25 C
Medan
Thursday, April 2, 2026
Home Blog Page 15652

Di Ujung Tanduk

Indonesia vs Turkmenistan

PALEMBANG-Dihajar Turkmenistan di kandang sendiri, membuat nasib Garuda Muda di ujung tanduk. Peluang Indonesia untuk tetap bertahan di Pra-Olimpiade 2012 pun terancam berakhir menyusul kekalahan 3-1 dari Turkmenistan di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, Rabu (23/2) malam WIB.

Hasil itu membuat Indonesia harus memetik kemenangan tiga gol tanpa balas di leg kedua di kandang Turkmenistan pada 9 Maret mendatang untuk bisa merebut tiket ke babak berikutnya. Sedangkan Turkmenistan cukup mendapatkan hasil imbang untuk menyingkirkan tim Garuda Muda.

Indonesia langsung menerapkan permainan agresif sejak pluit kick-off ditiupkan wasit. Laga baru berjalan lima menit, timnas U-23 sudah mendapatkan peluang emas melalui Titus Bonai. Namun sepakan pemain asal Persipura Jayapura yang memanfaatkan bola muntah itu masih membentur kaki pemain belakang lawan.

Timnas U-23 akhirnya unggul lebih dulu melalui gol Titus pada menit ke-13. Oktovianus Maniani yang melakukan eksekusi tendangan bebas memberikan bola datar kepada Titus, dan selanjutnya dilanjutkan pemain ini dengan sontekan ke gawang yang tak bisa dihentikan kiper Geldiyev Batyr.

Namun keunggulan timnas U-23 ini tidak bertahan lama. Turkmenistan berhasil menyamakan kedudukan selang tiga menit kemudian lewat tendangan bebas Amanov Arslanmyrat yang menyusur tanah tidak bisa dijangkau kiper Kurnia Meiga.

Di babak kedua, timnas U-23 tidak mengendurkan serangan mereka ke pertahanan Turkmenistan. Begitu juga dengan Turkmenistan yang melakukan tekanan dengan melakukan serangan balik cepat.

Tuan rumah terus melakukan tekanan ke pertahanan Turkmenistan. Namun, penyelesaian akhir yang terburu-buru serta ketatnya tembok belakang tim tamu membuat timnas U-23 kesulitan untuk mencetak gol.

Lengahnya barisan belakang timnas U-23 dalam mengantisipasi umpan panjang Turkmenistan harus dibayar mahal. Usai menerima bola dari sektor tengah, Vahyt menusuk hingga ke dalam kotak penalti. Vahyt lalu memberikan bola kepada Boliyan Alexande yang berdiri bebas, sehingga dengan mudah menaklukkan Kurnia Meiga.

Gol itu membuat timnas U-23 berusaha mengejar ketertinggalannya. Namun kembali serangan balik Turkmenistan tidak dapat diantisipasi barisan belakang, sehingga tim tamu memperbesar keunggulannya pada menit ke-86 melalui Vahyt.  Sambil memutar badannya, Vahyt melepaskan tendangan keras dari luar kotak penalti yang tak bisa dijangkau Kurnia Meiga.

Tertinggal 3-1 tidak membuat timnas U-23 berusaha bangkit. Peluang emas diperoleh Rishadi setelah terjadi kemelut di depan gawang Turkmenistan. Namun tendangan Rishadi melambung di atas mistar, kendati kiper lawan sudah terjatuh. Hingga pluit panjang ditiupkan wasit, timnas U-23 tidak bisa mengejar ketertinggalannya.(net/jpnn)

Perumahan Bella Vista Berhadiah Kitchen Set dan Sofa

MEDAN-Perumahan Bella Vista yang berlokasi di Jalan Tali Air Jamin Ginting, Simpang Simalingkar Medan, ini tengah memberikan penawaran promosi sampai akhir Maret.

Setiap pembelian rumah tersebut, konsumen langsung diberihadiah kitchen set dan sofa. Demikian dikatakan Sherly, Koordinator Marketing Vista Estate.  “Konsumen cukup membayar uang muka atau DP Rp5 juta,” ujar Sherly yang ditemui koran ini di Kantor Pemasarannya, Jalan Ngumban Surbakti/ringroad, Rabu (23/2).

Dikatakana Sherly, Perumahan Bella Vista  akan dibangun sebanyak 172 unit dengan tiga tipe, tipe 45, tipe 41 dan tipe 37.  Tipe 45 luas tanahnya 6×12 m dan luas bangunan 6×8 m, akan  dibangun sebanyak 50 unit.

Kemudian, sambungnya, tipe 41 dengan luas tanah 6×12 m serta luas bangunan 6×7 m, akan  dibangun sebanyak 27 unit.     Harganya dibanderol    Rp182.3000.000.

Sedangkan untuk tipe 37 m luas tanahnya 6×12 m dan luas  bangunan 6×6 m dibangun 19 unit.   Harganya dibanderol      Rp161.600.000. “Umumnya semua tipe yang ada kita tawarkan mempunyai luas tanah yang sama. Yang berbeda hanya luas bangunannya. Konsepnya adalah desain klasik,” tutur  Sherly. (omi)

 

Tahun Ini, Dibanderol Rp5-Rp10 Juta

Diperuntukkan bagi Masyarakat Miskin, TNI dan Nelayan

Kementerian Perumahan  Rakyat (Kemenpera) masih  menyusun skenario pengembangan rumah super murah seharga Rp5-10 Juta.  Berdasarkan hitungan sementara, untuk mencapai titik minimum membangun rumah ukuran 36 setidaknya memerlukan dana Rp12,3 juta.

Deputi Bidang Perumahan Formal Kemenpera Pangihutan Marpaung mengatakan, angka perhitungan sementara itu belum dihitung dari biaya tanah, infrastruktur (listrik,air) dan biaya transaksi.   Sementara jika dihitung dari biaya transaksi bisa membengkak menjadi Rp22,5 juta per unit, angka ini pun belum menghitung biaya tanah dan infrastruktur.

“Kita sedang susun skenario pembangunan rumah sangat murah, itu kebutuhan rumah di luar renstra (rencana strategis). Rencananya tahun ini sasarannya untuk masyarakat miskin perumahan nelayan, masyarakat pinggir kota, rumah untuk prajurit TNI,” katanya, Rabu (23/2)

Ia menambahkan, program rumah super murah ini berada diluar dari skenario Kemenpera  dan merupakan inisiatif  dari Presiden SBY.

Meski berada di luar renstra, minimal luasan rumah super sederhana itu tetap dengan ukuran 36 meter persegi. Hal ini karena pembangunan rumah tipe 21 dan 30 meter persegi saat ini sudah tidak diperkenankan lagi oleh Undang-Undang (UU) Nomor 1 Tahun 2011 tentang Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP). “Dalam UU PKP diamanatkan minimal 36, kalau di-downgrade itu namanya melangggar undang-undang,” jelasnya.
Ia mengatakan, program ini sangat tergantung dengan peran pemerintah daerah, karena masalah tanah dan perizinan harus bisa mendapat dukungan dari pemda.

Sementara untuk masalah dukungan infrastruktur (listrik,air), pemerintah pusat melalui Kemenpera sudah ada skema melalui dana Kawasan Siap Bangun (Kasiba) sebanyak 117.050 unit rumah di 2011.
Skema untuk mendapatkan rumah super murah ini, akan tetap menggunakan fasilitas subsidi perumahan, dengan pola fasilitas likuiditas pembiayaan perumahan (FLPP) yang baru diluncurkan akhir 2010 lalu. (net/jpnn)

Kantor PSSI Disegel

Ribuan suporter sepak bola yang menyerukan revolusi di tubuh PSSI terus menyerbu kantor PSSI di kompleks Stadion Gelora Bung Karno Senayan, Jakarta, kemarin (23/2). Massa dari berbagai daerah itu juga menyegel kantor PSSI.
Langkah tersebut dilakukan karena tuntutan yang mereka serukan agar Nurdin Halid mundur dari kursi ketua umum (ketum) PSSI serta revolusi di jajaran pengurus PSSI tidak digubris. Bahkan, sampai kemarin para pengunjuk rasa itu juga belum ditemui oleh perwakilan dari PSSI.

“Kami sudah tiga hari melakukan aksi dan dua hari berada disini. Tapi, tidak ada sama sekali pengurus PSSI yang datang. Jadi, daripada tidak dimanfaatkan gedung ini kami segel,” ujar Prianto Jasmo, ketua tim perumus Aliansi Suporter Indonesia.

Proses penyegelan ini juga dilakukan oleh berbagai kelompok suporter di Indonesia yang sengaja datang ke kantor PSSI. selain menggembok pintu masuk kantor PSSI, penyegelan juga diikuti dengan pemasangan spanduk kecil yang berisi tulisan penyegelan dari kelompk suporter.

“Sekarang, gedung ini telah dikuasai oleh kami, suporter sepak bola Indonesia. tidak boleh lagi ditempati oleh mafia bola, judi dan koruptor,” kata Prianto. Selain menyegel kantor PSSI, para suporter juga bermalam disana untuk memastikan bahwa kantor tersebut tidak digunakan oleh Nurdin dan kroninya. (aam/ru/jpnn)

Pemekaran Kosakata Indonesia

Asing Indonesia
established

general rehearsal

guide

image

impact

input

interchange

labour

intensive

land

layout

mapan

geladi bersih

pemandu

citra

dampak

masukan

simpang susun

padat karya

lahan

atak

Nirwan Ban Serep Nurdin

Amankan Ketum PSSI, Bidik Presiden AFF

JAKARTA – Nurdin Halid boleh saja menampik isu bahwa dia dan Nirwan D. Bakrie adalah “satu paket” dalam bursa pencalonan ketua umum pada Kongres PSSI di Tabanan, Bali, 26 Maret nanti. Namun, sejumlah kalangan sepak bola tetap meyakini bahwa kubu incumbent telah membuat banyak menuver, termasuk skenario satu paket itu, untuk melanggengkan rezimnya di PSSI.

Yang terbaru, beredar kabar bahwa Nirwan D. Bakrie bakal menjadi ban serep Nurdin Halid sebagai ketum PSSI. Nurdin diduga akan maju sebagai calon Presiden dan Wakil Presiden Asosiasi Sepak bola Asia Tenggara (AFF). Apalagi, saat ini Nurdin sudah masuk sebagai nominasi dan akan bersaing dengan dua kandidat lainnya, yakni Sultan Haji Ahmad Shah (Malaysia) dan Datp’ Worawi (Thailand).

Sebagai gantinya, Nirwan yang akan melenggang sebagai Ketum PSSI. Teriakan serta tuntutan masyarakat agar Nurdin turun malah dianggap akan menguntungkan Nirwan. Pasalnya, adik Ical—sapaan Abrurizal Bakrie —itu akan menjadi sosok yang tak tersentuh setelah konsentrasi masyarakat hanya pada Nurdin. Celah itulah yang akan dimanfaatkan kubu incumbent untuk tetap menguasai PSSI di kepengurusan mendatang.

“Kalau yang maju Nirwan, artinya harapan masyarakat untuk menyaksikan perubahan di PSSI tak kesampaian. Sama saja tak ada perubahan,” terang Bambang Nurdiansyah, mantan pemain Timnas Indonesia. Bambang juga mengharapkan agar publik tak hanya fokus menurunkan Nurdin. Melainkan juga terus menyuarakan terjadinya reformasi kepengurusan di PSSI. Apalagi jika kabar bahwa Nurdin hanya dijadikan bemper Nirwan ternyata benar adanya.

Menurut mantan pelatih PSIS Semarang tersebut, PSSI membutuhkan figure yang baru untuk me-refresh struktur organisasi. Dengan begitu, perubahan yang dilakukan tidak hanya setengah-setengah.??Perubahan bukan hanya secara prestasi. Tapi juga secara keseluruhan, termasuk organisasi yang semakin baik. Itulah yang harus didengar karena merupakan keinginan masyarakat,” ucap mantan pelatih Arema Malang tersebut.

Di sisi lain, IANI (Ikatan Atlet Nasional Indonesia) menyatakan dukungannya jika Nurdin tak lagi maju sebagai Ketum PSSI. Mereka mengharapkan agar Nurdin mendengarkan suara masyarakat pecinta sepak bola. “Tanpa menghormati rasa hormat saya, Pak Nurdin barangkali karena sudah cukup lama serta resistensi yang begitu banyak, alangkah baiknya dia kita himbau untuk lebih legowo agar tak jadi ketum lagi,” harap Icuk Sugiarto, Ketum IANI.
Sementara itu, kubu George Toisutta dan Arifin Panigoro tetap bergerak untuk mengegolkan keduanya sebagai kandidat Ketum PSSI. “Kalau banding kami ditolak, kami sudah menyiapkan banyak langkah untuk meloloskannya,” ucap Harjon Sinaga, kuasa hokum kubu George dan Arifin. “Kita kan negara hukum. Serahkan saja semuanya pada ketentuan yang berlaku,” jelas Max Boboy, direktur hukum dan peraturan PSSI. (ru/aam/jpnn)

Trezeguet Semangati Juve

TURIN – Satu dekade bersama Juventus, membuat David Trezeguet merasa sangat dekat dengan Si Nyonya Tua. Menyadari bekas klubnya belum dalam performa bagus, ia ikut menyemangati dan memberi beberapa masukan.
Dalam wawancaranya dengan Tuttosport, striker Prancis berusia 33 tahun itu mengungkapkan perasaan dan perhatiannya pada Juve, yang di Seri A saat ini masih berada di peringkat keenam.

“Ingatlah siapa Juventus itu. Ingin rasanya aku membawa para pemain ke ruang koleksi trofi untuk memberi mereka kesadaran itu,” tutur pemain asing paling subur dalam sejarah Juve itu, seperti dilansir Football Italia.
Masukan lain dari Trezeguet adalah menyangkut figur pelatih, yang mana sejauh ini Luigi del Neri dinilai masih belum bisa mengeluarkan kembali potensi dan kekuatan terbaik yang dimiliki Bianconeri.

Saat disebut nama Jose Mourinho sebagai sosok yang bisa diproyeksikan untuk menukangi Juve, pria kelahiran Argentina memberi persetujuan. “Mudah-mudahan saja. Mourinho pelatih nomor satu. Del Neri bekerja keras, tapi Andrea Agnelli (pemilik Juve) pasti tahu, sebuah  Ferrari harus dikemudikan oleh sopir tertentu,” imbuhnya. Trezeguet yang kini memperkuat klub Spanyol Hercules, juga menyarankan supaya klub Turin itu lebih signifikan merekrut pemain-pemain baru.

“Mereka butuh tiga pemain juara yang terbiasa memenangi banyak piala, bukan delapan pemain yang terbiasa finish di peringkat empat,” pungkasnya.(net/jpnn)

Bongkar Brankas Toke Untuk Biaya Kawin

LUBUK PAKAM-Dua dari empat tersangka pe,bongkar brankas Toko Hosana di Jalan Dahlan Tanjung, Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, Kecamatan Tanjung Morawa, berhasil ditangkap polisi, Rabu (23/2).

Kedua tersangka masing-masing Irwansyah (25), warga Dusun II Desa Batu Lokong dan Romi (26), warga Kelurahan Tanjung Morawa Pekan, merupakan hasil pengembangan serta penyelidikan.

“Pelakunya ada empat orang. Dua tertangkap atas pengembangan sedangkan dua lagi masih buron. Indentitasnya masih disimpan untuk kepentingan penyelidikan,” bilang Kapolsek Tanjung Morawa, AKP Malto S Datuan, Rabu (23/2).

Disebutkannya, otak pelaku aksi pembongkar toko bahan bangunan itu adalah Irwansyah. Saat melakukan aksi perampokan, keempatnya berhasil menggondol Rp180 juta dari dalam brankas. Irwansyah selaku otak pelaku pembongkaran toko tempatnya berkerja mengajak Romi yang berprofesi sebagai tukang botot untuk melakukan pencurian. Selanjutnya Romi mengajak dua orang pelaku lainnya. Keterangan Irwansyah, dia nekat mencuri tempatnya berkerja itu untuk membiayai pesta pernikahanya yang bakal digelar Maret 2011 mendatang. (btr)

Atasan Gayus Divonis 2,5 Tahun Penjara

Jakarta – Atasan Gayus Tambunan, Maruli Manurung diyakini hakim melakukan korupsi saat menanggani keberatan pajak PT Surya Alam Tunggal (SAT). Maruli dihukum penjara selama 2,5 tahun dan denda Rp50 juta untuk kerugian negara sebanyak Rp570 juta.

“Mengadili, menyatakan terdakwa secara sah dan meyakinkan melakukan korupsi secara bersama-sama seperti dalam dakwaan sekunder. Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 2 tahun 6 bulan dan denda Rp 50 juta subsider 3 bulan,” kata ketua majelis hakim, Aksir saat membacakan putusannya di PN Jakarta Selatan, Rabu (23/2) malam.
Dalam pertimbangan hakim, Maruli dianggap tidak cermat saat menyetujui hasil kerja Gayus Tambunan yang meloloskan keberatan pajak PT SAT, empat tahun lalu.

Hasil persetujuan Maruli yang saat itu sebagai Kasie Keberatan dan Banding dibawa hingga level Dirjen Pajak yang sedang dijabat oleh Darmin Nasution (saat ini Gubernur Bank Indonesia).  Sepanjang sidang, Maruli terlihat  tenang dan menyimak jalannya sidang dengan teliti. Dia tidak terlihat lelah meski telah menunggu sidang sejak pukul 13.00 WIB dan baru dimulai 5 jam  hingga selesai pukul 22.00 WIB. (net/jpnn)

Suka Mobil Kecil

Memilih kendaraan yang lebih kecil seperti mobil bertipe city car, memang pilihan yang tepat untuk menemani perjalanan di ibukota yang sesak seperti Jakarta. Hal ini juga yang menjadi pilihan gadis cantik bernama Zivanna Letisha Siregar, Puteri Indonesia 2008 ini.

“Saya lebih menyenangi mobil yang kecil, karena tidak perlu ribet dan lebih enak dikendarai di saat macet,” ujar Zizi.
Tidak pikir panjang Zizi pun memilih Toyota Yaris 1997 untuk menemani perjalanannya selama ini.
“Wah jangan berbicara soal menabrak atau ditabrak, karena saya memang pernah mengalaminya. Namun saya lupa penyebabnya apa,”ucap Zizi sambil tersenyum.

Namun akhirnya Zizi mengakui bahwa dirinya sering nyaris tabrakan akibat kelalaiannya.

“Sebenarnya saya sering hampir nyaris tabrakan. Ini dikarenakan saya harus terburu-buru ke kampus di saat ujian. Namun yang ini jangan ditiru ya. Selain itu kebiasaaan saya dalam mengendarai kendaraan, saya sering bernyanyi di dalam kendaraan untuk menghilangkan kejenuhan,” kata Zizi sambil tertawa.(net/jpnn)