23.2 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 15494

Dilarang Parkir, Supir Angkot Tikam Warga

MEDAN- Gara-gara melarang supir angkot memarkirkan kendaraannya di dalam gang, Herman Taras Amikson (41), warga Jalan Mesjid Taufiq, Gang Tamtama, ditikam dan harus menjalani perawatan intensif di Instalasi Gawat Darurat (IGD) RSU dr Pirngadi Medan, Sabtu (26/3) siang pukul 12.30 WIB.

Menurut Ulam, adik korban, saat itu abangnya sedang duduk di depan rumahnya. Melihat tersangka Horas Tampubolon (33), warga Jalan Mesjid Taufiq Gang Salak, hendak memarkirkan kendaraannya, dia melarang. Pasalnya, akan mengakibatkan kemacetan, karena tak jauh dari lokasi ada warga yang menggelar hajatan pesta pernikahan.
Mendapat larangan tersebut, Horas merasa tersinggung dan langsung emosi. Tanpa pikir panjang, Horas langsung mengambil pisau dari dalam angkotnya dan menikam korban. “Sehabis ditikam, abangku langsung terjatuh bersimbah darah. Sementara pelaku langsung diamankan masyarakat dan diboyong ke Polsek Medan Timur,” sebutnya.(uma)

Juara DBL Sumut Semakin Semangat

MEDAN-Juara Honda DBL North Sumatera Series yakni tim putera SMA Wahidin Sudiro Husodo Medan menerima hadiah sepatu dari panitia DBL, Sabtu (26/3). Sedangkan hadiah sepatu bagi tim puteri SMA Sutomo 1 Medan telah diserahkan Jumat (25/3).

Penyerahan sepatu kepada siswa dan official ini dilaksanakan Panitia Honda DBL North Sumatera Series, Jhon Firma Purba. ‘’Hadiah sepatu League diberikan bagi tim champion Honda DBL dimana masing-masing tim menerima 16 sepatu,’’ kata Jhon.

Ungkapan kegembiraan atas hadiah sepatu ini disampaikan Hidayat Natasasmita, coach SMA Wahidin Sudiro Husodo. ‘’Kami bersimpati atas hadiah yang diberikan. Hadiah ini bikin tambah semangat anak-anak berlatih basket,’’ imbuhnya.
Selepas gelaran Honda DBL, Hidayat mengatakan, timnya terus melaksanakan latihan. Dua pemain putera dan puteri kita juga akan mengikuti camp DBL di Surabaya,’’ jelasnya.

Pelatihan terus digenjot karena sekolah ini berkeinginan mempertahankan gelar juara DBL 2012 tahun depan. ‘’Latihan jalan terus termasuk melatih siswa Kelas III SMP dimana setelah tahun ajaran baru, mereka akan menjadi siswa Kelas I SMA. Kita persiapan tim lebih dini,’’ ucapnya.

Kegembiraan senada diungkapkan Handi, Asisten Manajer SMA Sutomo 1 Medan. Ia mengungkapkan senang mendapatkan hadiah sepatu dari DBL tersebut. Ia juga mengaku atas pemberian hadiah menambah semangat tim dalam berlatih.

Keinginan mempertahankan gelar pada DBL 2012 juga menjadi perhatian. Meski potensi pemain pelapis dari SMP masih sedikit, ia yakin dengan masa persiapan yang masih panjang akan memaksimalkan persiapan tim untuk mempertahankan gelar di musim mendatang. (mag-7)

LPI Medan SMA Budi Murni Taklukkan SMKN 7

MEDAN- Kesebelasan SMA Budi Murni berhasil menaklukkan SMKN 7 Medan dengan skor 4-0 pada ajang Liga Pendidikan Indonesia (LPI) Kota Medan memperebutkan Piala Walikota Medan yang berlangsung di Lapangan Kebun Bunga Medan, Sabtu (26/3).

Kedigdayaan SMA Budi Murni sudah terlihat saat babak pertama dimulai. Tampil agresif dan mengurung daerah pertahanan lawan berulangkali dilakukan anak-anak Budi Murni. Hasilnya, pada menit ke-15 Hevanti berhasil membobol gawang SMKN 7 Medan.

Berselang tiga menit kemudian Harley Tripendi berhasil menambahk keunggulan anak-anak Budi Murni menjadi 2-0. Selanjutnya, pada menit ke-25 Andreas memperbesar keunggulan Budi Murni menjadi 3-0.

Merasa tertinggal jauh, anak-anak SMKN 7 berinisiatif mengurung pertahanan lawannya. Namun, terlalu asyik menyerang justru membuat pertahanan SMKN 7 Medan menjadi longgar. Imbasnya, pada pada menit ke-47 Hevanti kembali membobol gawang SMKN 7 guna menggenapi kemenangan timnya menjadi 4-0.

Menanggapi kemenangan yang diraih timnya, pelatih SMA Budi Murni Panda mengaku sangat bangga. Namun begitu Panda tetap mengingatkan anak asuhnya untuk tetap giat berlatih karena lawan-lawan yang akan dihadapi pada pertandingan berikutnya akan semakin berat. “Semoga kemenangan ini  akan memotivasi anak-anak untuk lebih serius berlatih,” bilang Panda.(omi)

Menolak Dirazia, Pekerja Salon Sebut Anggota Dewan

MEDAN- Satpol PP Kota Medan merazia pekerja seks komersial (PSK) di kawasan Medan Baru dan Aksara, Sabtu (26/3) dini hari. Sejumlah wanita yang diduga PSK sempat melawan saat dirazia, sehingga menimbulkan keributan. Bahkan, seorang pengawas salon sempat menyebut-nyebut anggota dewan yang diduga menjadi backing mereka.
Keributan sempat terjadi saat Satpol PP melakukan razia di Ratu Salon dan Spa di Jalan Biduk. Pasalnya, para wanita pekerja salon menolak untuk diangkut petugas. Bahkan, seorang pekerja salon sempat menyebut nama anggota DPRD Medan dari Fraksi Demokrat.

“Apa kau? Kok berani-beraninya mau bawa kami? Mana komandanmu? Pak FN anggota DPRD Medan dari Partai Demokrat mau ngomong,” ujar perempuan seksi bercelana minim itu dengan nada tinggi.

Tak cuma Satpol PP yang kena ‘semprot’ para wanita tersebut. Sejumlah wartawan yang meliput razia tersebut juga menjadi lampiasan amarah mereka. Bahkan, seorang wartawan televisi nyaris dipukul karena mengambil gambar. “Apa lagi kau mengambil gambarku? Awas kau,” ujar seorang pekerja salon sambil mendorong wartawan tersebut.

Akibat dorongan itu, sempat terjadi adu mulut dan nyaris bentrok dengan para wartawan yang sedang meliput. “Hebat kau? Buka bajumu, letakkan kartu persmu, letakkan kameramu main kita,” tantang pengawas salon.
Suasana mereda setelah wartawan dan Satpol PP meninggalkan salon tersebut dan melanjutkan razia ke kawasan Jalan Aksara.(mag-8)

Jejak Pengebom Terus Diburu

JAKARTA- Tim khusus Densus 88 Mabes Polri  terus mengejar jaringan pengebom buku Utan Kayu. Sudah 11 hari sejak pengiriman paket maut ke empat tokoh  15 Maret lalu. Empat sasaran kelompok ini adalah Ulil Abshar Abdala, Gories Mere, Yapto Soeryosumarno, dan Ahmad Dhani.

Teknik penyelidikan yang digunakan merujuk pada bom signature (ciri khas bom), identifikasi kurir, dan pemeriksaan saksi mata. Keterangan yang diperoleh dari para mantan teroris yang kini mendekam di tahanan juga semakin memperjelas arah pengungkapan kasus.  “Persentasenya sudah 80 persen, sebentar lagi akan terungkap,” kata seorang perwira analis yang ikut dalam penyelidikan kasus ini kemarin (26/03). Meski hari Sabtu, seluruh tim terus bekerja. Satu unit, yakni crisis response team (crt) unit dibekali dengan peralatan taktis siap sergap juga sudah disiagakan.  Dalam setiap penangkapan tersangka teror, tim yang bergerak di garda depan adalah CRT. Sedangkan, para pemburu biasanya justru akan ‘menghilang’ sementara waktu untuk mengaburkan identitas mereka. Dari hasil analisa bentuk, bahan, dan rakitan bom, tipe bom buku adalah pekerjaan kelompok eks Poso.

Kepala Bagian Penerangan Umum Mabes Polri Kombes Boy Rafli Amar menolak berkomentar soal perkembangan penyidikan. “Itu membahayakan tim di lapangan,” kata Boy. (rdl/jpnn)

Didik Anak Sesuai Bakatnya

MEDAN- Sistem pendidikan di Indonesia sudah sangat kuno dibanding negara lain. Dimana di beberapa negara, reformasi pendidikan sudah terjadi di awal 1990-an. Dimana anak tidak lagi dididik berdasarkan kurikulum, melainkan sesuai dengan minat dan bakat anak tersebut.

Demikian dikatakan praktisi pendidikan berbasis Multiple Intelegience dan Holistic Learning dan pembicara tetap program pendidikan dan keluarga di Smart FM Radio, Ayah Edy dalam seminar bertajuk Design Our Child Success Right Now di Hotel Arya Duta, Sabtu (26/3).

Menurut Ayah Edy, selama ini sekolah kita mengenal sistem pendidikan, dimana seorang siswa harus dapat menguasai semua pelajaran. Sehingga anak tersebut harus membagi konsentrasinya terhadap berbagai mata pelajaran tersebut. “Hal ini akan membuat seorang murid tidak akan mengenal dan mengetahui apa yang disukai dan yang paling dikuasainya. Padahal kesuksesan seseorang itu hanya pada 1 bidang saja, bukan hanya berbagai bidang,” katanya.
Selain itu, lanjut Ayah Edy, paradigma masyarakat yang menyatakan, belajar untuk mencari duit dan kepintaran berdasarkan ranking di sekolah juga sangat menjadi beban anak. Karena si anak harus memaksakan diri untuk melakukan kegiatan yang disukai oleh orangtuanya, bukan atas keingginannya sendiri. Karena itu, prinsip yang seperti ini yang harus dikuburkan, sehingga seorang anak dapat menentukan apa yang diinginkannya.

Ayah Edy menyatakan, saat ini tren pendidikan yang berlaku di Indonesia adalah “Full Day”, dimana dari pagi hingga sore hari, anak berkutat pada pelajaran, setelah itu belajar di Bimbel (Bimbingan Belajar), sampai di rumah, orangtua akan bertanya “apakah sudah menyelesaikan PR?”. Tanpa disadari oleh si anak dan orangtua, hal ini akan menjadikan si anak kehilangan atas keahlian alami yang diberi Tuhan sejak lahir. (mag-9)

Sindikat Pemalsu BPKB Otaknya Suami Istri

MAPOLDASU- Kepolisian Daerah Sumatera Utara (Poldasu) terus melakukan penyelidikan guna mengungkap jaringan pemalsu Buku Pemilik Kendaraan Bermotor (BPKB) di Sumatera Utara.

Hal ini menyusul dengan terbongkarnya sindikar pemalsu BPKB di komplek Perumahan Grand Harjosari, Jalan Garu 2, Medan Amplas, Jumat (25/3) pukul 11.30 WIB.

“Kita sedang melakukan pengembangan. Tersangka yang telah kita amankan saat ini masih dalam penyelidikan. Jika masih ada sindikat lainnya, akan kita kejar,” kata Kabid Humas Poldasu Kombes Pol Hery Subian Sauri saat dihubungi wartawan koran ini, Sabtu (26/3) siang.

Dijelaskannya, untuk menghempang sindikat pemalsu BPKB antar provinsi, pihaknya akan berkoordinasi dengan kepolisian antar daerah di tiap-tiap provinsi. “Kalau jejaringnya antar provinsi, kita akan berkoordinasi dengan polda-polda lainnya. Tapi, jika jejaringnya antar kabupaten, maka kita instruksikan kepada jajaran Poldasu untuk mengungkapnya,” tambahnya.

Disebutkan Hery, dari enam tersangka yang diamankan, otak pelakunya adalah pasangan suami istri yakni Harun SE (34) dan Suryaningsih (32). “Ya, otak pelakunya pasangan suami istri itu,” tegasnya.
Sementara, Direktur Lalu Lintas Poldasu Kombes Pol Bambang Sukamto menyarankan kepada masyarakat agar lebih berhati-hati dalam membeli kendaraan bermotor (ranmor). “Kalau ragu, bisa langsung cros cek ke kepolisian, bermasalah atau tidak ranmor yang akan dibeli,” katanya.(mag-8)

Kami tak Seperti Gayus…

MEDAN- Direktorat Jenderal (Dirjend) Pajak Sumatera Utara menggelar sosialisasi kepada jemaat Gereja Kristen Protestan Simalungun (GKPS) di Jalan Danau Singkarak, Kecamatan Medan Barat, Sabtu (26/3) sore pukul 15.00 WIB. Dalam sosialisasi tersebut, Kepala Kantor Pelayanan Pajak Pratama Medan Barat Djahotman Saragih mengatakan, kalau mereka tidak sama dengan Gayus Tambunan.

“Kami tidak sama seperti Gayus Tambunan. Jika merasa ragu membayar pajak kepada petugas pajak, silakan bayar pajak melalui bank, agar tidak ada yang menggelapkan,” kata Djahotman. Dijelaskanya, pembayaran pajak melalui bank jauh lebih efektif dan tidak ada unsur penggelapannya. “Langsung saja bayar ke bank, pajaknya pasti aman,” tegasnya lagi.

Sementara itu, PP Humas Kanwil DJP Sumut I Jhonny Wilson Purba mengatakan, sosialisasi pajak ini untuk menyadarkan masyarakat akan pentingnya membayar pajak untuk kemajuan pembangunan. “Kalau tidak ada pajak dari masyarakat, tidak akan ada pembangunan. Negara ini kan hidup dari pajak, jadi warga harus sadar akan pajak,” kata Jhonny.

Menurut Jhonny, sosialisasi melalui gereja ini merupakan yang pertama dilakukan. Dia berharap, lewat sosialisasi ini masyarakat lebih sadar akan pentingnya membayar pajak. “Harapanya, dengan sosialisasi ini masyarakat lebih peduli membayar pajak untuk kemajuan negera ini,” lanjutnya.(mag-8)

Penangkapan Panitera Pengganti Edi Suhairi SH Ketua PN Ngaku tak Tahu

MEDAN- Ketua Pengadilan Negeri (PN) Medan Panusunan Harahap SH mengaku belum tahu Panitera Pengganti PN Medan Edi Suhairi SH ditangkap Dir Reskrim Polda Sumut terkait dugaan pemerasan di Jalan Gatot Subroto Medan, Jumat (25/3) lalu.

“Saya belum tahu perihal penangkapan itu. Namun saya akan mencari tahu, dalam perkara apa panitera pengganti itu ditangkap. Polisi juga belum ada mengabari saya perihal penangkapan ini,” kata Panusunan Harahap kepada wartawan, Sabtu (26/3). Namun, Panusunan Harahap, berjanji akan menindak oknum tersebut jika terbukti, melakukan pemerasan pada keluarga terdakwa dalam perkara narkoba.

“Jika benar oknum itu ditangkap dalam perkara pemerasan, kita akan tindak. Kita akan laporkan kepada pimpinan agar yang bersangkutan ditindak sesuai peraturan dan undang-undang,” tegasnya.

Diketahui, Eddy Suhairi SH, warga Jalan Amal Luhur No 68 B Medan ditangkap petugas Direktorat Reskrim Poldasu atas laporan Syarifah Hazanah (50), warga Jalan Gatot Subroto Medan, keluarga terdakwa kasus narkoba yang saat ini masih sidang di Pengadilan Negeri Medan. Panitera pengganti ini dilaporkan karena meminta uang pada pelapor, sebesar Rp100 juta untuk biaya pengurusan pengurangan hukuman di PN Medan. Selain mengaman tersangka, polisi juga menyita uang tunai sebesar Rp50 juta yang dibungkus dalam tas plastik.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Subian Sauri saat dihubungi wartawan koran ini mengatakan, hingga kini pihaknya masih melakukan pemeriksaan terhadap Panitera PN Medan tersebut berikut barang nukti berupa uang Rp50 juta yang masih dibungkus rapi serta rekaman pembicaraan dan rekaman gambar transaksi dengan keluarga terdakwa.

“Masih kita lidiklah, bersama barang buktinya berupa rekaman suara dan gambar transaksinya, panitera itu minta Rp100 juta tetapi uang mukanya masih Rp50 juta, sementara uang itu diberikan untuk kebebasan terdakwa,” ujar Hery. (rud/mag-8)

Alumni Tim Sumut Dominasi MFC 2011

MEDAN-Para pemain yang sempat memperkuat tim putri Sumut pada Kejurnas sepak bola wanita beberapa waktu lalu, benar-benar mendominasi Medan Futsal Competition (MFC) 2011, yang hari ini memasuki babak semifinal dan final.
Nah, pada gelaran MFC 2011 kali ini seluruh pemain Sumut yang menempati peringkat empat nasional itu bermain pada empat tim berbeda yakni Ceto, UKM Unimed, Goosebams dan Disporasu.

Artinya, hari ini (26/3) seluruh pemain akan saling mengalahkan untuk bisa melangkah ke babak final yang rencannya digelar sore hari. Pada semifinal nanti Ceto akan menghadapi rekan-rekannya yang berasal dari UKM Unimed, sedangkan Goosebams akan menjajal Disporasu.

Untuk kategori SMA/ Sederajat, tim unggulan SMAN 1 Medan akan menghadapi SMA Dharma Karya Deli Serdang, sedangkan SMAN 7 Medan coba menantang SMAN 15 Medan.

Banyak yang memprediksi jika SMAN 1 Medan yang meraih medali perunggu pada ajang KIT Futsalismo tingkat nasional, serta menempati peringkat kedua Liga Futsal Amatir (LFA) Sumut 2011 mampu melangkah ke babak final dan menunggu pemenang antara SMAN 7 Medan kontra SMAN 15 Medan.
Rencananya, acara penghormatan pemenang MFC 2011 akan berlangsung di Kantor Wali Kota Medan, beberapa hari setelah even ini selesai. (jun)