28 C
Medan
Monday, April 6, 2026
Home Blog Page 15506

Cicit Soeharto Masuk Rumah Sakit

Lima Hari Ditahan, Sakit Tenggorokan

JAKARTA- Lima hari ditahan di Rutan Narkoba Polda Metro Jaya, cicit mantan Presiden Soeharto, Putri Aryanti Haryowibowo, sakit. Perempuan 21 tahun tersebut menderita sakit tenggorokan dan langsung dibantarkan ke RS Polri Kramat Jati. Pembantaran terhadap Putri dilakukan pada Rabu malam (23/3).

“Pembantaran itu dilakukan atas referensi dokter. Badan dia panas dan mulas,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombespol Baharudin Djafar.

Dia menjelaskan, kondisi kesehatan Putri yang merupakan mahasiswi London School itu menurun pada Rabu (23/3) pukul 22.00. Dia pun langsung diperiksa tim Bidang Dokkes Polda Metro Jaya. “Hasil diagnosis dokter, tersangka harus dirawat dengan surat rekomendasi bernopol 72/3/23 Maret 2011. Makanya, kami antar ke RS Polri Kramat Jati. Ini sesuai KUHAP di mana masa pembantaran diatur dalam undang-undang,” terang dia.

Terkait perlakuan istimewa terhadap Putri karena sangat jarang tahanan kasus narkoba memperoleh pembantaran, apalagi baru lima hari ditahan, Djafar membantah. Dia menegaskan bahwa pembantaran itu tidak mengurangi masa hukuman. “Karena kondisinya itu, dia mesti dirawat di rumah sakit,” katanya.

Direktur Reserse Narkoba Polda Metro Jaya, Kombespol Anjan PP menegaskan bahwa pembantaran tersebut dilakukan tanpa intervensi siapa pun. Dia juga membantah adanya pihak-pihak yang “menekan” dirinya terkait penangkapan Putri.

“Enggak ada itu. Tersangka memang sakit. Itu rekomendasi dari bidang dokkes bahwa tersangka harus dirawat di RS Kramat Jati. Hari ini (kemarin, Red) saya puasa. Tak ada seorang pun yang menghubungi untuk menekan saya,” ungkapnya.

Menurut Anjan, pemeriksaan terhadap Putri dan tersangka lainnya sudah selesai. Saat ini pihaknya tinggal melakukan pemberkasan berita acara. “PA (Putri Aryanti, Red) ditetapkan sebagai tersangka pengguna narkoba, sedangkan GN (Gani, Red) sebagai tersangka pengedar,” imbuhnya. Kabag Penum Mabes Polri, Kombespol Boy Rafli Amar menuturkan, pihaknya masih memeriksa AKBP Edie Setiono untuk mengungkap perannya dalam jaringan narkoba. (ind/jpnn/c5/nw)

WN Italia Ditangkap Bawa Sekoper Sabu

JAKARTA-Direktorat Tindak Pindana Narkoba, Bareskrim Polri berhasil membekuk warnagegara Italia berinisal MC yang membawa satu koper narkotika golongan I jenis shbu atau methampetamin seberat 4.337,5 gram  senilai Rp 6,5 miliar. MC dibekuk setelah terbang dari Madrid transit di Dubai dan menuju Jakarta dengan pesawat Emirates Airlines EK 356.

‘’Kita mendapat info dari kepolisian Dubai datangnya  warganegara Italia yang membawa Narkoba menuju Jakarta,’’ kata Wakil Direktur Tindak Pidana Narkoba, Bareskrim Polri Kombes Pol Musa Ginting di kantor Direktorat Tindak Pidana Narkoba, Cawang, Jakarta Timur, Kamis (24/3).

Dalam penangkapan itu, diketemukan barang bukti methampetamin seberat 4.337,5 gram yang disembunyikan dalam koper dan diketahui tersangka warganegara Italia pemegang paspor AA0803651. Dari pemeriksaan awal terhadap MC, lanjut Musa,  MC  diketahui terbang dari apartemennya di Madrid dijemput pacarnya (MS). (net/jpnn)

Penilik Sekolah Wajib Sarjana

JAKARTA- Kementerian Pendidikan Nasional (Kemdiknas) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) menetapkan jabatan penilik sekolah, pamong belajar, dan pengawas sekolah sebagai jabatan fungsional pendidikan tingkat ahli. Dengan peningkatan status tersebut, jabatan-jabatan tersebut hanya dapat diisi PNS dengan pendidikan minimal sarjana strata satu (S1).

Kepala BKN, Edy Topo Ashari menuturkan, jenjang jabatan fungsional penilik sekolah semula mentok pada Penilik Madya, pangkat Pembina Utama Muda, golongan ruang IV/c. Sekarang pangkat tertinggi bagi penilik adalah Penilik Utama Madya, dengan golongan IV/d.

“Usia pensiun penilik juga dapat diperpanjang hingga 60 tahun,” kata dia.  Jenjang jabatan terendah pamong belajar yang baru adalah Pamong Belajar Pertama, pangkat Penata Muda, golongan ruang III/a. Sementara jenjang jabatan tertinggi Penilik Madya, pangkat Pembina Utama Muda golongan ruang IV/c.  Kemudian, jenjang jabatan terendah pengawas sekolah adalah Pengawas Sekolah Muda, pangkat Penata, golongan ruang III/c. Jenjang jabatan tertinggi Pengawas Sekolah Utama, pangkat Pembina Utama golongan ruang IV/e. (wan/jpnn)

Ahmadiyah Tolak Dialog, Pemerintah Berang

JAKARTA – Penolakan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI) hadir dalam dialog nasional untuk merumuskan kebijakan baru pemerintah terkait aliran mereka dinilai sebagai tindakan arogan. Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) HR Agung Laksono menyayangkan ketidakhadiran pimpinan JAI dalam dialog bersama yang digelar di Kantor Kementerian Agama (Kemenag). Padahal acara dimaksudkan untuk mencari solusi permanen atas konflik berkepanjangan di tengah masyarakat atas keberadaan organisasi tersebut.

“Tentunya pemerintah kecewa dengan mereka,” singkat dia di Jakarta kemarin (25/3).
Agung mengatakan alasan ketidakhadiran JA karena undangan dialog dianggap mendadak dan dilaksanakan di tempat tidak netral tidak bisa diterima. Menko Kesra mengatakan, Kantor Kemenag adalah salah kantor pemerintah. Jika tempat tersebut dianggap tidak netral maka penolakan JAI in sungguh tidak bisa dipahami. “Kantor kementerian hakikatnya milik semua warga negara yang ditugasi sebagai tempat pelayanan bagi seluruh rakyat bagaimana disebut tidak netral?” kritik Agung.

Seperti diketahui JAI meminta Kemenag menunda dialog yang berkenaan dengan permasalahan Ahmadiyah. Kegiatan tersebut dinilai mendadak dan tempatnya dianggap tidak netral.(zul/jpnn)

Menelusuri Rahasia Kehidupan

Di saat masyarakat Jepang sedang merasakan kesejahteraan hidupnya, di saat ekonomi sedang bangkit dan stabilitas politik relatif stabil, tiba-tiba gempa dengan 9 skala righter menggoncang.

Ribuan orang meninggal dunia, karena ternyata gempa dahsyat tersebut disertai tsunami. Masyarakt dengan tenang menghadapinya, bahkan diberitakan bagaimana di situasi seperti itu, antrean panjang dengan tertib terjadi. Tidak hanya itu, tidak terdengar bunyi klakson saling sahut bersahut di tengah musibah tersebut. Semuanya sangat dewasa menghadapinya.

Ternyata akibat gempa tersebut, ada hal lain yang terjadi. Reaktor nuklirnya tiba-tiba bocor. Disebutkan pula dalam berita- baik televisi atau koran, pemerintah menghimbau masyarakat untuk segera mengungsi. Arus pengungsian tejadi dengan cepat, bahkan pesawat pribadi banyak yang tebang keluar negeri. Tidak hanya itu, Negara tetangganya seperti Cina dan Taiwan turut panik dibuatnya. Persediaan garam beryodium ludes terjual dalam waktu sehari. Masyarakat ramai-ramai membeli persediaan bahan pangan. Dan banyak lagi kegelisahaan yang terjadi.

Kisah di atas adalah realita yang baru saja terjadi dan kita menyaksikan betapa berbedanya sikap yang dilakukan oleh masyarakat korban dari bencana tsunami dan kebocoran reaktor nuklir. Walau kita meyakini, masyarakat Jepang sangat mampu keluar dari masalah ini karena mereka dikenal dengan sikap pekerja kerasnya. Namun yang mau kita bicarakan adalah, betapa kehidupan ini terkadang sangat unprediktable (tak terduga).

Di belahan bumi lain, pemimpin Libya, Maomar Khadafi sedang terengah-engah mempertahankan kedudukannya setelah 41 tahun didudukinya. Di negara kita sendiri, SBY dikejutkan dengan sengatan listrik Wikileaks. Sebuah berita yang tak terduga dan membuat bangsa kita juga terperanjat. Begitulah kehidupan, bagaikan aliran air sungai yang terkadang tenang, namun bias juga ganas ketika melalui jeram-jeram.

Banyak orang yang menanyakan apa makna dari sebuah hidup dengan berbagai masalah masalah yang dihadapinya? atau kalau mau disederhanakan pertanyaannya menjadi, Apa sih yang dicari dalam kehidupan ini?
Di dalam Al Quran surat  Al-Baqarah Allah SWT sebenarnya memberi sinyal betapa kehidupan penuh dengan rahasia, hingga para malaikat pun tidak bisa menentukannya. “Ingatlah ketika Tuhanmu bertanya kepada para malaikat : “Sesungguhnya aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi”. Mereka berkata : “Mengapa Engkau hendak menja-dikan (khalifah) di muka bumi” Mereka berkata : “Mengapa Eng-kau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan mem-buat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?”

Allah SWT berfirman “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui”.
Ya benar, tidak seorangpun diantara kita mengetahui apa yang akan terjadinya padanya dikemudian hari. Karenanya, kita perlu memahami konsep kehidupan itu sendiri dan bekal yang harus dimiliki. Agar kita dapat bertahan dalam kehidupan yang keras ini sebagai “khalifatullah” manusia diciptakan oleh Allah SWT dibekali dengan kemampuan yang lebih dibandingkan dengan mahkluk lainnya. Kita adalah merupakan mahkluk yang paling sempuma karena kita banyak memiliki kemampuan untuk bertahan hidup lebih baik dibandingkan dengan mahkluk lainnya.
Dalam Al-Quran surat Al-Mujadalah ayat 11 Allah SWT berfirman : yang artinya “Tuhan akan mengangkat derajat orang-orang yang beriman di antara kamu dan mereka yang telah diberi ilmu beberapa tingkat.

Dengan ilmu manusia mampu mengatasi segala keperluaannya berupa materi, Ilmu adalah menggarap otak, otak dengan segala dinding-dinding selnya semuanya alami, ilmu bersifat hipotesa tidak bisa memberikan kepuasan batin. Kecerdasan dan kemampuan manusia dalam mengembangkan kecerdasan otaknya. sehingga dengan itu dia mampu menguasai ilmu pengetahuan yang mengan-tarkan manusia untuk menggarap alam semesta ini vang disebut IQ. Kemampuan IQ yang tajam mengantarkan manusia menembus angkasa, bumi dan ruang waktu
Disamping IQ, kita juga mengenal apa yang disebut EQ (emotional quotient) yaitu kecerdasan dan kemampuan mengem-bangkan emosi dalam prilaku, seperti berbicara yang sopan, santun, ramah, manis dalam bertutur kata dan mampu bersosialisasi dengan banyak orang. Ada kalanya di sekitar kita dijumpai bagaimana seorang psikopat yang memiliki EQ yang mantap, tampil tenang. meyakinkan banyak orang dengan sikap perilakunya yang rapi, sopan santun dan ramah, namun dibalik tampilan EQ yang meyakinkan itu ternyata ibarat segala berbulu domba, dia memperdayai dan mencelakan banyak orang.

Pentingnya keseimbangan lahir dan batin untuk menyikapi dan mengetahui makna kehidupan akan menjadikan manusia mendapatkan ketenangan dalam kehidupannya sehingga dia tahu arah kehidupan mana yang akan diraihnya.

Hal ini menurut psikolog Abraham Maslow disebut peak experience (pengalaman puncak) yaitu perasaan yang muncul karena kedekatan dengan sang pencipta.

Kita membutuhkan emotional spiritual quotient (ESQ) sebagai bekal untuk menyatukan intelegent quotient (IQ) dan emotional quotient (EQ).

Modal kemampuan spiritual (ESQ) bisa memberikan perasaan hidup yang komplet (wholeness). Pentingnya keseimbangan lahir dan batin untuk menyikapi dan mengetahui makna kehidupan menjadikan manusia mendapatkan ketenangan dalam kehidupannya sehingga dia tahu arah kehidupan mana yang akan diraihnya.

Spiritual (dalam hal ini iman) akan menjadi pembimbing kehidupan seseorang agar tidak menjadi seorang egoistik atau berorientasi kepada diri sendiri. Iman merupakan lahan garapan hati dimana tempat kepuasan dan kekuatan batin yang merupakan pemberian Allah SWT yang bersifat halus, mantap dan pasti; dan hati yang mendapatkan petunjuk ilahi akan mempertajam kemampuan seseorang dalam setiap gerak, langkah dan pikirnya. Q S  Az-Zumar ayat 41 Allah SWT berfirman: Sesungguhnya kami menurunkan Al-Kitab (Al-Qur’an) untuk manusia dengan membawa kebenaran. (*)

Oleh: Ikrimah Hamidy
Wakil Ketua DPRD Medan

Suka Makan Sate

Kapolri Jenderal Timur Pradopo merupakan anak pertama dari tujuh bersaudara dari pasangan Sigit Saiun dan Sriyati. Timur dilahirkan di Desa Legundi, Kecamatan Gudo, Jombang. Sempar menunda menikah demi memnesarkan adik-adiknya.

“Dia sampai menunda perkawinan demi membesarkan adik-adiknya,” kata Kemal Pasya, saudara sepupu Timur.
Bukan hanya itu, Timur juga dikenal pendiam di kalangan keluarga. Ayahnya sudah meninggal beberapa tahun silam.
Menginjak anak-anak, Timur bersekolah di SDN Gempol Legundi, Kemudian melanjutkan ke SMP Negeri Kertosono, dan selanjutnya di SMA Negeri Kertosono. Nah, lepas SMA, Timur masuk Akademi Polisi (Akpol) di Kota Semarang.

Semenjak berada di Jakarta, Timur jarang pulang kampung. Paling-paling hanya ketika Lebaran tiba. Kemal masih ingat, saat pulang kampung, Timur paling suka makan sate di Haji Fakih, Cukir, Diwek. “Mas Timur, paling suka makan sate,” katanya. (net/jpnn)

Kehabisan Oksigen, Tiga Warga Tewas

Petaka Pembersihan Sumur Tua

AJIBATA- Keluarga Manurung dan Boru Butar-butar diselimuti rasa sedih, meskipun Jumat (25/3) penduduk Desa Motung Kecamatan Ajibata Kabupaten Toba Samosir ini akan menikahkan anaknya.

Kamis (24/3), sekira pukul 09.30 WIB, tiga warga setempat yang juga masih ada hubungan keluarga dengan Manurung dan Boru Butar-butar, tewas saat membersihkan sumur tua, milik keluarganya M Manurung.
Sumur itu berjarak 50 meter dari lokasi pesta. Ketiga warga yang tewas itu adalah Risno Samosir (44), Halomoan Sitinjak (50) dan Julifer Alando Sinaga (20).

Peristiwa naas ini bermula saat, ketiganya ingin membersihkan sumur tua milik M Manurung. Soalnya sumur itu akan digunakan untuk mengambil air saat pesta. Maklum di desa itu, sulit  untuk mendapatkan air bersih.

Lalu ketiganya bermaksud membersihkan sumur sedalam 10 meter tersebut. Soalnya selama ini kualitas airnya, bau dan sudah lama tidak digunakan oleh M Manurung. Kemudian mereka meminjam alat penghisap air merek Robin dan mulai menguras sumur tersebut.

Alat penghisap diletakkan di kedalam 6 meter. Soalnya dari 10 meter kedalaman sumur, satu meter ada air. Pada kedalaman 6 meter itu dibuat penyangga untuk meletakkan alat penyedot. Sementara diameter sumur 60 cm. Tapi entah kenapa saat mesin dihidupkan, air tidak bisa tersedot. Lalu Risno Samosir turun melihat mesin tersebut dan memancing mesin itu agar mengeluarkan air. Tak lama kemudian air pun keluar, sementara Risno masih berada di dalam sumur.

Kemudian asap pun mulai mengepul dari knalpot mesin penyedot yang dipergunakan. Pada saat bersamaan orangtua Risno, Maruli Samosir memanggil anaknya itu untuk segera naik ke atas, karena takut kehabisan oksigen karena asap mesin terus mengepul. “Naik maho Amassurung…..nga boi bei, anon habis oksigen (Naikla kau Pak Surung, sudah bisa itu, nanti habis oksigen), ” katanya sambil menjerit agar kedengaran kedalam sumur tersebut.

Risno masih sempat menyahut. Tokkin nai jo asa langsung ias (Sebentar lagi, biar langsung bersih).  Namun, tiba-tiba ada suara yang mendebarkan, seperti bunyi nangka yang jatuh. Bum…! Rupanya Risno sudah terjatuh diduga akibat kepulan asap kerena Risno masuk ke dalam sumur tanpa oksigen. Maruli Samosir kembali memanggil Risno, dan pada saat itu sudah tidak ada sahutan. Seketika itu pula, Risno menjerit minta tolong, termasuk kepada Halomoan dan Junifer yang kebetulan ada di sekitar sumur itu.

Lalu Halomoan Sitinjak masuk ke dalam sumur sekaligus membawa tangga dan secara tidak sengaja, mesin pompa terjatuh dan mesinnya pun mati. Dengan cekatan dan tanpa menghiraukan keselamatan sendiri, berbekal anak tangga dan seutas tali, dia pun turun dengan perlahan-lahan sambil memanggil Risno.

Seketika itu pula setelah hampir menempuh pertengahan sumur, Halomoan pun terjatuh dan menjadi korban ke dua. Kemudian Julifer Alando Sinaga, kembali memberikan pertolongan dan masuk ke dalam sumur tua tersebut, sekaligus mengikat tali kepinggangnya, agar dapat menolong para korban. Namun, naas Julifer, yang ditolongnya belum sempat tertolong dia pun tiba-tiba terjatuh ke dalam sumur.

Menyaksikan kondisi itu, warga pun menjadi ketakutan. Untungnya, Ronaldo Manuberani menolong ketiga korban.  Lalu Ronaldo meminjam konferssor pengisi angin milik tambal ban dan sambil membawa ujung selangnya ke dasar sumur. Lalu dia membantu korban dengan mengikatkan tali  ke badan para korban, dan diangkat dari dalam sumur. Lalu ketiganya dibawa ke RS Persiapan Ajibata, guna mendapatkan pertolongan. Namun saat diperiksa ketiganya tidak bernyawa lagi. Diduga penyebab meninggalnya ketiganya karena kehabisan oksigen.  Kapolsek Lumbanjulu AKP GR Purba langsung meluncur ke TKP sekaligus melakukan olah TKP.(jst/smg)

Belanja Busana Dapat Hadiah Ipad

Mubarok Hadir di Rabbani

PERUSAHAAN retail busana muslim pria dan perempuan, Rabbani di Jalan SM Raja Nomor 9E-9F Medan dan Jalan Setia Budi Kompleks Setia Budi Centre Blok A Nomor 11-12 Medan menggelar promo belanja menarik pada 21 Maret hingga 21 Mei 2011.

Promo yang ditawarkan adalah ‘Mubarok Halal Di Rabbani’ yang memberi aneka hadiah menarik bagi pembeli mulai dari HP Esia, MP3 player, handphone, camera digital, apple ipod touch, mesin cuci, blackberry, netbook, emas 10 gram, laptop, LCD TV hingga Ipad.  Semua pembeli dapat menerima hadiah yang diinginkan tanpa perlu menunggu hasil undian.  Pembeli cukup dengan mengumpulkan poin sebanyak-banyaknya. ‘’Tiap belanja Rp100 ribu (setelah diskon), pembeli akan mendapatkan satu poin,’’ kata Area Manager Rabbani Sumbagut, Alam Ahadiat kepada Sumut Pos di Medan, Rabu (23/3).

Dengan sistem poin, lanjut Alam, pembeli dapat memilih hadiah yang diinginkan sesuai dengan jumlah poin yang dikumpulkan selama periode promo Mubarok Halal di Rabbani tersebut.

Ia menambahkan, dengan membawa brosur promo Mubarok Halal di Rabbani, pembeli akan mendapatkan diskon spesial 50 persen untuk pendaftaran member Rabbani. ‘’Untuk menjadi member Rabbani mendaftar dengan biaya Rp50.000 per tahun. Dengan membawa brosur promo, cukup bayar Rp25.000 saja. Dengan menjadi member, akan dapat diskon pembelian produk dapat diskon 5-15 persen,’’ jelasnya. (ila/rel)

Program Tahunan Mitra10, Dari Poin Bisa Keliling Eropa

MEDAN-Gerai Mitra 10 yang menjual berbagai alat kebutuhan rumah tangga dan bahan bangunan, tengah mengadakan program tahunan yakni, berhadiah tur ke Eropa.

Program belanja ini berlaku mulai awal Januari hingga 31 Desember 2011 mendatang. Adapun program tersebut yaitu penukaran poin yang didapat dari nilai belanja.

Manager Promosi Mitra10 Medan Yudha mengatakan, program berhadiah ini berlaku secara nasional, dimana tiap belanja produk yang berlogo platium (3 poin), gold (2 poin) dan silver (1 poin) akan mendapat poin.
Tahun sebelumnya, Mitra10 yang terletak di Jalan Gatot Subroto Medan ini juga membuat program belanja minimal Rp250 ribu dan kelipatan akan mendapat 1 poin. “Program kali ini untuk mempermudah konsumen dalam mendapatkan poin dan membuat konsumen lebih semangat untuk mendapatkan point,” ujarnya.

Dikatakannya, untuk poinyang akan ditukar minimal 20 poin dan maksimal 7.500 poin. Sedangkan hadiah yang akan diberikan untuk para konsumen selian hadiah keliling Eropa, mulai dari kotak penyimpanan makanan, ponsel BlackBerry, voucher belanja Rp6 juta hingga Rp25 juta, mesin cuci, mini WiFi, notebook/ipad, TV, motor Mio dan lainnya.

Untuk program belanja pada bulan Maret juga diadakan Anniversary ke 14 tahu Mitra10. Program ini berlaku mulai 4 Maret hingga 3 April. Produk selected item dan produk merk terkenal mendapat potongan harga hingga 70 persen pada program ini. “Dan belanja pada bulan ini juga akan mendapatkan gratis member card (kartu anggota) yang berguna untuk pengumpulan poinbelanja,” paparnya.

Bagi para pemegang kartu anggota juga akan mendapat keistimewaan dari Mitra10, seperti dapat potongan harga 3 persen untuk produk normal, bebas biaya pengiriman dan poin reward.
Untuk hari ini, Jumat (25/3), Mitra10 juga mengadakan seminar terkait dengan produk di Mitra10. (mag-9)

Pelaku Penipuan Ditangkap

TANJUNG MORAWA- Guru SMPN 1 Tanjung Morawa, Deli Serdang ditangkap petugas Polres Nias bekerjasama Direktorat Reskrim Polda Sumut di tempat persembunyiannya Jalan Tirta No 61 E, Kota Gunungsitoli, Kabupaten Nias, Kamis (24/3).

Keterangan yang dihimpun, tersangka Dina Wati Tarigan (51), penduduk Jalan Gerilya, Pasar Inpres, Dusun IV Tanjung Morawa B, Kecamatan Tanjung Morawa, Kabupaten Deli Serdang ini telah menipu dan menggelapkan uang sepuluh guru SMPN 1 Tanjung Morawa sebesar Rp 800 juta.

“Selama ini tersangka ditetapkan sebagai DPO (daftar pencarian orang) karena telah menipu dan menggelapkan uang guru di tempatnya mengajar. Dia ditangkap di Nias,” ujar Kabid Humas Polda Sumut, Kombes Pol Hery Subiansauri, Kamis (24/3).

Diterangkannya, penipuan dan penggelapan itu terungkap setelah saksi korban, Mardiana Boru Ginting melaporkan peristiwa yang dialami bersama sembilan guru SMPN1 Tanjung Morawa lainnya ke Reskrim Polda Sumut dengan No Pol : LP/372/XI/2010/Siaga Ops tanggal 03 Nopember 2010. Penipuan itu terjadi di kediaman tersangka Jalan Gerilya, Pasar Inpres Lorong II, Tanjung Morawa Kiri, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang dan di SMPN1 Jalan Sei Merah, Kecamatan Tanjung Morawa, Deli Serdang.

Kejahatan tersangka berawal April 2006. Waktu itu, tersangka membujuk para guru di sekolahnya untuk mendirikan koperasi yang bergerak dalam bidang usaha penjualan barang-barang sembako, sehingga membuat para korban memberikan uang sebagai modal koperasi.

Dalam aksinya, tersangka mengelabuhi para korban dengan iming-iming bunga sebesar 5 persen dari modal yang diberikan. Namun, saat korban meminta bunga yang dijanjikan, tersangka mengatakan dimasukkan ke dalam arisan  atau ‘jula-jula’.

Karena merasa ditipu, akhirnya para korban mengadukan kasus itu ke Mapolda Sumut. Sejak dilaporkan pada Nopember tahun lalu, tersangka meninggalkan pekerjaannya dan bersembunyi di Nias.(adl)