31 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15539

Kunjungi SMA Negeri 2

MEDAN- Ini bisa dikatakan terobosan baru bagi SMA Negeri 2 Medan. Soalnya, akhir Februari lalu, pihak sekolah mengundang Kapolresta Medan, Kombes Pol Tagam Sinaga datang ke sekolah itu. Orang nomor satu di Polresta Medan itu, didaulat menjadi pembina upacara dihadapan ratusan siswa dan guru SMA Negeri 2 Medan.

“Kami rasa, mengundang pak Tagam  waktu itu sangat perlu, apalagi sedang marak-maraknya pembicaraan tentang geng motor,” ungkap Abdu Siregar, Kepala SMA Negeri 2 Medan.

Terbukti, saat menjadi pembina upacara, Tagam mengingatkan kepada seluruh siswa agar jangan ikut-ikutan dan terjerumus kepada penyakit siswa geng motor. Bahkan, Tagam juga mengancam jika ada siswa SMA Negeri 2 Medan yang terlibat, maka Polresta Medan tidak segan-segan untuk menindaknya.

Tagam memberikan nasihat, agar sebaiknya siswa lebih memperbanyak geng-geng diskusi. Bahkan kalau bisa lanjut Tagam, setiap mata pelajaran yang ada di sekolah harus ada kelompok-kelompok atau geng diskusi. (dra)

Awas Manufer Oknum Penjegal

KPK Tidak Ingin Kewenangan Dipangkas dan Digantikan SP3

JAKARTA-Wacana pemangkasan kewenangan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) oleh DPR, terus mendapat tentangan dari pihak yang bersangkutan. Meski hanya merupakan pihak pelaksana Undang-Undang, lembaga antikorupsi tersebut menyatakan dengan tegas, tidak ingin kewenangannya dipangkas, terutama penindakan.
KPK juga tidak berkenan memiliki kewenangan untuk mengeluarkan Surat Pemberhentian Penyidikan Perkara (SP3). “KPK tidak ingin kewenangannya sesuai perintah UU No 30 Tahun 2002, itu dipangkas,”ujar Wakil Ketua KPK Mochammad Jasin, ketika dihubungi koran ini, kemarin (20/3).

Jasin memaparkan, saat ini kinerja KPK telah berjalan secara efektif dengan 100 persen conviction rate. Artinya, tidak ada terdakwa kasus korupsi yang ditangani KPK, diputus bebas di Pengadilan Tipikor. Sehingga, pemangkasan kewenangan penindakan tersebut justru akan menganggu kinerja KPK.

Alasan pembentukan KPK, lanjut Jasin, adalah untuk meningkatkan hasil daya guna dalam memberantas korupsi. Menurut dia, sebelum KPK berdiri, seringkali berkas kasus korupsi mengalami tahapan-tahapan yang tidak jelas. Tidak jarang, berkas-berkas perkara tersebut bolak-balik dari Kejaksaan ke Kepolisian atau sebaliknya. “Sudah P21 (berkas lengkap dan dilimpahkan ke penuntutan), belum lengkap diturunkan lagi jadi P19,”lanjutnya.

Terkait wacana diberikannya kewenangan baru berupa kewenangan menghentikan perkara (SP3), pimpinan bidang pencegahan tersebut mengungkapkan kewenangan tersebut malah berpotensi disalahgunakan oleh oknum penegak hukum yang memiliki kepentingan. SP3 bisa digunakan oknum tersebut untuk menghentikan kasus yang sebenarnya telah memiliki cukup bukti. “Atau malah sebaliknya, (SP3) bisa untuk mentersangkakan orang yang tidak cukup bukti. Masyarakat harus waspada dengan manufer penjegalan oleh oknum-oknum yang tidak setuju dengan usaha pemberantasan korupsi yang dilakukan KPK,”urainya.

Jasin menambahkan, selama ini KPK sangat berhati-hati dalam menetapkan tersangka berdasarkan alat bukti yang cukup.  Sehingga, terdakwa benar-benar terbukti melakukan pidana korupsi. Karena itu, SP3 dinilai tak dibutuhkan KPK.

Sebelumnya, anggota komisi hukum DPR RI Eva Kusuma Sundari menyatakan bahwa sejumlah politisi telah membicarakan pemangkasan kewenangan KPK di bidang penindakan. Kewenangan penindakan KPK yang diatur dalam UU No 30 Tahun 2002 terlalu besar, sehingga dikhawatirkan akan disalahgunakan. Rencananya, pemangkasan kewenangan tersebut akan dilakukan dalam revisi UU KPK yang masuk dalam prioritas legislasi nasional (prolegnas) tahun ini. (ken/jpnn)

Jawa Barat Digoyang Gempa 5,3 SR

SUKABUMI-Gempa bumi kembali melanda wilayah Indonesia. Kini wilayah Sukabumi (Jawa Barat) dan sekitarnya digoyang gempa berkekuatan 5,3 SR. Meski sempat membuat warga panik, gempa tersebut tidak menimbulkan kerusakan apapun. Masyarakat tetap menjalankan aktivitasnya seperti biasa.

Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) gempa berkekuatan 5,3 skala Richter terjadi pada Minggu (20/3) pukul 08.20 WIB. Pusat gempa berada di 113 km barat daya Sukabumi, dengan kedalaman 10 km. BMKG menyebut gempa tersebut tidak berpotensi menyebabkan tsunami.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Perry A Furqon mengatakan, sampai saat ini tidak ada laporan ataupun informasi adanya kerusakan akibat gempa tersebut. “Baik dari aparat desa sampai camat tidak ada laporan kerusakan. Mudah-mudahan seterusnya tidak akan ada kerusakan yang terjadi,” katanya.
Masyarakat Sukabumi pun tidak tampak menghentikan aktivitasnya. Bahkan sebagian tidak merasakan gempa bumi itu. “Waktu gempa sedang tiduran di rumah. Cepat sekali, tidak sampai 10 detik. Saya langsung bangun, terus keluar rumah,” kata salah seorang warga, Taufik (31).

Gempa juga terasa di Tasikmalaya. Di Kampung Cihaji, Purbaratu, Kota Tasikmalaya, misalnya. Di daerah tersebut, warga yang tengah menikmati liburan akhir pekan, memilih keluar rumah. Dan berkerumun di tempat yang aman. Beberapa pengguna jalan juga sempat kaget dan memberhentikan kendaraannya. Meski gempa mengguncang beberapa detik, tapi sangat terasa. (zul/jpnn)

ABG Mesum di Aceh Dimandikan dengan Air Parit

LHOKSUKON-Sepasang muda-mudi masih ingusan ND (17) asal Desa Hueng, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara bersama teman wanitanya MY (14),  yang masih duduk di bangku kelas II SMPN Tanah Luas asal Blang Tuphat, Kecmatan Muara Satu, Lhokseumawe, kedapatan warga sedang bermesum ria di cafe milik  Abdullah (45) paman MY di jalan Diponegoro, Lingkungan V, Kecamatan Lhoksukon, Aceh Utara, Sabtu (19/3) sekira pukul 01.30 Wib dini hari.
Malam itu juga kedua pasangan belia tersebut diarak keliling kampung dan dimandikan dengan air parit, kemudian keduanya dibawa ke meunasah setempat untuk ditindak sesuai aturan agama dan adat. Perangkat desa setempat menyebutkan, keduanya  diamankan di meunasah setempat guna menunggu kedatangan orangtua kandung MY, yang menetap di Blang Tuphat, Kecamatan Muara Satu.

Informasi yang dihimpun Metro Aceh (Grup Sumut Pos), semula ND yang masih duduk di bangku kelas I SMA bersama pasangannya, gelagatnya sudah dicurigai warga. Lantas dilakukan penggerebekan pada malam itu dan ternyata benar. Saat ditangkap mereka baru saja selesai melakukan perzinahan, terbukti saat akan ditangkap ND berusaha sembunyi di dalam lemari dan ditemukan dalam kondisi bugil, hanya pakai celana dalam. “Warga sering menegur keduanya agar tidak melakukan hal-hal yang melanggar agama sebelum menikah di lokasi itu, tapi tetap saja terjadi. Malah malam sebelumnya kita juga dapatkan keduanya mesum, namun tidak kita hukum dan kita lepaskan kembali karena ND berjanji tidak mengulangi perbuatannya. Namun janji itu diingkari dan warga terpaksa menggerebek kembali,” ujar salah seorang warga. (sjm/jpnn)

Tak Perlu Mobil Mewah

Lily Chadijah Wahid

Belakangan ini nama Lily Chadijah Wahid mengemuka di Nusantara. Pasalnya, adik kandung almarhum KH Abdurrahman Wahid ini dipecat Partai Kebangkitan Bangsa (PKB).

Terlepas dari itu, ada yang menarik dari hidup mantan Anggota DPR dari Fraksi Kebangkitan Bangsa. Ya, sebelum dipecat partainya dan menjadi anggota dewan, ternyata dia bukan termasuk orang yang suka bermewah-mewah ria dalam berkendaraan.

Perempuan ini lebih suka memakai mobil jenis Kijang kemana pun dia pergi. Menurut Lily, kendaraan dilihat bukan dari merek tetapi lebih kepada fungsinya. “Bagi saya yang penting fungsinya. Saya di rumah hanya tinggal berdua, jadi tak perlu pakai mobil mewah segala,” kata Lily, Senin (7/3) lalu.

Selain itu, keluarga Lily Wahid kerap mengajarkan kesederhanaan dalam hidup. Padahal, ayah Lily (KH Wahid Hasyim) adalah mantan Menteri Agama dan ibunya (Hj Sholehah) adalah anggota DPR selama empat periode. “Lihat saja Gus Dur. Dia sederhana karena memang kami diajari seperti itu. Kami selalu diajarkan sama keluarga untuk mensyukuri apa yang ada,” jelasnya.

Bahkan, secara blak-blakan Lily mengaku sempat memiliki usaha reparasi mobil. Jadi, mobil sederha seperti apapun dapat “disulap” menjadi mobil mewah di bengkel milik Lily Wahid. “Jadi sudah bosan saya pakai mobil seperti itu. Tapi biarlah kalau memang mereka suka menggunakan mobil mewah. Itu privasi mereka dan saya tak mau ikut campur,” pungkasnya. (net/jpnn)

Warga Pining Terisolir

Gayo Lues-Sejak tiga hari ini harga sembilan bahan pokok (sembako) di Kecamatan Pining Kabupaten Gayo Lues merangkak naik. Ini disebabkan putusnya jembatan penghubung antar kecamatan akibat meluapnya sungai Pining yang terbawa kayu gelondongan dari atas bukit.

Sayangnya, alat berat untuk memperbaiki jembatan belum juga diperbantukan sehingga masyarakat, muspida dan aparat setempat harus bergotong royong. Namun hingga kemarin, Minggu (20/3), jembatan penghubung sepanjang 80 meter belum juga mampu dilintasi pengendara sehingga Kecamatan Pining pun terosolir. “Sudah tiga hari ini kita dan masyarakat Kecamatan Pining bergotong royong, namun belum juga tuntas karena dikerjakan secara manual, sementara batang kayu yang menyangkut dijembatan sudah disingkirkan,” kata Danramil Kecamatan Pining, Kapten Parno.

Menurut Ujud, salah seorang masyarakat Pining berharap agar Gubenur segera turun tangan memerintahkan PU NAD untuk mengatasi putusnya jembatan karena setiap musim hujan datang masyarakat Pining terisolasi. Dirinya menyebutkan, pada saat kunjungan Gubenur ke Pining sudah memerintahkan Dinas PU untuk menanggulangi dengan dana tangap darurat tetapi sampai jembatan hanyut belum juga diperbaiki. Nah, karena putusnya jembatan puluhan kenderaan terjebak di Kecamatan Pining.  Sepeti diketahui, dua hari lalu hujan melanda Gayo Lues dan sekitarnya yang mengakibatkan sungai Pining meluap. (yud/jpnn)

Pasca Tsunami Jepang Beralih ke Belanda

JAKARTA-Setelah memperkirakan potensi wisatawan mancanegara (wisman) asal Jepang turun, pemerintah banting setir dalam rencana promosi wisata ke negeri sakura tersebut. Tahun ini, pemerintah memutuskan sama sekali tidak menggelar promosi wisata ke Jepang.

Perkiraan penurunan wisman asal Jepang berawal dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Jumat lalu (20/3). Dari bencana yang berujung krisis nuklir tersebut, Kementerian Kebudayaan dan Pariwisata (Kemenbudpar) menghitung penurunan wisman Jepang mencapai 10 persen hingga 20 persen. Tahun lalu, Kemenbudpar mencatat wisman dari Jepang mencapai 400 ribu orang.

Menbudpar Jero Wacik menjelaskan, penurunan potensi wisman tersebut membuat Kemenbudpar tidak melakukan promosi wisata ke Jepang tahun ini. Alasannya, Kemenbudpar memperkirakan neger Matahari Terbit butuh waktu sekitar satu tahun untuk proses rehabilitasi. Selain itu, menghapus agenda promosi wisata ke Jepang juga menjadi wujud prihatin.

Dana promosi pariwisata ke mancanegara yang dialokasikan Kemenbudpar mencapai Rp105 miliar. Dana tersebut merupakan sebagian dari seluruh anggaran promosi wisata sebesar Rp492,1 miliar. Sebagian dana promosi wisata ke luar negeri itu digunakan untuk menggelar promosi pariwisata di beberapa negara. “Tentunya negara-negara yang potensi wismannya besar,” ujarnya di Jakarta kemarin (20/3). Diantaranya adalah, Rusia, Belanda, Jepang, Australia, Malaysia dan China.

Wacik menjelaskan, penurunan wisman dari Jepang diperkirakan masih bisa ditambal dari negara-negara lainnya. Sehingga, Kemenbudpar masih belum mengkoreksi target kunjungan wisman tahun ini sejumlah 7,7 juta wisman. Menteri asal Pulau Dewata itu menjelaskan, pemerintah masih optimis untuk mengejar target tersebut.
Sebaliknya, Kemenbudpar menetapkan sasaran baru yang bakal digenjot Kemenbudpar adalah beberapa negara di Eropa. Diantaranya Rusia dan Belanda. “Ini tidak terlepas dari dibukanya rute penerbangan Garuda ke Belanda,” tutur Wacik.(wan/jpnn)

Ultimatum The Age dan Sidney Morning Herald

Gugatan class action kepada koran Australia The Age dan Sidney Morning Herald rupanya tidak cukup untuk memperkarakan mereka. Serikat Pengacara Rakyat (SPR) melayangkan ultimatum kepada surat kabar tersebut agar mereka minta maaf secara resmi dan tertulis.

“Dalam waktu 7 x 24 jam sejak hari ini (kemarin 20/3, Red.), kami meminta mereka sebagai tergugat meminta maaf kepada rakyat Indonesia secara resmi,” kata pengacara SPR Habiburokhman di Jakarta kemarin (20/3).
Sebelumnya, SPR menggugat class action terhadap The Age dan Sydney Morning Herald karena menuding Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) menyalahgunakan kekuasaan. Dalam gugatan yang dilayangkan ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat itu, dua media tersebut menjadi tergugat satu dan dua sedangkan Kedutaan Besar Amerika Serikat sebagai tergugat ketiga. SPR menuntut mereka ganti rugi immateriil sebesar USD 1 miliar plus ganti rugi materiil Rp2 juta sebagai pengganti biaya pengajuan gugatan.

Lelaki yang karib dipanggil Habib ini mengatakan, dalam ultimatum tersebut, mereka minta permintaan maaf dimuat di halaman pertama dua media itu selama tiga hari berturut-turut. Jika tidak dituruti, kata Habib, mereka harus membayar ganti rugi USD 1 miliar.

Kata Habib, dua media itu sejatinya sudah merespon gugatan class action yang telah diserahkan pihaknya ke PN Jakarta Pusat pekan lalu. Namun, mereka rupanya bertindak arogan dan mengolok-olok melalui pemberitaannya. “Mereka menganggap gugatan ini menunjukkan bahwa nilai rakyat Indonesia hanya satu miliar,” katanya.
Angka ganti rugi itu, kata Habib, bisa membuat  dua media itu bangkrut. Karena itu, mau tidak mau, mereka harus menuruti ultimatum tersebut. (aga/jpnn)

Sinar Sepadan Tabrak Becak

RAYA- Kecelakaan lalulintas kembali terjadi. Kali ini Bus Sinar Sepadan BK 7367 TL dengan nomor angkutan 500, laga kambing dengan becak barang di Dusun Hutailing Nagori Merek Raya Kecamatan Raya Kabupaten Simalungun Minggu (20/3) sekitar pukul 11.00 WIB.

Akibatnya dua penumpang becak termasuk pengendaranya mengalami luka-luka, sementara satu orang penumpang Bus Sinar Sepadan mengalami luka robek di kepalanya.
Informasi yang dihimpun METRO SIANTAR (Grup Sumut Pos) di lokasi kejadian, peristiwa tersebut terjadi saat becak yang datang dari arah Pematangsiantar menuju Raya oleng di tikungan Hutailing yang mengakibatkan becak lari ke jalur kanan.

Saat itu juga Bus Sinar Sepadan datang dari arah Raya menuju Siantar yang mengakibatkan kejadian tidak dapat dielakkan. Akibat kejadian tersebut kaca depan  Bus Sinar Sepadan pecah sementara becak hanya mengalami kerusakan pada besi penyangganya bengkok. Franda Purba (17)  penumpak becak menuturkan,  kejadian tersebut terjadi saat dia dan dua rekannya bermaksud mengambil durian ke kampungnya di Sombul.  Tapi naas becak pinjaman itu ditabrak. Kapolsek Raya, AKP B Simarmata membenarkan kejadian tersebut. (hot/smg)

Serahkan Sekarang

BARCELONA-Lagi-lagi Barcelona meraih poin sempurna dalam lanjutan La Liga Primera. Poin sempurna itu mereka peroleh di hadapan pendukungnya sendiri yang memenuhi Stadion Nou Camp, kemarin (20/3)  saat menjamu Getafe.
Dua gol dari Dani Alves (17’) dan Bojan Krkick (50’) berbalas satu gol pemain Getafe Manu del Moral (88’), sudah cukup untuk memastikan tambahan angka Los Blaugranas (julukan Barcelona) menjadi 78 poin, atau unggul lima angka dari rivalnya, Real Madrid, yang dua jam setelahnya, juga menang 2-1 pada pertandingan derby menghadapi Atletico Madrid di Vicente Calderon.

Terkait kemenangan timnya ini Pep Guardiola mengatakan bahwa saat ini tidak ada pertandingan yang dapat dilalui dengan mudah.

“Sepertinya semua pertandingan adalah partai final. Beruntung pemain tidak terbebani dengan kondisi ini, bahkan terlihat semakin termotivasi,” bilang Pep Guardiola, entrenador Barcelona.

Selanjutnya Pep mengatakan bahwa kemenangan yang diraih anak asuhnya kemarin menjaga peluang Blaugranas untuk terus di puncak klasemen.

Tapi, masih menurut Pep, penting bagi timnya untuk terus meraih hasil maksimal, termasuk ketika bertandang ke Santiago Bernabeu pada laga bertajukl El Classico yang berlangsung 16 April mendatang.
“Jika sebelum pertandingan itu, baik kami maupun mereka (Real Madrid, Red) terus meraih kemenangan, maka pemenang laga El Classico belum tentu tampil sebagai juara di akhir musim. Masih banyak pertandingan yang harus dilakoni,” bilang Pep.

Memang, usai laga El Classico kedua tim masih harus melakoni  enam pertandingan lagi. Dari sana keduanya berpotensi mendulang 16 poin maksimal.

Sedangkan, untuk menjadi juara La Liga musim ini, setidaknya  Blaugranas harus mampu mengumpulkan poin 95. Artinya, anak asuh Pep Guardiola membutuhkan tambahan 17 poin dari seluruh laga tersisa (sembilan pertandingan).

Nah, bila dari sembilan pertandingan tersisa Los Merengues (julukan Real Madrid) tersandung dari lawannya, maka Messi dkk hanya membutuhkan tambahan angka tak lebih dari 17.

Kemungkinan untuk itu sangat besar terjadi, karena selain menjamu Barcelona, anak asuh Jose Mourinho pun bakal melakoni tiga partai tandang yang berpotensi menghadirkan kekalahan, yakni saat bertamu ke markas Athletic Bilbao (10 April)), Valencia (24 April), Sevilla (8 Mei), dan Villareal (15 Mei).

Sementara Barcelona, praktis hanya Villareal yang berpotensi mengganjal langkah tim ini (Lihat Grafis).
Dengan fakta di atas, tak heran bila akhirnya Michel, entrenador Getafe mengatakan bahwa Los Blaugranas adalah juara La Liga musim ini. “Berikan saja trofi itu kepada Barcelona sekarang juga. Mereka seolah telah memesan trofi itu. Dan saya pikir, mereka (Barcelona) tak harus menunggu hingga musim kompetisi berakhir,” bilang Michel, usai timnya dipermak 1-2 oleh Messi dkk.

Jangan pernah meragukan objektifitas pendapat Michel. Pasalnya, sebelum kompetisi La Liga musim ini bergulir, pria yang pernah menjadi legenda di Santiago Bernabeu itu sangat yakin jika mantan klubnya itu akan mengangkat tropi.

“Mereka (Real Madrid) telah banyak mendatangkan pemain hebat seperti Kaka, Ronaldo, Benzema dan Ozil. Namun ternyata, itu saja tidak cukup untuk memenangi tropi La Liga Primera,” bilang Michel.
“Saya pikir  semua tim di sini (Spanyol) sangat menghormati Barcelona dan Real Madrid. Akibatnya banyak yang merasa kalah sebelum wasit memulai pertandingan. Karenanya, bila tak ada kejutan, saya pikir Barcelona lah yang akan tampil sebagai juara,” pungkas Michel. (jun)