29 C
Medan
Friday, April 10, 2026
Home Blog Page 15526

Makanan dari Jepang Wajib Sertifikasi

MEDAN-Sejak reaktor nuklir meledak akibat gempa dan tsunami di Jepang, Balai Besar Pengawasan Obat dan Makanan (BBPOM) Medan dan Disperindag Sumut  sepakat memberlakukan kebijakan sertifikasi bebas radiasi terhadap makanan impor asal Jepang yang masuk ke Sumut. Khususnya bahan makanan yang diproduksi per 11 Maret 2011.

Kepala Seksi Eksport Disperindag Sumut, Fitra Kurnia menjelaskan di Sumut, terutama warga keturunan Jepang sangat menyukai makanan dari Negeri Sakura. Selain bersih dari zat kimia, seperti pupuk, makanan dari Jepang bebas pengawet.

Data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Sumut diketahui untuk produk olahan dari tepung, Sumut mengimpor sebesar 0,01 persen pada tahun 2010, sedangkan untuk produk ikan dan udang impor Jepang menyumbang sekitar 0,01 persen. Sedangkan untuk garam dan sayuran lebih kecil lagi.

“Untuk sayuran dan makanan asal Jepang harganya sangat mahal, makanya persentasenya tidak terlalu banyak,” ujar Fitra.

Untuk bahan makanan dari Jepang ada yang masih di produksi di Belawan pada awal Maret atau akhir . Sedangkan untuk produk makanan yang harus disertifikasi merupakan produksi tanggal 11 Maret dan seterusnya. Kebijakan ini dibuat karena ditakuti makanan Jepang terkena radiasi nuklir, karena dampaknya sangat buruk bagi kesehatan tubuh. (mag-9)

Pesawat Kargo Antonov Jatuh

Brazzaville – Sebuah pesawat cargo Antonov jatuh di kota Pointe-Noire, Republik Kongo. Laporan sementara menyebutkan, kecelakaan udara ini menyebabkan 19 orang tewas, 14 kritis.

“Ambulans bolak-balik membawa korban ke rumah sakit,” kata seorang saksi mata seperti dikutip reuters, Selasa (22/3).

“Pesawat itu mengalami kerusakan cukup fatal,” lanjut dia.

Seorang saksi lainnya menuturkan, pesawat itu telah siap untuk mendarat di bandara kota pantai tersebut. Namun, pesawat naas tersebut tiba-tiba berbelok ke luar menuju laut sebelum menerjang beberapa bangunan.
Radio Perancis RFI melaporkan, sedikitnya 14 telah meninggal dalam musibah tersebut. Pada tahun 2009 lalu, sebuah pesawat kargo Antonov juga jatuh di daerah pedesaan di luar Brazzaville. Seluruh awak pesawat dinyatakan tewas seketika. (net/jpnn)

PKS Terancam Retak

Jakarta- Manuver mantan pendiri Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Yusuf Supendi berdampak pada perbedaan sikap kader di tingkat akar rumput. Jika kasus ini tak segera diselesaikan, bukan mustahil PKS akan pecah.

Bagaimanapun, posisi yang ditinggalkan Yusuf Supendi di PKS cukup tinggi. Setidaknya beberapa jabatan penting di PKS pernah ia emban. Dia pernah menjabat sebagai anggota Majelis Syura PKS, Ketua Dewan Syariah PKS, serta mantan anggota DPR dari PKS periode 2004-2009.

Bahkan Sekjen DPP PKS Anis Matta mengakuinya sebagai guru. “Beliau guru saya,” aku Anis. Posisi dan kapasitas Yusuf Supendi ini jelas memiliki tempat tersendiri di internal kader PKS. Aksi Yusuf Supendi ini kendati mendapat reaksi beragam dari internal kader PKS, tapi diam-diam ada pula kader yang mendukung.

“Banyak dukungan yang mengalir ke Ustadz Yusuf Supendi dari berbagai daerah,” ujar orang dekat Yusuf Supendi, Adi Kurniawan, di Jakarta, Selasa (22/3). Namun Adi menegaskan, tindakan Yusuf sama sekali tidak ditujukan untuk merusak PKS. Apa yang dilakukan Yusuf, sambung Adi, untuk memperbaiki PKS. “Tidak ada niat untuk merusak PKS. Kita cinta PKS. Ini untuk perbaikan,” jelasnya.

Situasi saat ini tampaknya cukup disadari oleh elit PKS. Wakil Sekjen DPP PKS Mahfudz Siddiq menuturkan pihaknya telah mengecek ke seluruh daerah terkait soliditas kader PKS. “Umumnya kader PKS solid. Dan melihat ini rangkaian operasi untuk fitnah ke PKS,” kata Mahfudz.

Umumnya, sambung Mahfudz, kader PKS meminta agar DPP PKS agar menjelaskan terkait tudingan Yusuf Supendi yang kini telah masuk wilayah publik. “Sebagian kader menginginkan perlu ada penjelasan,” terangnya.

Namun Mahfudz tidak menampik jika terdapat kader yang mempercayai tudingan Yusuf Supendi. Menurut dia, kader yang percaya tudingan itu adalah mereka yang tidak memiliki informasi yang cukup. “Dan ada masalah pribadi,” sebut Mahfudz. Sementara terpisah, mantan Presiden PKS Tifatul Sembiring menyebutkan tidak ada perpecahan di internal PKS. Menurut Tifatul, struktur PKS dari pusat sampai daerah tetap solid. “1,5 juta orang kader PKS semua solid, tidak ada kepemimpinan ganda. Bukan konflik internal, tapi ada gugatan dari salah seorang yang merasa hukuman yang diberikan atas yang bersangkutan tidak tepat,” paparnya. Kondisi demikian, menurut Menteri Komunikasi dan Informatika ini, apa yang terjadi saat ini bisa menjadi masukan dan instrospeksi bagi pembinaan kader PKS ke depan. “Para pengurus PKS pusat sangat dituntut, kesabaran dan kearifannya menghadapi berbagai masalah,” imbau Tifatul.

Sebelumnya, guru besar politik Islam di UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Bachtiar Effendi menyebutkan PKS akan mengalami perpecahan jika pada akhirnya elit PKS tidak bisa menyelesaikan persoalan yang kini dihadapi. Pencitraan PKS sebagai partai bersih, peduli, dan profesional’ akan terganggu. “Meski secara ideologi kuat, PKS terancam perpecahan jika tak mampu mengelola masalah ini,” ingatnya. (net/jpnn)

Muhammad Nazaruddin Peduli Pesantren

Sesuai dengan latar belakangnya sebagai santri, Bendahara Umum DPP Partai Demokrat Muhammad Nazaruddin sangat peduli dengan dunia pesantren. Kepedulian Nazar, demikian ia kerap disapa, terhadap dunia pesantren tak kalah dengan politisi yang mengklaim dari partai politik yang didirikan para kiai. Meski dari kader Partai Demokrat, Nazar tak memungkiri darimana dia berasal.

“Saya bisa seperti saat ini, tidak terlepas dari latar belakang saya sebagai santri di pesantren,” katanya merendah saat bertemu dengan KH Abdul Chaliq Jamaah, Pengasuh Pondok Pesantren Al Multazam, Jember, Jawa Timur, di Jakarta, Minggu (20/3). Dia menuturkan, pesantren menjadi aset yang luar biasa dimiliki oleh bangsa Indonesia. Pendidikan bertaraf internasional di luar negeri, menurut Nazar, sejatinya meniru pola pendidikan pesantren. “Siswa diasramakan atau boarding school, diterapkan oleh pendidikan di luar negeri. Kita telah melakukannya sebelum Indonesia merdeka,” tambahnya. Nazar mengaku, dengan pendidikan yang diterapkan pesantren, akan menjadikan anak didik menjadi mandiri, memiliki tanggungjawab, serta memiliki rasa kepedulian terhadap sesama. “Santri jauh lebih mandiri daripada anak yang tinggal dengan orangtuanya,” tandasnya. Oleh karenanya, Nazar menyebutkan pihaknya akan memfasilitasi pertemuan antara para pengasuh pondok pesantren dan Menteri Pendidikan Nasional M Nuh. Pertemuan tersebut terkait dengan rencana pemerintah mendirikan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK). “Daripada repot-repot mendirikan ribuan SMK dari nol, lebih baik anggaran tersebut dialokasikan untuk pesantren yang berjumlah sekitar 17 ribuan,” cetusnya.(net/jpnn)

Bachtiar Chamsyah Divonis 20 Bulan

Saya Pikirkan, Terima Kasih yang Mulia…

JAKARTA- Mantan Menteri Sosial Bachtiar Chamsyah akhirnya menghadapi sidang vonis di Pengadilan Tipikor, kemarin (22/3). Berdasarkan putusan majelis hakim Pengadilan Tipikor, Bachtiar terbukti bersalah melakukan tindak pidana korupsi dalam kasus korupsi pengadaan mesin jahit, sapi dan sarung di Kemensos sejak 2004-2006. Bachtiar pun dijatuhi hukuman penjara 1 tahun delapan bulan.

“Mengadili dan menyatakan terdakwa Bachtiar Chamsyah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana korupsi, oleh karenanya menjatuhkan pidana terhadap terdakwa dengan pidana penjara satu tahun delapan bulan,”ujar Ketua Majelis Hakim Tjokorda Rai Suhamba, di persidangan, kemarin.

Selain hukuman badan, politikus senior PPP tersebut juga diwajibkan membayar denda senilai Rp50 juta. Jika denda tersebut tidak dibayar, harus diganti dengan hukuman kurungan tiga bulan. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan jaksa yang meminta hakim menghukum Bachtiar dengan tiga tahun penjara dengan denda Rp100 juta.
Berdasarkan uraian fakta hukum yang disampaikan majelis hakim, terdakwa terbukti menyalahgunakan wewenang dan jabatan dengan menyetujui penunjukan langsung dalam proses pengadaan mesin jahit, sarung dan sapi impor di Kemensos. Proyek pengadaan tersebut dilakukan melalui metode penunjukan langsung. Proyek pengadaan tanpa proses lelang itu telah memperkaya para rekanan dan beberapa pegawai Kemensos. Antara lain, Amrun Daulay (mantan Dirjen bantuan jaminan sosial masy), almarhum Iken Br Nasution (Dirut PT Armadhira Karya), Musfar Aziz (PT Lasindo) dan Cep Ruhyat (Direktur PT Dinar Semesta).

Akibat kebijakan tersebut, negara mengalami kerugian hingga Rp33,7 miliar. Rinciannya, kerugian negara akibat pengadaan sapi impor pada 2004 sebesar Rp1,9 miliar, pengadaan sarung selama 2006-2008 senilai Rp11,3 miliar, dan  pengadaan mesin jahit sepanjang 2004-2006 sejumlah Rp20,3 miliar.

Namun, Bachtiar tidak dikenai kewajiban untuk membayar uang pengganti karena tidak terbukti menikmati hasil korupsi tersebut. Di samping itu, terdakwa juga telah membayar kepada negara sebesar Rp700 juta. “Membebaskan dari kewajiban membayar uang pengganti karena tidak terbukti menikmati perbuatannya,”ujar Hakim Anggota Anwar.

Atas perbuatannya, Bachtiar dijerat dengan pasal 3 UU No.31 Tahun 1999 Undang Undang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi junto pasal 55 ayat 1 ke 1 KUHP junto pasal 65 ayat 1 KUHP.  Menanggapi vonis yang dijatuhkan Majelis Hakim tersebut, baik Jaksa Penuntut Umum maupun Bachtiar menyatakan akan pikir-pikir. “Saya akan memikirkan, terimakasih yang mulia,”ujar Bachtiar yang kala itu mengenakan kemeja batik keemasan serta peci hitam. (ken/jpnn)

Gerakan Ahmadiyah: Mirza Bukan Nabi

JAKARTA- Kementerian Agama menyelenggarakan dialog terkait penyelesaian kasus Ahmadiyah. Sejumlah lembaga diundang, termasuk dua organisasi Ahmadiyah di Indonesia, Gerakan Ahmadiyah Indonesia (GAI) dan Jemaat Ahmadiyah Indonesia (JAI), Selasa 22 Maret 2011.

Dalam paparannya, perwakilan GAI mengaku kelompoknya berbeda secara teologis dengan JAI yang beraliran Qadian. “Jadi,  Ahmadiyah yang dimaksud bukanlah kami,” ungkap Ketua Bidang Organisasi dan Pembinaan GAI, Ali Yasir  di Kantor Kementerian Agama.

Menurut GAI, Ahmadiyah versinya berasal dari Lahore, Pakistan yang secara keyakinan dan praktik ibadah sama dengan umat Islam pada umumnya. Termasuk soal kenabian. “Jadi Mirza Ghulam Ahmad bukan Nabi. Nabi terakhir adalah Nabi Muhammad SAW setelah beliau tidak ada Nabi lagi, baik Nabi lama atau Nabi baru,” kata dia.
Disamping itu, Ali Yasir juga menegaskan Tazkirah, yang disebut-sebut kitab Ahmadiyah, bukanlah kitab suci yang menjadi rujukan GAI. “Tazkirah bukan karya kami, itu karya qadiyani, rujukan kami Al Quran dan Hadist,” katanya.
Sementara itu, GAI juga menyayangkan ketidakhadiran JAI dalam dialog hari ini. Padahal, bisa jadi pertemuan yang digagas pemerintah ini akan menjadi solusi terbaik. “Ya kami sayangkan, harusnya bisa cepat clear masalah ini, kami cuma bisa bilang begitu saja,” kata dia.

GAI mengaku sempat dihubungi JAI agar ikut tidak hadir dalam pertemuan ini, namun akhirnya GAI memutuskan datang. “Tadi pagi saya sempat mendapat telepon dari sana, ada salah satu pengurus (JAI) (meminta) supaya tidak datang juga,” kata Ali Yasir.

Sebelumnya, JAI meminta Kementerian Agama menunda dialog yang berkenaan dengan permasalahan Ahmadiyah. Penundaan itu diminta karena dialog yang digelar dinilai mendadak dan tidak netral.(net/jpnn)

Masa Moratorium Pemekaran Diperpanjang

JAKARTA-Pemerintah mengulur masa moratorium pemekaran. Jika sebelumnya pembahasan RUU pemekaran dijanjikan dimulai lagi jika sudah kelar penyusunan grand design penataan daerah, kini ada alasan terbaru. Keran pemekaran akan dibuka lagi setelah selesai pembahasan revisi UU nomor 32 Tahun 2004.

Direktur Jenderal Otonomi Daerah (Dirjen Otda) Kemendagri, Djohermansyah Djohan menjelaskan, kebijakan pemerintah terbaru ini secara runut hingga saat ini pemerintah masih melakukan evaluasi terhadap sejumlah daerah otonom baru. Sebagian memang sudah selesai dievaluasi. Hasil evaluasi ini nantinya menjadi acuan penyusunan grand design penataan daerah.

Nah, rumusan penataan daerah itu nantinya akan diadopsi sebagai materi revisi UU Nomor 32 Tahun 2004. Sudah pasti, persyaratan pemekaran juga akan dikaitkan dengan penataan dimaksud.  “Nantinya, itu dituangkan ke revisi UU 32. Di situ nanti diatur persyaratan-persyaratan pemekaran,” ujar Djohermansyah Djohan kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/3).

Jadi, apakah pembahasan pemekaran nunggu revisi UU 32 selesai? “Ya, kran dibuka lagi setelah ada UU nomor 32 hasil revisi,” jawabnya.

Dari aspek anggaran, apakah sudah siap? Dijelaskan, soal pendanaan untuk daerah pemekaran, tidak terlalu jadi masalah. Pasalnya, dana yang akan diberikan ke daerah baru hasil pemekaran, tahap awalnya diambilkan dari induk. “Dananya itu-itu juga. Uang yang dulunya di induk, begitu mekar, ya sebagian dialihkan ke daerah baru. Begitu juga soal pegawainya,” terangnya.

Mengenai dana untuk pembangunan gedung atau kantor, lanjutnya, bisa dilakukan secara bertahap sehingga tidak menjadi beban keuangan. “Masalah itu bisa bertahap. Bisa ngontrak dulu nggak apa-apa,” ucap mantan Deputy Setwapres Bidang Politik itu. Terpisah, Menteri Keuangan (Menkeu) Agus Martowardojo mengaku pihaknya mengikuti kebijakan Kemendagri.

“Kewenangannya ada di Kemdagri. Tapi kalau kami baca dari hasil rekomendasi, sementara ini kita lebih baik (ikut) moratorium saja,” kata Agus di Jakarta, Selasa (22/3).

Disebutkan Agus, hasil kajian di lapangan menunjukkan bahwa sebagian besar pemekaran daerah dinilai gagal.  Di beberapa tempat, daerah pemekaran baru diketahui tak siap mengatur birokrasi dan keuangannya. Karena itulah, kata Agus, pemerintah belum bisa memastikan kapan kebijakan moratorium itu akan dicabut.
Data di Dewan Perwakilan Daerah (DPD), hingga saat ini sudah ada 96 daerah yang antre untuk dimekarkan.  “Laporan yang DPD terima ada sekitar 96 daerah yang menanti pemekaran. Berkasnya sudah masuk tapi belum bisa diproses,” kata anggota Komite IV DPR RI, Marhani Pua, Senin (21/3). (sam)

Efi Leliani Pimpin Hotel Indonesia Natour

PARAPAT-  Peringatan satu dasawarsa PT Hotel Indonesia Natour (HIN) sekaligus serah terima General Manager (GM) Inna Parapat Hotel dari pejabat lama Fin Soeharno kepada pejabat baru Efi Leliani Dalimunte, SE  berlangsung sederhana, di PT HIN, Senin (21/3).

Tema acara itu  Together For Succes.  GM Inna Parapat Hotel Efi Leliani SE mengatakan, hari ini merupakan hari yang sangat membanggakan bagi keluarga besar PT HIN,termasuk Inna Parapat Hotel, sebab dalam perjalanan panjang hingga satu dasawarsa PT HIN mampu berjalan dengan baik dengan sejumlah prestasi.

Bila sejenak kita refleksikan seputar perjalanan PT HIN dalam 10 tahun terakhir, atau sejak didirikan 19 Maret 2001 sebagai hasil merger dari PT HII dan PT Natour, kita melihat dinamika pasang surut yang sangat beragam seiring dengan kondisi dan perkembangan Pariwisata Indonesia maupun dunia yang sangat dipengaruhi oleh situasional didalam dan diluar Negeri, regional maupun Internasional.

Efi Leliani Dalimunte SE didampingi suami Mhd Jamil BA juga menyampaikan terimaksihnya atas segala dukungan moral yang diberikan kepadanya. “Saya tidak menyangka para bapak dan ibu sekalian berkenan hadir memenuhi undangan kami,” katanya.

Sementara GM lama Fin Soeharno mengatakan salam Horas dan perpisahan. Dengan kata terbatah-batah, Fin mengucapkan terimaksih dan bila ada kesempatan akan bersama lagi.(jst/smg)

Pesan Pj Wali Kota Tebing Tinggi Bikin Heboh

  • Eddy Syofian Jangan Bermimpi Jadi Wali Kota
  • Ditulis di Balik  Sampul Lembaran Soal

 

Tebing TInggi-Guru dan kepala sekolah di Tebing Tinggi mendadak heboh. Pasalnya, di balik sampul depan lembaran soal ujian terdapat pesan dan gambar Pj Wali Kota Tebing Tinggi, Drs Eddy Syofian, saat berlangsung Pra Ujian Nasional (UN) di tingkat SMP/MTs dan SMA/SMK di Kota Tebing Tinggi, Selasa (22/3).

Informasi yang dihimpun, seluruh lembaran soal baik tingkat SMP/MTs, SMA/SMK se-Kota Tebing Tinggi Pra UN berisi gambar dan pesan yang sama di halaman dua sampul depan.

Guru dan kepala sekolah yang merasa heran melihat gambar dan pesan yang tidak lazim itu tentu saja kasak kusuk. Amatan wartawan koran ini, di bawah gambar bertulis nama Pj Wali Kota Tebing Tinggi, Drs Eddy Syofian dan pesan bertuliskan, “Anak-anakku belajarlah dengan giat karena Tebing Tinggi ini akan maju kalau dipimpin oleh orang yang terdidik.”

Seorang pengamat dunia pendidikan yang tidak mau disebutkan namanya kepada wartawan koran ini mengaku, heran apalagi pesan itu bergambar Pj Wali Kota dan pesannya bermakna kepemimpinan. Menurutnya, hal itu terindikasi adanya kampanye terselubung.

”Jangan berpikir mudah menjadi Wali Kota Tebing Tinggi ke depan untuk menggantikan salah satu pasangan.
Eddy Syofian jangan bermimpi jadi wali kota Terpilih,” terang sumber yang tak mau disebut namanya.

Ketua LIRA Kota Tebing Tinggi, Syaiful Amuan mengatakan, PjWali Kota Tabing Tinggi jangan mencampur adukkan kepentingan politik dengan dunia pendidikan dan dunia pendidikan jangan dijadikan sarana politik, sementara anak-anak didik jangan terkontaminasi menjelang digelarnya pemilukada pemungutan suara ulang di Kota Tebing Tinggi.

“Anak didik diutamakan untuk belajar menjelang Ujian Nasional, jangan diajari politik karena mereka masih anak-anak dan pelaksanaan Pra UN yang sedang berlangsung tidak ada kaitannya dengan isu politik di Kota Tebing Tinggi,” ungkap Syaiful.

Pj Wali Kota Tebing Tinggi, Eddy Syofian ketika dikonfirmasi Sumut Pos  mengatakan, jangan semua kegiatan yang dilakukan diartikan dengan kepentingan politik dan jangan selalu berpikiran negatif.

“Apa yang saya lakukan salah. Saya hanyalah semata-mata untuk memotivasi siswa agar giat belajar. Jangan terus dialihkan ke dunia politik. Setiap kata-kata saya di lembar soal pun berbeda-beda baik untuk tingkat SD, SMP dan SMA serta di mata pelajaran,” terang Eddy.

Dikatakannya, hendaknya kita lebih mencermati kepentingan siswa-siswa agar termotivasi belajar. “Biarkan rumor yang beredar di luar, ambil sisi positifnya saja dan kita jangan cepat berpikir negatif,” cetus Eddy. (mag-3)

Sabu Disembunyikan dalam Pegangan Koper

TANJUNG BALAI- Zunaidah binti Usman (60) warga Desa Jangka Alue, Kecamatan Jangka, Kabupaten Bireuen, NAD, ditangkap petugas pelabuhan Teluk Nibung Tanjungbalai  karena membawa 200 gram sabu-sabu, Senin (21/3) sekira pukul 19.00 WIB.

Informasi yang didapat, penangkapan terhadap tersangka, ketika kapal Fery  KM Pasifik Jet Star, yang ditumpangi tersangka dari port Klang Malaysia sampai ke pelabuhan Teluk Nibung.  Seperti biasa, setiap barang bawaan penumpang diharuskan diperiksa melalui mesin X-Ray milik Bea dan Cukai Teluk Nibung.  Pada saat barang bawaan tersangka melewati mesin X-Ray, terdapat tanda mencurigakan dari mesin X-Ray. Kemudian petugas CNT BC menggeledah barang bawaan Zunaidah, dan terbukti, barang haram senilai Rp300 juta itu diselipkan di bawah pegangan koper  dengan dibungkus kertas almunium. Selanjutnya tersangka digelandang ke Markas Bea dan Cukai Teluk Nibung Kota Tanjungbalai untuk dimintai keterangan.

Zunaidah mengaku, koper  itu milik Edi  temannya yang juga warga NAD yang dititip padanya.(sht/smg)