25 C
Medan
Friday, April 3, 2026
Home Blog Page 15639

Jadi Jurtul Kim, Pengangguran Ditangkap

TEBING TINGGI- Dua juru tulis judi Kim berhasil ditangkap di tempat terpisah. Nurmansyah Daud Sinaga alias Kinoi (38), warga Desa Binjai, Kecamtan Tebing Syahbandar, Sergai ditangkap personel Polsek Tebing Tinggi. Sementara Adi Wijayo alias Jaya (56), warga Jalan Sei Suka, Kelurahan Durian, Kecamatan Bajenis, Kota Tebing Tinggi ditangkap personel Polsek Padang Hulu Tebing Tinggi.

Dari tangan tersangka, polisi berhasil mengamankan sejumlah barang bukti di antaranya, satu buah buku tafsir mimpi, satu buku tulis, kertas tebakan angka yang bertuliskan nomor-nomor Kim, satu kalkulator dan uang tunai senilai Rp45.000.

Tertangkapnya tersangka Kinoi saat sedang menulis Kim dirumahnya, Jumat (25/2) pukul 21.30 WIB.(mag-3)
Tersangka Kinoi mengaku menjadi jurtul Kim karena menganggur. Pekerjaan ini dilakoninya selama 3 bulan. “Bagaimana lah Bang, cari duit sekarang susah, anak dan istri mau makan. Tak mungkin aku mencuri dan merampok, yah terpaksalah nulis kim, lumayan dapat Rp35.000 per malam dari omset penjualan,” kata Kinoi kepada wartawan koran ini, Sabtu (26/2) pagi.

Sementara itu Kapolsek Tebing Tinggi, AKP HE Harahap mengatakan, pelaku ditangkap berkat informasi warga bahwa tersangka menjadi jurtul Kim.(mag-3)

Pinkan Mambo Keranjingan Fesyen dan Bola

JAKARTA-Hubungan asmara Pinkan Mambo dengan pesepakbola Febrianto tampak semakin mesra.
Setelah pacaran dengan Febrianto, pesepakbola asal klub Medan Chiefs, Pinkan jadi mengganduri soal fesyen dan bola. Selain jago bola, sang pacar rupanya ahli urusan fesyen.

Karenanya tidak hanya urusan asmara, Pinkan curhat dengan Febrianto. Soal fesyen, Pinkan juga selalu meminta pendapat kepada sang pacar. “Dia menjadi salah satu konsultan juga untuk style aku. Karena selera fesyen dia itu bagus. Itu jadi memotivasi aku untuk aku memilih warna apa,” ungkap Pinkan saat dijumpai di Senayan City, Jakarta, Kamis (24/2), malam.

Meski pemain sepakbola, Pinkan menilai kekasihnya cukup mengerti perkembangan dan tren fesyen. Masukan sang pacar, katanya, selalu menjadi pertimbangan. “Pacarku itu lebih fesyen daripada aku. Jadi ketika aku ganti warna dia salah satu pengamat di dalam hidupku juga,” bebernya.

Namun begitu, sebagai seorang entertainer Pinkan tetap mengutamakan penampilan untuk pekerjaan bukan menyenangkan kekasihnya semata.”Bagian pertama tetap kerja. Karena kerja yang memberikan aku hidup bisa ada di sini. Kerja kan menjaga kepercayaan orang. Kepercayaan itu yang memotivasi aku untuk menampilkan yang terbaik,” paparnya.

Berharap Febri juga sukses di lapangan hijau, Pinkan juga selalu mendoakan kekasihnya. Ia berdoa agar Febri yang merumput di klub Medan Chiefs selalu mencetak gol saat berlaga di lapangan. “Aku selalu dukung dengan doa, karena aku mau setiap dia main selalu cetak gol,” ujarnya.

Selain berdoa, pelantun tembang Kekasih Tak Dianggap ini, juga tak lupa selalu mengingatkan Febri untuk berdoa.
“Sebelum tanding aku juga selalu ingetin dia, bahwa Tuhan itu nomor satu nomor dua itu baru pekerjaan,” terangnya. Pinkan menambahkan, kini ia jadi tahu dan suka dengan sepakbola sejak berpacaran dengan Febri.
Bahkan ia sering main bola bareng saat libur bersama. “Sekarang aku jadi tahu seninya bola, kadang aku juga datang pas pertandingan dia. Kadang kita main bola di halaman kalau lagi libur,” tutupnya. (net/jpnn)

Polisi Tangkap Satu Tersangka Lagi Terkait Kerusuhan Ahmadiyah

SERANG- Polda Banten terus memburu tersangka kasus penyerangan terhadap Jamaah Ahmadiyah Indonesia (JAI) di Cikeusik, Pandeglang. Aparat kembali menangkap seorang tersangka berinisial Y alias O yang eksodus ke rumah kerabatnya di Kecamatan Cibaliung, Pandeglang. Dengan tertangkapnya Y alias O, jumlah tersangka dari kasus penyerangan terhadap JAI menjadi sepuluh orang. Sebelumnya, Polda Banten menetapkan dan menahan sembilan orang tersangka dalam bentrokan berdarah warga dengan JAI. Sembilan orang tersangka itu adalah KHM, Y, Uj, M, dan E yang berkasnya sudah diserahkan ke Kejati Banten, serta S, U, D, dan A.  Hingga kini, tim penyidik sudah memeriksa 103 saksi terkait kasus penyerangan JAI. Sepuluh orang di antara mereka adalah anggota dan perwira polisi. Di bagian lain, berdasar pengakuan warga Cikeusik, sejak terjadinya kasus berdarah di Desa Umbulan, Kecamatan Cikeusik, Pandeglang, tidak sedikit kepala keluarga (KK) di wilayah Cikeusik, Cibaliung, dan sekitarnya eksodus ke sejumlah daerah lantaran takut diciduk aparat polisi.

Bahkan, tidak sedikit warga yang takut berbicara dengan orang asing. Terlebih perihal bentrok di Kampung Babakan Pendeuy, Umbulan, Cikeusik, Pandeglang. “Dua tiga hari setelah kejadian bentrok itu banyak keluarga yang ditinggalkan suami. Mereka  takut jadi orang yang salah tangkap,” ujar Wijaya, warga Kadutanggay, Desa Purwaraja, Kecamatan Menes, Pandeglang. Apa lagi setelah Uj “mengenakan jaket hitam dan berpita biru sebagaimana terekam video amatir yang beredar di masyaraka” ditangkap petugas.

Kabidhumas Polda Banten AKBP Gunawan membenarkan penangkapan atas nama Y alias O di rumah kerabatnya di Kecamatan Cibaliung, Kabupaten Pandeglang, sekitar pukul 05.00 Jumat (24/2). Menurut dia, Y merupakan salah seorang tersangka yang melakukan kekerasan terhadap JAI hingga tewas beberapa waktu lalu. “Kami belum melakukan penahanan. Ada beberapa keterangan yang masih kami dalami,” ujar Gunawan.

Dari Simalungun, Sumatera Utara ada 7 KK (Kepala Keluarga) yang tercatat sebagai penganut ajaran Ahmadiyah di Nagori Kandangan Kecamatan Pamatang Bandar Kabupaten Simalungun. Selama ini para penganut ajaran Ahmadiyah ini selalu tertutup dengan masyarakat sekitar. “Di Nagori Kandangan ini, ada tujuh KK mulai dari anak-anak hingga orangtua. Kalau untuk jumlah mungkin ada sekitar 23 orang. Jumlah ini sudah jauh berkurang dibanding tahun lalu,”kata Kepala KUA Kecamatan Pamatang Bandar Yardi SAg.(ral/smg)

Selandia Baru, Korban Gempa 145 Jiwa

CHRISTCHURCH- Jumlah korban tewas akibat gempa yang melanda Selandia Baru bertambah menjadi 145 orang. Sementara 200 warga lainnya dikhawatirkan masih hilang.

Polisi mengatakan telah menemukan 145 jasad para korban gempa yang melanda Kota Christchurch, Selandia Baru pada Selasa (23/2) lalu.

Gempa berkekuatan 6,3 skala richter tersebut menyebabkan sebagian besar kota Christchurch porak poranda.
“Bencana ini bisa dikatakan salah satu yang terburuk pernah melanda Selandia Baru,” ungkap Perdana Menteri Selandia Baru John Key seperti dikutip AFP, Sabtu (26/2).

Key juga mengumumkan rakyatnya untuk memberikan penghormatan selama dua menit kepada korban gempa pada Selasa 1 Maret mendatang.

“Jumlah korban hilang hingga kini diperkirakan mencapai lebih dari 200 orang,” ucap Kepala Polisi Dave Cliff.
Sementara proses pencarian terhadap korban hilang hingga saat ini masih dilakukan oleh regu penyelamat. Sedangkan pasokan listrik bagi kota berpenduduk 390 ribu jiwa tersebut saat ini sudah dapat berjalan normal.
Kondisi ini tentunya dapat mempermudah pekerjaan regu penyelamat dalam mencari korban. Sejak pekan lalu, hingga saat ini 70 orang dikabarkan berhasil diselamatkan.(net/jpnn)

Dua Kali Menjabat, Bisa Calon Lagi

JAKARTA- Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Gamawan Fauzi memang baru saja melarang kepala daerah yang sudah menjabat dua periode untuk maju lagi, meski hanya sebagai wakil. Namun, Kemendagri tidak bisa melarang beberapa kepala daerah yang telanjur mencalonkan diri untuk kali ketiga sebelum ada pengesahan undang-undang soal itu.
“Bagi yang sudah mencalonkan diri (sebelum pengesahan undang-undang), silakan saja. Belum ada yang melarang,” ujar Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) Kemendagri Reydonnyzar Moenek kepada Jawa Pos kemarin (26/2).
Memang, ada beberapa kepala daerah yang sudah menjabat dua periode lalu kembali mencalonkan diri sebagai wakil wali kota. Misalnya, Bambang Dwi Hartono. Dia pernah menjabat wali kota Surabaya dalam dua periode. Nah, pada periode 2010-2015, dia mencalonkan diri sebagai wakil wali kota dan berhasil memenangi pilkada. “Yang saya tahu baru Pak Bambang (Bambang DH) yang terpilih sebagai wakil,” ucap pria yang akrab disapa Donny itu.

Mengikuti jejak Bambang, beberapa kepala daerah pun mencoba peruntungan menjadi wakil kepala daerah. Diantaranya, Bupati Tuban Haeny Relawati Rini Widyastuti. Pada periode 2011-2016, dia mencalonkan diri sebagai wakil bupati. Padahal dua periode sebelumnya dirinya duduk sebagai bupati Tuban. “Selain itu, ada HB Paliudju yang sudah dua periode menjabat Gubernur Sulteng. Yakni pada 1996-2001 dan 2006- 2011. Kini, dia kembali mencoba peruntungan menjadi wakil gubernur dalam masa jabatan 2011-2016.

Donny mengungkapkan, selama undang-undang yang melarang kepala daerah maju untuk kali ketiga sebagai wakil kepala daerah belum diketuk, tidak ada larangan untuk mencalonkan diri. Namun, kata dia, sebaiknya hal itu tidak dilakukan karena akan berpotensi menimbulkan masalah. “Sudahlah, berikan kesempatan untuk yang lain,” ujarnya.
Sebelumnya, Mendagri Gamawan Fauzi menegaskan akan melarang para kepala daerah yang sudah menjabat dua periode untuk maju lagi sebagai wakil. Menurut dia, kemudaratan majunya kepala daerah untuk periode ketiga itu lebih banyak. Dia merencanakan, aturan yang melarang kepala daerah maju untuk kali ketiga itu akan dituangkan dalam revisi UU No 32/2004 tentang Pemerintahan Daerah dan UU No 10/2008 tentang Pemilu.Dalam UU tersebut, akan diatur bahwa kepala daerah dan wakilnya merupakan satu lembaga. “Jadi, bisa kita artikan, jika sudah dua kali menjabat sebagai kepala daerah, tidak akan diperbolehkan menjabat wakil periode ketiga,” ucapnya. (kuh/jpnn)
mantan bupati Solok itu. (kuh/c5/agm/jpnn)

Jangan Sampai Tekan Tombol ‘Delete’ di Keyboard

Oleh: Ramadhan Batubara

Seorang kawan sempat bertanya, bagaimana cara untuk menyelesaikan sebuah cerita pendek. Spontan saya jawab, fokus dan setia. Lalu, kawan tadi langsung mengerutkan kulit dahi. Saya melebarkan bibir dan menampakkan sedikit gigi.

Begitulah, setelah sekian detik sibuk menunjukkan ekspresi yang berbeda, kami berdua terlibat lagi perbincangan yang diawali oleh pertanyaannya tadi. Begini, saya jelaskan padanya soal fokus. Menurut pengalaman saya, kegagalan menyelesaikan cerita pendek terletak pada pikiran yang bercabang. Ya, saya tidak fokus pada cerita awal yang ingin saya rangkai.

Misalnya begini, saat awal menulis, saya ingin menulis tentang seorang penjual jagung yang sulit mendapatkan jagung. Nah, di dua paragraf hingga lima paragraf, saya masih fokus tentang cerita itu. Namun, tiba-tiba dalam otak saya muncul kata kompor. Tak pelak, saya pun mengupas kompor itu hingga beberapa paragraf. Memang kompor masih ada hubungan dengan jagung, setidaknya untuk membuat jagung rebus butuh kompor kan? Eh, tidak sampai di situ, pikiran saya pun berkembang ke bahan bakar minyak atawa BBM; harga yang melangit dan barang yang menghilang.

Ujung-ujungnya, cerita soal BBM tertuang hingga tujuh paragraf. Nah, ketika soal BBM selesai, saya sadar, saya kan harusnya menulis soal jagung? Kemana pedagang yang sulit mendapatkan jagung itu? Lalu, tulisan saya terhenti. Saya bakar rokok dan memandang keluar jendela. Saya dapati pandangan di sana, sepasang kekasih yang berjalan sambil bergandengan tangan dan memakan coklat; bukan jagung rebus. Bah! makin bingung saya. Apa yang harus saya tuliskan. Jagung dan pedagangnya seakan raib. Saya stag!

Nah, ketika menjelaskan ini pada kawan tadi, saya senyum-senyum. Bukan apa-apa, saya hanya teringat dengan fokus berita di dunia ini yang terus berubah. Menariknya, dalam pekan terakhir, berbagai berita seakan tak mau kalah untuk mendapat perhatian. Mulai mewabahnya tren menggulingkan pemimpin di Timur Tengah sana hingga kisruh PSSI. Untuk dua berita ini, kata ‘diktator’ ramai dibicarakan. Memang, PSSI tidaklah sebesar Mesir, Libya, atau negara lainnya, tapi kekuatan Nurdin Halid seakan lebih dahsyat. Tak bisa saya bayangkan kalau PSSI memiliki tentara sendiri lengkap dengan pesawat tempurnya.

Belum usai soal di atas, Presiden Susilo Bambang Yudhono pun buka suara soal rumah murah seharga Rp5 juta hingga Rp10 juta. Untuk yang ini saya agak miris. Pasalnya, saya merasa senang mendegar hal itu, mengingat sangat sulit bagi saya untuk memiliki rumah. Tapi, setelah saya dalami, rumah itu ternyata tak layak. Bayangkan saja, rumah itu berbahan bambu dan didirikan di atas tanah 3×5 meter. Fiuh.

Lalu dari Medan, muncul pula kabar 30 anak keracunan jajanan anak sekolah alias JAS. Ayolah, anak penerus bangsa saja sudah menjadi sasaran, bagaimana masa depan kita? Masak hanya karena keuntungan sedikit rupiah, mereka berani mencelakakan generasi penerus. Eh, tak lama kemudian, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Medan, Hanas Hasibuan, yang baru sepekan dilantik malah diduga korupsi saat dia menjabat Kabid Humas Pemko Medan. Bah!

Tapi begitulah, kembali ke soal menulis cerpen, fokus memang sulit. Pasalnya, peristiwa terus berganti. Masalahnya, sastra adalah dunia yang diciptakan pengarang. Jadi, dia berada dalam otak si pengarang itu. Ide, inspirasi, peristiwa, atau apapun itu memang bisa berasal dari dunia nyata. Tapi, dalam menulis, seorang pengarang wajib memilah dan memilih apa yang ingin dia tulis. Itulah yang membuat cerpen berbeda dengan berita.

Kemudian, saya jelaskan pada kawan saya tadi soal setia. Sejatinya, setia ini tak jauh beda dengan fokus. Tapi, saya menganggapnya beda karena hal itu terkait dengan pengalaman juga. Begini, ketika saya fokus soal jagung dan pedagangnya, bukan berarti cerpen saya selesai. Maksudnya, dalam cerita jagung, saya harus setia pada konflik yang saya rencanakan atau yang tanpa sengaja terbentuk. Kasarnya, ketika saya menetapkan atau merangkai konflik terbentuk oleh perseteruan pedagang dengan petani serta pembeli jagung, maka saya harus setia di situ saja. Kadang, dalam beberapa kasus, saya tergoda untuk memunculkan tokoh lain. Misalnya, saya masukan mertua si pedagang atau kekasih si pembeli atau istri si petani.

Nah, memasukan seorang tokoh baru ke dalam sebuah cerita, berarti kita memasukan dunia baru lagi dalam cerita. Wah, repot kan? Bagaimana kita menggabungkan sekian banyak dunia itu dalam satu cerpen kita. Bagi pemula, sebaiknya hindarilah multi tokoh.

Serius, nanti kesulitan kembali ke ide awal. Ujung-ujungnya, kumpulan kalimat itu diblock dan tekan tombol ‘delete’ di keyboard. Jika begitu, sampai kapan cerpen kita bisa mencapai ending.  Ingat ini cerpen, bukan novel yang memiliki wadah lebih luas; walau novel pun cenderung tidak melebar.

Soal setia ini bisa kita kaitkan dengan konflik bertingkat di negeri ini. Masalah Bank Century nyaris selesai jika tak muncul tokoh baru yang dimunculkan Susno Duadji. Ingat, Susno Duadji sendiri adalah tokoh baru setelah sebelumnya heboh dengan Bibit dan Candra. Dari Susno ini muncul lagi tokoh lain, Gayus Tambunan.

Masing-masing nama di atas kan punya dunia sendiri, punya cerita sendiri. Meski saling berkaitan, tentunya akan membuat repot penulis kan? Ujung-ujungnya, belum selesai juga ceritanya kan?

Begitulah, namanya selingkuh cenderung membuat siapa saja dalam posisi bahaya.  Jadi, ketika cerpen kita selingkuhi dari ide awal, dia bisa melebar tak tentu arah. Fokus dan setia memang bukan satu-satunya syarat untuk menciptakan cerpen. Tapi, kalau ada kebutuhan primer, pasti ada kebutuhan sekunder serta lux kan? Bukankah begitu?

Terserahlah, kata  kawan saya. Bah! (*)
25 Februari 2011

Bus Masuk Jurang, 19 Tewas

LIMA- Sebuah bus penumpang terjun ke sebuah jurang di Andes Timur dekat kota Tornamesa di Provinsi Huarochiri, Lima, Peru. Akibatnya, 19 orang tewas dan 37 luka-luka

“Bus berbelok untuk menghindari tabrakan dengan truk dan jatuh ke dalam jurang yang dalamnya mencapai 180 meter (590 kaki),” kata Komandan Patroli Jalan Raya setempat, Gaston Ramirez pada jaringan radio RPP seperti dilansir AFP, (26/2).

Bus naas tersebut sedang melakukan perjalanan dari kota Andean Huancayo ke Lima. Ramirez mengatakan, semua korban adalah orang dewasa.

Sementara polisi dan penduduk desa terdekat membantu menyelamatkan korban luka dan membawa mereka ke rumah sakit terdekat.

Kecelakaan di jalan raya sering terjadi di Peru, di mana pengawasan sangat minim sekali pada moda transportasi bus jarak jauh. Pengemudi juga harus berhadapan dengan jalan berbukit yang sempit dan rusak parah, apalagi di musim hujan. Sekitar 3.000 orang tewas dan lebih dari 50.000 luka-luka dalam kecelakaan jalan raya selama lima tahun terakhir di Peru.(net/jpnn)

Mengubah Rumah Bergaya Minimalis

Desain rumah minimalis ataupun minimalis modern rupanya masih digandrungi masyarakat saat ini. Apalagi, rumah minimalis merupakan simbol modern dan elegan. Sehingga orang beramai-ramai mengubah gaya rumah mereka menjadi gaya minimalis.

Para pengembang perumahan pun tak mau ketinggalan. Mereka berbondong-bondong menawarkan perumahan gaya minimalis dalam bentuk cluster atau perumahan modern.

Rumah minimalis berkesan sederhana, tetapi tetap modern dan berkelas. Bagi Anda yang memiliki hunian mungil, tetapi berniat mengubah rumah menjadi gaya minimalis, ada baiknya menyimak tips rumah minimalis berikut ini.

Dinding luar rumah

Pada bagian dinding luar rumah, gunakanlah beton polos yang diberi kontur bergaris atau sedikit bertekstur bebatuan kecil. Jendela dibuat memanjang ke bawah dengan teralis yang sederhana. Artinya, teralis dibuat tanpa profil, hanya berbentuk kotak-kotak horizontal atau vertikal.

Pagar besi
Pilihlah pagar yang tidak berkontur terlalu banyak lekukan. Agar terkesan minimalis, pilih pagar besi sederhana berbentuk kotak memanjang dengan warna gelap seperti hitam atau abu-abu tua.

Pola
Mainkan pola dalam ruang-ruang yang mungil. Agar ruangan memberikan ilusi yang terkesan luas, siasati dengan cermin dan kaca agar ruangan terlihat lebih lapang. Selain terlihat lebih luas, cermin juga mampu membuat penampilan ruangan lebih berkesan minimalis, manis, dan elegan.

Usahakan untuk meletakkan aneka cermin untuk memberi kesan dinamis. Agar tidak menyilaukan dan bosan dengan pilihan cermin yang itu-itu saja, pilih cermin yang berwarna emas kecokelatan.

Tampilan sederhana
Secara tidak langsung, rumah gaya minimalis mensyaratkan tampilan sederhana dan terkesan kosong.
Karenanya, pilihlah lemari hias yang memiliki fungsi ganda dan ruang yang banyak. Contohnya bisa sebagai tempat meletakkan hiasan, namun juga terdapat ruang untuk menyimpan majalah atau koran.

Letakkan hiasan yang tidak berlebihan, contohnya wadah lilin, frame, lampu duduk, atau vas bunga tinggi. Jangan meletakkan guci berukuran sedang atau besar.

Jika tempat terbatas, sebaiknya pilih televisi yang menempel pada dinding sehingga Anda bisa menghemat tempat untuk nakas sebagai tempat meletakkan televisi.

Selalu upayakan Interior Desain permukaan meja, permukaan credensa atau cabinet dalam keaadaan bersih dan kosong. Letakkan buku dan barang-barang lain dalam laci. Asesoris yang ideal adalah vas bunga dari gelas artistik, piring simple berisi buah dan/atau tempat lilin.

Tirai
Gunakan tirai polos atau abstrak bergaris agar menyatu dengan interior yang sederhana dan kesan minimalis semakin terasa.

Pemasangan karpet
Jika Anda hobi menggunakan karpet untuk santai bersama keluarga, gunakanlah karpet warna polos tanpa motif di ruang keluarga. Jika Anda merasa kurang sreg, boleh menggunakan karpet dengan motif yang sederhana, jangan terlalu banyak profil. Namun, karpet tanpa motif dianggap menyatu dengan interior yang sederhana tanpa banyak perabotan.

Hiasan dinding
Sebagai hiasan dinding, Anda bisa memilih lukisan berukuran besar sebagai point of interest dengan bentuk frame yang sederhana, simple, tanpa profil atau ukiran. Jangan terlalu banyak lukisan, pilih yang besar dari koleksi Anda. (net/jpnn)

Mulan Jameela Melahirkan Tanpa Suami

Setelah sekian lama tidak muncul di depan publik, karena dikabarkan tengah mengandung, akhirnya penyanyi cantik Mulan Jameela, Sabtu dini hari pukul 01.00 WIB melahirkan buah hatinya, di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan.

Informasi ini diperoleh dari salah seorang petugas rumah sakit, yang enggan disebutkan nama dan identitasnya. Mulan saat ini masih dalam perawatan di RSPI, di kamar yang berada di lantai 3 rumah sakit.

Menurut sumber tersebut, saat Mulan mengalami kontraksi sempat meminta agar dirinya dipindah ke ruang perawatan di lantai 5 rumah sakit, dengan alasan untuk menghindari perhatian umum, karena memang lantai 3 di RSPI, memang dikhususkan bagi pasien yang melahirkan.

Sampai saat ini, belum ada yang bisa dimintai keterangan perihal proses persalinan dan kondisi Mulan saat ini. Namun yang akan menjadi pertanyaan mungkin nantinya adalah, siapakah gerangan ayah biologis dari anak yang dilahirkan penyanyi yang bernama asli Wulansari ini?

Sempat berhembus kencang bahwa anak yang dikandung Mulan adalah anak dari Ahmad Dhani, pentolan Dewa 19 sekaligus bos dari Republik Cinta Management (RCM). Yang pasti, kita akan lihat nanti siapakah ayah dari sang bayi. (net/jpnn)

 

Mercon Daging Sapi di Warung Nenek

Pedas. Rasa inilah yang kini diusung tiga cabang  Warung Nenek di Kota Medan. Bahkan hampir semua makanan yang disajikan Warung Nenek semuanya ekstra pedas. Inipulalah yang melatarbelakangi Warung Nenek disebut dengan masakan rasa mercon.

Manager Warung Nenek, Ruli mengatakan, salah satu menu yang mereka sajikan dengan rasa pedas adalah Omseng Mercon Daging Sapi (OMDS). “Itu jika menggunakan daging sapi, kalau menggunakan ayam atau kambing, ya singkatannya berubah jadi OMDA dan OMDK,” jelasnya, Jumat (25/2).

Sesuai namanya, menu ini dimasak dengan cara omseng (digoreng tanpa minyak). Sebelum diomseng, dagingnya terlebih dahulu direbus dengan menggunakan kaldu. “Proses perebusan daging ini memakan waktu cukup lama, namun, tergantung banyaknya jumlah daging yang direbus. Yang pasti daging tersebut direbus hingga lembut,” terang Ruli.

Setelah perebusan tersebut, barulah daging yang sudah lembut diomseng bersama bahan-bahan yang sudah disediakan. Seperti paprika merah dan hijau, brokoli dan bawang bombay. Tentunya, dari bahan pendukung ini pedasnya sudah terasa. “Ditambah lagi, campuran kuah kaldu dengan sambal terasi. Membayangkannya saja sudah nelan ludah dan keringatan, apalagi memakannya nanti,” tutur Ruli sambil tertawa.

Ternyata, paduan sambal terasi dan bahan yang mengandung unsur pedas tadi, masih harus ditambah lagi dengan merica. Jadi, pedas di mulut, pedas di tenggorokan dan perut. “Pedasnya kemana-mana,” kata Ruli sambil berbahasa tubuh menunjukkan jalur pedas dari mulut hingga ke perut tadi.

Namun, menurutnya, selain menonjolkan rasa pedas pada menu ini, juga ditonjolkan rasa gurih dan lemak yang tersaji dari kuah kaldunya. “Namun, kuah kaldu di sini bukan sebagai pembasah, tapi untuk melarutkan sambal terasi tadi. Jadi sebenarnya menu ini adalah menu kering,” ujar Ruli. Melihat per porsinya, satu piring OMDS ini sudah membuat 1 orang dewasa sangat kenyang. Karena daging yang disuguhkan terlihat sangat banyak. Belum lagi sayuran yang tercampur di dalamnya. “Tanpa nasi, menu ini sudah sangat mengenyangkan,” kata Ruli.

Di Warung Nenek, per porsi OMDS, OMDA atau OMDK dibanderol Rp17 ribu saja. Pokoknya, menu yang satu ini tak buat eneg, karena pedasnya yang luar biasa. Dengan jenis yang sama, Warung Nenek juga menyediakan Tongseng Daging Sapi, Ayam atau Kambing. Cara masaknya sama, hanya saja yang jenis Tongseng ini lebih berkuah, dan pedasnya lebih ringan.

“Sayurannya juga berbeda dengan OMDS, OMDA atau OMDK. Di Tongseng ini kita hanya menggunakan bunga kol dan sawi manis. Dan lebih menonjolkan rasa pedas merica,” ungkap Ruli.

Saat ini ada 3 cabang Warung Nenek di Medan yakni Jalan Ringroad Medan, Jalan Sei Batang Hari dan Jalan Pattimura Medan. (saz)

Es Sarang Burung

Selain makanan, Warung Nenek juga menyediakan aneka minuman. Salah satu diantaranya adalah Es Sarang Burung yang bentuknya mirip dengan sarang burung asli.

Pasalnya, paduan berbagai komposisi makanan yang ada di mangkuk sajian memperlihatkan sebuah sarang dengan rumbai-rumbai rerumputan dan ada telurnya. Pokoknya menggemaskan, kalau sudah di pesan, rasanya sayang untuk dimakan.

Es Sarang Burung ini memang disediakan untuk memenuhi permintaan menu makanan usia anak-anak. Sesuai dengan motto Warung Nenek, ‘Semua Ada,’ tentunya pihak manajemen berusaha memenuhi selera masyarakat di tiap jenjang usia.

Komposisi yang terdapat dalam 1 porsi Es Sarang Burung ini adalah agar-agar, jagung, nata de coco dan buah kelengkeng. Sedangkan untuk kuahnya merupakan perpaduan susu dan sirup.
Manager Warung Nenek Ruli menjelaskan, minuman yang satu ini memang cocok untuk usia anak-anak. Namun, tentunya tak menutup kemungkinan pula bisa dinikmati orang dewasa. “Menurut saya, minuman yang satu ini selain sangat segar, juga memiliki khasiat untuk panas dalam. Ini terlihat dari komposisi minuman yang terdapat di dalamnya buah-buahan dan agar-agar,” jelasnya.

Selain itu, lanjutnya, kuah es tersebut juga berkomposisi susu yang notabene diketahui sangat baik untuk pertumbuhan tulang dan gigi.

“Per porsi Es Sarang Burung ini kami banderol hanya dengan harga Rp10 ribu,” ujarnya. (saz)
Es Sarang Burung ini bisa dibuat sedemikian rupa agar mirip dengan sarang burung. Untuk membuat sarangnya adalah dengan menyerut agar-agar yang dibuat lebih keras dari biasanya. “Jadi begitu diserut, agar-agarnya tak mudah putus. Dan kenapa kami tak menggunakan rumput laut, karena agar-agar memiliki kontur yang lebih lembut,” jelas Ruli.

Sedang untuk membuat telurnya, sambung Ruli, yakni dengan mengupas daging buah kelengkeng dengan hati-hati. Jadi bijinya dikeluarkan tanpa harus merusak daging luarnya. “Dan ini akan sangat menyerupai sebuah telur di Es Sarang Burung ini,” tuturnya. (saz)