Home Blog Page 1559

Dua Hari Pembukaan Pendaftaran, Baru 3 Bacalon DPD Mendaftar, Parpol Nihil

Gedung KPUD Sumut di Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Jumat (9/3).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Dua hari sejak tanggal 1 dan 2 Mei 2023. Komisi Pemilihan Umum (KPU) Provinsi Sumut, mencatat sudah tiga bakal calon (bacalon) dewan perwakilan daerah (DPD) Daerah Pemilihan Sumatera Utara (Dapil Sumut), yang sudah mendaftarkan diri, untuk menjadi peserta pemilu tahun 2024.

Ketua KPU Sumut, Herdensi Adnin mengungkapkan tiga Bacalon DPD yang mendaftar itu, adalah Iskandar Batubara, Faisal Amri, dan Sabam parsaoran Parulian Manalu.

“Sudah tiga Bacalon DPD yang mendaftar, sedang partai politik belum ada yang mendaftar,” kata Herdensi saat dikonfirmasi Sumut Pos, Selasa (2/5).

Herdensi mengingatkan peserta Pemilu 2024, baik partai politik dan bacalon DPD untuk pendaftaran berlangsung 1 hingga 14 Mei 2023. Dari tanggal 1 sampai 13 Mei 2023, pendaftaran dibuka mulai pukul 08.00 WIB sampai pukul 16.00 WIB. Tanggal 14 Mei 2023, pukul 08.00 WIB sampai pukul 23.59 WIB.

“Pada dasarnya, kami keputusan KPU RI tentang jadwal penerimaan berkas bakal calon. Baik DPD, DPRD Sumut dan kabupaten/kota dari tanggal 1 sampai 14 Mei 2023,” papar Herdensi.

Herdensi menjelaskan dalam persiapan tahapan pendaftaran Bacaleg dan Bacalon DPD Dapil Sumut, pihaknya sudah melakukan sosialisasi kepada partai politik dan peserta pemilu tahun 2024.

“Persiapan kita sudah melakukan sosialisasi pendaftaran Bacaleg dan Bacalon DPD, mengenai syarat pencalonan dan syarat-syarat yang lain. Kita melakukan sosialisasi terkait, tanggal, jam pelaksanaan, help desk pelayanan untuk melayani seluruh peserta partai politik hingga perseorangan atau DPD,” ucap Herdensi.

Herdensi mengimbau untuk seluruh peserta pemilu pada pendaftaran Bacaleg dan bacalon DPD Dapil Sumut, untuk dapat melakukan konsultasi di help desk atau pelayanan dibuka di kantor KPU Sumut, di Medan.

“Jadi, untuk melakukan konsultasi. Ada hal-hal yang kurang paham secara detail, pencalonan,” ucap Herdensi.

Herdensi mengingatkan kepada Bacaleg dan Bacalon DPD untuk dapat memperhatikan syarat-syarat pendaftaran, tanggal, jam waktu pendaftaran. Sehingga ada berkas persyaratan yang kurang bisa diperbaiki dengan cepat. Sehingga tidak ditetapkan tidak memenuhi syarat (TMS) pendaftaran.

“Pertama mereka harus memperhatikan syarat-syarat pendaftaran, mereka harus perhatikan tanggal, jam waktu pendaftaran pencalonan. Kita berharap partai politik, bacalon DPD mendaftar pada hari-hari terakhir. Supaya kalau ada kesalahan, bisa langsung dilakukan perbaikan,” jelas Herdensi.

Herdensi mengimbau kepada partai politik dan bacalon DPD saat melakukan pendaftaran untuk tidak membawa massa terlalu banyak ke Kantor KPU Sumut saat mendaftar.

“Pertama pencalonan ini, dilakukan peserta pemilu, peserta legislatif itu dilakukan Ketua dan Sekretaris Partai. Pendaftaran itu, juga dilakukan secara aplikasi (Secara online), tidak terlalu banyak masa dari partai politik mengantar berkas pencalonan legislatif DPRD Sumut,” ucap Herdensi.

“Calon perseorangan atau DPD, kita harapkan jangan terlalu banyak membawa masa saat melakukan pendaftaran, cukup lah elemen yang penting saja,” sebut Herdensi.

Herdensi menjelaskan untuk tahapan pendaftaran Bacalon DPD Sumut, beberapa waktu lalu masih tahap menyerahkan berkas dukungan sebagai salah satu syarat untuk mendaftar.

“Kalau orang mau mencalonkan DPD, harus menyerahkan dulu berkas dukungan. Baru bisa mendaftar sebagai calon DPD, minimal syarat dukungan dan sebarannya,” pungkas Herdensi.(gus/azw)

Running Text Bus Trans Metro Deli Diretas

Ilustrasi

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Sebuah video yang menunjukkan kondisi running text Bus Trans Metro Deli diretas oknum tidak bertanggungjawab, viral di media sosial. Video itu diunggah oleh pemilik akun Instagram @sumatera_talk pada Selasa (2/5/2023)

Hal ini dapat terlihat dari layar running text bus Trans Metro Deli yang menunjukkan kata-kata tak senonoh. Padahal seharusnya, layar running text tersebut menunjukkan rute bus tersebut.

Pada unggahan tersebut terlihat jika satu unit Bus Trans Metro Deli tersebut tengah melintas di kawasan Jalan Stasiun Kereta Api, Medan. Terkait hal itu, Kepala Bagian Operasional Bus Trans Metro Deli, Jimmy Petrus Tamba, mengatakan bahwa peristiwa itu terjadi pada 29 April 2023 lalu. Jimmy pun mengaku jika pihaknya telah memberikan klarifikasi terkait hal itu.

“Itu kejadian beberapa hari lalu, kita juga menyampaikan klarifikasi di akun instagram kita,” ucap Jimmy, Selasa (2/5).

Menurut Jimmy, tulisan yang ada di running text Bus Trans Metro Deli tersebut bukan dilakukan oleh pihaknya, melainkan oleh oknum yang tidak bertanggungjawab. “Kata-kata yang ada di running text tersebut di hack (diretas) itu oleh orang-orang tak bertanggung jawab,” ujarnya.

Begitu ada kejadian, kata Jimmy, ia dan anggotanya langsung bergerak cepat untuk memperbaiki sistem tulisan di layar tersebut. “Hari itu juga, detik itu juga, tim kami langsung memperbaiki sistemnya. Jadi enggak lamanya kejadian itu, hanya dalam hitungan detik saja,” katanya.

Disebutkan Jimmy, saat ini pelaku yang melakukan hack running text tersebut belum juga tertangkap. Namun, pihaknya masih terus melakukan penelusuran terkait hal itu. “Belum, tapi tim kita masih menelusuri ini. Siapa dibalik kejadian itu. Apabila sudah dapat, kita akan serahkan ke pihak kepolisian untuk ditindak lanjuti,” ujarnya. Atas kejadian itu, Jimmy mewakili pengelola Bus Trans Metro Deli menyampaikan permintaan maafnya kepada seluruh masyarakat, khususnya warga Kota Medan atas kejadian tersebut.

“Mohon maaf kepada masyarakat Sumut, khususnya Kota Medan. Kami berjanji setelah terdeteksi, pelakunya akan segera kami proses ke pihak yang berwajib,” tuturnya.

Jimmy juga memohon kepada masyarakat untuk tidak lagi menyebarkan video running text Bus Trans Metro Deli tersebut. “Kami mohon agar tidak menyebar video itu lagi, karena itu ulah dari orang-orang tidak bertanggungjawab,” pungkasnya.

Sebelumnya dikonfirmasi Sumut Pos, Kabid Pengembangan Pengendalian dan Keselamatan Dishub Kota Medan, Ami Kholis Hasibuan, mengatakan bahwa Dishub Medan langsung menyampaikan kejadian tersebut ke pihak operator Bus Trans Metro Deli. “Itu kejadiannya sekitar empat hari lalu, sudah langsung kita sampaikan ke pihak operator,” kata Ami kepada Sumut Pos, (2/4).

Ami mengatakan, pihaknya telah mendapatkan penjelasan dari pihak operator bahwa sistem Bus Trans Metro Deli memang sedang di hack pada saat itu. Namun, kondisi itu telah diperbaiki.

“Bus yang sempat di-hack itu pun saat itu langsung di istirahatkan dan diperbaiki. Saat ini sudah bagus dan sudah kembali beroperasi,” pungkasnya.

Unggahan video tersebut pun menuai beragam komentar dari warganet yang menyoroti kejadian tersebut. Tak sedikit yang sempat mengira bahwa running text bus tersebut mengalami error.

“Kadang gak juga. bisa jadi keusilan pekerja pas di pool, lalu lupa dirubah kembali. Tau lah bagaimana iseng dan kurang kerjaannya masyarakat kita ini,” tulis @mandalarb.

“Itu bukan error tapi di hack.. mana mungkin error tulisannya begitu.. berfikir pintar ngab,” tulis @ludoking5816.

“Pak Bobby, tolong diusut itu, buat malu aja,” tulis @ediharyanto76.

“Bar-bar kali memang Medan ini,” tulis @mtma_sumut.

Seperti diketahui, video itu menunjukkan bus Trans Metro Deli yang tengah mengantre dengan kendaraan lainnya sebelum menurunkan dan mengangkut penumpang di halte Lapangan Merdeka.

Keberadaan Bus Trans Metro Deli itu seketika menjadi sorotan para penumpang yang menunggu di halte dan orang-orang yang melintas di sekitarnya.

Sebagai informasi, Teman Bus Medan atau Trans Metro Deli merupakan alternatif angkutan umum yang menjadi bagian dari program Teman Bus gagasan Kementerian Perhubungan Republik Indonesia melalui Direktorat Jenderal Perhubungan Darat.

Adapun koridor yang dilayani Bus Trans Metro Deli yakni Lapangan Merdeka – Pinangbaris, Lapangan Merdeka – Amplas, Lapangan Merdeka – Belawan, Lapangan Merdeka – Tuntungan, dan Lapangan Merdeka – Tembung. (map/ila)

Buka Masa Sidang Kedua Tahun 2023, DPRD Medan Fokus Penyelesaian Ranperda

PARIPURNA: Suasana sidang paripurna pembukaan masa sidang kedua Tahun 2023, Selasa (2/5).markus/sumutpos.

MEDAN, SUMUTPOS.CO – DPRD Kota Medan akan memprioritaskan fungsi legislasi di tahun 2023, khususnya pasa Masa Sidang Kedua Tahun 2023. Pada Masa Sidang Kedua Tahun 2023 ini, DPRD Kota Medan akan memfokuskan penyelesaian pembahasan Ranperda menjadi Perda.

Hal itu disampaikan Ketua DPRD Medan Hasyim SE saat memimpin sidang paripurna pembukaan masa sidang kedua Tahun 2023 di ruang rapat paripurna, Selasa (2/5).

Hasyim didampingi Wakil Ketua H Ihwan Ritonga dan Wakil Ketua Rajudin Sagala serta sejumlah anggota DPRD Medan. Juga hadir Sekretaris DPRD Medan, M Ali Sipahutar. “Di masa persidangan kedua tahun 2023 ini kegiatan prioritas kita pembahasan Ranperda,” ucap Hasyim.

Adapun Ranperda yang dimaksud, yakni Pembahasan Ranperda Kota Medan tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021. Kemudian, Pembahasan Ranperda yang sudah diharmonisasi oleh kementerian hukum dan HAM yaitu Pembahasan Ranpeda yang masuk dalam Propemperda Tahun 2023, seperti Ranperda Kota Medan tentang pajak dan retibusi daerah, Ranperda Kota Medan tentang persetujuan bangunan gedung, dan Ranperda Kota Medan tentang Perubahan atas Perda Kota Medan No.6 Tahun 2015 tentang pengelolaan persampahan.

Selanjutnya, pembahasan Ranperda yang sedang dalam proses pembahasan pansus, yaitu Ranperda Kota Medan tentang inovasi daerah. Perlu dilaksanakan perpanjangan mengingat masih ada beberapa pasal dan penambahan BAB.

“Sementara, Ranperda Kota Medan tentang perlindungan terhadap penyandang disabilitas dan lanjut usia, perlu dilaksanakan perpanjangan mengingat masih ada beberapa pasal dan penambahan BAB,” ujarnya.

Dijelaskannya, Ranperda Kota Medan tentang penyelenggaraan perlindungan anak di Kota Medan masih dalam proses pendalaman dalam finalisasi pembahasan pansus.

Sementara, Perubahan rancangan peraturan DPRD tentang Tata Tertib DPRD yang telah selesai pembahasannya dan sedang dalam proses pembahsan pimpinan DPRD, selanjutnya dapat difasilitasi ke Gubernur.

Rancangan peraturan DPRD tentang kode etik yang pembahasannya masih dalam proses pendalaman, dalam finalisasi pembahasan pansus.

“Pengelolaan barang milik daerah masih dalam proses pembahasan pansus dan Perlindungan dan pengembangan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) masih dalam proses pembahasan pansus,” katanya.

Lalu, Pelaksanaan penyusunan naskah akademik melalui Kementerian hukum dan HAM wilayah Sumatera Utara, yaitu Ranperda Kota Medan tentang tata cara penyusunan program pembentukan peraturan daerah, perlindungan dan penanganan penyakit menular udara dan tanggungjawab sosial perusahaan.

“Universitas Sumatera Utara yaitu Ranperda Kota Medan tentang ketahanan pangan, pembangunan kepemudaan dan pengelolaan zakat,” terangnya.

Selanjutnya, pelaksanaan sosialisasi produk hukum daerah Kota Medan melalui kegiatan penyerapan dan penghimpunan aspirasi masyarakat, dalam bentuk reses pimpinan dan anggota DPRD Kota Medan dan penyampaian laporan reses kedua tahun 2022 DPRD Kota Medan dari dapil I sampai V.

Berikutnya, penyusunan program kerja DPRD Kota Medan, Penyampaian KUA PPAS P APBD Tahun 2022 dan R APBD Tahun Anggaran 2023. Pembahasan Ranperda tentang P APBD Tahun 2022, Peringatan hari jadi Kota Medan yang ke – 433, Peringatan HUT RI yang ke – 78 dan agenda AKD dan AKD lainnya yang dianggap penting. (map/ila)

Pansus Ranperda Kepariwisataan Sumut Susun Jadwal Kerja

Ketua Pansus Ahmad Hadian

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Panitia Khusus (Pansus) Ranperda Kepariwisataan DPRD Sumatera Utara (Sumut) menggelar rapat koordinasi di DPRD Sumut, Jalan Imam Bonjol Medan, Selasa (2/5). Rapat dipimpin Ketua Pansus Ahmad Hadian (PKS) didampingi Wakil Ketua Ahmad Fauzan.

Dikatakan Hadian, Pansus yang dibentuk 17 April 2023 lalu lewat paripurna ini, akan membahas Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Standarisasi Sistem Kepariwisataan Sumut. Pansus sendiri berjumlah 20 orang.

“Rapat hari ini, merupakan rapat koordinasi perdana dengan agenda menyamakan persepsi semua anggota Pansus yang berjumlah 20 orang utusan dari semua fraksi serta menyusun jadwal kerja untuk masa enam bulan ke depan,” kata anggota Komisi B ini.

Tujuan dibentuknya Pansus, kata Hadian, adalah fokus membahas dan mendalami kajian akademik yang sudah dibuat Universitas Sumatera Utara dan melakukan pengayaan bersama stake holder terkait seperti Dinas Kebudayaan dan Pariwisata, Biro Hukum Pemprovsu, BPODT serta organisasi organisasi profesi kepariwisataan yang ada di Sumut seperti PHRI, ASITA, Perhimpunan Pramuwisata, Politeknik Kepariwisataan Sumut dan lain lain.

“Potensi pariwisata di Sumut sesungguhnya sangatlah besar dan mampu menjadi sumber penghasilan asli daerah jika dikelola dengan baik dan profesional. Namun sayang, hingga hari ini, kita belum benar-benar serius melakukannya. Terbukti masih banyak objek wisata yang terkesan apa adanya, kebanyakan hanya mengandalkan kebaikan alam tanpa ditunjang dengan atraksi atraksi yang menarik serta fasilitas pendukung yang memadai,” terang Sekretaris Fraksi PKS ini.

Padahal, dalam konsep pengelolaan pariwisata, lanjut Hadian, ada acuan baku yang harus dijalankan yaitu setiap objek wisata harus memiliki 3 A : Atraksi yang menarik, berupa keunikan alam atau tampilan yang bisa dinikmati pengunjung seperti tampilan budaya, seni dan kearifan lokal lainnya. Lalu Aksesibitas yaitu sarana transportasi yang baik menuju ke objek wisata tersebut dan terakhir Amenitas yaitu fasilitas pendukung lain yang bisa menyediakan keamanan dan kenyamanan bagi semua wisatawan. Termasuk ke dalam Amenitas ini adalah sarana ibadah, keramah tamahan pelaku usaha wisata, dan penghargaan terhadap segala hak hak wisatawan.

“Di sisi lain Ranperda ini diharapkan bisa menjadi acuan nantinya bagi pemerintah kota dan kabuparen se Sumut untuk membangkitkan industri pariwisata di daerah masing masing termasuk dalam pembinaan bagi seluruh stake holder pariwisata seperti hotel dan restoran, para pemandu wisata serta penduduk sekitar objek wisata agar semuanya memiliki visi yang sama dalam mengembangkan pariwisata Sumut.Ranperda ini disetujui oleh rapat paripurna setelah pada tahun sebelumnya diajukan sebagai inisiatif Komisi B dimana Ahmad Hadian yang saat itu selaku Sekretaris Komisi B sebagai salah satu inisiatornya.

“Perjalanannya agak panjang memang, sempat tertunda persetujuannya. Namun alhamdulillah sekarang sudah resmi kita bahas, semoga akan bermanfaat bagi Sumatra Utara,” tandas Hadian. (mbc/ila)

Tampilkan Pakaian Adat Multietnis dan Bakat Siswa

PAKAIAN ADAT: Wali Kota Medan Bobby Nasution mengenakan pakaian adat Karo, menyalami para Kepala Sekolah se-Kota Medan yang hadir pada kegiatan Hardiknas, Selasa (2/5).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Pakaian Adat Multietnis yang dikenakan para peserta Upacara Bendera dalam rangka memperingati Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) tahun 2023 yang digelar Pemko Medan di halaman kantor Wali Kota Medann menyemarakkan peringatan Hardiknas, Selasa (2/5). Selain itu kemeriahan Hardiknas juga bertambah dengan penampilan bakat Siswa- Siswi SMP di Kota Medan.

Wali Kota Medan Bobby Nasution yang menjadi inspektur Upacara Bendera peringatan Hardiknas tampak gagah memimpin jalannya upacara dengan mengenakan pakaian Adat Karo. Sementara itu Wakil Wali Kota Medan Aulia Rachman memilih mengenakan baju adat Melayu. Turut hadir juga Sekda Wiriya Alrahman, Para Asisten, Pimpinan Perangkat Daerah dan Camat se- Kota Medan, Kepala Sekolah SD dan SMP serta Siswa- Siswi SMP yang menjadi peserta Upacara.

Dalam membacakan sambutan Menteri Pendidikan Kebudayaan Riset dan Teknologi Republik Indonesia Nadiem Anwar Makarim, Wali Kota Medan Bobby Nasution mengatakan selama tiga tahun terakhir perubahan besar terjadi di sekitar kita, dimana sebanyak 24 episode Merdeka Belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita cita leluhur Ki Hadjar Dewantara yaitu pendidikan yang menuntun bakat, minat dan potensi peserta didik.

“Anak – anak kita sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktifitas pembelajaran mereka dinilai lebih holistik oleh gurunya. Selain itu dulunya Kepala Sekolah sulit memonitor kualitas pendidikannya, sekarang dapat menggunakan data asesmen nasional di Paltform Rapor Pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas pelayanan pendidikan,” kata Bobby Nasution.

Dijelaskan Bobby Nasution, para guru sekarang berlomba-lomba untuk berbagi dan berkarya dengan hadirnya platform Merdeka Belajar. Artinya guru saat ini lebih bebas untuk berinovasi. Selain itu seleksi perguruan tinggi negeri pun sekarang fokus pada kemampuan literasi dan bernalar.

“Di jenjang Perguruan Tinggi, mahasiswa sekarang bisa melanglang buana mencari pengetahuan dan pengalaman di luar kampus dengan hadirnya program Kampus Merdeka,” ujar Bobby Nasution.

Usai pelaksanaan Upacara Bendera, Peringatan Hardiknas diisi dengan penampilan bakat Siswa- Siswi SMP di Kota Medan. Raymond Ginting (12) , siswa kelas VII SMP Negeri 3 Medan membuat suasana peringatan Hardiknas semakin meriah dan berhasil menghibur peserta upacara dengan suara bagusnya membawakan lagu berjudul Ojo Dibandingke. Kemudian bersama kedua temannya Raymond yang mengaku sudah memiliki bakat bernyanyi dari umur 5 tahun ini membawakan lagu berjudul Anak Medan dan Biring Manggis.

Selanjutnya Bakat lainnya juga ditampilkan oleh para Siswa- Siswi dari SMP Negeri 1 Medan. Mereka menampilkan tarian Multietnis dengan seragam kompak bernuansa warna hitam.

Terlihat Wali Kota Medan Bobby Nasution juga berjalan menyapa satu persatu seluruh peserta upacara. Hampir setiap peserta meminta Bobby Nasution untuk berfoto bersama mengabadikan momen di Peringatan Hardiknas tahun 2023.

Salah seorang peserta upacara Zulham Efendi yang juga sebagai Kepala Sekolah SDN 064984 Medan Helvetia, memaknai Peringatan Hardiknas ini sebagai lahirnya perjuangan tokoh pendidikan di Indonesia yakni Ki Hadjar Dewantara. Menurutnya beliau mampu memperjuangkan pendidikan di Indonesia lebih maju dan lebih memerdekakan manusia.

“Saya berharap peringatan Hardiknas ini dapat memicu seluruh tokoh pendidikan di Kota Medan dapat terus menebar kebaikan untuk pendidikan termasuk mewujudkan program Merdeka Belajar. Untuk peserta didik saya berharap anak didik dapat lebih kreatif dan mandiri serta lebih cerdas dalam menentukan prestasi mereka sehingga mereka menjadi generasi emas kedepannya,” harapnya.

Sedangkan para Kepala Sekolah yang tergabung dalam Masyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) kota Medan melalui momentum Peringatan Hardiknas tahun 2023 ini bertekad akan Bergerak Bersama Semarakkan Merdeka Belajar sesuai dengan Program Pendidikan Republik Indonesia. (map/ila)

Gubernur Ingatkan Sejarah Bangsa Melayu Melawan Penindasan

SAMBUTAN: Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, saat menyampaikan sambutan pada Halal Bihalal 1444 Hijriah Keluarga Besar Kesultanan Asahan di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Medan, Sabtu (29/4).

MEDAN, SUMUTPOS.CO – Gubernur Sumut Edy Rahmayadi, menyambut kehadiran Keluarga Besar Kesultanan Asahan dalam rangka Halal Bihalal 1444 Hijriah di Aula Tengku Rizal Nurdin, Rumah Dinas Gubernur Sumut, Jalan Sudirman Nomor 41 Medan, Sabtu (29/4) lalu.

Hadir di antaranya Tuanku Kamal Abraham Abdul Djalil Rahmadsyah Alhaj, Sultan Asahan 12, Sultan Langkat, Deli, Serdang, Dato’ Prof Djohar Arifin, serta tokoh Melayu lainnya, bersama seratusan keluarga besar Kesultanan Asahan.

Dalam sambutannya, Edy menyampaikan, keberadaan bangsa Melayu, khusunya di Pantai Timur Sumut, membuktikan betapa peran kerajaan atau kesultanan yang ada di sepanjang jalur pesisir ini, mengiringi perkembangan peradaban masyarakat. Warisan budaya yang ada sampai sekarang, merupakan peninggalan sejarah serta simbol keberadaan suku ini di tengah masyarakat.

“Saya ingin semua kesultanan Melayu ini, mulai dari Langkat sampai ke Labuhan, bersatu dan saling menguatkan,” harap Edy.

Khusus untuk Kesultanan Asahan, Edy menyampaikan, tentang banyaknya peninggalan sejarah peradaban Melayu, seperti di Kabupaten Asahan maupun Kota Tanjungbalai, yang dulunya merupakan satu wilayah administratif.

Selain itu, Edy juga telah merencanakan bagaimana pakaian khas Melayu, Teluk Belanga dan Baju Kurung, bisa dijadikan seragam bagi pegawai setiap satu hari dalam sepekan. Sehingga budaya Melayu tetap lestari hingga masa mendatang. “Saya minta waktu nanti kita ketemu membahas ini (penguatan budaya Melayu) bersama, semua tokoh-tokoh Melayu di Sumut,” harapnya, seraya menyampaikan ucapan selamat Idul Fitri 1444 Hijriah kepada hadirin keluarga besar Kesultanan Asahan dan para undangan.

Sementara Sultan Asahan 12, Tuanku Kamal Abraham Abdul Djalil Rahmadsyah Alhaj, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih kepada Gubernur Sumut, yang memberikan perhatian terhadap perkembangan kebudayaan Melayu, serta keberadaan penerus kesultanan Melayu, khususnya Asahan.

“Terima kasih kepada Gubernur yang telah memfasilitasi tempat ini untuk acara Halal Bihalal Keluarga Besar Kesultanan Asahan. Semoga kita bertemu lagi pada Ramadan berikutnya,” katanya.

Selain itu, Tuanku Kamal juga mengatakan, banyak sekali peninggalan sejarah kesultanan yang ada di Kabupaten Asahan maupun Kota Tanjungbalai. Mengingat kedudukan kerajaan yang berasal dari Kesultanan Iskandar Muda berada di wilayah ini.

“Kami ingin peninggalan yang masih ada seperti Istana dan Masjid Raya di Tanjungbalai itu, bisa dijadikan warisan budaya (dirawat). Kepada pemerintah setempat sudah kami sampaikan hal itu, semoga bisa diwujudkan. Sebab kondisinya perlu perbaikan. Apalagi Pak Gubernur juga mendukung hal itu,” jelasnya lagi.

Usai sambutan, acara diisi dengan makan bersama dan mendengarkan hiburan lagu-lagu Melayu Asahan. Serta ditutup dengan Tausyiah oleh Ustad Abdul Muhadir Ritonga. (rel/saz)

Jadi Irup Peringatan Otda 2023, Dimiyathi Minta Ini Jadi Momentum Evaluasi

IRUP: Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi saat menjadi inspektur upacara dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah 2023. Sopian/Sumut Pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Pj Wali Kota Tebingtinggi Muhammad Dimiyathi, menjadi inspektur upacara (irup) dalam Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-27 2023 dengan tema ‘Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul’ di halaman Kantor Balai Kota Jalan Sutomo Kota Tebingtinggi, Selasa (2/5).

Usai pelaksanaan upacara, Dimiyathi mengatakan, Hari Otda yang diperingati setiap 29 April ini, merupakan momentum dalam rangka mengevaluasi sejauh mana Otda sudah melaksanakan kewenangan-kewenangan yang sudah diberikan oleh pemerintah pusat kepada pemerintah daerah.

“Sebagaimana amanat Mendagri, urusan konkuren yang merupakan urusan wajib, baik itu pelayanan dasar maupun nonpelayanan dasar adalah urusan yang harus dilaksanakan dalam rangka melaksanakan pemerintahan, pembangunan, untuk peningkatan kesejahteraan masyarakat,” ungkap Dimiyathi.

Dimiyathi juga mengatakan, upacara ini diharapkan sebagai evaluasi penyelenggaraan Otda itu sendiri, yang nanti akan tertuang dalam Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah, yang setiap tahunnya menjadi kewajiban pemerintah daerah memberi laporan kepada pemerintah pusat.

Sebelumnya, Dimiyathi membacakan sambutan Mendagri Tito Karnavian, yang menyatakan, tujuan Otda pada hakekatnya adalah pemberian sebagian besar kewenangan, khususnya kewenangan konkuren yang diberikan kepada daerah. Dengan dilaksanakannya Otda, sistem pemerintahan yang pada awalnya masa Orde Baru bersifat sentralistik, berubah menjadi desentralisasi, namun bukan merupakan desentralisasi penuh melainkan desentralisasi sebagian.

“Pada masa ini jumlah Daerah Otonomi Baru (DOB) yang terbentuk ada sebanyak 4 provinsi, yang meliputi Papua Pegunungan, Papua Tengah, Papua Selatan, dan Papua Barat Daya. Hingga 2023, daerah otonomi di Indonesia berjumlah 38 provinsi, 415 kabupaten, dan 93 kota, sebagai satu kesatuan dalam kebijakan desentralisasi dan Otda yang akan terus berjalan,” beber Dimiyathi.

Pada sisi lain, capaian pelaksanaan Otda juga telah memberikan dampak positif, khususnya pada masa kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Hal tersebut dibuktikan dengan keberhasilan pemerintah daerah dalam mendukung program nasional, seperti menurunnya angka kemiskinan 2022 mencapai 9,57 persen, penurunan stunting tercatat sebesar 21,6 persen turun sebesar 36,4 persen dibanding 2015. Hingga Angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM) 2022 yang mengalami peningkatan pada angka 72,91 persen. (ian/saz)

Personel Polres Tebingtinggi Mobile Amankan Titik-titik Keramaian

PATROLI: Personel jajaran Polres Tebingtinggi saat melakukan pengamanan secara mobile di tempat-tempat keramaian wilayah Polres Tebingtinggi. Sopian/Sumut Pos.

TEBINGTINGGI, SUMUTPOS.CO – Baik menggunakan kendaraan roda 4 dan maupun sepeda motor, jajaran Polres Tebingtinggi melakukan pemantaun kekondusifan wilayah hukum Polres Tebingtinggi secara mobile di titik tempat berkumpulnya masyarakat, Senin (1/5) lalu.

Kegiatan patroli dilakukan di beberapa tempat, seperti pasar tradisional, yakni Pasar Gambir, Hongkong, Inpres, Ramayana Departemen Store, dan Irian Supermarket, serta SPBU di Kota Tebingtinggi. Sedangkan imbauan yang dilakukan oleh pihak kepolisian kepada masyarakat, yakni agar tetap awas atas tindakan kriminal yang mungkin terjadi.

Bukan hanya di pasar, pengamanan juga dilakukan di tempat keramaian lainnya. Seperti di stasiun kereta api, lokasi wisata, pos pelayanan Operasi Ketupat Toba 2023, dan lokasi keramaian lainnya di wilayah hukum Polres Tebingtinggi.

Kasi Humas Polres Tebingtinggi, AKP Agus Arianto mengatakan, pengamanan secara mobile yang dilakukan pihaknya, dalam rangka memberikan pengamanan kepada masyarakat yang menjalankan rutinitas dan merayakan hari Raya Idul Fitri 1444 Hijriah.

“Personel yang langsung turun ke lapangan memberikan imbauan kepada masyarakat untuk tetap awas terhadap berbagai tindak kejahatan. Bila melihat tindakan kriminalitas, masyarakat diimbau segera melapor kepada pihak kepolisian untuk ditindaklanjuti,” ungkap Agus.

Sedangkan bagi masyarakat yang melakukan liburan bersama keluarga, seperti di kawasan pemandian Batu Nonggol, Sipispis, untuk tetap awas dan menjaga keluarga, karena di daerah Pemandian Simbahe dilanda banjir bandang.

“Masyarakat juga harus mematuhi apa yang sudah dibuat pihak pemilik pemandian, apabila ada peringatan naiknya air sungai, untuk segera naik ke tempat yang lebih tinggi, terutama yang memiliki anak kecil, agar lebih awas,” tegas Agus lagi.

Agus kembali mengimbau bagi pengemudi yang masih melakukan kegiatan arus mudik dan balik, apabila merasa lelah, agar beristirahat di rest area yang sudah disediakan, jangan perjalanan dipaksa karena bisa membahayakan penumpang.

“Patuhi rambu rambu lalu lintas, kontrol laju kendaraan anda. Lengkapi surat-surat dan selalu cek kondisi kendaraan anda, apakah layak berjalan atau tidak. Karena keluarga di kota atau kampung menanti kita,” pungkasnya. (ian/saz)

Langkat Peringati Hari Pendidikan Nasional & Otonomi Daerah

LANGKAT, SUMUTPOS.CO – Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Langkat H.Syah Afandin SH pimpin upacara peringatan Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) dan Peringatan Hari Otonomi Daerah (Otda) ke-27 Tingkat Kabupaten Langkat Tahun 2023 di Halaman Kantor Bupati Langkat, Selasa (2/5/2023). Bertindak selaku perwira upacara Kabag Tapem H Surianto SSos, dan Komandan Upacara Kabag Adm Pembangunan David Helgod Pardede SIP, MSP.

Plt Bupati Langkat pada sambutannya mengatakan, selama tiga tahun terakhir perubahan besar terjadi di sekitar kita di mana-mana dari ujung barat sampai ujung timur Indonesia. Sebanyak 24 episode merdeka belajar yang sudah diluncurkan membawa kita semakin dekat dengan cita-cita luhur Ki Hajar Dewantara yaitu pendidikan yang menuntun bakat minat dan potensi peserta didik agar mampu mencapai keselamatan dan kebahagiaan yang setinggi-tingginya sebagai seorang manusia dan sebagai anggota masyarakat.

Menurut Afandin, peserta didik sekarang bisa belajar dengan lebih tenang karena aktivitas pembelajaran dinilai secara lebih holistik oleh gurunya sendiri. para kepala sekolah dan kepala daerah yang dulu kesulitan memonitor kualitas pendidikannya sekarang dapat menggunakan data asesment nasional di platform rapor pendidikan untuk melakukan perbaikan kualitas layanan pendidikan.

Para guru sekarang berlomba-lomba berbagi dan berkarya dengan hadirnya platform mereka belajar. Selain itu guru-guru yang dulu diikat berbagai peraturan yang kaku sekarang lebih bebas berinovasi di kelas dengan hadirnya kurikulum merdeka.

“Mari kita semarakkan hari ini dengan semangat untuk meneruskan perwujudan merdeka belajar. Mendidik generasi pelajar Pancasila yang cerdas berkarakter dan membawa Indonesia melompat ke masa depan dengan pendidikan yang memerdekakan,” sebutnya.

Selain memperingati Hari Pendidikan Nasional, lanjut Afandin, kita juga memperingati hari otonomi daerah ke-27. Setiap tanggal 25 April diperingati sebagai Hari Otonomi Daerah. Hari Otonomi Daerah ini ditetapkan berdasarkan Keputusan Presiden RI Nomor 11 Tahun 1996, tanggal 25 April ditetapkan sebagai Hari Otonomi Daerah, dalam rangka memasyarakatkan dan memantapkan pelaksanaan Otonomi Daerah.

Setiap tahunnya perayaan ini memiliki tema yang berbeda-beda. Untuk tahun ini tema besar yang diusung yakni “Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul”. Tujuan otonomi daerah, ungkap Afandin, pada hakekatnya adalah pemberian sebagian besar kewenangan konkuren yang yang diberikan kepada daerah, dengan dilaksanakannya otonomi daerah sistem pemerintahan yang awalnya pada masa orde baru bersifat sentralistik berubah menjadi desentralistik. Namun bukan merupakan desentralisasi penuh melainkan desentralisasi sebagian. “Kita semua berharap agar apa yang menjadi tujuan otonomi daerah sebagaimana filosofi pembentukan dapat terwujud di semua daerah,” harapnya.

Turut hadir Sekda Kabupaten Langkat, Para Asisten Setda Kabupaten Langkat, para Staf Ahli Bupati, Kepala Perangkat Daerah Kabupaten Langkat, Camat se-Kabupaten Langkat, PGRI Kabupaten Langkat, Para Siswa/Siswi SD/SMP/SMA Kabupaten Langkat. (mag-6)

Pemkab Karo Peringati Otda

PERINGATI: Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang memimpin Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27 2023, di Halaman Kantor Bupati Karo, Sabtu (29/4).Solideo/Sumut Pos.

KARO, SUMUTPOS.CO – Pemkab Karo melaksanakan Upacara Peringatan Hari Otonomi Daerah ke-27 2023, yang digelar di Halaman Kantor Bupati Karo, Sabtu (29/4) lalu.

Bupati Karo Cory Sriwaty Sebayang, bertindak selaku inspektur upacara dalam peringatan yang mengusung tema ‘Otonomi Daerah Maju, Indonesia Unggul’ itu.

Dalam amanat Menteri Dalam Negeri (Mendagri) yang dibacakan, Cory menyampaikan, upacara peringatan Hari Otda ini, mengingatkan kembali dan memahami esensi filosofis dari ditetapkannya otda yang saat ini genap berusia 27 tahun.

“Tujuan dilaksanakannya otda dengan mendesentralisasikan sebagian kewenangan, sejatinya untuk menjadikan daerah mencapai kemandirian fiskal, dengan menggali berbagai potensi sumber daya yang dapat meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), serta memacu terjadinya percepatan dan pemerataan pembangunan,” ungkap Cory.

Mendagri melalui Cory, juga menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada daerah-daerah otonom baru, yang telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya.

“Pada kesempatan yang baik ini, izinkan saya menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada daerah-daerah otonom baru yang telah berhasil meningkatkan PAD dan kemampuan fiskalnya. Peningkatan tersebut diharapkan agar dimanfaatkan untuk program pembangunan dan kesejahteraan masyarakat. Sehingga dapat meningkatkan angka Indeks Pembangunan Manusia (IPM), menurunkan angka kemiskinan, meningkatkan konektivitas, serta akses infrastruktur yang baik, dan lainnya,” tuturnya.

Upacara ini turut dihadiri jajaran Forkompimda Karo, beserta para pejabat dan Aparatur Sipil Negara (ASN) lingkup Pemkab Karo. (deo/saz)