang bertahan di Hotel Preimere. Nurdin, Nugraha Besoes, dan Nirwan Bakrie tak terlihat. Namun, kubu pro revolusi yang menguasai arena kongres, terus melangsungkan kongres tersebut. Alasannya, mereka telah mencapai qourum, yakni 2/3 suara dari pemilik hak suara.

Sekretaris Komite Penyelamat Persepakbolaan Nasional (KPPN) yang merupakan Ketua Umum Persepar  Palangkaraya, Tuty Dau, mengatakan, saat ini sedikitnya 78 pemilik suara PSSI telah berada di lokasi kongres. Menurut dia, jumlah tersebut telah memenuhi kuota untuk menggelar sendiri kongres yang kini ditinggalkan kubu Nurdin Halid.

”Jumlah terakhir saat ini 78 suara. Jadi, secara statuta, sebetulnya itu sudah cukup untuk menggelar sendiri kongres,” ujar Tuty Dau.

Apalagi, salah seorang anggota Komite Eksekutif PSSI, Bernhard Limbong, yang diminta naik ke podium, juga akhirnya memberikan perizinan secara lisan bahwa kongres tersebut dapat dilaksanakan oleh para pemilik suara PSSI tanpa harus menunggu panitia PSSI.

”Exco PSSI menyerahkan sepenuhnya ke tangan peserta,” ujar Limbong.
Kongres PSSI sendiri tetap dilaksanakan meski Nurdin Halid Cs keburu pergi meninggalkan lokasi kongres. Mereka melanjutkan kongres dengan dipimpin Usman Pakaubun yang merupakan Sekretaris Umum Pengprov PSSI Papua Barat.

“Kongres ini harus berjalan,” sambung mantan pengurus PSSI Edison Eli, Sabtu (26/3). Edison juga mengatakan bahwa meskipun panitia dan pengurus PSSI tidak hadir, tapi Kongres PSSI masih memiliki ketentuan hukum yang tetap jika Kongres ini memenuhi quorum. “Kalau memenuhi quorum itu sah,” katanya.

Jumlah minimal quorum dalam kongres PSSI sendiri 1/3 dari seluruh pengda PSSI yang ada di Indonesia.
Sebelumnya, saat proses registrasi peserta kongres yang berlangsung di Hotel Premiere, sudah diwarnai kericuhan. Beberapa pengurus pengprov dan klub protes karena nama mereka tidak terdaftar sebagai peserta kongres pemilihan Komite Pemilihan dan Komite Banding. Suasana memanas saat anggota PSSI pro perubahan memberi dukungan dengan masuk ruang registrasi.

Demonstran Minta Masuk Ke Halaman Hotel

Ratusan massa aksi Aliansi Suporter Sepakbola Indonesia Riau yang berasal dari berbagai suporter klub sepak bola di Indonesia berusaha untuk masuk ke halaman Hotel Premier tempat diadakannya kongres PSSI sekitar pukul 11.30 WIB. Indra, jubir aliansi tersebut mengatakan bahwa izin yang diperolehnya adalah di halaman Hotel Premiere. Kemudian mereka berusaha menghubungi polisi. Mereka ditemui oleh Komandan Kompi Samapta
‘’Izin aksi yang kita pegang adalah di halaman Hotel  Premiere dan sesuai dengan undang-undang tidak ada yang memperbolehkan kami aksi di Jalan. Saat ini keselamatan kami di jalan sudah membahayakan,’’ ujar Indra didampingi oleh rekan-rekannya.

Komanda Kompi Samapta Polresta Pekanbaru, Hendri mengatakan bahwa polisi tidak memberikan izin aksi dan tidak ada yang boleh masuk ke halaman Hotel Premiere. ‘’Surat yang dipegang itu bukan surat izin, kami tidak pernah mengizinkan. Kalau soal lokasi kami membiarkan  aksi orasi di luar halaman hotel dan tidak dibadan jalan, Silahkan di trotoar atau median Jalan,’’ ujar Hendri.

Akhirnya, massa yang awalnya hanya di median jalan berteriak dan menyampaikan orasi merangsek dan mendekat ke trotoar yang ada di depan hotel premier. Ratusan orang pencinta sepak bola mendadak memasuki arena dan mendobrak paksa pintu ruang acara kongres. Situasi yang mendadak gaduh membuat acara pembukaan kongres malam ini batal.

Kapolda Riau, Drs Brigjen Pol Suedi Husein mendatangi halaman Hotel Premiere. Kapolda tidak memakai baju dinas namun berpakaian bebas. Dengan memakai kaos krah bermotif garis-garis putih biru. Kapolda melewati peserta aksi yang sedang berorasi dan bernyanyi di depan hotel tempat penyelenggaraan kongres PSSI tersebut.

Beberapa anggota polisi berpakaian Samapta terlihat memberi hormat. Peserta aksi terlihat tidak mengenal pimpinan tertinggi polisi daerah Riau ini. Namun ketika sampai di haman depan hotel, beberapa orang wartawan menyerbu Kapolda. Berbagai pertanyaan dilontarkan terkait pengamanan kongres PSSI tersebut. Kapolda menyatakan polisi sudah menyiapkan pengamanan pelaksanaan kongres tersebut. ‘’Sudah kita siapkan, sebenarnya saya ke sini mau inspeksi tapi karena kamu datang dan bertanya jadi dikerumuni wartawan begini,’’ ujar Kapolda ramah sambit tertawa. Akhirnya Kapolda berjalan meninggalkan halaman hotel tersebut.

Staf ahli Bidang Hukum Kementerian Pemuda dan Olahraga, Faisal Abdullah mengatakan, sangat prihatin. “Sangat prihatin dengan situasi yang terjadi, pembatalan dan jalannya Kongres,” kata Faisal saat dihubungi. Pemerintah, kata Faisal, ingin menyelamatkan PSSI.

Selebihnya Faisal belum bisa memberi komentar mengenai sikap pemerintah atas situasi ini. Ia menyerahkan sepenuhnya kepada Menteri Pemuda dan Olahraga Andi Alifian Mallarangeng untuk memberi pernyataan sikap. (rul/fal/arp/net/rpg)