31 C
Medan
Tuesday, April 7, 2026
Home Blog Page 15507

Warung Steak & Shake Bantu Korban Banjir Pidie

MEDAN –   Warung Stake & Shake dan Warung Group Management Wilayah Sumatera Utara (24/3) menyalurkan bantuan untuk korban bencana banjir bandang Pidie Aceh. Bantuan tersebut di salurkan langsung oleh Shohibul Halim selaku Manager Wilayah Sumatera melalui Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU Cabang Medan. Bantuan dana yang di berikan sebesar Rp 5.000.000 ini disalurkan melalui program PKPU Peduli Bencana Banjir Pidie Aceh.

Sohibul  berharap bantuan dana ini nantinya dapat meringankan beban bagi korban bencana banjir bandang tersebut. ‘’Kami selaku pengelola Warung Group Management Wilayah Sumatera yang terdiri dari Warung Steak & Shake, Futsal Soccer, BeBaQaran, BEBEK GORENG dan Freskul, selalu berusaha untuk terus peduli terhadap musibah atau bencana yang menimpa negeri ini. Melalui Lembaga Kemanusiaan Nasional PKPU ini kami yakin bahwa bantuan tersebut akan dikelola dan di salurkan kepada yang membutuhkan,”ujarnya.

Di samping itu, PKPU Cabang Medan juga masih terus menggalang dana untuk banjir bandang Pidie Aceh, Hal ini di sampaikan oleh Manager program Penghimpunan PKPU Medan Surya Wirawan. Surya mengatakan masih sedikit sekali kepedulian kita terhadap bencana banjir Pidie Aceh ini. Padahal menurut data yang PKPU terima masih banyak korban yang berada pada ditenda-tenda pengungsian karena rumah dan tempat tinggal mereka yang rusak akibat banjir  (sih)

Kartu As, Terbukti Murahnya

MEDAN- Murahnya tarif Kartu As memang bukan hanya omongan, tapi terbukti, banyak yang mengungkapkan langsung. Termasuk para pelajar yang memang memiliki dana  atau uang jajan lebih sedikit. Mau tak mau, untuk tetap bisa berhubungan dengan teman-teman dan keluarga, mereka dituntut harus jeli memilih provider yang memberikan pelayanan terbaik, yakni jangkauan luas, bermutu dan murah.

Intan Nami Nasution misalnya. Siswa kelas VIII C SMP Negeri 8 Medan ini mengaku sangat terbantu dengan menggunakan Kartu As.  “Karena untuk pelajar seperti saya ini, tentunya harus irit-irit. Pas sekali, Kartu As memiliki banyak paket yang bisa saya gunakan sehari-hari. Baik untuk keperluan sekolah, maupun di rumah,” katanya, Rabu (23/3).

Lebih lanjut, remaja kelahiran Medan 18 Januari 1997 ini juga mengatakan, ia sering berteleponan atau sms an menggunakan paket nelepon1000 atau sms 1000. “Nelepon sepuasnya hanya Rp1000 dan ngesms sampai capek juga cuma Rp1000, soalnya kita diberikan 1000 sms gratis satu harian,” ungkap Intan.

Anak sulung dari 2 bersaudara pasangan Imron Toha Nasution dan Nisna Arianti ini juga mengaku sering berhubungan dengan teman-temannya untuk belajar bersama. Alhasil, prestasi yang diraihnya juga cukup membanggakan. “Saya tak pernah dapat juara di atas sepuluh besar, paling mentok sempat juara tujuh,” jelas Intan.

Intan juga mengungkapkan, ia memakai Kartu As sejak duduk di kelas 6 SD. Jadi kurang lebih hingga saat ini, Intan sudah memakai Kartu As selama 3 tahun. Namun, Intan juga bercerita kalau dia memang tak pernah memakai provider lain selain Telkomsel. “Kalau teman di kelas ataupun di rumah, banyak yang memakai Kartu As. Namun, ada juga yang memakai provider lain.  Namun,  setelah saya bandingkan pengeluaran mereka jauh lebih besar dari saya. Kartu As memang sangat menguntungkan,” paparnya.

Tak hanya itu, membuktikan kecintaannya terhadap providernya tersebut, Intan juga tergabung dalam Telkomsel School Community (TSC) yang terdapat di sekolahnya. “Dengan kartu perdana khusus anggota TSC, internetan jadi lebih murah,” katanya.

Intan juga berharap, TSC semakin memperbanyak even yang digelar di sekolahnya. Dengan begitu, TSC bisa lebih aktif dan digemari, dan akhirnya ia bisa mendapat teman lebih banyak di TSC.

Memahami kebutuhan pelanggan yang membutuhkan tarif murah namun dengan kualitas jaringan yang terjamin, Telkomsel memang senantiasa menyeluarkan program – program yang memberi kemudahan.

Untuk kartu As, yang teranyar Telkomsel menggelar tarif promo nelpon Rp. 0 setiap kali nelpon ke sesama pelanggan Telkomsel untuk 30 detik pertama. Ditambah, gratis 5000 SMS  setiap pengiriman 3 SMS serta gratis facebook & Chatting. Cara menikmati gratis Facebook & Chatting selama satu minggu adalah cukup menekan *363*363#lalu OK, pelanggan akan mendapatkan notifikasi GRATIS Facebook dan Cahtting selama 7 hari.

Selain itu pelanggan baru kartu As untuk nomor prefix 0853 dapat menikmati paket terbaru Gratis Nelpon lama dan berulang – ulang ke sesama pelanggan Telkomsel. Untuk mengaktifkan dan memastikan apakah pelanggan memiliki paket tarif terbaru ini, dapat menekan *100# lalu pilih menu nomor 1 yaitu Pilih Paket Kartu As, setelah itu pilih menu ke 3 yaitu Langsung Gratis Nelpon 1 Jam. Dengan memilih paket ini pelanggan akan dapat menikmati tarif nelpon paling murah dari Kartu As, hingga total 1400 menit dalam satu hari.

“Kami memahami kebutuhan masyarakat  akan layanan komunikasi yang semakin murah namun tetap berkualitas. Untuk itulah Telkomsel memberikan tarif nelpon Rp.0,- mulai detik pertama hingga 30 detik, setelah itu pelanggan tetap dapat menikmati tarif PALING MURAH lainnya yang dapat dimanfaatkan pelanggan kartu AS untuk berkomunikasi lebih leluasa dari sebelumnya.
Kami berharap semakin banyak masyarakat dapat merasakan hematnya nelpon dengan nyaman mulai dari detik pertama sepanjang hari ke seluruh pelanggan Telkomsel se-Indonesia, ‘’ujar Manager Branch Telkomsel Medan Heribertus  Budi Ariyanto.

Untuk anggota TSC,  Telkomsel juga banyak menyuguhkan even sebagai bentuk apresiasi  ke pelanggan.  Mulai dari nonton bareng, konser music dan sebagainya. Seperti yang belum lama ini digelar di Medan,  Telkomsel mengajak para member TSC nonton bareng dan bertemu langsung dengan para pemain film  Rindu Purnama. Kemudian, Telkomsel menggelar event “TourHeart with SMASH” yang memberikan kesempatan kepada pelanggan kartu As untuk menyaksikan  langsung aksi panggung serta bertemu dengan para personil SMASH yang juga merupakan Ambassador kartu As. ( */saz/sih)

Wujudkan 100 Hari KTP Gratis

MEDAN- Pasangan Bupati dan Wakil Bupati terpilih Tapanuli Tengah (Tapteng) periode 2011-2016, Raja Bonaran Situmeang SH M Hum dan H Sukron Tanjung SE berjanji setia pada 100 hari kerja pertama akan memberikan layanan pengurusan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Akte Kelahiran gratis selama 100 hari kerja.

“Saya dipilih rakyat, ini kemenangan rakyat, 100 hari masa kerja saya akan menggratiskan pengurusan identitas kependudukan,” kata Bonaran di Kantor DPD PDIP Sumut, Jalan Hayam Wuruk Medan, Rabu (23/3) sore.

Selain memberikan pelayanan kepada masyarakat, Bonaran yang memiliki latar belakang sebagai praktisi hukum menangkap sinyal keinginan masyarakat. Selama ini, ada kecendrungan masyarakat memiliki keinginan adanya penegakan hukum di Tapteng, khususnya masalah sengketa lahan. Karena adanya persinggungan lahan garapan masyarakat dengan hutan register.

“Persoalan hukum, khususnya sengketa lahan menjadi prioritas, kami akan mendata dan memetakan persoalan untuk segera diselasaikan agar masyarakat tidak rugi dalakm sengketa itu,” sebutnya didampingi wakilnya Sukron dan sejumlah pengurus DPD PDIP Sumut.

Tak hanya itu, tapi Bonaran-Sukron yang memiliki program dalam membangun masyarakat Tapteng menganggap, Tapteng memiliki potensi besar, di mana ada pelabuhan dan potensi sumber daya kelautan yang besar, potensi wisata dan pengembangan pertanian.
“Potensi masih bisa digali dan ditingkatkan, infrastruktur untuk mendukung harus dibangun secepatnya,”sebutnya.

Diakuinya, pada pemilihan 12 Maret 2011 lalu ada indikasi kecurangan-kecurangan, di mana ada Pegawai Negeri Sipil (PNS) yang bersikap tidak netral mendukung salah satu pasangan. Selanjutnya, ada temuan guru SMA yang mengitimidasi muridnya (pemilih pemula) tidak naik kelas jika mendukung mendukung pasangan Bonaran-Sukron.

Ada juga PNS yang menghambat pengurusan administrasi kependudukan, Camat yang terang-terangan mendukung incumbent dan ada surat dikeluarkan kepala dinas untuk mendukung incumbent. “Kita akan membina PNS yang tidak netral,” ucapnya.

Berdasarkan penghitungan suara (rekapitulasi) yang dilaksanakan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Tapteng pasangan yang diusung PDIP, Golkar dan Hanura ini memperoleh 83.313 suara atau 62,10 persen persen. Kemenangan dalam satu putaran itu tidak hanya kemenangan partai pendukung, tetapi kemenangan rakyat. “Suara rakyat ini amanah, Ini tak sepenuhnya suara kader, memang suara masyarakat, jadi partai kiranya memanfaatkan suara masyarakat ini,” katanya dan mengatakan tidak akan pernah meninggalkan partai pendukungnya dalam pesta demokrasi Tapteng.

Dalam kesempatan itu, Bonaran – Tanjung menyampaikan terima kasih pada seluruh pendukung. Tercatat lebih dari 500 orang masyarakat turut menyumbang secara materi.
Hadir dalam kesempatan ini  unsur pimpinan PDIP Sumut, diantaranya Sekretaris DPD PDIP Sumut, H. Muhammad Afan SS, Wakil Sekretaris DPD PDIP Sumut Soetarto MSi, Wakil Ketua, Sarma Hutajulu SH, Bendahara, Meinarty Rehulina, dan Ketua DPC PDIP Tapteng, Jamarlin Purba.  (*/ril)

Jet Prancis Rontokkan Pesawat Libya

TRIPOLI-Zona larangan terbang di Libya telah ditetapkan sejak pekan lalu. Tapi, insiden penembakan pesawat kembali terjadi. Tadi malam WIB (24/3), sebuah pesawat latih jenis G-2/Galeb milik pasukan Muammar Kadhafi ditembak jatuh jet tempur Prancis jenis Rafale di langit Misrata, kota yang dikontrol pemberontak.

Seperti dilansir BBC, pesawat yang ditembak itu adalah pesawat dengan mesin tunggal. Belum diketahui apakah pilot pesawat tersebut selamat atau turut jadi korban.

Sebelumnya, pada 19 Maret lalu, sebuah pesawat MIG milik pemberontak ditembak jatuh pasukan pemerintah di Benghazi. Pilot pesawat tersebut berhasil menyelamatkan diri. Dua hari kemudian, ada kabar sebuah jet tempur Prancis juga jatuh tertembak. Tapi, militer Prancis membantahnya.

Beberapa jam sebelumnya, pasukan Kadhafi dilaporkan bergerak kembali melakukan penyerangan ke Misurata. Terletak 200 km dari sebelah timur Tripoli serta dua kota penting lain, Ajdabiya dan Zintan.

Selain dikenal sebagai pusat penyulingan minyak mentah, Misurata merupakan benteng terakhir yang masih dipertahankan pemberontak di kawasan Barat Libya. Serangan ini merupakan balasan atas serangan hari kelima pasukan koalisi yang dimotori Amerika Serikat, Prancis dan Inggris. Pemerintah Libya mengklaim, serangan  yang berlangsung 12 jam sejak Rabu (23/3) malam hingga Kamis (24/3) dini hari waktu setempat, berlangsung pilu.
Pemerintah Libya mengklaim pasukan koalisi telah membunuh puluhan warga sipil. Pihak berwenang lalu mengajak sejumlah jurnalis mengunjungi  rumah sakit di Tripoli. Di tempat itu, para jurnalis ditunjukkan 18 mayat yang sudah gosong. Pemerintah mengklaim bahwa mereka adalah sejumlah personel militer dan warga sipil yang menjadi korban pengeboman Koalisi.

Di rumah sakit utama di Misrata, kota di Libya Barat yang kembali jatuh ke tangan pemberontak, kondisi pasien dan perlengkapan medis serta pendukungnya amat memprihatinkan.
Pasien-pasien dirawat di lantai, peralatan medis dan obat-obatan sangat terbatas, air bersih sudah lama berhenti mengalir, dan listrik hanya mengandalkan satu generator.

Kelaparan juga mulai mengancam di Misrata dan Benghazi. Hal itu juga terjadi di Ajdabiya, kota yang masih diperebutkan secara ketat oleh dua pihak. Contohnya, Ajdabiya. Di kota ini, selama sembilan hari terakhir tak ada pasokan listrik dan air bersih sama sekali.

Menurut seorang komandan militer AS, yang dikutip Al Jazeera, jet-jet tempur Koalisi telah melakukan 175 kali sorti (misi penerbangan) dalam 24 jam terakhir dan 113 di antaranya dilakukan AS.
Di sisi lain, AS membantah adanya korban jiwa di pihak sipil. Militer AS justru mengklaim, pihak koalisi sukses menerapkan zona larangan terbang di sepanjang pesisir Libya, seperti yang diamanatkan dalam Resolusi Dewan Keamanan PBB 1973. AS juga menyatakan pihaknya telah menyerang tank-tank Kadhafi.

Hal itu disampaikan Laksamana Gerard Hueber selaku Kepala Staf Joint Task Force Odyssey Dawn di Pentagon, di atas kapal USS Mount Whitney, di Laut Mediterania, Kamis dini hari dan dikutip dari VOA News.
Dia mengatakan pasukan koalisi telah terbang selama 24 jam terakhir. Akibatnya Libya kini tidak memiliki kekuatan udara lagi.

“Angkatan udara Libya telah dicegah. Pesawat mereka telah dihancurkan dan tidak bisa beroperasi. Kami tidak memiliki konfirmasi kegiatan penerbangan kekuatan rezim selama 24 jam terakhir,” terangnya.
Hueber mengaku belum menerima laporan tentang korban sipil atas penyerangan tersebut. Pihaknya kini menargetkan tank, artileri dan peluncur roket.

Ia juga memindahkan serangan ke arah barat untuk melindungi kota Ajdabiya dan Misrata. Hueber mengatakan tidak ada indikasi pasukan yang setia kepada pemimpin Libya, Muammar Kadhafi. Pasukan pendukung Kadhafi juga sudah berhenti menyerang penduduk sipil sebagaimana diharuskan oleh resolusi Dewan Keamanan PBB yang menetapkan zona larangan terbang.

Tujuan misi, lanjut Hueber, bukan untuk menggulingkan pemimpin Libya, tapi melindungi warga sipil dan memungkinkan bantuan kemanusiaan menjangkau mereka.

Mantan cawapres AS, Sarah Palin, mengkritik keputusan Obama menyerang Libya. “Apakah kita benar-benar siap untuk menyerahkan komando dan kontrol ke Liga Arab dan ke Inggris dan Perancis?” tanya politisi Republik ini seperti dilansir ABC News, kemarin.
Ketika ditanya dugaannya bagaimana nasib Kadhafi nantinya, dia menyimpulkan,”Dia akan berakhir mati, baik di tangan pemberontak atau lainnya.”

Presiden AS Barack Obama berkeyakinan pasukan sekutu akan mengendalikan operasi militer Libya. Obama bahkan menyebut pengendalian operasi militer tersebut akan terjadi hanya dalam hitungan hari. “Kita akan melanjutkan dukungan dan usaha untuk melindungi rakyat Libya. Tapi kami tidak akan memimpin,” tandasnya.

Di Kairo, Mesir, Menteri Pertahanan AS, Robert Gates menyarankan oposisi pejuang baru sekarang memiliki kesempatan untuk berkumpul kembali setelah serangan angkatan udara Kadhafi. ”Saya rasa banyak orang-orang yang berada di oposisi dan yang memainkan peran di hari-hari awal telah tunduk. Keadaan mungkin berubah di mana oposisi pejuang tidak dapat menggunakan pesawat. Mereka bisa saja kembali untuk melawan tapi kita tidak tahu,” kata Gates. Gates mengatakan pihak AS masih berencana untuk menyerahkan peran kunci dalam serangan terhadap Libya untuk sekutu koalisinya.

Menteri Pertahanan Prancis, Gerard Longuet, juga mengungkapkan mereka telah menghancurkan sekitar sepuluh unit kendaraan lapis baja Libya dalam tiga hari terakhir.
Menlu Prancis Alain Juppe menyebut, serangan koalisi terhadap Libya sejauh ini sukses. “Kami akan terus melakukan serangan-serangan udara,” ujar Juppe pada radio RTL seperti dilansir kantor berita AFP.
Diimbuhkan petinggi Prancis itu, serangan-serangan itu hanya menargetkan lokasi-lokasi militer dan bukan yang lainnya.

Juppe pun bersikeras bahwa operasi militer bersama Amerika Serikat, Inggris dan lainnya tersebut dimaksudkan untuk melindungi penduduk sipil dari serangan-serangan pasukan yang setia pada pemimpin Libya Muammar Kadhafi.

Kelaparan

Pasukan koalisi terus menyerang, loyalis Muammar Kadhafi terus melawan. Buntut konflik bersenjata yang sulit diprediksi kapan berakhir itu adalah terjadinya krisis kemanusiaan. Tentu saja, yang paling menderita adalah warga sipil.

Sebagaimana dilaporkan Washington Post, di rumah sakit utama di Misrata, pasien-pasien dirawat di lantai, peralatan medis dan obat-obatan sangat terbatas, air bersih sudah lama berhenti mengalir, dan listrik hanya mengandalkan satu generator.

Padahal jumlah korban sangat banyak. Akibat serbuan pasukan pro-Kadhafi selama lima hari dan tak menutup kemungkinan karena serangan udara koalisi juga, korban meninggal hampir mencapai 100 orang. Setelah lima hari merangsek ke Misrata, pro-Kadhafi mulai beringsut pergi kemarin seusai dihajar serangan udara selama 12 jam oleh pasukan koalisi.

“Lima hari terakhir benar-benar seperti neraka. Rumah sakit sudah tak kuasa menampung. Sembilan puluh empat orang meninggal, 60 di antaranya warga sipil. Yang luka-luka mencapai 1.300 orang,” ungkap Mohammed Ali, seorang teknisi yang bekerja di rumah sakit utama di Misrata, kepada Reuters melalui sambungan telepon.
Saking tak berdayanya para dokter dan paramedis menghadapi jumlah pasien yang membeludak dengan perlengkapan serba terbatas, yang kondisinya tak kritis langsung dipulangkan. “Saya berkali-kali melihat mereka yang baru diamputasi kakinya disuruh pulang,” jelas Ali.

Kelaparan juga mulai mengancam, terutama di kota-kota yang dikuasai pemberontak. Misalnya, Misrata dan Benghazi. Hal itu juga terjadi di kota yang masih diperebutkan secara ketat oleh dua pihak. Contohnya, Ajdabiya. Di Ajdabiya, selama sembilan hari terakhir tak ada pasokan listrik dan air bersih sama sekali.

Hampir semua toko tutup karena tak ada suplai atau karena faktor keamanan. Di Misrata, misalnya, kendati tank-tank milik loyalis Kadhafi telah terusir, masih banyak sniper yang tak hanya menyasar pemberontak, tapi juga warga sipil.
Menurut Washington Post, berbagai lembaga bantuan internasional tak bisa menembus kota-kota yang menjadi ajang pertempuran dua kubu seperti Misrata dan Ajdabiya. Mengenai kemungkinan militer AS turut mendistribusikan bantuan, seorang pejabat pemerintahan Negeri Paman Sam menyatakan bahwa opsi itu masih terbuka. “Semua opsi masih memungkinkan,” ujar si pejabat yang identitasnya dirahasiakan tersebut.

Di tengah berbagai kesulitan itu, beruntung Komite Palang Merah Internasional menyatakan telah berhasil mengirim dua ribu ton makanan ke kota-kota di bagian timur Libya. Juga, sejumlah peralatan serta obat-obatan untuk merawat sekitar 40 ribu pasien.

Bantuan-bantuan itu berhasil dibawa dengan truk yang masuk melalui perbatasan Libya-Mesir atau lewat Benghazi yang dikontrol pemberontak. Tapi, bantuan masih sulit masuk ke kota-kota di mana pro-Kadhafi masih kuat. Padahal kebutuhan pangan sangat mendesak karena sudah amat langka. Apalagi selama ini Libya sangat mengandalkan pasokan pangan dari impor.

Kalaupun ada, harganya tak terjangkau warga kebanyakan karena saking mahalnya. Harga tepung, misalnya, mencapai dua kali lipat. Harga beras juga naik hingga 88 persen dan minyak goreng meroket 58 persen. “Kalau kondisinya terus seperti ini, tentu sangat mengkhawatirkan (karena bisa terjadi kelaparan),” tegas Abeer Etefa, juru bicara World Food Program, di perbatasan Mesir-Libya.

Karena itu, lanjut dia, pihaknya berencana melakukan operasi darurat untuk menyuplai makanan kepada sekitar 600 ribu warga sipil di sejumlah kota yang saat ini terancam kelaparan.

Seorang pejabat pemerintahan AS juga menuturkan bahwa sekitar 80 ribu warga sipil di Libya saat ini tak punya tempat tinggal atau terusir paksa. “Jumlah riilnya bahkan mungkin bisa lebih tinggi,” ungkap si pejabat itu kepada Washington Post. (bbs/ttg/jpnn)

Mahasiswa USU Ancam Demo Besar-besaran

Dugaan Pemotongan Bansos dari APBD Sumut Senilai Rp9,7 M

MEDAN-Polemik dana bantuan hibah dari Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) Provsu Tahun 2010 ke Universitas Sumatera Utara (USU) terus bergulir. Kali ini, masalah tersebut memancing adrenalin para aktivis dari USU. Sejumlah aktivis mahasiswa berjani ’turun ke jalan’. Mereka berniat membersihkan dugaan praktik-praktik kotor yang mencemari dunia pendidikan di Sumatera Utara.

Ketua Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam (Badko HMI) Sumut, Syamsi Pohan menegaskan, saat ini HMI Sumut dan elemen mahasiswa di USU lainnya, sedang membahas persoalan ini. Jika Pemprovsu tidak segera menyelesaikannya, tidak menutup kemungkinan mereka akan mendatangi kantor Gubsu secara beramai-ramai. Termasuk mengungkit borok Pemprovsu terkait berbagai dugaan kasus korupsi di pos-pos anggaran lain.
“Kalau untuk pendidikan pun dikorupsi, konon lagi yang lain,” tegas Syamsi kepada Sumut Pos, Kamis (24/3).
Sementara Sekjen Pemerintahan FMIPA USU Mahdiran menyatakan, kalau penyelewengan benar terjadi, pihaknya akan mempertanyakan hal itu ke Pemprovsu. “Itu sama artinya menzalimi USU dan dunia pendidikan secara luas. Kalau dari tabulasi itu ternyata positif ada permainan pihak Pemprovsu, bukan tidak mungkin pihaknya akan memberikan reaksi,” tandasnya.

Juru bicara Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) USU yang juga Gubernur Fakultas Sastra (FS) USU, Mawardi, mengatakan, sebagai mahasiswa, mereka dituntut untuk pintar dalam menyikapi hal-hal seperti ini.
“Sikap yang seharusnya diambil adalah jika ada siapa pun yang melanggar UU atau secara sengaja merugikan orang lain, harusnya mereka dihukum sesuai UU yang berlaku,” tegasnya.

Apalagi, sambungnya, jika ternyata dugaan korupsi benar adanya, itu merupakan satu tindakan yang merugikan kepentingan banyak orang. “Jika memang petinggi-petinggi di sini (USU, Red) melakukan tindakan tersebut, sebaiknya jangan dari sanksi pidana saja mereka dihukum. Tapi juga, hingga pencabutan jabatan mereka di sini tanpa pandang bulu. Karena, petinggi-petinggi sudah seharusnya mengayomi, bukan malah mengambil keuntungan,” terang Mawardi.

Kepada pihak universitas, Syamsi menegaskan, pihak USU tidak boleh tinggal diam. “USU harus meminta kekurangan dana tersebut. Karena ini menyangkut kepentingan pendidikan dan nama baik. Tindakan Provsu tersebut merupakan tindakan penyepelean terhadap isntitusi USU yang meruapakan ikon perguruan tinggi di Sumut,” katanya.
Pihak Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumut juga diminta menelusuri sisa kas yang belum disalurkan tersebut. Jika terbukti masuk kantong pribadi para pejabat Provsu, maka harus dilaporkan ke institusi penegak hukum, guna dilakukan penyelidikan.

Sebagai generasi muda, Syamsir prihatin dengan kelakuan para pendahulunya. Para birokrat di Sumut menjalankan tugas birokrasi yang rumit dan rawan penyelewengan. “Birokrasi yang lebih sederhana namun ketat, tentu lebih menjamin penyaluran dana hibah,” ungkapnya.

Bansos untuk Ruko, Kejatisu tak Tahu

Temuan baru soal adanya penyimpangan dana untuk umat di Bansos Pempropsu, untuk pembangunan ruko  yayasan yang dilakukan oknum pejabat, ternyata belum diketahu Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri SH, pada wartawan Kamis (25/3) di Jalan AH Nasution Medan.

“Kita belum mengetahui, soal penyimpangan dana dari proposal bantuan, untuk pembangunan mesjid ataun bantuan ke panti asuhan yang diselewengkan untuk pembangunan ruko sebuah yayasan yang diduga milik oknum di Bansos Pempropsu,” tegas Jufri SH.

Jufri mengatakan lebih lanjut bahwa saat ini pihaknya hanya melakukan penyelidikan penyelewengan di Bansos Sumut, masih seputar dugaan proposal bodong, untuk pengembalian dana APBD Kabupaten Langkat senilai Rp215,17 miliar. “Belum ada kita mengarah ke penyelidikan sesuai dengan laporan salah satu LSM itu. Namun demikian informasi tersebut, jadi acuan kita untuk mengusut lebih dalam soal rentetan dana Bansos yang diselewengkan tersebut,” tegas Jufri menutup pembicaraan.

Sementara ini, Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara (Kejatisu) juga sedang melakukan penyelidikan dugaan korupsi dana bantuan sosial (Bansos) di Pemprovsu senilai Rp215,17 miliar. Kepala Seksi Penerangan Hukum Kejatisu Edi Irsan Tarigan SH juga pada wartawan Kamis (24/3) menegaskan, penyelidikan tidak akan dihentikan.” Kami terus selidiki. Sekarang kami menunggu,” tegas Tarigan.

Tarigan menambahkan, walau pihaknya belum menerima supervisi dari KPK, upaya pengusutan tuntas dugaan korupsi tersebut terus dilakukan. Berdasarkan hasil penyelidikan yang dilakukan Kejatisu, berkat adanya laporan dari Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) dari anggaran sebesar Rp215,17 miliar, sebesar Rp10,7 miliar yang terbagi dalam 13 item, tidak dapat dipertanggungjawabkan penggunaannya. “Kami sudah terima laporan dari BPK RI terkait hasil auditnya untuk Pemprovsu, dan sekarang sudah saya suruh teliti,” kata Kajatisu Sution Usman Adji.

Lebih jauh dikatakan Sution, pihaknya belum memberikan penjelasan lengkap terkait adanya penyimpangan pada laporan BPK tersebut. Tapi, pada laporan BPK disebutkan, ada 13 bagian yang dianggap menyimpang. “Ada kira kira 13 item, dan sudah saya minta kepada Aspidsus dan Asintel dipilah-pilah mana yang kira-kira bisa diteruskan,” bebernya.

Pada laporan BPK yang disampaikan pada Kejatisu disebutkan, ada 13 bagian yang dianggap menyimpang.

Seperti telah diberitakan Sumut Pos, dugaan pemangkasan dana hibah dai APRB Sumut ke senilai Rp9,7 miliar terungkap saat anggota DPRD Sumut melakukan rapat kerja dengan pihak rektoran USU. Dalam raker diketahui, pagu hibah dana APBD 2010 yang seharusnya diberikan Rp18,5 miliar untuk tiga pos, hanya diserahkan Rp8,8 miliar.
Hasiholan Silaen yang saat ini kembali menjabat Asisten I Pemerintahan Setdaprovsu membenarkan pemberian hibah yang jumlahnya haya Rp8,8 miliar dari pagu Rp18,5 miliar. Ditanya dana Rp9,7 miliar yang belum dicairkan, Hasiholan menolak menjelaskannya.

“Iya benar. (Sisanya, Red) katanya belum cair. Waktu saya bilang, mana yang bisa dicairkan cepatlah dicairkan. Kenapa yang lain belum cair, Kepala Biro Keuangan dan Kepala Biro Binsos yang tahu itu. Saya yang memimpin rapat waktu itu, karena memang waktu kan tinggal sedikit lagi,” katanya kepada Sumut Pos di Lantai 9 Kantor Gubsu, Rabu (23/3).

Meski demikian, Hasiholan menolak jika disebut permasalahan pencairan bermuara di Biro Binsos dan Keuangan Provsu. “Ooo, saya tidak mengatakan seperti itu. Biro Binsos dan Biro Keuangan yang lebih tahu,” ungkapnya.

Soal Alkes, Anak Kedokteran Tutup Mulut

Sementara itu, terkait adanya dugaan korupsi pengadaan alat kesehatan (Alkes) Fakultas Kedokteran (FK) Universitas Sumatera Utara (USU) 2010 senilai Rp38 miliar lebih, Dekan FK USU Prof Gontar A Siregar mengatakan, tak tahu menahu tentang hal tersebut. “Tak ada pengadaan Alkes di FK USU. Mungkin itu di RS Pendidikan USU. Kalau soal di sana, saya tidak tahu sama sekali,” terangnya, Kamis (24/3) Belasan mahasiswa FK USU yang dimintai komentarnya, tak satupun yang berani mengeluarkan statemen. Rata-rata mengaku takut, padahal wartawan koran ini telah memberikan jaminan nama dan identitas mereka tak disebut. Sejumlah mahasiswa yang menjadi pengurus beberapa organisasi kemahasiswaan di FK USU, juga tak mau berstatmen. “Jangan sayalah, soalnya saya tak berhak dan tak berani berkomentar,” ujar seorang pengurus organisasi kemahasiswaan yang menolak namanya disebut.

Pembantu Dekan I FK USU Prof Guslihan saat dikonfirmasi melalui telepon seluler beberapa kali, sama sekali tak menggubris panggilan telepon wartawan. Kepala Bidang Promosi, Humas dan Protokoler USU Bisru Hafi mengatakan, mengenai hal itu, ia belum bisa mengonfirmasi kepada pimpinan. “Bapak (Rektor, red) masih di Jakarta. Jika nanti beliau telah pulang, secepatnya saya akan memberitahukan perkembangannya. Atau, nanti saya coba tanya kepada Bapak PR I. Kalau ada jawaban, nanti saya juga akan mengonfirmasikannya,” terangnya.

Kajatisu, Sution Usman Adji mengakui pihaknya melakukan pengusutan dugaan korupsi pengadaan alat-alat kesehatan di Fakultas Kedokteran Universitas Sumatera Utara, untuk anggaran tahun 2010 senilai Rp38 miliar. Namun kasus tersebut belum dilimpahkan intel ke bagian tindak pidana khusus (Pidsus) Kejatisu. “Tim sudah bekerja, namun kasus itu belum dinaikkan statusnya dari penyelidikan ke penyidikan. Saat ini tim intelejen sedang berusaha mencari bukti tentang adanya penyimpangan anggaran,” kata Kepala Kejaksaan Tinggi Sumatera Utara, Sution Usman Adji kepada wartawan, Kamis (25/3).

Ketika disinggung adanya beberapa pejabat di USU yang sudah diperiksa, Sution Usman Adji tidak menampik. Namun Sution belum mau menjabarkan lebih lanjut, karena kasus tersebut masik lidik. “Kasus itu masih penyelidikan, jadi kita belum bisa jabarkan siapa saja yang diperiksa dalam perkara tersebut, baik pejabat yang berkepentingan ataupun perusahaan rekanan,” tegas Sution.

Sution mengatakan, kasus itu masih dipegang bagian intelejen, karena status penyelidikan belum dinaikkan. “Tidak ada kasus yang kita tutupi, kita akan buka dan tuntaskan semuanya. Namun tunggu dululah biar anggota saya bekerja semaksimal mungkin untuk membongkar kasus itu. Kalau nanti sudah lengkap semuanya maka akan kita ekspos,” tegas Sution.

Sebelumnya, Kasi Penyidikan Pidsus Kejatisu Jufri Nasution SH mengatakan, kasus dugaan korupsi Alkes FK USU itu masih tahap penyelidikan. Jufri mengatakan kasus ini belum sampai ke tangan pidsus. Dia mengaku, masih melakukan beberapa pemeriksaan materi, apakah ada terkait penyelewengan anggaran ataupun di mark up. Diduga, dalam proyek senilai Rp38 miliar itu, terdapat kerugian negara sebesar Rp8 M-Rp10 M.
Sejauh ini Kejatisu sudah memeriksa empat profesor (bukan lima seperti berita kemarin, Red). Keempat profesor yang diperiksa itu adalah berinisial Prof GLN, Prof CHY, Prof DDM dan Prof SYP. (rud/saz)

Isu Kudeta Cuma Akal-akalan Rezim SBY

Islam Garis Keras dan Moderat Makin tak Suka SBY

JAKARTA-Pemberitaan eksklusif Al Jazeera pada 22 Maret lalu yang mengungkap adanya rencana aksi kudeta oleh Dewan Revolusi Islam (DRI) terhadap pemerintahan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) diduga hanya akal-akalan orang-orang di lingkaran penguasa. Kabar tersebut bagian dari skenario jahat untuk memecah belah kelompok kritis yang semakin menguat dalam menentang rezim SBY.

Tokoh oposisi Adhie Massardi menegaskan, berita lahirnya Dewan Revolusi Islam (DRI) lengkap dengan susunan kabinetnya lebih dimaksudkan untuk menekan oposisi. ”Ini 100 persen fitnah. Berita DRI ini, menurut saya, merupakan insinuasi untuk mengisolasi gerakan oposisi yang kian menguat,” ujar Adhie Massardi, kemarin (24/3).
Ini mengingatkan pada cara-cara bekas Presiden Mesir Hosni Mubarak menjelang kejatuhannya. Yakni mengirim para perusuh dan penjarah ke Museum di Kairo untuk menggambarkan seolah-olah gelombang demonstrasi yang menentang pemerintahannya dimotori oleh kelompok Islam garis keras (Ikhwanul Muslimin).

“Sehingga dunia internasional, terutama Barat, harus mendukung Mubarak,” ujar Jubir Presiden era Gus Dur itu. “Saya menduga, berita DRI juga kurang lebih bertujuan sama. Ingin memberikan gambaran bahwa tulang-punggung kekuatan penentang rezim SBY ini adalah kelompok yang ingin mendirikan negara Islam. Karena itu, diharapkan, kekuatan prodemokrasi dan civil society secara umum diharapkan, kalau tidak mendukung pemerintah, ya mengurangi tekanannya,” lanjutnya.

Jurubicara Presiden era Abdurahman Wahid ini menambahkan, ada kejanggalan dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam (DRI).  ”Seolah ada koalisi antara kelompok Islam garis keras Habib Rizieq Sihab (Kepala Negara), Abu Jibril (Wakil Kepala Negara) dengan TNI (Jenderal Purnawirawan Tyasno Sudarto sebagai Menko Polkam) dan kelompok civil society anti-neolib seperti Hendri Saparini (Menko Ekuin), Ichsanuddin Noorsy (Menkeu),” lanjut Adhie.

Bagusnya, lanjut Adhie, nama-nama yang disebut dalam susunan kabinet versi DRI itu sudah membantah.
“Saya percaya, di kalangan TNI, baik yang aktif maupun purnawirawan, tidak memiliki tradisi dan keinginan kudeta. Bahwa mereka, terutama para purnawirawan umumnya bersikap sangat kritis kepada pemerintah (SBY), itu karena mereka cemas akan nasib NKRI di bawah kepemimpinan nasional yang tidak tegas dan cenderung rapuh,” tegasnya.
Adhie Massardi menegaskan, skenario ini tidak akan berhasil. Sebab para aktivis pergerakan, kaum muda dan mahasiswa akan terus bergerak untuk menyelamatkan negeri ini dari kerusakan yang lebih parah.

Direktur Sabang Merauke Circle Syahganda Nainggolan malah melihat, rezim penguasa sangat kentara bermain di balik berita Al Jazeera. “Jadi kelihatannya ini bagian dari provokasi yang dilakukan rezim melalui Al Jazerra,” ujar mantan aktivis ITB ini.

Efek lanjutan, diharapkan rezim memiliki alasan untuk secepatnya melakukan pre emptive strike terhadap kaum-kaum yang mengkritik rezim.

Target yang diharapkan rezim SBY sebagai pemilik kekuasaan adalah terciptanya pembenaran untuk melakukan pre emptive strikes.

Lebih kongkret, langkah pre emptive strikes diejawantahkan melalui revisi UU Intelijen.
“Pemerintah mengharapkan revisi UU Intelijen. Jadi intel bisa langsung memangkap orang-orang yang mengganggu stabilitas keamanan nasional. Apalagi kita kan tidak punya UU Subversif,” kata Syahganda Nainggolan.
Masih kata Syahganda, revisi UU Intelijen adalah target lain yang dikejar rezim SBY, selain tujuan utama, yakni pengalihan isu agar masyarakat semakin jauh dari isu-isu politik sebenarnya.

Namun terlepas benar atau tidak pemberitaan itu, ada hal yang patut digarisbawahi, bahwa pemberitaan ini semakin menegaskan, bahwa SBY sudah tidak mendapat tempat lagi di hati kaum muslimin.
“Situasi sudah buruk. Islam garis keras tidak suka, yang lebih moderat (komunitas lintas agama) juga bilang ada kebohongan yang dilakukan SBY,” tegasnya.

Sementara Ketua Komisi I DPR RI Mahfudz Siddiq berpendapat, isu revolusi sebenarnya sesuatu yang tidak masuk akal untuk konteks Indonesia seperti saat ini.
“Justru masyarakat sekarang sudah menikmati kebebasan politiknya, kebebasan hak-hak konstitusinya. Bahwa demokrasi belum membawa kesejahteraaan yang diharapkan, iya memang dan itu menimbulkan kekecewaaan di setiap kalangan,” tuturnya.

Namun ia tetap tidak yakin kekecewaan itu bisa serta merta memantik revolusi seperti diungkapkan sementara kalangan. Sebab, untuk sebuah revolusi membutuhkan modal dan pemimpin. Dia cenderung melihat isu revolusi itu sengaja dimunculkan sebagai ungkapan kekecewaan di sebagian kalangan karena jengah melihat kondisi situasi negara, yang sudah terbilang morat-marit ini. Mereka tidak tahu harus berbuat apalagi untuk mengubahnya.
“Buat saya sih mungkin itu gagasan spontan yang mereka sendiri enggak paham, enggak tahu konsep dan jalannya seperti apa,” tukasnya.

Istana Cuek

Rencana aksi kudeta oleh DRI, ternyata sudah diketahui istana dan Presiden SBY. Istana pun menilai isu ini bukanlah sesuatu yang serius untuk ditindaklanjuti. Sebab, semua laporan menunjukkan bahwa ancaman itu hanya isu saja.
“Pemerintah tidak akan menangapi isu tersebut. Tokoh dan nama yang disebut dalam susunan kabinet Dewan Revolusi Islam juga telah membantahnya,” kata uru bicara kepresidenan Julian Aldrin Pasha kepada wartawan di Istana Merdeka, kemarin (24/3).

Staf Khusus Presiden bidang Komunikasi, Heru Lelono, melihat berita rencana penggulingan SBY oleh purnawirawan jenderal senior adalah sangat berlebihan dan tidak benar. “Purnawirawan jenderal adalah orang-orang yang terdidik Sapta Marga dan pasti memahami tata negara,” tegas Heru.
Para purnawirawan juga awalnya adalah seorang prajurit TNI maupun Polri yang bertugas sebagai pembela bangsa dengan segala tatanannya. Apalagi, lanjut Heru, para anggota TNI/Polri yang saat ini aktif telah bersumpah tidak lagi masuk ranah politik. Karenanya, menurut dia, bila terjadi kudeta bisa dipastikan yang melakukan itu adalah mereka yang aktif.

“Bahwa para purnawirawan sampai saat ini masih peduli dengan perkembangan bangsanya, adalah sebuah kewajiban,” ujar dia.

Ia percaya mayoritas para purnawirawan tidak memiliki niat merusak tatanan, apalagi kudeta. Kalaupun ada yang berpikir melakukan hal tersebut, ia yakin mereka sudah tercemari oleh pikiran politik kotor yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kekuasaan.

Sebelumnya, Al Jazeera, salah satu media yang berbasis di Qatar ini mengungkapkan gerakan sejumlah jenderal purnawirawan senior mendukung kelompok-kelompok Islam garis keras untuk menjatuhkan sang Presiden.
Dalam laporan koresponden Al Jazeera, Step Vassen, yang ditayangkan Selasa malam, 22 Maret 2011.  Jenderal-jenderal ini menggunakan grup Islam garis keras untuk menggulingkan Presiden Yudhoyono, karena mereka menganggap SBY terlalu lemah dan terlalu reformis.(arp/wid/afz/rm/jpnn)

Jadikan Sumut Pusat Ekonomi Wilayah Barat

Kantongi Kepres Plt Gubernur, Gatot Umbar Ambisi

JAKARTA-Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho, Kamis (24/3) siang, menerima Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 15/P Tahun 2011 tentang penonaktifan Gubernur Sumut Syamsul Arifin dari jabatannya yang sekaligus menunjuk dirinya sebagai Plt gubernur Sumut. Gatot menerima Keppres tertanggal 21 Maret 2011 itu dari Sekjen Kemendagri, Diah Anggraeni, di gedung Kemendagri, Jalan Medan Merdeka Utara, Jakarta.

Apa yang akan dilakukan Gatot segera? Gatot sendiri memberikan sinyal tidak akan melakukan mutasi besar-besaran. ”Sebagai penjabat yang melaksanakan tugas dan kewajiban gubernur, kita akan melaksanakan policy yang sudah dijalankan sebelumnya. Yang baik kita teruskan,” katanya kepada Sumut Pos.

Langkah awal, setelah mengantongi Keppres, Gatot akan melakukan konsolidasi integral. Tidak hanya konsolidasi internal pemprov, namun juga dengan seluruh stakeholders, baik itu dewan, TNI/Polri beserta unsur muspida lainnya, termasuk dengan kalangan dunia usaha. “Jika semua pihak merasa memiliki Sumut, saya yakin mimpi menjadikan Sumut sebagai pusat ekonomi wilayah Barat, bisa terwujud,” ujarnya optimis.

Bagaimana menjaga hubungan dirinya sebagai Plt gubernur yang berasal dari PKS, dengan dewan yang terdiri dari politisi lintas partai? Gatot menegaskan, di partainya sudah ada tradisi, begitu ada kader yang menduduki jabatan publik, maka dia menjadi milik publik, bukan lagi milik partai. “Tak mungkin PKS kerja sendirian. Pasti harus bekerjasama dengan seluruh partai yang ada, dengan seluruh stakeholders,” ucapnya.

Hal senada dijelaskan Sigit Pramono Asri, wakil ketua DPRD Sumut dari Fraksi PKS yang hadir saat pelantikan. Dikatakan, Gatot tidak akan melakukan perubahan kebijakan-kebijakan yang sifatnya frontal. Bagaimana pun, katanya, pasangan Syamsul Arifin-Gatot saat kampanye pilkada 2008 sudah mengusung sejumlah gagasan yang sudah dituangkan ke dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD). “Apa yang sudah dilakukan Pak Syamsul, akan dilanjutkan Pak Gatot,” ujarnya.

Perlukah Gatot memutasi jabatan? Sigit mengatakan, selama mutasi didasari alasan rasional, yakni dalam rangka untuk mencapai target RPJMD, maka sah-sah saja dilakukan. “Dewan tak keberatan, tapi harus tetap konsultasi dengan mendagri,” ujar Sigit.

Ikut hadir dalam acara tertutup serah terima Keppres itu sejumlah wakil ketua DPRD Sumut, antara lain Affan Lubis (F-PDIP), Chaidir Ritonga (F-Partai Golkar), dan Asisten I Setdaprov Hasiholan Silaen. Sedang Diah didampingi Plt Direktur Pejabat Negara Kemendagri, Susilo. Mereka ditemui Diah lantaran Mendagri Gamawan Fauzi masih di Tanah Suci untuk umroh.

Dilarang Memutasi Pejabat

Usai acara yang berlangsung sekitar 40 menit itu, kepada Sumut Pos Sekjen Kemendagri Diah Anggraeni menjelaskan, pertemuan dengan Gatot memang secara khusus untuk menyampaikan Keppres, sekaligus memberikan arahan. Pesan yang disampaikan ke politisi PKS itu, agar langsung melakukan konsolidasi internal dengan para pejabat Pemprov Sumut dan kalangan DPRD.

Selain itu, Gatot diingatkan agar meneruskan kebijakan-kebijakan yang sudah berjalan. ”Kebijakan yang sudah dilaksanakan diteruskan saja supaya bisa bekerjasama dengan pejabat yang ada. Selama ini kan Pak Gatot sudah menjadi wagub, jadi tidak akan mengalami kesulitan dalam menjalankan roda pemerintahan,” terang Diah.
Lantaran saat pertemuan itu juga ada sejumlah pimpinan DPRD, Diah juga mengingatkan agar tetap ada hubungan yang baik antara pemprov dengan dewan. “Hubungan antara eksekutif dengan legislatif itu bukan saling berhadapan, tapi harus bersama dalam keharmonisan,” terang birokrat karir asal Semarang itu.

Diceritakan Diah, poin penting yang ditekankan kepada Gatot adalah soal mutasi. Gatot, sebagai Plt gubernur, dilarang mutasi dan hanya boleh mengisi jabatan yang kosong saja. Melakukan mutasi boleh, namun harus lapor dulu untuk mendapat persetujuan Mendagri Gamawan Fauzi. “Itu pokok, masalah mutasi. Saya minta Pak Gatot mempedomani PP 49,” terang Diah.

Yang dimaksud Diah adalah PP Nomor 49 Tahun 2008 tentang perubahan ketiga atas PP Nomor 6 Tahun 2005 tentang pemilihan, pengesahan pengangkatan, dan pemberhentian kepala daerah dan wakil kepala daerah.
Pasal 132A PP Nomor 49 Tahun 2008 ayat (1) mengatur sejumlah tindakan yang tidak boleh dilakukan penjabat kepala daerah atau pelaksana tugas kepala daerah. Yakni dilarang melakukan mutasi pegawai, membatalkan perijinan yang telah dikeluarkan pejabat sebelumnya dan/atau mengeluarkan perijinan yang bertentangan dengan yang dikeluarkan pejabat sebelumnya, membuat kebijakan tentang pemekaran daerah yang bertentangan dengan kebijakan pejabat sebelumnya, dan membuat kebijakan yang bertentangan dengan kebijakan penyelenggaraan pemerintahan dan program pembangunan pejabat sebelumnya.

Hanya saja di ayat (2) dinyatakan, “Ketentuan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat dikecualikan setelah mendapat persetujuan tertulis dari Menteri Dalam Negeri”.

Mengenai suasana acaranya sendiri, Gatot menceritakan, suasananya cair. Terlebih, ada sesi khusus empat mata antara Gatot dengan Diah. “Ibu Diah itu senior. Saya menempatkan diri sebagai adik, saya panggil beliau ‘mbak’,” ujar Gatot. Sebagai yunior, Gatot minta masukan banyak hal dari Diah.
Diah juga mengakui hal itu. Bahkan, kata Diah, dia sudah akrab dengan Gatot sejak lama. “Dia saya anggap adik saya,” ujarnya mengenai Gatot, pria asal Magelang itu.

Gatot Ditantang Reshuffle SKPD

Banyak harapan yang menggantung kepada Gatot setelah menerima SK Plt Gubsu. Terutama harapan penataan pemerintahan, termasuk pejabat di Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).
“Diharapkan, pengangkatan SKPD setelah wagubsu menyandang status Plt Gubsu harus objektif. Karena, selama ini pengangkatan SKPD yang ada terkesan melompat,” kata Ketua Komisi A  DPRD Sumut Hasbullah Hadi di Medan, kemarin.

Selain itu, Gatot punya tugas menghapus citra Sumut dari penilaian provinsi terkorup. “Predikat membuat masyarakat Sumut malu,” katanya.
Gatot pun diminta merealisasikan janji kampanyenya bersama Syamsul Arifin yang belum terealisasi. “Janji itu harus dilanjutkan. Kita lihat, visi misi rakyat tidak lapar, rakyat tidak sakit, rakyat tidak bodoh dan rakyat punya masa depan belum tercapai. Masih banyak rakyat Sumut ini yang buta aksara, masih banyak yang tidak makan dan banyak yang belum punya masa depan,” tegasnya.

Politisi Senior PDI P Sumut yang juga anggota DPRD Sumut Syamsul Hilal menyambut baik status baru Gatot sebagai Plt gubernur Sumut. ”Sudah pasti akan lebih efektif, karena Gatot yang langsung memimpin Sumut. Selama ini, pemerintahan kita memang tidak efektif karena Syamsul Arifin sedang berada di Pesantren KPK,” tandas Syamsul Hilal.

Syamsul lantas meminta Gatot meninjau ulang pemimpin SKPD yang layak dievaluasi, salah satunya adalah jajaran direksi PDAM Tirtanadi. “Tirtanadi harus ditinjau ulang,” tegasnya.
Sedangkan Ketua Fraksi Golkar DPRD Sumut Hardi Mulyono berharap Gatot bisa menjalankan dan menyelesaikan visi dan misi saat dirinya bersama Syamsul Arifin maju dalam Pikada.

Mengenai kemungkinan Golkar memisahkan diri dengan partai-partai pendukung lainnya, Hardi menjawab, belum ada kebijakan Partai Golkar mengarah ke hal itu. Sedangkan terkait kemungkinan pergantian SKPD, Hardi juga hanya menjawab, reshuffle pemimpin SKPD adalah hak dan wewenang kepala daerah. “Itu kan wewenang dari kepala daerah. Jadi, kepala daerah itu yang punya penilaian,” tuturnya.(sam/ari)

Lola Amaria Belajar Sampai ke Hongkong

Untuk menunjukkan eksistensinya di dunia film, Lola Amaria ikut terlibat di acara Hongkong Film Market baru-baru ini. I acara itu, filmnya, Minggu Pagi di Victoria Park juga diputar.

“Gue support banget film Indonesia bisa sampai ke luar negeri, Banyak film Indonesia yang nggak laku di negeri sendiri tapi diminati di luar,” ujar sutradara film Betina ini.
Lola sengaja datang ke acara Hongkong Film Market untuk berguru. “Aku baru menyutradarai 2 film, jadi ilmu aku juga masih belum tinggi-tinggi banget. Aku masih banyak belajar soal film, meski terbilang otodidak karena aku nggak sekolah film. Dari perjalanan ini bisa memberikan masukan untuk film aku nantinya,” jelas Lola.

Model dan produser ini mengaku juga tengah mempersiapkan film terbaru. Sayangnya, Lola belum mau mengungkapkan proyek terbarunya itu. (aal/jpnn)

Promosi Wisata, Tinggalkan Majalah di Pesawat

Kadek Jango Pramartha, 10 Tahun Mempromosikan Budaya Bali lewat Majalah Kartun

Sebagai kartunis, Kadek Pramartha ingin total berkiprah. Salah satu karyanya adalah Bogbog. Itu adalah nama majalah kartun yang dia dirikan sejak 10 tahun lalu. Oleh Muri (Museum Rekor Indonesia), Bogbog disebut sebagai majalah kartun pertama yang berbahasa Inggris. Apa yang membuat majalah itu bertahan.

GUNAWAN SUTANTO, Denpasar

Sebuah majalah Bogbog volume 9 terbitan 2010 ditunjukkan Kadek kepada Jawa Pos (grup Sumut Pos) yang menemuinya di kantornya, sebuah ruko dua lantai di Jalan Veteran, Denpasar, Selasa lalu (22/3).
Dalam edisi tersebut, Bogbog dibuat dengan cover berisi komik setrip dengan cerita seorang bule asal Amerika yang jatuh cinta pada budaya Bali. Si bule itu memutuskan untuk tinggal dan membuka bisnis pariwisata di Pulau Dewata. Si bule yang dalam cerita komik tersebut diberi nama Mr Smith itu kemudian mempekerjakan dua warga Bali untuk membantu usaha pariwisatanya. Keduanya bernama Wayan Kari dan Desak Nyoman.

Dalam perjalanan usahanya, Smith pusing bukan main ketika para karyawannyan sering meminta libur. Mereka izin libur untuk mengikuti berbagai upacara adat di kampung masing-masing. “Nah, seperti itulah karya-karya kami,” ucap Kadek yang lebih akrab disapa Jango itu. Menurut dia, memang begitulah kondisi masyarakat Bali. Meski hidup di tengah globalisasi, sebagian orang masih memegang keteguhan adat.

Melalui Bogbog, Jango ingin mengangkat budaya-budaya Bali melalui bahasa yang universal. “Selain itu, kami ingin mengemas kritik sosial yang bisa dimengerti siapa saja, tapi membuat mereka yang membaca tetap tertawa,” ungkapnya.  Bagi Jango, kartun merupakan bahasa universal yang efektif untuk menyampaikan sebuah pesan.
Hal itu setidaknya dirasakan Jango saat mengenyam pendidikan di Univesity of Western Australia (UWA) pada 1993?1995. Di tengah kuliah tersebut, dia juga diminta menjadi asisten dosen oleh Carol Waren, antropolog yang biasa melakukan penelitian di Bali.

Ketika menjadi asisten dosen, Jango sering diminta memberikan materi kuliah. “Waktu itu bahasa Inggris saya masih parah, sehingga saya sering menggunakan bahasa kartun. Sering ketika saya menjelaskan melalui kartun, mahasiswa di kelas itu malah mengerti dan mereka menikmati dengan tertawa-tawa,” jelas pria 45 tahun tersebut. Dari situ, akhirnya dia yakin keahliannya menggambar selama ini sangat bermanfaat.

Sepulang dari Australia, Jango kemudian berupaya mewujudkan impiannya untuk membuat sesuatu dari keahliannya membikin kartun. “Saya ingin bagaimana kartun menjadi suvenir Bali yang cerdas,” ucap suami Putu Sefty Virgantini tersebut. Sejak muda Jango memang dikenal sebagai kartunis. Setidaknya belasan tahun dia tercatat sebagai kartunis lepas salah satu media di Pulau Dewata.

Sembari mengajak ke ruang workshop majalah Bogbog, dia mulai menjelaskan penerbitan majalah yang didirikan sejak 2001 tersebut. Sepulang dari Aussie, Jango tidak langsung membuat majalah Bogbog. Dia awalnya memilih berbisnis T-shirt untuk suvenir dengan berisi aneka desain kartun bermuatan kritik sosial serta globalisme Bali.
Melalui T-shirt itu, selain bisnis, ada sisi idealisme yang ingin dicapai Jango. Melalui kartun, dia dan kawan-kawannya ingin mengajak orang Bali serta masyarakat dunia melihat globalisme di Bali. Dia lantas menunjukkan sebuah kartun bertulisan gloBALIsme.

Mantan president of Indonesian Cartoonist Association itu menyatakan, majalah Bogbog awalnya dibuat atas kefrustrasian Jango dan beberapa temannya karena usaha T-shirt-nya gulung tikar lantaran terus melambungnya harga sewa stan di Kuta.

Dari situ, Jango memikirkan bagaimana agar idealismenya tetap bisa diwujudkan hingga akhirnya terpikirlah untuk membuat majalah kartun. Dimulailah penerbitan Bogbog pada 1 April 2001. “Kami sengaja pilih pas April Mop. Karena itu namanya Bogbog,” ucapnya.

Dalam bahasa Bali, bogbog berarti bohong. Menurut Jango, ada banyak filosofi dari kata bogbog. Salah satunya, dalam pandangan dia, selama ini banyak berita dan informasi bohong. Selain itu, nama bogbog sesuai dengan isi majalah. Yakni, hampir 99 persen berisi kartun dengan kisah fiktif.

Sejak awal penerbitan, segmen pasar yang dibidik majalah bulanan itu adalah turis asing. Tak heran, bahasa dalam Bogbog dibuat bilingual, yakni Inggris dan Indonesia. Awalnya, Bogbog dijalankan tiga kartunis. Selain Jango, ada Putu Adi Supardi dan Ceceriberu. Mulanya mereka bekerja tanpa memperoleh gaji. Baru setahun setelah berjalan mereka bisa menikmati hasilnya.

Kantor redaksinya pun awalnya menumpang di rumah Jango. Sekarang majalah tersebut sudah punya kantor mandiri di sebuah ruko dua lantai di Jalan Veteran, Denpasar. Jango mengakui, sebagian pendanaan majalah itu awalnya banyak disuplai sumbangan teman-temannya. Baik sesama kartunis maupun teman Jango di luar komunitas kartun. “Kan waktu itu belum dapat banyak iklan,” ucapnya.

Pada awal penerbitan, beberapa orang meragukan majalah tersebut bisa eksis. Namun, toh akhirnya majalah berdimensi 25 x 20 itu bisa bertahan hampir 10 tahun. “Keyakinan saya bukan pada banyaknya modal untuk menjalankan majalah ini, tapi pada energi positif yang kami punya,” jelasnya. “Perusahaan ini bukan padat modal, tapi padat kreativitas,” sambung bapak tiga anak tersebut.

Tiga edisi perdana majalah itu diterbitkan secara gratis. Sebenarnya Jango dan teman-temannya masih ingin menggratiskan majalah tersebut. Namun, kenyataannya, ketika dibagikan secara gratis, majalah itu malah tidak bisa sampai ke target market-nya. Yakni, wisatawan mancanegara (wisman). Sesampai di tempat distribusi, majalah itu langsung habis diserbu tukang parkir dan pelayan hotel atau restoran tempat majalah tersebut disebar.
Melihat kondisi itu, Jango mengaku senang sekaligus sedih. “Senangnya ya banyak yang tertarik. Tapi, masalahnya, majalah ini kan kami harapkan untuk mendukung pariwisata Bali. Otomatis harapannya yang membaca ya wisatawan,” jelasnya. Untuk harga, majalah tersebut dulu dibanderol Rp 5 ribu. Kini harga terakhir Rp8 ribu.
Untuk mempromosikan majalah itu, Jango punya strategi menarik. Yakni, dia sering meminta teman-temannya yang naik pesawat terbang untuk menaruh majalah tersebut di kursi penumpang.

“Saya minta kepada teman yang akan bepergian ke luar negeri atau daerah untuk meninggalkan majalah ini di kursi penumpang. Hasilnya ternyata efektif. Ada beberapa orang dari luar Bali yang menghubungi untuk berlangganan,” jelasnya. Kini, majalah tersebut beroplah sekitar 10 ribu eksemplar. Awalnya, tiras Bogbog hanya seribu eksemplar.
Dalam perjalanannya, majalah itu mengalami pasang surut. Puncaknya, penurunan oplah terjadi pascabom Bali. Kala itu memang terjadi penurunan jumlah wisatawan besar-besaran di Pulau Dewata. Bukan hanya Bogbog, dalam catatan Jango, setidaknya ada 10 majalah pariwisata terbitan Bali yang gulung tikar. “Syukurlah kami tidak sampai gulung tikar. Saya yakin itu semua berkat energi positif kami,” tegasnya.

Waktu itu, semangat yang diusung awak Bogbog hanyalah bagaimana membuat Bali tetap tersenyum dan bangkit.Pascatragedi kelam tersebut, Bogbog hanya absen dua edisi alias dua bulan tidak terbit. Majalah itu tetap terbit setelah di-support materi oleh beberapa orang yang peduli terhadap seni dan Bali. Kini eksistensi Bogbog pun tetap terjaga. Majalah tersebut telah tersebar ke beberapa daerah di luar Bali. Bahkan, dalam catatan yang ditunjukkan Jango, ada beberapa universitas di Australia, Belanda, serta AS yang menjadi pelanggan tetap Bogbog.
Bahkan melalui brand Bogbog, beberapa orang dan instansi di Bali memberikan kepercayaan kepada Jango. Selain menjalankan usaha penerbitan, Bogbog kini kerap di-hire sebagai event organizer acara tertentu. “Tapi, even yang kami kemas tetap melibatkan kartun,” papar pria kelahiran 21 Desember 1965 tersebut.

Bahkan, Jango kini bisa mengembangkan bisnis T-shirt yang dulu gulung tikar karena tidak kuat menyewa stan. Dia mengaku saat ini belum berpikir untuk mengembangkan Bogbog dengan mengangkat budaya Indonesia secara umum. Sebab, menurut dia, untuk mengangkat budaya daerah lain, diperlukan pemahaman budaya tersebut. “Kalau budaya Bali kan saya memang sudah paham,” tegas pria asli Denpasar itu.

Meski begitu, kadang Jango masih kerap berkonsultasi dengan tokoh adat sebelum mengeluarkan kartun berisi kritik sosial seputar budaya Bali. Kini, Bogbog telah beberapa kali menjadi official magazine festival seni dan konferensi internasional yang diselenggarakan di Bali. Bahkan, pada 2003, majalah itu meraih penghargaan MURI sebagai majalah kartun pertama di Indonesia yang berbahasa Inggris dan berlatar belakang budaya Bali. (c5/kum)

Terancam Krisis Air Mineral, Makanan Jepang Ditolak

TOKYO- Negara di dunia seperti Eropa dan Asia mulai menghentikan impor produk makanan impor dari Jepang. Salah satu diantaranya Rusia. Pemerintah Moskow memutuskan untuk menghentikan impor makanan yang berasal dari empat prefektur di Jepang. Yakni Fukushima, Gunma, Ibaraki, dan Tochigi yang berdekatan dengan reaktor nuklir, 250 kilometer timur laut Tokyo.

Moskow mengarantina sebuah kapal kargo berbendera Panama yang sempat melewati perairan dekat reaktor Fukushima. Ke-19 kru kapal juga diperiksa tim medis setelah terdeteksi radiasi tiga kali lipat dari batas normal di ruang mesin.

Berikutnya Australia, pemerintah setempat melarang produk makanan dari wilayah yang sama. Di antaranya ganggang dan makanan laut lainnya. Selain itu, produk seperti susu, produk turunan dari susu, buah segar, dan sayuran juga dilarang untuk dikonsumsi.

Pemerintah Australia bahkan menyatakan, meski produk impor dari Jepang yang sudah ada di pasaran dan dikirim sebelum gempa terjadi tidak terpengaruh oleh radiasi, statusnya tetap diragukan.
Selain kedua negara tersebut, Singapura juga mengambil kebijakan sama. Otoritas negeri jiran tersebut menghentikan impor produk susu dan bahan pangan lainnya dari empat prefektur yang sama. Sementara Kanada memberlakukan kontrol ketat atas impor produk dari empat prefektur tersebut.

Pemerintah Filipina melarang impor coklat dari Jepang. “Isu tentang makanan yang aman (untuk dikonsumsi) menjadi dimensi lain dari kondisi darurat pasca gempa,” tulis pernyataan bersama tiga badan PBB di Jenewa Swiss. Dalam pernyataan tersebut PBB berjanji akan meencurahkan semua kemampuan dan keahliannya untuk membantu Jepang.

Menurut Badan Energi Atom Internasional, Badan Urusan Kesehatan PBB (WHO), dan Badan Pangan dan Agrikulutur (FAO), Jepang telah mengambil langkah tepat dalam menangani krisis nuklir pasca gempa.

Pemerintah Jepang kembali mengumumkan adanya sejumlah sayuran yang terkontaminasi. Setelah bayam, brokoli, kol, dan lobak juga dinyatakan terkontaminasi radiasi nuklir dalam ambang membahayakan.

Kegelisahan dirasakan warga Tokyo ketika pemerintah setempat mengumumkan bahwa tingkat iodine radioaktif di dalam air keran meningkat dua kali lipat dan dinyatakan berbahaya bagi bayi, meski tetap aman dikonsumsi orang dewasa.   Kabar tersebut memicu masyarakat menyerbu toko-toko penjual air mineral dan mesin penyedia minuman. Padahal pemerintah Tokyo mulai menyalurkan tiga botol ukuran 550 mililiter untuk setiap satu orang bayi.

Kazuko Hara, mendorong putrinya Nagomi (3 bulan) dengan kereta bayi, berada di tengah antrian orang tua lainnya untuk membeli air mineral di pusat Kota Tokyo. Dia khawatir, karenanya terlontar banyak sekali pertanyaan darinya kepada penjaga toko.

Seorang warga Tokyo lainnya, Hara (39) mengaku resah dengan kabar tercemarnya air minum radiasi nuklir. “Saya tidak tahu bagaimana harus bersikap dengan kejadian ini. Ketika televisi mulai mengabarkan tentang pencemaran air, mereka tidak menampilkan analisa dari para ahli,” tenadnya kepada Agence France Presse, sambil memborong berbotol-botol air mineral. “Ini sangat menakutkan,” tandasnya.

“Keluarga saya ketakutan. Suami dan mertua saya memperingatkan saya untuk minum air mineral dari botol dan menghindari air keran. Jadi saya mencoba mematuhinya,” terang Hara, yang mengaku tengah menyusui bayinya.
Kabar yang berkembang, para ahli mulai mendinginkan suasana agar masyarakat tidak panik. “Jadi pendapat mereka sedikit meringankan kekhawatiran saya. Tapi ketika anda melihat orang-orang memborong air mineral di toko, pemandangan itu membuat saya kembali khawatir,” tandasnya. (cak/jpnn)