26 C
Medan
Sunday, April 5, 2026
Home Blog Page 15503

Berantas Judi

081933293xxx
Yth Bapak Kapolsek Sunggal kami warga Pajak Melati sangat resah dengan adanya togel, jadi buat Bapak tolong di antisipasi ya dari Ma Friska.

Kami Berantas
Terimakasih kepada pembaca atas apresiasinya kepada Polri, informasi sekecil apapun  akan ditindak lanjuti oleh Polri, untuk diketahui tidak ada orang kaya karena judi, bahkan banyak misklin karena judi, sebab banyak menggandaikan barang dan rumah untuk main judi. Bila sekarang ini banyak informasi untuk Polri, maka ini menandakan semakin banyak masyarakat sayang dan cinta epada Polri.

Kemudian, jangan sampai ada satupun aparatur pemerintah yang membekingi usaha judi ini, karena judi merupakan penyakit masyarakat, harus kita berantas bersama-sama. Peran serta formal dan informal leader sangat diharapkan. Selanjutnya, peran serta masyarakat khususnya, uilama, tokohg agama, tokoh masyarakat, tokoh adat dan tokoh pemuda bersama-sama dengan Polri untuk menggalakkan pemberantasan judi. Karena, sehebat apapun Polri menangkapkan pelakunya, apabila tidak diperbaiki akhlaknya akan tetap melakukan judi. Artinya semua kita bersama untuk melakukan pemberantasan judi ini.

Kombes Pol Heri Subiansaori
Kabid Humas Poldasu

Jalan Ditutup Parkir

087869783xxx
Ibu Camat Medan Amplas, Kepling VI, Kelurahan Siti Rejo III tak perduli atau sudah disuap. Sebab, selama ini sudah lama berlangsung tentang pihak sekolah GUPI merugikan pengendara. Kemudian, pejalan kaki saja payah karena separuh badan jalan habis untuk kepentingan pribadi yayasan sebagai lahan parkir. Juru parkir liar sekolah juga ambil kesempatan pungli. Selanjutnya,  para pedagang juga memakai badan jalan.

085277440xxx
Yth Ibu Camat Medan Amplas dan Lurah Siti Rejo III. Kami warga khususnya pengguna Jalan Selemat Pulau sangat terganggu dan dirugikan sekali oleh pihak sekolah Gupi yang sudah bertahun menggunakan jalan umum untuk kepentingan pribadi pihak sekolah GUPI dan Tukang parkir gelap. Separuh lebih badan jalan jadi areal parkirnya yayasan. Bahkan, untuk berjalan kaki saja kami sulit, apa lagi pakai kenderaan. tolong kami ibu Camat.

Kami Cek ke Lapangan
Terimakasih laporannya, kami dari kecamatan akan mengecek laporan yang dimaksudkan terlebih dahulu, kemudian kami akan melihat langsung pentupan jalan tersebut dan memanggil Keplingnya. Karena, pada prinsipnya jalan tidak diperbolehkan ditutup atau dihalangi dengan benda apapun, jalan itu milik masyarakat banyak.

Edliaty
Camat Medan Amplas

Salurkan Dana BOS

08982834xxx
Pak Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan Drs Hasan Basri MM, bapak bilang di salah satu media pada 22 Maret bahwa dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) Rp23 miliar lebih itu telah disalurkan (18/3) ke rekening masing kepala sekolah.
Jangan jadi pembohong besarlah Pak Hasan, setiap hari kami cek no rekening pak, tak sesenpun dana BOS ada di rekening kami, hingga Rabu (23/3).
Jangan karena takut kena sanksi Kemendagri, cakap saja sudah disalurkan. Terima kasih dari kepala sekolah penerima BOS

085275008xxx
Pernyataan Kadisdik Sumut bahwa dana bos paling lambat 15 Maret 2011 hanya menjadi isapan jempol, kenyataannya daerah kota/kabupaten belum ada menerimanya.

Sudah Kami Salurkan
Terimakasih informasinya, kami di Dinas Pendidikan Kota Medan sudah menyalurkannya ke seluruh sekolah penerima dana BOS. Tidak ada sekolah yang belum menerima dana BOS di rekeningnya, jadi silahkan cek di masing-masing rekening milik sekolah yang didaftarkan sebagai penerima dana BOS.

Jadi, apabila masih ada yang belum menerima sebaiknya bersabar, kemungkinan masih ada proses bank untuk transfer dananya ke rekening sekolah masing-masing.

Drs Hasan Basri MM
Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan

—–

Jangan Ditunda-tunda
Penyaluran dana BOS jangan ditunda-tunda, apalagi sudah ada perhatian khusus dari kementrian pendidikan tentang dan BOS. Kami ingatkan, setiap penundaan atau penyalurannya yang tak sesuai tetap diawasi oleh auditor keuangan negara, sehingga tidak boleh dibiarkan.

Kepada Kepala Dinas Pendidikan Kota Medan hendaknya segera mungkin menyalurkannya, kemudian pihak sekolah sebaiknya menyurati langsung kepala dinasnya dan ditembuskan ke DPRD Medan, sehingga kami bisa melakukan pengawasannya.

H T Bahrumsyah SE
Anggota Komisi B DPRD Medan

Usut Sindikat Ikan Impor Ilegal

BELAWAN- Tokoh nelayan di Medan bagian Utara, Nazli meminta kepada DPRD Sumut, kejaksaan dan aparat kepolisian untuk mengusut sindikat bisnis ikan impor ilegal di Sumut.

“Sangat aneh, kenapa bisa ikan impor masuk melalui pelabuhan resmi padahal izin dari Pengolahan dan Pemasaran Hasil Perikanan (P2HP) tidak ada,”ujarnya, Jumat (25/3).

Menurutnya, berdasarkan Peraturan Menteri Kelautan dan Perikanan No. 17/ MEN. 2010 tentang Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan disebutkan ikan impor, diperbolehkan masuk setelah adanya izin dari P2HP yang diteruskan Karantina Ikan. Selanjutnya, dilakukan pemeriksaan fisik ikan agar terbebas dari bahan berbahaya yang menggangu kesehatan.

Tapi, ucapnya ikan impor yang masuk sekarang ini banyak indikasi kurang sehat, sebab masuknya juga sangat tidak sehat-ilegal. “Ini sangat jelas kerugian negaranya, apalagi bisnis ini sudah belangsung bertahun-tahun, harusnya penegak hukum harus bertanggung jawab,”tambahnya.

Dia juga membeberkan, indikasi kerugian negara akibat bisnis ikan impor ilegal tersebut bisa didapat dari data banyaknya ikan impor yang beredar di Sumut, selanjutnya data dimaksud bisa diketahui seperti dari PPSB dan Karantina Ikan.

“Makanya ini harus segera diusut, bila tidak negara akan tetap dirugikan, kemudian nelayan lokal cendrung tak bisa sejahtera,” pintanya.

Nazli menambahkan, pihak yang bisa melakukan pengusutan ini, mulai dari tekanan sisi politis, kemudian masuk ke aparat kepolisian dan kejaksaan untuk diberikan sanksi. “Saya yakin sindikat bisnis ikan impor ilegal tersebut masih ada sampai saat ini,”tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Sumut, Zulkarnaen menduga hal yang sama. Pasalnya, sebelum pernyataan dari menteri Kelautan dan Perikanan keluar, tidak satupun pengusaha atau importir yang mengajukan permohonan izin. “Namun saat pernyataan tersebut keluar, banyak importir yang mengajukan permohonan izin,”ujarnya. (mag-11)

Warung Steak & Shake Bantu Korban Banjir Pidie

MEDAN –   Warung Stake & Shake dan Warung Group Management Wilayah Sumatera Utara (24/3) menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang Pidie Aceh. Bantuan tersebut di salurkan langsung oleh Shohibul Halim selaku Manager Wilayah Sumatera melalui Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Cabang Medan. Bantuan dana yang di berikan sebesar Rp 5.000.000 ini disalurkan melalui program PKPU Peduli Bencana Banjir Pidie Aceh.

Sohibul  berharap bantuan dana ini nantinya dapat meringankan beban bagi korban bencana banjir bandang tersebut. ‘’Kami selaku pengelola Warung Group Management Wilayah Sumatera yang terdiri dari Warung Steak & Shake, Futsal Soccer, BeBaQaran, BEBEK GORENG dan Freskul, selalu berusaha untuk terus peduli terhadap musibah atau bencana yang menimpa negeri ini. Melalui Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU ini kami yakin bahwa bantuan tersebut akan dikelola dan di salurkan kepada yang membutuhkan,”ujarnya.

Di samping itu, PKPU Cabang Medan juga masih terus menggalang dana untuk banjir bandang Pidie Aceh, Hal ini di sampaikan oleh Manager program Penghimpunan PKPU Medan Surya Wirawan. Surya mengatakan masih sedikit sekali kepedulian kita terhadap bencana banjir Pidie Aceh ini. Padahal menurut data yang PKPU terima masih banyak korban yang berada pada ditenda-tenda pengungsian karena rumah dan tempat tinggal mereka yang rusak akibat banjir  (sih)

Kartu As, Terbukti Murahnya

MEDAN- Murahnya tarif Kartu As memang bukan hanya omongan, tapi terbukti, banyak yang mengungkapkan langsung. Termasuk para pelajar yang memang memiliki dana  atau uang jajan lebih sedikit. Mau tak mau, untuk tetap bisa berhubungan dengan teman-teman dan keluarga, mereka dituntut harus jeli memilih provider yang memberikan pelayanan terbaik, yakni jangkauan luas, bermutu dan murah.

Intan Nami Nasution misalnya. Siswa kelas VIII C SMP Negeri 8 Medan ini mengaku sangat terbantu dengan menggunakan Kartu As.  “Karena untuk pelajar seperti saya ini, tentunya harus irit-irit. Pas sekali, Kartu As memiliki banyak paket yang bisa saya gunakan sehari-hari. Baik untuk keperluan sekolah, maupun di rumah,” katanya, Rabu (23/3).

Lebih lanjut, remaja kelahiran Medan 18 Januari 1997 ini juga mengatakan, ia sering berteleponan atau sms an menggunakan paket nelepon1000 atau sms 1000. “Nelepon sepuasnya hanya Rp1000 dan ngesms sampai capek juga cuma Rp1000, soalnya kita diberikan 1000 sms gratis satu harian,” ungkap Intan.

Anak sulung dari 2 bersaudara pasangan Imron Toha Nasution dan Nisna Arianti ini juga mengaku sering berhubungan dengan teman-temannya untuk belajar bersama. Alhasil, prestasi yang diraihnya juga cukup membanggakan. “Saya tak pernah dapat juara di atas sepuluh besar, paling mentok sempat juara tujuh,” jelas Intan.

Intan juga mengungkapkan, ia memakai Kartu As sejak duduk di kelas 6 SD. Jadi kurang lebih hingga saat ini, Intan sudah memakai Kartu As selama 3 tahun. Namun, Intan juga bercerita kalau dia memang tak pernah memakai provider lain selain Telkomsel. “Kalau teman di kelas ataupun di rumah, banyak yang memakai Kartu As. Namun, ada juga yang memakai provider lain.  Namun,  setelah saya bandingkan pengeluaran mereka jauh lebih besar dari saya. Kartu As memang sangat menguntungkan,” paparnya.

Tak hanya itu, membuktikan kecintaannya terhadap providernya tersebut, Intan juga tergabung dalam Telkomsel School Community (TSC) yang terdapat di sekolahnya. “Dengan kartu perdana khusus anggota TSC, internetan jadi lebih murah,” katanya.

Intan juga berharap, TSC semakin memperbanyak even yang digelar di sekolahnya. Dengan begitu, TSC bisa lebih aktif dan digemari, dan akhirnya ia bisa mendapat teman lebih banyak di TSC.

Memahami kebutuhan pelanggan yang membutuhkan tarif murah namun dengan kualitas jaringan yang terjamin, Telkomsel memang senantiasa menyeluarkan program – program yang memberi kemudahan.

Untuk kartu As, yang teranyar Telkomsel menggelar tarif promo nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama. Ditambah, gratis 5000 SMS  setiap pengiriman 3 SMS serta gratis facebook & Chatting. Cara menikmati gratis Facebook & Chatting selama satu minggu adalah cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi GRATIS Facebook dan Cahtting selama 7 hari.

Selain itu pelanggan baru kartu As untuk nomor prefix 0853 dapat menikmati paket terbaru Gratis Nelpon lama dan berulang – ulang ke sesama pelanggan Telkomsel. Untuk mengaktifkan dan memastikan apakah pelanggan memiliki paket tarif terbaru ini, dapat menekan *100# lalu pilih menu nomor 1 yaitu Pilih Paket Kartu As, setelah itu pilih menu ke 3 yaitu Langsung Gratis Nelpon 1 Jam. Dengan memilih paket ini pelanggan akan dapat menikmati tarif nelpon paling murah dari Kartu As, hingga total 1400 menit dalam satu hari.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat  akan layanan komunikasi yang semakin murah namun tetap berkualitas. Untuk itulah Telkomsel memberikan tarif nelpon Rp.0,- mulai detik pertama hingga 30 detik, setelah itu pelanggan tetap dapat menikmati tarif PALING MURAH lainnya yang dapat dimanfaatkan pelanggan kartu AS untuk berkomunikasi lebih leluasa dari sebelumnya.
Kami berharap semakin banyak masyarakat dapat merasakan hematnya nelpon dengan nyaman mulai dari detik pertama sepanjang hari ke seluruh pelanggan Telkomsel se-Indonesia, ‘’ujar Manager Branch Telkomsel Medan Heribertus  Budi Ariyanto.

Untuk anggota TSC,  Telkomsel juga banyak menyuguhkan even sebagai bentuk apresiasi  ke pelanggan.  Mulai dari nonton bareng, konser music dan sebagainya. Seperti yang belum lama ini digelar di Medan,  Telkomsel mengajak para member TSC nonton bareng dan bertemu langsung dengan para pemain film  Rindu Purnama. Kemudian, Telkomsel menggelar event “TourHeart with SMASH” yang memberikan kesempatan kepada pelanggan kartu As untuk menyaksikan  langsung aksi panggung serta bertemu dengan para personil SMASH yang juga merupakan Ambassador kartu As. ( */saz/sih)

Wujudkan 100 Hari KTP Gratis

MEDAN- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2011-2016, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum dan H Sukron Tanjung SE berjanji setia pada 100 hari kerja pertama akan memberikan layanan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akte Kelahiran gratis selama 100 hari kerja.

“Saya dipilih rakyat, ini kemenangan rakyat, 100 hari masa kerja saya akan menggratiskan pengurusan identitas kependudukan,” kata Bonaran di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Hayam Wuruk Medan, Rabu (23/3) sore.

Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, Bonaran yang memiliki latar belakang sebagai praktisi hukum menangkap sinyal keinginan masyarakat. Selama ini, ada kecendrungan masyarakat memiliki keinginan adanya penegakan hukum di Tapteng, khususnya masalah sengketa lahan. Karena adanya persinggungan lahan garapan masyarakat dengan hutan register.

“Persoalan hukum, khususnya sengketa lahan menjadi prioritas, kami akan mendata dan memetakan persoalan untuk segera diselasaikan agar masyarakat tidak rugi dalakm sengketa itu,” sebutnya didampingi wakilnya Sukron dan sejumlah pengurus DPD PDIP Sumut.

Tak hanya itu, tapi Bonaran-Sukron yang memiliki program dalam membangun masyarakat Tapteng menganggap, Tapteng memiliki potensi besar, di mana ada pelabuhan dan potensi sumber daya kelautan yang besar, potensi wisata dan pengembangan pertanian.
“Potensi masih bisa digali dan ditingkatkan, infrastruktur untuk mendukung harus dibangun secepatnya,”sebutnya.

Diakuinya, pada pemilihan 12 Maret 2011 lalu ada indikasi kecurangan-kecurangan, di mana ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bersikap tidak netral mendukung salah satu pasangan. Selanjutnya, ada temuan guru SMA yang mengitimidasi muridnya (pemilih pemula) tidak naik kelas jika mendukung mendukung pasangan Bonaran-Sukron.

Ada juga PNS yang menghambat pengurusan administrasi kependudukan, Camat yang terang-terangan mendukung incumbent dan ada surat dikeluarkan kepala dinas untuk mendukung incumbent. “Kita akan membina PNS yang tidak netral,” ucapnya.

Berdasarkan penghitungan suara (rekapitulasi) yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapteng pasangan yang diusung PDIP, Golkar dan Hanura ini memperoleh 83.313 suara atau 62,10 persen persen. Kemenangan dalam satu putaran itu tidak hanya kemenangan partai pendukung, tetapi kemenangan rakyat. “Suara rakyat ini amanah, Ini tak sepenuhnya suara kader, memang suara masyarakat, jadi partai kiranya memanfaatkan suara masyarakat ini,” katanya dan mengatakan tidak akan pernah meninggalkan partai pendukungnya dalam pesta demokrasi Tapteng.

Dalam kesempatan itu, Bonaran – Tanjung menyampaikan terima kasih pada seluruh pendukung. Tercatat lebih dari 500 orang masyarakat turut menyumbang secara materi.
Hadir dalam kesempatan ini  unsur pimpinan PDIP Sumut, diantaranya Sekretaris DPD PDIP Sumut, H. Muhammad Afan SS, Wakil Sekretaris DPD PDIP Sumut Soetarto MSi, Wakil Ketua, Sarma Hutajulu SH, Bendahara, Meinarty Rehulina, dan Ketua DPC PDIP Tapteng, Jamarlin Purba.  (*/ril)

Jet Prancis Rontokkan Pesawat Libya

TRIPOLI-Zona larangan terbang di Libya telah ditetapkan sejak pekan lalu. Tapi, insiden penembakan pesawat kembali terjadi. Tadi malam WIB (24/3), sebuah pesawat latih jenis G-2/Galeb milik pasukan Muammar Kadhafi ditembak jatuh jet tempur Prancis jenis Rafale di langit Misrata, kota yang dikontrol pemberontak.

Seperti dilansir BBC, pesawat yang ditembak itu adalah pesawat dengan mesin tunggal. Belum diketahui apakah pilot pesawat tersebut selamat atau turut jadi korban.

Sebelumnya, pada 19 Maret lalu, sebuah pesawat MIG milik pemberontak ditembak jatuh pasukan pemerintah di Benghazi. Pilot pesawat tersebut berhasil menyelamatkan diri. Dua hari kemudian, ada kabar sebuah jet tempur Prancis juga jatuh tertembak. Tapi, militer Prancis membantahnya.

Beberapa jam sebelumnya, pasukan Kadhafi dilaporkan bergerak kembali melakukan penyerangan ke Misurata. Terletak 200 km dari sebelah timur Tripoli serta dua kota penting lain, Ajdabiya dan Zintan.

Selain dikenal sebagai pusat penyulingan minyak mentah, Misurata merupakan benteng terakhir yang masih dipertahankan pemberontak di kawasan Barat Libya. Serangan ini merupakan balasan atas serangan hari kelima pasukan koalisi yang dimotori Amerika Serikat, Prancis dan Inggris. Pemerintah Libya mengklaim, serangan  yang berlangsung 12 jam sejak Rabu (23/3) malam hingga Kamis (24/3) dini hari waktu setempat, berlangsung pilu.
Pemerintah Libya mengklaim pasukan koalisi telah membunuh puluhan warga sipil. Pihak berwenang lalu mengajak sejumlah jurnalis mengunjungi  rumah sakit di Tripoli. Di tempat itu, para jurnalis ditunjukkan 18 mayat yang sudah gosong. Pemerintah mengklaim bahwa mereka adalah sejumlah personel militer dan warga sipil yang menjadi korban pengeboman Koalisi.

Di rumah sakit utama di Misrata, kota di Libya Barat yang kembali jatuh ke tangan pemberontak, kondisi pasien dan perlengkapan medis serta pendukungnya amat memprihatinkan.
Pasien-pasien dirawat di lantai, peralatan medis dan obat-obatan sangat terbatas, air bersih sudah lama berhenti mengalir, dan listrik hanya mengandalkan satu generator.

Kelaparan juga mulai mengancam di Misrata dan Benghazi. Hal itu juga terjadi di Ajdabiya, kota yang masih diperebutkan secara ketat oleh dua pihak. Contohnya, Ajdabiya. Di kota ini, selama sembilan hari terakhir tak ada pasokan listrik dan air bersih sama sekali.

Menurut seorang komandan militer AS, yang dikutip Al Jazeera, jet-jet tempur Koalisi telah melakukan 175 kali sorti (misi penerbangan) dalam 24 jam terakhir dan 113 di antaranya dilakukan AS.
Di sisi lain, AS membantah adanya korban jiwa di pihak sipil. Militer AS justru mengklaim, pihak koalisi sukses menerapkan zona larangan terbang di sepanjang pesisir Libya, seperti yang diamanatkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973. AS juga menyatakan pihaknya telah menyerang tank-tank Kadhafi.

Hal itu disampaikan Laksamana Gerard Hueber selaku Kepala Staf Joint Task Force Odyssey Dawn di Pentagon, di atas kapal USS Mount Whitney, di Laut Mediterania, Kamis dini hari dan dikutip dari VOA News.
Dia mengatakan pasukan koalisi telah terbang selama 24 jam terakhir. Akibatnya Libya kini tidak memiliki kekuatan udara lagi.

“Angkatan udara Libya telah dicegah. Pesawat mereka telah dihancurkan dan tidak bisa beroperasi. Kami tidak memiliki konfirmasi kegiatan penerbangan kekuatan rezim selama 24 jam terakhir,” terangnya.
Hueber mengaku belum menerima laporan tentang korban sipil atas penyerangan tersebut. Pihaknya kini menargetkan tank, artileri dan peluncur roket.

Ia juga memindahkan serangan ke arah barat untuk melindungi kota Ajdabiya dan Misrata. Hueber mengatakan tidak ada indikasi pasukan yang setia kepada pemimpin Libya, Muammar Kadhafi. Pasukan pendukung Kadhafi juga sudah berhenti menyerang penduduk sipil sebagaimana diharuskan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB yang menetapkan zona larangan terbang.

Tujuan misi, lanjut Hueber, bukan untuk menggulingkan pemimpin Libya, tapi melindungi warga sipil dan memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau mereka.

Mantan cawapres AS, Sarah Palin, mengkritik keputusan Obama menyerang Libya. “Apakah kita benar-benar siap untuk menyerahkan komando dan kontrol ke Liga Arab dan ke Inggris dan Perancis?” tanya politisi Republik ini seperti dilansir ABC News, kemarin.
Ketika ditanya dugaannya bagaimana nasib Kadhafi nantinya, dia menyimpulkan,”Dia akan berakhir mati, baik di tangan pemberontak atau lainnya.”

Presiden AS Barack Obama berkeyakinan pasukan sekutu akan mengendalikan operasi militer Libya. Obama bahkan menyebut pengendalian operasi militer tersebut akan terjadi hanya dalam hitungan hari. “Kita akan melanjutkan dukungan dan usaha untuk melindungi rakyat Libya. Tapi kami tidak akan memimpin,” tandasnya.

Di Kairo, Mesir, Menteri Pertahanan AS, Robert Gates menyarankan oposisi pejuang baru sekarang memiliki kesempatan untuk berkumpul kembali setelah serangan angkatan udara Kadhafi. ”Saya rasa banyak orang-orang yang berada di oposisi dan yang memainkan peran di hari-hari awal telah tunduk. Keadaan mungkin berubah di mana oposisi pejuang tidak dapat menggunakan pesawat. Mereka bisa saja kembali untuk melawan tapi kita tidak tahu,” kata Gates. Gates mengatakan pihak AS masih berencana untuk menyerahkan peran kunci dalam serangan terhadap Libya untuk sekutu koalisinya.

Menteri Pertahanan Prancis, Gerard Longuet, juga mengungkapkan mereka telah menghancurkan sekitar sepuluh unit kendaraan lapis baja Libya dalam tiga hari terakhir.
Menlu Prancis Alain Juppe menyebut, serangan koalisi terhadap Libya sejauh ini sukses. “Kami akan terus melakukan serangan-serangan udara,” ujar Juppe pada radio RTL seperti dilansir kantor berita AFP.
Diimbuhkan petinggi Prancis itu, serangan-serangan itu hanya menargetkan lokasi-lokasi militer dan bukan yang lainnya.

Juppe pun bersikeras bahwa operasi militer bersama Amerika Serikat, Inggris dan lainnya tersebut dimaksudkan untuk melindungi penduduk sipil dari serangan-serangan pasukan yang setia pada pemimpin Libya Muammar Kadhafi.

Kelaparan

Pasukan koalisi terus menyerang, loyalis Muammar Kadhafi terus melawan. Buntut konflik bersenjata yang sulit diprediksi kapan berakhir itu adalah terjadinya krisis kemanusiaan. Tentu saja, yang paling menderita adalah warga sipil.

Sebagaimana dilaporkan Washington Post, di rumah sakit utama di Misrata, pasien-pasien dirawat di lantai, peralatan medis dan obat-obatan sangat terbatas, air bersih sudah lama berhenti mengalir, dan listrik hanya mengandalkan satu generator.

Padahal jumlah korban sangat banyak. Akibat serbuan pasukan pro-Kadhafi selama lima hari dan tak menutup kemungkinan karena serangan udara koalisi juga, korban meninggal hampir mencapai 100 orang. Setelah lima hari merangsek ke Misrata, pro-Kadhafi mulai beringsut pergi kemarin seusai dihajar serangan udara selama 12 jam oleh pasukan koalisi.

“Lima hari terakhir benar-benar seperti neraka. Rumah sakit sudah tak kuasa menampung. Sembilan puluh empat orang meninggal, 60 di antaranya warga sipil. Yang luka-luka mencapai 1.300 orang,” ungkap Mohammed Ali, seorang teknisi yang bekerja di rumah sakit utama di Misrata, kepada Reuters melalui sambungan telepon.
Saking tak berdayanya para dokter dan paramedis menghadapi jumlah pasien yang membeludak dengan perlengkapan serba terbatas, yang kondisinya tak kritis langsung dipulangkan. “Saya berkali-kali melihat mereka yang baru diamputasi kakinya disuruh pulang,” jelas Ali.

Kelaparan juga mulai mengancam, terutama di kota-kota yang dikuasai pemberontak. Misalnya, Misrata dan Benghazi. Hal itu juga terjadi di kota yang masih diperebutkan secara ketat oleh dua pihak. Contohnya, Ajdabiya. Di Ajdabiya, selama sembilan hari terakhir tak ada pasokan listrik dan air bersih sama sekali.

Hampir semua toko tutup karena tak ada suplai atau karena faktor keamanan. Di Misrata, misalnya, kendati tank-tank milik loyalis Kadhafi telah terusir, masih banyak sniper yang tak hanya menyasar pemberontak, tapi juga warga sipil.
Menurut Washington Post, berbagai lembaga bantuan internasional tak bisa menembus kota-kota yang menjadi ajang pertempuran dua kubu seperti Misrata dan Ajdabiya. Mengenai kemungkinan militer AS turut mendistribusikan bantuan, seorang pejabat pemerintahan Negeri Paman Sam menyatakan bahwa opsi itu masih terbuka. “Semua opsi masih memungkinkan,” ujar si pejabat yang identitasnya dirahasiakan tersebut.

Di tengah berbagai kesulitan itu, beruntung Komite Palang Merah Internasional menyatakan telah berhasil mengirim dua ribu ton makanan ke kota-kota di bagian timur Libya. Juga, sejumlah peralatan serta obat-obatan untuk merawat sekitar 40 ribu pasien.

Bantuan-bantuan itu berhasil dibawa dengan truk yang masuk melalui perbatasan Libya-Mesir atau lewat Benghazi yang dikontrol pemberontak. Tapi, bantuan masih sulit masuk ke kota-kota di mana pro-Kadhafi masih kuat. Padahal kebutuhan pangan sangat mendesak karena sudah amat langka. Apalagi selama ini Libya sangat mengandalkan pasokan pangan dari impor.

Kalaupun ada, harganya tak terjangkau warga kebanyakan karena saking mahalnya. Harga tepung, misalnya, mencapai dua kali lipat. Harga beras juga naik hingga 88 persen dan minyak goreng meroket 58 persen. “Kalau kondisinya terus seperti ini, tentu sangat mengkhawatirkan (karena bisa terjadi kelaparan),” tegas Abeer Etefa, juru bicara World Food Program, di perbatasan Mesir-Libya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya berencana melakukan operasi darurat untuk menyuplai makanan kepada sekitar 600 ribu warga sipil di sejumlah kota yang saat ini terancam kelaparan.

Seorang pejabat pemerintahan AS juga menuturkan bahwa sekitar 80 ribu warga sipil di Libya saat ini tak punya tempat tinggal atau terusir paksa. “Jumlah riilnya bahkan mungkin bisa lebih tinggi,” ungkap si pejabat itu kepada Washington Post. (bbs/ttg/jpnn)

Mahasiswa USU Ancam Demo Besar-besaran

Dugaan Pemotongan Bansos dari APBD Sumut Senilai Rp9,7 M

MEDAN-Polemik dana bantuan hibah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provsu Tahun 2010 ke Universitas Sumatera Utara (USU) terus bergulir. Kali ini, masalah tersebut memancing adrenalin para aktivis dari USU. Sejumlah aktivis mahasiswa berjani ’turun ke jalan’. Mereka berniat membersihkan dugaan praktik-praktik kotor yang mencemari dunia pendidikan di Sumatera Utara.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut, Syamsi Pohan menegaskan, saat ini HMI Sumut dan elemen mahasiswa di USU lainnya, sedang membahas persoalan ini. Jika Pemprovsu tidak segera menyelesaikannya, tidak menutup kemungkinan mereka akan mendatangi kantor Gubsu secara beramai-ramai. Termasuk mengungkit borok Pemprovsu terkait berbagai dugaan kasus korupsi di pos-pos anggaran lain.
“Kalau untuk pendidikan pun dikorupsi, konon lagi yang lain,” tegas Syamsi kepada Sumut Pos, Kamis (24/3).
Sementara Sekjen Pemerintahan FMIPA USU Mahdiran menyatakan, kalau penyelewengan benar terjadi, pihaknya akan mempertanyakan hal itu ke Pemprovsu. “Itu sama artinya menzalimi USU dan dunia pendidikan secara luas. Kalau dari tabulasi itu ternyata positif ada permainan pihak Pemprovsu, bukan tidak mungkin pihaknya akan memberikan reaksi,” tandasnya.

Juru bicara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USU yang juga Gubernur Fakultas Sastra (FS) USU, Mawardi, mengatakan, sebagai mahasiswa, mereka dituntut untuk pintar dalam menyikapi hal-hal seperti ini.
“Sikap yang seharusnya diambil adalah jika ada siapa pun yang melanggar UU atau secara sengaja merugikan orang lain, harusnya mereka dihukum sesuai UU yang berlaku,” tegasnya.

Apalagi, sambungnya, jika ternyata dugaan korupsi benar adanya, itu merupakan satu tindakan yang merugikan kepentingan banyak orang. “Jika memang petinggi-petinggi di sini (USU, Red) melakukan tindakan tersebut, sebaiknya jangan dari sanksi pidana saja mereka dihukum. Tapi juga, hingga pencabutan jabatan mereka di sini tanpa pandang bulu. Karena, petinggi-petinggi sudah seharusnya mengayomi, bukan malah mengambil keuntungan,” terang Mawardi.

Kepada pihak universitas, Syamsi menegaskan, pihak USU tidak boleh tinggal diam. “USU harus meminta kekurangan dana tersebut. Karena ini menyangkut kepentingan pendidikan dan nama baik. Tindakan Provsu tersebut merupakan tindakan penyepelean terhadap isntitusi USU yang meruapakan ikon perguruan tinggi di Sumut,” katanya.
Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut juga diminta menelusuri sisa kas yang belum disalurkan tersebut. Jika terbukti masuk kantong pribadi para pejabat Provsu, maka harus dilaporkan ke institusi penegak hukum, guna dilakukan penyelidikan.

Sebagai generasi muda, Syamsir prihatin dengan kelakuan para pendahulunya. Para birokrat di Sumut menjalankan tugas birokrasi yang rumit dan rawan penyelewengan. “Birokrasi yang lebih sederhana namun ketat, tentu lebih menjamin penyaluran dana hibah,” ungkapnya.

Bansos untuk Ruko, Kejatisu tak Tahu

Temuan baru soal adanya penyimpangan dana untuk umat di Bansos Pempropsu, untuk pembangunan ruko  yayasan yang dilakukan oknum pejabat, ternyata belum diketahu Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri SH, pada wartawan Kamis (25/3) di Jalan AH Nasution Medan.

“Kita belum mengetahui, soal penyimpangan dana dari proposal bantuan, untuk pembangunan mesjid ataun bantuan ke panti asuhan yang diselewengkan untuk pembangunan ruko sebuah yayasan yang diduga milik oknum di Bansos Pempropsu,” tegas Jufri SH.

Jufri mengatakan lebih lanjut bahwa saat ini pihaknya hanya melakukan penyelidikan penyelewengan di Bansos Sumut, masih seputar dugaan proposal bodong, untuk pengembalian dana APBD Kabupaten Langkat senilai Rp215,17 miliar. “Belum ada kita mengarah ke penyelidikan sesuai dengan laporan salah satu LSM itu. Namun demikian informasi tersebut, jadi acuan kita untuk mengusut lebih dalam soal rentetan dana Bansos yang diselewengkan tersebut,” tegas Jufri menutup pembicaraan.

Sementara ini, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) juga sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di Pemprovsu senilai Rp215,17 miliar. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH juga pada wartawan Kamis (24/3) menegaskan, penyelidikan tidak akan dihentikan.” Kami terus selidiki. Sekarang kami menunggu,” tegas Tarigan.

Tarigan menambahkan, walau pihaknya belum menerima supervisi dari KPK, upaya pengusutan tuntas dugaan korupsi tersebut terus dilakukan. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Kejatisu, berkat adanya laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari anggaran sebesar Rp215,17 miliar, sebesar Rp10,7 miliar yang terbagi dalam 13 item, tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. “Kami sudah terima laporan dari BPK RI terkait hasil auditnya untuk Pemprovsu, dan sekarang sudah saya suruh teliti,” kata Kajatisu Sution Usman Adji.

Lebih jauh dikatakan Sution, pihaknya belum memberikan penjelasan lengkap terkait adanya penyimpangan pada laporan BPK tersebut. Tapi, pada laporan BPK disebutkan, ada 13 bagian yang dianggap menyimpang. “Ada kira kira 13 item, dan sudah saya minta kepada Aspidsus dan Asintel dipilah-pilah mana yang kira-kira bisa diteruskan,” bebernya.

Pada laporan BPK yang disampaikan pada Kejatisu disebutkan, ada 13 bagian yang dianggap menyimpang.

Seperti telah diberitakan Sumut Pos, dugaan pemangkasan dana hibah dai APRB Sumut ke senilai Rp9,7 miliar terungkap saat anggota DPRD Sumut melakukan rapat kerja dengan pihak rektoran USU. Dalam raker diketahui, pagu hibah dana APBD 2010 yang seharusnya diberikan Rp18,5 miliar untuk tiga pos, hanya diserahkan Rp8,8 miliar.
Hasiholan Silaen yang saat ini kembali menjabat Asisten I Pemerintahan Setdaprovsu membenarkan pemberian hibah yang jumlahnya haya Rp8,8 miliar dari pagu Rp18,5 miliar. Ditanya dana Rp9,7 miliar yang belum dicairkan, Hasiholan menolak menjelaskannya.

“Iya benar. (Sisanya, Red) katanya belum cair. Waktu saya bilang, mana yang bisa dicairkan cepatlah dicairkan. Kenapa yang lain belum cair, Kepala Biro Keuangan dan Kepala Biro Binsos yang tahu itu. Saya yang memimpin rapat waktu itu, karena memang waktu kan tinggal sedikit lagi,” katanya kepada Sumut Pos di Lantai 9 Kantor Gubsu, Rabu (23/3).

Meski demikian, Hasiholan menolak jika disebut permasalahan pencairan bermuara di Biro Binsos dan Keuangan Provsu. “Ooo, saya tidak mengatakan seperti itu. Biro Binsos dan Biro Keuangan yang lebih tahu,” ungkapnya.

Soal Alkes, Anak Kedokteran Tutup Mulut

Sementara itu, terkait adanya dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU) 2010 senilai Rp38 miliar lebih, Dekan FK USU Prof Gontar A Siregar mengatakan, tak tahu menahu tentang hal tersebut. “Tak ada pengadaan Alkes di FK USU. Mungkin itu di RS Pendidikan USU. Kalau soal di sana, saya tidak tahu sama sekali,” terangnya, Kamis (24/3) Belasan mahasiswa FK USU yang dimintai komentarnya, tak satupun yang berani mengeluarkan statemen. Rata-rata mengaku takut, padahal wartawan koran ini telah memberikan jaminan nama dan identitas mereka tak disebut. Sejumlah mahasiswa yang menjadi pengurus beberapa organisasi kemahasiswaan di FK USU, juga tak mau berstatmen. “Jangan sayalah, soalnya saya tak berhak dan tak berani berkomentar,” ujar seorang pengurus organisasi kemahasiswaan yang menolak namanya disebut.

Pembantu Dekan I FK USU Prof Guslihan saat dikonfirmasi melalui telepon seluler beberapa kali, sama sekali tak menggubris panggilan telepon wartawan. Kepala Bidang Promosi, Humas dan Protokoler USU Bisru Hafi mengatakan, mengenai hal itu, ia belum bisa mengonfirmasi kepada pimpinan. “Bapak (Rektor, red) masih di Jakarta. Jika nanti beliau telah pulang, secepatnya saya akan memberitahukan perkembangannya. Atau, nanti saya coba tanya kepada Bapak PR I. Kalau ada jawaban, nanti saya juga akan mengonfirmasikannya,” terangnya.

Kajatisu, Sution Usman Adji mengakui pihaknya melakukan pengusutan dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, untuk anggaran tahun 2010 senilai Rp38 miliar. Namun kasus tersebut belum dilimpahkan intel ke bagian tindak pidana khusus (Pidsus) Kejatisu. “Tim sudah bekerja, namun kasus itu belum dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Saat ini tim intelejen sedang berusaha mencari bukti tentang adanya penyimpangan anggaran,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sution Usman Adji kepada wartawan, Kamis (25/3).

Ketika disinggung adanya beberapa pejabat di USU yang sudah diperiksa, Sution Usman Adji tidak menampik. Namun Sution belum mau menjabarkan lebih lanjut, karena kasus tersebut masik lidik. “Kasus itu masih penyelidikan, jadi kita belum bisa jabarkan siapa saja yang diperiksa dalam perkara tersebut, baik pejabat yang berkepentingan ataupun perusahaan rekanan,” tegas Sution.

Sution mengatakan, kasus itu masih dipegang bagian intelejen, karena status penyelidikan belum dinaikkan. “Tidak ada kasus yang kita tutupi, kita akan buka dan tuntaskan semuanya. Namun tunggu dululah biar anggota saya bekerja semaksimal mungkin untuk membongkar kasus itu. Kalau nanti sudah lengkap semuanya maka akan kita ekspos,” tegas Sution.

Sebelumnya, Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri Nasution SH mengatakan, kasus dugaan korupsi Alkes FK USU itu masih tahap penyelidikan. Jufri mengatakan kasus ini belum sampai ke tangan pidsus. Dia mengaku, masih melakukan beberapa pemeriksaan materi, apakah ada terkait penyelewengan anggaran ataupun di mark up. Diduga, dalam proyek senilai Rp38 miliar itu, terdapat kerugian negara sebesar Rp8 M-Rp10 M.
Sejauh ini Kejatisu sudah memeriksa empat profesor (bukan lima seperti berita kemarin, Red). Keempat profesor yang diperiksa itu adalah berinisial Prof GLN, Prof CHY, Prof DDM dan Prof SYP. (rud/saz)

Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

Islam Garis Keras dan Moderat Makin tak Suka SBY

JAKARTA-Pemberitaan eksklusif Al Jazeera pada 22 Maret lalu yang mengungkap adanya rencana aksi kudeta oleh Dewan Revolusi Islam (DRI) terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga hanya akal-akalan orang-orang di lingkaran penguasa. Kabar tersebut bagian dari skenario jahat untuk memecah belah kelompok kritis yang semakin menguat dalam menentang rezim SBY.

Tokoh oposisi Adhie Massardi menegaskan, berita lahirnya Dewan Revolusi Islam (DRI) lengkap dengan susunan kabinetnya lebih dimaksudkan untuk menekan oposisi. ”Ini 100 persen fitnah. Berita DRI ini, menurut saya, merupakan insinuasi untuk mengisolasi gerakan oposisi yang kian menguat,” ujar Adhie Massardi, kemarin (24/3).
Ini mengingatkan pada cara-cara bekas Presiden Mesir Hosni Mubarak menjelang kejatuhannya. Yakni mengirim para perusuh dan penjarah ke Museum di Kairo untuk menggambarkan seolah-olah gelombang demonstrasi yang menentang pemerintahannya dimotori oleh kelompok Islam garis keras (Ikhwanul Muslimin).

“Sehingga dunia internasional, terutama Barat, harus mendukung Mubarak,” ujar Jubir Presiden era Gus Dur itu. “Saya menduga, berita DRI juga kurang lebih bertujuan sama. Ingin memberikan gambaran bahwa tulang-punggung kekuatan penentang rezim SBY ini adalah kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Karena itu, diharapkan, kekuatan prodemokrasi dan civil society secara umum diharapkan, kalau tidak mendukung pemerintah, ya mengurangi tekanannya,” lanjutnya.

Jurubicara Presiden era Abdurahman Wahid ini menambahkan, ada kejanggalan dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam (DRI).  ”Seolah ada koalisi antara kelompok Islam garis keras Habib Rizieq Sihab (Kepala Negara), Abu Jibril (Wakil Kepala Negara) dengan TNI (Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto sebagai Menko Polkam) dan kelompok civil society anti-neolib seperti Hendri Saparini (Menko Ekuin), Ichsanuddin Noorsy (Menkeu),” lanjut Adhie.

Bagusnya, lanjut Adhie, nama-nama yang disebut dalam susunan kabinet versi DRI itu sudah membantah.
“Saya percaya, di kalangan TNI, baik yang aktif maupun purnawirawan, tidak memiliki tradisi dan keinginan kudeta. Bahwa mereka, terutama para purnawirawan umumnya bersikap sangat kritis kepada pemerintah (SBY), itu karena mereka cemas akan nasib NKRI di bawah kepemimpinan nasional yang tidak tegas dan cenderung rapuh,” tegasnya.
Adhie Massardi menegaskan, skenario ini tidak akan berhasil. Sebab para aktivis pergerakan, kaum muda dan mahasiswa akan terus bergerak untuk menyelamatkan negeri ini dari kerusakan yang lebih parah.

Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan malah melihat, rezim penguasa sangat kentara bermain di balik berita Al Jazeera. “Jadi kelihatannya ini bagian dari provokasi yang dilakukan rezim melalui Al Jazerra,” ujar mantan aktivis ITB ini.

Efek lanjutan, diharapkan rezim memiliki alasan untuk secepatnya melakukan pre emptive strike terhadap kaum-kaum yang mengkritik rezim.

Target yang diharapkan rezim SBY sebagai pemilik kekuasaan adalah terciptanya pembenaran untuk melakukan pre emptive strikes.

Lebih kongkret, langkah pre emptive strikes diejawantahkan melalui revisi UU Intelijen.
“Pemerintah mengharapkan revisi UU Intelijen. Jadi intel bisa langsung memangkap orang-orang yang mengganggu stabilitas keamanan nasional. Apalagi kita kan tidak punya UU Subversif,” kata Syahganda Nainggolan.
Masih kata Syahganda, revisi UU Intelijen adalah target lain yang dikejar rezim SBY, selain tujuan utama, yakni pengalihan isu agar masyarakat semakin jauh dari isu-isu politik sebenarnya.

Namun terlepas benar atau tidak pemberitaan itu, ada hal yang patut digarisbawahi, bahwa pemberitaan ini semakin menegaskan, bahwa SBY sudah tidak mendapat tempat lagi di hati kaum muslimin.
“Situasi sudah buruk. Islam garis keras tidak suka, yang lebih moderat (komunitas lintas agama) juga bilang ada kebohongan yang dilakukan SBY,” tegasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berpendapat, isu revolusi sebenarnya sesuatu yang tidak masuk akal untuk konteks Indonesia seperti saat ini.
“Justru masyarakat sekarang sudah menikmati kebebasan politiknya, kebebasan hak-hak konstitusinya. Bahwa demokrasi belum membawa kesejahteraaan yang diharapkan, iya memang dan itu menimbulkan kekecewaaan di setiap kalangan,” tuturnya.

Namun ia tetap tidak yakin kekecewaan itu bisa serta merta memantik revolusi seperti diungkapkan sementara kalangan. Sebab, untuk sebuah revolusi membutuhkan modal dan pemimpin. Dia cenderung melihat isu revolusi itu sengaja dimunculkan sebagai ungkapan kekecewaan di sebagian kalangan karena jengah melihat kondisi situasi negara, yang sudah terbilang morat-marit ini. Mereka tidak tahu harus berbuat apalagi untuk mengubahnya.
“Buat saya sih mungkin itu gagasan spontan yang mereka sendiri enggak paham, enggak tahu konsep dan jalannya seperti apa,” tukasnya.

Istana Cuek

Rencana aksi kudeta oleh DRI, ternyata sudah diketahui istana dan Presiden SBY. Istana pun menilai isu ini bukanlah sesuatu yang serius untuk ditindaklanjuti. Sebab, semua laporan menunjukkan bahwa ancaman itu hanya isu saja.
“Pemerintah tidak akan menangapi isu tersebut. Tokoh dan nama yang disebut dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam juga telah membantahnya,” kata uru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Istana Merdeka, kemarin (24/3).

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Heru Lelono, melihat berita rencana penggulingan SBY oleh purnawirawan jenderal senior adalah sangat berlebihan dan tidak benar. “Purnawirawan jenderal adalah orang-orang yang terdidik Sapta Marga dan pasti memahami tata negara,” tegas Heru.
Para purnawirawan juga awalnya adalah seorang prajurit TNI maupun Polri yang bertugas sebagai pembela bangsa dengan segala tatanannya. Apalagi, lanjut Heru, para anggota TNI/Polri yang saat ini aktif telah bersumpah tidak lagi masuk ranah politik. Karenanya, menurut dia, bila terjadi kudeta bisa dipastikan yang melakukan itu adalah mereka yang aktif.

“Bahwa para purnawirawan sampai saat ini masih peduli dengan perkembangan bangsanya, adalah sebuah kewajiban,” ujar dia.

Ia percaya mayoritas para purnawirawan tidak memiliki niat merusak tatanan, apalagi kudeta. Kalaupun ada yang berpikir melakukan hal tersebut, ia yakin mereka sudah tercemari oleh pikiran politik kotor yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.

Sebelumnya, Al Jazeera, salah satu media yang berbasis di Qatar ini mengungkapkan gerakan sejumlah jenderal purnawirawan senior mendukung kelompok-kelompok Islam garis keras untuk menjatuhkan sang Presiden.
Dalam laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen, yang ditayangkan Selasa malam, 22 Maret 2011.  Jenderal-jenderal ini menggunakan grup Islam garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis.(arp/wid/afz/rm/jpnn)