26 C
Medan
Saturday, April 11, 2026
Home Blog Page 15563

Cathay Cari 100 WNI Sebagai Awak Kabin

Jakarta – Kabar gembira bagi Anda yang ingin barkarier di sektor penerbangan kelas internasional. Maskapai Cathay Pacific Airways akan merekrut sekitar 100 orang berbahasa Indonesia sebagai awak kabin baru. Perekrutan terakhir yang dilakukan oleh maskapai di Jakarta dilakukan pada tahun 2008. Aplikasi lamaran dibuka dari tanggal 12 Maret hingga 9 April 2011 melalui sistem online.

Country Manager Cathay Pacific Indonesia, Rob Bradshaw mengatakan, sebagai maskapai penerbangan internasional, sangat penting bagi Cathay Pacific memiliki tim awak kabin yang multibahasa. “Kami mencari kandidat berkualitas tinggi yang akan mampu memberikan layanan  berkualitas sesuai dengan komitmen kami untuk memberikan ‘Service Straight from the Heart’,” demikian siaran pers Cathay, Selasa (15/3).

Saat ini terdapat sekitar 180 awak kabin Indonesia yang bekerja di Cathay Pacific. Jumlah tersebut mewakili sekitar 2 persen dari total awak kabin. Mayoritas awak kabin Cathay Pacific, termasuk semua yang direkrut di Indonesia, ditempatkan di kantor pusat maskapai, Hongkong, dan akan dilatih untuk memberikan layanan penumpang yang berkualitas pada semua penerbangan ke 48 destinasi dalam jaringan penumpang internasional, termasuk tiga kota di Indonesia-Jakarta , Surabaya dan Denpasar Bali.(net/jpnn)

Setia Angkat Telepon Wartawan

Nama Burhanuddin Muhtadi dalam setahun belakangan, kerap menghiasai media di Tanah Air, baik cetak, elektronik, maupun online sebagai pengamat politik. Dalam sehari, berapa wartawan yang mewancarai dirinya?

Burhan, demikian ia kerap disapa, alumnus The Autralian National Univeristy (ANU) bisa disebut simbol ‘revolusi’ para pengamat politik di Tanah Air. Sebelum kehadiran Burhan, deretan para pengamat politik didominasi para sepuh.
Alumnus IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta ini mengaku, dirinya tak pernah menghitung berapa dalam sehari wartawan meminta pendapatnya untuk merespon isu-isu terkini terrkait perkembangan politik tanah air.

“Beberapa telepon dari media terpaksa tidak diangkat karena pas sedang mengajar atau presentasi seminar. Tapi kalau tak sibuk, saya selalu usahakan menerima telepon media,” katanya.(net/jpnn)

Bayi Suspect HIV/AIDS Meninggal

Selamat Jalan Sifa…

Meski baru tiga bulan mengasuh Sifana Kharidatul Husna, bayi suspect HIV/AIDS pasangan dari almarhum M Fauzi dan almarhumah Munirah, namun kesedihan mendalam membekas di wajah Albert dan istrinya Hanum. Tangisan tak mampu dibendung Albert saat menghantarkan bayi malang tersebut ke peristirahatannya terakhir di Taman Pemakaman Umum (TPU) Muslim Tanjung Morawa, Selasa (15/3) siang.

“Selamat jalan Sifa, baik-baik di sana ya,” ungkap Albert haru. Rasa kehilangan semakin menyelimuti perasaannya. Bahkan, jiran dan kerabat terdekat turut bersedih dengan kepergian Sifa menyusul kedua orangtuanya.
“Baru sebentar dia bersama kami, tapi Sifa sudah nggak ada lagi. Padahal masih kudengar tangisan terakhirnya tadi malam,” ungkapnya lagi.

Sebelumnya, wartawan Sumut Pos berkesempatan menyaksikan saat Sifa dimandikan. Masih terlihat kondisi sekujur tubuhnya yang membiru. Namun pancaran keindahan dan senyuman dari wajah sang bocah masih tertlihat jelas, dan mampu menyelimuti kegundahan hati para keluarga yang ditinggalkan.

Saat ini Sifa tak hanya menjadi sebuah kenangan, namun ada sebuah pelajaran yang bisa diambil atas hikmah yang dialami seorang bayi suspect HIV ini.  Seperti yang disampaikan koordinator Sumatera Peduli Kesehatan (SPKs) sekaligus pendamping bayi, Dewi saat hadir di rumah duka.

“Kita berharap, kejadian yang dialami Sifa bisa menjadi pelajaran bagi kita semua terutama instansi terkait, agar penanganan penderita HIV/AIDS bisa lebih maksimal,” sebut Dewi.

Selain itu, Dewi juga menuturkan, jaminan kesehatan bagi para penderita HIV diharapkan menjadi perhatian serius bagi instansi pemerintahan, sehingga tidak ada lagi ditemukan kesulitan dalam proses pengurusan jaminan kesehatan bagi penderita HIV ke depannya.

Sifa terlahir secara premature pada 20 Desember 2010 lalu. Dia sempat mendapatkan perawatan di RSUD dr Pirngadi, akibat gangguan pernafasan yang dialaminya. Bahkan Sifa sempat dinyatakan kesehatannya semakin membaik oleh tim medis rumah sakit dan terus mengalami penambahan berat badan. Namun nasib berkata lain, kini Sifa telah menyusul kedua orangtuanya.(mag-7)

Gara-gara Rem Blong

Sedang asyik duduk-duduk di atas becak dan berbincang dengan temannya yang bekerja sebagai penarik becak, Taufik (30), nyaris menjadi korban kecelakaan lalulintas, Senin (14/3). Pasalnya, sebuah truk tiba-tiba meluncur ke arah mereka dan menabrak becak dan tempat sol sepatu miliknya. Untung saja, Taufik dan temannya langsung melompat, sehingga selamat dari kecelakaan tersebut. Namun, becak dan tempat sol sepatu milik Taufik ringsek.

Kejadian ini berawal ketika sebuah truk bermuatan pasir dengan nomor polisi BK 1509 D melintasi di Jalan Platina Raya. Saat menaiki tanjakan di titi aliran Sungai Deli, tiba-tiba truk tersebut kehilangan kendali, diduga karena rem blong.

Selanjutnya, truk tersebut pun mundur ke belakang. Naasnya, di belakang truk tersebut ada sebuah mobil Grand Livina dengan nomor polisi BM 1589 QD. Pengemudi mobil yang terkejut melihat truk tersebut langsung membanting setirnya ke arah kanan. Namun naas, mobil tersebut tidak bisa mengelak dan truk tersebut langsung menghantam bagian belakang mobil dan mobil tersebut terpental dan menabrak becak yang dinaiki Taufik.

“Untung saja kami capat melompat dari becak, kalau tidak sudah mati kami ketimpa mobil tersebut,” ujarnya.
Sementara itu, Petugas satlantas Titipapan langsung datang ke lokasi untuk melakukan evakuasi terhadap sopir truk. “Truk dan sopirnya sudah kami amankan untuk diperiksa,” ujar Kapos Satlantas Titipapan, Iptu J Sinaga.(mag-11)

Jangan Salah Jurusan

Perguruan tinggi adalah satu jalur dan wadah untuk mengejar cita-cita. Namun, untuk menuju ke jenjang tersebut, calaon mahasiswa harus terlebih dulu mengukur kemampuannya, termasuk menentukan bidang dan jenis program pendidikan yang diinginkan. Apa saja yang harus mereka lakukan?n Berikut wawancara wartawan koran ini Rahmat Sazaly dengan Psikolog Irna Minauli, Selasa (15/3).

Apa yang harus dilakukan calon mahasiswa dalam menjalani studi untuk mencapai cita-citanya?
Mereka harus benar-benar tepat menentukan bidang studi yang mereka pilih. Karena bidang studi ini merupakan hal yang bakal ditekuni hingga lulus kuliah. Untuk memilih bidang studi, jangan ragu mencari informasi selengkapnya, termasuk kepada orangtua, teman maupun guru. Lebih baik lagi jika bertanya kepada orang yang telah terjun langsung ke dunia kerja di bidang yang diminatinya.

Namun, tak sedikit calon mahasiswa yang bingung memilih bidang studi. Apalagi, ada intervensi dari orangtua. Jadi apa yang harus mereka lakukan?
Dalam proses pemilihan jurusan atau program studi, ada beberapa yang harus diperhatikan dengan seksama, mendalam, penuh perasaan dan penghayatan.
Harusnya, calon mahasiswa mengutamakan minat dan kemampuannya. Hal yang sangat penting lainnya adalah pertimbangan biaya kuliah. Bagi calon mahasiswa, sebaiknya bicarakan dulu dengan orang yang akan membiayai kuliah. Jangan sampai perkuliahan yang sudah dijalani terhenti karena terhambat keuangan.

Banyak kita lihat calon mahasiswa yang secara massal mengikuti atau mencontoh pilihan bidang studi yang dipilih temannya. Apa pendapat Anda?
Seorang pelajar maupun calon mahasiswa jangan ikut-ikutan teman dalam memilih bidang studi. Sesuaikan dengan minat dan kemampuan serta prospek ke depannya. Selain itu, konsultasikan atau diskusikan dengan orangtua, terutama tentang biaya yang nanti akan dibebankan ke orangtua.
Tren ikut-ikutan itu di kalangan calon mahasiswa saat menentukan pilihan jurusan memang sangat kuat. Padahal, kemampuan yang dimiliki tak sama. Hal ini tidak baik, sebab jika tak mampu mengikuti pembelajaran, maka itu nantinya bisa merugikan diri sendiri.

Apa pula yang harus dilakukan orangtua sebagai motivator?
Orangtua harus bisa menahan diri untuk tidak melakukan intervensi, mengingat yang menjalani pendidikan itu adalah anaknya. Jika diminta, hendaknya sebatas memberikan saran atau arahan, tapi bukan sebagai penentu atau pengambil keputusan.(*)

Penertiban Ternak Babi, Dewan Janji Cari Solusi

MEDAN- Anggota DPRD Medan yang mendukung para peternak babi di Kelurahan Tegal Sari Mandala II semakin bertambah. Sebelumnya, Wakil Ketua DPRD Medan August Napitupulu terang-terangan mendukung peternak babi dengan menghadang petugas tim penertiban pada Kamis (10/3) lalu.

Bertambahnya dukungan terhadap pternak babi di Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai ini terlihat saat para peternak yang tergabung dalam Forum Masyarakat Peternak Tangguk Bongkar Mandala melakukan orasi di Gedung DPRD Medan, Selasa (15/3).

Dalam aksi itu, para peternak diterima anggota DPRD Medan antara lain, CP Nainggolan, Irwan Sihombing, Parlaungan Simangunsong dan Oloan Martua. Para anggota dewan tersebut pada dasarnya mendukung dan siap mencarikan solusi terbaik bagi Pemko Medan dan para peternak.

Massa yang berjumlah ratusan orang membentangkan sejumlah poster bernada penolakan terhadap penggusuran atau penertiban ternak kaki empat. Aksi itu sendiri, meminta agar anggota DPRD Medan bisa memfasilitasi antara warga dengan Pemerintah Kota (Pemko) Medan, untuk mencari solusi.

Lipen Simanjuntak dalam orasinya menyatakan, dari ketiga alternatif yang ditawarkan Pemko antara lain, relokasi, uang transportasi sebesar Rp76 ribu untuk di atas empat bulan dan Rp60 ribu di bawah enam bulan. Kemudian opsi pergantian usaha dari ternak kaki empat ke ternak lele, sebenarnya warga menerima opsi pertama yakni, relokasi. Namun, Pemko tidak memberi jawaban yang spesifik terkait lahan relokasi yang dijanjikan.
“Kami bersedia kalau relokasi. Tapi, harus ada lahan yang jelas. Kami butuh makan,” tegas Lipen Simanjuntak saat orasi.

Menyikapi aspirasi itu, CP Nainggolan menyatakan, DPRD Medan akan berupaya secepat mungkin melakukan pembicaraan dengan Wali Kota Medan Rahudman Harahap, guna mencari solusi terbaik bagi Pemko Medan dan para peternak. “Kita akan mengkomunikasikan ini kepada Pemko Medan. kita akan fasilitasi, untuk mencari jalan tengah. Kita tidak mau, gara-gara penggusuran ini masyarakat jadi susah,” tegas CP.

Sementara itu, anggota DPRD Medan lainnya Irwan Sihombing mengatakan, penggusuran yang dilakukan Pemko Medan terhadap para peternak di Kelurahan Tegal Sari Mandala II Kecamatan Medan Denai beberapa waktu lalu, adalah sebuah kekejaman. “Penggusuran itu kejam. Yang kita butuhkan adalah penataan, bukan penggusuran,” tandas Irwan.
Dari pihak Pemko Medan sendiri melalui Kepala Dinas Pertanian dan Kelautan (Kadistanla) Medan Ir Wahid kepada Sumut Pos menuturkan, upaya penertiban ternak kaki empat tetap akan berlangsung. Namun, itu semua masih menunggu keputusan dari Wali Kota Medan, kapan akan dilaksanakan.
“Kita tetap akan melakukan penggusuran, tapi kita menunggu petunjuk dari Wali Kota Medan kapan penertiban itu kembali dilakukan,” katanya.

Sementara itu, telah berkembang di masyarakat bahwa penertiban ternak kaki empat di area tersebut, akan berlangsung dalam beberapa tahap sesuai Surat dari Pemko Medan kepada Kapolresta Medan yang ditandatangani Sekretaris Daerah (Sekda) Medan Syaiful Bahri tertanggal 3 Maret, dengan Nomor Surat 524/3688, Hal permintaan personil yang isinya “Sehubungan dengan Keputusan Wali Kota Medan Nomor 524/757K Tanggal 29 Juni 2010 tentang tim pengawasan usaha peternakan berkaki empat Kota Medan dengan ini, kami mohon kepada bapak untuk mengirimkan personil sebanyak dua orang untuk bertugas sebagai penyidik pengganti PPNS dalam menangani pengadilan Tipiring yang termasuk di dalam pengawasan usaha peternakan berkaki empat Kota Medan (terlampir formulir kesediaan, dan mengirimkan personil pengamanan sebanyak 90 orang). Adapun jadwal pelaksanaan kegiatan diselenggarakan, Hari : 10, 11 Maret 2011 dan 15 sampai dengan 18 Maret 2011.(ari)

Tommy Winata Dituding Cukong SBY

The Age dan The Sunday Buka-bukaan

Tomy Winata:  Saya Rela Jilat Sepatu Wartawan

JAKARTA- Tomy Winata, pengusaha yang disebut sebagai cukong Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), mengaku rela menjilat sepatu kotor para wartawan saat keterangan pers di Hotel Borobudur, Jakarta, Minggu (13/3) petang.

“Jadi, andaikata saya ini harus jilat sepatu bapak-bapak (para wartawan) yang penuh dengan kotoran, harga diri saya itu tidak direndahkan oleh bapak-bapak. Demi 1 juta keluarga yang harus hidup bulan-bulan ke depan.
Asal itu jangan jadi berita yang dipercaya,” ungkap bos Artha Graha itu di hotel miliknya, Hotel Borobudur.
“Bukan saya ingin mempertahankan supremasi Tomy Winata dan segala macam. Tapi, demi 1 juta kepala keluarga mengantre di belakang kami,” lanjutnya.

Ditegaskan TW, berita yang dilansir The Age dan The Sydney Morning Herald sangat tidak bisa dipertanggungjawabkan dan tidak benar. Kedutaan Besar Amerika Serikat sudah menyampaikan penyesalan dan membantah berita itu.

“Tapi berita itu sudah telanjur diambil WikiLeaks dan disiarkan lewat koran The Age dan koran The Sydney Morning Herald di Australia,” ujarnya.

Disinggung nama-nama yang dicantum dalam pemberitaan kedua harian itu, TW mengaku mengenalnya sebagai pemimpin bangsa, mantan pejabat tinggi negara, dan senior-seniornya.

“Saya memang kenal, hanya apa yang dituduhkan di dalam berita itu sama sekali tidak benar, tidak mendasar, dan tidak bisa dipertanggungjawabkan,” tegasnya.

Nama Tomy Winata disebut dalam tulisan The Age memiliki hubungan dekat dengan Presiden SBY. Bos Artha Graha itu, berdasar dokumen Wikileaks juga dikenal sebagai figur dan anggota dunia hitam ‘Gang Sembilan’ atau ‘Sembilan Naga,’ sebuah sindikat perjudian terkenal. “Saya bingung dengan istilah 9 naga,” kata Tomy.

Tomy menjelaskan, dirinya ingin bertemu dengan penulis yang menyebut 9 naga itu. Dia ingin menanyakan dasar dan bukti tulisannya. Demikian juga perihal kaitan Tomy dengan dunia hitam.

“Saya menyatakan kabar yang itu tidak bisa dipertanggungjawabkan. Saya tidak pernah melakukan hal yang dituduhkan,” imbuhnya.

Tomy mengaku, keseharian dia biasa aktif di kegiatan Artha Graha peduli di 80 titik di Indonesia. Atau kalau ada waktu senggang dia biasa menghabiskannya di Hotel Borobudur menerima tamu.

“Saya bingung dengan tudingan itu, saya terkesima. Itu imajinasi yang merugikan saya,” terang Tomy.
Tomy menegaskan hubungannya dengan SBY dan Ibu Ani Yudhoyono adalah hubungan biasa antara dirinya sebagai warga negara dengan presiden dan ibu negara.

“Wikileaks sangat merugikan. Saya tidak pernah memberikan uang kepada siapapun juga yang ditujukan kepada Pak SBY dan ibu negara. Kegiatan kami selaku anak bangsa adalah menjalankan kewajiban kepada bangsa,” terang Tomy. “Kami juga akan mengirimkan hak jawab,” imbuhnya. (net/bbs/jpnn)

Pabrik Ekstasi Dibongkar

Jakarta – Direktorat IV Narkoba Mabes Polri membongkar sebuah pabrik ekstasi yang terletak di kawasan Puncak di Kampung Duku Kawung, Cipayung, Bogor, Selasa (15/3). Dua tersangka diamankan dari lokasi.

Direktur Narkoba Mabes Polri Brigjen Arman Depari mengatakan, pembongkaran pabrik tersebut setelah pihaknya menerima informasi dari masyarakat. Polisi kemudian melakukan penyelidikan ke lokasi selama satu bulan.
Di lokasi, polisi menemukan barang bukti berupa 1.500 pil ekstasi dan 3.750 butir happy five siap edar. Polisi juga menyita peralatan pembuat ekstasi seperti 2 buah mesin cetak otomatis dan bahan baku ekstasi bubuk ekstasi siap cetak berbagai warna sebanyak 50 kg.

Dua tersangka diamankan dalam kasus tersebut yakni Lukman dan Luhyat. Kepolisian kini masih mengembangkan kasus tersebut. (net/jpnn)

Kelinci Anggora yang Menggoda

Tak Perlu Kandang Besar, Mudah Merawatnya

Memiliki hewan peliharaan adalah hal yang menyenangkan. Selain menjadi teman bermain untuk menghilangkan kepenatan, hewan peliharaan yang lucu dan manja juga menjanjikan sesuatu
bagi pemiliknya.

INDRA JULI, Medan

Seperti halnya spesies anggora lainnya yang memiliki kelebihan khusus berupa bulunya yang tebal dan lembutn
Kelinci Anggora juga memiliki perilaku yang manja dan menggemaskan. Menarik siapapun yang melihat untuk mengelus dan mengusap-usap hewan bertelinga panjang itu.

“Kelinci anggora ini lucu, makanya banyak orang yang tertarik. Beda dengan kelinci campuran, jenis ini lebih tenang. Bisa dibilang manja,” ucap Muis (49), pedagang Kelinci Anggora yang ditemui di Jalan Avros Medan, Selasa (15/3).
Sore itu Muis membawa 25 ekor kelinci anggora di dalam gerobak yang ditarik dengan sepedamotor miliknya. Selain berbulu tebal yang halus dan berwarna, ada pearl, chinchilla, cokelat, abu, ungu dan putih. Kelinci berusia satu bulan hingga empat bulan ini juga memiliki warna mata yang berbeda. Ciri yang membedakan adalah asal kelinci tersebut.
“Ada empat kelinci anggora yang terkenal yaitu English Anggora, French Anggora. Kelinci bermata biru itu Anggora Inggris. Ada lagi anggora Perancis, anggora Satin, dan Giant Anggora,” jelasnya.

Di gerobak, kelinci-kelinci anggora tadi diberi beberapa rerumputan dan jagung. Itu memperlihatkan bagaimana mudahnya perawatan yang menjadi pertimbangan dalam memilih hewan peliharaan. Dan itu dibenarkan Muis yang sudah berteman dengan Kelinci Anggora selama kurang lebih delapan tahun. “Cuma dikasih pakan rutin 3 kali sehari berupa campuran konsentrat dan ampas tahu, kelinci jenis ini dapat tumbuh besar dalam waktu singkat. Jangan dikasih kangkung, bisa masuk angin karena kangkung mengandung banyak air,” papar warga Sungai Mati Medan ini.
Masih menurut Muis, hewan lucu yang satu ini juga tergolong tahan penyakit. Hanya perlu memberikan suntikan vitamin dan penyemprotan disinfektan pada kandang secara teratur untuk menjaga kondisi fisik kelinci. Bahkan dengan ketekunan, kelinci anggora ini juga dapat dilatih agar tidak membuang kotoran sembarangan. Sehingga tidak jarang kelinci ini menjadi teman tidur.

Selain itu, setelah usia mencapai tujuh bulan, kelinci lucu ini mulai bereproduksi. Konon, setiap tiga bulan sekali Kelinci Anggora dapat melahirkan anak mencapai enam sampai 12 ekor sekaligus. Prospek yang menjanjikan untuk pengembangan kelinci menjadi penghasilan tambahan.

Harga kelinci anggora anakan, harganya berkisar antara Rp110 ribu hingga Rp150 ribu per pasang. Sementara untuk Kelinci Anggora dewasa dijual berkisar Rp500 ribu hingga Rp800 ribu per ekor, tergantung pada keindahan bulunya. Meskipun untuk mendapatkan Kelinci Anggora dewasa harus dipesan terlebih dahulu dari penangkarannya di daerah Malang-Jawa Timur.

Seperti yang dilakoni Muis sejak 2003 silam. Prospek yang jelas membuatnya beralih dari pedagang sepatu menjadi pedagang Kelinci Anggora dan distributor tunggal di Kota Medan. “Dulu penjual Kelinci Anggora dari Jawa kost di rumah saya. Karena usaha sepatu juga lagi seret, saya pun tertarik mencoba Kelinci Anggora ini. Cukup baik juga, setiap harinya ada aja yang terjual. Bahkan seminggu itu saya dua kali pesan dari Malang untuk memenuhi permintaan,” kenangnya.

Muis pun mengawali usahanya dengan membuka lapak di seputaran Taman Makam Pahlawan Jalan Sisingamangaraja Medan. Setelah itu dirinya bahkan sempat membuka tiga lapak lainnya yaitu di daerah Tembung, Jalan Avros, dan Simpang Kayu Besar Tanjung Morawa. Mengingat efektifitas dan efisiensi pengeluaran saat ini hanya lapak di Lapangan Merdeka dan Jalan Avros yang dipertahankan.

“Ya lumayanlah untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari dan biaya si kecil yang masih sekolah di SMA,” ujar Muis kalem.

So, sembari bermain dengan kelinci anggora yang lucu ini Anda juga dapat menjadi peternak. Untuk awal cukup menggunakan halaman belakang rumah dan kandang yang tidak terlalu besar kok. Setelah tujuh bulan anda tidak akan percaya dengan pemasukan dari si Kelinci Anggora yang menggoda.(*)

Mahfud: Ada yang Benar, Ada yang Tidak

Ketua Mahkamah Konstitusi Mahfud MD menyatakan, pihaknya mengakui bahwa beberapa informasi dari dokumen Wikileaks tersebut benar adanya. Dia mencontohkan pengakuan Mantan Wakil Presiden Jusuf Kalla (JK), yang mengakui, dirinya menyebar duit saat terpilih sebagai Ketua Partai Golkar pada Musyawarah Nasional (Munas) Partai Golkar di Bali pada 2004 silam. “Ya, saya mendengar dan membaca berita-berita itu ( The Age dan Sydney Morning Herald) itu mungkin ada segi-segi benarnya. Misalnya ya bagian-bagian yang diakui benar oleh JK itu,”katanya.

Menyoal bagian-bagian pemberitaan yang dinilai tidak benar, Mantan Menhan era Gus Dur tersebut menyebut tudingan campur tangan SBY dalam kasus korupsi yang menjerat Ketua MPR Taufik Kiemas di Kejaksaan Agung. Mahfud menyatakan pemberitaan tersebut tidak logis. Dia menguraikan, dalam dokumen Wikileaks disebutkan SBY memerintahkan Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) kala itu Hendarman Supanji, untuk menghentikan kasus korupsi tersebut pada akhir tahun 2004. Padahal, Hendarman baru menjabat sebagai Jampidsus pada 2005 dan baru menjadi Jaksa Agung pada dua tahun kemudian.

“Bagaimana bisa dikatakan presiden menyuruh Jaksa Agung pada akhir 2004. TK (Taufik Kiemas) sendiri tidak pernah diberitakan punya kasus di sini (Kejaksaan). Itu sesuatu yang tidak logis dan harus di-counter,” tegasnya.
Mahfud pun melanjutkan, dirinya juga tidak percaya jika Presiden dan keluarganya, menyalahgunakan jabatan wewenang yang dimiliki, untuk mengeruk keuntungan pribadi. Pernyataan tersebut didasarkan pada kedekatan antara dirinya dan Presiden. “Sejauh pengenalan saya pribadi terhadap Presiden dan keluarganya, saya tidak melihat sikap-sikap koruptif terkait penyalahgunaan jabatan untuk keuntungan finansial,” katanya. (ken/jpnn)