27 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15529

Media Pembelajaran Diskusi

Pembelajaran yang disajikan di dalam kegiatan belajar mengajar belum berlangsung seperti yang diharapkan. Guru cenderung menggunakan teknik pembelajaran yang bercorak teoretis dan hafalan sehingga kegiatan pembelajaran berlangsung kaku, monoton, dan membosankan.

Materi yang disajikan dalam setiap mata pelajaran khususnya pembelajaran berdiskusi belum mampu melekat pada diri siswa sebagai sesuatu yang rasional, kognitif, emosional, dan afektif.Dari gambaran yang sudah tersaji jika kita telaah lebih lanjut maka akan timbul sebuah pertanyaan yaitu. Mengapa pembelajaran diskusi yang dilasanakan di kelas belum efektif untuk membangun kemampuan siswa dalam berkomunikasi khususnya berbicara?

Jawaban dari pertanyaan yang demikian terjadi di akibatkan oleh penggunaan metode diskusi kelompok  belum mampu melibatkan setiap siswa ke dalam kegiatan pembelajaran secara aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan. Hanya siswa tertentu yang terlibat dalam proses diskusi secara dialogis dan interaktif. Akibatnya, mata pelajaran yang diampu oleh guru belum mampu menjadi mata pelajaran yang disenangi dan dirindukan oleh siswa. Imbas lebih jauh dari kondisi pembelajaran semacam itu adalah kegagalan siswa dalam mengembangkan pengetahuan, keterampilan berbahasa, serta sikap positif terhadap kegiatan pembelajaran yang melaksanakan diskusi.Untuk menjawab permasalahan tersebut, penulis mengusulkan sebuah inovasi pembelajaran dengan menggunakan metode diskusi kelompok model peserta bernomor khusus.

Saat ini metode pembelajaran yang sudah ada dan banyak dilaksanakan di sekolah salah satu  adalah diskusi kelompok. Dengan menggunakan metode ini, para siswa diharapkan dapat saling belajar bekerja sama dan saling berkomunikasi secara lisan sehingga mampu memecahkan masalah yang didiskusikan.

Berdasarkan pengalaman empirik di lapangan, penggunaan metode diskusi kelompok memiliki keunggulan tersendiri dibandingkan dengan metode ceramah, misalnya, yang selama ini mendominasi kegiatan pembelajaran. Melalui metode ini, kegiatan pembelajaran tidak lagi berpusat pada guru. Siswalah yang lebih aktif terlibat dalam kegiatan pembelajaran, sedangkan guru hanya memosisikan diri sebagai fasilitator pembelajaran.

Sejalan dengan keunggulan metode diskusi  Zaini, dkk. (2004) menyatakan bahwa  keunggulan lain yang dimiliki metode diskusi kelompok, di antaranya: (1) membantu siswa belajar berpikir berdasarkan sudut pandang suatu subjek bahasan dengan memberikan kebebasan siswa dalam praktik berpikir; (2) membantu siswa mengevaluasi logika dan bukti-bukti bagi posisi dirinya atau posisi yang lain.
(3) memberikan kesempatan kepada siswa untuk memformulasikan penerapan suatu prinsip; (4) membantu siswa menyadari akan suatu problem dan memformulasikannya dengan menggunakan informasi yang diperoleh dari bacaan atau ceramah; (5) menggunakan bahan-bahan dari anggota lain dalam kelompoknya; dan (6) mengembangkan motivasi untuk belajar yang lebih baik

Masalah yang Ditemukan

Meskipun demikian, metode diskusi kelompok yang digunakan selama ini masih mengandung dua kelemahan yang cukup mendasar, yaitu: (1) belum semua siswa terlibat secara aktif dalam kegiatan diskusi kelompok; dan (2) siswa masih mengalami kesulitan mengemukakan pendapat dan memberikan tanggapan terhadap pendapat teman sekelasnya.

Berdasarkan permasalahan yang ditemukan, diperlukan inovasi metode diskusi kelompok yang benar-benar dapat menciptakan suasana pembelajaran yang aktif, kreatif, efektif, dan menyenangkan.

Landasan filosofis penggunaan metode diskusi kelompok model peserta bernomor khusus dalam kegiatan pembelajaran adalah metode konstruktivistik. Asumsi sentral metode ini adalah bahwa belajar itu menemukan. Meskipun guru menyampaikan sesuatu kepada siswa, mereka melakukan proses mental atau kerja otak atas informasi yang diterima sehingga informasi tersebut masuk ke dalam pemahaman mereka. Konstruktivistik dimulai dari masalah untuk selanjutnya berdasarkan bantuan guru, siswa dapat menyelesaikan dan menemukan langkah-langkah pemecahan masalah tersebut.

Sejalan dengan itu Depdiknas (2005) Metode konstruktivistik didasarkan pada teori belajar kognitif yang menekankan pada pembelajaran kooperatif, pembelajaran generatif, strategi bertanya, inkuiri, atau menemukan dan keterampilan metakognitif lainnya (belajar bagaimana seharusnya belajar). Pembelajaran yang bernaung dalam metode konstruktivistik adalah kooperatif. Pembelajaran kooperatif muncul dari konsep bahwa siswa akan mudah menemukan dan memahami konsep yang sulit jika mereka saling berdiskusi dengan temannya. Siswa secara rutin bekerja dalam kelompok untuk saling membantu memecahkan masalah-masalah yang kompleks.

Metode Pembelajaran

Sesuai dengan inovasi pembelajaran yang diusulkan, disajikan metode diskusi kelompok model peserta bernomor khusus. Metode ini termasuk ke dalam jenis metode diskusi kelompok berbasis pembelajaran kooperatif yang lebih menekankan pengajaran individual meskipun tetap menggunakan pola kooperatif (Team-Assisted Individualization).
Dalam praktiknya, metode diskusi kelompok model peserta bernomor khusus didukung oleh penggunaan alat bantu berupa nomor peserta yang terbuat dari kertas HVS berukuran 5 cm x 5 cm.jumlah kartu bernomor disesuaikan dengan jumlah siswa. Dan kartu ditulis dua angka yang dipisahkan dengan tanda titik. Angka depan merupakan nomor kelompok sedangkan angka belakang merupakan nomor khusus peserta. Penggunaan kertas HVS ini dimaksudkan agar mudah digulung sehingga siswa tidak dapat melihat nomor khusus yang akan dipilih.

Kompetensi yang harus dikuasai oleh siswa lebih ditekankan pada kompetensi individual meskipun dilakukan dalam bentuk diskusi kelompok. Penggunaan kartu bernomor khusus dimaksudkan sebagai upaya untuk membangkitkan motivasi siswa secara individual dalam mengemukakan pendapat atau tanggapan secara lisan. Dengan menggunakan metode ini, siswa tidak bisa lagi bergantung kepada sesama anggota. Setiap anggota memiliki rasa tanggung jawab yang tinggi terhadap setiap permasalahan yang dibahas dalam forum diskusi. Dengan cara demikian, setiap anggota akan selalu siap jika sewaktu-waktu ditunjuk oleh guru untuk memberikan pendapat  berdasarkan nomor khusus yang dimilikinya. Dengan cara demikian kompetensi siswa dalam hal berbicara dapat ditingkatkan.

Oleh, Nikson Tampubolon, S.Pd
Guru SMA Negeri 2 Lubuk Pakam

Aktifkan Kegiatan Pramuka

Praja Muda Karana (Pramuka) di sekolah belakangan ini terlihat kurang aktif. Terbukti banyak gugus depan (gudep) yang tak lagi aktif menggelar kegiatan di sekolah-sekolah.

Hal ini seiring semakin banyaknya kegiatan ekskul lain yang muncul dan lebih menarik perhatian siswa kebanyakan, seperti kegiatan sejenis Paskibra, bidang kesenian maupun olahraga.

Namun, tak begitu bagi Gudep 2125/2126 SMK Negeri 6 Medan. Mereka tetap semangat menggelar berbagai kegiatan, baik kegiatan rutin maupun mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan di tingkat kabupaten/kota, provinsi hingga nasional.

Seperti pada Januari 2011 lalu mereka mengikuti even tingkat Kota Medan yang mengagendakan beberapa jenis mata lomba seperti LKBB, Pioneering, Teknologi Tepat Guna dan Seni Tari. “Namun, pada saat itu kami belum bisa membawa satu tropi pun pulang ke sekolah. Tapi, kami tak patah semangat,” ujar Ketua Gudep 2125/2126 Jhontua, Selasa (22/3).
Lebih lanjut Jhontua mengatakan, mereka tetap menggelar latihan rutin setiap Minggu pukul 09.00 WIB di sekolah. Pada latihan tersebut, mereka tetap menggelar latihan seperti baris-berbaris, seni budaya dan lainnya. “Karena Pramuka tak hanya identik dengan baris-berbaris tapi juga seni budaya bahkan olahraga. Jadi kami tetap mempersiapkan diri untuk itu,” katanya.

Siswa kelas XI Akuntansi 2 ini juga menjelaskan, saat ini anggota yang aktif di Gudep 2125/2126 berjumlah 23 orang. Hal ini karena angkatan senior atau yang saat ini duduk di kelas XII sudah tak aktif lagi, karena sedang sibuk mempersiapkan diri untuk mengikuti Ujian Nasional (UN) yang sudah sangat dekat waktunya.

Menurut Jhontua, anggota yang kini berada di Gudep 2125/2126 ini dulunya memilih masuk ke Pramuka karena memiliki tujuan untuk melatih kedisiplinan dan kemandirian. “Karena di Pramuka hal tersebutlah yang paling dominan akan dimiliki setiap anggota. Bahkan fisik dan mental juga akan semakin terlatih di sini,” terangnya. (saz)

Rahudman: Jangan Asal Cakap Saja

Dari Musyawarah Perencanaan Pembangunan RKPD Kota Medan 2012

Kata pepatah, makin tinggi posisi maka makin banyak angin. Nah, Medan sebagai kota metropolitan tentunya akan semakin banyak menghadapi tantangan. Bagaimana dengan Medan pada 2012?

Ya, pertanyaan ini tampaknya mulai dibahas Pemerintahan Kota (Pemko) Medan. Setidaknya hal ini dapat dilihat dari  Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) Kota Medan.

Wali Kota Medan Rahudman Harahap, saat membuka Musrenbang, mengingatkan para Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) agar menggunakan anggaran tepat sasaran. “Jangan asal cakap saja, kurangi biaya-biaya kegiatan yang tidak perlu,” katanya di Hotel Emerald Garden Medan, Selasa (22/3).

Hal ini digarisbawahi Rahudman karena pada 2012 mendatang, Pemko Medan mengalokasikan 65 persen lebih dari total belanja daerah, pada Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)  Kota Medan untuk membiayai enam program prioritas pembangunan kota.

“Prioritas pembangunan pada 2012 dibagi dalam dua kelompok, prioritas pembangunan kota dan prioritas SKPD. Untuk prioritas pembangunan kota dialokasikan dana sekitar 65 persen lebih dari total belanja daerah,” cetus Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kota Medan Zulkarnain, di sela-sela Musrenbang.
Enam prioritas pembangunan kota tersebut antara lain, pembenahan pendidikan secara bertahap yang dilakukan dengan peningkatan akses dan kualitas pendidikan masyarakat, serta peningkatan kualitas budaya.

Kedua yakni, perbaikan infrastruktur mulai perbaikan jalan nasional, drainase dan penataan pasar tradisional secara simultan. Ketiga, pembenahan pelayanan kesehatan dengan meningkatkan akses dan kualitas kesehatan masyarakat dan peningkatan penataan ruang dan kualitas lingkungan hidup.

Keempat, peningkatan pelayanan administrasi publik hingga pelayanan Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Kelima, peningkatan disiplin PNS untuk meningkatkan kapasitas sesuai dengan tugas pokok dan fungsinya. Dan keenam, menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan dengan peningkatan produktifitas dan inovasi daerah, serta peningkatan kesempatan kerja dan lapangan kerja.

Untuk prioritas SKPD pada 2012 di antaranya, peningkatan hubungan antartingkatan pemerintahan dan antarlembaga pemerintahan di daerah, peningkatan fungsi pembuatan dan pelaksanaan Peraturan Perundang-undangan, peningkatan keterbukaan dan akuntabilitas publik, peningkatan efektivitas perencanaan dan pengelolaan keuangan serta barang daerah, peningkatan keselarasan program pusat dan daerah.

Kemudian, peningkatan pertumbuhan ekonomi dan produktivitas daerah, peningkatan penanaman modal sektor riil dan pelayanan perizinan/nonperizinan, peningkatan fungsi dan peranan sektor keuangan dalam pembangunan kota, peningkatan ketenteraman masyarakat dan ketertiban umum, peningkatan suasana kehidupan yang harmonis, saling menghormati, aman dan damai, serta lainnya.

Sementara itu, pendapatan pada 2012 diproyeksikan sekitar Rp2,949 triliun yang bersumber dari Pendapatan Asli Daerah (PAD) sekitar Rp935,306 miliar, Dana Perimbangan Rp1,463 triliun, dan lain-lain Pendapatan yang sah Rp556,321 miliar.

Sedangkan belanja dan pengeluaran pembiayaan tahun 2012  diproyeksikan sekitar Rp1,502 triliun, terdiri dari belanja tidak langsung Rp1,155 triliun, Rp1,092 triliun.
Di antaranya dihabiskan untuk membayar gaji dan tunjangan pegawai. Kemudian, belanja langsung Rp337, 281 miliar dan pembiaya an pengeluaran  Rp10 mil iar. (ari)

Proyeksi Pendapatan Pemko Medan pada 2012

A. Pendapatan Asli Daerah 935.306.828.130*
1. Pendapatan Pajak Daerah 615.988.035.542
2. Retribusi Daerah 273. 768.801.445
3. Hasil Pengelolahan Kekayaan Daerah yang Dipisahkan 15.086.831.218
4. Lain-lain Pendapatan Asli Daerah yang Sah 30.132.187.342
B. Dana Perimbangan 1.463.192.379.663
1. Bagi Hasil Pajak/Bagi Hasil Bukan Pajak 296.088.303.391
2. Dana Alokasi Umum 1.066.995.879.755
3. Dana Alokasi Khusus 110.196.513.943
C. Lain-lain Pendapatan yang Sah 556.376.786.755
1. Dana Bagi Hasil Pajak dari Provinsi dan Pemda lainnya 336.376.786.755
2. Bantuan Keuangan dari Provinsi atau Pemda lainnya 30.370.801.817
3. Pendapatan Hibah 4.850.000.000
4. Dana Penyesuaian dan Otonomi Khusus 125.345.618.978
Total Pendapatan Daerah 2.949.517.934.931

*Dalam Rupiah

Proyeksi Belanja dan Pengeluaran Pembiayaan Pemko Medan pada 2012

A.Belanja Tidak Langsung 1.155.661.822.971,63*
1. Belanja Gaji dan Tunjangan 1.092.452.217.750
2. Belanja Penerimaan Anggoita dan Pimpinan DPRD serta Operasional KDH/WKDH 5.924.500.000
3. Biaya Pemungutan Pajak 54.785.105.221,64
4. Belanja Bunga 2.500.000.000
B.Belanja Langsung 337.281.947.163,20
1. Belanja Beasiswa Pendidikan PNS 605.000.000
2. Belanja Jasa Kantor (Khusu tagihan bulanan kantor seperti listrik, air, telepon, dan sejenisnya) 336.676.947.163,20
C.Pembiayaan Pengeluaran 10.000.000.000
1. Pembayaran Pokok Utang 10.000.000.000
Total Pengeluaran 1.502.943.770.134,83

*Dalam Rupiah

BBM tak Naik, Rugi Rp6 Triliun

JAKARTA – Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Bambang Brodjonegoro mengatakan, bila dalam tahun ini pemerintah tidak segera mengambil kebijakan terkait subsidi BBM, diperkirakan bisa menimbulkan kerugian hingga Rp6 triliun. Angka ini merupakan hasil dari asumsi kenaikan kebutuhan BBM subsidi yang melebihi kuota anggaran yang ada.
Kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/3), Bambang menjelaskan bahwa dalam asumsi makro APBN 2011, ditetapkan harga minyak Indonesia (ICP) adalah USD80 per barel. Sedangkan saat ini menurutnya, harga minyak kian melonjak naik hingga menyentuh level USD113 per barel.

“Kalau tidak dilakukan pembatasan sama sekali tahun ini, saya ambil patokan sampai USD90 per barel (misalnya), maka bisa ada potensi kehilangan penghematan Rp4 triliun sampai Rp6 triliun,” kata Bambang.

Lantaran pemerintah belum berniat untuk merubah asumsi makro APBN 2011, maka melonjaknya kebutuhan anggaran untuk BBM subsidi, diharapkan bisa tertutupi dari cadangan resiko fiskal yang sudah disiapkan. “Juga melalui penghematan anggaran. Saya lupa, berapa nilai cadangan resiko fiskal. Tapi kita harap, berapapun bisa kita dapatkan dari penghematan, untuk menambal subsidi tadi,” kata Bambang lagi.

Bukan hanya beban anggaran yang meningkat, Bambang juga memprediksi lonjakan harga minyak pun akan menambah kewajiban pemerintah untuk ketersediaan dana pendidikan. Di mana sesuai amanat UU, anggaran pendidikan wajib 20 persen dari seluruh APBN. Oleh karena itu, Bambang berharap agar kuota BBM subsidi sebesar 38,5 juta KL benar-benar dapat dijaga.

“Saat ini, harga Pertamax dan premium itu makin jauh, sehingga kemungkinan orang pakai premium semakin tinggi. Bisa saja volumenya jadi melebihi, dan pasti ada beban subsidi. Penambahan ini yang harus diwaspadai,” tandas Bambang. (afz/jpnn)

Nasib Syaiful Syafri Tunggu Instruksi Gubsu

Menteri Pendidikan Tegur Pemprovsu Soal Dana BOS

MEDAN- Keberadaan Kepala Dinas Pendidikan Sumut Syaiful Syafri ditentukan dari instruksi Gubernur atau Wakil Gubernur Sumut, apakah akan dievaluasi atau tidak.

Hal itu dikemukakan Pelaksana Tugas Sekretaris Daerah (Plt Sekda) Provsu Rahmatsyah kepada Sumut Pos, kemarin (21/3).

“Kalau memang ada rekomendasi dari Gubsu atau Wagubsu untuk mengevaluasi Syaiful Syafri, maka akan kita tindaklanjuti. Tapi sampai saat ini, belum ada instruksi atau surat pengantarnya. Jadi, kita belum bisa melakukan evaluasi,” kata Rahmatsyah.

Apakah jika nantinya ada instruksi pengevaluasian itu, akan berdampak pada peluang Syaiful Syafri sebagai kandidat calon Sekretaris Daerah (Sekda) Provsu definitif? Mengenai hal itu, Rahmatsyah tidak berani memastikannya. Karena menurutnya, wewenang itu ada di pundak pimpinan Sumatera Utara baik Gubsu maupun Wagubsu.
“Saya tidak bisa memberi komentar mengenai itu. Itu hak pimpinan. Sampai saat ini juga belum ada surat penetapan Sekda yang saya terima,” katanya.

Bagaimana dengan pendistribusian dana BOS Sumut yang belum teralokasi secara baik? Mengenai hal itu, Rahmatsyah juga tidak bisa memberi penjelasan lebih lanjut. “Saya tidak bisa memberi komentar mengenai hal itu,” tuturnya.

Terkait dana BOS, Wakil Gubernur Sumut Gatot Pujo Nugroho usai menghadiri acara pembukaan Pekan Olah Raga dan Seni Tingkat Madrasah ke IX di Stadion Olah Raga Unimed, Selasa (22/3), mengatakan, pengalokasian atau pendistribusian dana Bantuan Operasional Siswa (BOS) di Sumatera Utara baru diterima delapan kabupaten/kota, yakni Mandailing Natal, Tebing Tinggi, Medan, Labuhan Batu Utara, Serdang Bedagai, Toba Samosir, Binjai dan Tanjung Balai.

“Kita memang mendapat teguran dari Menteri Pendidikan Nasional beberapa waktu lalu, karena pengalokasian dana BOS masih enam persen. Untuk itu, saya mengeluarkan surat agar kabupaten/kota ikut proaktif agar dana BOS itu bisa segera diterima dan dialokasikan dengan baik. Dan saat ini, sudah ada beberapa kabupaten/kota lainnya yang telah menerima dan mengalokasikan ke sekolah-sekolah,” ungkap Gatot.
Hal tersebut dibenarkan Kepala Dinas Pendidikan Sumtera Utara Syaiful Syafri saat dikonfirmasi Sumut Pos. “Berdasarkan surat dari Wagubsu No 900/2912 Tanggal 21 Maret 2011 dimana dalam surat itu menginstruksikan agar seluruh kabupaten/kota segera mencairkan dana BOS. Karena, dana itu ditransfer langsung dari pusat ke kabupaten/kota lainnya. Kita harapkan sebelum akhir Maret ini bisa segera selesai semua kabupaten/kota yang ada,” ungkapnya.(ari)

Minyak Dunia Naik 1 Persen

Pengaruhi Harga BBM Industri dan Pertamax

Harga minyak mentah dunia di AS naik 1 persen pada perdagangan Selasa (22/3). Pasar khawatir dengan campur tangan PBB di Libya akan menyebar ke negara anggota OPEC lainnya sehingga mengganggu
pasokan minyak dunia.

Minyak mentah jenis Brent naik US$0,67 (0,59 persen) menjadi US$114,6 per barel untuk pengiriman Mei. Harga minyak Brent sempat menyentuh US$116,2 per barel. Untuk minyak mentah jenis sweet crude naik US$0,15 (0,15 persen) menjadi 102,48 per barel untuk pengiriman April.

Memang, saat ini pelaku pasar merasa resah tentang pemberontakan di Timur Tengah merembet ke negara-negara produsen minyak lainnya seperti, Arab Saudi dan Iran. Di mana kedua negara tersebut memproduksi minyak sebanyak 12,4 juta barel per hari.

Pedagang minyak juga sudah semakin khawatir tentang stabilitas politik di Afrika Utara dan Timur Tengah yang memproduksi 27 persen minyak dunia. Semenjak terjadi kerusuhan, Libya telah menghentikan ekspor minyak.
Analis Energi Jim Ritterbusch mengatakan, harga minyak akan terus naik-turun pada minggu ini. Hal tersebut karena para pedagang bereaksi terhadap berita dari Timur Tengah. “Anda bisa membuat 50 skenario yang berbeda dari yang terungkap di sana,” ujar Ritterbusch.

Bahkan, kata dia, kenaikan harga minyak itu dipicu oleh turunnya produksi minyak Libya dari biasanya 1,58 juta barel per hari menjadi tinggal 400 ribu barel. Para analis pasar berjangka menilai, harga minyak akan terus meroket jika konflik di Negara Afrika Utara itu semakin memanas. Dalam jangka pendek, harga minyak diperkirakan menembus angka US$120 per barel.

Seandainya konflik di Libya itu meluas ke sejumlah Negara Arab, terutama Arab Saudi, dunia diperkirakan akan mengalami krisis minyak dan harga si emas hitam akan menyentuk level US$200. Sebuah prediksi yang mencemaskan, di tengah belum pulihnya perekonomian dunia dari krisis.

Kenaikan harga minyak itu tentu saja perlu diwaspadai. Maklum, kenaikan harga minyak dunia akan mempengaruhi harga minyak untuk industri dan BBM jenis pertamax yang memang sudah memakai patokan harga pasar.
Kurtubi, pengamat perminyakan, memperkirakan bulan ini harga pertamax akan tembus Rp9.000 per liter. “Para pengguna pertamax akan kembali berondong-bondong ke premium,” katanya.

Pemerintah tampaknya sudah mengantisipasi kemungkinan itu dengan rencana menambah kuota komsumsi BBM bersubsidi dari 38,6 juta kiloliter saat ini menjadi 41-42 juta kiloliter. Tak hanya itu, pemerintah juga akan menunda pembatasan BBM bersubsisi yang semula direncanakan dimulai Juni depan.

Agus Martowardojo, Menteri Keuangan, mengatakan bahwa kebijakan menambah pasokan BBM bersubisi ini akan mendongkrak subsidi BBM dari Rp3 triliun saat ini menjadi Rp6 trilun.  Hal ini sangat memberatkan APBN nantinya. (net/jpnn)

Impor Dinilai Kronis, Pemerintah Anggap Biasa

JAKARTA – Wakil Ketua Umum Kamar Dagang dan Industri (Kadin), Natsir Mansyur, menilai bahwa kebijakan impor yang dilakukan pemerintah Indonesia sudah memasuki fase kronis. Di mana hampir 65 persen pangan nasional, mulai dari beras, gula, kedelai, jagung, bawang merah, cabe dan lainnya, berasal dari produksi pertanian luar negeri.
“Sudah pada batas kronis, dan sangat memalukan sekali. Padahal potensi dalam negeri harusnya diberikan perhatian. Tapi yang terjadi justru sebaliknya. Impor justru terus meningkat. Bahkan ikan lele pun diimpor dari Vietnam,” ungkap Natsir.

Menanggapi pernyataan Kadin ini, kepada wartawan di Jakarta, Selasa (22/3), Menteri Perdagangan (Mendag) Mari Elka Pangestu, membantah bila dikatakan pemerintah memenuhi pangan hanya dari impor. Kebijakan impor katanya, memang perlu diambil, guna mempertahankan ketahanan pangan di kondisi tertentu.

“Kalau bawang sama ikan, itu musiman. Ada saat-saat tidak panen di dalam negeri. Saat itulah kita mengimpor dari luar,” kata Mari memberi penjelasan.

Tidak semua pangan dalam negeri, kata Mari pula, diambil dari hasil impor.

Contohnya beras, yang diyakini akan mencapai target swasembada. Pemerintah melalui Kementerian Pertanian (Kementan), juga disebutkan terus menemukan cara-cara baru dalam meningkatkan produksi dalam negeri. Dan kalaupun harus melakukan impor, Mari menilai langkah tersebut masih tergolong wajar.

“Menurut saya, sebagian besar (produk pangan) masih dari dalam negeri. Kecuali yang kita tidak punya, seperti gandum. Yang penting, bagaimana kita menjaga perdagangan itu adil dan memenuhi standar,” tegasnya.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) pula, nilai impor non-migas Indonesia tercatat mencapai USD9,58 miliar, sementara migas hanya USD2,97 miliar. Negara asal impor terbesar Indonesia ialah Cina, yakni sebesar USD1,82 miliar dengan pangsa pasar 18,95 persen. Lantas diikuti Jepang sebesar USD1,38 miliar (14,4 persen), serta Singapura sebesar USD820 juta (8,55 persen). (afz/jpnn)

Ekspor ke Jepang Meningkat

Ekspor ke Jepang akan terganggu di tiga bulan pertama pascabencana gempa dan tsunami yang melanda negara tersebut. Namun, pada tahap pemulihan di kuartal ketiga, ekspor ke Jepang akan meningkat tajam seiring kebutuhan untuk rekonstruksi dan rehabilitasi.

Menteri Perdagangan Mari Elka Pangestu mengungkapkan hal tersebut di Kantor Menko Perekonomian, Jakarta, kemarin. Mari mengatakan, berdasarkan pengalaman gempa Kobe 1995, volume perdagangan dengan Jepang langsung menurun. Namun langsung melonjak begitu memasuki masa rekonstruksi. “Biasanya kuartal kejadian itu terjadi dia turun. Tetapi begitu masuk tahap rekonstruksi dia naik karena dia butuh barang untuk rekonstruksi,” kata Mari.

Dia menambahkan, komoditas yang dibutuhkan Jepang antara lain energi, besi dan baja, kayu, peralatan rumah tangga, hingga furnitur. “Peluang ada di rekonstruksi,” kata Mari. Rekonstruksi pascabencana diperkirakan akan dimulai kuartal ketiga tahun ini.

Mari mengatakan, perfektur Miyagi dan Iwate yang dilanda gempa dan tsunami, hanya 6 persen dari total Produk Domestik Bruto (PDB) Jepang. Sebagai perbandingan, Kobe di 1995 mencakup 12 persen dari perekonomian Jepang. Namun, kata Mari, yang perlu diwaspadai adalah potensi dampak radioaktif akibat kerusakan pembangkit listrik tenaga nuklir di Fukushima. “Kita pantau terus. Kita sedang melakukan assessment, termasuk minta masukan dari atase perdagangan yang ada di Tokyo,” kata Mari.

Pihaknya juga memanggil asosiasi-asosiasi usaha untuk meminta pendapat tentang dampak bisnis pascagempa dan tsunami Jepang. Mengenai kemungkinan dampak radioaktif pada produk makanan asal Jepang, Mari berjanji akan terus meningkatkan pengawasan bersama Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM).

Mari mengatakan, untuk setiap bahan makanan terutama yang segar, harus ada sertifikat analisis. “Di situ kita akan lihat, membahayakan konsumen atau tidak. Itu terutama utk produk yg dikirim sejak maret,” kata Mari.
Sebelumnya Ekonom Bank Dunia di Indonesia Shubham Chaudhuri mengatakan, gempa Jepang berpeluang mendatangkan keuntungan bagi Indonesia. Dengan kerusakan PLTN, Jepang membutuhkan gas dan batu bara dalam jumlah banyak. “Indonesia adalah eksportir gas dan batu bara terbesar,” katanya. (sof/jpnn)

AirAsia Indonesia Tambah Penerbangan Ke Medan

JAKARTA- AirAsia Indonesia, mitra dari grup maskapai penerbangan berbiaya hemat terbaik di dunia, AirAsia, mengumumkan penambahan frekuensi penerbangan dari Jakarta dan Bandung ke dua kota besar di Indonesia yang menjadikan sektor pariwisatanya sebagai sektor andalan yaitu Bali dan Medan.

Penambahan frekuensi penerbangan ini akan efektif mulai tanggal 15 April 2011 sampai 29 Februari 2012. “Kami menambah frekuensi penerbangan menuju Bali dan Medan karena tingginya permintaan dari para pelanggan kami,” ujar Dharmadi, Presiden Direktur AirAsia Indonesia melalui siaran persnya yang diterima koran ini.

Sampai bulan Februari 2011, tingkat keterisian (load factor) rute Jakarta (CGK)– Bali (DPS) mencapai 92 persen, sedangkan untuk rute Bandung (BDO)– Bali (DPS) serta Bandung (BDO)– Medan (MES) mencapai rata-rata 85 persen. “Pencapaian tersebut telah melebihi target kami,” kata Dharmadi lagi.

Frekuensi penerbangan untuk rute CGK-DPS, yang sebelumnya hanya 5 kali sehari, akan menjadi 7 kali sehari. Sedangkan untuk rute BDO–DPS dan BDO–MES frekuensi penerbangannya akan menjadi dua kali sehari, sebelumnya untuk masing-masing rute hanya satu kali sehari.

Selain penambahan frekuensi penerbangan, AirAsia Indonesia juga memberikan penawaran harga spesial yaitu mulai dari Rp129.000 untuk rute CGK-DPS dan BDO-DPS, serta mulai dari Rp 169.000 untuk rute BDO-MES. Para pelanggan dan calon pelanggan AirAsia akan dapat melakukan pembelian tiket mulai dari tanggal 22-25 Maret 2011.

Khusus bagi Anda pemilik kartu kredit AirAsia HSBC, akan dapat mulai melakukan pembelian tiket satu hari lebih awal yaitu mulai dari tanggal 21 Maret 2011. “Kami berharap dengan penambahan frekuensi penerbangan ini dapat membantu meningkatkan sektor pariwisata di Bali dan Medan, karena dengan AirAsia, kini liburan ke dua destinasi wisata tersebut semakin terjangkau,” sahut Widijastoro Nugroho, Direktur Pemasaran dan Distribusi AirAsia Indonesia.(rel/sih)

Untuk Produk Impor Jepang, Sumut Tunggu Sertifikasi Bebas Radiasi

JAKARTA-Pemerintah mulai ‘was-was’ terhadap impor pangan terkait dampak radiasi nuklir akibat ledakan di PLTN Fukushima di Jepang, Badan Karantina Kementerian Pertanian (Kementan) berencana meminta sertifikasi bebas radiasi nuklir untuk produk segar asal Jepang.

Tak hanya itu, sebelumnya Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) telah lebih dulu memberlakukan sertifikasi bebas radiasi nuklir untuk produk pangan olahan. Produk segar dibawah pengawasan Kementan yakni buah-buahan dan sayuran segar. Nantinya aturan sertifikasi produk segar akan tertuang dalam Peraturan Menteri Pertanian.
Selama ini, produk segar pertanian yang diimpor dari Jepang antara lain jamur sitake, kubis, kedelai segar, jambu air, sayur bayam beku dan ubi jalar. Seperti halnya produk pangan olahan, Badan Karantina juga akan meminta sertifikasi bebas radiasi nuklir untuk produk hasil pertanian segar juga diberlakukan bagi semua produk yang diimpor setelah tanggal 11 Maret 2011 ini.

Di Sumut, Kepala Seksi Eksport Disperindag Sumut, Fitra Kurnia mengatakan, di Sumut, terutama para warga keturunan Jepang dan warga Jepang sangat menyukai makanan dari Negeri Sakura ini.

Hal ini terbukti dari data Data Badan Pusat Statistik (BPS) Sumatera Utara diketahui untuk produk olahan dari tepung, Sumut mengimpor sebesar 0,01 persen pada tahun 2010, sedangkan untuk produk ikan dan udang impor Jepang menyumbang juga sekitar 0,01 persen. Sedangkan untuk garam dan sayuran hanya sekitar 0.00 persen dari total impor Jepang ke Sumut. “Untuk sayuran dan makanan asal Jepang harganya sangat mahal, makanya persentasenya tidak terlalu banyak,” ujar Fitra.

Untuk bahan makanan dari Jepang ini, lanjutnya, saat ini yang berada di Belawan masih dari produksi pada awal bulan 3 atau akhir bulan 3. Sedangkan untuk produk makanan yang harus disertifikasi merupakan produksi tanggal 11 Maret dan seterusnya. “Kita akan tunggu kebijakan pusat,” ujarnya.
Sementara itu, beberapa produk yang sangat banyak di Impor dari Jepang ke Sumatera Utara, yaitu merupakan produksi untuk mesin. (mag-9/net/jpnn)